BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
1.1
1.1 Latar BelakangLatar Belakang
Masalah HIV/ AIDS adalah maslah besar yang mengancam Indonesia dan Masalah HIV/ AIDS adalah maslah besar yang mengancam Indonesia dan banyak
banyak Negara Negara di di seluruh seluruh dunia. dunia. UNAIDS, UNAIDS, badan badan WHO WHO yang yang mengurusi mengurusi masalahmasalah AIDS, memperkirakan jumlah odha di seluruh dunia pada Desember 2004 adalah AIDS, memperkirakan jumlah odha di seluruh dunia pada Desember 2004 adalah 35,9
35,9 – – 44,3 juta orang. Saat ini tidak ada Negara yang terbebas dari HIV/ AIDS. 44,3 juta orang. Saat ini tidak ada Negara yang terbebas dari HIV/ AIDS. HIV/ AIDS menyebabkan berbagai krisis secara bersamaan, menyebabkan krisis HIV/ AIDS menyebabkan berbagai krisis secara bersamaan, menyebabkan krisis kesehatan, krisis pembangunan Negara, krisis ekonomi, pendidikan dan juga krisis kesehatan, krisis pembangunan Negara, krisis ekonomi, pendidikan dan juga krisis kemanusiaan.
kemanusiaan. Dengan Dengan kata lain kata lain HIV/ AIDHIV/ AIDS menyS menyebabkan ebabkan krisis multidimensi.krisis multidimensi. Sebagai krisis kesehatan, AIDS memerlukan respon dari masyarakat dan Sebagai krisis kesehatan, AIDS memerlukan respon dari masyarakat dan memerlukan layanan pengobatan dan perawatan untuk individu yang terinfeksi HIV. memerlukan layanan pengobatan dan perawatan untuk individu yang terinfeksi HIV. Individu yang terjangkit HIV ini biasanya adalah individu yang mendapat darah atau Individu yang terjangkit HIV ini biasanya adalah individu yang mendapat darah atau produk darah
produk darah yang terkontaminasi yang terkontaminasi dengan Hdengan HIV dIV dan an anak-anak anak-anak yang dilahirkan yang dilahirkan daridari ibu yang menderita infeksi HIV.
ibu yang menderita infeksi HIV.
AIDS pada anak pertama kali dilaporkan oleh Oleske, Rubbinstein dan AIDS pada anak pertama kali dilaporkan oleh Oleske, Rubbinstein dan Amman pada tahun 1983 di Amerika serikat. Sejak itu laporan jumlah AIDS pada Amman pada tahun 1983 di Amerika serikat. Sejak itu laporan jumlah AIDS pada anak di Amerika makin lama makin meningkat. Kasus infeksi HIV terbanyak pada anak di Amerika makin lama makin meningkat. Kasus infeksi HIV terbanyak pada orang dewasa maupun pada anak-anak tertinggi didunia adalah di Afrika.
orang dewasa maupun pada anak-anak tertinggi didunia adalah di Afrika.
Dengan demikian , pada makalah ini akan dibahas mengenai infeksi HIV Dengan demikian , pada makalah ini akan dibahas mengenai infeksi HIV yang terjadi pada anak-anak. Hal ini perlu dibahas agar dapat melakukan tindakan yang terjadi pada anak-anak. Hal ini perlu dibahas agar dapat melakukan tindakan yang tepat pada anak-anak yang terkena HIV, khususnya bagi pemberi perawatan yang tepat pada anak-anak yang terkena HIV, khususnya bagi pemberi perawatan agar laju pertumbuhan anak yang terkena HIV/AIDS dapat dikurangi.
agar laju pertumbuhan anak yang terkena HIV/AIDS dapat dikurangi.
1.2
1.2 Rumusan MasalahRumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
berikut: 1.
1. Apa pengertian dari HIV/AIDS?Apa pengertian dari HIV/AIDS? 2.
2. Apa penyebab dari timbulnya penyakit HIV/AIDS?Apa penyebab dari timbulnya penyakit HIV/AIDS? 3.
3. Bagaimana patofisiologi HIV/AIDS?Bagaimana patofisiologi HIV/AIDS? 4.
6.
6. Bagaimana penatalaksanaan medis pada HIV/AIDS?Bagaimana penatalaksanaan medis pada HIV/AIDS? 7.
7. Bagaimanakah asuhan keperawatan pada penderita HIV/AIDS khususnya padaBagaimanakah asuhan keperawatan pada penderita HIV/AIDS khususnya pada anak?
anak?
1.3
1.3 TujuanTujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari pembuatan makalah ini Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai penambah pengetahuan tentang HIV/AIDS. Selain itu juga, tujuan adalah sebagai penambah pengetahuan tentang HIV/AIDS. Selain itu juga, tujuan khusus dari pembuatan makalah ini adalah:
khusus dari pembuatan makalah ini adalah: 1.
1. Mengetahui pengertian dari HIV/AIDS.Mengetahui pengertian dari HIV/AIDS. 2.
2. Mengetahui penyebab dari timbulnya penyakit HIV/AIDS.Mengetahui penyebab dari timbulnya penyakit HIV/AIDS. 3.
3. Mengetahui patofisiologi HIV/AIDS.Mengetahui patofisiologi HIV/AIDS. 4.
4. Mengetahui manifestasi klinis dari HIV/AIDS.Mengetahui manifestasi klinis dari HIV/AIDS. 5.
5. Mengetahui komplikasi yang akan terjadi pada HIV/AIDS.Mengetahui komplikasi yang akan terjadi pada HIV/AIDS. 6.
6. Mengetahui penatalaksanaan medis pada HIV/AIDS.Mengetahui penatalaksanaan medis pada HIV/AIDS. 7.
7. Mengetahui asuhan keperawatan pada penderita HIV/AIDS khususnya padaMengetahui asuhan keperawatan pada penderita HIV/AIDS khususnya pada anak.
BAB II BAB II PEMBAHASAN PEMBAHASAN 2.1 2.1 DefinisiDefinisi
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yakni virus HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yakni virus yang menyerang sistem imun sehingga kekebalan menjadi lemah bahkan sampai yang menyerang sistem imun sehingga kekebalan menjadi lemah bahkan sampai hilang. Sedangkan AIDS adalah singkatan dari Acquired Immunodeficiency Disease hilang. Sedangkan AIDS adalah singkatan dari Acquired Immunodeficiency Disease Syndrome, yakni suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yaitu virus HIV Syndrome, yakni suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yaitu virus HIV (Sujana, 2007).
(Sujana, 2007).
HIV secara umum adalah virus yang hanya dapat menginfeksi manusia, HIV secara umum adalah virus yang hanya dapat menginfeksi manusia, memperbanyak diri didalam sel manusia, sehingga menurunkan kekebalan manusia memperbanyak diri didalam sel manusia, sehingga menurunkan kekebalan manusia terhadap penyakit infeksi. AIDS adalah sekumpulan tanda dan gejala pen
terhadap penyakit infeksi. AIDS adalah sekumpulan tanda dan gejala pen yakit akibatyakit akibat hilangnya atau menurunnya sistem kekebalan tubuh seseorang yang didapat karena hilangnya atau menurunnya sistem kekebalan tubuh seseorang yang didapat karena terinfeksi HIV.
terinfeksi HIV.
AIDS adalah salah satu penyakit retrovirus epidemic menular, yang AIDS adalah salah satu penyakit retrovirus epidemic menular, yang disebabkan oleh infeksi HIV, yang pada kasus berat bermanifestasi sebagai depresi disebabkan oleh infeksi HIV, yang pada kasus berat bermanifestasi sebagai depresi berat
berat imunitas imunitas seluler, seluler, dan dan mengenai mengenai kelompok kelompok resiko resiko tertentu, tertentu, termasuk termasuk priapria homoseksual, atau biseksual, penyalahgunaan obat intra vena, penderita hemofilia, homoseksual, atau biseksual, penyalahgunaan obat intra vena, penderita hemofilia, dan penerima transfusi darah lainnya, hubungan seksual dan individu yang terinfeksi dan penerima transfusi darah lainnya, hubungan seksual dan individu yang terinfeksi virus tersebut. (DORLAN, 2002)
virus tersebut. (DORLAN, 2002)
AIDS merupakan bentuk paling hebat dari infeksi HIV, mulai dan kelainan AIDS merupakan bentuk paling hebat dari infeksi HIV, mulai dan kelainan ringan dalam respon imun tanpa tanda dan gejala yang nyata hingga keadaan ringan dalam respon imun tanpa tanda dan gejala yang nyata hingga keadaan imunosupresi dan berkaitan dengan berbagai infeksi yang dapat membawa kematian imunosupresi dan berkaitan dengan berbagai infeksi yang dapat membawa kematian dan dengan kelainan malignitas yang jarang terjadi. (Centre for Disease Control and dan dengan kelainan malignitas yang jarang terjadi. (Centre for Disease Control and Prevention)
Prevention)
2.2
2.2 EtiologiEtiologi
Etiologi atau penyebab dari HIV/AIDS karena terganggunya system imun Etiologi atau penyebab dari HIV/AIDS karena terganggunya system imun dalam tubuh ODHA. Partikel virus bergabung dengan sel DNA pasien sehingga dalam tubuh ODHA. Partikel virus bergabung dengan sel DNA pasien sehingga orang yang terinfeksi HIV akan seumur hidup tetap terinfeksi. Sebagian pasien orang yang terinfeksi HIV akan seumur hidup tetap terinfeksi. Sebagian pasien memperlihatkan gejala tidak khas seperti demam, nyeri menelan, pembengkakan memperlihatkan gejala tidak khas seperti demam, nyeri menelan, pembengkakan
Selain karena terganggunya system imun, HIV juga disebabkan oleh Selain karena terganggunya system imun, HIV juga disebabkan oleh penyebarluasan melalui berbagai jalur penularan diantaranya:
penyebarluasan melalui berbagai jalur penularan diantaranya:
1.
1. Ibu pada bayinyaIbu pada bayinya
Penularan HIV dari ibu bisa terjadi pada saat kehamilan (in utero). Berdasarkan Penularan HIV dari ibu bisa terjadi pada saat kehamilan (in utero). Berdasarkan laporan CDC Amerika, prevalensi
laporan CDC Amerika, prevalensi penularan H penularan HIV dari IV dari ibu ke ibu ke bayi adalabayi adalah 0’01%h 0’01% sampai 0,07%. Bila ibu baru terinfeksi HIV dan belum ada gejala AIDS, sampai 0,07%. Bila ibu baru terinfeksi HIV dan belum ada gejala AIDS, kemungkinan bayi terinfeksi 20% sampai 30%, sedangkan jika gejala AIDS kemungkinan bayi terinfeksi 20% sampai 30%, sedangkan jika gejala AIDS sudah jelas maka kemungkinannya mencapai 50%
sudah jelas maka kemungkinannya mencapai 50% (PELKESI, 1995).(PELKESI, 1995).
Penularan juga terjadi selama proses persalinan melalui kontak antara membrane Penularan juga terjadi selama proses persalinan melalui kontak antara membrane mukosa bayi dengan darah atau sekresi maternal saat
mukosa bayi dengan darah atau sekresi maternal saat melahirkan (Lily V, 2004).melahirkan (Lily V, 2004). Penularan dari ibu ke anak yang biasa terjadi adalah s
Penularan dari ibu ke anak yang biasa terjadi adalah sebagai berikut:ebagai berikut: a.
a. Selama dalam kandungannya (antepartum)Selama dalam kandungannya (antepartum) b.
b. Selama persalinan (intrapartum)Selama persalinan (intrapartum) c.
c. Bayi baru lahir terpajan oleh cairan tubuh ibu Bayi baru lahir terpajan oleh cairan tubuh ibu yang terinfeksi (post partum)yang terinfeksi (post partum) d.
d. Bayi tertular melalui pemberian ASIBayi tertular melalui pemberian ASI 2.
2. Darah dan produk darah yang tercemar HIV/ AIDSDarah dan produk darah yang tercemar HIV/ AIDS
Sangat cepat menularkan HIV karena virus langsung masuk ke pembuluh darah Sangat cepat menularkan HIV karena virus langsung masuk ke pembuluh darah dan menyebar luas.
dan menyebar luas. 3.
3. Pemakaian alat kesehatan yang tidak sterilPemakaian alat kesehatan yang tidak steril
Alat pemeriksaan kandungan seperti spekulum, tenakulum dan alat-alat lain yang Alat pemeriksaan kandungan seperti spekulum, tenakulum dan alat-alat lain yang menyentuh darah, cairan vagina atau air mani yang terinfeksi HIV, dan langsung menyentuh darah, cairan vagina atau air mani yang terinfeksi HIV, dan langsung digunakan untuk orang lain yang tidak terinfeksi bisa menularkan HIV digunakan untuk orang lain yang tidak terinfeksi bisa menularkan HIV (PELKESI, 1995).
(PELKESI, 1995). 4.
4. Penularan melalui hubungan seksPenularan melalui hubungan seks a.
a. Pelecehan seksual pada anak.Pelecehan seksual pada anak. b.
b. Pelacuran anakPelacuran anak
Sedangkan menurut Hudak dan Gallo (1996), penyebab dari AIDS adalah suatu Sedangkan menurut Hudak dan Gallo (1996), penyebab dari AIDS adalah suatu agen viral (HIV) dari kelompok virus yang dikenal dengan retrovirus yang agen viral (HIV) dari kelompok virus yang dikenal dengan retrovirus yang ditularkan oleh darah melalui hubungan seksual dan mempunyai aktivitas yang kuat ditularkan oleh darah melalui hubungan seksual dan mempunyai aktivitas yang kuat terhadap limfosit T yang berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh manusia. terhadap limfosit T yang berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh manusia. HIV merupakan Retrovirus yang menggunakan RNA sebagai genom. HIV HIV merupakan Retrovirus yang menggunakan RNA sebagai genom. HIV mempunyai kemampuan mengcopy cetakan materi genetic dirinya ke dalam materi mempunyai kemampuan mengcopy cetakan materi genetic dirinya ke dalam materi
genetic sel-sel yang ditumpanginya. Sedangkan menurut Long (1996), penyebab genetic sel-sel yang ditumpanginya. Sedangkan menurut Long (1996), penyebab AIDS adalah Retrovirus yang telah terisolasi cairan tubuh orang yang sudah AIDS adalah Retrovirus yang telah terisolasi cairan tubuh orang yang sudah terinfeksi yaitu darah, semen, sekresi vagina, ludah, air mata, air susu ibu (ASI), terinfeksi yaitu darah, semen, sekresi vagina, ludah, air mata, air susu ibu (ASI), cairan otak (cerebrospinal fluid), cairan amnion, dan urin. Darah, semen, sekresi cairan otak (cerebrospinal fluid), cairan amnion, dan urin. Darah, semen, sekresi vagina dan ASI merupakan sarana transmisi HIV yang menimbulkan AIDS. Cairan vagina dan ASI merupakan sarana transmisi HIV yang menimbulkan AIDS. Cairan transmisi HIV yaitu melalui hubungan darah (transfusi darah/komponen darah, transmisi HIV yaitu melalui hubungan darah (transfusi darah/komponen darah, jarum
jarum suntik suntik yang yang dipakai dipakai bersama-sama), bersama-sama), seksual seksual (homo (homo bisek/heteroseksual),bisek/heteroseksual), perinatal
perinatal (intra (intra plasenta plasenta dan dan dari dari ASI). ASI). Empat Empat populasi populasi utama utama pada pada kelompok kelompok usiausia pediatrik yang terkena HIV yaitu :
pediatrik yang terkena HIV yaitu : a.
a. Bayi yang terinfeksi melalui penularan perinatal dari ibu yang terinfeksi (disebutBayi yang terinfeksi melalui penularan perinatal dari ibu yang terinfeksi (disebut juga
juga transmisi transmisi vertikal); vertikal); hal hal ini ini menimbulkan menimbulkan lebih lebih dari dari 85% 85% kasus kasus AIDS AIDS padapada anak-anak yang berusia kurang dari 13 tahun.
anak-anak yang berusia kurang dari 13 tahun. b.
b. Anak-anak yang telah menerima produk darah (terutama anak dengan hemofilia).Anak-anak yang telah menerima produk darah (terutama anak dengan hemofilia). c.
c. Remaja yang terinfeksi setelah terlibat dalam perilaku risiko tinggi.Remaja yang terinfeksi setelah terlibat dalam perilaku risiko tinggi. d.
d. Bayi yang mendapat ASI (terutama di negara-negara berkembang).Bayi yang mendapat ASI (terutama di negara-negara berkembang).
2.3
2.3 PatofisiologiPatofisiologi Penyebab
Penyebab acquired immunodeficiency syndromeacquired immunodeficiency syndrome (AIDS) adalah (AIDS) adalah humanhuman immunodeficiencyvirus
immunodeficiencyvirus (HIV), yang melekat dan memasuki limfosit T (HIV), yang melekat dan memasuki limfosit T helper helper CD4 CD4++.. Virus tersebut menginfeksi limfosit CD4
Virus tersebut menginfeksi limfosit CD4++ dan sel-sel imunologis lainnya, dan orang dan sel-sel imunologis lainnya, dan orang itu mengalami destruksi sel CD4
itu mengalami destruksi sel CD4++ secara bertahap. Sel-sel yang memperkuat dan secara bertahap. Sel-sel yang memperkuat dan mengulang respons imunologis diperlukan untuk mempertahankan kesehatan yang mengulang respons imunologis diperlukan untuk mempertahankan kesehatan yang baik
baik dan dan bila bila sel-sel sel-sel tersebut tersebut berkurang berkurang dan dan rusak rusak maka maka fungsi fungsi imun imun lain lain akanakan terganggu.
terganggu.
HIV dapat pula menginfeksi makrofag, sel-sel yang dipakai virus untuk HIV dapat pula menginfeksi makrofag, sel-sel yang dipakai virus untuk melewati sawar darah otak masuk ke dalam otak. Fungsi limfosit B juga terpengaruh melewati sawar darah otak masuk ke dalam otak. Fungsi limfosit B juga terpengaruh dengan peningkatan produksi immunoglobulin total yang berhubungan dengan dengan peningkatan produksi immunoglobulin total yang berhubungan dengan penurunan
penurunan produksi produksi antibody antibody spesifik. spesifik. Dengan Dengan memburuknya memburuknya sistem sistem imun imun secarasecara progresif,
progresif, tubuh tubuh menjadi menjadi semakin semakin rentan rentan terhadap terhadap infeksi infeksi oportunistik oportunistik dan dan jugajuga berkurang
berkurang kemampuannya kemampuannya dalam dalam memperlambat memperlambat replikasi replikasi HIV. HIV. Infeksi Infeksi HIVHIV dimanifestasikan sebagai penyakit multisystem yang dapat bersifat dolman dimanifestasikan sebagai penyakit multisystem yang dapat bersifat dolman bertahun-tahun
perkembangan
perkembangan dan dan manifestasi manifestasi klinis klinis penyakit penyakit ini ini bervariasi bervariasi orang orang ke ke orang orang (Bezt,(Bezt, Cecily Lynn. 2009).
Cecily Lynn. 2009).
Pembagian stadium pada hiv/aids Pembagian stadium pada hiv/aids
Secara umum kronologis perjalanan infeksi HIV dan AIDS terbagi menjadi 4 Secara umum kronologis perjalanan infeksi HIV dan AIDS terbagi menjadi 4 stadium, antara lain (Nursalam, 2007) :
stadium, antara lain (Nursalam, 2007) : 1.
1. Stadium HIVStadium HIV
Dimulai dengan masuknya HIV yang diikuti terjadinya perubahan serologik Dimulai dengan masuknya HIV yang diikuti terjadinya perubahan serologik ketika hadap virus tersebut dan negatif menjadi positif. Waktu masuknya HIV ketika hadap virus tersebut dan negatif menjadi positif. Waktu masuknya HIV kedalam tubuh hingga HIV positif selama 1-3 bulan atau bisa sampai 6 bulan kedalam tubuh hingga HIV positif selama 1-3 bulan atau bisa sampai 6 bulan (window period).
(window period). 2.
2. Stadium Asimptomatis (tanpa gejala)Stadium Asimptomatis (tanpa gejala)
Menunjukkan didalam organ tubuh terdapat HIV tetapi belum menunjukan gejala Menunjukkan didalam organ tubuh terdapat HIV tetapi belum menunjukan gejala dan adaptasi berlangsung 5 - 10 tahun.
dan adaptasi berlangsung 5 - 10 tahun. 3.
3. Stadium Pembesaran Kelenjar LimfeStadium Pembesaran Kelenjar Limfe
Menunjukan adanya pembesaran kelenjar limfe secara menetap dan merata Menunjukan adanya pembesaran kelenjar limfe secara menetap dan merata (persistent generalized l
(persistent generalized lymphadenophaty) dan berlangsung kurang lebih 1 bulan.ymphadenophaty) dan berlangsung kurang lebih 1 bulan. 4.
4. Stadium AIDSStadium AIDS
Merupakan tahap akhir infeksi HIV. Keadaan ini disertai bermacam - macam Merupakan tahap akhir infeksi HIV. Keadaan ini disertai bermacam - macam penyakit infeksi sekunder.
PATHWAY PATHWAY
(HIV RETROVIRUS) (HIV RETROVIRUS)
(STADIUM HIV (1-3 atau 6 bulan) (STADIUM HIV (1-3 atau 6 bulan) MENYERANG LIMFOSIT T CD4+ MENYERANG LIMFOSIT T CD4+ Ditularkan melalui darah, semen, Ditularkan melalui darah, semen, sekresi vagina, ludah, air mata, ASI sekresi vagina, ludah, air mata, ASI
(STADIUM ASIMPTOMATIK (5-10 (STADIUM ASIMPTOMATIK (5-10
tahun) tahun)
Masuk ke dalam organ tubuh tapi Masuk ke dalam organ tubuh tapi
tidak mengalami gejala tidak mengalami gejala
(STADIUM PEMBESARAN KELENJAR (STADIUM PEMBESARAN KELENJAR
LIMFE 1 bulan set. Std, LIMFE 1 bulan set. Std,
Asimptomatik) Asimptomatik) Tidak ada gejala Tidak ada gejala
(STADIUM AIDS) (STADIUM AIDS)
Tahap akhir infeksi, menyerang limfosit B Tahap akhir infeksi, menyerang limfosit B akan antibody spesifik dan system saraf akan antibody spesifik dan system saraf pusat, meliputi selaputnya yang sifatnya pusat, meliputi selaputnya yang sifatnya
toksik terhadap sel toksik terhadap sel
Manifestasi Manifestasi
klinis klinis
Sindrom mononukleosida, yaitu Sindrom mononukleosida, yaitu demam 38-40
demam 38-40oo c, pembesaran c, pembesaran kelenjar getah bening dan di kelenjar getah bening dan di ketiak, disertai timbulnya bercak ketiak, disertai timbulnya bercak kemerahan pada kulit.
kemerahan pada kulit.
Pembesaran kelenjar getah bening di Pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, paha. Keluar keringat leher, ketiak, paha. Keluar keringat malam hari. Lemas, BB turun
malam hari. Lemas, BB turun
5kg/bulan batuk kering, diare, bercak 5kg/bulan batuk kering, diare, bercak di kulit,ulserasi, perdarahan, sesak di kulit,ulserasi, perdarahan, sesak nafas, kelumpuhan, gangguan nafas, kelumpuhan, gangguan penglihatan, kejiwaan terganggu. penglihatan, kejiwaan terganggu.
Kelainan otak, meningitis, kanker Kelainan otak, meningitis, kanker kulit, luka ulserasi, infeksi yang kulit, luka ulserasi, infeksi yang menyebar, TBC, diare kolik, menyebar, TBC, diare kolik,
candidiasis mulut dan pneumonia. candidiasis mulut dan pneumonia.
2.4
2.4 ManifestasManifestasi i KlinisKlinis
Masa antara terinfeksi
Masa antara terinfeksi HIVHIV dan timbul gejala-gejala penyakit adalah 6 bulan-10 dan timbul gejala-gejala penyakit adalah 6 bulan-10 tahun. Rata-rata masa inkubasi 21 bulan pada anak-anak dan 60 bulan/5tahun pada tahun. Rata-rata masa inkubasi 21 bulan pada anak-anak dan 60 bulan/5tahun pada orang dewasa. Tanda-tanda yang ditemui pada penderita
orang dewasa. Tanda-tanda yang ditemui pada penderita AIDSAIDS antara lain : antara lain : 1.
1. Gejala yang muncul setelah 2 sampai 6 minggu sesudah virus masuk ke dalamGejala yang muncul setelah 2 sampai 6 minggu sesudah virus masuk ke dalam tubuh: sindrom mononukleosida yaitu demam dengan suhu badan 38
tubuh: sindrom mononukleosida yaitu demam dengan suhu badan 3800 C sampaiC sampai 40
4000 C dengan pembesaran kelenjar getah benih di leher dan di ketiak, disertaiC dengan pembesaran kelenjar getah benih di leher dan di ketiak, disertai dengan timbulnya bercak kemerahan pada kulit.
dengan timbulnya bercak kemerahan pada kulit. 2.
2. Gejala dan tanda yang muncul setelah 6 bulan sampai 5 tahun setelah infeksi,Gejala dan tanda yang muncul setelah 6 bulan sampai 5 tahun setelah infeksi, dapat muncul gejala-gejala kronis : sindrom limfodenopati kronis yaitu dapat muncul gejala-gejala kronis : sindrom limfodenopati kronis yaitu pembesaran
pembesaran getah getah bening bening yang yang terus terus membesar membesar lebih lebih luas luas misalnya misalnya di di leher,leher, ketiak dan lipat paha. Kemudian sering keluar keringat malam tanpa penyebab ketiak dan lipat paha. Kemudian sering keluar keringat malam tanpa penyebab yang jelas. Selanjutnya timbul rasa lemas, penurunan berat badan sampai kurang yang jelas. Selanjutnya timbul rasa lemas, penurunan berat badan sampai kurang 5 kg setiap bulan, batuk kering, diare, bercak-bercak di kulit, timbul tukak 5 kg setiap bulan, batuk kering, diare, bercak-bercak di kulit, timbul tukak (ulceration), perdarahan, sesak nafas, kelumpuhan, gangguan penglihatan, (ulceration), perdarahan, sesak nafas, kelumpuhan, gangguan penglihatan, kejiwaan terganggu. Gejala ini diindikasikan dengan adanya kerusakan sistem kejiwaan terganggu. Gejala ini diindikasikan dengan adanya kerusakan sistem kekebalan tubuh.
kekebalan tubuh. 3.
3. Pada tahap akhir, orang-orang yang sistem kekebalan tubuhnya rusak akanPada tahap akhir, orang-orang yang sistem kekebalan tubuhnya rusak akan menderita AIDS. Pada tahap ini penderita sering diserang penyakit berbahaya menderita AIDS. Pada tahap ini penderita sering diserang penyakit berbahaya seperti kelainan otak, meningitis, kanker kulit, luka bertukak, infeksi yang seperti kelainan otak, meningitis, kanker kulit, luka bertukak, infeksi yang menyebar, tuberkulosis paru (TBC), diare kronik, candidiasis mulut dan menyebar, tuberkulosis paru (TBC), diare kronik, candidiasis mulut dan pneumonia.
pneumonia.
Menurut Cecily L Betz, anak-anak dengan infeksi HIV yang didapat pada masa Menurut Cecily L Betz, anak-anak dengan infeksi HIV yang didapat pada masa perinatal
perinatal tampak tampak normal normal pada pada saat saat lahir lahir dan dan mulai mulai timbul timbul gejala gejala pada pada 2 2 tahuntahun pertama kehidupan. Manifestasi klinisnya antara lain:
pertama kehidupan. Manifestasi klinisnya antara lain: 1)
1) Berat badan lahir rendah.Berat badan lahir rendah. 2)
2) Gagal tumbuh.Gagal tumbuh. 3)
3) Limfadenopati umum.Limfadenopati umum. 4)
4) Hepatosplenomegali.Hepatosplenomegali. 5)
5) Sinusitis.Sinusitis. 6)
6) Infeksi saluran pernapasan atas berulang.Infeksi saluran pernapasan atas berulang. 7)
7) Parotitis.Parotitis. 8)
9)
9) Infeksi bakteri dan virus kambuhan.Infeksi bakteri dan virus kambuhan. 10)
10) Infeksi virus Epstein-Barr persisten.Infeksi virus Epstein-Barr persisten. 11)
11) Sariawan orofaring.Sariawan orofaring. 12)
12) Trombositopenia.Trombositopenia. 13)
13) Infeksi bakteri seperti meningitis.Infeksi bakteri seperti meningitis. 14)
14) Pneumonia interstisial kronik.Pneumonia interstisial kronik.
Selain itu ada tanda-tanda gejala mayor dan minor untuk mendiagnosis HIV Selain itu ada tanda-tanda gejala mayor dan minor untuk mendiagnosis HIV menurut klasifikasi WHO, antara lain:
menurut klasifikasi WHO, antara lain: Gejala mayor:
Gejala mayor: a)
a) Gagal tumbuh atau penurunan berat badanGagal tumbuh atau penurunan berat badan b)
b) Diare kronisDiare kronis c)
c) Demam memanjang tanpa sebabDemam memanjang tanpa sebab d)
d) TuberkolosisTuberkolosis Gejala
Gejala minor minor a)
a) Limfadenopati generalisaLimfadenopati generalisa b)
b) Kandidiasis oralKandidiasis oral c)
c) Batuk menetapBatuk menetap d)
d) Distress pernapasan / pneumoniaDistress pernapasan / pneumonia e)
e) Infeksi berulangInfeksi berulang f)
f) Infeksi kulit generalisataInfeksi kulit generalisata
2.5
2.5 KomplikasiKomplikasi 1.
1. Pneumonia Pneumocystis carinii (PPC).Pneumonia Pneumocystis carinii (PPC). 2.
2. Pneumonia interstitial limfoid.Pneumonia interstitial limfoid. 3.
3. Tuberkulosis (TB).Tuberkulosis (TB). 4.
4. Virus sinsitial pernapasan.Virus sinsitial pernapasan. 5.
5. Candidiasis esophagus.Candidiasis esophagus. 6.
6. LimfadenopatiLimfadenopati 7.
7. Diare kronikDiare kronik
2.6
2.6 PenatalaksPenatalaksanaan anaan MedisMedis
Belum ada penyembuhan untuk AIDS jadi yang dilakukan adalah pencegahan Belum ada penyembuhan untuk AIDS jadi yang dilakukan adalah pencegahan
1.
1. Pengendalian infeksi oportunistikPengendalian infeksi oportunistik
Bertujuan menghilangkan, mengendalikan, dan pemulihan infeksi oportuniti, Bertujuan menghilangkan, mengendalikan, dan pemulihan infeksi oportuniti, nosokomial, atau sepsis, tindakan ini harus dipertahankan bagi pasien di nosokomial, atau sepsis, tindakan ini harus dipertahankan bagi pasien di lingkungan perawatan yang kritis.
lingkungan perawatan yang kritis. 2.
2. Terapi AZT (Azitomidin)Terapi AZT (Azitomidin)
Obat ini menghambat replikasi antiviral HIV dengan menghambat enzim Obat ini menghambat replikasi antiviral HIV dengan menghambat enzim pembalik transcriptase.
pembalik transcriptase. 3.
3. Terapi antiviral baruTerapi antiviral baru
Untuk meningkatkan aktivitas sistem immun dengan menghambat replikasi virus Untuk meningkatkan aktivitas sistem immun dengan menghambat replikasi virus atau memutuskan rantai reproduksi virus pada prosesnya. Obat-obatan ini adalah: atau memutuskan rantai reproduksi virus pada prosesnya. Obat-obatan ini adalah: didanosina, ribavirin, diedoxycytidine, recombinant CD
didanosina, ribavirin, diedoxycytidine, recombinant CD4+4+ dapat larut. dapat larut. 4.
4. Vaksin dan rekonstruksi virus, vaksin yang digunakan adalah interveronVaksin dan rekonstruksi virus, vaksin yang digunakan adalah interveron 5.
5. Menghindari infeksi lain, karena infeksi dapat mengaktifkan sel T danMenghindari infeksi lain, karena infeksi dapat mengaktifkan sel T dan mempercepat replikasi HIV.
mempercepat replikasi HIV. 6.
6. Rehabilitasi bertujuan untuk memberi dukungan mental-psikologis, membantuRehabilitasi bertujuan untuk memberi dukungan mental-psikologis, membantu megubah perilaku resiko tinggi menjadi perilaku kurang berisiko atau tidak megubah perilaku resiko tinggi menjadi perilaku kurang berisiko atau tidak berisiko,
berisiko, mengingatkan mengingatkan cara cara hidup hidup sehat sehat dan dan mempertahankan mempertahankan kondisi kondisi hiduphidup sehat.
sehat. 7.
7. Pendidikan untuk menghindari alkohol dan obat terlarang, makan makanan yangPendidikan untuk menghindari alkohol dan obat terlarang, makan makanan yang sehat, hindari sters, gizi
sehat, hindari sters, gizi yang kurang, obat-obatan yang mengganggu fungyang kurang, obat-obatan yang mengganggu fungsi imun.si imun. Edukasi ini juga bertujuan untuk mendidik keluarga pasien bagaimana Edukasi ini juga bertujuan untuk mendidik keluarga pasien bagaimana menghadapi kenyataan ketika anak mengidap AIDS dan kemungkinan isolasi dari menghadapi kenyataan ketika anak mengidap AIDS dan kemungkinan isolasi dari masyarakat.
masyarakat.
2.7
2.7 Asuhan KeperawatanAsuhan Keperawatan
Asuhan keperawatan bagi penderita penyakit AIDS merupakan tantangan yang Asuhan keperawatan bagi penderita penyakit AIDS merupakan tantangan yang besar
besar bagi bagi perawat perawat karena karena setiap setiap system system organ organ berpotensi berpotensi untuk untuk menjadi menjadi sasaransasaran infeksi atau kanker. Disamping itu, penyakit ini akan dipersulit oleh komplikasi infeksi atau kanker. Disamping itu, penyakit ini akan dipersulit oleh komplikasi masalah emosional, sosial, dan etika. Rencana keperawatan bagi penderita penyakit masalah emosional, sosial, dan etika. Rencana keperawatan bagi penderita penyakit AIDS harus disusun secara individual untuk memenuhi kebutuhan masing-masing AIDS harus disusun secara individual untuk memenuhi kebutuhan masing-masing pasien.
2.7.1
2.7.1 PengkajianPengkajian
Pengkajian keperawatan pada anak dengan HIV/ AIDS mencakup hal-hal Pengkajian keperawatan pada anak dengan HIV/ AIDS mencakup hal-hal sebagai berikut:
sebagai berikut: a.
a. Kaji riwayat imunisasiKaji riwayat imunisasi b.
b. Kaji riwayat yang berhubungan dengan faktor risiko terhadap AIDS padaKaji riwayat yang berhubungan dengan faktor risiko terhadap AIDS pada anak-anak (mis., penularan HIV dari ibu kepada anak pada saat kehamilan, anak-anak (mis., penularan HIV dari ibu kepada anak pada saat kehamilan, pemajanan terhadap produk darah)
pemajanan terhadap produk darah) c.
c. Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang HIV/AIDSHIV/AIDS d.
d. Observasi adanya manifestasi AIDS pada anak-anak seperti gagal tumbuh,Observasi adanya manifestasi AIDS pada anak-anak seperti gagal tumbuh, limfadenopati, hepatosplenomegali
limfadenopati, hepatosplenomegali
Selain faktor di atas, hal yang perlu dikaji adalah semua faktor yang Selain faktor di atas, hal yang perlu dikaji adalah semua faktor yang mempengaruhi sistem imun antara lain:
mempengaruhi sistem imun antara lain: a.
a. Pengkajian Kardiovaskuler Pengkajian Kardiovaskuler
Suhu tubuh meningkat, nadi cepat, tekanan darah meningkat. Gagal jantung Suhu tubuh meningkat, nadi cepat, tekanan darah meningkat. Gagal jantung kongestif sekunder akibat kardiomiopati karena HIV.
kongestif sekunder akibat kardiomiopati karena HIV. b.
b. Pengkajian RespiratoriPengkajian Respiratori
Batuk lama dengan atau tanpa sputum, sesak napas, takipnea, hipoksia, Batuk lama dengan atau tanpa sputum, sesak napas, takipnea, hipoksia, nyeri dada, napas pendek waktu istirahat, gagal napas.
nyeri dada, napas pendek waktu istirahat, gagal napas. c.
c. Pengkajian NeurologikPengkajian Neurologik
Sakit kepala, somnolen, sukar konsentrasi, perubahan perilaku, nyeri otot, Sakit kepala, somnolen, sukar konsentrasi, perubahan perilaku, nyeri otot, kejang-kejang, enselofati, gangguan psikomotor, penurunan kesadaran, kejang-kejang, enselofati, gangguan psikomotor, penurunan kesadaran, delirium, meningitis, keterlambatan perkembangan.
delirium, meningitis, keterlambatan perkembangan. d.
d. Pengkajian GastrointestinalPengkajian Gastrointestinal
Berat badan menurun, anoreksia, nyeri menelan, kesulitan menelan, bercak Berat badan menurun, anoreksia, nyeri menelan, kesulitan menelan, bercak putih
putih kekuningan kekuningan pada pada mukosa mukosa mulut, mulut, faringitis, faringitis, candidisiasis candidisiasis esophagus,esophagus, candidisiasis mulut, selaput lender kering, pembesaran hati, mual, muntah, candidisiasis mulut, selaput lender kering, pembesaran hati, mual, muntah, colitis akibat diare kronis, pembesaran limfa.
colitis akibat diare kronis, pembesaran limfa. e.
e. Pengkajain RenalPengkajain Renal f.
f. Pengkajaian MuskuloskeletalPengkajaian Muskuloskeletal
Nyeri otot, nyeri persendian, letih, gangg
Nyeri otot, nyeri persendian, letih, gangguan gerak (ataksia)uan gerak (ataksia) g.
Untuk menegakkan diagnosis, maka pemeriksaan penunjang perlu Untuk menegakkan diagnosis, maka pemeriksaan penunjang perlu dilakukan. Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:
dilakukan. Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain: a.
a. TB (PPD): untuk menentukan pemajanan dan atau penyakit aktif (harusTB (PPD): untuk menentukan pemajanan dan atau penyakit aktif (harus diberikan dengan panel anergi untuk menentukan hasil negative-palsu pada diberikan dengan panel anergi untuk menentukan hasil negative-palsu pada respons defisiensi imun). Pada pasien AIDS, 100% akan memiliki respons defisiensi imun). Pada pasien AIDS, 100% akan memiliki mikobakterium TB positif pada kehidupan mereka bila terjadi kontak.
mikobakterium TB positif pada kehidupan mereka bila terjadi kontak. b.
b. Serologis:Serologis: 1)
1) Tes antibody serum: skrining HIV dengan ELISA. Hasil tes positifTes antibody serum: skrining HIV dengan ELISA. Hasil tes positif mungkin akan mengindikasikan adanya HIV tetapi bukan merupakan mungkin akan mengindikasikan adanya HIV tetapi bukan merupakan diagnosa.
diagnosa. 2)
2) Tes blot western: mengkonfirmasikan diagnosa HIV.Tes blot western: mengkonfirmasikan diagnosa HIV. 3)
3) Sel T limfosit: penurunan jumlah total.Sel T limfosit: penurunan jumlah total. 4)
4) Sel TSel T44 helper (indikator system imun yang menjadi media banyak proses helper (indikator system imun yang menjadi media banyak proses
system imun dan menandai sel-B untuk menghasilkan antibody terhadap system imun dan menandai sel-B untuk menghasilkan antibody terhadap bakteri
bakteri asing): asing): jumlah jumlah yang yang kurang kurang dari dari 200 200 mengindikasikan mengindikasikan responsrespons defisiensi imun hebat.
defisiensi imun hebat. c.
c. Tes PHS: pembungkus hepatitis B dan antibody, sifilis, CMV mungkinTes PHS: pembungkus hepatitis B dan antibody, sifilis, CMV mungkin positif.
positif. d.
d. Pemeriksaan neurologis, mis. EEG, MRI, skan CT otak, EMG/pemeriksaanPemeriksaan neurologis, mis. EEG, MRI, skan CT otak, EMG/pemeriksaan konduksi saraf: diindikasikan untuk perubahan mental, demam yang tidak konduksi saraf: diindikasikan untuk perubahan mental, demam yang tidak diketahui asalnya dan/atau perubahan fungsi sensori/motor (Doenges, diketahui asalnya dan/atau perubahan fungsi sensori/motor (Doenges, 2001:836).
2001:836).
2.7.2
2.7.2 Diagnosa Diagnosa KeperawatKeperawatanan
Diagnosa keperawatan pada anak dengan infeksi Human
Diagnosa keperawatan pada anak dengan infeksi Human ImmunodeficiencyImmunodeficiency Virus (HIV) adalah sebagai berikut:
Virus (HIV) adalah sebagai berikut: a.
a. Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan kerusakan pertahanan tubuh,Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan kerusakan pertahanan tubuh, adanya organisme infeksius.
adanya organisme infeksius. b.
b. Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan denganPerubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kekambuhan penyakit, diare, kehilangan nafsu makan, kandidiasis oral. kekambuhan penyakit, diare, kehilangan nafsu makan, kandidiasis oral. c.
c. Kerusakan interaksi sosial berhubungan dengan pembatasan fisik,Kerusakan interaksi sosial berhubungan dengan pembatasan fisik, hospitalisasi, stigma sosial terhadap HIV.
2.7.3
2.7.3 PerencanaanPerencanaan
Sasaran bagi pasien HIV/ AIDS dengan diagnosa di atas mencakup pasien Sasaran bagi pasien HIV/ AIDS dengan diagnosa di atas mencakup pasien mengalami risiko infeksi minimal, pasien tidak menyebarkan penyakit pada mengalami risiko infeksi minimal, pasien tidak menyebarkan penyakit pada orang lain, pasien mendapatkan nutrisi yang optimal, dan pasien berpartisipasi orang lain, pasien mendapatkan nutrisi yang optimal, dan pasien berpartisipasi dalam kelompok sebaya dan aktivitas keluarga.
dalam kelompok sebaya dan aktivitas keluarga.
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Anak dengan Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) Anak dengan Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) Intervensi
Intervensi Keperawatan Keperawatan Rasional Rasional Hasil Hasil Yang Yang DiharapkanDiharapkan DIAGNOSA KEPERAWATAN: Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan kerusakan DIAGNOSA KEPERAWATAN: Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan kerusakan pertahanan tubuh, adanya org
pertahanan tubuh, adanya organisme infeksius.anisme infeksius.
SASARAN: Pasien mengalami risiko infeksi minimal. SASARAN: Pasien mengalami risiko infeksi minimal. 1.
1. Gunakan teknik mencuciGunakan teknik mencuci tangan yang cermat.
tangan yang cermat. 2.
2. Beri Beri tahu tahu pengunjungpengunjung untuk menggunakan untuk menggunakan teknik mencuci tangan teknik mencuci tangan yang baik.
yang baik. 3.
3. Batasi Batasi kontak kontak dengandengan individu yang mengalami individu yang mengalami infeksi, termasuk infeksi, termasuk keluarga, anak lain, teman keluarga, anak lain, teman dan anggota staf. Jelaskan dan anggota staf. Jelaskan bahwa
bahwa anak anak sangat sangat rentanrentan terhadap infeksi.
terhadap infeksi. 4.
4. Observasi asepsis medisObservasi asepsis medis dengan tepat.
dengan tepat. 5.
5. Dorong nutrisi yang baikDorong nutrisi yang baik dan istirahat yang cukup. dan istirahat yang cukup. 6.
6. Jelaskan pada keluargaJelaskan pada keluarga dan anak yang lebih besar dan anak yang lebih besar tentang pentingnya tentang pentingnya menghubungi profesional menghubungi profesional kesehatan bila terpajan kesehatan bila terpajan penyakit
penyakit masa masa kecil kecil (mis.,(mis., cacar air, gondongan). cacar air, gondongan). 7.
7. Berikan imunisasi yangBerikan imunisasi yang tepat sesuai ketentuan. tepat sesuai ketentuan. 8.
8. Berikan antibiotik sesuaiBerikan antibiotik sesuai ketentuan.
ketentuan.
1.
1. MeminimalkanMeminimalkan pemajanan
pemajanan padapada organisme infeksius. organisme infeksius. 2.
2. MeminimalkanMeminimalkan pemajanan
pemajanan padapada organisme infeksius. organisme infeksius. 3.
3. Mendorong kerja samaMendorong kerja sama dan pemahaman
dan pemahaman 4.
4. Menurunkan Menurunkan risikorisiko infeksi.
infeksi. 5.
5. MeningkatkanMeningkatkan pertahanan
pertahanan alamiahalamiah tubuh yang masih ada. tubuh yang masih ada. 6.
6. Agar dapat diberikanAgar dapat diberikan imunisasi yang tepat. imunisasi yang tepat. 7.
7. Mencegah Mencegah infeksiinfeksi khusus.
khusus.
Anak Anak tidak tidak kontakkontak dengan individu dengan individu terinfeksi.
terinfeksi.
Anak dan keluargaAnak dan keluarga menjalankan praktik menjalankan praktik kesehatan yang baik. kesehatan yang baik.
Anak Anak tidaktidak menunjukkan bukti-menunjukkan bukti- bukti infeksi.
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Anak dengan Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV Anak dengan Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV)) Intervensi
Intervensi Keperawatan Keperawatan Rasional Rasional Hasil Hasil Yang Yang DiharapkanDiharapkan DIAGNOSA KEPERAWATAN: Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan kerusakan DIAGNOSA KEPERAWATAN: Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan kerusakan pertahanan tubuh, adanya org
pertahanan tubuh, adanya organisme infeksius.anisme infeksius.
SASARAN: Pasien tidak menyebarkan penyakit pada orang lai SASARAN: Pasien tidak menyebarkan penyakit pada orang lai n.n.
1.
1. Implementasikan Implementasikan dandan lakukan Kewaspadaan lakukan Kewaspadaan Universal, khususnya Universal, khususnya isolasi bahan tubuh.
isolasi bahan tubuh. 2.
2. Instruksikan orang lainInstruksikan orang lain (mis., keluarga, anggota (mis., keluarga, anggota staf) untuk menggunakan staf) untuk menggunakan kewaspadaan yang tepat. kewaspadaan yang tepat. Jelaskan adanya kesalahan Jelaskan adanya kesalahan konsep tentang penularan konsep tentang penularan virus.
virus. 3.
3. Ajarkan Ajarkan metodemetode perlindungan
perlindungan anak anak yangyang sakit.
sakit. 4.
4. Usahakan untuk mencegahUsahakan untuk mencegah bayi
bayi dan dan semua semua anak anak kecilkecil agar tidak menempatkan agar tidak menempatkan tangan dan objek pada area tangan dan objek pada area terkontaminasi.
terkontaminasi. 5.
5. Kaji situasi rumah danKaji situasi rumah dan implementasikan tindakan implementasikan tindakan perlindungan
perlindungan yangyang mungkin dilakukan pada mungkin dilakukan pada situasi individu.
situasi individu.
1.
1. Mencegah Mencegah penyebaranpenyebaran virus.
virus. 2.
2. Hal Hal ini ini merupakanmerupakan masalah yang sering masalah yang sering terjadi dan dapat terjadi dan dapat mempengaruhi
mempengaruhi penggunaan penggunaan
kewaspadaan yang tepat. kewaspadaan yang tepat. 3.
3. Mencegah Mencegah penyebaranpenyebaran infeksi.
infeksi.
Orang Orang lain lain tidaktidak mendapatkan
mendapatkan penyakit tersebut. penyakit tersebut.
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Anak dengan Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV)
Anak dengan Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV)
Intervensi
Intervensi Keperawatan Keperawatan Rasional Rasional Hasil Hasil Yang Yang DiharapkanDiharapkan DIAGNOSA KEPERAWATAN: Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh DIAGNOSA KEPERAWATAN: Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
berhubungan dengan dengan kekambuhan kekambuhan penyakit, penyakit, diare, diare, kehilangan kehilangan nafsu nafsu makan, makan, kandidiasiskandidiasis oral.
oral.
SASARAN: Pasien mendapatkan nutrisi yang optimal. SASARAN: Pasien mendapatkan nutrisi yang optimal.
1.
1. Beri makanan dan kudapanBeri makanan dan kudapan kalori dan kalori dan tinggi- protein.
protein. 2.
2. Beri makanan yang disukaiBeri makanan yang disukai anak
anak 3.
3. Perkaya makanan denganPerkaya makanan dengan suplemen nutrisi (mis., susu suplemen nutrisi (mis., susu bubuk
bubuk atau atau suplemen suplemen yangyang dijual bebas).
dijual bebas). 4.
4. Pantau berat badan danPantau berat badan dan pertumbuhan.
pertumbuhan. 5.
5. Kolaborasi Kolaborasi dalamdalam pemberian
pemberian obat obat anti anti jamurjamur sesuai instruksi.
sesuai instruksi.
1.
1. Memenuhi kebutuhan tubuhMemenuhi kebutuhan tubuh untuk metabolisme dan untuk metabolisme dan pertumbuhan.
pertumbuhan. 2.
2. Mendorong agar anak mauMendorong agar anak mau makan.
makan. 3.
3. Memaksimalkan Memaksimalkan kualitaskualitas asupan makanan.
asupan makanan. 4.
4. Intervensi nutrisi tambahanIntervensi nutrisi tambahan dapat diimplementasikan dapat diimplementasikan bila
bila pertumbuhan pertumbuhan mulaimulai melambat atau berat badan melambat atau berat badan turun.
turun. 5.
5. Mengobati kandidiasis oral.Mengobati kandidiasis oral.
AnakAnak
mengkonsumsi mengkonsumsi jumlah
jumlah nutrien nutrien yangyang cukup (uraikan). cukup (uraikan).
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
Anak dengan Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV)
Anak dengan Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV)
Intervensi
Intervensi Keperawatan Keperawatan Rasional Rasional Hasil Hasil YangYang Diharapkan
Diharapkan
DIAGNOSA KEPERAWATAN: Kerusakan interaksi sosial berhubungan dengan DIAGNOSA KEPERAWATAN: Kerusakan interaksi sosial berhubungan dengan pembatasan fisik, hospitalisasi, stigma sosial terhadap HIV.
pembatasan fisik, hospitalisasi, stigma sosial terhadap HIV.
SASARAN: Pasien berpartisipasi dalam kelompok sebaya dan aktivitas keluarga. SASARAN: Pasien berpartisipasi dalam kelompok sebaya dan aktivitas keluarga. 1.
1. Bantu Bantu anak anak dalamdalam mengidentifikasi
mengidentifikasi kekuatan pribadi. kekuatan pribadi. 2.
2. Didik petugas sekolahDidik petugas sekolah dan teman sekelas tentang dan teman sekelas tentang HIV.
HIV. 3.
3. Dorong Dorong anak anak untukuntuk berpartisipasi
berpartisipasi dalamdalam aktivitas bersama aktivitas bersama anak-anak dan keluarga yang anak dan keluarga yang lain.
lain.
1.
1. Memfasilitasi koping.Memfasilitasi koping. 2.
2. Anak tidak perlu diisolasi.Anak tidak perlu diisolasi.
Anak Anak dapatdapat berinteraksi
berinteraksi
dengan orang lain. dengan orang lain.
2.7.4
2.7.4 EvaluasiEvaluasi
Evaluasi hasil yang diharapkan setelah dilakukan tindakan adalah sebagai Evaluasi hasil yang diharapkan setelah dilakukan tindakan adalah sebagai berikut:
berikut:
Anak tidak kontak dengan individu terinfeksi.Anak tidak kontak dengan individu terinfeksi.
Anak dan keluarga menjalankan praktik kesehatan yang baik.Anak dan keluarga menjalankan praktik kesehatan yang baik.
Anak Anak tidak menuntidak menunjukkan bjukkan bukti-bukti infeksi.ukti-bukti infeksi.
Orang lain tidak mendapatkan penyakit tersebut.Orang lain tidak mendapatkan penyakit tersebut.
Anak mengkonsumsi jumlah nutrien yang cukup.Anak mengkonsumsi jumlah nutrien yang cukup.
Anak dapat berinteraksi dengan orang lain.Anak dapat berinteraksi dengan orang lain. 2.7.5
2.7.5 Perencanaan PemulanganPerencanaan Pemulangan 1.
1. Ajarkan kepada anak dan keluarga untuk menghubungi tim kesehatan bilaAjarkan kepada anak dan keluarga untuk menghubungi tim kesehatan bila terdapat tanda-tanda atau gejala infeksi.
terdapat tanda-tanda atau gejala infeksi. 2.
2. Ajarkan kepada anak dan keluarga untuk mengamati respon terhadapAjarkan kepada anak dan keluarga untuk mengamati respon terhadap pengobatan dan memberi tahu dokter ten
pengobatan dan memberi tahu dokter tentang adanya reaksi yang merugikan.tang adanya reaksi yang merugikan. 3.
3. Ajarkan kepada anak dan keluarga tentang penjadwalan pemeriksaan tindakAjarkan kepada anak dan keluarga tentang penjadwalan pemeriksaan tindak lanjut.
lanjut.
Hasil yang diharapkan Hasil yang diharapkan 1.
1. Anak tidak menunjukan tanda-tanda atau gejala infeksi.Anak tidak menunjukan tanda-tanda atau gejala infeksi. 2.
2. Anak dan keluarga menunjukan pemahaman tentang perawatan dirumah danAnak dan keluarga menunjukan pemahaman tentang perawatan dirumah dan perlunya pemeriksaan tindak lanjut.
perlunya pemeriksaan tindak lanjut. 3.
3. Anak akan berpartisipasi dalam aktivitas bersama keluarga dan teman sebayaAnak akan berpartisipasi dalam aktivitas bersama keluarga dan teman sebaya (Bezt, Cecily Lynn. 2009).
BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP 3.1 3.1 SimpulanSimpulan
HIV secara umum adalah virus yang hanya dapat menginfeksi manusia, HIV secara umum adalah virus yang hanya dapat menginfeksi manusia, memperbanyak diri didalam sel manusia, sehingga menurunkan kekebalan manusia memperbanyak diri didalam sel manusia, sehingga menurunkan kekebalan manusia terhadap penyakit infeksi. AIDS adalah sekumpulan tanda dan gejala pen
terhadap penyakit infeksi. AIDS adalah sekumpulan tanda dan gejala pen yakit akibatyakit akibat hilangnya atau menurunnya sistem kekebalan tubuh seseorang yang didapat karena hilangnya atau menurunnya sistem kekebalan tubuh seseorang yang didapat karena terinfeksi HIV. Penularan HIV dari ibu ke anak yang biasa terjadi selama dalam terinfeksi HIV. Penularan HIV dari ibu ke anak yang biasa terjadi selama dalam kandungannya (antepartum),selama persalinan (intrapartum),pada bayi baru lahir kandungannya (antepartum),selama persalinan (intrapartum),pada bayi baru lahir terpajan oleh cairan tubuh ibu yang terinfeksi (post partum) dan pada bayi tertular terpajan oleh cairan tubuh ibu yang terinfeksi (post partum) dan pada bayi tertular melalui pemberian ASI.
melalui pemberian ASI. Menurut Cecily L Betz, anak-anak dengan infeksi Menurut Cecily L Betz, anak-anak dengan infeksi HIV yangHIV yang didapat pada masa perinatal tampak normal pada saat lahir dan mulai timbul gejala didapat pada masa perinatal tampak normal pada saat lahir dan mulai timbul gejala pada 2 tahun pertama kehidupan
pada 2 tahun pertama kehidupan..
Sasaran bagi pasien HIV/ AIDS dengan mencakup pasien mengalami risiko infeksi Sasaran bagi pasien HIV/ AIDS dengan mencakup pasien mengalami risiko infeksi minimal, pasien tidak menyebarkan penyakit pada orang lain, pasien mendapatkan minimal, pasien tidak menyebarkan penyakit pada orang lain, pasien mendapatkan nutrisi yang optimal, dan pasien berpartisipasi dalam kelompok sebaya dan aktivitas nutrisi yang optimal, dan pasien berpartisipasi dalam kelompok sebaya dan aktivitas keluarga.
keluarga.
3.2
3.2 SaranSaran
Karena sampai saat ini belum
Karena sampai saat ini belum diketahui diketahui vaksin atau obat yvaksin atau obat yang efektif untukang efektif untuk pencegahan
pencegahan atau atau penyembuhan penyembuhan AIDS, AIDS, maka maka untuk untuk menghindari menghindari infeksi infeksi HIV HIV dandan menekan penyebarannya, cara yang utama adalah melakukan tindakan pencegahan menekan penyebarannya, cara yang utama adalah melakukan tindakan pencegahan melalui perubahan perilaku.
melalui perubahan perilaku.
Kepada para pembaca khususnya perawat, diharapkan dengan adanya makalah ini Kepada para pembaca khususnya perawat, diharapkan dengan adanya makalah ini dapat melaksanakan tindakan yang tepat dan benar dalam memberikan asuhan dapat melaksanakan tindakan yang tepat dan benar dalam memberikan asuhan keperawatan kepada penderita HIV/ AIDS.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
Bezt, Cecily Lynn. 2009.
Bezt, Cecily Lynn. 2009. Buku Saku Keperawatan P Buku Saku Keperawatan Pediatriediatri. Jakarta : EGC.. Jakarta : EGC. Doenges, Marilynn E. 2001.
Doenges, Marilynn E. 2001. Rencana Asuhan Rencana Asuhan KeperawatanKeperawatan Edisi 3. Jakarta: EGC Edisi 3. Jakarta: EGC
DR. Nursalam, M.Nurs dan Ninuk Dian Kurniawati, S.Kep. Ns. 2007.
DR. Nursalam, M.Nurs dan Ninuk Dian Kurniawati, S.Kep. Ns. 2007. Asuhan Asuhan Keperawatan
Keperawatan
pada Pasien Terinfeksi HIV/AIDS Edisi Pertama
pada Pasien Terinfeksi HIV/AIDS Edisi Pertama. Salemba Medika:. Salemba Medika: Jakarta.Jakarta. Lily, V.L. 2004.
Lily, V.L. 2004. Transmisi HIV dari Ibu ke Anak Transmisi HIV dari Ibu ke Anak . Majalah Kedokteran Indonesia. 54.. Majalah Kedokteran Indonesia. 54.
Martono, Lydia Harlina. 2008.
Martono, Lydia Harlina. 2008. Peran Orang Tua Da Peran Orang Tua Dalam Mencegah Dan Menalam Mencegah Dan Menanggulanginggulangi Penyalahgunaan
Penyalahgunaan NarkobaNarkoba. Jakarta: Balai Pustaka. Jakarta: Balai Pustaka PELKESI. 1995. Pendekatan
PELKESI. 1995. Pendekatan Perencanaan Perencanaan Program Program PMS PMS dan dan AIDS AIDS di di Masyarakat Masyarakat ..
Jakarta:
Jakarta:
PELKESI
PELKESI
Smeltzer, Suzanne C. 2001.
Smeltzer, Suzanne C. 2001. Buku Buku Ajar Ajar Keperawatan Keperawatan Medical-Bedah Medical-Bedah Brunner Brunner && Suddarth Edisi 8
Suddarth Edisi 8 Vol. 3
Vol. 3. Jakarta: EGC. Jakarta: EGC Sudoyo, Aru W, dkk. 2006.
Sudoyo, Aru W, dkk. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid III edisi IV. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid III edisi IV. Jakarta:Jakarta: Departemen Penyakit Dalam FKUI
Departemen Penyakit Dalam FKUI
Sujana, Arman. 2007.
Sujana, Arman. 2007. Kamus Lengkap Biologi Kamus Lengkap Biologi. Jakarta: Mega Aksara. Jakarta: Mega Aksara
Wong, Donna L. 2003.
KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR
Segala
Segala puji hanya puji hanya milik milik Allah Allah SWT. Shalawat SWT. Shalawat dan sadan salam lam selalu selalu tercurahkantercurahkan kepada
kepada junjungan junjungan kita kita Rasulullah Rasulullah Muhammad Muhammad SAW. SAW. Berkat Berkat limpahan limpahan dan dan rahmat-Nyarahmat-Nya penyusun
penyusun mampu mampu menyelesaikan menyelesaikan tugastugas makalah yang berjudul: “makalah yang berjudul: “AsuhanAsuhan Keperawata
Keperawatan keluarga dengan n keluarga dengan hiv.hiv.””
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Akper Pemda Kab. sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Akper Pemda Kab. Padang Pariaman.
Padang Pariaman. Saya sadar bahwa Saya sadar bahwa ma kalah ini masih banyma kalah ini masih banyak kekurangan ak kekurangan dan jauhdan jauh dari sempurna.
dari sempurna.
Untuk
Untuk itu, kepada itu, kepada dosen pembimbing sadosen pembimbing sa ya meminta ya meminta masukannya demimasukannya demi perbaikan
perbaikan pembuatan pembuatan makalah makalah saya saya di di masa masa yang yang akan akan datang datang dan dan mengharapkanmengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.
kritik dan saran dari para pembaca.
Pariaman, Desember 2017 Pariaman, Desember 2017 Penyusun Penyusun Kelompok. Kelompok. VV
DAFTAR ISI DAFTAR ISI
KATA
KATA PENGANTAR PENGANTAR ... ... ii DAFTAR
DAFTAR ISI ISI ... .. iiii BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN A.
A. Latar Latar Belakang Belakang ... . 11 B.
B. Rumusan Rumusan Masalah Masalah ... ... 11 C.
C. Tujuan Tujuan ... ... 22
BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 2.1 Definisi Definisi ... ... 33 2.2 2.2 Etiologi Etiologi ... ... 33 2.3 2.3 Patofisiologi Patofisiologi ... ... 55 2.4
2.4 Manifestasi Manifestasi Klini Klini ... ... 88 2.5
2.5 Komplikasi Komplikasi ... . 99 2.6
2.6 Penatalaksanaan Penatalaksanaan Medis Medis ... ... 1010 2.7
2.7 Asuhan Asuhan Keperawatan Keperawatan ... ... 1010
BAB III PENUTUP BAB III PENUTUP
A. A. Kesimpulan Kesimpulan ... ... 1010 B. B. Saran Saran ... ... 1010 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
MAKALAH DAN ASKEP
MAKALAH DAN ASKEP
Asuhan Keperawatan keluarga dengan Asuhan Keperawatan keluarga dengan HIVHIV