• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN N PERANGKAT PERANGKAT PEMBELAJARAN PEM SIKAP SOSIAL SOSIAL MULTIKULTURAL MELALUII PERMAINAN PERMAINAN PUZZLE ipi100915

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGEMBANGAN N PERANGKAT PERANGKAT PEMBELAJARAN PEM SIKAP SOSIAL SOSIAL MULTIKULTURAL MELALUII PERMAINAN PERMAINAN PUZZLE ipi100915"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

40

PENGEMBANGAN PERANG MELALUI PERMAI

This article present the fi multicultural attitudes th Mariana Padang. The sub students), while two cla Mariana was selected researchers found vari development research that and (4) disseminate (spr carried out only up to t especially the social mul social multicultural attitud process. Besides, the re attitudes through puzzle attitudes device through teaching and learning pr attitudes.

Keywords: perangkat pem pendidikan ana

PENDAHULUAN

Pentingnya pemahaman keragaman budaya di Indonesia m multikutural perlu dicarikan cara terinternalisasi dalam jiwa masyar cara yang dapat dilakukan memberikan pendidikan multik pengembangan sikap sosial mul awal kepada anak usia dini. multikultural adalah perilaku mene orang lain baik dari segi agama, s ras serta keadaan ekonomi, pe dilakukan secara terus menerus dalam kehidupan sehari-hari. Sehing multikultural dapat menjadi ponda bagi perkembangan jiwa anak-ana dasarnya pengembangan manus mudah dilakukan pada usia d merupakan usia emas (golden ag terjadi sekali selama kehidupan s Apabila usia dini tidak dimanf menerapkan pendidikan mul penanaman sikap yang baik tentuny

40

NGKAT PEMBELAJARAN SIKAP SOSIAL M AINAN PUZZLE PADA PENDIDIKAN ANAK U

Studi Di TK Mariana Padang

Oleh: Serli Marlina Universitas Negeri Padang

Abstract

he findings of a study that aimed of this study is to de s through puzzle in early childhood education at

subject test in this study is one class in group B classes has taken as the sample of this research.

d as the main research subjects, because in arious multicultural students. The type of th that apply 4-D model, they are; (1) define, (2) desi spreading). Due to time limitations of the study, o the third stage, namely development. The resul multicultural attitudes through puzzle is valid. It titudes through puzzle can be applied during teachi results of the experiment shows that the social zle practically applicable. In conclusion, the soci ough puzzle can be used to increase the students’ ng process, also it can develop the students’ soci

pembelajaran, sikap sosial multikultural, permainan puz n anak usia dini

an mengenai

a maka pendidikan ra agar dapat tetap yarakat. Salah satu n adalah dengan ultikultural melalui multikultural sejak dini. Sikap sosial enerima perbedaan , suku, bangsa dan perilaku tersebut us dan teraplikasi hingga sikap sosial ndasi yang kokoh anak. Karena pada nusia akan lebih dini. Usia dini

n age) yang hanya

n seorang manusia. anfaatkan dengan ultikultural dan ntunya kelak ketika

ia dewasa berkembang sik karena itu pendidikan ana investasi yang sangat m keluarga dan juga bangsa.

Supra Wimbarti (Sem

Education Multicultur Multicultural Approach in I Early Childhood Education

menyatakan pengembanga majemuk ditataran PAU kebutuhan yang mendesak unt Pasalnya, kesadaran akan dimulai saat anak berusia dengan pertambahan usia, lingkaran sosial yang sema tepat jika pendidikan buda pengembangan sikap sosial dengan pendidikan anak usi inilah nilai-nilai dasar kema Pengembangan sika membantu peserta didik ag akar budaya sendiri akiba budaya luar yang masuk

40

MULTIKULTURAL K USIA DINI

develop the social on at Kindergarten oup B (consist of 25 arch. Kindergarten in this place the this research is design, (3) develop, y, the research is sults of this study . It means that the aching and learning ocial multicultural ocial multicultural ts’ interest during ocial multicultural

nan puzzle,

sikap kurang baik. Oleh anak usia dini adalah mahal harganya bagi

.

eminar Early Children in

ltural Perpec-tives: n Improving the Quality of ion di UGM 17 Mei 2010)

ngan pendidikan budaya AUD merupakan suatu k untuk segera dilakukan. an eksistensi diri telah usia cukup muda. Seiring a, anak akan mempunyai makin besar. Jadi, sangat budaya majemuk melalui ial multikultural dikaitkan usia dini karena pada masa

(2)

41

arus globalisasi dan bisa meng budaya lain yang berbeda deng Pengembangan sikap sosial mul dapat digunakan sebagai landa nasional dan sebagai langkah awal warga menuju masyarakat I multikultural. Pengembangan pe sesuai dengan tingkatan umur ata seseorang, maka dari itu pengemba multikultural pada pendidikan ana lebih diarahkan pada pengembang multikultural.

Pengembangan sikap sosi bisa dilakukan dan terealisasi ol proses pembelajaran apabila multikultural tersebut bisa dirumus dan benar, maka dari itu penge sosial multikultural harus s pengembangan perangkat pembe tersebut dirumuskan agar prose terarah, sesuai perkembangan a digunakan dengan mudah oleh g Perangkat pembelajaran yang dik membutuhkan metode dan pendek dalam pelaksanaannya. Dalam perangkat pembelajaran sikap sos pada pendidikan anak usia dini, m digunakan adalah bermain. Hal dengan prinsip pembelajaran anak belajar seraya bermain dan bermai Untuk pendekatan yang digunakan permainan Puzzle. Permainan melalui kegiatan bermain, sert bersama oleh anak. Pada konse

puzzle ini dapat mengembangkan s

(Syukron: 2011).

Realita dalam kehidupan ma sikap untuk bisa menerima perbe hidup berdampingan dengan orang yang berbeda dengannya multikultural) sangat susah ditem hal tersebut sering memicu konfli dalam kehidupan masyarakat. D sendiri hal tersebut juga t bermasyarakat terlihat adany kehidupan antara suku bangsa penduduk setempat, seperti adany yang mayoritas Cina, India dan pe ini tidak sejalan dengan konse multikultural yang menginginkan hidup berdampingan walaupun Yang jadi permasalahan adalah ba

41

enghargai budaya-dengan budayanya. multikultural juga ndasan kurikulum al dalam mendidik Indonesia yang pendidikan harus atau perkembangan bangan pendidikan anak usia dini ini bangan sikap sosial

osial multikultural oleh guru dalam la sikap sosial uskan dengan baik ngembangan sikap sejalan dengan belajarannya. Hal oses pembelajaran n anak serta bisa h guru dilapangan. dikembangkan juga ndekatan yang tepat m pengembangan sosial multikultural , metode yang tepat al tersebut sejalan nak usia dini yaitu ain seraya belajar. kan adalah melalui yang dirancang serta dilaksanakan onsepnya permainan n sikap sosial anak

masyarakat saat ini, perbedaan dan bisa ng atau masyarakat (sikap sosial temukan, sehingga onflik dan pertikaian . Di kota Padang terlihat. Dalam nya kotak-kotak ngsa lain dengan danya pemukiman n penduduk asli. Hal onsep sikap sosial an masyarakat bisa upun berbeda kultur. h bagaimana analisis

kurikulum dan analisis sis Mariana Padang untuk pe pembelajaran sikap sosial permainan Puzzle pada Pendi Di TK Mariana Padang? B perangkat pembelajaran sik melalui permainan Puzzle Usia Dini Di TK Mariana Pa

Tujuan pengemba mengembangkan perangka sosial multikultural melalui pendidikan anak usia di Mariana Padang. Pengem multikultural pada pendidi penting dilaksanakan ka penyataan Agustian (2006) masyarakat Negara Kesat terdiri atas berbagai suku ba bangsa berbeda dalam bany bangsa lainnya. Adanya be hanya memberikan keunik dapat dibanggakan, namun menimbulkan berbagai konf konflik besar di Indonesia s Aceh, Papua, dan konflik-k dirasakan bahwa perlu ada anak-anak sebagai pene menghambat terjadinya k kesatuan NKRI.

Jika pengembang multikultural tidak diberika dini dan hanya dibentuk tersebut tidak akan berjala pada masa usia dini penanam tepat dilakukan. Suy menggungkapkan, jika i bangsa yang cerdas, berim berbudi luhur hendaklah di Anak Usia Dini (PAUD pengembangan sikap sosi pendidikan anak usia dini m sangat strategis untuk mem bangsa berikutnya sehingga antarbudaya.

Dari hal di atas da adanya pengembangan sik pada pendidikan anak usia manusia antarbudaya. Peng multikultural bagi anak us untuk didorong seba pengembangan masyarakat terbuka, toleran, dan dem

41

siswa kelompok B2 TK pengembangan perangkat ial multikultural melalui endidikan Anak Usia Dini ? Bagaimana perancangan sikap sosial multikultural

le pada Pendidikan Anak

Padang?

bangan ini adalah ngkat pembelajaran sikap lui permainan puzzle pada dini khususnya di TK ngembangan sikap sosial didikan anak usia dini karena mengacu pada 2006) yang mengungkapkan satuan Republik (NKRI) u bangsa dan setiap suku banyak hal dengan suku berbagai perbedaan tidak unikan yang menarik yang mun dipihak lain dapat onflik. Dengan munculnya ia seperti di Ambon, Poso, k-konflik lainnya semakin da cara untuk membekali penerus bangsa untuk konflik dan menjaga

ngan sikap sosial ikan pada tahap anak usia uk pada usia lanjut, hal alan dengan baik. karena naman hal-hal positif lebih Suyanto (2005: 8) ingin mengembangkan iman dan bertaqwa, serta dimulai dari Pendidikan UD). Oleh karena itu osial multikultural pada i merupakan langkah yang embentuk watak penerus ngga menciptakan manusia

(3)

42

ini nantinya tidak sekadar terpak kognitif atau pengetahuan, tetapi psikomotorik.

PERMEN 58 Tahun 2009 Pendidikan Anak Usia Dini meng Standar Tingkat Pencapaian Perke lingkup perkembangan anak usia di Taman Kanak-kanak adalah nilai-moral, fisik, kognitif, bahasa dan s Pengembangan perangkat pembe sosial multikultural melalui permai dikembangkan melalui lingkup sosial emosional anak usia dini dilakukan karena dari lingkup perk emosional relevan untuk pengemba pembelajaran sikap sosial multikul

pada pedoman Pengembang

Pembelajaran di TK oleh Kemente Nasional (2010: 4) dalam pengemba pembelajaran sikap sosial multikul Kegiatan Harian yang akan dira mengacu pada Lingkup perkem emosional dan kemandirian.

Syamsu (2009: 122) perkembangan sosial merupak kematangan dalam hubungan sos diartikan sebagai proses menyesuaikan diri terhadap kelompok, moral dan tradisi, m menjadi satu kesatuan dan saling dan saling bekerjasama. Se dilahirkan belum bersifat sosial. B belum bisa untuk bergaul dengan bisa bergaul dengan orang lain harus belajar (sosialisasi) tentang menyesuaikan diri dengan orang seseorang tersebut sudah mampu diri dan meleburkan diri untuk bisa masyarakat, berarti sese-orang sampai pada kematangan dalam hubung

Piaget dalam teori kognitifny 2008: 324) menguraikan perkembangan intelektual pada ma Dia mendeskripsikan menjadi empa 1) Sensorimotor Stage (0-2 tahun 2) Preoperational Thingking (2 3) Concrete Operation (7-11 at 4) Formal operations (11 atau

tahun)

Tahapan ini sudah baku dan Urutan tahapan tidak dapat dituk karena tahap sesudahnya melanda

42

paku pada dimensi pi juga afektif dan

2009 tentang Stan-dar enguraikan dalam rkembangan Anak, ia dini khusunya di lai-nilai agama dan n sosial emosional. pembelajaran sikap ainan puzzle dapat up perkembangan dini. Hal tersebut perkembangan sosial mbangan perangkat ikultural. Mengacu bangan Program nterian Pendidikan mbangan perangkat kultural, Rancangan dirancang nantinya kembangan sosial

122) menjelaskan upakan pencapaian sosial. Bisa juga belajar untuk dap norma-norma , meleburkan diri ling berkomunikasi Seseorang ketika . Bisa dikatakan dia an orang lain. Agar in maka seseorang ng cara-cara untuk ang lain. Apabila pu menyesuaikan bisa berbaur dengan ng tersebut sudah

hubungan sosial. ifnya (Hergenhahn, an tahap-tahap masa kanak-kanak.

pat: ahun)

(2-7 tahun) 11 atau 12 tahun)

au 12– 14 atau 15

dan saling berkaitan. itukar atau dibalik ndasi terbentuknya

tahap sebelumnya. Akan te tersebut dapat berubah-uba seseorang. Perbedaan anta karena ada perbedaan kualit meskipun demikian unsur sebelumnya tetap tidak kesinambungan dari tahap juga perbedaan yang sangat m

Perkembangan sosia mengikuti suatu pola perk nantinya memungkinkan sosialisasi yang baik, pola anak usia dini adalah a) Urut teratur, b) Pola sikap anak aktivitas sosial, c) dan pem 1978: 258). Hurlock (1978: pola perilaku dalam situasi s kanak awal adalah k kemurahan hati, hasrat ak simpati, empati, ketergant sikap tidak me-mentingkan dan perilaku kelekatan (attac

Vygotsky memandang sangat penting dalam perke Orang tua, guru dan tema anak dan berkolaborasi unt suatu pengertian. Jadi belaja sosial, dan muncullah istila sebagai daerah potensial belajar, atau suatu tahap di dapat ditingkatkan dengan lebih ahli. Daerah ini merupa perkembangan aktual anak kemampuan mengatasi perm tahap perkembangan potens pemecahan masalah harus lain yang mampu.

Suryana (2009: 14) m 5 tahun belajar menggam pengarahan dari orang tua caranya secara bertahap, bantuan akan berkurang menjadi tahap perkembang dapat menggambar sendiri. mengembangkan setiap diperlukan scaffolding atau anak pada akhirnya me tersebut secara inde-penden. perlu menjadi fasilitator di disana ketika anak-anak gurunya.

42

n tetapi terbentuknya tahap h-ubah menurut situasi ntara tahap sangat besar, ualitas pemikiran yang lain, unsur dari perkembangan dak dibuang. Jadi ada hap ketahap, walaupun ada

at mencolok.

osial pada anak usia dini perkembangan sosial yang n adanya jadwal waktu pola perkembangan sosial rutan perilaku sosial yang nak tentang minat terhadap pemilihan teman (Hurlock; 1978: 262) juga menguraikan si sosial pada masa kanak-kerjasama, persaingan, akan penerimaan sosial, antungan, sikap ramah, kan diri sendiri, meniru,

attachment behavior).

ndang bahwa sistem sosial rkembangan kognitif anak. man berinteraksi dengan i untuk mengembangkan lajar terjadi dalam konteks tilah ZPD. ZPD diartikan ial seorang anak untuk dimana kemampuan anak ngan bantuan orang yang rupakan jarak antara tahap ak yaitu ditandai dengan permasalahan sendiri batas ensial dimana kemampuan us melalui bantuan orang

) mencontohkan anak usia nggambar dengan bantuan tua dan guru bagaimana p, sedikit demi sedikit ng sampai ZPD berubah bangan aktual saat anak ndiri. Oleh karena itu dalam

p kemampuan anak

(4)

43 Puzzle merupakan salah s

peraga yang disukai oleh anak us bisa dimainkan mulai dari usia edukatif dari umur 12 bulan bisa

puzzle dua keping. Seiring denga

anak, mereka akan menikmati kepingan yang lebih banyak. Pe sering dimainkan secara berkelom peranan permainan puzzle dalam sikap sosial multikultural. Dalam bisa menggabungkan anak ya (berbeda agama, ras, suku, bang segi ekonomi keluarga anak) kelompok bermain. Sehingga me keru-kunan dalam lingkungan yang

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan deng memenuhi kebutuhan pendidikan pengembangan pendidikan buday tataran PAUD merupakan suatu mendesak untuk segera dilakuk kesadaran akan eksistensi diri tel anak berusia cukup muda. Be penelitian di atas Asikin, dkk mengutip pendapat Richey & menjelaskan bahwa penelitian

adalah ”as the systematic study developing and evaluating instruc process, and product that must me internal consistency and effectivene

pengembangan merupakan studi tentang perancangan, pengevaluasian program pengaja produk yang harus memenuhi kri internal dan keefektifan). Dengan utama penelitian pen-gembangan & Nelson adalah mengembangka dan menguji efektifitas penerapan itu secara eksperimen.

Menurut Soenarto (2005: pengembangan adalah upaya gembangkan dan menghasilkan berupa materi, media atau strateg digunakan untuk mengatasi masal dan bukan untuk menguji teori. D ini yang dikembangkan nantinya perangkat pembelajaran yang metodenya, metodenya adalah be permainan Puzzle.

Puzzle yang dirancang ber

karton tebal. Puzzle yang diran

43

satu mainan/alat usia dini. Puzzle ia 12 bulan. Anak sa bermain dengan ngan perkembangan ati puzzle dengan Permainan puzzle elompok. Disinilah m mengembangkan m permainan guru yang multikultur ngsa ataupun dari k) kedalam satu mereka merasakan ang multikultur.

dengan tujuan untuk an saat ini karena budaya majemuk di tu kebutuhan yang akukan. Pasalnya, telah dimulai saat Berdasarkan jenis dkk (Tanpa tahun) & Nelson (1996) an pengembangan

tudy of designing, ructional programs meet the criteria of iveness” (penelitian udi yang sistematis pengembangan, ajaran, proses dan kriteria konsistensi an demikian, fokus an menurut Richey gkan pembelajaran pan pengembangan

05: 1), penelitian ya untuk men-an suatu produk tegi pembelajaran, salah pembelajaran i. Dalam penelitian nya adalah berupa ng sejalan dengan bermain dengan

berasal dari kertas rancang berbentuk

persegi panjang, tingkat k dengan karakteristik anak potongan 14 sampai 15 dirancang dengan ukuran pa 33,5cm sehingga bisa di sampai enam orang anak Alat permainan ini diranca dan sub tema yang sedang tema tanah airku dan sub t

Puzzle yang dirancang adal puzzle rumah adat, puzzle t

alat musik tradisional.

HASIL PENELITIAN Analisis kurikulum da penting dilakukan. Analisis siswa dilakukan untuk

kesalahan dalam m

pembelajaran.

Pada analisis kurikulum pembelajaran. Setelah i ditentukan maka dilakukan menentukan materi-materi dibahas dalam pembelajara tersebut, maka akan dihas Kegiatan Mingguan dan Renc

Validitas Perangkat Pemb Multikultural Melalui Per

Pada deskripsi data va (validator). Validitas ya penelitian ini menekankan validitas media dan validi materi, validitas media dinyatakan sangat valid oleh rata nilai sebesar 98,8. Berda tersebut maka Perangkat Pem Multikultural Melalui Perma valid.

Secara konstruksi d validator karena susunan media dan penggunaan ba pembelajaran sikap sosial permainan puzzle telah m penyusunan materi, pera penggunaan bahasa yang ba pembelajaran yang disusun dan RKH yang dirancang tema dan sub tema yang s yang dirancang sesuai deng mudah dipahami anak da menjadi antusias dalam

43

t kesulitan puzzle sesuai k usia dini dan memiliki 15 potong. Puzzle yang n panjang 39cm dan lebar dimainkan oleh empat k dalam satu kelompok. cang sesuai dengan tema ng berjalan yaitu dengan b tema suku-suku bangsa. dalah puzzle pakaian adat,

e tarian tradisional, puzzle

dan analisis siswa sangat sis kurikulum dan analisis uk menghindari adanya merancang perangkat

ulum, indikator dan tujuan indicator dan tujuan an analisis konsep untuk eri esensial yang akan aran. Dari materi esensial hasilkan sebuah Rencana n Rencana Kegiatan Harian.

mbelajaran Sikap Sosial ermainan Puzzle

a validasi oleh 4 orang ahli yang dilakukan pada an pada validitas materi, aliditas bahasa. Validitas a dan validitas bahasa oleh validator dengan rata-erdasarkan hasil penilaian Pembelajaran Sikap Sosial rmainan Puzzle dinyatakan

(5)

44

sebagai alat permainan dalam pros bahasa yang digu-nakan pa pembelajaran pun mudah dipahami

Hal di atas sejalan dengan dan Eliyawati (2010: 4), menurut manfaat yang dapat dipe memanfaatkan media dalam pem (1) Pesan/informasi pem-be disampaikan dengan lebih jelas, m dan tidak hanya dalam bentuk k atau lisan belaka (verbalistis). keterbatasan ruang, waktu, dan Misalnya objek yang terlalu besar dengan realita, gambar, film bingk model. Kejadian atau peris-tiwa masa lalu dapat ditampilkan lagi film, video, dan lain-lain. Obje kompleks dapat disajikan dengan dan lain-lain. (3) Meningkatkan s dalam belajar. (4) Menimbulkan motivasi dalam belajar. (5) interaksi yang lebih langsung anta lingkungan dan kenyataan. (6) siswa belajar sendiri-sendiri menur dan minatnya. (7) Memberika pengalaman dan persepsi yang sam Bisa ditarik kesimpulan ba pembelajaran yang dirancang telah yang dikemukakan oleh Zaman karena pesan dari perangkat pem sosial multikultural bisa diterim budaya-budaya yang konkrit bi dalam sebuah media seperti sehingga bisa meningkatkan sik dalam belajar dan menimbulkan motivasi dalam belajar.

Praktikalis Perangkat Pembe Sosial Multikultural Melalui Per

Praktikalitas diketahui setela uji coba. Ujicoba dilakukan keterpakaian perangkat pembelaja multikultural melalui permainan kepraktisan perangkat pembelajar multikultural melalui permainan dari angket guru dan hasil pe setelah proses belajar mengajar ber Perangkat pembelajaran multikultural melalui permainan puz praktis berdasarkan rata-rata nil dengan kategori sangat valid. Hal dari hasil pengetahuan anak da

44

proses belajar. Serta pada perangkat mi anak.

n pendapat Zaman nurut mereka banyak diperoleh dengan pembelajaran yaitu: -belajaran dapat , menarik, kongkrit uk kata-kata tertulis s). (2) Mengatasi dan daya indera. ar dapat digantikan bingkai, film atau a yang terjadi di agi lewat rekaman bjek yang terlalu an model, diagram n sikap aktif siswa an kegairahan dan ) Memungkinkan ntara siswa dengan 6) Memungkinkan nurut kemam-puan ikan perang-sang, ama bagi siswa. n bahwa perangkat

lah sejalan dengan an dan Eliyawati, pembelajaran sikap erima oleh anak, bisa dipindahkan i alat permainan sikap aktif siswa n kegairahan serta

belajaran Sikap ermainan Puzzle telah dilaku-kannya n untuk me-lihat ajaran sikap sosial nan puzzle. Data

ajaran sikap sosial n puzzle diperoleh pemahaman siswa berlangsung.

n sikap sosial

puzzle dinyatakan

nilai sebesar 86,6 al tersebut tampak dari sikap sosial

multikultural yang merek tersebut diperoleh dari r dilakukan oleh anak dan pembelajaran berlangsung. secara bergantian dan menc yang mereka susun dan me menemukan hal yang sama di

Dari aspek-aspek yang pembelajaran bisa tercapa pembelajaran bisa dijadika anak usia dini. Sudjana sumber belajar sebagai se dimanfaatkan guna membe seseorang dalam belajar memberikan penger-tian su luas juga. Sumber belajar yang dapat dimanfaatkan unt pembelajaran baik secara l langsung, sebagian atau seca

Efektivitas Perangkat Sosial Multikultural Melal

Efektivitas perangka sosial multikultural melalui dilihat dari aktivitas siswa da

Aktivitas siswa selam berlangsung merupakan mengenai aktivitas siswa pa berlangsung. Aktivitas sisw atau perilaku yang te pembelajaran. Aktivitas pembelajaran merupakan keinginan siswa untuk bel observasi aktivitas sis pembelajaran menunjukka pembelajaran sikap sosia memunculkan aktivitas pos Schramm (1997 dalam Fe satu fungsi media membangkitkan motivasi da untuk belajar dengan baik.

Dari penelitian ini a amati oleh pengamat selam dengan menggunakan pe sikap sosial multikultural m antara lain; Tanya ja Memperhatikan penjelasan

Menyusun puzzle sesua

disampaikan, Bekerjasama menyelesaikan tugas, Mau saat menyusun puzzle, M orang lain.

44

reka ketahui. Penilaian i refleksi yang peneliti n peneliti setelah proses ung. Anak maju ke depan enceritakan jenis puzzle menyatakan sikapnya jika

a dilapangan.

ang menjadi tujuan dalam apai sehingga perangkat dikan sumber belajar bagi na (1997) mendefinisikan segala daya yang dapat beri kemudahan kepada ajarnya. Pengertian ini n sumber belajar dalam arti ar diartikan sebagai daya n untuk kepentingan proses a langsung maupun tidak ecara keseluruhan.

Pembelajaran Sikap elalui Permainan Puzzle ngkat pembelajaran sikap

lui permainan puzzle bisa a dan hasil belajar.

lama proses pembelajaran n salah satu informasi a pada saat pembelajaran iswa merupakan kegiatan terjadi selama proses s siswa selama proses kan indikator adanya belajar. Berdasarkan hasil siswa selama proses ukkan bahwa perangkat osial multikultural dapat positif siswa. Menurut Festiyed 2008: 35) salah pembelajaran dapat i dan merangsang siswa

.

(6)

45

Pada aspek pengamatan tany guru, memperhatikan penjelasan serius sehingga bisa disim pembelajaran dengan mengguna pembelajaran sikap sosial multi permainan puzzle berhasil meningk siswa. Untuk aspek menyusun petunjuk yang disampaikan, beke teman dalam menyelesaikan tuga dengan teman saat menyusun puz hasil karya orang lain berada pada baik. sehingga kesimpulan yang proses pembelajaran dengan perangkat pembelajaran sikap sos melalui permainan puzzle s meningkatkan aktivitas siswa.

Menurut Sriyono (dalam aktivitas adalah segala kegiatan ya baik jasmani atau rohani. Kegiata dimaksud adalah kegiatan yang aktivitas dalam proses be menggunakan perangkat pembelaj multikultural melalui permainan bertanya, memperhatikan, menyus petunjuk yang disampaikan, beke teman dalam menyelesaikan tuga dengan teman saat menyusun puz hasil karya orang lain.

Pada kelima aspek yang dilihat persentasenya; 80% sanga baik, sehingga dari gambaran in kesimpulan bahwa proses pembe menggunakan perangkat pembelaj multikultural melalui permainan meningkatkan aktivitas siswa.

Analisis hasil belajar di mengetahui ketuntasan sikap sosi tiap siswa pada perangkat pem sosial multikultural melalui perm akhir pembelajaran siswa di pembelajaran yang telah berlang hasil pengolahan nilai hasil belaj dengan KKM, sehingga akan dipe individu. Menurut Trianto (201 adalah kriteria ketuntasan belajar oleh satuan pendidikan (masing-m Nilai KKM untuk tema tanah airk suku-suku bangsa yang ditentuka adalah 75. Dari 25 orang terdapat dengan nilai ≥75 dan 3 orang sis

nilai 75, dengan demikian se dinyatakan tuntas.

45

anya jawab dengan san guru dengan impulkan proses unakan perangkat ultikultural melalui ningkatkan aktivitas un puzzle sesuai bekerjasama dengan ugas, mau berbagi

puzzle, menghargai

pada kategori sangat ang diambil pada an menggunakan sosial multikultural sangat berhasil

m Yasa, 2008:1), yang dilaksana-kan iatan-kegiatan yang ng mengarah pada belajar dengan lajaran sikap sosial nan puzzle seperti usun puzzle sesuai bekerjasama dengan ugas, mau berbagi

puzzle, menghargai

ng diamati, dapat ngat baik dan 20% n ini dapat diambil mbelajaran dengan lajaran sikap sosial nan puzzle berhasil

digunakan untuk osial multikul-tural pembelajaran sikap rmainan puzzle. Di di ajak merefleksi ng-sung. Rata-rata lajar dibandingkan diperoleh ketuntasan 2010: 235) KKM jar yang ditentukan ng-masing sekolah). airku dan sub tema ukan oleh sekolah pat 22 orang siswa

siswa memperoleh

secara individual

Depdikbud 1996 (dal

menjelaskan “setiap sisw

belajarnya (ketuntasan indi nilainya ≥65%, dan suatu k

belajarnya (ketuntasan klas tersebut terdapat ≥85% si belajarnya”. Dengan de

simpulkan bahwa perangk sosial multikultural melalui meningkatkan hasil belajar dari perolehan nilai yang di rata kelas di atas KKM.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Dari hasil penelitia bahwa hasil validasi dari bahwa perangkat pembe multikultural melalui per valid. Artinya perangkat pe multikultural melalui pe digunakan dalam pembelaja dilakukan di TK Mariana bahwa perangkat pembe multikultural melalui per praktis. Perangkat pembe multikultural melalui per digunakan dapat meningka aktivitas siswa, sehingga dirasakan kurang cukup ba keinginan untuk mengula dapat membangun sikap sos Efektifitas yang diamat pembelajaran ini adalah ak siswa. Berdasarkan hasil data, tingkat aktivitas pembelajaran adalah siswa a Saran

Pengembangan per sikap sosial multikultural m dapat dilakukan oleh guru memiliki karakteristik siswa Mariana Padang. Namun y adalah validitas, praktikalit perangkat pembelajaran diabaikan, karena hal-ha menentukan tingkat pembelajaran yang dikemba perangkat pembelajaran sik melalui permainan puzzle bagi guru di sekolah karakteristik siswa yang sam

45

dalam Trianto, 2010: 241)

siswa dikatakan tuntas

individual) jika proporsi

u kelas dinyatakan tuntas

lasikal) jika dalam kelas

siswa yang telah tuntas

demikian dapat kita

ngkat pembelajaran sikap lui permainan puzzle dapat jar siswa, hal ini terlihat ng dicapai siswa dan

rata-AN

itian dapat disimpulkan ri validator menunjukkan belajaran sikap sosial permainan puzzle sudah pembelajaran sikap sosial permainan puzzle bisa ajaran. Hasil uji coba yang na Padang menunjukkan belajaran sikap sosial permainan puzzle sudah mbelajaran sikap sosial permainan puzzle yang katkan minat belajar dan ga waktu yang tersedia up bagi anak karena adanya ulanginya kembali. Dan sosial multikultural siswa. ati pada pelaksanaan aktivitas dan hasil belajar il deskripsi dan analisis siswa selama proses

a aktif.

perangkat pembelajaran l melalui permainan puzzle uru-guru di sekolah yang wa yang sama dengan TK un yang perlu diperhatikan alitas serta efektifitas dari tersebut tidak boleh hal-hal tersebut sangat kualitas perangkat bangkan. Pengembangan sikap sosial multikultural

le dapat dijadikan contoh

(7)

46

Padang. Hasil penelitian ini menun pembelajaran dengan mengguna pembelajaran sikap sosial multi permainan puzzle yang dikem penelitian ini dapat meningkatkan dan hasil belajar siswa serta da sikap sosial multikultural siswa. dapat dijadikan salah satu alternatif

DAFTAR PUSTAK

Agustian, Murniati, dkk. 2006.

Model Pendidikan Mult Anak Usia Sekolah-Pandu

(Online),http://www.atmaj .asp?f=13&id=3453, diaks 2011.

Eliyawati, Cucu. 2005. P

Pengembangan Sumber Anak Usia Dini. Jakarta: D

John W. Santrock. 2010. Psikol Jakarta: Kencana Prenada M Kompas. Com. 2009. Dorong

Multikultural Sejak D

http://edukasi.kompas.com 2/02560417, diakses 10 Jul

---.2009. Dorong Pendidika

Sejak Dini.

http://edukasi.kompas.com 1/15013147, diakses 20 Au Mahfud, Choirul. 2008. Pendidikan

Yogyakarta: Pustaka Pelaja

Mulyatno. 2008. “Pendidikan Dam Anak Usia Dini: Belajar Maria Montessori”, Ar

Tanggal 1 Oktober 2008.

Peraturan Menteri Pendidikan Na Indonesia Nomor 58 Tahu

Standar Pendidikan Anak U

46

enunjukkan bahwa unakan perangkat ultikultural melalui embangkan dalam kan aktivitas siswa dapat membentuk a. Oleh karena itu atif bagi guru.

AKA

2006. Pengembangan

ultikultural untuk anduan Untuk Guru.

ajaya.ac.id/content akses 1 November

Pemilihan dan er Belajar Untuk

: Depdiknas.

kologi Pendidikan.

da Media Group

orong Pendidikan Dini. (Online), om/read/2009/11/0 10 Juli 2011.

ikan Multikultural (Online), om/read/2009/10/3 20 Augustus 2011.

ikan Multikultural.

lajar

Damai Bagi Anak-ajar Dari Pedagogi Artikel Vol. 19

2008.

Nasional Republik hun 2009, Tentang

ak Usia Dini.

Peraturan Pemerintah No. 19

Standar Nasional P

Soenarto. (2005). Penge pembelajaran inter hidang. Inotek: Jurna

teknologi.Volume 9, 2005.

Suryana, Dadan. (2009). Siaga Gempa Bumi Kanak-kanak. Prog Universitas Negeri J

Suyanto, Slamet. 2005. Ko

Anak Usia Dini. Jak

Syukron. 2011. Upaya Pengg

Puzzle Untuk Meni

Siswa. (O

//syukronsahara.blog penggunaan-media-diakses tanggal 20 F

Thiagarajan, Semme and

Instructional Deve Teachers Of Except

Tilaar. H.A.R. 2004.

Tantangan-tantangan dalam Transformas

Jakarta: Grasindo.

Trianto. 2010. Mendesain

Inovatif-Progresif.

Media Group.

Undang-undang Sistem Pe

20 Tahun 2003, Jak

Zein, Sulaiman. 2008. “Pe Untuk Anak Sejak

http://bbawor.blogspot diakses tanggal

46

o. 19 Tahun 2005, Tentang

l Pendidikan.

ngembangan multimedia nteraktif matakuliah tata

urnal inovasi dan aplikasi e 9, Nomor 1, Februari

2009). Model Pembelajaran mi dan Tsunami di Taman rogram Pasca Sarjana. ri Jakarta.

Konsep Dasar Pendidikan

Jakarta: Depdiknas. enggunaan Media Games

eningkatkan Pemahaman

(Online),

http:-.blogspot.com/2011/05/ dia-games-puzzle.html. 20 Februari 2012.

nd Semmel M. 1974.

evelopment For Training eptional Children.

2004. Multikulturalisme; angan Global Masa Depan asi Pendidikan Nasional.

ndo.

ain Model Pembelajaran if. Jakarta: Perenada

Pendidikan Nasional No.

akarta.

“Penanaman Nilai Moral jak Usia Dini”. (Online),

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan Penelitian ini untuk meningkatkan sikap sosial siswa pada saat pembelajaran tematik dengan menggunakan model kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT)

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui (1) interaksi sosial dalam pembelajaran matematika yang terjadi di kelas VIII SMP N 2 Ponjong, (2) sikap siswa terhadap interaksi

Implementasi Instrumen Penilaian Diri Pada Sikap Sosial Untuk Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 48 Surabaya ....

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penyusunan instrumen penilaian sikap sosial dilakukan dengan menentukan KI KD dan indikator, menentukan kriteria penilaian, menyusun

PENGEMBANGAN MODEL SIMULASI SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN PKN UNTUK PENINGKATAN SIKAP DEMOKRATIS PESERTA DIDIK. (Suatu kajian terhadap sikap peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri