• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAMPAK KURIKULUM PAUD TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK DENGAN HAMBATAN PERKEMBANGAN BAHASA USIA PRA SEKOLAH.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DAMPAK KURIKULUM PAUD TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK DENGAN HAMBATAN PERKEMBANGAN BAHASA USIA PRA SEKOLAH."

Copied!
35
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan tesis ini membahas latar belakang penelitian yang didasari oleh temuan peningkatan kemampuan kognitif anak usia 4-6 tahun yang tampaknya tidak sesuai dengan teori perkembangan kognitif Piaget. Ini dikaitkan dengan pengaruh layanan pendidikan anak usia dini (PAUD). Penelitian ini mengkaji dampak kurikulum PAUD terhadap perkembangan kognitif anak dengan hambatan perkembangan bahasa. Ditegaskan pula rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian yang akan dicapai.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan teori Piaget tentang empat tahapan perkembangan kognitif dan fokus pada tahap pra-operasional (usia 3-6 tahun). Disebutkan bahwa anak usia prasekolah umumnya berada pada tahap ini, ditandai dengan pemikiran egosentris dan belum memahami prinsip konservasi. Namun, penelitian sebelumnya menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif anak usia prasekolah yang mengindikasikan pergeseran usia tahapan kognitif. Hal ini diduga dipengaruhi oleh PAUD dan orientasi akademik dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian ini akan menyelidiki apakah hal serupa terjadi pada anak berkebutuhan khusus, khususnya anak dengan hambatan perkembangan bahasa, yang seringkali mengalami kesulitan komunikasi dan dampaknya terhadap perkembangan kognitif.

1.2 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah menjabarkan beberapa permasalahan dalam penyelenggaraan pendidikan untuk anak dengan hambatan perkembangan bahasa usia prasekolah di PAUD. Permasalahan tersebut meliputi dominasi materi akademik dalam proses belajar, durasi pembelajaran yang cukup lama, dan kemampuan kognitif anak yang menunjukkan penguasaan beberapa aspek tahap operasional kongkrit sebagai dampak implementasi kurikulum PAUD. Pernyataan ini mengisyaratkan adanya potensi peningkatan perkembangan kognitif pada anak tersebut.

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah penelitian difokuskan pada peningkatan kemampuan kognitif anak dengan hambatan perkembangan bahasa usia prasekolah sebagai dampak implementasi kurikulum PAUD di PAUD X. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak spesifik kurikulum PAUD terhadap perkembangan kognitif anak dengan hambatan perkembangan bahasa.

1.4 Perumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian

Rumusan masalah utama adalah apakah implementasi kurikulum PAUD di PAUD X dapat membantu perkembangan kognitif anak dengan hambatan perkembangan bahasa usia prasekolah. Rumusan masalah ini dijabarkan lebih lanjut menjadi beberapa pertanyaan penelitian yang berkaitan dengan profil kurikulum PAUD, implementasinya, dan asesmen perkembangan kognitif anak, meliputi analisis kurikulum, pandangan guru, dan metode asesmen yang digunakan untuk mengukur perkembangan kognitif anak.

1.5 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai kurikulum PAUD dan implementasinya dalam membantu perkembangan kognitif anak dengan hambatan perkembangan bahasa, serta untuk memperoleh gambaran mengenai tahap perkembangan kognitif anak tersebut berdasarkan asesmen yang dilakukan. Tujuan ini meliputi analisis kurikulum, pandangan guru, proses implementasi kurikulum, dan hasil asesmen perkembangan kognitif anak.

1.6 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini dijabarkan untuk orang tua, sekolah dan guru, serta peneliti selanjutnya. Untuk orang tua, penelitian ini memberikan gambaran perkembangan kognitif anak dan informasi tentang kurikulum yang mendukungnya. Bagi sekolah dan guru, penelitian menyediakan instrumen asesmen dan informasi untuk evaluasi dan pengembangan kurikulum. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu dan praktik pendidikan anak usia dini, khususnya untuk anak dengan hambatan perkembangan bahasa.

II. Landasan Teori

Bagian ini membahas kerangka teori yang mendasari penelitian, meliputi teori-teori tentang pendidikan anak usia dini (PAUD), perkembangan kognitif, khususnya teori Piaget, dan anak dengan hambatan perkembangan bahasa. Penjelasan ini akan memberikan dasar ilmiah bagi analisis data dan interpretasi hasil penelitian.

2.1 Pendidikan Anak Usia Dini

Sub-bab ini mendefinisikan PAUD, tujuannya, kurikulum PAUD, dan penyelenggaraannya. Penjelasan ini akan memberikan konteks terhadap implementasi kurikulum PAUD dan perannya dalam mendukung perkembangan kognitif anak. Pentingnya PAUD dalam masa emas perkembangan anak dan pengaruhnya terhadap kesiapan belajar di sekolah dasar juga akan dibahas.

2.2 Perkembangan Kognitif

Sub-bab ini secara khusus membahas teori Piaget mengenai perkembangan kognitif, meliputi tahapan perkembangan kognitif dan karakteristik masing-masing tahap. Fokus utama adalah pada tahap pra-operasional dan operasional konkret, dengan penjelasan detail mengenai ciri-ciri pemikiran pada masing-masing tahap, seperti egosentrisme, sentralisasi, seriasi, klasifikasi, konservasi, dan korespondensi. Sub-bab ini juga membahas teori-teori perkembangan kognitif lainnya yang relevan.

2.3 Anak dengan Hambatan Perkembangan Bahasa

Sub-bab ini membahas tentang pengertian anak dengan hambatan perkembangan bahasa, jenis-jenis hambatan perkembangan bahasa, dan dampaknya terhadap perkembangan kognitif. Penjelasan ini memberikan pemahaman mendalam tentang karakteristik anak sasaran penelitian dan tantangan dalam mendukung perkembangan kognitif mereka. Peran bahasa sebagai alat komunikasi dan dampak kesulitan bahasa terhadap psikologis anak juga dijelaskan.

2.4 Kerangka Pikir

Kerangka pikir menjelaskan bagaimana teori-teori yang dibahas di atas dihubungkan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Bagian ini menggambarkan hubungan antara kurikulum PAUD, implementasinya, dan perkembangan kognitif anak dengan hambatan perkembangan bahasa. Diagram atau model kerangka pikir akan menunjukkan alur berpikir penelitian dan bagaimana variabel-variabel penelitian saling berkaitan.

III. Metode Penelitian

Bagian metode penelitian menjelaskan desain penelitian, lokasi penelitian, strategi pengumpulan data (baik kualitatif maupun kuantitatif), dan teknik analisis data yang digunakan. Penjelasan ini memastikan bahwa penelitian dilakukan secara sistematis dan ilmiah.

3.1 Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan adalah mixed method research dengan pendekatan sequential eksploratoris. Penjelasan detail mengenai alasan pemilihan desain ini dan tahapan penelitian (kualitatif dan kuantitatif) dijelaskan. Keunggulan dan keterbatasan dari desain penelitian ini juga diuraikan.

3.2 Lokasi dan Tempat Penelitian

Lokasi dan tempat penelitian dijelaskan secara spesifik, termasuk alasan pemilihan lokasi tersebut. Deskripsi lokasi penelitian yang dipilih memberikan konteks terhadap subjek penelitian dan data yang dikumpulkan.

3.3 Strategi Pengumpulan Data

Strategi pengumpulan data dijelaskan secara detail, meliputi teknik pengumpulan data kualitatif (studi literatur, studi Delphi, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi) dan kuantitatif (teknik sampling, dan instrumen). Penjelasan ini mencakup prosedur dan instrumen yang digunakan dalam setiap teknik pengumpulan data.

3.4 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dijelaskan untuk data kualitatif (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan) dan data kuantitatif (uji reliabilitas instrumen, dan analisis data menggunakan SPSS). Rumus dan kriteria yang digunakan dalam analisis data dijelaskan secara detail.

3.5 Alur Penelitian

Alur penelitian disajikan dalam bentuk bagan atau diagram alir untuk menggambarkan tahapan penelitian secara sistematis. Bagan ini menunjukkan urutan langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian, dari perencanaan hingga pelaporan hasil.

3.6 Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel penelitian diberikan untuk menjelaskan secara detail arti dari masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian. Definisi operasional ini memberikan batasan yang jelas terhadap variabel penelitian dan cara pengukurannya.

IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bagian ini menyajikan hasil penelitian dan pembahasan secara rinci. Hasil penelitian disajikan berdasarkan pertanyaan penelitian, dan diinterpretasikan dengan teori-teori yang telah dibahas di bagian landasan teori.

4.1 Hasil Penelitian

Hasil penelitian disajikan berdasarkan dua aspek utama: profil kurikulum PAUD dan asesmen perkembangan kognitif anak. Data kualitatif dan kuantitatif disajikan secara sistematis dan terstruktur. Data kualitatif dipresentasikan dalam bentuk narasi, sedangkan data kuantitatif disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.

4.2 Pembahasan

Pembahasan menganalisis hasil penelitian yang telah disajikan. Hasil penelitian diinterpretasikan dengan teori-teori yang telah dibahas di bagian landasan teori. Pembahasan juga mencakup perbandingan hasil penelitian dengan penelitian terdahulu dan implikasi dari hasil penelitian tersebut.

V. Kesimpulan dan Rekomendasi

Bagian ini menyimpulkan temuan penelitian dan memberikan rekomendasi berdasarkan temuan tersebut. Kesimpulan dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas berdasarkan hasil analisis data. Rekomendasi diberikan kepada orang tua, sekolah dan guru, serta peneliti selanjutnya.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan dirumuskan berdasarkan hasil analisis data kualitatif dan kuantitatif. Kesimpulan menjawab pertanyaan penelitian dan membahas implikasi dari temuan penelitian. Kesimpulan juga menjelaskan keterbatasan penelitian.

5.2 Rekomendasi

Rekomendasi diberikan untuk orang tua, sekolah dan guru, dan peneliti selanjutnya. Rekomendasi didasarkan pada temuan penelitian dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, khususnya untuk anak dengan hambatan perkembangan bahasa. Rekomendasi juga mencakup saran untuk penelitian selanjutnya.

VI.Daftar Pustaka

Daftar pustaka berisi seluruh referensi yang digunakan dalam penulisan tesis. Daftar pustaka disusun secara alfabetis dan sesuai dengan pedoman penulisan ilmiah.

Gambar

Tabel.3.2 Kriteria Kategori Data   Derajat Reliabilitas Interpretasi

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui pemberian dongeng pada ana usia 5-6 tahun di PAUD Arifah Medan, (2) Mengetahui perkembangan bahasa anak usia 5-6 tahun di

Artinya dapat disimpulkan bahwa adanya efektivitas penerapan permainan puzzle untuk meningkatkan perkembangan kognitif pada anak kelompok usia 5-6 (kelas kreatif) di PAUD Qurrota

Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini adalah 0.977 untuk usia 2-3 tahun, 0.628 untuk usia 3-4 tahun, dan 0.863 untuk usia 4-5 tahun yang memiliki

Pada usia dini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat pada otak manusia dalam menerima berbagai masukan dari lingkungan sekitar (Chamidah, 2009).Hasil penelitian di

Hasil penelitian menunjuk- kan bahwa terdapat pengaruh antara faktor pendidikan orang tua terhadap perkembangan anak usia pra sekolah di TK Nurul Husada Kalibaru

Penulis dapat menyimpulkan bahwa anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses tumbuh kembang baik fisik maupun jasmani maupun rohani yang sangat pesat, bahkan dikatakan

Pra survei yang dilakukan oleh peneliti terhadap 3 sekolah pendidikan anak usia dini PAUD di wilayah Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran didapatkan rentang usia anak pra sekolah di

Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) PAUD Kurikulum 2013 untuk anak usia 5-6