EKONOMI
KELEMBAGAAN
APAKAH KITA MEMERLUKAN
LEMBAGA ?
LEMBAGA
diharapkan dapat mendukung
terjadinya transaksi (
exchange
)
ekonomi secara
EFISIEN, LANCAR, TERJAMIN,
TERATUR, STABIL
• Meningkatkan rutinitas, keteraturan
• Insentif dan disinsentif kepada individu
Ilmu Ekonomi Kelembagaan
memusatkan diri pada pemahaman
mengenai
institusi
(lembaga) yang
dapat mempengaruhi perilaku
ekonomi, sehingga dapat
KELOMPOK
BIAYA TRANSAKSI
1. Biaya
transaksi komoditas
: biaya
transaksi yang dikeluarkan secara langsung
atas komoditas yang diinginkan.
2. Biaya
transaksi kelembagaan
: biaya
transaksi yang dikeluarkan sebagai
konsekuensi adanya kelembagaan yang
turut serta/ mengatur pertukaran atas
komoditas yang diinginkan.
BENTUK KELEMBAGAAN
NORMA-KONVENSI
ATURAN MAIN
(HUKUM)
NORMA-KONVENSI
BENTUK : PERANGKAT yang dihasilkan berdasarkan KONSENSUS atau POLA TINGKAH LAKU yang
DISEPAKATI BERSAMA
DASAR PERTIMBANGAN : Nilai-nilai yang berlaku (value)
TUJUAN : Dari pelaksanaan NORMA dan KONVENSI diharapkan dapat terjadi KETERATURAN dan
KETERDUGAAN (Predictable)
CARA PELAKSANAAN : untuk menjalankannya
ATURAN MAIN
(HUKUM)
BENTUK : ATURAN MAIN, biasanya lebih FORMAL (ditegakkan pemerintah)
DASAR : memberi KEBEBASAN (liberation) dan LARANGAN (constraint).
TUJUAN : memberikan PERLINDUNGAN/HARAPAN dan SANKSI terhadap individu dan kelompok dalam menentukan pilihannya
CARA PELAKSANAAN : memerlukan PEMAHAMAN BERSAMA tentang alat-alat untuk menyelesaikan
PENGATUR HUBUNGAN KEPEMILIKAN
BENTUK : perangkat sosial yang mengatur :
1) kepemilikan Individu atau kelompok 2) Obyek nilai bagi pemilik dan orang lain
3) Orang atau pihak lain yang terlibat dalam suatu kepemilikan.
TUJUAN : mengatur hubungan kepemilikan (property relations)
UNSUR Hak Kepemilikan (Property Right):
a. Hak eksklusif untuk menggunakan sumber daya b. Hak untuk memperoleh jasa/ benefit dari sumber daya tersebut
RUANG LINGKUP KELEMBAGAAN
1. Merupakan kreasi manusia secara sadar.
2. Kadang berbentuk tertulis dan secara formal ditegakkan
3. Dapat diprediksi (cukup stabil) sehingga mudah diterapkan pada situasi yang berulang-ulang.
4. Dilakukan oleh kumpulan individu-individu (keputusan
kelompok).
5. Memiliki dimensi waktu – (dapat dilakukan pada situasi yang berulang-ulang).
6. Memiliki dimensi tempat – (terkait dengan kondisi lingkungan fisik).
7. Memiliki aturan main – norma yang mewarnai lembaga.
8. Ada pemantauan dan penegakan aturan yang juga ditegakan secara internal oleh individu.
9. Berada pada suatu hirarki dan jaringan atau keteraturan berjenjang dalam masyarakat. Merupakan bagian dari kelembagaan yang lebih
New Institutional Economics
–
adalah perkembangan ilmu ekonomi
kelembagaan yang berusaha
memperluas ilmu ekonomi dengan
menentukan pokok bahasan pada
aspek sosial, aspek legal/norma dan
aturan-aturan yang mendasari suatu
kegiatan ekonomi
.
Dengan pendekatan ilmu
ekonomi kelembagaan ini, maka
setiap peristiwa ekonomi dapat
dianalisis dengan aspek yang
luas
(meliputi aspek
ISU-ISU KELEMBAGAAN
1. Principal-Agent Problems : keuntungan yang tidak adil antar mereka (misalnya agen dapat keuntungan lebih banyak). Dapat terjadi moral hazard, adverse selection, terjadi karena ketidaksempurnaan pasar dan informasi asimetris.
2. Biaya Transaksi : biaya-biaya untuk memperoleh kepemilikan atas suatu sumber daya.
3. Kepastian property right, misalnya HAKI
4. Kerangka persaingan usaha 5. Privatisasi
6. Penyaluran ketidakpuasan (exit and voicing) ; customer service, YLKI