• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mix Desain Beton Mutu Tinggi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Mix Desain Beton Mutu Tinggi"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

MIX DESIGN BETON Mutu Tinggi Type P 100 dosis 1,25% + ASP 10% (Trial) Diketahui :

- Kuat tekan beton ( fc') yang rencanakan = 50 Mpa - Agregrat halus yang digunakan adalah pasir alami dan berdasarkan penelitian

laboratorium yang telah dilakukan memiliki berat jenis = dan hasil gradasinya masuk dalam klasifikasi pasir agak halus = - Agregat kasar yang digunakan adalah batu pecah dan berdasarkan penelitian

laboratorium yang telah dilakukan memiliki berat jenis = dan hasil gradasinya masuk dalam klasifikasi split gradasi 2 ( 20 mm )

Langkah - langkah pokok cara perancangan menurut standar ini adalah : 1 Perhitungan nilai tambah / margin ( m )

diambil dari Tabel

Diambil nilai m = 10 mpa ( karena fc' lebih dari 20 Mpa) 2 Penetapan kuat tekan beton yang disyaratkan (fc') pada umur tertentu

a. Kuat tekan beton yang disyaratkan ( fc' ) ditetapkan sesuai dengan RKS fc' = 50 mpa

3 Kuat tekan rata-rata perlu ( fcr' )

fcr' = fc' + m

= 50 + 10

= 60 Mpa

4 Penetapan jenis semen portland

Jenis semen portland yang dipakai jenis PCC tipe I 5 Penetapan Jenis agregrat

Jenis agregrat halus adalah : pasir alami dengan berat jenis = Jenis agregrat kasar adalah : batu pecah dengan berat jenis = 6 Penetapan nilai faktor air semen

a. Faktor air semen ditetapkan dengan cara yang tercantum dalam lampiran

Nilai faktor air semen = 0.3

c. Diambil nilai faktor air semen terkecil jika lebih dari 6 maka ambil FAS 6 ditetapkan nilai faktor air semen = 0.3

7 Penetapan nilai slump

Ditetapkan nilai slump = 30 - 60 mm 8 Penetapan besar butir agregrat maksimum

Ditetapkan nilai besar butir maksimum agregrat = 20 mm Karena pelaksana tidak mempunyai pengalaman lapangan , maka nilai tambah m

(2)

9 Jumlah air yang diperlukan per meter kubik beton

Jumlah air yang diperlukan per meter kubik beton diperoleh dari lampiran, dengan data :

agregat maksimum = 20 mm

nilai slump = 30 - 60 mm

agregat kasar = batu pecah

agregat halus = pasir alami

A = 0.67 Ah + 0.33 Ak

= (0.67 x180) + (0.33 x 210) = 190 liter

10 Berat semen yang diperlukan

berat semen per meter kubik beton dihitung degan :

W semen = Wair

fas

= 190 Kg

0.3

= 633 Kg

Berat zat aditif yang di perlukan

berat zat aditif per meter kubik beton dengan dosis 1,25% :

= 7.9125 kg = 7.19318 L

11 Penetapan jenis agregat halus

Agregat yang dipakai masuk dalam klasifikasi pasir agak halus : Zona 2 12 Proporsi besar agregat halus terhadap agregat campuran

Perbandingan berat agregat halus diperoleh dari lampiran , dengan data :

agregat maksimum = 20 mm

nilai slump = 30 - 60 mm

faktor air semen = 0.3

agregat halus = Zona 2

Dari grafik didapatkan :

proporsi agregat halus = 37.5 % terhadap campuran

proporsi agregat kasar = 100% - 37.5%

= 62.5 % terhadap campuran 13 Penentuan berat jenis agregat campuran

Berat jenis campuran dihitung dengan rumus :

BJ campuran = Kh

x Bj halus + Kk

100 100

= 37.5

(3)

100 x 1,874 100 x 2.546

= 2.30

14 Perkiraan berat beton

Perkiraan berat beton diperoleh dari Grafik, dengan : Bj campuran = 2.30

Jumlah air = 190 liter

dari grafik berat beton didapatkan berat beton = 2160 kg/m3 15 Dihitung kebutuhan berat agregat campuran

Kebutuhan berat agregat campuran dihitung dengan rumus :

Wagg-campuran = Wbeton - Wair - Wsemen

= 2160 - 189.9

-= 1337.1

16 Hitung berat agregat halus yang diperlukan, berdasarkan hasil langkah (12) dan (15) Kebutuhan berat agregat halus dihitung dengan rumus :

Wagg-halus = Kh x Wagg-campuran

= 37.5% x 1337.1

= 501.41 kg

17 Hitung berat agregat kasar yang diperlukan, berdasar hasil langkah (12) dan (15) Kebutuhan berat agregat kasar dihitung dengan runus :

Wagg-kasar = Kk x Wagg-campuran

= 62.5% x 1337.1

= 835.6875 kg 18 Menghitung volume cetakan silinder (15cm x 30 cm)

Rumus Volume Silinder = =

= 3.14 x 0.075 x 0.075

= 0.0053 19 Hitung volume 3 buah cetakan kubus

= volume 1 buah cetakan kubus x 3

= 0.0053 x 3

= 0.0159

20 Koreksi 30 % ( untuk menghindari kekurangan isian cetakan ) = volume 3 buah cetakan silinder x 30%

= 0.0159 x 30%

= 0.00477

π r2t

3,14 x 0.0752 x 0.30 m3

(4)

21 Volume total 3 buah cetakan silinder

= volume 3 buah cetakan silinder + Nilai koreksi 30%

= 0.0159 + 0.005

= 0.021

Proporsi Bahan Beton

1 Air

= kadar air bebas x volue total

= 183 x 0.021 = 3.78 kg = 3775.659 ml 2 Semen = = 633 x 0.021 = 13.08 kg 13.93 3 Pasir = = 501.413 x 0.021 = 10.4 kg 11.21 4 Kerikil = = 835.688 x 0.021 = 17.26959 kg 18.12 5 Zat Aditif = = 0.14865 L = 148.648 ml

6 Kebutuhan % abu sekam padi per 3 buah cetakan silinder

10% dari 14.11 kg = 1.41 kg

Tabel proporsi bahan tambah per 3 cetakan

% abu sekam padi Kebutuhan ASP yang

semen digunakan (kg)

10% 14.11 1.41

m3

Kebutuhan semen per m3 x volume total

Kebutuhan agregat halus per m3 x volume total

Kebutuhan agregat kasar per m3 x volume total

(5)

MIX DESIGN BETON Mutu Tinggi Type P 100 dosis 1,25% + ASP 10% (Trial) 1.874 Zona 2 2.548 1.874 2.548

(6)

% terhadap campuran % terhadap campuran

(7)

633

(8)
(9)

MIX DESIGN BETON Mutu Tinggi Type P 100 dosis 1% + SILICAFUME 7% Diketahui :

- Kuat tekan beton ( fc') yang rencanakan = 50 Mpa - Agregrat halus yang digunakan adalah pasir alami dan berdasarkan penelitian

laboratorium yang telah dilakukan memiliki berat jenis dan hasil gradasinya masuk dalam klasifikasi pasir agak halus

- Agregat kasar yang digunakan adalah batu pecah dan berdasarkan penelitian laboratorium yang telah dilakukan memiliki berat jenis

dan hasil gradasinya masuk dalam klasifikasi split gradasi 2 ( 20 mm ) Langkah - langkah pokok cara perancangan menurut standar ini adalah :

1 Perhitungan nilai tambah / margin ( m ) diambil dari Tabel

Diambil nilai m = 10 mpa ( karena fc' lebih dari 20 Mpa) 2 Penetapan kuat tekan beton yang disyaratkan (fc') pada umur tertentu

a. Kuat tekan beton yang disyaratkan ( fc' ) ditetapkan sesuai dengan RKS

fc' = 50 mpa

3 Kuat tekan rata-rata perlu ( fcr' )

fcr' = fc' + m

= 50 + 10

= 60 Mpa

4 Penetapan jenis semen portland

Jenis semen portland yang dipakai jenis PCC tipe I 5 Penetapan Jenis agregrat

Jenis agregrat halus adalah : pasir alami dengan berat jenis Jenis agregrat kasar adalah : batu pecah dengan berat jenis 6 Penetapan nilai faktor air semen

a. Faktor air semen ditetapkan dengan cara yang tercantum dalam lampiran

Nilai faktor air semen = 0.3

c. Diambil nilai faktor air semen terkecil jika lebih dari 6 maka ambil FAS 6 ditetapkan nilai faktor air semen = 0.3

7 Penetapan nilai slump

Ditetapkan nilai slump = 30 - 60 mm 8 Penetapan besar butir agregrat maksimum

Ditetapkan nilai besar butir maksimum agregrat = 20 Karena pelaksana tidak mempunyai pengalaman lapangan , maka nilai tambah m

(10)

9 Jumlah air yang diperlukan per meter kubik beton

Jumlah air yang diperlukan per meter kubik beton diperoleh dari lampiran, dengan data :

agregat maksimum = 20 mm

nilai slump = 30 - 60 mm

agregat kasar = batu pecah

agregat halus = pasir alami

A = 0.67 Ah + 0.33 Ak

= (0.67 x195) + (0.33 x 225)

= 190 liter

10 Berat semen yang diperlukan

berat semen per meter kubik beton dihitung degan :

W semen = Wair

fas

= 190 Kg

0.3

= 633 Kg

Berat zat aditif yang di perlukan

berat zat aditif per meter kubik beton dengan dosis 1% :

= 6.33 kg = 6.3939394 L

11 Penetapan jenis agregat halus

Agregat yang dipakai masuk dalam klasifikasi pasir agak halus : 12 Proporsi besar agregat halus terhadap agregat campuran

Perbandingan berat agregat halus diperoleh dari lampiran , dengan data :

agregat maksimum = 20 mm

nilai slump = 30 - 60 mm

faktor air semen = 0.3

agregat halus = Zona 2

Dari grafik didapatkan :

proporsi agregat halus = 35.5 % terhadap campuran

proporsi agregat kasar = 100%

-= 64.5 % terhadap campuran 13 Penentuan berat jenis agregat campuran

Berat jenis campuran dihitung dengan rumus :

BJ campuran = Kh x Bj halus + 100 = 35.5 2 + 64.5 100 100 = 2.50

(11)

14 Perkiraan berat beton

Perkiraan berat beton diperoleh dari Grafik, dengan :

Bj campuran = 2.50

Jumlah air = 190 liter

dari grafik pada didapatkan berat beton = 2290 15 Dihitung kebutuhan berat agregat campuran

Kebutuhan berat agregat campuran dihitung dengan rumus :

Wagg-campuran = Wbeton - Wair - Wsemen

= 2290 - 189.9

= 1467.1

16 Hitung berat agregat halus yang diperlukan, berdasarkan hasil langkah (12) dan (15) Kebutuhan berat agregat halus dihitung dengan rumus :

Wagg-halus = Kh x Wagg-campuran

= 35.5% x 1467

= 521 kg

17 Hitung berat agregat kasar yang diperlukan, berdasar hasil langkah (12) dan (15) Kebutuhan berat agregat kasar dihitung dengan runus :

Wagg-kasar = Kk x Wagg-campuran

= 64.5% x 1467.1

= 946.28 kg

18 Menghitung volume cetakan silinder (15cm x 30 cm) Rumus Volume Silinder =

=

= 3.14 x 0.075 x

= 0.0053

19 Hitung volume 3 buah cetakan silinder

= volume 3 buah cetakan silinder x 1

= 0.0053 x 3

= 0.0159

20 Koreksi 30 % ( untuk menghindari kekurangan isian cetakan ) = volume 1 buah cetakan silinder x 30%

= 0.0159 x 30%

= 0.005

21 Volume 3 buah cetakan silinder

= volume 3 buah cetakan silinder + Nilai koreksi 30% π r2t

3,14 x 0.0752 x 0.30 m3

(12)

= 0.0159 + 0.0048 = 0.0207

Proporsi Bahan Beton

1 Air

= kadar air bebas x volue total

= 190 x 0.0207 = 3.92 kg = 3924.31 ml 2 Semen = = 633 x 0.0207 = 13.08 kg 3 Pasir = = 520.8205 x 0.0207 = 10.8 kg 4 Kerikil = = 946.2795 x 0.0207 = 19.555 kg 5 Zat Aditif = = 0.1321316 L = 132.132 ml

6 Kebutuhan % silica fume per 3 buah cetakan silinder

7% dari 13.08 kg = 0.91567kg

m3

Kebutuhan semen per m3 x volume total

Kebutuhan agregat halus per m3 x volume total

Kebutuhan agregat kasar per m3 x volume total

(13)

MIX DESIGN BETON Mutu Tinggi Type P 100 dosis 1% + SILICAFUME 7%

= 2.362

= Zona 2

= 2.57

( karena fc' lebih dari 20 Mpa)

= 2

= 2.57

mm , maka nilai tambah m

(14)

Zona 2 % terhadap campuran 35.5% % terhadap campuran Kk x Bj kasar 100 2.57

(15)

kg/m3

- 633

Hitung berat agregat halus yang diperlukan, berdasarkan hasil langkah (12) dan (15)

(16)
(17)

MIX DESIGN BETON Mutu Tinggi Type P 100 dosis 2% + SILICAFUME 7% Diketahui :

- Kuat tekan beton ( fc') yang rencanakan = 50 Mpa - Agregrat halus yang digunakan adalah pasir alami dan berdasarkan penelitian

laboratorium yang telah dilakukan memiliki berat jenis dan hasil gradasinya masuk dalam klasifikasi pasir agak halus

- Agregat kasar yang digunakan adalah batu pecah dan berdasarkan penelitian laboratorium yang telah dilakukan memiliki berat jenis

dan hasil gradasinya masuk dalam klasifikasi split gradasi 2 ( 20 mm ) Langkah - langkah pokok cara perancangan menurut standar ini adalah :

1 Perhitungan nilai tambah / margin ( m ) diambil dari Tabel

Diambil nilai m = 10 mpa ( karena fc' lebih dari 20 Mpa) 2 Penetapan kuat tekan beton yang disyaratkan (fc') pada umur tertentu

a. Kuat tekan beton yang disyaratkan ( fc' ) ditetapkan sesuai dengan RKS

fc' = 50 mpa

3 Kuat tekan rata-rata perlu ( fcr' )

fcr' = fc' + m

= 50 + 10

= 60 Mpa

4 Penetapan jenis semen portland

Jenis semen portland yang dipakai jenis PCC tipe I 5 Penetapan Jenis agregrat

Jenis agregrat halus adalah : pasir alami dengan berat jenis Jenis agregrat kasar adalah : batu pecah dengan berat jenis 6 Penetapan nilai faktor air semen

a. Faktor air semen ditetapkan dengan cara yang tercantum dalam lampiran

Nilai faktor air semen = 0.3

c. Diambil nilai faktor air semen terkecil jika lebih dari 6 maka ambil FAS 6 ditetapkan nilai faktor air semen = 0.3

7 Penetapan nilai slump

Ditetapkan nilai slump = 30 - 60 mm 8 Penetapan besar butir agregrat maksimum

Ditetapkan nilai besar butir maksimum agregrat = 20 Karena pelaksana tidak mempunyai pengalaman lapangan , maka nilai tambah m

(18)

9 Jumlah air yang diperlukan per meter kubik beton

Jumlah air yang diperlukan per meter kubik beton diperoleh dari lampiran, dengan data :

agregat maksimum = 20 mm

nilai slump = 30 - 60 mm

agregat kasar = batu pecah

agregat halus = pasir alami

A = 0.67 Ah + 0.33 Ak

= (0.67 x195) + (0.33 x 225)

= 190 liter

10 Berat semen yang diperlukan

berat semen per meter kubik beton dihitung degan :

W semen = Wair

fas

= 190 Kg

0.3

= 633 Kg

Berat zat aditif yang di perlukan

berat zat aditif per meter kubik beton dengan dosis 2% :

= 12.66 kg = 12.787879 L

11 Penetapan jenis agregat halus

Agregat yang dipakai masuk dalam klasifikasi pasir agak halus : 12 Proporsi besar agregat halus terhadap agregat campuran

Perbandingan berat agregat halus diperoleh dari lampiran , dengan data :

agregat maksimum = 20 mm

nilai slump = 30 - 60 mm

faktor air semen = 0.3

agregat halus = Zona 2

Dari grafik didapatkan :

proporsi agregat halus = 35.5 % terhadap campuran

proporsi agregat kasar = 100%

-= 64.5 % terhadap campuran 13 Penentuan berat jenis agregat campuran

Berat jenis campuran dihitung dengan rumus :

BJ campuran = Kh x Bj halus + 100 = 35.5 2 + 64.5 100 100 = 2.50

(19)

14 Perkiraan berat beton

Perkiraan berat beton diperoleh dari Grafik, dengan :

Bj campuran = 2.50

Jumlah air = 190 liter

dari grafik pada didapatkan berat beton = 2290 15 Dihitung kebutuhan berat agregat campuran

Kebutuhan berat agregat campuran dihitung dengan rumus :

Wagg-campuran = Wbeton - Wair - Wsemen

= 2290 - 189.9

= 1467.1

16 Hitung berat agregat halus yang diperlukan, berdasarkan hasil langkah (12) dan (15) Kebutuhan berat agregat halus dihitung dengan rumus :

Wagg-halus = Kh x Wagg-campuran

= 35.5% x 1467

= 521 kg

17 Hitung berat agregat kasar yang diperlukan, berdasar hasil langkah (12) dan (15) Kebutuhan berat agregat kasar dihitung dengan runus :

Wagg-kasar = Kk x Wagg-campuran

= 64.5% x 1467.1

= 946.28 kg

18 Menghitung volume cetakan silinder (15cm x 30 cm) Rumus Volume Silinder =

=

= 3.14 x 0.075 x

= 0.0053

19 Hitung volume 3 buah cetakan silinder

= volume 3 buah cetakan silinder x 1

= 0.0053 x 3

= 0.0159

20 Koreksi 30 % ( untuk menghindari kekurangan isian cetakan ) = volume 1 buah cetakan silinder x 30%

= 0.0159 x 30%

= 0.005

21 Volume 3 buah cetakan silinder

= volume 3 buah cetakan silinder + Nilai koreksi 30% π r2t

3,14 x 0.0752 x 0.30 m3

(20)

= 0.0159 + 0.0048 = 0.0207

Proporsi Bahan Beton

1 Air

= kadar air bebas x volue total

= 190 x 0.0207 = 3.92 kg = 3924.31 ml 2 Semen = = 633 x 0.0207 = 13.08 kg 3 Pasir = = 520.8205 x 0.0207 = 10.8 kg 4 Kerikil = = 946.2795 x 0.0207 = 19.555 kg 5 Zat Aditif = = 0.2642631 L = 264.263 ml

6 Kebutuhan % silica fume per 3 buah cetakan silinder

7% dari 13.08 kg = 0.91567kg

m3

Kebutuhan semen per m3 x volume total

Kebutuhan agregat halus per m3 x volume total

Kebutuhan agregat kasar per m3 x volume total

(21)

MIX DESIGN BETON Mutu Tinggi Type P 100 dosis 2% + SILICAFUME 7%

= 2.362

= Zona 2

= 2.57

( karena fc' lebih dari 20 Mpa)

= 2.362

= 2.57

mm , maka nilai tambah m

(22)

Zona 2 % terhadap campuran 35.5% % terhadap campuran Kk x Bj kasar 100 2.57

(23)

kg/m3

- 633

Hitung berat agregat halus yang diperlukan, berdasarkan hasil langkah (12) dan (15)

(24)
(25)

MIX DESIGN BETON Mutu Tinggi Type P 100 dosis 1,75 % + ASP 10% Diketahui :

- Kuat tekan beton ( fc') yang rencanakan = 50 Mpa - Agregrat halus yang digunakan adalah pasir alami dan berdasarkan penelitian

laboratorium yang telah dilakukan memiliki berat jenis = dan hasil gradasinya masuk dalam klasifikasi pasir agak halus = - Agregat kasar yang digunakan adalah batu pecah dan berdasarkan penelitian

laboratorium yang telah dilakukan memiliki berat jenis = dan hasil gradasinya masuk dalam klasifikasi split gradasi 2 ( 20 mm )

Langkah - langkah pokok cara perancangan menurut standar ini adalah : 1 Perhitungan nilai tambah / margin ( m )

diambil dari Tabel

Diambil nilai m = 10 mpa ( karena fc' lebih dari 20 Mpa) 2 Penetapan kuat tekan beton yang disyaratkan (fc') pada umur tertentu

a. Kuat tekan beton yang disyaratkan ( fc' ) ditetapkan sesuai dengan RKS

fc' = 50 mpa

3 Kuat tekan rata-rata perlu ( fcr' )

fcr' = fc' + m

= 50 + 10

= 60 Mpa

4 Penetapan jenis semen portland

Jenis semen portland yang dipakai jenis PCC tipe I 5 Penetapan Jenis agregrat

Jenis agregrat halus adalah : pasir alami dengan berat jenis = Jenis agregrat kasar adalah : batu pecah dengan berat jenis = 6 Penetapan nilai faktor air semen

a. Faktor air semen ditetapkan dengan cara yang tercantum dalam lampiran Nilai faktor air semen = 0.3

c. Diambil nilai faktor air semen terkecil jika lebih dari 6 maka ambil FAS 6 ditetapkan nilai faktor air semen = 0.3

7 Penetapan nilai slump

Ditetapkan nilai slump = 30 - 60 mm 8 Penetapan besar butir agregrat maksimum

Ditetapkan nilai besar butir maksimum agregrat = 20 mm Karena pelaksana tidak mempunyai pengalaman lapangan , maka nilai tambah m

(26)

9 Jumlah air yang diperlukan per meter kubik beton

Jumlah air yang diperlukan per meter kubik beton diperoleh dari lampiran, dengan data :

agregat maksimum = 20 mm

nilai slump = 30 - 60 mm

agregat kasar = batu pecah

agregat halus = pasir alami

A = 0.67 Ah + 0.33 Ak

= (0.67 x195) + (0.33 x 225) = 205 liter

10 Berat semen yang diperlukan

berat semen per meter kubik beton dihitung degan :

W semen = Wair

fas

= 205 Kg

0.3

= 683 Kg

Berat zat aditif yang di perlukan

berat zat aditif per meter kubik beton dengan dosis 1,75% :

= 11.9525 kg = 10.8659 L

11 Penetapan jenis agregat halus

Agregat yang dipakai masuk dalam klasifikasi pasir agak halus : Zona 2 12 Proporsi besar agregat halus terhadap agregat campuran

Perbandingan berat agregat halus diperoleh dari lampiran , dengan data :

agregat maksimum = 20 mm

nilai slump = 30 - 60 mm

faktor air semen = 0.3

agregat halus = Zona 2

Dari grafik didapatkan :

proporsi agregat halus = 35.5 % terhadap campuran

proporsi agregat kasar = 100% - 37.5%

= 64.5 % terhadap campuran 13 Penentuan berat jenis agregat campuran

Berat jenis campuran dihitung dengan rumus :

BJ campuran = Kh x Bj halus + Kk 100 100 = 35.5 x 1,874 + 64.5 x 2.546 100 100 = 2.5

(27)

14 Perkiraan berat beton

Perkiraan berat beton diperoleh dari Grafik, dengan : Bj campuran = 2.50

Jumlah air = 205 liter

dari grafik pada didapatkan berat beton = 2160 kg/m3 15 Dihitung kebutuhan berat agregat campuran

Kebutuhan berat agregat campuran dihitung dengan rumus :

Wagg-campuran = Wbeton - Wair - Wsemen

= 2160 - 204.9

-= 1272.1

16 Hitung berat agregat halus yang diperlukan, berdasarkan hasil langkah (12) dan (15) Kebutuhan berat agregat halus dihitung dengan rumus :

Wagg-halus = Kh x Wagg-campuran

= 37.5% x 1272.1

= 451.5955 kg

17 Hitung berat agregat kasar yang diperlukan, berdasar hasil langkah (12) dan (15) Kebutuhan berat agregat kasar dihitung dengan runus :

Wagg-kasar = Kk x Wagg-campuran

= 62.5% x 1272.1

= 820.50 kg 18 Menghitung volume cetakan silinder (15cm x 30 cm)

Rumus Volume Silinder = =

= 3.14 x 0.075 x 0.075

= 0.0053 19 Hitung volume 3 buah cetakan kubus

= volume 1 buah cetakan kubus x 3

= 0.0053 x 3

= 0.0159

20 Koreksi 30 % ( untuk menghindari kekurangan isian cetakan ) = volume 3 buah cetakan silinder x 30%

= 0.0159 x 30%

= 0.00477

π r2t

3,14 x 0.0752 x 0.30 m3

(28)

21 Volume total 3 buah cetakan silinder

= volume 3 buah cetakan silinder + Nilai koreksi 30%

= 0.0159 + 0.005

= 0.021

Proporsi Bahan Beton

1 Air

= kadar air bebas x volue total

= 205 x 0.021 = 4.23 kg = 4234.28 ml 2 Semen = = 683 x 0.021 = 14.11 kg 3 Pasir = = 451.596 x 0.021 = 9.33228 kg 4 Kerikil = = 820.505 x 0.021 = 16.9558 kg 5 Zat Aditif = = 0.22455 L = 224.545 ml

6 Kebutuhan % abu sekam padi per 3 buah cetakan silinder

10% dari 14.11 kg = 1.41 kg

m3

Kebutuhan semen per m3 x volume total

Kebutuhan agregat halus per m3 x volume total

Kebutuhan agregat kasar per m3 x volume total

(29)

MIX DESIGN BETON Mutu Tinggi Type P 100 dosis 1,75 % + ASP 10% 2.362 Zona 2 2.57 2.362 2.57

(30)

% terhadap campuran % terhadap campuran

(31)

683

(32)
(33)

MIX DESIGN BETON Mutu Tinggi Type P 100 dosis 2 % + ASP 10% Diketahui :

- Kuat tekan beton ( fc') yang rencanakan = 50 Mpa - Agregrat halus yang digunakan adalah pasir alami dan berdasarkan penelitian

laboratorium yang telah dilakukan memiliki berat jenis = dan hasil gradasinya masuk dalam klasifikasi pasir agak halus = - Agregat kasar yang digunakan adalah batu pecah dan berdasarkan penelitian

laboratorium yang telah dilakukan memiliki berat jenis = dan hasil gradasinya masuk dalam klasifikasi split gradasi 2 ( 20 mm )

Langkah - langkah pokok cara perancangan menurut standar ini adalah : 1 Perhitungan nilai tambah / margin ( m )

diambil dari Tabel

Diambil nilai m = 10 mpa ( karena fc' lebih dari 20 Mpa) 2 Penetapan kuat tekan beton yang disyaratkan (fc') pada umur tertentu

a. Kuat tekan beton yang disyaratkan ( fc' ) ditetapkan sesuai dengan RKS

fc' = 50 mpa

3 Kuat tekan rata-rata perlu ( fcr' )

fcr' = fc' + m

= 50 + 10

= 60 Mpa

4 Penetapan jenis semen portland

Jenis semen portland yang dipakai jenis PCC tipe I 5 Penetapan Jenis agregrat

Jenis agregrat halus adalah : pasir alami dengan berat jenis = Jenis agregrat kasar adalah : batu pecah dengan berat jenis = 6 Penetapan nilai faktor air semen

a. Faktor air semen ditetapkan dengan cara yang tercantum dalam lampiran

Nilai faktor air semen = 0.3

c. Diambil nilai faktor air semen terkecil jika lebih dari 6 maka ambil FAS 6 ditetapkan nilai faktor air semen = 0.3

7 Penetapan nilai slump

Ditetapkan nilai slump = 30 - 60 mm 8 Penetapan besar butir agregrat maksimum

Ditetapkan nilai besar butir maksimum agregrat = 20 mm Karena pelaksana tidak mempunyai pengalaman lapangan , maka nilai tambah m

(34)

9 Jumlah air yang diperlukan per meter kubik beton

Jumlah air yang diperlukan per meter kubik beton diperoleh dari lampiran, dengan data :

agregat maksimum = 20 mm

nilai slump = 30 - 60 mm

agregat kasar = batu pecah

agregat halus = pasir alami

A = 0.67 Ah + 0.33 Ak

= (0.67 x195) + (0.33 x 225) = 205 liter

10 Berat semen yang diperlukan

berat semen per meter kubik beton dihitung degan :

W semen = Wair

fas

= 205 Kg

0.3

= 683 Kg

Berat zat aditif yang di perlukan

berat zat aditif per meter kubik beton dengan dosis 2% :

= 13.66 kg = 12.4182 L

11 Penetapan jenis agregat halus

Agregat yang dipakai masuk dalam klasifikasi pasir agak halus : Zona 2 12 Proporsi besar agregat halus terhadap agregat campuran

Perbandingan berat agregat halus diperoleh dari lampiran , dengan data :

agregat maksimum = 20 mm

nilai slump = 30 - 60 mm

faktor air semen = 0.3

agregat halus = Zona 2

Dari grafik didapatkan :

proporsi agregat halus = 35.5 % terhadap campuran

proporsi agregat kasar = 100% - 37.5%

= 64.5 % terhadap campuran 13 Penentuan berat jenis agregat campuran

Berat jenis campuran dihitung dengan rumus :

BJ campuran = Kh x Bj halus + Kk 100 100 = 35.5 x 1,874 + 64.5 x 2.546 100 100 = 2.31

(35)

14 Perkiraan berat beton

Perkiraan berat beton diperoleh dari Grafik, dengan : Bj campuran = 2.31

Jumlah air = 205 liter

dari grafik pada didapatkan berat beton = 2160 kg/m3 15 Dihitung kebutuhan berat agregat campuran

Kebutuhan berat agregat campuran dihitung dengan rumus :

Wagg-campuran = Wbeton - Wair - Wsemen

= 2160 - 204.9

-= 1272.1

16 Hitung berat agregat halus yang diperlukan, berdasarkan hasil langkah (12) dan (15) Kebutuhan berat agregat halus dihitung dengan rumus :

Wagg-halus = Kh x Wagg-campuran

= 37.5% x 1272.1

= 451.5955 kg

17 Hitung berat agregat kasar yang diperlukan, berdasar hasil langkah (12) dan (15) Kebutuhan berat agregat kasar dihitung dengan runus :

Wagg-kasar = Kk x Wagg-campuran

= 62.5% x 1272.1

= 820.50 kg 18 Menghitung volume cetakan silinder (15cm x 30 cm)

Rumus Volume Silinder = =

= 3.14 x 0.075 x 0.075

= 0.0053 19 Hitung volume 3 buah cetakan kubus

= volume 1 buah cetakan kubus x 3

= 0.0053 x 3

= 0.0159

20 Koreksi 30 % ( untuk menghindari kekurangan isian cetakan ) = volume 3 buah cetakan silinder x 30%

= 0.0159 x 30%

= 0.00477

π r2t

3,14 x 0.0752 x 0.30 m3

(36)

21 Volume total 3 buah cetakan silinder

= volume 3 buah cetakan silinder + Nilai koreksi 30%

= 0.0159 + 0.005

= 0.021

Proporsi Bahan Beton

1 Air

= kadar air bebas x volue total

= 205 x 0.021 = 4.23 kg = 4234.28 ml 2 Semen = = 683 x 0.021 = 14.11 kg 3 Pasir = = 451.596 x 0.021 = 9.33228 kg 4 Kerikil = = 820.505 x 0.021 = 16.9558 kg 5 Zat Aditif = = 0.25662 L = 256.623 ml

6 Kebutuhan % abu sekam padi per 3 buah cetakan silinder

10% dari 14.11 kg = 1.41 kg

m3

Kebutuhan semen per m3 x volume total

Kebutuhan agregat halus per m3 x volume total

Kebutuhan agregat kasar per m3 x volume total

(37)

MIX DESIGN BETON Mutu Tinggi Type P 100 dosis 2 % + ASP 10% 1.874 Zona 2 2.548 1.874 2.548

(38)

% terhadap campuran % terhadap campuran

(39)

683

(40)
(41)

MIX DESIGN BETON Mutu Tinggi Type P 100 1.25% + ASP dosis 10% ( Trial and Error)

Diketahui :

- Kuat tekan beton ( fc') yang rencanakan = 50 Mpa - Agregrat halus yang digunakan adalah pasir alami dan berdasarkan penelitian

laboratorium yang telah dilakukan memiliki berat jenis = dan hasil gradasinya masuk dalam klasifikasi pasir agak halus = - Agregat kasar yang digunakan adalah batu pecah dan berdasarkan penelitian

laboratorium yang telah dilakukan memiliki berat jenis = dan hasil gradasinya masuk dalam klasifikasi split gradasi 2 ( 20 mm )

Langkah - langkah pokok cara perancangan menurut standar ini adalah : 1 Perhitungan nilai tambah / margin ( m )

diambil dari Tabel

Diambil nilai m = 10 mpa ( karena fc' lebih dari 20 Mpa) 2 Penetapan kuat tekan beton yang disyaratkan (fc') pada umur tertentu

a. Kuat tekan beton yang disyaratkan ( fc' ) ditetapkan sesuai dengan RKS fc' = 50 mpa

3 Kuat tekan rata-rata perlu ( fcr' )

fcr' = fc' + m

= 50 + 10

= 60 Mpa

4 Penetapan jenis semen portland

Jenis semen portland yang dipakai jenis PCC tipe I 5 Penetapan Jenis agregrat

Jenis agregrat halus adalah : pasir alami dengan berat jenis = Jenis agregrat kasar adalah : batu pecah dengan berat jenis = 6 Penetapan nilai faktor air semen

a. Faktor air semen ditetapkan dengan cara yang tercantum dalam lampiran

Nilai faktor air semen = 0.2

c. Diambil nilai faktor air semen terkecil jika lebih dari 6 maka ambil FAS 6 ditetapkan nilai faktor air semen = 0.2

7 Penetapan nilai slump

Ditetapkan nilai slump = 60 - 180 mm 8 Penetapan besar butir agregrat maksimum

(42)

Ditetapkan nilai besar butir maksimum agregrat = 20 mm 9 Jumlah air yang diperlukan per meter kubik beton

Jumlah air yang diperlukan per meter kubik beton diperoleh dari lampiran, dengan data :

agregat maksimum = 20 mm

nilai slump = 60 - 180 mm

agregat kasar = batu pecah

agregat halus = pasir alami

A = 0.67 Ah + 0.33 Ak

= (0.67 x195) + (0.33 x 225) = 205 liter

10 Berat semen yang diperlukan

berat semen per meter kubik beton dihitung degan :

W semen = Wair

fas

= 205 Kg

0.2

= 1025 Kg

Berat zat aditif yang di perlukan

berat zat aditif per meter kubik beton dengan dosis 1.25% : = 12.8063 kg = 11.64205 L 11 Penetapan jenis agregat halus

Agregat yang dipakai masuk dalam klasifikasi pasir agak halus : Zona 2 12 Proporsi besar agregat halus terhadap agregat campuran

Perbandingan berat agregat halus diperoleh dari lampiran , dengan data :

agregat maksimum = 20 mm

nilai slump = 60 - 180 mm

faktor air semen = 0.2

agregat halus = Zona 2

Dari grafik didapatkan :

proporsi agregat halus = 37.5 % terhadap campuran

proporsi agregat kasar = 100% - 25%

= 62.5 % terhadap campuran 13 Penentuan berat jenis agregat campuran

Berat jenis campuran dihitung dengan rumus :

BJ campuran = Kh

(43)

100 x Bj halus + 100

= 37.5

x 2.44 + 62.5 x 2.54

100 100

= 2.30

14 Perkiraan berat beton

Perkiraan berat beton diperoleh dari Grafik, dengan : Bj campuran = 2.30

Jumlah air = 205 liter

dari grafik pada didapatkan berat beton = 2340 kg/m3 15 Dihitung kebutuhan berat agregat campuran

Kebutuhan berat agregat campuran dihitung dengan rumus :

Wagg-campuran = Wbeton - Wair - Wsemen

= 2340 - 204.9

-= 1110.6

16 Hitung berat agregat halus yang diperlukan, berdasarkan hasil langkah (12) dan (15) Kebutuhan berat agregat halus dihitung dengan rumus :

Wagg-halus = Kh x Wagg-campuran

= 37.5% x 1110.6

= 416.475 kg

17 Hitung berat agregat kasar yang diperlukan, berdasar hasil langkah (12) dan (15) Kebutuhan berat agregat kasar dihitung dengan runus :

Wagg-kasar = Kk x Wagg-campuran

= 62.5% x 1110.6

= 694.125 kg 18 Menghitung volume cetakan silinder (15cm x 30 cm)

Rumus Volume Silinder = =

= 3.14 x 0.075 x 0.075

= 0.0053 19 Hitung volume 3 buah cetakan kubus

= volume 1 buah cetakan kubus x 3

= 0.0053 x 3

= 0.0159

20 Koreksi 30 % ( untuk menghindari kekurangan isian cetakan ) = volume 3 buah cetakan silinder x 30%

= 0.0159 x 30%

π r2t

3,14 x 0.0752 x 0.30 m3

(44)

= 0.00477

21 Volume total 3 buah cetakan silinder

= volume 3 buah cetakan silinder + Nilai koreksi 30%

= 0.0159 + 0.005

= 0.021

Proporsi Bahan Beton

1 Air

= kadar air bebas x volue total

= 205 x 0.021 = 4.23 kg = 4234.284 ml 2 Semen = = 1025 x 0.021 = 21.17 kg 3 Pasir = = 416.475 x 0.021 = 8.6 kg 4 Kerikil = = 694.125 x 0.021 = 14.34418 kg 5 Zat Aditif = = 0.24058 L = 240.5843 ml

6 Kebutuhan % abu sekam padi per 3 buah cetakan silinder

10% dari 21.17 kg = 2.117 kg

m3

Kebutuhan semen per m3 x volume total

Kebutuhan agregat halus per m3 x volume total

Kebutuhan agregat kasar per m3 x volume total

(45)

MIX DESIGN BETON Mutu Tinggi Type P 100 1.25% + ASP dosis 10% 1.874 Zona 2 2.548 1.874 2.548

(46)
(47)

x Bj kasar

1024.5

(48)

Gambar

Tabel proporsi bahan tambah per 3 cetakan

Referensi

Dokumen terkait

faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal (ET °C) kedua masjid tersebut. Hasil pengamatan menunjukkan secara umum masjid memiliki ruang utama, serambi dan halaman yang diukur

Protein juga sebagai komponen lipoprotein yang berfungsi mentransportasi vitamin yang larut dalam lemak dan metabolit lemak yang lain, sebagai komponen enzim yang

Hal ini yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah terlalu banyak mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung banyak purin, asam urat yang berlebihan akan terkumpul

Po- pulasi benih tengadak yang memiliki panjang tubuh 8 3,6 cm; terbanyak pada perlakuan A2B3 (lama pe- nyinaran 12 jam dan intensitas cahaya 550 lux) yaitu 37,48% dan paling

Diagnosis untuk liken simpleks kronis dapat ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisis, dan pemeriksaan penunjang. Pasien dengan

H5 : Pengalaman merek secara positif mempengaruhi ekuitas pelanggan Pengujian pengaruh pengalaman merek terhadap keterikatan merek mempunyai nilai t hitung sebesar

[r]

56 Penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan keadaan setelah dilakukan pembelajaran menggunakan penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Keadaan yang