PENALARAN
HUKUM
PENGERTIAN
• LUAS:
• proses psikologis yang dilakukan untuk sampai pada keputusan atas kasus yang dihadapi.
• SEMPIT:
• argumentasi yang melandasi satu keputusan.
• Logika suatu keputusan.
ARGUMENTASI HUKUM
• Ketrampilan ilmiah dalam rangka pemecahan masalah-masalah hukum (legal problem solving).
• Membutuhkan pengetahuan atau keahlian spesifik di bidang hukum.
KEKHUSUSAN PENALARAN
HUKUM
• Argumentasi bermakna hanya jika dibangun atas dasar logika.
• Tidak berangkat dari kehampaan dimulai dari hukum positif yang bersifat dinamis.
STRUKTUR ARGUMENTASI
HUKUM
• Logika:
• Alur premis menuju pada konklusi dari suatu argumentasi harus logis, baik menggunakan rule based reasoning maupun principle based reasoning.
• Ex falso quolibet (dari yang sesat kesimpulannya keliru)
• Ex vero nonnisi verum (dari yang benar kesimpulannya benar)
• Dialektika:
• Melalui dialektika suatu argumentasi diuji, terutama pada argumentasi pro kontra.
• Prosedural:
• Dalam pemeriksaan pengadilan diatur oleh hukum formal yg
DEDUKSI CIVIL LAW
Rule-based reasoning/
argumentation based on rules
NORMA
FAKTA
Internal logic
Internal logic dialectica
Prosedural
Common law
principle based reasoning/
argumentation based on precedent
Principles
FAKTA
PUTUSAN PUTUSAN
KESESATAN (FALLACY)
• Argumentatum ad ignorantiam
proposisi benar karena tidak terbukti salah
• Argumentatum ad verecumdiam
Menolak/menerima argumentasi karena orangnya
• Argumentatum ad hominem keadaan orang
• Argumentatum ad misericordiam
argumentasi untuk mempengaruhi perasaan
Argumentatum ad ignorantiam
• Proposisi dinyatakan benar karena tidak terbukti salah;
Argumentatum ad verecumdiam
• Argumentasi dinilai tidak berdasarkan penalaran, tetapi
siapa yang menyampaikan (#nilai wibawa setinggi nalarnya)
Argumentatum ad hominem
• Argumen tidak didasarkan pada penalaran, tapi lebih disebabkan keadaan pribadi yg menyampaikan
argumentasi.
Argumentatum ad misericordiam
• Argumentasi bertujuan menimbulkan empati dan belas kasihan.
Argumentatum ad baculum
• Menerima/menolak argumentasi karena ancaman dan menimbulkan perasaan takut.
PENALARAN DALAM PHPU
PENALARAN INDUKSI
Merumuskan Fakta (yuridis in concreto)
- Perbedaan hasil penghitungan suara - Pelanggaran.
Mencari Hubungan Sebab Akibat
- Salah hitung - Kelalaian - Kesengajaan
- Pelanggaran sporadis - TSM
Probabilitas
- Standar pembuktian - Dalil-dalil
NORMA
FAKTA
Silogisme: A=B
B=C A=C
Argumentasi hukum
a. Penelusuran Hukum Positif b. Norma
NORMA
FAKTA
Kabur?
Terbuka? RECHTSVINDING 1. Montesquieu
a. Hakim adalah corong UU (les parole de la loi)
b. UU menjadi jiwa atau spirit mencari hukum
c. Interpretasi menurut jiwa UU.
2. Bruggink
a. Metode Interpretasi b. Model Penalaran atau