• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

-1-FREQUENTLY ASKED QUESTIONS (FAQ’S)

ATAS PBI NO.12/11/PBI/2009 TANGGAL 2 JULI 2010 TENTANG OPERASI MONETER

Q. Apa latar belakang penerbitan ketentuan tentang Operasi Moneter?

A. Untuk meningkatkan efektivitas Operasi Moneter dalam rangka mendukung pencapaian tujuan Bank Indonesia dalam mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

Q. Apakah Operasi Moneter?

A. Operasi moneter adalah pelaksanaan kebijakan moneter oleh Bank Indonesia dalam rangka pengendalian moneter melalui Operasi Pasar Terbuka dan Koridor Suku Bunga (Standing Facilities).

Q. Siapa saja yang dapat mengikuti OPT dan Standing Facilities?

A. OPT dapat diikuti oleh Bank dan/atau pihak lain yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, sementara Standing Facilities hanya dapat diikuti oleh Bank.

Q. Kegiatan apakah yang merupakan kegiatan OPT ?

A. Kegiatan OPT meliputi :

1) Penerbitan SBI.

Terkait dengan perdagangan SBI, pemilik SBI dilarang melakukan transaksi atas SBI yang dimilikinya dengan pihak lain selama jangka waktu tertentu sejak memiliki SBI terkecuali untuk:

a) transaksi SBI oleh Peserta Operasi Moneter dengan Bank Indonesia; dan

b) transaksi SBI yang dilakukan setelah berlakunya Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang Operasi Moneter ini yang merupakan bagian dari transaksi yang telah dilakukan sebelum PBI ini diberlakukan, sampai dengan transaksi yang bersangkutan jatuh waktu.

2) Transaksi repo dan reverse repo surat berharga.

Dalam melakukan transasi repo dan reverse repo, Bank Indonesia dapat menggunakan surat berharga milik pihak lain yang ditetapkan Bank Indonesia berdasarkan pada suatu perjanjian antara Bank Indonesia dan pemilik surat berharga.

3) Transaksi pembelian dan penjualan surat berharga secara outright.

Transaksi pembelian dan penjualan surat berharga secara outright dilakukan terhadap SBN (SUN & SBSN) dan surat berharga lain yang berkualitas tinggi dan mudah dicairkan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

4) Penempatan berjangka (term deposit) di Bank Indonesia.

Term deposit dapat dicairkan sebelum jatuh waktu (early redemption) sepanjang memenuhi persyaratan tertentu dan atas pencairan tersebut dikenakan biaya.

(2)

-2-Q. Kegiatan apakah yang merupakan kegiatan standing facilities?

A Kegiatan standing facilities meliputi : a. Lending Facility

Lending facility dilakukan melalui mekanisme repo SBI, SBN dan surat berharga lain yang berkualitas tinggi dan mudah dicairkan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

b. Deposit facility

Deposit facility dilakukan tanpa penerbitan surat berharga.

Referensi

Dokumen terkait

9/6//DPM tanggal 26 Maret 2007 perihal Transaksi Perdagangan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) secara Repurchase Agreement (REPO) dengan Bank Indonesia di Pasar

bahwa berdasarkan hal tersebut di atas perlu dilakukan perubahan terhadap Peraturan Bank Indonesia Nomor 3/10/PBI/2001 Tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah ( Know Your

Q : Bank yang melakukan transaksi structured product terkait dengan Kegiatan Ekspor/Impor sebelum berlakunya SE ini, apakah dapat diselesaikan tanpa pergerakan dana

Terkait dengan perdagangan SBI, pemilik SBI dilarang melakukan transaksi atas SBI yang dimilikinya dengan pihak lain selama 1 (satu) bulan (28 hari) sejak setelmen pembelian SBI

A : Penerbitan Surat Edaran ini dilatarbelakangi oleh diterbitkannya perubahan Peraturan Bank Indonesia No.10/11/PBI/2008 tentang Sertifikat Bank Indonesia Syariah

Terdapat 6 (enam) kali pembatalan transaksi Operasi Moneter dalam kurun waktu 6 (enam) bulan, yaitu 1 (satu) kali transaksi pembelian SUN oleh BI di pasar sekunder, 1 (satu)

Ketentuan Pasal 4 dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/21/PBI/2004 Tentang Giro Wajib Minimum Dalam Rupiah Dan Valuta Asing Bagi Bank Umum yang Melaksanakan

bahwa dalam rangka meningkatkan efektifitas pelaksanaan pengendalian moneter berdasarkan prinsip syariah, Bank Indonesia perlu menyempurnakan ketentuan mengenai