Hak dan kewajiban ahli waris (studi komparatif hukum Islam dan KUH Perdata)
Teks penuh
Dokumen terkait
Akan tetapi penelitian ini hanya bertujuan untuk mendapatkan jawaban mengenai harta warisan berdasarkan KUHPerdata dalam hal adanya penolakan harta waris oleh ahli
secara jelas dalam pasal 173 tentang terhalangnya untuk menjadi ahli waris adalah perbedaan agama bukan berarti ahli waris beda agama mendapat bagian dari harta pewaris
Sesuai pasal 195 Kompilasi Hukum Islam yang berbunyi “ Wasiat hanya diperbolehkan sebanyak-banyaknya sepertiga dari harta warisan kecuali apabila semua ahli waris
Oleh sebab itu pada kondisi anak luar nikah dapat menjadi ahli waris aktif yaitu anak luar nikah berhak mendapatkan harta waris atau ia mewarisi hanya dengan
Cara untuk mengidentifikasi seseorang ahli waris beragama Islam yaitu dalam Kompilasi Hukum Islam pasal 172 menyatakan ahli waris dipandang beragama Islam apabila diketahui
secara jelas dalam pasal 173 tentang terhalangnya untuk menjadi ahli waris adalah perbedaan agama bukan berarti ahli waris beda agama mendapat bagian dari harta pewaris
Kedudukan hukum ahli waris dalam hak cipta, setelah terbukanya warisan ahli waris mempunyai hak atau diberi hak untuk menentukan sikapnya antara lain: menerima warisan
Menurut syariat Islam istri tersebut tidak berhak menjadi ahli waris, karena hal-hal yang menghalangi ahli waris dalam menerima warisan adalah salah satunya perbedaan agama