• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kumpulan Contoh Jurnal Matematika Murni | 13931 28312 1 SM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kumpulan Contoh Jurnal Matematika Murni | 13931 28312 1 SM"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

SUBGRUP

-NORMAL DAN SUBRING

-MAX

Kristi Utomo1, Nikken Prima Puspita2, R. Heru Tjahjana3,

Jurusan Matematika FSM Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Soedarto, S.H. Tembalang Semarang

[email protected]

ABSTRACT. For any group ,∗ , subgroup of is called �-normal subgroup if there

exist a normal subgroup � of such that ∗ � = and ∩ � ≤ where is maximal

normal subgroup of which is contained in . On the other side, for each ring �, +,∙ ,

subring of � is called -max subring if there exist an ideal � of � such that + � = �

and ∩ � ≤ where is maximal ideal of � which is contained in . Subgroup normal

of is �-normal subgroup if and only if is maximal normal subgroup and ideal of � is

�-max subring if and only if is maximal ideal. Every group and ring is �-normal

subgroup and -max subring of itself.

Keywords: maximal normal subgroup, �-normal subgroup, maximal ideal, -max subring.

I. PENDAHULUAN

Teori grup dan ring merupakan dua struktur aljabar yang paling banyak dipelajari. Dalam perkembangannya muncul berbagai konsep baru yang telah dikemukakan oleh para

ilmuwan. Grup merupakan suatu himpunan tak kosong , dengan suatu operasi biner ∗

yang memenuhi kondisi: (1) memenuhi sifat asosiatif, (2) eksistensi elemen identitas, (3)

eksistensi elemen invers [1]. Ring merupakan himpunan tak kosong � dengan dua operasi

biner, yaitu penjumlahan + dan perkalian ∙ , dan memenuhi kondisi: (1) � merupakan

grup abelian terhadap operasi penjumlahan, (2) � merupakan semigrup terhadap operasi

perkalian, (3) memenuhi sifat distributif kiri dan distributif kanan terhadap operasi penjumlahan dan perkalian [2]. Beberapa konsep yang merupakan pengembangan dari teori

grup dan ring adalah subgrup �-normal dan subring -max.

Konsep subgrup �-normal pertama kali dipopulerkan oleh Yanming Wang [3] pada

tahun 1994. Subgrup disebut subgrup �-normal dari grup , jika terdapat subgrup normal

� dari sedemikian sehingga ∗ � = dan ∩ � ≤ , dengan merupakan subgrup

normal maksimal dari yang termuat di dalam .

Konsep subgrup �-normal pada grup menjadi dasar pemikiran terbentuknya struktur

pada ring yang disebut subring -max yang dikemukakan oleh Yildiz Aydin dan Ali Pancar

[4]. Subring disebut subring -max, jika terdapat ideal � atas � sedemikian sehingga

+ � = � dan ∩ � ≤ , dengan merupakan ideal maksimal atas � yang termuat di

(2)

II. HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1 Subgrup -normal

Subgrup �-normal merupakan bentuk khusus dari subgrup yang diperoleh dari

pengaitan antara subgrup dan subgrup normal dari suatu grup.

Definisi 2.1.1 [3] Diberikan grup ,∗ dan subgrup dari . Subgrup disebut subgrup �

-normal dari grup asalkan terdapat subgrup -normal � dari grup sedemikian sehingga

∗ � = dan ∩ � ≤ , dimana adalah suatu subgrup normal maksimal dari

yang termuat dalam .

Setiap subgrup normal maksimal merupakan subgrup �-normal, seperti yang

diberikan dalam teorema berikut:

Teorema 2.1.2 Diberikan grup ,∗ dan subgrup normal dari . Subgrup normal

merupakan subgrup �-normal dari jika dan hanya jika merupakan subgrup normal

maksimal dari .

Bukti:

Diketahui merupakan subgrup �-normal dari , maka terdapat subgrup normal � dari

sedemikian sehingga ∗ � = dan ∩ � ≤ . Oleh karena adalah subgrup normal

maksimal dari yang termuat di dalam , maka haruslah = . Dengan demikian

merupakan subgrup normal maksimal dari . Sebaliknya, diketahui adalah subgrup normal

maksimal dari . Oleh karena merupakan subgrup normal maksimal dari yang termuat

di dalam , maka = . Dengan demikian dapat ditunjukkan bahwa terdapat subgrup

normal � = sedemikian sehingga ∗ = dan ∩ ≤ = . Jadi terbukti bahwa

merupakan subgrup �-normal dari . ∎

Berikut ini diberikan akibat dari Teorema 2.1.2 yang menerangkan subgrup normal

sebagai subgrup �-normal dan grup grup faktornya:

Akibat 2.1.3 Diberikan grup ,∗ dan merupakan subgrup normal dari . Subgrup

normal merupakan subgrup �-normal dari jika dan hanya jika grup faktor ⁄ adalah grup simple.

Bukti:

Diketahui subgrup normal merupakan subgrup �-normal dari . Berdasarkan Teorema 3.2,

(3)

maksimal, maka grup faktor ⁄ adalah grup simple. Sebaliknya, diketahui grup faktor ⁄

adalah grup simple, maka merupakan subgrup normal maksimal dari . Oleh karena

merupakan subgrup normal maksimal, maka berdasarkan Teorema 2.1.2, merupakan

subgrup �-normal dari . ∎

Berikut ini diberikan lemma mengenai pengaitan antara beberapa subgrup dari suatu grup dan grup faktor:

Lemma 2.1.4 [4] Diberikan grup ,∗ dan , , merupakan subgrup dari . Jika ≤ ,

maka ∩ ∗ = ∗ ∩ .

Lemma 2.1.5 [4] Diberikan grup ,∗ dan adalah subgrup dari sedemikian sehingga

� ≤ ≤ dengan � adalah subgrup normal dari yang memenuhi � ≤ � ≤ dimana �

adalah subgrup normal dari . Grup = ∗ � jika dan hanya jika ⁄ =� ⁄� ∗

� �⁄ .

Berikut ini diberikan teorema mengenai grup faktor dan subgrup �-normal dari grup

faktor:

Teorema 2.1.6 [3] Diberikan grup ,∗ , subgrup dari dan � adalah subgrup normal

dari yang memenuhi � ≤ . Subgrup merupakan subgrup �-normal dari jika dan

hanya jika ⁄� adalah subgrup �-normal dari ⁄�.

Bukti:

Diketahui merupakan subgrup �-normal dari , maka terdapat subgrup normal � dari

sedemikian sehingga = ∗ � dan ∩ � ≤ . berdasarkan Lemma 2.1.5 diperoleh

⁄ = ⁄� ∗ � ∗ � �⁄ . Berdasarkan Lemma 2.1.4 diperoleh ∩ � ∗ � ⁄ =�

� ∗ ∩ � ⁄ ≤ � ∗� � ⁄� dengan � ∗ � ⁄� merupakan subgrup normal maksimal

dari ⁄� yang termuat di dalam ⁄�. Dengan demikian diperoleh ⁄� � � =

� ∗ � ⁄� sedemikian sehingga ⁄� ∩ � ∗ � �⁄ ≤ ⁄� � �⁄ . Jadi, terbukti bahwa

⁄ adalah subgrup �-normal dari ⁄�. Sebaliknya diketahui ⁄� adalah subgrup �

-normal dari ⁄�, maka terdapat ideal � �⁄ sedemikian sehingga ⁄ =� ⁄� ∗ � �⁄

dan ⁄� ∩ � �⁄ ≤ ⁄� � � . Dari Lemma 2.1.5 diperoleh = ∗ �. Oleh karena

⁄ ∩ � �⁄ ≤ ⁄� � � , diperoleh ∩ � ≤ . Jadi, terbukti bahwa adalah

subgrup �-normal dari . ∎

Selanjutnya diberikan definisi dan teorema mengenai grup yang tidak memiliki

(4)

Definisi 2.1.5 [1] Diberikan grup ,∗ . Grup disebut �-simple asalkan tidak mempunyai

subgrup �-normal kecuali {�} dan sendiri.

Teorema 2.1.6 [1] Diberikan grup ,∗ . Grup merupakan �-simple jika dan hanya jika adalah grup simple.

Bukti:

Diketahui adalah grup �-simple, maka subgrup �-normal dari hanya {�} dan sendiri.

Oleh karena subgrup �-normal dari hanya {�} dan sendiri, maka {�} merupakan subgrup

normal maksimal dari . Oleh karena {�} merupakan subgrup normal maksimal, maka tidak

ada subgrup normal lain yang memuat {�} kecuali dan {�} sendiri. Dengan demikian

subgrup normal dari hanya {�} dan sendiri. Jadi terbukti bahwa adalah grup simple.

Sebaliknya, diketahui merupakan grup simple. Oleh karena adalah grup simple, maka {�}

merupakan satu-satunya subgrup normal maksimal dari . Misalkan bukan grup �-simple,

maka terdapat subgrup �-normal dari dengan {�} < < . Terdapat subgrup normal

� = , sedemikian sehingga ∗ � = dan ∩ � ≤ dengan merupakan subgrup

normal maksimal dari yang termuat di dalam . Oleh karena satu-satunya subgrup normal

maksimal dari hanyalah {�}, maka = {�}. Oleh karena = {�} ≤ dan ∩ � =

∩ = ≤ {�}, maka = {�}. Hal ini kontradiksi dengan pengandaian bahwa bukan �

-simple grup. Jadi terbukti bahwa adalah �-simple grup. ∎

2.2 Subring -max

Subring -max merupakan merupakan bentuk khusus dari subring dari suatu ring

yang diperoleh dari pengaitan antara subring dengan ideal.

Definisi 2.2.1 [5] Diberikan ring �, +,∙ dan subring dari �. Subring disebut subring

�-max dari ring � asalkan terdapat ideal � dari ring � sedemikian sehingga + � = �

dan ∩ � ≤ , dimana adalah ideal maksimal dari � yang termuat dalam .

Setiap ideal maksimal dari suatu ring merupakan subring -max, seperti yang

diberikan dalam teorema berikut:

Teorema 2.2.2 [5] Diberikan ring �, +,⋅ dan sebagai ideal dari ring �. Ideal

merupakan subring -max dari � jika dan hanya jika adalah ideal maksimal dari �.

Bukti:

Diketahui ideal merupakan subring -max dari ring �, maka terdapat ideal � dari �

(5)

dari � yang termuat di dalam maka haruslah = . Jadi terbukti bahwa adalah ideal

maksimal dari �. Sebaliknya, diketahui adalah ideal maksimal dari �. Oleh karena

merupakan ideal maksimal dari � yang termuat di dalam , maka = . Selanjutnya

terdapat ideal � sedemikian sehingga + � = � dan ∩ � ≤ . Jadi, terbukti bahwa

merupakan subring -maxdari ring �. ∎

Berikut ini diberikan beberapa akibat dari Teorema 2.2.2 yang menerangkan

hubungan ideal, ring faktor dan subring -max:

Akibat 2.2.3 [5] Jika �, +,⋅ merupakan ring dengan elemen satuan, maka setiap ideal dari

� termuat di dalam subring -max dari �.

Bukti:

Diketahui � ring dengan elemen satuan, maka � memiliki minimal dua ideal trivial. Oleh

karena setiap ideal dari � termuat dalam suatu ideal maksimal dan berdasarkan Teorema

2.2.2 setiap ideal maksimal dari � adalah subring -max dari �, maka ideal dari � termuat

di dalam subring -max. Jadi terbukti bahwa setiap ideal dari � termuat di dalam subring

�-max dari �. ∎

Akibat 2.2.4 [5] Diberikan ring �, +,⋅ dan merupakan ideal dari �. Ideal merupakan

subring -max dari � jika dan hanya jika ring faktor �⁄ adalah ring simple.

Bukti:

Diketahui ideal merupakan subring -max dari �, maka berdasarkan Teorema 2.2.2

adalah ideal maksimal dari �. Oleh karena adalah ideal maksimal, maka �⁄ merupakan

lapangan. Oleh karena �⁄ lapangan, maka ideal dari �⁄ hanya {0} dan �⁄ . Jadi

terbukti bahwa �⁄ merupakan ring simple. Sebaliknya, diketahui �⁄ adalah ring simple,

maka ideal dari �⁄ hanya � �⁄ = {�̅} dan �⁄ . Oleh karena ideal dari �⁄ hanya � �⁄ =

{�̅} dan �⁄ , maka �⁄ merupakan lapangan. Oleh karena �⁄ adalah lapangan, maka

merupakan ideal maksimal dari �. Berdasarkan Teorema 2.2.2, merupakan subring

-max dari �. ∎

Berikut ini diberikan beberapa lemma mengenai pengaitan subring dengan subring, subring dengan ideal, dan ring faktor:

Lemma 2.2.5 [4] Diberikan ring �, +,⋅ dan , , adalah subring dari �. Jika ≤ ,

(6)

Lemma 2.2.6 [4] Diberikan ring �, +,⋅ . Jika adalah subring di � dan suatu ideal di �,

maka ∩ adalah ideal dari .

Lemma 2.2.7 [4] Diberikan ring �, +,⋅ dan adalah subring dari � sedemikian sehingga

� ≤ ≤ � dengan � adalah ideal yang memenuhi � ≤ � ≤ � dimana � adalah ideal dari

�. Ring � = + � jika dan hanya jika � �⁄ = ⁄� + � �⁄ .

Berikut ini diberikan teorema mengenai subring -max dari suatu ring dan suatu

local subring:

Teorema 2.2.8 [5] Diberikan ring �, +,⋅ . Diketahui subring dari � dan � adalah local

ring yang memenuhi ≤ � ≤ �. Jika adalah subring -max dari �, maka adalah

subring -max dari �.

Bukti:

Misalkan merupakan subring -max dari � dan ≤ � ≤ �, maka terdapat ideal � dari

� yang memenuhi + � = � dan ∩ � ≤ . Oleh karena � ≤ �, maka berdasarkan

Lemma 2.2.5 diperoleh � = � ∩ � = � ∩ + � = + � ∩ � . Oleh karena � subring

dan � ideal dari �, maka berdasarkan Lemma 2.2.6 � ∩ � merupakan ideal dari � dan ∩

� ∩ � = ∩ � ∩ � ≤ �∩ �. Oleh karena � lokal, maka terdapat ideal maksimal

tunggal dari �. Oleh karena ≤ � ≤ �, maka ∩ � ∩ � = ∩ � ∩ � = ∩ � ≤

�. Oleh karena � adalah ideal maksimal tunggal dari �, maka ∩ � ∩ � ≤ �∩ �≤

�. Dengan demikian � merupakan ideal maksimal dari � yang termuat di dalam . Jadi

terbukti bahwa merupakan subring -max dari �. ∎

Selanjutnya diberikan teorema mengenai sifat subring -max pada ring faktor

sebagai berikut:

Teorema 2.2.9 [5] Diberikan ring �, +,⋅ , subring dari � dan � adalah ideal dari �

sedemikian sehingga � ≤ . Subring adalah subring -max dari � jika dan hanya jika

⁄ adalah subring ⁄� � � -max dari � �⁄ .

Bukti:

Diketahui adalah subring -max dari �, maka terdapat ideal � dari � sedemikian

sehingga � = + � dan ∩ � ≤ . Oleh karena � = + � dan ∩ � ≤ , maka

berdasarkan Lemma 2.2.7 diperoleh � �⁄ = ⁄� + � + � �⁄ dan berdasarkan

Lemma 2.2.5 diperoleh ∩ � + � ⁄ = � +� ∩ � ⁄ ≤ � +� ⁄� dimana

(7)

diperoleh ⁄� � � = � + ⁄�, sedemikian sehingga ⁄� ∩ � + � �⁄ ≤ �

⁄ � �⁄ . Jadi, terbukti bahwa ⁄�adalah subring ⁄� � � -maxdari � �⁄ . Sebaliknya,

diketahui ⁄�adalah subring ⁄� � � -maxdari� �⁄ , maka terdapat ideal � �⁄ dari � �⁄

sedemikian sehingga � �⁄ = ⁄� + � �⁄ dan ⁄� ∩ � �⁄ ≤ ⁄� � � . Oleh

karena � �⁄ = ⁄� + � �⁄ , maka diperoleh � = + �. Oleh karena ⁄� ∩

� �⁄ ≤ ⁄� � � , diperoleh ∩ � ≤ . Jadi, terbukti bahwa adalahsubring -max

dari�. ∎

III. KESIMPULAN

Dari pembahasan dalam subbab sebelumnya, diperoleh kesimpulan bahwa subgrup disebut

subgrup �-normal, asalkan terdapat subgrup normal � dari sedemikian sehingga ∗ � =

dan ∩ � ≤ , dengan merupakan subgrup normal maksimal dari yang termuat di

dalam . Subgrup normal merupakan subgrup �-normal dari jika dan hanya jika

merupakan subgrup normal maksimal dari dan grup faktor ⁄ adalah grup simple.

Subgrup yang memenuhi � ≤ dengan � ⊴ merupakan subgrup �-normal dari jika

dan hanya jika ⁄� adalah subgrup �-normal dari ⁄�. Grup yang hanya mempunyai

subgrup �-normal {�} dan dirinya sendiri disebut grup �-simple.

Subring disebut subring -max dari ring � asalkan terdapat ideal � dari � sedemikian

sehingga + � = � dan ∩ � ≤ , dimana merupakan ideal maksimal dari � yang

termuat di dalam . Ideal merupakan subring -max dari � jika dan hanya jika

merupakan ideal maksimal dari � dan ring faktor �⁄ merupakan ring simple. Setiap ideal

termuat dalam subring -max dari �. Jika merupakan subring -max dari � yang

memenuhi ≤ � ≤ �, dimana � adalah local subring dari �, maka merupakan subring

�-max dari �. Subring yang memenuhi � ≤ dengan � adalah ideal dari merupakan

subring -max dari � jika dan hanya jika ⁄�adalah subring ⁄� � � -max dari� �⁄ .

IV. DAFTAR PUSTAKA

[1] Fraleigh, John B. 2003. A First Course In Abstract Algebra, Seventh Edition. University

of Rhode Island. United State.

[2] Gilbert, Jimmie and Linda Gilbert. 1984. Element of Modern Algebra. Prindle. Webel and

(8)

[3] Yanming Wang. 1994. -Normality of Groups and Its Properties. Journal of Algebra. 180: 954-965.

[4] T. W. Hungerford. 1973. Algebra. Springer-Verlag Press. New York.

[5] Yildiz Aydin and Ali Pancar. 2012. On Subrings of Rings. International Journal of

Referensi

Dokumen terkait

Dalam mengkonstruksi Mathieu dan , yang merupakan subgrup dari grup simetri dengan aturan yang disebut sistem Steiner

Pada bagian ini dibahas konsep koset multi-fuzzy dari subgrup normal multi-anti fuzzy pada suatu grup.. Koset multi-fuzzy ini akan digunakan untuk membentuk grup faktor relatif

Perhatikan banyaknya elemen dari tiap grup dalam Contoh 2.1 sampai dengan Contoh.7 maka grup-grup dari himpunan tersebut disebut dengan grup takhingga.. Berikut ini beberapa

Pada penyakit ini terjadi suatu inflamasi yang mengenai satu atau beberapa segmen myelum dengan akibat paralisis mulai dari lokasi tersebut.. Inflamasi yang terjadi merusak myelin

serta mengkajinya lebih dalam melalui penulisan skripsinya, dengan mengkhususkan pada aljabar abstrak tentang free group. Dalam pembuktian beberapa teorema atau lemma tentang subgrup

Pada bagian ini, diberikan definisi ideal prima, ideal yang dibangun oleh suatu elemen di near-ring, near-ring prima dan beberapa sifat yang terkait dengan ideal prima dan

Beberapa konsep yang merupakan pengembangan dari teori grup dan ring adalah

Jika suatu himpunan bagian dari grup tertutup atas operasi biner dari dan adalah grup dengan operasi biner tersebut, maka adalah subgrup dari yang dinotasikan dengan