• Tidak ada hasil yang ditemukan

LECTURE NOTES ASET LANCAR Pertemuan Ke-3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LECTURE NOTES ASET LANCAR Pertemuan Ke-3"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

0452F- Akuntansi Perpajakan  

LECTURE NOTES

ASET LANCAR

Pertemuan Ke-3

Maya Safira Dewi, SE.,Ak.,M.Si

[email protected]

(2)

0452F- Akuntansi Perpajakan  

LEARNING OUTCOMES

1. Peserta diharapkan dapat menjelaskan aset lancar dalam laporan keuangan fiskal 2. Peserta diharapkan dapat memahami aktiva lancar dalam laporan keuangan fiskal

OUTLINE MATERI:

1. Kas dan Bank 2. Sekuritas 3. Deposito 4. Wesel tagih 5. Piutang usaha 6. Persediaan

(3)

0452F- Akuntansi Perpajakan  

ASET LANCAR

A. Kas dan Bank

Bagaimana teknik dan metode pembukuan kas dan bank diselenggarakan, ketentuan perpajakan tidak mengatur secara rinci. Jadi, praktik Akuntansi komersial dapat diikuti sepenuhnya. Kalau terdapat bunga di rekening giro, Akuntansi komersial akan mencatatnya sebagai penghasilan. Sesuai dengan ketentuan perpajakan bunga dikenakan pajak penghasilan dengan tarif final 20% dari penghasilan bruto (sesuai tax treaty) dan tidak boleh digabung dengan penghasilan yang lain (yang dikenakan tarif umum) yang bersifat final sesuai dengan PPh pasal 4 (2) .

B. Sekuritas

Sekuritas dalam bentuk surat berharga, misalnya saham dan obligasi yang mudah dijualbelikan merupakan bentuk investasi sementara untuk memanfaatkan dana yang tidak dipergunakan (secondary cash reserves) .

Sekuritas dapat berbentuk : saham (sekuritas ekuitas) obligasi

sekuritas lainnya 1. Saham

a) Bentuk terdiri dari 2 jenis yaitu saham biasa dan saham preferen

b) Sebagaimana pada akuntansi komersial, pada saat pembelian nilai saham dicatat sebesar harga perolehan

(4)

0452F- Akuntansi Perpajakan  

c) Penghasilan dari saham berupa:

Dividen (tunai, saham atau harta)

Saham bonus (dari revaluasi aktiva atau kapitalisasi agio)

Dari hak membeli emisi saham perusahaan (stock warrants,preemptive right, right issue) dan

Keuntungan karena pelepasan (capital gain)

Selain capital gains, apabila sekuritas saham dimiliki wp badan maka sesuai dengan ketentuan Pasal 4 ayat (3) huruf (f) UU PPh penghasilan dividen tidak dikenakan pajak dengan syarat :

(1) Dividen berasal dari laba yang ditahan dan

(2) Bagi perseroan terbatas, BUMN dan BUMD penerima dividen

Perpajakan atas dividen pasal 23 UU PPh

Dividen

Tariff : l5 % Penghasilan Bruto

Merupakan bagian laba yang diperoleh pemegang sahm atau pemegang polish asuransi

Pengertian sangat luas, dalam bentuk apapun

UU Pajak dapat menetapkan adanya Dividen Terselubung. Bagian laba yang dibayarkan kepada karyawan bukan dividen.

(5)

0452F- Akuntans   P P

  

T

     

si Perpajakan Beberapa b l. Pembayar 2. Pemberia kapitalisa 3.Pembayar keuntunga 4.Pengeluar biaya peru Contoh div embayaran B engenaan PP

• Ba

ka

Tida

dala

      Belum

Terutang

      Belum

      Belum

       Belu

n bentuk divide ran kembali k n Saham bon asi agio. a kembali mo an, kecuali se an perusahaa usahaan. viden terseleb Bunga Pinjam Ph pasal 23 a

agian la

aryawan

ak boleh

am PPh 

m Tbk (Go

g Saat diu

RUPS 

m Tbk (Go

m Tbk (Go

m Tbk (G

en sebagaima karena likuida nus tanpa peny

odal di setor, j ebagai akibat an untuk kepe bung man Kepada P atas Dividen

ba yang

n bukan

h dibiay

badan

o Public)

umumkan

o Public)

o Public)

Go Public)

ana penjelasan asi yang mele yetoran. Term

jika dalam tah pengecilan m erluan pribad emegang Sah

g dibag

n divide

yakan 

 

  

 

n pasal 4 ayat ebihi jumlah masuk saham hun-tahun lam modal dasar ya di pemegang ham yang me

ikan kep

n

      Sudah

  Terutan

hak (r

      Sudah

      Sudah

      Sudah

t 1 (g) UU PP modal diseto m bonus dari mpau diperole ang dilakukan dibebankan elebihi kewaj

pada 

h Tbk (Go

ng Saat pe

recording

h Tbk (Go

h Tbk (Go

h Tbk (Go

Ph or eh n secara sah. n sebagai aran

o Public)

enentuan

g date) 

o Public)

o Public)

o Public)

(6)

0452F- Akuntans   • Perse • Bada • Bada Ke

BE

CAD

si Perpajakan

WP B

WP P

WP L

Pajak

Pem

paja

eroan Terba an Usaha Mi an Usaha Mi epemilikan S Minimal 25

ERASAL DA

DANGAN LA

DITAHAN

TIDA

n

Badan den

Pribadi de

Luar Nege

k  penghas

beri divide

k tanggal 1

DIVID

atas  lik Negara  lik Daerah  Saham  5% 

ARI 

ABA 

 

AK DIPOT

ngan syarat

ngan terut

ri terutang

silan tidak 

en menerb

10 bulan be

DEN/SHU

Yang D

KOPERA ANGGO KOPER

TONG PPh

t tertentu t

tang pajak 

g pajak 20%

boleh dita

bitkan bukt

erikutnya

U/PEMBA

Diterima O

ASI/  OTA  RASI  (tdP P F

h 23

tidak terut

10% Final 

%

nggung pe

ti potong d

AGIAN LA

Oleh 

Anggota  Perkumpula dk bersaham Perkumpulan Firma, Kongs KIK

tang  pajak

(PP 19 thn

emberi divi

dan menyet

BA 

n  m),  n,  si,  Divi dite oran

    

n 2009)

iden

torkan 

iden yang  erima oleh  ng pribadi 

 FINAL 

(7)

0452F- Akuntansi Perpajakan  

Dividen yang dibagi oleh CV yang modalnya tidak terbagi atas saham : Atas pembagian dividen tersebut akan dilakukan jurnal sebagai berikut :

Laba di tahan xxxx

Dividen xxxx

Dividen xxxx

Kas/Bank xxxx

Dividen yang dibagi oleh Perseroan Terbatas yang modalnya tidak dibagi atas saham

Pembagian dividen tersebut oleh PT akan dilakukan jurnal sebagai berikut :

Laba ditahan xxxx Dividen xxxx Dividen xxxx Kas/Bank xxxx Utang PPh pasal 17 xxxx Utang PPh pasal 17 xxxx Kas/Bank xxxx 2.Obligasi

Obligasi adalah surat utang atau surat utang negara yang berjangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan

Bunga Obligasi adalah Imbalan yang diterima dan/atau diperoleh pemegang obligasi dalam bentuk bunga dan diskonto . Berdasarkan PP 16 tahun 2009,

a. Bunga dari Obligasi dengan kupon (interest bearing debt securities) sebesar:

l) 15% (lima belas persen), bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap (BUT);

(8)

0452F- Akuntansi Perpajakan  

Penghindaran Pajak Berganda (P3B) yang berlaku, bagi Wajib Pajak

Luar Negeri selain BUT, dari jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan Obli gasi (holding Period)

b. Diskonto dari obligasi dengan kupon sebesar:

l) 15% (lima belas persen), bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap (BUT);

2) 20% (dua puluh persen) atau tarif sesuai ketentum Penghindaran Pajak Berganda (P3B) yang berlaku, bagi bagi Wajib pajak Luar Negeri selain

BUT, dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal atas harga perolehan obligasi, tidak termasuk bunga berjalan ( interest)

c. Diskonto dari obligasi tanpa bunga (non-interest bearing debt securities) sebesar :

1) 15 % (lima belas persen), bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap (BUT);

2) 20% (dua puluh persen) atau tarif sesuai ketentuan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) yang berlaku, bagi Wajib Pajak Luar Negeri selain BUT,dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi

d. Bunga dan/atau diskonto dari obligasi yang diterima dan/atau diperoleh Wajib Pajak reksadana yang terdaftar pada Badan Pengawas Pasar Modal

dan Lembaga Keuangan sebesar :

1 ) 0% (nol persen) untuk tahun 2009 sampai dengan tahun 2010 2) 5 % (lima persen) untuk tahun 2011 sampai dengan tahun 2013; dan

(9)

0452F- Akuntans   C. Depo Perat Pengecua PP. no 1 200 PP. no 1 200 PP. no 1 200 si Perpajakan 3) osito turan pemeri alian: a. Bunga depos yang b. Bunga Indon c. Bunga pendir sumbe d. Bunga kaveli dihun 131 th  00

• M

de

In

131 th  00

• Te

di

ke

In

131 th  00

• D

SE

n ) 15% (lima intah no. l3l a deposito ito/tabungan dipecah-pe a dan disko nesia atau ca a dan disko riannya telah er pendapata a tabungan

ing siap ban i sendiri.

Mengatur p

eposito da

ndonesia

ermasuk bu

i luar nege

edudukan d

ndonesia

IKENAKAN

ESUAI TAX 

belas persen tahun 2000 o dan tab n/SBl tidak cah onto yang d abang bank onto yang h disahkan an sebagaima pada bank ngun untuk

engenaan 

n bunga ta

unga dari d

ri melalui 

di Indones

N PPh  FINA

TREATY

n) untuk tahu bungan se k melebihi R diterima atau luar negeri diterima a oleh Menke ana dimaks k yang ditu RS dan RSS

Pajak Peng

abungan se

deposito / 

bank yang

sia atau cab

AL 20% DAR

un 2014 dan rta diskon Rp. 7.500.0 u diperoleh di Indonesia atau diperol eu sepanjang sud dalam U unjuk pemer S, atau ruma

ghasilan be

erta diskon

tabungan 

 didirikan a

bang bank 

RI JUMLAH

n seterusnya. nto, sepanj 000,- dan b bank yang a eh Dana P g dananya d UU Dana Pen rintah dalar ah susun sed

erupa bun

nto sertifik

yang ditem

atau berte

luar neger

H BRUTO/ T

jang jumla bukan jumla g didirikan d Pensiun yan diperoleh da nsiun . rn dan RSS derhana untu

ga 

at Bank 

mpatkan 

mpat 

ri di 

TARIF 

ah ah di ng ari S, uk

(10)

0452F- Akuntansi Perpajakan  

Contoh :

Pada tanggal 31 Desember 2010, PT Pandawa setelah menerima bunga dari Emiten menjual seluruh obligasi yang dmilikinya kepada PT Ceriwis melalui Bank Pundi Nasional selaku pedagang perantara (broker) dengan harga jual Rp 10.500.000,- per lembar. Penjualan obligasi tersebut dilaporkan ke Bursa Efek.

Bagi PT Pendawa, sebagai penjual, terdapat penghasilan berupa premium sebesar Rp 5.000.000 yang akan dipotong PPh Pasal 4 (2) sebesar 20% atau sebesar Rp 1.000.000 oleh yang membayarkannya.

Bagi Bank Pundi Nasional sebagai broker dan sekaligus pembayar, terhadap pembayaran kepada PT Pendawa dilakukan jurnal sbb :

Piutang obligasi Rp 105.000.000

Kas/Bank Rp 104.000.000

Utang PPh Pasal 4 (2) Rp 1.000.000

D. Wesel Tagih

Untuk tujuan perpajakan , selain penyelenggaraan administrasi piutang yang teratur sebelum terdapat ketentuan khusus praktek Akuntansi komersial wesel dapat diikuti. Sebagai kertas berharga, sama dengan sekuritas, wesel tagih dapat diperjualbelikan sebelum tanggal jatuh tempo. Selisih antara hasil penjualan dan jumlah yang akan dibayar pada saat jatuh tempo merupakan diskonto (bunga yang diperhitungkan di muka) dan penghasilan bagi pelepas wesel.

Dalam Undang-undang PPh penghasilan bunga yang berupa (bunga) diskonto merupakan objek potongan PPh pasal 23 (WP DN) dan PPh Pasal 26 (WP LN) .

E. Piutang Usaha

Piutang usaha meliputi piutang yang timbul karena penjualan produk atau penyerahan jasa dari kegiatan usaha normal perusahaan. Piutang usaha terjadi karena penjualan barang atau penyerahan jasa.

(11)

0452F- Akuntansi Perpajakan  

Pajak Pertambahan Nilai (PPn)

Kalau wajib pajak sekaligus merupakan pengusaha kena pajak, wajib pajak

(pengusaha) itu wajib memungut PPn ata penyerahan barang dan jasa kena pajak yang dilakukannya.

Pajak Penghasilan (PPh)

Ketentuan pajak tidak memperkenankan pembentukan cadangan penghapusan, tapi lebih realiatas dan memberlakukan metode penghapusan piutang langsung (direct written of) Tetapi untuk jenis usaha tertentu (bank) dan asuransi memperkenankan pembentukan cadangan, sesuai dengan SK MK No. 80/KMK.04/1995. Akan tetapi sejak 1998, ketentuan pencadangan penghapusan piutang industri perbankan sudah mengikuti ketentuan dari Bank Indonesia sehingga pajak tidak mengatur secara khusus.

Peraturan terkait : 105/PMK.03/2009

F. Persediaan

Persediaan merupakan salah satu aset yang penting bagi suatu entitas baik perusahaan ritel, manufaktur, jasa, maupun entitas lainnya. PSAK 14 (revisi 2008) mendefinisikan persediaan sebagai aset yang :

(i) Tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha biasa (ii) Dalam proses produksi untuk penjualan tersebut

(iii) Dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa

Dalam menghitung jumlah (unsur ) persediaan sering terdapat barang yang masih dalam perjalanan (in transit) dan yang berada di tempat pihak lain (konsinyasi)

Penilaian harga pokok persediaan barang menurut ketentuan pasal 10 ayat (6) UU PPh pada dasarnya diperkenankan berdasarkan harga perolehan (historical cost) mula-mula. Sedangkan penentuan nilai pemakaian persediaan barang atau yang biasa dikenal dengan harga pokok (HPP) hanya diperbolehkan atas harga perolehan barang :

(12)

0452F- Akuntansi Perpajakan  

Yang dilakukan secara rata-rata (average method) ; atau

Dengan cara mendahulukan persediaan yang diperoleh pertama (FIFO method)

Dengan kriteria tersebut di atas WP tidak diperkenankan menggunakan metode penilaian mana yang lebih rendah antara harga perolehan dan harga pasar (LOCOM) , ataupun penentuan HPP dengan menggunakan metode yang lebih mendahulukan persediaan yang diperoleh terakhir (LIFO method)

G. Biaya dibayar dimuka

Biaya dibayar dimuka merupakan biaya yang telah terjadi yang akan dihunakan untuk aktivitas perusahaan yang akan datang (PSAK 9). Untuk tujuan perpajakan , pasal 11 (10) UU PPh menyebut biaya yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun diamortisasi untuk golongan 1 (50%), golongan 2 (25%)

(13)

0452F- Akuntansi Perpajakan  

SIMPULAN

Ketentuan perpajakan untuk kas dan bank tidak mengatur secara rinci. Jadi, praktik Akuntansi komersial dapat diikuti sepenuhnya. Kalau terdapat bunga di rekening giro, Akuntansi komersial akan mencatatnya sebagai penghasilan. Sesuai dengan ketentuan perpajakan bunga dikenakan pajak penghasilan dengan tarif final 20 % dari penghasilan bruto (sesuai tax treaty) dan tidak boleh digabung dengan penghasilan yang lain (yang dikenakan tarif umum) yang bersifat final sesuai dengan PPh pasal 4 (2) .

Bagi penerima dividen dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan juga pembagian sisa hasil koperasi merupakan penghasilan kena pajak baik yang dikenakan PPh secara final ataupun tidak.

Atas bunga obligasi dengan kupon dikenakan PPh sebesar :

a. 15% (lima belas persen) bagi wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap (BUT)

b. 20% (dua puluh persen) atas tarif sesuai ketentuan P3B yang berlaku, bagi wajib pajak penduduk/berkedudukan di luar negeri, tidak termasuk bunga berjalan (accrued interest)

(14)

0452F- Akuntansi Perpajakan  

DAFTAR PUSTAKA

1. Gunadi, (2009), Akuntansi Pajak, PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Bab IV 2. UU PPh No 36 Tahun 2008

3. Peraturan Pemerintah no 16 tahun 2009 4. Peraturan Pemerintah no 131 tahun 2000 5. Peraturan terkait : 105/PMK.03/2009

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang, bahwa dalam pasal 14 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tetntang perlindungan anak dijelaskan bahwa setiap anak berhak diasuh oleh orang tuanya sendiri, kecuali jika

Strategi ini menyadari bahwa membina hubungan jangka panjang dengan pelanggan adalah suatu strategi yang bagus, karena mempertahankan pelanggan yang sudah ada biasanya

Tingkatan tersebut berdasarkan dari peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan dengan lima langkah pemecahan masalah Newman yaitu membaca (reading), memahami

Daripada keseluruhan responden yang menjawab soalan kaji selidik seramai 398 responden (71.6%) menyatakan mereka mendapatkan maklumat tentang maksud dan pengertian konsep

Pengangkatan anggota Dewan Komisaris untuk jangka waktu terhitung sejak tanggal yang ditetapkan oleh RUPS yang mengangkatnya dan berakhir pada penutupan RUPS Tahunan ke-3 (tiga) pada

Penelitian ini adalah studi empiris untuk mengetahui pengaruh tingkat religiusitas dan persepsi terhadap minat menabung pada santri pondok pesantren Al- Munawwir krapyak di

Berdasarkan uraian fenomena yang terjadi di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat sebagaimana diuraikan diatas, maka disiplin kerja dapat mempengaruhi kinerja pegawai, sehingga

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswapada pembelajaran modelAudiotory Intellectualy Repetition berbantuan