• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTEMUAN II: LOGIKA DAN PENALARAN HUKUM | Muchamad Ali Safa'at

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERTEMUAN II: LOGIKA DAN PENALARAN HUKUM | Muchamad Ali Safa'at"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PENALARAN

HUKUM

(2)

PENGERTIAN

• LUAS:

• proses psikologis yang dilakukan untuk sampai pada keputusan atas kasus yang dihadapi.

• SEMPIT:

• argumentasi yang melandasi satu keputusan.

• Logika suatu keputusan.

(3)

ARGUMENTASI HUKUM

• Ketrampilan ilmiah dalam rangka pemecahan masalah-masalah hukum (legal problem solving).

• Membutuhkan pengetahuan atau keahlian spesifik di bidang hukum.

(4)

KEKHUSUSAN PENALARAN

HUKUM

• Argumentasi bermakna hanya jika dibangun atas dasar logika.

• Tidak berangkat dari kehampaan  dimulai dari hukum positif yang bersifat dinamis.

(5)

STRUKTUR ARGUMENTASI

HUKUM

• Logika:

• Alur premis menuju pada konklusi dari suatu argumentasi harus logis, baik menggunakan rule based reasoning maupun principle based reasoning.

Ex falso quolibet (dari yang sesat kesimpulannya keliru)

Ex vero nonnisi verum (dari yang benar kesimpulannya benar)

• Dialektika:

• Melalui dialektika suatu argumentasi diuji, terutama pada argumentasi pro kontra.

• Prosedural:

• Dalam pemeriksaan pengadilan diatur oleh hukum formal yg

(6)

DEDUKSI CIVIL LAW

Rule-based reasoning/

argumentation based on rules

NORMA

FAKTA

Internal logic

Internal logic dialectica

Prosedural

(7)

Common law

principle based reasoning/

argumentation based on precedent

Principles

FAKTA

PUTUSAN PUTUSAN

(8)

KESESATAN (FALLACY)

• Argumentatum ad ignorantiam

proposisi benar karena tidak terbukti salah

• Argumentatum ad verecumdiam

Menolak/menerima argumentasi karena orangnya

• Argumentatum ad hominem keadaan orang

• Argumentatum ad misericordiam

argumentasi untuk mempengaruhi perasaan

(9)

Argumentatum ad ignorantiam

• Proposisi dinyatakan benar karena tidak terbukti salah;

(10)

Argumentatum ad verecumdiam

• Argumentasi dinilai tidak berdasarkan penalaran, tetapi

siapa yang menyampaikan (#nilai wibawa setinggi nalarnya)

(11)

Argumentatum ad hominem

• Argumen tidak didasarkan pada penalaran, tapi lebih disebabkan keadaan pribadi yg menyampaikan

argumentasi.

(12)

Argumentatum ad misericordiam

• Argumentasi bertujuan menimbulkan empati dan belas kasihan.

(13)

Argumentatum ad baculum

• Menerima/menolak argumentasi karena ancaman dan menimbulkan perasaan takut.

(14)

PENALARAN DALAM PHPU

(15)

PENALARAN INDUKSI

Merumuskan Fakta (yuridis in concreto)

- Perbedaan hasil penghitungan suara - Pelanggaran.

Mencari Hubungan Sebab Akibat

- Salah hitung - Kelalaian - Kesengajaan

- Pelanggaran sporadis - TSM

Probabilitas

- Standar pembuktian - Dalil-dalil

(16)

NORMA

FAKTA

Silogisme: A=B

B=C A=C

Argumentasi hukum

a. Penelusuran Hukum Positif b. Norma

(17)

NORMA

FAKTA

Kabur?

Terbuka? RECHTSVINDING 1. Montesquieu

a. Hakim adalah corong UU (les parole de la loi)

b. UU menjadi jiwa atau spirit mencari hukum

c. Interpretasi menurut jiwa UU.

2. Bruggink

a. Metode Interpretasi b. Model Penalaran atau

Referensi

Dokumen terkait

yaitu apabila pemikiran itu sesuai dengan hukum- hukum serta aturan-aturan yang ditetapkan dalam logika.. Suatu jalan pikiran yang tepat dan jitu, yang sesuai dengan

Logika hukum dikatakan sebagai suatu kegiatan untuk mencari dasar hukum yang terdapat di dalam suatu peristiwa hukum, baik yang merupakan.. perbuatan hukum (perjanjian,

Bahkan judicial review secara tradisional dipahami sebagai tindakan politik untuk menyatakan bahwa suatu ketentuan tidak konstitusional oleh pengadilan khusus yang

Jika ada pertentangan atau ketidaksesuaian antara aturan yang ada, tentukan aturan yang berlaku berdasarkan prinsip-prinsip hukum1. Permasalahan dianalisis dengan menggunakan

Imanuel Kant: Hakikat adalah keberadaan obyektif dari substansi itu sendiri yang tidak dapat diketahui oleh subyek, being in it self....

Untuk mengetahui apa yang adil dan apa yang tidak adil terlihat bukan merupakan kebijakan yang besar, lebih-lebih lagi jika keadilan diasosiasikan dengan aturan

---, Penafsiran Konstitusialam Rangka Sosialisasi Hukum, Pidato Pengenalan Jabatan Guru Besar Dalam Bidang Ilmu Hukum Tata Negara Pada Fakultas Hukum Universitas Udayana, 10

Mata kuliah Interpretasi dan Penalaran Hukum membahas metode dan strategi untuk menemukan konsep baru dalam opini