KUIS 1
1. Jelaskan Definisi Teori
Pengertian teori menurut Webster : Pengetahuan yang tersusun secara sistematis, dapat dipakai seluasnya dalam berbagai keadaan, sebuah system asumsi, dasar – dasar yang diterima dan aturan cara menganilisis, memprediksi, atau sebaliknya menjelaskan sifat perilaku yang sedang fenomena.
Teori menurut Hendriksen adalah : Serangkaian prinsip yang pragmatis, koheren, dan hipotetis yang membentuk kerangka kerja umum referensi suatu penelitian. Teori harus berdasar pada penalaran logis, karena beberapa teori akuntansi dikembangkan berdasarkan penelitian terdahulu yang telah dikembangkan lebih jauh untuk memprediksi kondisi-kondisi tertentu. Teori akuntansi tidak hanya harus menjelaskan atau memprediksi fenomena-fenomena tertentu, tapi juga menjelaskan apa yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi-kondisi tertentu.
FASB yaitu konseptual kerangka kerja penelitian (yang mana menggangap dirinya menjadi teori akuntansi normative)yang mana definisi sebagai sebuah system yang berkaitan secara logis saling berhubungan tujuan dan dasar diterimanya untuk memandu konsistensi standar
2. Jelaskan perbedaan antara Teori Akuntansi Positif dan Teori Akuntansi Normatif.
TA Positif TA Normatif
Didasarkan pada observasi (empiris) induktif
Tidak didasarkan pada observasi (deduktif)
What is done What should be done explain and predict prescribe
contoh: PAT contoh: conceptual
framwork
3. Jelaskan perbedaan antara pemikiran induktif dan deduktif.
Induktif Deduktif
Didasarkan pada observasi (empiris), kenyataan pembuatan observasi & kesimpulan khusus ke General
asumsi yang harus dituliskan)
4. Apa Tujuannya dibentuk IASB
Tujuan dari dibentuknya IASB adalah memformulasikan dan mempublikasikan interest accounting standard (Schroeder; 24) Untuk meningkatkan improvisasi dan harmonisasi regulasi akuntansi di seluruh dunia.
5. Jelaskan standard overload dan konsekuensi ekonomi
Standard overload adalah: standard yang melebihi apa yang diperlukan oleh entitas terlalu mahal dan menjadi tidak perlu.
Situasi yang diidentifikasi sebagai accounting standards overload : Standar yang terlalu banyak
Standar yang terlalu rumit
Tidak ada standar yang kaku, membuat pemilihan aplikasi menjadi sulit Kebutuhan untuk melindungi kepentingan publik dan membantu investor
secara individu menghasilakn regulasi pemerintah dan profesi serta pengungkapan yang jumlahnya banyak.
Keinginan untuk memuaskan kebutuhan setiap pengguna memerlukan standar dan penggunaan yang lebih terinci.
Pengaruh Accounting Standards Overload= Konsekuensi ekonomi Standar akuntansi yang terlalu banyak, terlalu sempit, dan kaku dapat berpengaruh serius terhadap kinerja akuntan, nilai informasi yang disajikan bagi para penguna, dan keputusan yang dibuat para manajer. Akuntan dapat kehilangan orientasinya terhadap tugas sesungguhnya sebagai akibat banyaknya data yang diperlukan saat memenuhi ketentuan suatu standar.
Audit dapat memenuhi kegagalan, karena akuntan dapat kehilangan fokus audit dan mungkin lupa untuk melakukan prosedur audit.
Pertentangan praktik pada kenyataannya dpt dijumpai dalam pertemuan antara; permintaan terhadap standar profesional dengan ketidak puasan klien perusahaan kecil terhadap beban standar yg dipaksakan terhadap mereka.
KUIS 2
1. Teori akuntansi dapat dikembangkan dengan menggunakan beberapa metodologi penelitian, sebutkan dan jelaskan metode-metode tersebut.
a. Pendekatan Deduktif
Pendekatan deduktif untuk pengembangan teori akuntansi dimulai dengan didirikannya dari tujuan tersebut. Salah satu dari tujuan tersebut adalah menemukan definisi dan asumsi yang harus dituliskan. Para peniliti harus mengembangkan struktur pemikiran untuk memenuhi tujuannya berdasarkan definisi dan asumsi. Metodologi ini biasanya digambarkan sebagai” dari umum menjadi khusus”.
b. Pendekatan Induktif
Pendekatan Induktif untuk meneliti dampak dari pembuatan observasi dan kesimpulan dari khusus ke general karena peneliti generalizes tentang pengetahuan umum berdasarkan keadaaan tertentu.
c. Pendekatan Pragmatis
Pendekatan ini merupakan teori pengembangan yang berdasarkan konsep pemakainnya. Salah satu ,masalahnya telah diidentifikasi, bahwa peneliti dapat menemukan solusinya. Ini tidak disarankan untuk menemukan saran yang optimal yang telah disarankan sebelumnya. Jawaban ini merupakan jawaban yang tentative untuk menyelesaikan masalah.
d. Penelitian dengan Metode Ilmiah
Penelitian dengan metode ilmiah memiliki keterbatasan saat digunakan dalam riset akuntansi, hal ini dikarenakan pengaruh dari lingkungan manusia dan ekonomi membuat tidak mungkin menggunakan variabel konstan.
Identifikasi dan perumusan masalah.
Setelah masalah ditetapkan dan dibatasi, diambil suatu hipotesa untuk dilakukan pengujian.
Berdasarkan hipotesa yang ditetapkan, data dikumpulkan dan diolah, lalu dilakukan pengujian terhadap hipotesa yang telah ditetapkan, dan
Hasil pengujian dapat ditarik kesimpulan sementara. e. Pendekatan Etika
Pendekatan Etika (Ethical Approach) menekankan pada konsep kejujuran (truth), hukum (justice), dan keadilan (fairness). Tidak ada orang yang menyangkal konsep ini sebagai panduan yang digunakan oleh peneliti, tetapi ada pertanyaan mengenai keadilan yang relatif, artinya keadilan bagi seseorang, belum tentu adil bagi yang lain, juga tujuan, dan kondisinya. Pendekatan Etika tidak mudah digunakan sebagai pengembangan teori akuntansi. Pendekatan ini telah memperoleh posisi baru karena munculnya sebuah bidang dalam akuntansi yaitu “critical perspective research“.
f. Pendekatan Perilaku
atau kondisi sosial yang menjalankannya. Termasuk cara berinteraksi dengan organisasi lain serta fenomenanya.
2. Jelaskan apa yang saudara ketahui tentang analisis fundamental dan apa manfaat analisis ini bagi investor.
Analisis fundamental adalah sebuah percobaan untuk mengindentifikasi harga yang hilang sekuritas dengan meninjau ulang semua informasi keuangan yang tersedia.Data-data ini dipakai untuk mengestimasi jumlah ,aliran kas masa depan yang ditawarkan oleh kesempatan-kesempatan investasi dan untuk menyatukan tingkat resiko sehingga akan mendatangkan ekspektasi dari share price sebuah sekuritas. share price ini nantinya akan dibandingkan dengan harga pasar sekuritas saat ini.Dengan cara itu,investor dapat memutuskan kapan membeli,menahan dan menjual sekuritas.analisis sekuritas dapat dilakukan oleh investor itu sendiri atau analis sekuritas.
3. Jelaskan apa yang saudara ketahui tentang hipotesis pasar efisien dan apa implikasinya terhadap pengembangan teori akuntansi. EMH telah memberikan implikasi bagi perkembangan teori akuntansi. Beberapa kritik terhadap dunia akuntansi bahwa lemahnya keseragaman dalam prinsip akuntansi mengakibatkan banyak manager korporat memanipulasi earning dan menyesatkan investor. Argumentasi ini berdasarkan asumsi bahwa pelaporan akuntansi adalah suatu informasi sumber primer dalam suatu organisasi bisnis. Hasil dari penelitian EMH memberikan saran bahwa harga saham tidak dipengaruhi seluruhnya oleh pelaporan akuntansi. Kesimpulan ini membantu para peneliti untuk menginvestigasi bagaimana earning akuntansi berhubungan dengan harga saham.
4. Jelaskan apa yang disebut teori keagenan dan asumsi dasarnya? Jelaskan pula hubungan antara teori kegenan dan hipotesis pasar efisien.
Prinsip utama teori ini menyatakan adanya hubungan kerja antara pihak yang memberi wewenang (prinsipal) yaitu investor dengan pihak yang menerima wewenang (agensi) yaitu manajer, dalam bentuk kontrak kerja sama yang disebut ”nexus of contract”.
Perbedaan “kepentingan ekonomis” ini bisa saja disebabkan ataupun menyebabkan timbulnya informasi asymmetri (Kesenjangan informasi) antara Pemegang Saham (Stakeholders) dan organisasi. Diskripsi bahwa manajer adalah agen bagi para pemegang saham atau dewan direksi adalah benar sesuai teori agensi.
Teori agensi mengasumsikan bahwa semua individu bertindak atas kepentingan mereka sendiri. Pemegang saham sebagai principal diasumsikan hanya tertarik kepada hasil keuangan yang bertambah atau investasi mereka di dalam perusahaan. Sedang para agen disumsikan menerima kepuasan berupa kompensasi keuangan dan syarat-syarat yang menyertai dalam hubungan tersebut.
5. Jelaskan hubungan antara riset, pendidikan, dan praktek akuntansi.
Riset yang dilakukan di dalam akuntansi adalah melakukan pengamatan terhadap praktik-praktik akuntansi di masa lalu, kemudian dibentuklah teori. Teori ini akan dipelajari oleh calon-calon akuntan selama masa pendidikan, kemudian calon-calon akuntan ini yang akan menerapkan teori yang di dapat ke dalam prakteknya. Tetapi tidak semua teori bisa diterapkan, apabila di dalam prakteknya akuntan menemui masalah baru. Masalah baru ini yang nantinya akan diteliti melalui riset dan dikembangkan sebagai teori baru yang akan diajarkan kembali pada akuntan-akuntan.
KUIS 3
The ‘Free Market’ Perspective (anti-regulasi)
1. The ‘Pro Regulation’ Perspective
a. Perspektif ini membantah adanya private economic incentive bagi organisasi untuk menghasilkan informasi akuntansi secara sukarela, dan dengan adanya peran regulasi menyebabkan ketidakefisienan biaya. Dan untuk mendukung argumen ini untuk mengurangi regulasi akuntansi keuangan, perspektif ini menganjurkan adanya seperti private contract (untuk mengurangi agency costs).
a. Perspektif ini mendukung adanya private economic incentive bagi organisasi untuk menghasilkan
Informasi akuntansi adalah barang publik – sekali tersedia, masyarakat dapat menggunakannya tanpa membayar dan menyerahkannya kepada yang lain. Pihak yang menggunakan barang atau jasa tanpa mengadakan biaya produksi yang terasosiasi diartikan sebagai riders. Dengan adanya free-riders ini, permintaan yang sebenarnya menjadi understated karena masyarakat tahu bahwa mereka bisa mendapatkan barang atau jasa tanpa membayar. Sedikit masyarakat akan memberikan insentif untuk membayar atas barang dan jasa itu, sekalipun mereka tahu bahwa mereka mungkin saja bisa menjadi free-riders.
3. Jelaskan apa akibatnya apabila terjadi kegagalan pasar, tetapi tidak ada regulasi
4. Sebutkan dan jelaskan teori-teori regulasi yang anda kenal a. Public Interest Theory
umumnya, dibandingkan kepentingan pribadi tertentu, dan ada wakil yang mengatur peraturan tersebut.
b. Economic Interest Group Theory of Regulation
Teori kepentingan kelompok dalam peraturan ekonomi berasumsi bahwa kelompok akan membentuk untuk melindungi keinginan ekonomi tertentu. kelompok yang berbeda dipandang tidak sesuai dengan yang lain dan kelompok yang berbeda akan melobi pemerintah untuk ditempatkan di badan legislatif yang secara ekonomis bermanfaat bagi mereka.
c. Capture Theory
Teori ini mengakui kemungkinan bahwa regulasi mungkin pada walnya diberlakukan untuk kepentingan publik. Bagaimanapun, teori ini meragukan regulasi ini akan benar-benar dikendalikan oleh pihak-pihak yang diharapkan akan mengawasi dan mengendalikan Undang-undang tersebut.
Perspektif ini menyatakan pihak-pihak yang yang diregulasi akan mencari kesempatan untuk mengambil alih ( capture ) regulasi dengan niat agar peraturan yang dikeluarkan nantinya ( post recapture ) akan menguntungkan pihak-pihak yang menjadi subyek dalam undang-undang.
5. Jelaskan mengapa regulasi akuntansi merupakan output dari suatu proses politis.
Karena akuntansi keuangan mempengaruhi pendistribusian kesejahteraan dalam masyarakat maka dengan otomatis berbau hal politik. Sementara Kerangka Kerja Konseptual biasanya menyatakan bahwa laporan keuangan haruslah objektif, netral dan benar-benar jujur, mereka juga menyatakan bahwa resiko social dan ekonomi dari standar akuntansi harus diperhitungkan melalui penetapan standar sebelum aturan tersebut dikeluarkan.
Isi pengaturan standar akuntansi umumnya mendorong bermacam-macam pihak yang terlibat untuk menciptakan pembagian pada draft standar akuntansi yang diajukan. Hal ini dimaksudkan menjadi bagian normal “due process”. Standar akuntansi harus menampung semua kepentingan & ketika dikomunikasikan semua pihak, maka semua pihak harus merasa senang, oleh karena itu harus ada kompromi di dalam proses pengolahan standar.
pertimbangan sosial dan ekonomi. Oleh karena itu mereka sangat terikat pada nilai, norma dan harapan masyarakat, dimana standart itu dibentuk.
KUIS 4
1. Jelaskan Pengertian kerangka konseptual dan mengapa kerangka konseptual termasuk di dalam teori normatif?
FASB : Sistem yang koheren atas objek-objek dan dasar yang saling berhubungan dan diharapkan menjadi standar yang konsisten.
Hendriksen : Seperangkat prinsip yang koheren, hipotetis, konseptual, dan pragmatis yang membentuk kerangka kerja umum untuk referensi lingkup penelitian.
Berdasar dua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kerangka konseptual mencoba menyediakan teori akuntansi yang lebih terstruktur. Karena kerangka konseptual membuat perumusan-perumusan dalam jumlah besar maka dapat dikatakan bahwa kerangka konseptual memiliki karakteristik normative. Sesuai FASB, kerangka konseptual merumuskan sifat, fungsi, serta batasan pelaporan dan akuntansi keuangan. ( SFAC No. 1 ).
2. Pada umumnya, standar setter menetapkan rerangka konseptual di dalam standar akuntansi mereka, sebutkan dan jelaskan apa saja komponen kerangka konseptual tersebut.
Makna sebenarnya pelaporan keuangan beserta lingkupnya
Satu isu kunci dalam segala pembahasan mengenai pelaporan keuangan adalah apakah karakteristik dari sebuah entitas memberikan sebuah indikasi dari kebutuhan yang jelas untuknya untuk menghasilkan laporan keuangan tujuan umum. Istilah laporan keuangan tujuan umum adalah laporan keuangan yang mengikuti standard akuntansi dan prinsip akuntansi yang diterima umum dan dirilis oleh entitas yang melaporkan untuk memenuhi demand informasi dari berbagai user.
Kerangka konseptual telah mendedikasikan banyak dari bahan mereka untuk membahas karakteristik kualitatif dari informasi keuangan. Karakteristik kualitatif utama mereka didentifikasi sebagai relevansi dan reliabilitas.
Tujuan pelaporan keuangan
Karakteristik kualitatif yang harus ada dalam informasi keuangan Elemen-elemen pelaporan keuangan
Aturan pengukuran mana yang harus diterapkan dalam elemen akuntansi
3. Karakteristik kualitatif pelaporan keuangan adalah komponen penting di dalam kerangka konseptual, jelaskan karakteristik kualitatif pelaporan keuangan menurut SFAC #2.
SFAC No.2 “Qualitative Characteristic of Accounting Information”, yang menyajikan karakteristik yang membuat akuntansi berguna.
SFAC 2 mendefinisikan reliabilitas sebagai kualitas informasi yang memastikan bahwa informasi bebas dari error dan bias dan merepresentasikan apa yang ingin direpresentasikan.
SFAC 2 menunjukkan bahwa reliabilitas adalah sebuah fungsi dari ketepatan representasional, verifiabilitas dan netralitas. Menurut SFAC 2, ketepatan representasional adalah ‘korespondensi atau kesesuaian diantara ukuran atau deskripsi dan fenomena yang diakui direpresentasikan’. Veriabilitas didefinisikan dalam SFAC 2 sebagai ‘kemampuan melalui consensus diantara pengukur untuk memastikan bahwa informasi merepresentasikan apa yang diakui direpresentasikannya, atau bahwa metode pengukuran yang dipilih dari pengukuran ini digunakan tanpa error atau bias. Netralitas menunjukkan bahwa informasi tidak dibangun atau disusun untuk mendapatkan hasil yang sudah ditentukan sebelumnya.
4. Jelaskan apa manfaat kerangka konseptual
(a) Standard akuntansi harus lebih konsisten dan logis karena dikembangkan dari sebuah konsep yang teratur. Pandangannya adalah bahwa dalam tidak adanya sebuah teori yang koheren, perkembangan standard akunting bisa sedikit adhoc.
sama dengan kerangka konseptual eksplisit yang digunakan oleh
International Accounting Standards Committee dan standard setter luar negeri yang lain.
(c) Standard setter harus lebih akuntabel untuk keputusan mereka karena pemikiran dibelakang kebutuhan spesifik ini harus lebih eksplisit, sebagaimana segala keberangkatan dari konsep yang mungkin dimasukkan dalam standard akuntansi tertentu.
(d) Proses komunikasi diantara standard setter dan konstituennya harus ditingkatkan karena dasar konseptual dari standard akuntansi yang diajukan harus lebih jelas ketika standard setter berusaha mencari komentar publik mengenainya. Penyiap dan auditor akan memiliki
pengertian yang lebih baik mengapa mereka melaporkan/mengaudit. Ada juga sebuah preskripsi bahwa memiliki sebuah kerangka konseptual harus menurunkan beberapa tekanan politik yang mungkin jika tidak diberikan ketika standard akuntansi dikembangkan – kerangka konseptual bisa, pada intinya, memberikan sebuah pertahanan terhadap serangan politik.
(e) Perkembangan standard akunting harus lebih ekonomis karena konsep yang dikembangkan akan memandu standard setter dalam pembuatan keputusan mereka.
(f) Dimana statement dari konsep akuntansi mencakup isu tertentu, mungkin ada kebutuhan yang berkurang untuk mengembangkan standard
akuntansi.
(g) Kerangka konseptual memiliki efek penekanan peran ‘kegunaan
keputusan’ dari laporan keuangan, bukan hanya membatasi perhatian pada isu-isu yang berhubungan dengan tata laksana.
5. Sasaran atau objective pelaporan keuangan merupakan hal pertama dan yang utama dalam penyusunan kerangka konseptual, yaitu memenuhi kepentingan para pemakainya, sebutkan manfaat pelaporan tersebut.
a. membuat keputusan atas investasi dan hutang b. menilai prospek arus kas
c. laporan sumber daya perusahaan, klaim terhadap sumber daya, dan perubahan di dalamnya
d. Laporan sumber-sumber ekonomi, kewajiban, dan ekuitas pemilik ' e. laporan kinerja dan laba perusahaan.
f. mengevaluasi likuiditas, solvabilitas, aliran dana
g. menjelaskan dan menginterpretasikan informasi keuangan
1. Jelaskan teori akuntansi positif dan mengapa bertentangan dengan teori-teori normatif?
Teori positif adalah teori yang berusaha menjelaskan dan memprediksi fenomena, dank arena itu tidak bersifat preskriptif seperti teori normatif. ( Positive Accounting Theory ) yang sering disingkat PAT merupakan pengembangan dari teori-teori akuntansi positif ( positive theories of accounting ) yang telah ada sebelumnya. PAT juga memiliki bahasan yang lebih spesifik dibanding teori-teori akuntansi positif. PAT bertujuan untuk menjelaskan praktek-praktek akuntansi yang ada. PAT dirancang untuk menerangkan perusahaan mana yang akan menerapkan metode tertentu dan perusahaan mana yang tidak akan menerapkan metode tersebut. Tetapi teori ini tidak menetapkan metode mana yang harus digunakan oleh perusahaan.
Teori-teori positif bisa bertentangan dengan teori-teori normatif. Teori normatif merumuskan ( prescribe ) bagaimana praktek-praktek tertentu harus dilakukan dan nantinya rumusan ini menjadi dasar utama dalam praktek. Teori normatif dicetuskan oleh para pakar sebagai hasil dari penetapan norma, standar dan sasaran yang harus dicapai dalam praktek di dunia nyata..
muncul sebagai akibat pendelegasian ini dalam PAT disebut biaya agensi ekuitas ( agency cost of equity ).
PAT berdasar pada asumsi berbasis ekonomi bahwa semua tindakan individu dikendalikan kepentingan pribadi ( self-interest ) dan semua individu akan bertindak oportunistik untuk meningkatkan kekayaan mereka. Penekanan pada loyalitas, moralitas, dan preferensi tidak dipertimbangkan dalam teori ini ( seperti halnya tidak dibahas dalam teori ekonomi dan akuntansi lainnya ). Berdasar asumsi tindakan oportunistik ini, PAT memprediksikan perusahaan akan berusaha menjalankan mekanisme untuk menyamakan kepentingan manajer perusahaan ( agen ) dengan kepentingan pemilik ( principals ).
PAT berkaitan mengenai penjelasan & prediksi perilaku pengunaan metode akuntansi atau memilih metode akuntansi.
2. Jelaskan hipotesis bonus manajemen dan hipotesis utang di dalam teori akuntansi
3. Jelaskan hipotesis biaya politis dalam teori akuntansi positif 4. Jelaskan perbedaan perspektif efisiensi dan opportunistik
Perspektif oportunistik Perspektif efisiensi
Dalam perspektif efisiensi, peneliti menjelaskan bagaimana berbagai mekanisme kontrakting bisa ditempatkan untuk meminimalkan biaya agensi peusahaan, yakni, biaya yang berhubungan dengan penentuan otoritas pembuatan keputusan pada agen.
Perspektif oportunistik sering dianggap sebagai perspektif ex post
mengadopsi metode akuntansi tertentu yang meningkatkan profit akuntansi, dan sehingga aukuran bonus. Manajer mungkin memilih mengadopsi metode amortisasi goodwill khusus yang meningkatkan pendapatan, meskipun ini mungkin tidak mencerminkan penggunaan aktual asset ini. Diasumsikan dalam PAT bahwa manajer akan secara oportunistik memilih metode akuntansi tertentu ketika mereka percaya bahwa ini akan membawa pada peningkatan dalam kekayaan personal mereka.
5. Sebutkan dan jelaskan beberapa kritik terhadap teori akuntansi positif.
a. Satu kritisme luas PAT adalah bahwa ini tidak memberikan preskripsi dan sehingga tidak memberikan sebuah sarana untuk memperbaiki praktek akuntansi.
b. Kritisme kedua PAT adalah bahwa ini tidak bebas nilai. Jika kita melihat pada berbagai riset yang mengadopsi PAT, kita akan melihat sebuah absensi umum preskripsi. Ini normalnya dijustifikasi oleh theorist akuntansi positif dengan mengatakan bahwa mereka tidak ingin menentukan pandangan pada orang lain, tetapi lebih suka memberikan informasi mengenai implikasi ekspektasi dari tindakan tertentu dan membiarkan orang memutuskan untuk diri mereka apa yang harus mereka lakukan.
c. PAT berhubungan dengan asumsi-asumsi fundamental bahwa semua tindakan digerakkan oleh keinginan untuk memaksimalkan kekayaan orang. Banyak akademisi akan menantang pandangan ini dan mengatakan bahwa mereka melakukan riset mereka karena kepentingan personal mereka dalam sebuah isu.
e. Kritisme lebih lanjut adalah bahwa PAT cacat secara ilmiah. Ini dikatakan bahwa hipotesis yang dibangkitkan untuk mencapai PAT sering tidak didukung,