• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pneumonia pada Anak Balita di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pneumonia pada Anak Balita di Indonesia"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel  2. Hubungan Karakteristik Individu dengan Kejadian Pneumonia
Tabel 3.  Hubungan Karakteristik Rumah, Perilaku Penggunaan Bahan Bakar, dan Merokok Anggota Rumah Tangga dengan  Kejadian Pneumonia

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor risiko intrinsik dan ekstrinsik dengan kejadian pneumonia pada anak balita.. Subjek dan Metode : Penelitian ini adalah

Dengan demikian disimpulkan bahwa suhu kamar balita, jenis dinding rumah, ventilasi kamar tidur, dan kelembaban kamar balita merupakan faktor risiko yang dominan terhadap

Dengan nilai OR 3,331, artinya balita yang tinggal di rumah dengan jenis lantai yang tidak memenuhi syarat mempunyai risiko terjadinya pneumonia 3,33 kali lebih besar

Dengan demikian disimpulkan bahwa suhu kamar balita, jenis dinding rumah, ventilasi kamar tidur, dan kelembaban kamar balita merupakan faktor risiko yang dominan terhadap

Simpulan penelitian ini adalah anak balita yang terpapar asap rokok lebih banyak mengalami pneumonia, anak balita yang tinggal di rumah tidak sehat lebih banyak mengalami

Dengan nilai OR 3,331, artinya balita yang tinggal di rumah dengan jenis lantai yang tidak memenuhi syarat mempunyai risiko terjadinya pneumonia 3,33 kali lebih besar

Terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan derajat pneumonia pada anak balita di

Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada anak balita di Kelurahan Cilembang Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya adalah luas ventilasi kamar