BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
A.
A. Latar BelakangLatar Belakang
Kesehatan merupakan bagian integral dari kehidupan manusia, bertolak dari Kesehatan merupakan bagian integral dari kehidupan manusia, bertolak dari latar belakang manusia yang berbeda-beda. Hal ini mengakibatkan banyak latar belakang manusia yang berbeda-beda. Hal ini mengakibatkan banyak faktor yang terjadi dan berhubungan dengan masalah kesehatan. Di dalam faktor yang terjadi dan berhubungan dengan masalah kesehatan. Di dalam komunitas masyarakat suatu daerah bila di klasifikasikan berdasarkan komunitas masyarakat suatu daerah bila di klasifikasikan berdasarkan kelompok khusus, yang sangat rentan terhadap kondisi kesehatan terganggu kelompok khusus, yang sangat rentan terhadap kondisi kesehatan terganggu adalah kelompok khusus anak usia sekolah. Salah satu upaya yang adalah kelompok khusus anak usia sekolah. Salah satu upaya yang dilaksanakan adalah meningkatkan pola hidup masyarakat yang sehat dengan dilaksanakan adalah meningkatkan pola hidup masyarakat yang sehat dengan melakukan kegiatan keperawatan pada komunitas atau masyarakat yang melakukan kegiatan keperawatan pada komunitas atau masyarakat yang didalamnya terdapat kelompok khusus anak sekolah.
didalamnya terdapat kelompok khusus anak sekolah.
Berdasarkan hasil pengkajian data yang dilakukan di kelurahan Wonokromo Berdasarkan hasil pengkajian data yang dilakukan di kelurahan Wonokromo Surabaya yang dilakukan pada tanggal 12 November 2012. Ditemukan Surabaya yang dilakukan pada tanggal 12 November 2012. Ditemukan sebagian besar anak SDN IV Wonokromo yang memiliki masalah kebersihan sebagian besar anak SDN IV Wonokromo yang memiliki masalah kebersihan diri (personal hygiene), cukup banyak antara lain 45 murid yang bermasalah diri (personal hygiene), cukup banyak antara lain 45 murid yang bermasalah pada
pada gigi gigi dengan dengan persentase persentase 36.5%, 36.5%, 25 25 murid murid yang yang tidaktidak menggosok gigi dengan persentase 20.3%, 6 murid yang tidak tidak mencuci menggosok gigi dengan persentase 20.3%, 6 murid yang tidak tidak mencuci tangan sebelum makan dengan persentase 4.9%, 15 murid yang tidak mencuci tangan sebelum makan dengan persentase 4.9%, 15 murid yang tidak mencuci kaki sebelum tidur dengan persentase 12.1%, 7 murid tidak biasa memakai kaki sebelum tidur dengan persentase 12.1%, 7 murid tidak biasa memakai alasalas kaki dengan persentase 5.7%, 20 murid tidak biasa potong kuku dengan kaki dengan persentase 5.7%, 20 murid tidak biasa potong kuku dengan
persentase
persentase 16.2% 16.2% , , 5 5 murid murid yang yang mempunyai mempunyai kebiasaan kebiasaan mandi mandi 1 1 kali kali seharisehari dengan persentase 4%. Dampak negatif dari perilaku tersebut adalah dengan persentase 4%. Dampak negatif dari perilaku tersebut adalah menimbulkan berbagai penyakit yang terjadi seperti karies gigi, diare, menimbulkan berbagai penyakit yang terjadi seperti karies gigi, diare, cacingan, dan gatal-gatal. Sehingga perlu untuk ditindak lanjuti dengan cacingan, dan gatal-gatal. Sehingga perlu untuk ditindak lanjuti dengan pemberian
pemberian asuhan asuhan keperawatan. keperawatan. Melihat Melihat berbagai berbagai masalah masalah kesehatan kesehatan yangyang muncul pada kelompok usia anak sekolah maka diperlukan adanya peran muncul pada kelompok usia anak sekolah maka diperlukan adanya peran tenaga kesehatan dalam membantu menangani masalah te
tenaga kesehatan dalam membantu menangani masalah tersebut baik promotif,rsebut baik promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
preventif, kuratif dan rehabilitatif.
B.
B. Rumusan MasalahRumusan Masalah 1.
1. Apa Apa Itu Itu Komunitas?Komunitas? 2.
2. Bagaimana Anak Usia Sekolah Sebagai Kelompok Berisiko?Bagaimana Anak Usia Sekolah Sebagai Kelompok Berisiko? 3.
3. Framework/Model Yang Digunakan Untuk Pengkajian KomunitasFramework/Model Yang Digunakan Untuk Pengkajian Komunitas 4.
4. Bagaimana Penkajian Data Inti (Core)?Bagaimana Penkajian Data Inti (Core)? 5.
5. Bagaimana Pengkajian 8 Sub Sistem?Bagaimana Pengkajian 8 Sub Sistem? 6.
6. Bagaimana Peran Perawat Komunitas Terhadap Anak Usia Sekolah?Bagaimana Peran Perawat Komunitas Terhadap Anak Usia Sekolah?
C.
C. Tujuan PenulisanTujuan Penulisan
Setelah dilakukan pembeajaran selama 1x30 menit diharapkan mahasiswa/i Setelah dilakukan pembeajaran selama 1x30 menit diharapkan mahasiswa/i Stikes Kharisma Karawang tingkat 3A mampu memberikan Asuhan Stikes Kharisma Karawang tingkat 3A mampu memberikan Asuhan Keperawatan Komunitas Pada Agregat Anak Usia Sekolah Secara Mandiri. Keperawatan Komunitas Pada Agregat Anak Usia Sekolah Secara Mandiri.
Mahasiswa/i Stikes Kharisma Karawang tingkat 3A mampu memahami: Mahasiswa/i Stikes Kharisma Karawang tingkat 3A mampu memahami: 1.
1. Apa Apa Itu Itu Keperawatan Keperawatan Komunitas.Komunitas. 2.
2. Bagaimana Anak Usia Sekolah Sebagai Kelompok Berisiko.Bagaimana Anak Usia Sekolah Sebagai Kelompok Berisiko. 3.
3. Framework/Model Yang Digunakan Untuk Pengkajian Komunitas.Framework/Model Yang Digunakan Untuk Pengkajian Komunitas. 4.
4. Bagaimana Penkajian Data Inti (Core).Bagaimana Penkajian Data Inti (Core). 5.
5. Bagaimana Pengkajian 8 Sub Sistem.Bagaimana Pengkajian 8 Sub Sistem. 6.
6. Bagaimana Peran Perawat Komunitas Terhadap Anak Usia Sekolah.Bagaimana Peran Perawat Komunitas Terhadap Anak Usia Sekolah.
D.
D. Metode PenulisanMetode Penulisan
Metode penulisan makalah ini menggunakan study perpustakaan dan literatur Metode penulisan makalah ini menggunakan study perpustakaan dan literatur internet.
internet.
E.
E. Sistematika PenulisanSistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN:
BAB I PENDAHULUAN: Latar Belakang, Rumusan Masalah, TujuanLatar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penulisan, Metode Penulisan, dan sistematika Penulisan.
Penulisan, Metode Penulisan, dan sistematika Penulisan. BAB IIBAB II PEMBAHASAN:
PEMBAHASAN: Definisi Keperawatan Komunita, Anak Usia SekolahDefinisi Keperawatan Komunita, Anak Usia Sekolah Sebagai Kelompok Berisiko, Framework/Model Yang Digunakan Untuk Sebagai Kelompok Berisiko, Framework/Model Yang Digunakan Untuk Pengkajian Komunitas, Penkajian Data Inti (Core), Bagaimana Pengkajian 8 Pengkajian Komunitas, Penkajian Data Inti (Core), Bagaimana Pengkajian 8 Sub Sistem, dan Peran Perawat Komunitas Terhadap Anak
Sub Sistem, dan Peran Perawat Komunitas Terhadap Anak Usia Sekolah.Usia Sekolah.BABBAB III PENUTUP:
BAB II BAB II
PEMBAHASAN PEMBAHASAN
A.
A. Definisi KomunitasDefinisi Komunitas
Komunitas dapat diartikan kumpulan orang pada wilayah tertentu dengan Komunitas dapat diartikan kumpulan orang pada wilayah tertentu dengan sistem sosial tertentu. Komunitas meliputi individu, keluarga, sistem sosial tertentu. Komunitas meliputi individu, keluarga, kelompok/agregat
kelompok/agregat dan masyarakat. dan masyarakat. Salah Salah satu agregat satu agregat di komundi komunitas adalahitas adalah kelompok anak usia
kelompok anak usia sekolah yang sekolah yang tergolong kelompok tergolong kelompok berisiko (at berisiko (at risk)risk) terhadap timbulnya masalah kesehatan yang terkait perilaku tidak sehat.
terhadap timbulnya masalah kesehatan yang terkait perilaku tidak sehat.
Berdasarkan umur kronologis dan berbagai kepentingan, terdapat berbagai Berdasarkan umur kronologis dan berbagai kepentingan, terdapat berbagai definisi tentang anak usia sekolah yaitu:
definisi tentang anak usia sekolah yaitu: 1.
1. Menurut definisi WHO (World Health Organization) yaitu golongan anakMenurut definisi WHO (World Health Organization) yaitu golongan anak yang berusia antara 7-15 tahun , sedangkan di Indonesia lazimnya anak yang berusia antara 7-15 tahun , sedangkan di Indonesia lazimnya anak yang berusia 7-12 tahun.
yang berusia 7-12 tahun. 2.
2. Menurut Wong (2009), usia sekolah adalah anak Menurut Wong (2009), usia sekolah adalah anak pada usia 6-12 tahun.pada usia 6-12 tahun.
B.
B. Anak Usia Sekolah Sebagai Kelompok RisikoAnak Usia Sekolah Sebagai Kelompok Risiko
Anak usia sekolah adalah anak yang memiliki umur 6 sampai 12 tahun yang Anak usia sekolah adalah anak yang memiliki umur 6 sampai 12 tahun yang masih duduk di sekolah dasar dari kelas 1 sampai kelas 6 dan perkembangan masih duduk di sekolah dasar dari kelas 1 sampai kelas 6 dan perkembangan sesuai usianya. Anak usia sekolah merupakan kelompok risiko yaitu suatu sesuai usianya. Anak usia sekolah merupakan kelompok risiko yaitu suatu kondisi yang dihubungkan dengan peningkatan kemungkinan adanya kejadian kondisi yang dihubungkan dengan peningkatan kemungkinan adanya kejadian penyakit. Hal ini ti
penyakit. Hal ini tidak berarti bahwa dak berarti bahwa jika fjika faktor risiko teaktor risiko tersebut ada pasti rsebut ada pasti akanakan menyebabkan penyakit, tetapi dapat berakibat potensial terjadinya sakit atau menyebabkan penyakit, tetapi dapat berakibat potensial terjadinya sakit atau
kondisi yang membahayakan kesehatan secara optimal dari populasi. Anak kondisi yang membahayakan kesehatan secara optimal dari populasi. Anak usia sekolah merupakan populasi risiko karena beberapa hal yaitu:
usia sekolah merupakan populasi risiko karena beberapa hal yaitu: 1.
1. Anak banyak menghabiskan waktu di luar rumahAnak banyak menghabiskan waktu di luar rumah 2.
2. Aktivitas fisik anak semakin meningkatAktivitas fisik anak semakin meningkat 3.
3. Pada usia ini anak akan mencari jati diriPada usia ini anak akan mencari jati dirinyanya 4.
4. Masih membutuhkan peran orang tua untuk membantu memenuhiMasih membutuhkan peran orang tua untuk membantu memenuhi kebutuhan
kebutuhan
C.
C. FrameworkFramework/Model yang /Model yang Digunakan Untuk Pengkajian KomunitasDigunakan Untuk Pengkajian Komunitas
Dalam memberikan asuhan keperawatan pada agregat anak usia sekolah Dalam memberikan asuhan keperawatan pada agregat anak usia sekolah menggunakan pendekatan Community as partner model. Klien (anak usia menggunakan pendekatan Community as partner model. Klien (anak usia sekolah) digambarkan sebagai inti (core) mencakup sejarah, demografi, suku sekolah) digambarkan sebagai inti (core) mencakup sejarah, demografi, suku bangsa,
bangsa, nilai nilai dan dan keyakinan keyakinan dengan dengan 8 8 (delapan) (delapan) subsistem subsistem yang yang salingsaling mempengaruhi meliputi lingkungan fisik, pelayanan kesehatan dan sosial, mempengaruhi meliputi lingkungan fisik, pelayanan kesehatan dan sosial, ekonomi, keamanan dan transportasi, politik dan pemerintahan, komunikasi, ekonomi, keamanan dan transportasi, politik dan pemerintahan, komunikasi, pendidikan
pendidikan dan dan rekreasi rekreasi (Anderson, (Anderson, Mc Mc Farlane, Farlane, 2000 2000 dalamdalam Ervin, 2002).
Ervin, 2002).
D.
D. Pegkajian Pegkajian Data IData Inti nti (Core)(Core) 1.
1. Demografi: Jumlah anak usia sekolah keseluruhan, jumlah anak usiaDemografi: Jumlah anak usia sekolah keseluruhan, jumlah anak usia sekolah menurut jenis kelamin,
sekolah menurut jenis kelamin, golongan umur.golongan umur. 2.
2. Etnis: suku bangsa, budaya, tipe keluarga.Etnis: suku bangsa, budaya, tipe keluarga. 3.
3. Nilai, k Nilai, kepercayaan dan epercayaan dan agama: nilai agama: nilai dan dan kepercayaan ykepercayaan yang ang dianut dianut oleh oleh anakanak usia sekolah berkaitan dengan pergaulan, agama yang dianut, fasilitas usia sekolah berkaitan dengan pergaulan, agama yang dianut, fasilitas
ibadah yang ada, adanya organisasi keagamaan, kegiatan-kegiatan ibadah yang ada, adanya organisasi keagamaan, kegiatan-kegiatan keagamaan yang dikerjakan oleh anak usia sekolah.
keagamaan yang dikerjakan oleh anak usia sekolah.
E.
E. Pengkajian 8 Sub SistemPengkajian 8 Sub Sistem 1.
1. Lingkungan FisikLingkungan Fisik a.
a. Inspeksi: Lingkungan sekolah anak usia sekolah, kebersihanInspeksi: Lingkungan sekolah anak usia sekolah, kebersihan lingkungan, aktifitas anak usia sekolah di lingkungannya, data lingkungan, aktifitas anak usia sekolah di lingkungannya, data dikumpulkan dengan winshield survey dan observasi.
dikumpulkan dengan winshield survey dan observasi. b.
b. Auskultasi: Mendengarkan aktifitas yang dilakukan anak usia sekolahAuskultasi: Mendengarkan aktifitas yang dilakukan anak usia sekolah dari guru kelas, kader UKS, dan kepala sekolah melalui wawancara. dari guru kelas, kader UKS, dan kepala sekolah melalui wawancara. c.
c. Angket: Adanya kebiasaan pada lingkungan anak usia sekolah yangAngket: Adanya kebiasaan pada lingkungan anak usia sekolah yang kurang baik bagi perkembangan anak usia sekolah.
kurang baik bagi perkembangan anak usia sekolah.
2.
2. Pelayanan kesehatan dan pelayanan sosialPelayanan kesehatan dan pelayanan sosial
Ketersediaan pelayanan kesehatan khusus anak usia sekolah, bentuk Ketersediaan pelayanan kesehatan khusus anak usia sekolah, bentuk pelayanan
pelayanan kesehatan bila kesehatan bila ada, ada, apakah apakah terdapat terdapat pelayanan pelayanan konseling konseling bagibagi anak usia sekolah melalui wawancara.
anak usia sekolah melalui wawancara.
3.
3. EkonomiEkonomi
Jumlah pendapatan orang tua siswa, jenis pekerjaan orang tua siswa, Jumlah pendapatan orang tua siswa, jenis pekerjaan orang tua siswa, jumlah uang jajan para si
jumlah uang jajan para siswa melalui wawancara swa melalui wawancara dan melihat data dan melihat data di staffdi staff tata usaha sekolah.
4.
4. Keamanan dan transportasi.Keamanan dan transportasi. a.
a. Keamanan: adanya satpam sekolah, petugas penyebarang jalan.Keamanan: adanya satpam sekolah, petugas penyebarang jalan. b.
b. TransportasiTransportasi Jenis transportasi
Jenis transportasi yang dapat digunakan anak usia sekolah, adanya bisyang dapat digunakan anak usia sekolah, adanya bis sekolah untuk layanan antar jemput siswa.
sekolah untuk layanan antar jemput siswa.
5.
5. Politik dan pemerintahanPolitik dan pemerintahan
Kebijakan pemerintah tentang anak usia sekolah, dan tata tertib sekolah Kebijakan pemerintah tentang anak usia sekolah, dan tata tertib sekolah yang harus dipatuhi seluruh siswa.
yang harus dipatuhi seluruh siswa.
6.
6. KomunikasiKomunikasi a.
a. Komunikasi formalKomunikasi formal
Media komunikasi yang digunakan oleh anak usia sekolah untuk Media komunikasi yang digunakan oleh anak usia sekolah untuk memperoleh informasi pengetahuan tentang kesehatan melalui buku memperoleh informasi pengetahuan tentang kesehatan melalui buku dan sosialisasi dari pendidik.
dan sosialisasi dari pendidik. b.
b. Komunikasi informalKomunikasi informal
Komunikasi/diskusi yang dilakukan anak usia sekolah dengan gur dan Komunikasi/diskusi yang dilakukan anak usia sekolah dengan gur dan orang tua, peran guru dan orang tua dalam menyelesaikan dan orang tua, peran guru dan orang tua dalam menyelesaikan dan mencegah masalah anak sekolah, keterlibatan guru dan orang tua dan mencegah masalah anak sekolah, keterlibatan guru dan orang tua dan lingkungan dalam menyelesaikan masalah anak usia sekolah.
7.
7. PendidikanPendidikan
Terdapat pembelajaran tentang kesehatan, jenis
Terdapat pembelajaran tentang kesehatan, jenis kurikulum yang digunakankurikulum yang digunakan sekolah, dan tingkat pendidikan tenaga pengajar di sekolah.
sekolah, dan tingkat pendidikan tenaga pengajar di sekolah.
8.
8. RekreasiRekreasi
Tempat rekreasi yang digunakan anak usia sekolah, tempat sarana Tempat rekreasi yang digunakan anak usia sekolah, tempat sarana penyaluran
penyaluran bakat bakat anak usia anak usia sekolah sekolah seperti seperti olahraga olahraga dan dan seni,seni, pemanfaatannya, kapan waktu pengg
pemanfaatannya, kapan waktu penggunaan.unaan.
F.
F. Peran Perawat Komunitas Terkait Anak Usia SekolahPeran Perawat Komunitas Terkait Anak Usia Sekolah 1.
1. Praktik Keperawatan Kesehatan KomunitasPraktik Keperawatan Kesehatan Komunitas
Keperawatan kesehatan komunitas (CHN) merupakan spesialis pelayanan Keperawatan kesehatan komunitas (CHN) merupakan spesialis pelayanan keperawatan yang berbasiskan pada masyarakat dimana perawat keperawatan yang berbasiskan pada masyarakat dimana perawat mengambil ta
mengambil tanggung nggung jawab jawab untuk berkontribusi untuk berkontribusi meningkatkan derajadmeningkatkan derajad kesehatan masyarakat. Fokus utama upaya CHN adalah pencegahan kesehatan masyarakat. Fokus utama upaya CHN adalah pencegahan penyakit,
penyakit, peningkatan peningkatan dan dan mempertahankan mempertahankan kesehatan kesehatan dengan dengan tanggungtanggung jawab utama
jawab utama perawat CHN perawat CHN pada keseluruhan pada keseluruhan populasi dengan populasi dengan penekananpenekanan pada kesehatan
pada kesehatan kelompok populasi dari pada individu dkelompok populasi dari pada individu dan keluarga.an keluarga.
2.
2. Fungsi dan Peran Perawat CHN Pada Agregat Anak Usia SekolahFungsi dan Peran Perawat CHN Pada Agregat Anak Usia Sekolah Fungsi dan Peran Perawat Kesehatan Komunitas terkait Agregat Anak Usia Fungsi dan Peran Perawat Kesehatan Komunitas terkait Agregat Anak Usia Sekolah Antara Lain:
a.
a. KolaboratorKolaborator
Perawat bekerjasama dengan lintas program dan lintas sektoral dalam Perawat bekerjasama dengan lintas program dan lintas sektoral dalam membuat keputusan dan melaksanakan tindakan untuk menyelesaikan membuat keputusan dan melaksanakan tindakan untuk menyelesaikan masalah anak
masalah anak sekolah. Seperti halnysekolah. Seperti halnya perawat melakukan a perawat melakukan kemitraankemitraan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga, guru, kepolisian, dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga, guru, kepolisian, psikolog, dokter, LSM, dan
psikolog, dokter, LSM, dan sebagainya.sebagainya.
b.
b. KoordinatorKoordinator
Mengkoordinir pelaksanaan konferensi kasus sesuai kebutuhan anak Mengkoordinir pelaksanaan konferensi kasus sesuai kebutuhan anak sekolah, menetapkan penyedia pelayanan untuk anak usia sekolah. sekolah, menetapkan penyedia pelayanan untuk anak usia sekolah.
c.
c. Case FinderCase Finder
Mengembangkan tanda dan gejala kesehatan yang terjadi pada agregat Mengembangkan tanda dan gejala kesehatan yang terjadi pada agregat anak usia sekolah, menggunakan proses diagnostik untuk anak usia sekolah, menggunakan proses diagnostik untuk mengidentifikasi potensial kasus penyakit dan risiko pada anak usia mengidentifikasi potensial kasus penyakit dan risiko pada anak usia sekolah.
sekolah.
d.
d. Case ManagerCase Manager
Mengidentifikasi kebutuhan anak usia sekolah, merancang rencana Mengidentifikasi kebutuhan anak usia sekolah, merancang rencana perawatan untuk
perawatan untuk memenuhi kebutuhan anak usia memenuhi kebutuhan anak usia sekolah, mengawasisekolah, mengawasi pelaksanaan pelayanan dan mengevaluasi dampak pelayanan
e.
e. PendidikPendidik
Mengembangkan rencana pendidikan kepada keluarga dengan anak Mengembangkan rencana pendidikan kepada keluarga dengan anak usia sekolah di masyarakat dan anak usia sekolah di institusi formal, usia sekolah di masyarakat dan anak usia sekolah di institusi formal, memberikan pendidikan kesehatan sesuai kebutuhan, mengevaluasi memberikan pendidikan kesehatan sesuai kebutuhan, mengevaluasi dampak pendidikan kesehatan.
dampak pendidikan kesehatan.
f.
f. KonselorKonselor
Membantu anak usia sekolah mengidentifikasi masalah dan alternatif Membantu anak usia sekolah mengidentifikasi masalah dan alternatif solusi, membantu anak usia sekolah mengevaluasi efek solusi dan solusi, membantu anak usia sekolah mengevaluasi efek solusi dan pemecahan masalah.
pemecahan masalah.
g.
g. PenilitiPeniliti
Merancang riset terkait anak usia sekolah, mengaplikasikan hasil riset Merancang riset terkait anak usia sekolah, mengaplikasikan hasil riset pada anak usia sekolah, mendesiminasikan hasil riset.
pada anak usia sekolah, mendesiminasikan hasil riset.
h.
h. Care GiverCare Giver
Mengkaji status kesehatan komunitas anak usia sekolah, menetapkan Mengkaji status kesehatan komunitas anak usia sekolah, menetapkan diagnosa keperawatan, merencanakan intervensi keperawatan, diagnosa keperawatan, merencanakan intervensi keperawatan, melaksanakan rencana tindakan dan mengevaluasi hasil intervensi. melaksanakan rencana tindakan dan mengevaluasi hasil intervensi.
i.
i. PembelaPembela
Memperoleh fakta terkait situasi yang dihadapi anak usia sekolah, Memperoleh fakta terkait situasi yang dihadapi anak usia sekolah, menentukan kebutuhan advokasi, menyampaikan kasus anak usia menentukan kebutuhan advokasi, menyampaikan kasus anak usia
sekolah terhadap pengambil keputusan, mempersiapkan anak usia sekolah terhadap pengambil keputusan, mempersiapkan anak usia sekolah untuk mandiri.
BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP A. A. KesimpulanKesimpulan
Komunitas dapat diartikan kumpulan orang pada wilayah tertentu dengan Komunitas dapat diartikan kumpulan orang pada wilayah tertentu dengan sistem sosial tertentu. Komunitas meliputi individu, keluarga, sistem sosial tertentu. Komunitas meliputi individu, keluarga, kelompok/agregat dan masyarakat. Salah satu agregat di komunitas adalah kelompok/agregat dan masyarakat. Salah satu agregat di komunitas adalah kelompok anak usia
kelompok anak usia sekolah yang sekolah yang tergolong kelompok tergolong kelompok berisiko (at berisiko (at risk)risk) terhadap timbulnya masalah kesehatan yang terkait perilaku tidak sehat. Yang terhadap timbulnya masalah kesehatan yang terkait perilaku tidak sehat. Yang menjadi sasaran pengkajian adalah anak usia sekolah SD dengan umur 6 menjadi sasaran pengkajian adalah anak usia sekolah SD dengan umur 6
–
–
12 12 tahun.tahun.
Dalam memberikan asuhan keperawatan pada agregat anak usia sekolah Dalam memberikan asuhan keperawatan pada agregat anak usia sekolah menggunakan pendekatan Community as partner model. Klien (anak usia menggunakan pendekatan Community as partner model. Klien (anak usia sekolah) digambarkan sebagai inti (core) mencakup sejarah, demografi, suku sekolah) digambarkan sebagai inti (core) mencakup sejarah, demografi, suku bangsa,
bangsa, nilai nilai dan dan keyakinan keyakinan dengan dengan 8 8 (delapan) (delapan) subsistem subsistem yang yang salingsaling mempengaruhi meliputi lingkungan fisik, pelayanan kesehatan dan sosial, mempengaruhi meliputi lingkungan fisik, pelayanan kesehatan dan sosial, ekonomi, keamanan dan transportasi, politik dan pemerintahan, komunikasi, ekonomi, keamanan dan transportasi, politik dan pemerintahan, komunikasi, pendidikan dan rekreasi
pendidikan dan rekreasi
B.
B. SaranSaran
Setelah pembahasan materi di atas penulis menyarankan dibutuhkan peran Setelah pembahasan materi di atas penulis menyarankan dibutuhkan peran perawat
perawat komunitas komunitas untuk untuk membantu membantu menyelesaikan menyelesaikan masalah masalah kesehatan kesehatan padapada komunitas anak usia sekolah. Dibutuhkan peran serta orang tua, guru, dan komunitas anak usia sekolah. Dibutuhkan peran serta orang tua, guru, dan
anggota masyarakat untuk mendukung keberhasilan intervensi asuhan anggota masyarakat untuk mendukung keberhasilan intervensi asuhan keperawatan pada komunitas anak usia sekolah.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
Shareefah, A. (2017).
Shareefah, A. (2017). Asuhan kepe Asuhan keperawatan komunitas rawatan komunitas pada kelompopada kelompok anak usiak anak usia sekolah.
sekolah.Tersedia: Online. Di Unduh 03 Mei Tersedia: Online. Di Unduh 03 Mei 2018. From:2018. From:
https://dokumensaya.com/download/asuhan-keperawatan-komunitas- pada-kelompok-anak-usia-sekolah_590c19b9