• Tidak ada hasil yang ditemukan

SILABI BUDAYA POLITIK 0

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SILABI BUDAYA POLITIK 0"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

SILABI

MATA KULIAH : Budaya Politik Kode Mata Kuliah : PKN ... Jumlah SKS : 2 Sks Prodi : PKN

Standar Kompetensi : Menganalisis pengembangan budaya politik partisipan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kompetensi

Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran AlokasiWaktu Indikator Pencapaian Jenis Penilaian Sumber Bahan 1.Menganalisis

konsep budaya politik

1.Konsep Budaya Politik

Kuliah mimbar, problem solving, tugas dan diskusi.

2x100  Mendeskripsikan konsep budaya politik secara etimologis dan terminologis;  Mengalisis unsur – unsur

yang ada dalam budaya politik.

Tes dan non-Tes (tugas dan observasi)

1.Almond & Verba (1984), p. 5-12. 2.Diamond, Larry (2003), p.

2.Menganalisis tipologi budaya politik

2.Tipologi Budaya Politik

Kuliah mimbar, problem solving, tugas dan diskusi.

2x100 Menganalisis dimensi orientasi politik;

Membedakan tipe budaya politik parokial, subjektif, dan partisipatif;

Menganalisis tipe budaya politik campuran;

Tes dan non-Tes (tugas dan observasi)

1.Almond & Verba (1984), p.13-37

3.Menganalisis Budaya Politik Indonesia

3. Budaya Politik Indonesia

Kuliah mimbar, problem solving, tugas dan diskusi.

4x100 Mendeskripsikan

perkembangan budaya politik di Indonesia sebelum dan sesudah kemerdekaan;

Menganalisis kecenderungan pola-pola budaya politik Indonesia

Tes dan non-Tes (tugas dan observasi)

3.Gafar, Afan ( 2002), p. 106 – 117.

4.Alfian & Sjamsudin,

Nazaruddin (1991), p. 20 – 86.

5.Cholisin (1998). 4.Menganalisis

teori – teori budaya politik

4.Teori – teori Budaya Politik dan Demokrasi

Kuliah mimbar, problem

4x100 Menganalisis kaitan budaya dan demokrasi;

Tes dan non-Tes (tugas dan

(2)

dan demokrasi solving, tugas

dan diskusi. Menganlisis budaya elit dan budaya massa; Menganalisis budaya politik dan konsolidasi demokrasi.

observasi)

5.Menganalisis pengembangan budaya politik partisipatif (demokrasi)

5.Pengembangan Budaya Politik Partisipatif

Kuliah mimbar, problem solving, tugas dan diskusi.

4x100  Menganalisis sosialisasi politik sebagai wahana pembentukan budaya politik;  Menganalisis sosialisasi

politik untuk mewujudkan budaya politik partisipatif.  Menganalisis faktor yang

dapat meningkatkan partisipasi yang lebih luas dalam proses politik;

Tes dan non-Tes (tugas dan observasi)

3.Gafar, Afan ( 2002), p. 102 – 105.

6. Mas’oed, Mochtar & Andrews (1981), p.39-48.

SUMBER BAHAN

1.Almond , Gabriel A.& Verba, Sidney . (1984), Budaya Politik, Jakarta : Bina Aksara. 2.Diamond, Larry (2003), Developing Democracy Toward Consolidation, Yogyakarta : IRE. 3.Gafar, Afan ( 2002), Politik Indonesia : Transisi Menuju Demokrasi. Yogyakarta : Pustaka Ilmu. 4.Alfian & Sjamsudin, Nazaruddin (1991), Profil Budaya Politik Indonesia, Jakarta : Grafiti.

5.Cholisin. (1998). Budaya Politik Indonesia : Suatu Kajian Perubahan dari Old Society ke New State, dalam Jurnal Cakrawala Pendidikan, Edisi No.1, Th. XVII. 6. Mas’oed, Mochtar & Andrews (1981), Perbandingan Sistem Politik, Yogyakarta : UGM Press.

EVALUASI:

Referensi

Dokumen terkait

Bersedia menjadi pembimbing skripsi yang berjudul: “Pembuatan Aplikasi Mobile Kegiatan Pelatihan dan Jadwal Mengajar Di PPA-FEUI Pada Platform Android dengan

Imamsari melihat hal ini bahwa partisipasi dari masyarakat sangat berperan penting dan paling efektif dalam mensukseskan upaya penanggulangan banjir, karena masyarakat

Penelitian ini dilakukan memanfaatkan sumber informasi ini dengan tujuan untuk mengidentifikasi sektor-sektor teknologi dari sejumlah besar paten dan memperoleh

Perusahaan negara atau BUMN adalah semua perusahaan dalam bentuk apapun yang modalnya untuk seluruhnya merupakan kekayaan negara Republik Indonesia, kecuali jika

Laporan tugas akhir ini merupakan salah satu laporan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar Ahli Madya Teknologi Hasil Pertanian di Fakultas

Dari contoh metode yang digunakan untuk menganalisis kesiapan individu dalam mengadopsi teknologi, maka penelitian ini akan menggunakan Technology Readiness Index (TRI)

•  HACCP tidak digunakan untuk mendeteksi atau mengurangi serangan yang disengaja dalam sistem pangan yang menyebabkan bahaya keamanan pangan maupun merusakn