Makalah Tentang HIV-AIDS

15 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

AMALIAH CHAIRUL NUSU

AMALIAH CHAIRUL NUSU

70200110007

70200110007

KESMAS A

KESMAS A

UIN ALAUDDIN MAKASSAR UIN ALAUDDIN MAKASSAR FAKULTAS ILMU KESEHATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN

KESEHATAN MASYARAKAT KESEHATAN MASYARAKAT

2011 2011

(2)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

1.1

1.1 Latar BelakangLatar Belakang

Di abad ke-21 sekarang, hampir seluruh penghuni alam semseta ini Di abad ke-21 sekarang, hampir seluruh penghuni alam semseta ini didera yang namanya efek globalisasi, tak terkecuali masalah kesehatan. Di didera yang namanya efek globalisasi, tak terkecuali masalah kesehatan. Di negara-negara berkembang, masalah kesehatan merupakan salah satu prioritas negara-negara berkembang, masalah kesehatan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah setelah masalah kemiskinan. Dalam bidang kesehatan, utama pemerintah setelah masalah kemiskinan. Dalam bidang kesehatan, seiring berkembangnya era globalisasi, masalah-masalah penyakit kian seiring berkembangnya era globalisasi, masalah-masalah penyakit kian  bertambah

 bertambah banyak banyak bahkan bahkan bertambah bertambah rumit rumit dikalangan dikalangan masyarakat masyarakat dunia,dunia, seperti halnya penyakit HIV/AIDS. Di zaman modern sekarang ini, siapa yang seperti halnya penyakit HIV/AIDS. Di zaman modern sekarang ini, siapa yang tidak kenal dengan penyakit HIV/AIDS. Penyakit menular ini sudah sangat tidak kenal dengan penyakit HIV/AIDS. Penyakit menular ini sudah sangat  populer

 populer dikalangan dikalangan masyarakat masyarakat luas, luas, disamping disamping karena karena belum belum ada ada obatnyaobatnya  juga

 juga karena karena akibat akibat yang yang ditimbulkan ditimbulkan yaitu yaitu kematian. kematian. Oleh Oleh karena karena itu,itu, HIV/AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti hingga saat ini. HIV/AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti hingga saat ini. Munculnya perlakuan diskriminatif terhadap penderita HIV/AIDS sudah Munculnya perlakuan diskriminatif terhadap penderita HIV/AIDS sudah merupakan hal yang wajar dikalangan masyarakat, misalnya saja perlakuan merupakan hal yang wajar dikalangan masyarakat, misalnya saja perlakuan tidak adil karena kondisi fisik atau bahkan dikucilkan dari masyarakat. tidak adil karena kondisi fisik atau bahkan dikucilkan dari masyarakat. Persepsi ini semakin berkembang bahkan meluas dikalangan masyarakat Persepsi ini semakin berkembang bahkan meluas dikalangan masyarakat hingga saat ini. Padahal pasien penderita HIV/AIDS tidak seharusnya kita hingga saat ini. Padahal pasien penderita HIV/AIDS tidak seharusnya kita hindari, tetapi penyakitnya yang mesti kita hindari. Persepsi masyarakat inilah hindari, tetapi penyakitnya yang mesti kita hindari. Persepsi masyarakat inilah yang harus kita kaji kembali.

yang harus kita kaji kembali.

1.2

1.2 Rumusan MasalahRumusan Masalah 1)

1) Bagaimana stigma-stigma yang berkembang dimasyarakat terhadapBagaimana stigma-stigma yang berkembang dimasyarakat terhadap  penularan HIV/AIDS?

 penularan HIV/AIDS? 2)

(3)

BAB II BAB II

ISI ISI

2.1

2.1 Stigma-stigma terhadap Penularan HIV/AIDSStigma-stigma terhadap Penularan HIV/AIDS

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, sebuah HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. AIDS singkatan dari virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. AIDS singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome.

Acquired Immuno Deficiency Syndrome. AIDS merupakan penyakit yangAIDS merupakan penyakit yang  paling

 paling ditakuti ditakuti pada pada saat saat ini. ini. HIV, HIV, virus virus yang yang menyebabkan menyebabkan penyakit penyakit ini,ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit menjadi berkurang. Seseorang yang positif mengidap HIV, serangan penyakit menjadi berkurang. Seseorang yang positif mengidap HIV,  belum

 belum tentu tentu mengidap mengidap AIDS. AIDS. Banyak Banyak kasus kasus di di mana mana seseorang seseorang positif positif  mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang lama. mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang lama.  Namun, HIV yang

 Namun, HIV yang ada pada ada pada tubuh seseorang akatubuh seseorang akan terus merusak sistem imun.n terus merusak sistem imun. Akibatnya, virus, jamur dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi Akibatnya, virus, jamur dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi sangat berbahaya karena rusaknya sistem imun tubuh.

sangat berbahaya karena rusaknya sistem imun tubuh.

Setelah dinyatakan positif terkena HIV biasanya ada masa 5-10 tahun Setelah dinyatakan positif terkena HIV biasanya ada masa 5-10 tahun virus ini benar-benar bisa 'melumpuhkan' penderitanya. AIDS timbul sebagai virus ini benar-benar bisa 'melumpuhkan' penderitanya. AIDS timbul sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV di dalam tubuh manusia. Meski kini dampak berkembangbiaknya virus HIV di dalam tubuh manusia. Meski kini dengan terapi ARV (Antiretroviral) penderita HIV AIDS bisa berumur  dengan terapi ARV (Antiretroviral) penderita HIV AIDS bisa berumur   panjang bersama penyakitnya.

 panjang bersama penyakitnya.

Setelah virus memasuki tubuh, maka virus akan berkembang dengan Setelah virus memasuki tubuh, maka virus akan berkembang dengan cepat. Virus ini akan menyerang limfosit CD4 (sel T) dan menghancurkan cepat. Virus ini akan menyerang limfosit CD4 (sel T) dan menghancurkan sel-sel darah putih sehingga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Orang sel darah putih sehingga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Orang dengan HIV akan memiliki jumlah sel darah putih yang kecil.

dengan HIV akan memiliki jumlah sel darah putih yang kecil.

Virus HIV membutuhkan sel-sel kekebalan kita untuk berkembang biak. Virus HIV membutuhkan sel-sel kekebalan kita untuk berkembang biak. Secara alamiah sel kekebalan kita akan dimanfaatkan, bisa diibaratkan seperti Secara alamiah sel kekebalan kita akan dimanfaatkan, bisa diibaratkan seperti mesin fotocopy. Namun virus ini akan merusak mesin fotocopynya setelah mesin fotocopy. Namun virus ini akan merusak mesin fotocopynya setelah

(4)

mendapatkan hasil copy virus baru dalam jumlah yang cukup banyak. mendapatkan hasil copy virus baru dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga lama-kelamaan sel kekebalan kita habis dan jumlah virus menjadi Sehingga lama-kelamaan sel kekebalan kita habis dan jumlah virus menjadi sangat banyak.

sangat banyak.

Berikut adalah cara penularan virus HIV: Berikut adalah cara penularan virus HIV:

Pada Pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa AIDS muncul Pada Pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa AIDS muncul setelah virus (HIV) menyerang sistem kekebalan tubuh kita selama lima setelah virus (HIV) menyerang sistem kekebalan tubuh kita selama lima hingga sepuluh tahun atau lebih.

hingga sepuluh tahun atau lebih.

HIV terdapat dalam sebagian cairan tubuh,

HIV terdapat dalam sebagian cairan tubuh, yaitu:yaitu:

1.

1. DarahDarah 2.

2. Air maniAir mani 3.

3. Cairan vaginaCairan vagina 4.

4. Air susu ibu (ASI)Air susu ibu (ASI)

HIV menular melalui: HIV menular melalui:

1.

1. Bersenggama yang membiarkan darah, air mani, atau cairan vaginaBersenggama yang membiarkan darah, air mani, atau cairan vagina dari orang HIV-positif masuk ke aliran darah orang

dari orang HIV-positif masuk ke aliran darah orang yang belumyang belum terinfeksi (yaitu senggama yang dilakukan tanpa kondom melalui terinfeksi (yaitu senggama yang dilakukan tanpa kondom melalui vagina atau dubur; juga melalui mulut, walau dengan kemungkinan vagina atau dubur; juga melalui mulut, walau dengan kemungkinan kecil).

kecil). 2.

2. Memakai jarum suntik yang bekas pakai orang lain, dan yangMemakai jarum suntik yang bekas pakai orang lain, dan yang mengandung darah yang terinfeksi HIV.

mengandung darah yang terinfeksi HIV. 3.

3. Menerima transfusi darah yang terinfeksi HIV.Menerima transfusi darah yang terinfeksi HIV. 4.

4. Dari ibu HIV-positif ke bayi dalam kandungan, waktu melahirkan, danDari ibu HIV-positif ke bayi dalam kandungan, waktu melahirkan, dan  jika menyusui sendiri.

 jika menyusui sendiri.

Biasakan mempunyai sikat gigi dan pisau cukur sendiri, karena selain Biasakan mempunyai sikat gigi dan pisau cukur sendiri, karena selain untuk kebersihan pribadi, jika terdapat darah akan ada risiko penularan untuk kebersihan pribadi, jika terdapat darah akan ada risiko penularan

(5)

dengan virus lain yang diangkut aliran darah (seperti hepatitis), bukan hanya dengan virus lain yang diangkut aliran darah (seperti hepatitis), bukan hanya HIV.

HIV.

HIV tidak menular melalui: HIV tidak menular melalui:

1.

1. Bersalaman, berpelukanBersalaman, berpelukan 2.

2. BerciumanBerciuman 3.

3. Batuk, bersinBatuk, bersin 4.

4. Memakai peralatan rumah tangga seperti alat makan, telepon, kamar Memakai peralatan rumah tangga seperti alat makan, telepon, kamar  mandi, WC, kamar tidur, dll.

mandi, WC, kamar tidur, dll. 5.

5. Gigitan nyamuk Gigitan nyamuk  6.

6. Bekerja, bersekolah, berkendaraan bersamaBekerja, bersekolah, berkendaraan bersama 7.

7. Memakai fasilitas umum misalnya kolam renang, WC umum, Memakai fasilitas umum misalnya kolam renang, WC umum, sauna,sauna, dll.

dll.

HIV tidak dapat menular melalui udara. Virus ini juga cepat mati jika HIV tidak dapat menular melalui udara. Virus ini juga cepat mati jika  berada

 berada di di luar luar tubuh. tubuh. Virus Virus ini ini dapat dapat dibunuh dibunuh jika jika cairan cairan tubuh tubuh yangyang mengandungnya dibersihkan dengan cairan pemutih (bleach) seperti Bayclin mengandungnya dibersihkan dengan cairan pemutih (bleach) seperti Bayclin atau Chlorox, atau dengan sabun dan air. HIV tidak dapat diserap oleh kulit atau Chlorox, atau dengan sabun dan air. HIV tidak dapat diserap oleh kulit yang tidak luka.

yang tidak luka.

Dengan mengetahui sedikit tentang cara penyebaran dan penularan Dengan mengetahui sedikit tentang cara penyebaran dan penularan HIV/AIDS dalam tubuh manusia, kita dapat membayangkan betapa kejamnya HIV/AIDS dalam tubuh manusia, kita dapat membayangkan betapa kejamnya virus HIV ini. Sampai kini, mendengar kata HIV/AIDS seperti momok yang virus HIV ini. Sampai kini, mendengar kata HIV/AIDS seperti momok yang mengerikan. Oleh karena itu, Masyarakat hingga sekarang, masih belum bisa mengerikan. Oleh karena itu, Masyarakat hingga sekarang, masih belum bisa menerima dengan total keberadaan penderita Orang dengan HIV AIDS menerima dengan total keberadaan penderita Orang dengan HIV AIDS (ODHA). Vonis masyarakat terhadap penderita ini masih saja buruk. Padahal, (ODHA). Vonis masyarakat terhadap penderita ini masih saja buruk. Padahal, sudah banyak pihak yang berupaya menjelaskan kalau ODHA tak perlu sudah banyak pihak yang berupaya menjelaskan kalau ODHA tak perlu dijauhi. Tapi, tetap saja masyarakat ragu.

(6)

Anggapan masyarakat masih saja menganggap kalau penyakit ini Anggapan masyarakat masih saja menganggap kalau penyakit ini merupakan penyakit menular. Begitupun bila masyarakat menganggap bahwa merupakan penyakit menular. Begitupun bila masyarakat menganggap bahwa HIV/AIDS adalah penyakit yang berbahaya. Namun, yang perlu HIV/AIDS adalah penyakit yang berbahaya. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah pemahaman masyarakat mengenai poses penularan digarisbawahi adalah pemahaman masyarakat mengenai poses penularan  penyakit

 penyakit ini. ini. Itu Itu yang yang penting penting untuk untuk disosialisasikan, disosialisasikan, Dalam Dalam hal hal ini ini upayaupaya semua pihak yang konsern terhadap penyakit ini boleh dibilang berhasil. semua pihak yang konsern terhadap penyakit ini boleh dibilang berhasil. Artinya, masyarakat menjadi tahu dan sadar bahwa ini adalah penyakit Artinya, masyarakat menjadi tahu dan sadar bahwa ini adalah penyakit menular yang berbahaya.

menular yang berbahaya.

Penyakit ini sudah seperti doktrin di kepala masyarakat. Dahulu kala, Penyakit ini sudah seperti doktrin di kepala masyarakat. Dahulu kala,  penyakit

 penyakit ini ini dianggap dianggap sebagai sebagai penyakit penyakit kutukan kutukan oleh oleh masyarakat. masyarakat. Dan Dan harusharus diakui, bahwa doktrin itu masih lekat di kepala masyarakat. Sebetulnya, kalau diakui, bahwa doktrin itu masih lekat di kepala masyarakat. Sebetulnya, kalau mau bijaksana, tak ada yang salah dalam persoalanan ini. Masalahnya, mau bijaksana, tak ada yang salah dalam persoalanan ini. Masalahnya, kebanyakan masyarakat tidak paham secara keseluruhan mengenai penyakit kebanyakan masyarakat tidak paham secara keseluruhan mengenai penyakit ini. Yang masyarakat tahu, bahwa ini adalah penyakit menular yang ini. Yang masyarakat tahu, bahwa ini adalah penyakit menular yang  berbahaya,

 berbahaya, tanpa tanpa mengetahui mengetahui dengan dengan pasti pasti seperti seperti apa apa yang yang disebut disebut menular menular  dan berbahaya itu. Tapi tentu kita tidak bisa menyalahkan masyarakat juga. dan berbahaya itu. Tapi tentu kita tidak bisa menyalahkan masyarakat juga. Karena bila mau ditarik dari banyak sisi, tak semua masyarakat kita yang Karena bila mau ditarik dari banyak sisi, tak semua masyarakat kita yang  berpendidikan.

 berpendidikan.

Stigma (cap buruk) sering kali menyebabkan terjadinya diskriminasi Stigma (cap buruk) sering kali menyebabkan terjadinya diskriminasi dan pada gilirannya mendorong munculnya pelanggaran hak asasi dan pada gilirannya mendorong munculnya pelanggaran hak asasi manusia

manusia (HAM) ba(HAM) bagi gi orang orang yang denyang dengan gan HIV dHIV dan an AIDS AIDS dandan keluarganya. Stigma dan diskriminasi memperparah epidemi HIV dan keluarganya. Stigma dan diskriminasi memperparah epidemi HIV dan AIDS. Mereka menghambat usaha pencegahan dan perawatan dengan AIDS. Mereka menghambat usaha pencegahan dan perawatan dengan memelihara kebisuan dan penyangkalan tentang HIV dan AIDS seperti memelihara kebisuan dan penyangkalan tentang HIV dan AIDS seperti  juga mendorong

 juga mendorong keterpinggiran orang keterpinggiran orang yang hidup yang hidup dengan HIV dengan HIV dan AIDSdan AIDS dan mereka yang rentan terhadap infeksi HIV.

(7)

Stigma berhubungan dengan kekuasaan dan dominasi dalam Stigma berhubungan dengan kekuasaan dan dominasi dalam masyarakat. Pada puncaknya, stigma akan menciptakan, dan ini didukung masyarakat. Pada puncaknya, stigma akan menciptakan, dan ini didukung oleh, ketidaksetaraan sosial. Stigma berurat akar di dalam struktur masyarakat oleh, ketidaksetaraan sosial. Stigma berurat akar di dalam struktur masyarakat dan norma-norma serta nilai-nilai yang mengatur kehidupan sehari-hari. Ini dan norma-norma serta nilai-nilai yang mengatur kehidupan sehari-hari. Ini menyebabkan beberapa kelompok menjadi kurang dihargai dan merasa malu, menyebabkan beberapa kelompok menjadi kurang dihargai dan merasa malu, sedangkan kelompok lainnya merasa superior.

sedangkan kelompok lainnya merasa superior.

Diskriminasi terjadi ketika pandangan negatif mendorong orang atau Diskriminasi terjadi ketika pandangan negatif mendorong orang atau lembaga untuk memperlakukan seseorang secara tidak adil yang didasarkan lembaga untuk memperlakukan seseorang secara tidak adil yang didasarkan  pada

 pada prasangka prasangka mereka mereka akan akan status status HIV HIV seseorang. seseorang. Contoh-contohContoh-contoh diskriminasi meliputi para staf rumah sakit atau penjara yang menolak  diskriminasi meliputi para staf rumah sakit atau penjara yang menolak  memberikan pelayanan kesehatan kepada orang yang hidup dengan HIV dan memberikan pelayanan kesehatan kepada orang yang hidup dengan HIV dan AIDS; atasan yang memberhentikan pegawainya berdasarkan status atau AIDS; atasan yang memberhentikan pegawainya berdasarkan status atau  prasangka

 prasangka akan akan status status HIV HIV mereka; mereka; atau atau keluarga/masyarakat keluarga/masyarakat yang yang menolak menolak  mereka yang hidup, atau dipercayai hidup, dengan HIV dan AIDS. Tindakan mereka yang hidup, atau dipercayai hidup, dengan HIV dan AIDS. Tindakan diskriminasi semacam itu adalah sebuah bentuk pelanggaran HAM. diskriminasi semacam itu adalah sebuah bentuk pelanggaran HAM. Stigma dan diskriminasi dapat terjadi di mana saja dan

Stigma dan diskriminasi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja.kapan saja.

Stigma dan diskriminasi yang dihubungkan dengan penyakit Stigma dan diskriminasi yang dihubungkan dengan penyakit menimbulkan efek psikologis berat tentang bagaimana orang yang hidup menimbulkan efek psikologis berat tentang bagaimana orang yang hidup dengan HIV dan AIDS melihat diri mereka sendiri. Hal ini bisa mendorong, dengan HIV dan AIDS melihat diri mereka sendiri. Hal ini bisa mendorong, dalam beberapa kasus, terjadinya depresi, kurangnya penghargaan diri, dan dalam beberapa kasus, terjadinya depresi, kurangnya penghargaan diri, dan keputusasaan. Stigma dan diskriminasi juga menghambat upaya pencegahan keputusasaan. Stigma dan diskriminasi juga menghambat upaya pencegahan dengan membuat orang takut untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi atau dengan membuat orang takut untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi atau tidak. Bisa pula menyebabkan mereka yang telah terinfeksi meneruskan tidak. Bisa pula menyebabkan mereka yang telah terinfeksi meneruskan  praktik

 praktik seksual seksual tidak tidak aman aman karena karena takut takut orang-orang orang-orang akan akan curiga curiga terhadapterhadap status HIV mereka. Akhirnya, orang yang hidup dengan HIV dan AIDS status HIV mereka. Akhirnya, orang yang hidup dengan HIV dan AIDS dilihat sebagai masalah, bukan sebagai bagian dari solusi untuk mengatasi dilihat sebagai masalah, bukan sebagai bagian dari solusi untuk mengatasi epidemi ini.

(8)

Stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV dan Stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV dan AIDS disebabkan karena kurangnya informasi yang benar tentang cara AIDS disebabkan karena kurangnya informasi yang benar tentang cara  penularan

 penularan HIV, HIV, adanya adanya ketakutan ketakutan terhadap terhadap HIV HIV dan dan AIDS, AIDS, dan dan fakta fakta AIDSAIDS sebagai penyakit mematikan.

sebagai penyakit mematikan.

Hingga saat ini sikap dan pandangan masyarakat terhadap

Hingga saat ini sikap dan pandangan masyarakat terhadap orang orang   yang

 yang hidup hidup dengan dengan HIV HIV dan dan AIDS AIDS  sangat buruk sehingga melahirkansangat buruk sehingga melahirkan  permasalahan

 permasalahan serta serta tindakan tindakan yang yang melukai melukai fisik fisik maupun maupun mental mental bagi bagi orangorang yang hidup dengan HIV dan AIDS bahkan keluarga dan orang-orang yang hidup dengan HIV dan AIDS bahkan keluarga dan orang-orang terdekatnya.

terdekatnya.

Sesungguhnya hak orang yang hidup dengan HIV dan AIDS sama Sesungguhnya hak orang yang hidup dengan HIV dan AIDS sama seperti manusia lain, tetapi karena ketakutan dan kekurangpahaman seperti manusia lain, tetapi karena ketakutan dan kekurangpahaman masyarakat, hak orang yang hidup dengan HIV dan AIDS sering dilanggar. masyarakat, hak orang yang hidup dengan HIV dan AIDS sering dilanggar.

Hak asasi manusia itu di antaranya adalah memiliki dan Hak asasi manusia itu di antaranya adalah memiliki dan mendapatkan privasi, kemerdekaan, keamanan serta kebebasan berpindah, mendapatkan privasi, kemerdekaan, keamanan serta kebebasan berpindah,  bebas

 bebas dari dari kekejaman, kekejaman, penghinaan penghinaan (tindakan (tindakan menurunkan menurunkan martabat martabat atauatau  pengucilan),

 pengucilan), bekerja bekerja (termasuk (termasuk terbukanya terbukanya kesempatan kesempatan yang yang sama),sama), mendapatkan pendidikan serta menjalin mitra jaringan, keamanan sosial dan mendapatkan pendidikan serta menjalin mitra jaringan, keamanan sosial dan  pelayanan,

 pelayanan, kesetaraan kesetaraan perlindungan perlindungan dalam dalam hukum, hukum, menikah menikah dan dan berkeluarga,berkeluarga, endapatkan perawatan, dan masih banyak lagi. Selain hak, orang yang hidup endapatkan perawatan, dan masih banyak lagi. Selain hak, orang yang hidup dengan HIV dan AIDS juga mempunyai kewajiban seperti menjaga kesehatan, dengan HIV dan AIDS juga mempunyai kewajiban seperti menjaga kesehatan, tidak menularkan ke orang lain, mencari informasi dan lain-lain.

tidak menularkan ke orang lain, mencari informasi dan lain-lain.

Perbedaan antara orang yang hidup dengan HIV dan AIDS dan Perbedaan antara orang yang hidup dengan HIV dan AIDS dan orang yang tidak terinfeksi adalah orang yang hidup dengan HIV dan orang yang tidak terinfeksi adalah orang yang hidup dengan HIV dan AIDS memiliki virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuhnya. Selain AIDS memiliki virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuhnya. Selain itusecara sepintas kita tidak dapat membedakan antara seseorang yang itusecara sepintas kita tidak dapat membedakan antara seseorang yang memiliki status HIV positif dengan orang yang tidak terinfeksi. Status HIV memiliki status HIV positif dengan orang yang tidak terinfeksi. Status HIV  positif

(9)

dilakukan dengan VCT (Voluntary Counseling and Testing), yaitu tes secara dilakukan dengan VCT (Voluntary Counseling and Testing), yaitu tes secara sukarela.

sukarela.

Selain itu kita hanya bisa tahu jika orang yang hidup dengan HIV Selain itu kita hanya bisa tahu jika orang yang hidup dengan HIV dan AIDS membuka status HIV positif-nya kepada kita dan kita mempunyai dan AIDS membuka status HIV positif-nya kepada kita dan kita mempunyai kewajiban untuk menjaga konfidensialitas (kerahasiaan) orang yang hidup kewajiban untuk menjaga konfidensialitas (kerahasiaan) orang yang hidup dengan HIV dan AIDS tersebut.

dengan HIV dan AIDS tersebut.

Hukuman sosial atau stigma oleh masyarakat di berbagai belahan dunia Hukuman sosial atau stigma oleh masyarakat di berbagai belahan dunia terhadap pengidap AIDS terdapat dalam berbagai cara, antara lain terhadap pengidap AIDS terdapat dalam berbagai cara, antara lain tindakan-tindakan pengasingan, penolakan,

tindakan pengasingan, penolakan, diskriminasi,diskriminasi, dan penghindaran atas orangdan penghindaran atas orang yang diduga terinfeksi HIV; diwajibkannya uji coba HIV tanpa mendapat yang diduga terinfeksi HIV; diwajibkannya uji coba HIV tanpa mendapat  persetujuan terlebih

 persetujuan terlebih dahulu dahulu atau patau perlindungan kerlindungan kerahasiaannya; dan erahasiaannya; dan penerapanpenerapan karantina terhadap orang-orang yang terinfeksi HIV. Kekerasan atau karantina terhadap orang-orang yang terinfeksi HIV. Kekerasan atau ketakutan atas kekerasan, telah mencegah banyak orang untuk melakukan tes ketakutan atas kekerasan, telah mencegah banyak orang untuk melakukan tes HIV, memeriksa bagaimana hasil tes mereka, atau berusaha untuk  HIV, memeriksa bagaimana hasil tes mereka, atau berusaha untuk  memperoleh perawatan; sehingga mungkin mengubah suatu sakit kronis yang memperoleh perawatan; sehingga mungkin mengubah suatu sakit kronis yang dapat dikendalikan menjadi "hukuman mati" dan menjadikan meluasnya dapat dikendalikan menjadi "hukuman mati" dan menjadikan meluasnya  penyebaran HIV.

 penyebaran HIV.

Stigma AIDS lebih jauh dapat dibagi menjadi

Stigma AIDS lebih jauh dapat dibagi menjadi tiga kategori:tiga kategori:

 Stigma instrumental AIDS Stigma instrumental AIDS - yaitu refleksi ketakutan dan keprihatinan atas- yaitu refleksi ketakutan dan keprihatinan atas hal-hal yang berhubungan dengan penyakit mematikan dan menular.

hal-hal yang berhubungan dengan penyakit mematikan dan menular.

 Stigma simbolis AIDS Stigma simbolis AIDS  - yaitu penggunaan HIV/AIDS untuk - yaitu penggunaan HIV/AIDS untuk  mengekspresikan sikap terhadap kelompok sosial atau gaya hidup tertentu mengekspresikan sikap terhadap kelompok sosial atau gaya hidup tertentu yang dianggap berhubungan dengan penyakit tersebut.

yang dianggap berhubungan dengan penyakit tersebut.

 Stigma kesopanan AIDS Stigma kesopanan AIDS  - yaitu hukuman sosial atas orang yang- yaitu hukuman sosial atas orang yang  berhubungan dengan isu HIV/AIDS atau orang yang positif HIV.

(10)

Stigma AIDS sering diekspresikan dalam satu atau lebih stigma, Stigma AIDS sering diekspresikan dalam satu atau lebih stigma, terutama yang berhubungan dengan

terutama yang berhubungan dengan homoseksualitas,homoseksualitas, biseksualitas,biseksualitas, pelacuran,pelacuran, dan penggunaan narkoba melalui suntikan.

dan penggunaan narkoba melalui suntikan. Di banyak 

Di banyak  negara maju,negara maju, terdapat penghubungan antara AIDS denganterdapat penghubungan antara AIDS dengan homoseksualitas atau biseksualitas, yang berkorelasi dengan tin

homoseksualitas atau biseksualitas, yang berkorelasi dengan tin gkat prasangkagkat prasangka seksual yang lebih tinggi, misalnya sikap-sikap anti homoseksual. Demikian seksual yang lebih tinggi, misalnya sikap-sikap anti homoseksual. Demikian  pula

 pula terdapat terdapat anggapan anggapan adanya adanya hubungan hubungan antara antara AIDS AIDS dengan dengan hubunganhubungan seksual antar laki-laki, termasuk bila hubungan terjadi antara pasangan yang seksual antar laki-laki, termasuk bila hubungan terjadi antara pasangan yang  belum terinfeksi.

 belum terinfeksi.

Stigma-stigma yang berkembang ini sudah menjadi suatu kebiasaan Stigma-stigma yang berkembang ini sudah menjadi suatu kebiasaan masyarakat dunia yang sangat sulit untuk diubah. Butuh waktu yang cukup masyarakat dunia yang sangat sulit untuk diubah. Butuh waktu yang cukup lama untuk mengubah bahkan menghapus anggapan-anggapan miring tersebut lama untuk mengubah bahkan menghapus anggapan-anggapan miring tersebut yang tentunya dibarengi dengan keahlian khusus.

yang tentunya dibarengi dengan keahlian khusus. 2.2

2.2 Peran Masyarakat terhadap HIV/AIDSPeran Masyarakat terhadap HIV/AIDS

Mengulas mengenai jumlah korban HIV/AIDS yang terus meningkat Mengulas mengenai jumlah korban HIV/AIDS yang terus meningkat tidak lepas dengan peran masyarakat terhadap HIV/AIDS ini. Berbagai solusi tidak lepas dengan peran masyarakat terhadap HIV/AIDS ini. Berbagai solusi yang diajukan, masih tetap diusahakan oleh kelompok-kelompok tertentu, yang diajukan, masih tetap diusahakan oleh kelompok-kelompok tertentu, meskipun hanya sebagian kecil dari warga masyarakat. Hal ini disebabkan meskipun hanya sebagian kecil dari warga masyarakat. Hal ini disebabkan karena problem AIDS sekarang dimana pun adalah ketidakpedulian, baik  karena problem AIDS sekarang dimana pun adalah ketidakpedulian, baik   pemerintah

 pemerintah maupun maupun masyarakat. masyarakat. Bahkan Bahkan tepat tepat tanggal tanggal 1 1 Desember Desember kemarinkemarin yang merupakan bulan AIDS, tetapi tidak ada gaung yang mengingatkan kita yang merupakan bulan AIDS, tetapi tidak ada gaung yang mengingatkan kita secara cukup untuk melakukan aksi pribadi maupun komunal untuk  secara cukup untuk melakukan aksi pribadi maupun komunal untuk  mencegah.

mencegah.

HIV dapat dicegah dengan memutus rantai penularan, yaitu; HIV dapat dicegah dengan memutus rantai penularan, yaitu; menggunakan kondom pada setiap hubungan seks berisiko, tidak  menggunakan kondom pada setiap hubungan seks berisiko, tidak  menggunakan jarum suntik secara bersam-sama, dan sedapat mungkin tidak  menggunakan jarum suntik secara bersam-sama, dan sedapat mungkin tidak 

(11)

memberi ASI pada anak bila ibu positif HIV. Sampai saat ini belum ada obat memberi ASI pada anak bila ibu positif HIV. Sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengobati AIDS, tetapi yang ada adalah obat untuk menekan yang dapat mengobati AIDS, tetapi yang ada adalah obat untuk menekan  perkembangan

 perkembangan virus HIV virus HIV sehingga kualitas sehingga kualitas hidup ODHA hidup ODHA tersebut meningkat.tersebut meningkat. Obat ini harus diminum sepanjang hidup.

Obat ini harus diminum sepanjang hidup.

Peran strategis masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS antara lain: Peran strategis masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS antara lain: 1.

1. Mendidik anggota keluarga berdasarkan norma agama KeluargaMendidik anggota keluarga berdasarkan norma agama Keluarga memegang peran utama dalam pendidikan agama khususnya orang tua. memegang peran utama dalam pendidikan agama khususnya orang tua. Karena mereka adalah guru pertama bagi anak-anaknya yang mengajarkan Karena mereka adalah guru pertama bagi anak-anaknya yang mengajarkan etika dan moral agama. Tak jarang sumber kejahatan/perbuatan negative etika dan moral agama. Tak jarang sumber kejahatan/perbuatan negative  berasal

 berasal dari dari kondisi kondisi keluarga keluarga yang yang carut-marut. carut-marut. Orang Orang tua tua harus harus pekapeka terhadap problematika yang dihadapi anaknya dan mampu memberikan terhadap problematika yang dihadapi anaknya dan mampu memberikan solusi terbaik baginya. Khususnya bagi orang tua yang memiliki anak  solusi terbaik baginya. Khususnya bagi orang tua yang memiliki anak  yang mengidap HIV/AIDS, selalu memberikan motivasi positif, yang mengidap HIV/AIDS, selalu memberikan motivasi positif, mengevaluasi diri terhadap kehidupan keluarganya karena bisa jadi awal mengevaluasi diri terhadap kehidupan keluarganya karena bisa jadi awal keburukan anaknya berasal dari kondisi keluarganya dan senantiasa keburukan anaknya berasal dari kondisi keluarganya dan senantiasa membantu anaknya setiap saat.

membantu anaknya setiap saat. 2.

2. Partisipasi aktif para tokoh masyarakat Tokoh masyarakat yang dianggapPartisipasi aktif para tokoh masyarakat Tokoh masyarakat yang dianggap sebagai panutan masyarakat ikut andil dalam menjalankan sebagai panutan masyarakat ikut andil dalam menjalankan program- program

 program pencegahan pencegahan dan dan penanggulangan penanggulangan HIV/AIDS. ContohnHIV/AIDS. Contohn ya ya dengandengan menjadi kader peduli HIV/AIDS.

menjadi kader peduli HIV/AIDS. 3.

3. Memberdayakan lembaga keagamaan dan adat Faktor penyebab munculMemberdayakan lembaga keagamaan dan adat Faktor penyebab muncul dan menyebarnya HIV/AIDS adalah pergaulan bebas yang menyimpang dan menyebarnya HIV/AIDS adalah pergaulan bebas yang menyimpang dari norma keagamaan. Oleh sebab itu, lembaga keagamaan dan adat (jika dari norma keagamaan. Oleh sebab itu, lembaga keagamaan dan adat (jika tidak melanggar norma agama) harus diberdayakan seoptimal mungkin di tidak melanggar norma agama) harus diberdayakan seoptimal mungkin di tengah masyarakat dengan cara lebih giat mendakwahkan syiar agama dan tengah masyarakat dengan cara lebih giat mendakwahkan syiar agama dan akhlakul karimah (akhlak terpuji).

(12)

4.

4. Mengoptimalkan peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Banyak Mengoptimalkan peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Banyak  LSM di tengah masyarakat yang harus kita optimalkan fungsinya. LSM LSM di tengah masyarakat yang harus kita optimalkan fungsinya. LSM dibentuk untuk membantu kelancaran pelaksanaan program-program dibentuk untuk membantu kelancaran pelaksanaan program-program  pemerintah.

 pemerintah. 5.

5. Memberdayakan peran lembaga pendidikan (sekolah/perguruan tinggi)Memberdayakan peran lembaga pendidikan (sekolah/perguruan tinggi) Lembaga pendidikan sebagai tempat membina anak didiknya menjadi Lembaga pendidikan sebagai tempat membina anak didiknya menjadi manusia yang intelektual hendaknya tetap mementingkan nilai moral manusia yang intelektual hendaknya tetap mementingkan nilai moral agama. Manusia yang berkualitas adalah manusia yang mampu agama. Manusia yang berkualitas adalah manusia yang mampu memadukan antara IPTEK (Ilmu Pengetahuan) dan IMTAK (Iman dan memadukan antara IPTEK (Ilmu Pengetahuan) dan IMTAK (Iman dan Takwa).

Takwa). 6.

6. Mengoptimalkan peran media massa Pengaruh media massa baik cetak Mengoptimalkan peran media massa Pengaruh media massa baik cetak  maupun elektronik mampu membentuk karakter pemikiran masyarakat. maupun elektronik mampu membentuk karakter pemikiran masyarakat. Sayap media sekarang semakin marak dengan tontonan pergaulan bebas. Sayap media sekarang semakin marak dengan tontonan pergaulan bebas. Padahal media massa memiliki pengaruh sangat besar dalam mendidik  Padahal media massa memiliki pengaruh sangat besar dalam mendidik  masyarakat menjadi manusia yang bermoral dan intelektual. Penyebaran masyarakat menjadi manusia yang bermoral dan intelektual. Penyebaran informasi tentang HIV/AIDS dapat diekspos lebih luas dan cepat bila informasi tentang HIV/AIDS dapat diekspos lebih luas dan cepat bila dibandingkan dengan cara manual (face to face). Dengan adanya kerja dibandingkan dengan cara manual (face to face). Dengan adanya kerja sama ini, penanggulangan HIV/AIDS akan terselesaikan dengan sama ini, penanggulangan HIV/AIDS akan terselesaikan dengan sendirinya.

sendirinya. 7.

7. Melakukan berbagai riset untuk menemukan obat HIV/AIDS melaluiMelakukan berbagai riset untuk menemukan obat HIV/AIDS melalui lembaga riset Selama dua puluh tahun, penelitian terhadap virus lembaga riset Selama dua puluh tahun, penelitian terhadap virus HIV/AIDS terus dilakukan oleh lembaga riset dunia. Perkembangan HIV/AIDS terus dilakukan oleh lembaga riset dunia. Perkembangan terbaru saat ini adalah berhasil ditumbuhkannya suatu kristal yang terbaru saat ini adalah berhasil ditumbuhkannya suatu kristal yang memungkinkan peneliti untuk melihat struktur enzim yang disebut dengan memungkinkan peneliti untuk melihat struktur enzim yang disebut dengan integrase. Enzim ini ditemukan pada retrovirus seperti HIV dan integrase. Enzim ini ditemukan pada retrovirus seperti HIV dan merupakan target untuk beberapa obat HIV terbaru. Peneliti dari Imperial merupakan target untuk beberapa obat HIV terbaru. Peneliti dari Imperial College London dan Harvard University mengumumkan telah berhasil College London dan Harvard University mengumumkan telah berhasil memiliki struktur dari integrase dari virus ini. Ini berarti peneliti dapat memiliki struktur dari integrase dari virus ini. Ini berarti peneliti dapat

(13)

memulai untuk memahami bagaimana kerja dari obat inhibitor integrase memulai untuk memahami bagaimana kerja dari obat inhibitor integrase serta bagaimana menghentikan perkembangan HIV/AIDS. Kita berharap serta bagaimana menghentikan perkembangan HIV/AIDS. Kita berharap obat terbaik bagi ODHA dapat ditemukan secepatnya dan penyebaran. obat terbaik bagi ODHA dapat ditemukan secepatnya dan penyebaran.

Peran Pemuda Peran Pemuda

Sebenarnya, pemuda mempunyai peran strategis dalam mencegah Sebenarnya, pemuda mempunyai peran strategis dalam mencegah HIV/AIDS, karena pada diri pemuda mempunyai peran ganda dalam soal HIV/AIDS, karena pada diri pemuda mempunyai peran ganda dalam soal HIV/AIDS. Satu sisi pemuda adalah pelaku (subjek) dalam peran HIV/AIDS. Satu sisi pemuda adalah pelaku (subjek) dalam peran mencegah HIV/AIDS, sebagaimana yang telah dipaparkan sebelumnya mencegah HIV/AIDS, sebagaimana yang telah dipaparkan sebelumnya  bahwa

 bahwa generasi generasi muda muda diibaratkan diibaratkan ruh ruh dalam dalam setiap setiap tubuh tubuh komunitas komunitas atauatau kelompok; baik itu dalam ruang lingkup kecil ataupun luas seperti negara. kelompok; baik itu dalam ruang lingkup kecil ataupun luas seperti negara. Pada sisi lain, pemuda adalah sasaran (objek) dari penginap HIV/AIDS, Pada sisi lain, pemuda adalah sasaran (objek) dari penginap HIV/AIDS, karena kebanyakan penginap virus HIV/AIDS adalah pemuda. Untuk itu, karena kebanyakan penginap virus HIV/AIDS adalah pemuda. Untuk itu,

“penyelaman” akan faktor yang melatarbelakangi terjadinya dekadensi “penyelaman” akan faktor yang melatarbelakangi terjadinya dekadensi

moral pada generasi muda adalah langkah bijak yang semestinya moral pada generasi muda adalah langkah bijak yang semestinya dilakukan. Dengan demikian, diharapkan bisa menumbuhkan semangat dilakukan. Dengan demikian, diharapkan bisa menumbuhkan semangat dalam diri pemuda itu sendiri guna melakukan perubahan dan memainkan dalam diri pemuda itu sendiri guna melakukan perubahan dan memainkan secara maksimal peran strategis yang dimiliki pemuda dalam kerangka secara maksimal peran strategis yang dimiliki pemuda dalam kerangka mencegah HIV/AIDS.

mencegah HIV/AIDS.

Permasalahan HIV/AIDS dapat teratasi dengan cara bekerja sama Permasalahan HIV/AIDS dapat teratasi dengan cara bekerja sama di antara ketiga pilar yaitu keshalihan individu, kontrol sosial masyarakat di antara ketiga pilar yaitu keshalihan individu, kontrol sosial masyarakat dan penetapan aturan Negara. Anggota masyarakat baik dari keluarga, dan penetapan aturan Negara. Anggota masyarakat baik dari keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, lsm, media massa tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, lsm, media massa dan lembaga riset harus berperan aktif dalam upaya penanggulanan dan lembaga riset harus berperan aktif dalam upaya penanggulanan HIV/AIDS.Hanya dengan cara inilah maka penyebaran dan pencegahan HIV/AIDS.Hanya dengan cara inilah maka penyebaran dan pencegahan HIV/AIDS dapat tercapai.

(14)

BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP 3.1 3.1 KesimpulanKesimpulan

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, sebuah HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. AIDS singkatan dari virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. AIDS singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome. AIDS muncul setelah virus (HIV) Acquired Immuno Deficiency Syndrome. AIDS muncul setelah virus (HIV) menyerang sistem kekebalan tubuh kita selama lima hingga sepuluh tahun menyerang sistem kekebalan tubuh kita selama lima hingga sepuluh tahun atau lebih. Akibat penularan virus mematikan ini memunculkan berbagai atau lebih. Akibat penularan virus mematikan ini memunculkan berbagai  persepsi

 persepsi negatif negatif dan dan stigma-stigma stigma-stigma dikalangan dikalangan masyarakat masyarakat dunia dunia terhadapterhadap  pengidap HIV/AIDS misalnya saja perlakuan diskriminatif.

 pengidap HIV/AIDS misalnya saja perlakuan diskriminatif.

Penyebaran virus ini telah dibarengi dengan adanya peran dari Penyebaran virus ini telah dibarengi dengan adanya peran dari masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS. Permasalahan masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS. Permasalahan HIV/AIDS dapat teratasi dengan cara bekerja sama di antara ketiga pilar yaitu HIV/AIDS dapat teratasi dengan cara bekerja sama di antara ketiga pilar yaitu keshalihan individu, kontrol sosial masyarakat dan penetapan aturan Negara. keshalihan individu, kontrol sosial masyarakat dan penetapan aturan Negara. 3.2

3.2 SaranSaran

HIV dan AIDS adalah masalah kita juga, bukan masalah orang-orang HIV dan AIDS adalah masalah kita juga, bukan masalah orang-orang tertentu, meski kita kadang tidak menyadarinya. Dengan makin banyak  tertentu, meski kita kadang tidak menyadarinya. Dengan makin banyak  masyarakat yang sadar dan peduli akan HIV dan AIDS maka janji dapat masyarakat yang sadar dan peduli akan HIV dan AIDS maka janji dapat ditepati, yakni hentikan AIDS! Ayo, kita hapus stigma dan hentikan ditepati, yakni hentikan AIDS! Ayo, kita hapus stigma dan hentikan diskriminasi dengan memulainya dari diri kita sendiri.

diskriminasi dengan memulainya dari diri kita sendiri.

Untuk itu segala pihak harus terus berupaya dalam mensosialisasikan Untuk itu segala pihak harus terus berupaya dalam mensosialisasikan  penyakit

 penyakit ini ini kepada kepada masyarakat. masyarakat. Artinya, Artinya, ini ini menjadi menjadi tanggung tanggung jawabjawab  bersama.

 bersama.

Dengan demikian, maka setiap dari Anda, pribadi atau kelompok, Dengan demikian, maka setiap dari Anda, pribadi atau kelompok, organisasi agama besar seperti NU dan Muhammadiyah, serta PKK, dan organisasi agama besar seperti NU dan Muhammadiyah, serta PKK, dan lainnya, peranan Anda dalam AIDS ini besar, tetapi masih perlu ditingkatakan lainnya, peranan Anda dalam AIDS ini besar, tetapi masih perlu ditingkatakan kepeduliannya karena ancaman ini ada di depan hidung kita semua.

(15)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Hutapea Ronald. 2007.

Hutapea Ronald. 2007. AIDS dan PMS  AIDS dan PMS . Jakarta: Rineka Cipta.. Jakarta: Rineka Cipta. Mafrukh, dkk. 2007.

Mafrukh, dkk. 2007. Ilmu Penyakit Dalam Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Erlangga.. Jakarta: Erlangga.

http://www.depkes.go.id/. Fakta Tentang HIV dan AIDS. 05 Dec 2006. http://www.depkes.go.id/. Fakta Tentang HIV dan AIDS. 05 Dec 2006. http://www.hivtest.org/. Frequently Asked Question on HIV/AIDS. 2007. http://www.hivtest.org/. Frequently Asked Question on HIV/AIDS. 2007. http://www.id.wikipedia.org/wiki/AIDS  http://www.id.wikipedia.org/wiki/AIDS  http://www.jothi.or.id/optimalisasi-peran-masyarakat-dalam-penanggulangan-hivaids hivaids http://www.radar-bekasi.com/index.php?mib=berita.detail&id=63452 http://www.radar-bekasi.com/index.php?mib=berita.detail&id=63452 http://www.satudunia.net/content/peran-strategis-kaum-muda-dalam- pencegahan-hivaids  pencegahan-hivaids

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :