• Tidak ada hasil yang ditemukan

KLASIFIKASI NEGARA DEMOKRASI MODERN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KLASIFIKASI NEGARA DEMOKRASI MODERN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

DUA DIMENSI

KETATANEGARAAN (Supra Struktur Politik)

Federal

Unitary Dimension (Pengaturan

Kekuasaan vertikal dan horisontal)

POLITIK (Infra Struktur Politik)

(3)

Federal

Unitary Dimension

• Kesatuan dan pemerintahan yang tersentralisasi VERSUS federal dan pemerintahan yang terdesentralisasi.

• Konsentrasi kekuasaan legislatif dalam satu badan legislatif

unikameral VERSUS pembagian kekuasaan legislatif kepada dua badan berbeda yang sama kuatnya.

• Konstitusi yang fleksibel yang dapat diubah dengan mayoritas

sederhana VERSUS konstitusi rigid yang hanya dapat diubah dengan mayoritas luar biasa.

• Sistem di mana badan legislatif memiliki kekuasaan final dalam menilai konstitusionalitas legislasinya VERSUS sistem yang

menempatkan hukum dapat diuji konstitusionalitasnya melalui

judicial review oleh Mahkamah Agung atau Mahkamah Konstitusi. • Bank sentral yang tergantung pada eksekutif VERSUS bank sentral

(4)

Concensus Model

Majoritarian

Model

Consensus/Proportional

Model

Westminster/

Majoritarian Model

Desentralization Bikameral

Konstitusi Rigid

Supremasi Konstitusi(Judicial Review) Bank Sentral Independent

Centralization Unikameral

Konstitusi Fleksibel Supremasi Parlemen

(5)

Executives-Parties Dimension

Konsentrasi kekuasaan eksekutif pada kabinet

mayoritas satu partai

VERSUS

pembagian (sharing)

kekuasaan eksekutif pada koalisi multipartai yang luas.

Hubungan eksekutif-legislatif yang didominasi eksekutif

VERSUS

keseimbangan kekuasaan dalam hubungan

eksekutif.

Sistem dua partai

VERSUS

sistem multi partai.

Sistem pemilihan mayoritas dan tidak proporsional

VERSUS

perwakilan proporsional.

Sistem kelompok kepentingan yang berkompetisi

secara bebas

VERSUS sistem kelompok kepentingan

yang terkoordinasi dan korporatis dengan tujuan

(6)

Concensus Model

Majoritarian

Model

Consensus/Proportional

Model

Westminster/

Majoritarian Model

Presidential

Proportional election

Multi-party

Coalition

Corporatist

Parliamentary

Single member and disproportional

2 Parties

Referensi

Dokumen terkait