• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Efektivitas Program Tambahan Pe

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Efektivitas Program Tambahan Pe"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

iv

ABSTRAK

Peranan sumber daya manusia di organisasi sangat dominan, karena manusia menjadi perencana, pelaku, dan penentu terwujudnya tujuan organisasi, termasuk di Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat. Dinas Pemerintahan juga memberikan perhatian khusus kepada sumber daya manusianya. Terdapat program-program yang dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja dari para Pegawai Negeri Sipil, termasuk pemberian insentif.

Pemberian insentif yang diberlakukan di Diskominfo Jawa Barat adalah Program Tambahan Penghasilan Bagi Pegawai Negeri Sipil dan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2011 berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 83 Tahun 2010. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pegawai. Berkaitan dengan hal tersebut, penulis melakukan penelitian dengan judul “Analisis Efektivitas Program Tambahan Penghasilan (Insentif) 2011 berdasarkan Perbandingan Tingkat Kinerja Pegawai Diskominfo Jabar (Sebelum dan Sesudah Penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011)”.

Penelitian ini penulis lakukan untuk mengetahui penerapan Program Tambahan Penghasilan berdasarkan persepsi pegawai Diskominfo Jabar, kinerja Pegawai Diskominfo Jabar tahun 2010 (sebelum penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011) dan tahun 2011 (setelah penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011), serta efektivitas program tersebut berdasarkan perbandingan kinerja pegawai (sebelum dan sesudah penerapan Program Tambahan Penghasilan 2011).

Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode studi deskriptif dengan sampel jenuh (populasi) sebanyak 94 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah uji z berpasangan (paired-z test). Variabel yang diteliti adalah insentif, kinerja Pegawai Diskominfo Jabar tahun 2010 dan kinerja Pegawai Diskominfo Jabar tahun 2011.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi Pegawai Diskominfo Jabar terhadap Program Tambahan Penghasilan 2011 berada dalam kategori tinggi namun mendekati ambang bawah, yaitu 67,75%. Besaran insentif yang diberikan kepada pegawai hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sehingga pegawai tidak dapat menabung maupun membiayai kegiatan rekreasi. Kinerja Pegawai Diskominfo Jabar tahun 2010 bernilai 82,607 dan tahun 2011 bernilai 82,389. Keduanya dalam kategori “baik”. Rata-rata tingkat kinerja Pegawai Diskominfo 2010 lebih besar atau sama dengan rata-rata tingkat kinerja Pegawai Diskominfo 2011, sehingga program Tambahan Penghasilan 2011 tidak terbukti efektif.

Referensi

Dokumen terkait

Usaha yang dilakukan diantaranya adalah mengembangkan sistem pemantau truk angkutan secara realtime , sms center pengaduan dan mendorong peran serta masyarakat dalam pengelolaan

Sudirman, N dkk (1991), menggarisbawahi nilai-nilai praktis dari penggunaan media pembelajaran, yaitu: meletakkan dasar-dasar yang konkret dari konsep yang abstrak untuk

Pelanggaran lainnya yaitu pelanggaran dari Kode Etik IPMG (Internasional Pharmaceutical Manufacturers Group) Pasal 4 perihal Interaksi dengan Profesi Kesehatan

Bank Indonesia, Standard Chartered Bank, RBS Bank, ANZ Bank, Bank Mandiri, Tbk, Bank InternaƟ onal Indonesia, Tbk, Bank CIMB Niaga, Tbk, Bank Bukopin, Tbk, Bank Bumi Putra

Chandra, S.Kom., M.Cs., selaku Ketua Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana, sekaligus selaku Dosen

Untuk menyebarluaskan informasi tentang HKI khususnya bagi industri kecil dan menengah (IKM), maka Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM), sejak tahun 1998

Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dari penelitian ini yaitu “Belum diketahuinya yang mana lebih efektif diantara penerapan pendekatan saintifik

Dalam implementasi program tersebut, setiap satu bulan sekali diadakan pengukuran kinerja pegawai Diskominfo Jabar sebagai dasar penghitungan besaran tambahan