1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Aset pantai yang sangat besar yang dimiliki pemerintah Indonesia selayaknya dikelola dengan master plan yang komprehensif agar dapat dimanfaatkan dengan optimal. Pembangunan infrastruktur kepantaian yang merata di seluruh wilayah Indonesia harus menjadi satu hal yang masuk didalamnya.
Berbicara khusus tentang pembangunan di Indonesia, dari waktu ke waktu pemerintah selalu dihadapkan dengan isu konektifitas pulau-pulaunya. Banyaknya pulau yang tidak terhubung langsung antara satu dengan yang lainnya selalu menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia untuk menjangkau seluruh wilayahnya khususnya dalam bidang pembangunan infrastruktur.
Pembangunan infrastruktur di suatu daerah terutama sangat dipengaruhi oleh ketersediaan teknologi dan sumber daya alam di daerah tersebut. Belum meratanya ketersediaan hal-hal tersebut memberikan pengaruh terhadap pilihan metode pembangunan infrastruktur yang dapat digunakan di suatu daerah. Dengan kata lain pembangunan infrastruktur di daerah yang relatif terisolasi memiliki tantangan utama yaitu berupa keterbatasan dalam hal teknologi dan penyediaan sumber daya alam untuk menunjang proses pelaksanaannya.
Di sisi lain, memasuki abad ke-21 pembangunan infrastruktur di dunia telah mencapai tahap yang sangat maju. Kajian untuk mengembangkan pembangunan infrastruktur terus dilakukan agar fasilitas-fasilitas yang terbangun semakin baik menunjang peradaban manusia yang berkembang sangat pesat
Ironi dari fakta di atas adalah bahwa pembangunan infrastruktur ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap peradaban manusia. Perusakan dan pencemaran lingkungan menjadi sisi gelap dari pembangunan infrastruktur di dunia. Hingga saat ini telah dikembangkan emphasis baru dalam hal
2 pembangunan infrastruktur ini yakni pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Untuk menemukan ruang penelitian sekaligus menggabungkan semua aspek yang telah dibahas di atas seperti aspek pengelolaan aset pantai yang semakin urgen, belum meratanya teknologi konstruksi di seluruh wilayah Indonesia, isu lingkungan di dunia yang semakin besar, maka peneliti melakukan studi kasus dan pengamatan pada pengerjaan pembangunan tembok laut gravitasi di Ambon pada bulan Oktober hingga Desember 2015.
Peneliti menemukan bahwa metode pembuatan tembok laut gravitasi menggunakan buis beton yang sedang berlangsung pada saat itu mempunyai keuntungan yang paling utama berupa kesederhanaan pelaksanaannya. Metode ini relatif mudah dilakukkan di tempat-tempat dengan teknologi dan sumber daya alam yang terbatas. Meskipun demikian, banyak kekurangan dalam pelaksanaan yang kontraproduktif misalnya waktu pengerjaannya relatif lama.
Sebagai tambahan, pembangunan tembok laut ini dilakukan dalam koridor persiapan implementasi konsep waterfront city di kota Ambon. Sehingga dalam studi kasus ini peneliti juga melakukan pengembangan penelitian terkait
waterfront city.
Peneliti mencari solusi untuk mempercepat proses pengerjaan namun tidak meninggalkan keuntungan-keuntungan dari metode sebelumnya yaitu metode menggunakan buis beton dan dalam waktu yang bersamaan sebisa mungkin menemukan solusi yang ramah lingkungan. Ban mobil bekas menjadi solusi yang diyakini memungkinkan untuk mengganti buis beton sebagai media pembuatan tembok laut gravitasi.
Secara sederhana ban mobil bekas yang disusun dapat menyerupai satu buah buis beton dan beratnya yang ringan akan mempercepat pengerjaan. Tugas akhir ini akan membuktikan ban mobil bekas dapat menggantikan buis beton sebagai bahan pengaman pantai yang ramah lingkungan sebagai solusi pembangunan infrastruktur penunjang waterfront city yang apllikatif di wilayah pesisir terluar Indonesia.
3 1.2 Rumusan Masalah
Sebagaimana telah disinggung pada bagian akhir latar belakang, penelitian ini akan memberikan alternatif dalam pembuatan infrastruktur tembok laut yang ramah lingkungan menggunakan ban mobil bekas untuk mendukung penerapan konsep waterfront city yang aplikatif di wilayah pesisir terluar di Indonesia. Hasil penelitian ini akan dirumuskan dengan cara menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian berikut ini:
1. Apa saja keuntungan dan kerugian menggunakan buis beton pada studi kasus?
2. Bagaimanakah konsep awal penggantian buis beton dengan ban bekas pada struktur tembok laut, sehingga ban bekas bisa menggantikan peran buis beton pada struktur ini?
3. Bagaimanakah penggunaan ban bekas pada rekayasa pantai yang telah ada hingga saat ini?
4. Dimanakah posisi penggunaan ban bekas untuk membuat tembok laut pada konstelasi tersebut?
5. Apakah bahan penyusun ban bekas mampu bertahan pada kondisi lingkungan di pantai?
6. Bagaimanakah potensi pencemaran lingkungan oleh limbah ban bekas? 7. Apa pengertian dari konsep waterfront city?
8. Bagaimanakah posisi dari tembok laut menggunakan ban bekas jika dihadapkan dengan konsep waterfront city?
9. Apakah kelebihan dan kekurangan dari penggantian buis beton menggunakan ban bekas?
4 1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah:
1. Membuat konsep awal cara menyubtitusi buis beton dengan ban bekas dengan cara mempertahankan keuntungan penggunaan buis beton dan mengatasi kelemahan buis beton
2. Mengetahui penggunaan ban bekas yang sudah dilakukan di dalam rekayasa kepantaian
3. Mengetahui feasibilitas bahan penyusun ban bekas terhadap kondisi lingkungan di pantai
4. Mengetahui potensi pencemaran lingkungan akibat limbah ban bekas 5. Membuat rancangan tembok laut yang optimal menggunakan ban bekas
dengan mengadopsi data lingkungan proyek pada studi kasus untuk dijadikan dasar perancangan
6. Membuat perbandingan antara tembok laut menggunakan buis beton dan ban bekas
7. Mendefinisikan kelemahan-kelemahan menggunakan ban bekas untuk tembok laut
8. Mendefinisikan kasus-kasus yang paling tepat untuk menggunakan tembok laut menggunakan ban bekas
9. Mendefinisikan proses pelaksanaan pembangunan tembok laut menggunakan ban bekas secara umum
10. Mempertemukan aspek-aspek beyond construction (aspek-aspek selain konstruksi) dalam implementasi konsep waterfront city pada pemilihan model struktur tembok laut menggunakan ban bekas
5 1.4 Batasan Masalah
1. Subtitusi buis beton dengan ban bekas ini adalah pengembangan dari metode konstruksi tembok laut menggunakan buis beton, sehingga metode konstruksi tembok laut menggunakan ban bekas juga akan didekati dengan metode pelaksanaan pembuatan tembok laut menggunakan buis beton.
2. Data-data perancangan (angin, muka air rencana, parameter tanah) menggunakan kondisi data-data pada lingkungan pekerjaan di Teluk Ambon sebagai studi kasus.
3. Kegagalan struktur hanya akan ditinjau dari kegagalan geser (sliding) dan guling (overturning) karena berhubungan dengan pemilihan ban/ buis
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan penelitian ini adalah: 1. Mendapatkan alternatif baru dalam pembangunan tembok laut yang cepat,
ekonomis, aman dan ramah lingkungan
2. Memantik munculnya peluang bisnis baru khusus di bidang pengadaan ban mobil bekas
1.6 Keaslian Penelitian
Penelitian mengenai aplikasi ban bekas pada rekayasa kepantaian telah dilakukan oleh Simm dkk (2005). Simm dkk menjelaskan bahwa ban bekas telah jamak digunakan pada bidang rekayasa pantai, hanya saja penggunaannya belum didokumentasikan dengan baik. Selain memberikan ulasan tentang aplikasi ban bekas pada rekayasa kepantaian, Simm dkk juga mengenalkan penggunaan ban bekas dengan cara dibuat blok-blok ban bekas. Pada akhirnya, Simm dkk menglasifikasikan penggunaan ban bekas menjadi 3 kategori. Pertama, penggunaan ban secara utuh, penggunaan ban dalam bentuk puing-puing hasil cacahan dan penggunaan dalam bentuk blok-blok.
6 Penelitian ini akan menggunakan ban bekas secara utuh namun disatukan menjadi unit-unit satuan yang kuat dan solid. Berbeda dengan penggunaan ban bekas secara utuh pada dokumentasi Simm dkk. Kebanyakan penggunaan ban bekas secara utuh adalah disusun secara loose (tidak terikat) dan beberapa yang terikat pun tidak dalam ikatan yang sempurna menjadi 1 kesatuan. Penelitian ini akan menggunakan ban bekas yang disatukan menjadi kesatuan dengan ikatan yang kuat (United Tyres) sehingga penggunaannya dalam proses pengerjaan menjadi lebih efisien dan mudah.
Tabel 1.1 Penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya
No Nama Judul Tujuan Jenis Penelitian Variabel penelitian Hasil 1 Simm dkk (2005) Susitainable Re-use of Tyres in Port, Coastal and River Engineering Mendokume ntasikan penggunaan ban bekas dalam rekayasa pantai serta membuat alternatif cara penggunaan ban bekas yang baru Studi literatur dan Eksperimen Karakteristi k blok ban bekas berupa; porositas, tahanan deformasi, permeabilit as, serta cara penggunaa n dan cara produksi Klasifikasi penggunaan ban bekas: penggunaan secara utuh, dalam bentuk puing, dan blok-blok ban bekas