DINAS KESEHATAN KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED
KIBANG BUDI JAYA KECAMATAN LAMBU KIBANG
Alamat Jln. II Tiyuh Kibang Budi Jaya RT 009 RK 003, Telp.082183913012
KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED KIBANG BUDI JAYA
NOMOR :
TENTANG
MANAJEMEN PENUNJANG LAYANAN KLINIS DI PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED KIBANG BUDI JAYA
KEPALA PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED KIBANG BUDI JAYA
Menimbang : a. bahwa demi terlaksananya kelancaran pelayanan klinis kesehatan maka diperlukan Manajemen Penunjang Layanan Klinis;
b.
c.
bahwa pelayanan penunjang layanan klinis di Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya harus memperhatikan mutu dan keselamatan pasien;
bahwa untuk keperluan tersebut pada butir a perlu ditetapkan dengan keputusan Kepala Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya;
Mengingat : 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan; 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 81 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Manusia;
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 Tentang Rekam Medis;
Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian;
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 411/MENKES/PER/III/2010 Tentang Laboratorium Klinik;
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 tentang cara penyelenggaraan laboratorium klinik yang baik;
Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas;
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas;
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 80 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pekerjaaan Asisten Tenaga Kesehatan
MEMUTUSKAN
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED KIBANG BUDI JAYA TENTANG MANAJEMEN PENUNJANG LAYANAN KLINIS DI PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED KIBANG BUDI JAYA.
Kesatu : Penyelenggaraan Manajemen Penunjang Layanan Klinis Puskesmas sebagaimana tercantum dalam lampiran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surat keputusan ini.
Kedua : Pelayanan Laboratorium sebagaimana dicantumkan dalam lampiran 1.
Ketiga : Pelayanan obat sebagaimana dicantumkan dalam lampiran 2
Keempat : Manajemen informasi rekam medis sebagaimana dalam lampiran 3
Kelima : Manajemen keamanan lingkungan sebagaimana dalam lampiran 4
Keenam : Manajemen peralatan sebagaimana dalam lampiran 5
Ketujuh Kedelapan Kesembilan : : :
Manajemen sumber daya manusia sebagaimana dalam lampiran 6
Segala biaya yang timbul akibat pelaksanaan keputusan ini dibebankan pada anggaran yang tersedia.
Keputusan ini berlaku pada tanggal ditetapkan, dengan ketentuan akan dilakukan koreksi apabila ternyata dikemudian hari terdapat perubahan atau kekeliruan.
Ditetapkan di : Kibang Budi Jaya Pada Tanggal :
KEPALA PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED KIBANG BUDI JAYA
PELAYANAN LABORATORIUM
DI PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED KIBANG BUDI JAYA
1. Tersedianya jenis – jenis pemeriksaan laboratorium dan jumlah petugas kesehatan yang kompeten sesuai kebutuhan dan jam buka pelayanan.
2. Jenis-jenis pelayanan Laboratorium yang tersedia di Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya sekarang adalah ;
a. Pemeriksaan Hematologi :
Haemoglobin dengan metode Sahli; b. Pemeriksaan Kimia Klinik :
Asam Urat, Gula Darah, Kolesterol Total dengan metode stik. c. Pemeriksaan Serologi :
Malaria RDT; Golongan Darah; HIV-AIDS RDT d. Pemeriksaan Bakteriologi
BTA ( Bakteri Tahan Asam ) e. Pemeriksaan Urine Lengkap
Warna, Reduksi, Protein, Sedimen dengan carik celup
3. Petugas pelaksana laboratorium di Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya didelegasikan kepada perawat dikarenakan tidak tersedia tenaga analis.
4. Penanggungjawab Laboratorium adalah dokter puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya untuk menentukan interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan.
5. Permintaan pemeriksaan, penerimaan specimen, pengambilan dan pemeriksaan specimen dipandu dengan prosedur yang jelas.
6. Kepala Puskesmas dan Penanggung jawab / coordinator layanan klinis harus melakukan pemantauan berkala pelaksanaan prosedur, Evaluasi dan tindak lanjut pemantauan ketepatan waktu penyerahan hasil laboratorium.
Lampiran I
Keputusan Kepala Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya
Nomor :
7. Jika ada permintaan laboratorium di luar jam kerja maka pemeriksaan akan dilakukan pada jam kerja kecuali dalam keadaan gawat darurat.
8. Petugas laboratorium wajib menggunakan alat pelindung diri terutama saat pemeriksaan spesimen yang beresiko tinggi. Petugas wajib memperhatikan juga lingkungan ruangan saat melakukan pemeriksaan specimen yang beresiko tinggi.
9. Pengelolaan bahan berbahaya dan beracun disimpan secara aman sesuai ketentuan bahan dan limbah dikelola sebagai limbah infeksius.
10. Reagen harus tersedia sesuai jenis pemeriksaan yang disediakan dan dilakukan pengelolaan sesuai standar.
a. Hasil pemeriksaan laboratorium dilaporkan sesuai waktu yang telah ditentukan, sebagai berikut :
Pemeriksaan Hematologi :
1. Haemoglobin : 20 menit
b. Pemeriksaan Serologi :
1. Golongan Darah : 10 menit
2. RDT Malaria : 15 menit
3. RDT HIV-AIDS : 15 menit
c. Pemeriksaan Kimia Klinik :
Test strip : Asam Urat : 5 menit Gula Darah : 5 menit Cholesterol : 10 menit d. Pemeriksaan Bakteriologi
BTA : 1 hari
e. Pemeriksaan urine stik : 5 Menit
11. Nilai normal, rentang nilai dan nilai ambang normal yang digunakan untuk interpretasi dan pelaporan hasil laboratorium sebagai berikut :
a. Pemeriksaan Hematologi :
1. Darah lengkap :HB 11,5-15 g/dl b. Pemeriksaan Serologi/immunologi :
1. Golongan Darah : Aglutinasi
2. Malaria : Negatif
3. HIV-AIDS : Non Reaktif
c. Pemeriksaan Kimia Klinik :
Asam Urat : 3.6-5,2 mg/dl
Gula Darah : 99-135 mg/dl
Kolesterol : 154-230 mg/dl
BTA : Negatif e. Pemeriksaan Urine Lengkap
Warna, Reduksi, Protein, Sedimen ( Eritrosit, Leukosit, Silinder, Epitel, Kristal ) = Negatif Semua
12. Hasil Laboratorium kritis/cito harus disampaikan segera, paling lambat sebagai berikut : a. Pemeriksaan Hematologi :
Haemoglobin :< 10 menit b. Pemeriksaan Kimia Klinik :
Asam Urat : < 5 menit Gula Darah : < 5 menit Kolesterol : < 10 menit c. Pemeriksaan Serologi :
1. Golongan Darah : < 5 menit 2. RDT Malaria : < 15 menit 3. RDT HIV-AIDS : < 15 menit f. Pemeriksaan Kimia Klinik :
Test strip : Asam Urat : < 5 menit Gula Darah : < 5 menit Cholesterol : < 10 menit g. Pemeriksaan Bakteriologi
BTA :< 2 hari
h. Pemeriksaan Urine stik : < 5 Menit
Hasil laboratorium kritis/cito didahulukan terlebih dahulu dari pemeriksaan laboratorium lainnya.
13. Reagen essensial dan bahan lain yang tersedia di Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya adalah :
a. Reagen Pemeriksaan Hematologi :
1. Haemoglobin : HCL 0,1 N
2. HIV-AIDS : RDT HIV-AIDS
3. Golongan Darah : Reagen Anti A, Anti B, Anti A,B dan Anti D
4. Malaria : RDT Malaria
b. Reagen Pemeriksaan Kimia Klinik :
Test strip : Asam Urat Gula Darah, Gula Darah, Kolesterol c. Reagen Pemeriksaan Bakteriologi
Reagen BTA ( Larutan Karbol Fushin 0,3 %, Larutan Asam Alkohol 3 %, Methylene Blue 0,3 %).
Test strip
14. Dalam hal tidak tersedia jenis pemeriksaan yang diperlukan oleh pasien, maka petugas laboratorium wajib merujuk ke fasilitas kesehatan yang memiliki pemeriksaan yang sesuai dengan permintaan dokter/tenaga kesehatan dengan memperhatikan cara pengemasan dan pengiriman yang sesuai dengan prosedur.
15. Petugas melakukan permintaan reagen 3 bulan sebelum batas akhir reagen habis berdasarkan buffer stok.
16. Peralatan yang rusak dilaporkan oleh penanggung jawab ruangan kepada penanggungjawab inventaris barang untuk dapat diintervensi setelah dikonsultasi kepada pimpinan puskemas
17. Petugas laboratorium membuat prosedur dan melakukan pengendalian mutu pelayanan laboratorium. Pengendalian mutu laboratorium sebagaimana dalam keputusan ini meliputi:
Kalibrasi alat laboratorium diadakan setahun sekali
Cross check pada pemeriksaan slide BTA
18. Pemantapan mutu eksternal dan internal laboratorium menjadi tanggung jawab Kepala Puskesmas, penanggung jawab laboratorium, penanggung jawab layanan klinik dan semua staf puskesmas;
19. Salah satu upaya untuk memcapai PME dan PMI laboratorium adalah dengan membuat alur pasien, prosedur pengambilan specimen serta mengirimkan petugas laboratorium untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan laboratorium.
20. Penilaian ketepatan waktu penyerahan hasil dilakukan oleh tim UKP sebanyak dua kali
dalam setahun guna untuk menilai dan memantapkan mutu internal laboratorium21. Memberlakukan SOP penanganan dan pembuangan bahan berbahaya dan Memberlakukan SOP pengelolaan bahan berbahaya dan beracun serta memanfaatkan fasilitas IPAL
Ditetapkan di : Kibang Budi Jaya Pada Tanggal :
KEPALA PUSKESMAS PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED KIBANG BUDI JAYA
Lampiran II
Keputusan Kepala Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya
Nomor :
Tanggal :
PELAYANAN OBAT
DI PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED KIBANG BUDI JAYA
1. Pelayanan obat menggunakan metode penilaian, pengendalian, penyediaan dan penggunaan obat dengan kejelasan prosedur penyediaan dan penggunaan obat.
2. Obat-obat yang harus ada selama tujuh hari dalam seminggu dan 24 jam untuk pelayanan gawat darurat.
3. Obat yang tersedia di Puskesmas harus sesuai dengan Formularium Puskesmas. Evaluasi obat paling lambat 1 bulan. Petugas farmasi dalam hal ini asisten farmasi membuat laporan pemakaian obat selama 1 bulan dan membuat usulan permintaan obat ke dinas kesehatan per 3 bulan guna menjamin ketersediaan obat di pelayanan puskesmas dan jaringan seperti puskesmas pembantu dan pos kesehatan desa.
4. Petugas farmasi diwajibkan untuk membuat perencanaan dan mengelola obat dengan tertib administrasi sehingga dapat mencegah terjadi pemberian obat kadaluarsa dengan sistim FEFO (First Expired First Out) dan FIFO (First In First Out) serta mencegah terjadinya kehilangan obat.
5. Dalam hal adanya obat yang sangat dibutuhkan oleh pasien dan tidak tersedia di formularium atau GFK maka petugas farmasi diharuskan untuk mendata obat-obat tersebut dan mengusulkan pengadaannya kepada kepala puskesmas.
6. Petugas yang berhak memberi resep harus Dokter , Dokter Gigi atau petugas yang didelegasikan oleh dokter atau dokter gigi. Penanggung jawab pelayanan obat di Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya adalah Maratus Sholikah , Amd.F/assisten apoteker yang juga sekaligus menjadi penanggung jawab tindak lanjut laporan sementara petugas yang berhak menyediakan obat diatur dalam SK Kepala
Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya mengenai pemetaan tugas pegawai puskesmas.
7. Ditetapkan prosedur dalam proses peresepan, pemesanan dan pengelolaan obat sesuai pedoman pelayanan kefarmasian serta dilakukan evaluasi berkala terhadap kesesuaian penyediaan obat dan resep dengan formularium.
8. Jika ada obat yang dibawa sendiri oleh pasien/keluarga diidentifikasi dan ditindaklanjuti sesuai instruksi dokter/petugas medis
9. Penggunaan psikotropika dan narkotika harus diawasi dan di kendalikan secara ketat. Antara lain dalam :
a. Peresepan, diberikan oleh dokter atau petugas yang berwenang atas instruksi dokter b. Penyimpanan obat Psikotropika dan Narkotika, diletakkan pada lemari tersendiri dan
dikunci.
c. Pemusnahan obat Psikotropika dan Narkotika yang telah kadaluarsa d. Pelaporan obat Psikotropika dan Narkotika secara berkala setiap bulan
10. Petugas pemberi obat ke pasien harus memberikan informasi penggunaan dan efek samping obat dengan jelas, riwayat alergi, interaksi obat. Efek samping obat harus di laporkan dan ditindak lanjut.
11. Petugas pemberi obat juga menjelaskan bagaimana penyimpanan obat di rumah sehingga kualitas obat tersebut dapat dipertahankan
12. Penanganan obat kadaluarsa dan rusak dikelola sesuai prosedur pengelolaan obat kadaluarsa.
13. Petugas pemberi kefarmasian melaksanakan prosedur pencatatan, pemantauan, pelaporan dalam rekam medis bila terjadi efek samping penggunaan obat KTD, KNC, termasuk kesalahan pemberian obat, setelah itu harus ditindaklanjuti dan didokumentasikan.
14. Petugas obat diharuskan untuk memberikan bimbingan teknis kepada petugas layanan klinis baik rawat jalan maupun UGD dalam pengelolaan obat emergensi meliputi penataan obat sampai pengawasan obat-obat emergensi yang rusak/kadaluarsa.
15. Obat-obat emergensi harus tersedia di unit-unit pelayanan di Puskesmas untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat emergensi sesuai dengan daftar obat emergensi di unit pelayanan yang tertuang dalam lampiran II.a
16. Obat-obat emergensi ada di UGD Umum, UGD Poned, rawat jalan harus disimpan, dijaga, dilindungi dari kehilangan atau pencurian dan dimonitoring serta hasilnya harus ditindak lanjuti.
Lampiran II.a
Keputusan Kepala Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya
Nomor :
Tanggal :
DAFTAR OBAT EMERGENSI DI LAYANAN KLINIS PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED KIBANG BUDI JAYA
NO RUANGAN JENIS
SEDIAAN
JENIS OBAT EMERGENSI YANG WAJIB TERSEDIA
1
UGD
Injeksi Sulfa AtropineEpinefrin Diazepam Diphenhydramine Dexametason Asam Tranexamat Furosemid Lidocain Aminophiline Oksitoksin Methyergometrine Maleat MgSO4 20% MgSO4 40% Ketoprofen /ketorolak Vitamin K (Neo K) Ranitidin Tablet Nifedipine 10 mg Captopril 25 mg Isosorbid dinitrate 5 mg Asam Asetylsalisilat
2 POLI UMUM Injeksi Dexametason
Epinefrin Difenhydramin 3 POLI KIA/KB Injeksi Dexametason
Epinefrin Difenhydramin Lidocain
4 POLI GIGI Injeksi Dexametason
Epinefrin Difenhydramin Lidocain
Ditetapkan di : Kibang Budi Jaya Pada Tanggal :
ERISMA TAUFIK
Lampiran III
Keputusan Kepala Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya
Nomor :
Tanggal :
MANAJEMEN INFORMASI - REKAM MEDIS DI PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED
KIBANG BUDI JAYA
1. Puskesmas mempunyai standarisasi kode klasifikasi diagnosis dan terminologi yang konsisten dan sistematis. Standarisasi yang digunakan adalah ICD X.
2. Puskesmas membuat pembakuan singkatan-singkatan yang digunakan dalam pelayanan seperti yang terlampir pada lampiran III.a
3. Petugas Puskesmas yang boleh mengakses Rekam Medis adalah Kepala Puskesmas, Petugas Rekam Medis, petugas internal Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya. Bila terdapat pihak external yang mau mengakses rekam medis, maka ditanyakan keperluan dan kepentingan yang bersangkutan terhadap isi rekam medis serta meminta secara tertulis kepada kepala puskesmas. Setelah mendapat ijin kepala puskesmas, maka rekam medis tersebut dapat diakses.
4. Petugas rekam medis mempunyai pelayanan rekam medis dan metode identifikasi serta sistem pengkodean, penyimpanan, dokumentasi rekam medis memudahkan petugas untuk menemukan rekam medis tepat waktu dan untuk memcatat pelayanan yang diberikan kepada pasien.
5. Petugas rekam medis membuat prosedur penyimpanan berkas rekam medis dalam lemari/ruangan yang terkunci, dengan kejelasan masa retensi sesuai peraturan perundangan yang berlaku yakni selama 2 tahun
6. Isi rekam medis mencakup tanggal, identitas pasien/keluarga, anamnesis, pemeriksaan fisik/diagnotik, diagnosis, pengobatan/tindakan, pelayanan lain yang telah diberikan pasien, untuk pasien rawat inap ditambah dengan kontinuitas asuhan yang diberikan, untuk kasus gigi dilengkapi odontogram klinik dan persetujuan tindakan bila diperlukan. 7. Dilakukan penilaian kelengkapan dan ketepatan isi rekam medis kemudian hasilnya harus
Lampiran III.a
Keputusan Kepala Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya
Nomor :
Tanggal :
DAFTAR PEMBAKUAN SINGKATAN YANG DIGUNAKAN DALAM REKAM MEDIS
NO KATEGORI SINGKATAN KETERANGAN
1 Identitas Pasien Tn. Tuan
Ny. Nyonya
KK Kepala Keluarga
An. Anak
2 Waktu Pemeriksaan Tgl Tanggal
3 Hasil Pemeriksaan KU Keadaan Umum
PF Pemeriksaan Fisik BB Berat Badan TB Tinggi Badan TD Tekanan Darah ToC Temperatur (suhu) N Nadi RR Respirator Rate
dbn Dalam batas normal
Presbo Presentasi bokong
Preski Presentasi kaki
Let Li Letak Lintang
Preskep Presentasi Kepala
DJJ Denyut Jantung Janin
TBJ Tafsiran Berat Janin
HR Heart Rate
I, C, P, M Incicivus, Caninus, Premolar, Molar
4 Diagnosis GPA Gravid Partum Abortum
MCI MyoCard Infark
HT Hypertensi
CC Common Cold
DKA Dermatitis Kontak Alergi
DM Diabetes Melitus
PER Pre Eklampsia Ringan
PEB Pre Eklampsia Berat
KET Kehamilan Ektopik Terganggu
HDK Hipertensi Dalam Kehamilan
HAP Perdarahan Ante Partum
Ditetapkan di : Kibang Budi Jaya Pada Tanggal :
KEPALA PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED KIBANG BUDI JAYA
Lampiran IV
Keputusan Kepala Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya
Nomor :
Tanggal :
MANAJEMEN KEAMANAN LINGKUNGAN DI PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED
KIBANG BUDI JAYA
1. Melakukan pemantauan fisik Puskesmas, instalasi listrik, air, ventilasi, gas yang dipersyaratkan diperiksa secara rutin , dipelihara dan diperbaiki secara periodik.
2. Petugas pemelihara lingkungan menyediakan sarana untuk menangani masalah listrik/api apabila terjadi kebakaran dengan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
3. Petugas pemeliharaan lingkungan membuat prosedur inspeksi, pemantauan, pemeliharaan dan perbaikan sarana dan peralatan kemudian melakukan dokumentasi pelaksanaan, hasil dan tindak lanjutnya.
4. Petugas farmasi dan petugas pemeliharaan limbah membuat prosedur inventarisasi, pengelolaan, penyimpanan dan penggunaan bahan berbahaya serta pengendalian dan pembuangan limbah berbahaya dilakukan berdasarkan perencanaan yang memadai kemudian melakukan pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut terhadap pelaksanaan. 5. Penanggung jawab program membuat perencanaan dan pelaksanaan program yang efektif
untuk menjamin keamanan lingkungan fisik lingkungan dimonitoring, evaluasi dan tindak lanjut yang dikelola oleh petugas yang kompeten.
Ditetapkan di : Kibang Budi Jaya Pada Tanggal :
KEPALA PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED KIBANG BUDI JAYA
ERISMA TAUFIK
Lampiran V
Keputusan Kepala Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya
Nomor :
Tanggal :
MANAJEMEN PERALATAN
DI PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED KIBANG BUDI JAYA
1. Kepala puskesmas menunjuk satu orang sebagai penanggungjawan pengelolaan peralatan dan kalibrasi di Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya yakni Yuliani, Amd.Keb
2. Petugas pengelola instrumen membuat prosedur untuk memisahkan alat yang bersih dan alat yang kotor, alat yang memerlukan sterilisasi, alat yang membutuhkan perawatan lebih lanjut ( tidak siap pakai) serta alat-alat yang membutuhkan persyaratan khusus untuk peletakannya.
3. Petugas pengelola instrumen harus mempunyai prosedur sterilisasi dan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan prosedur secara berkala.
4. Apabila memperoleh bantuan peralatan Kepala Puskesmas, bendahara barang, petugas pengelola instrumen harus mengetahui penanganan bantuan peralatan tersebut.
5. Petugas penanggung jawab pengelolaan peralatan menetapkan alat ukur dan melakukan kalibrasi secara teratur dan ada buktinya.
6. Petugas penanggungjawab pengelolaan peralatan mempunyai sistem kontrol peralatan, testing dan perawatan secara rutin untuk peralatan klinis yang digunakan serta mendokumentasikan hasil pemantauan.
7. Petugas penanggung jawab pengelolaan peralatan membuat kebijakan dan prosedur penggantian dan perbaikan alat yang rusak agar tidak mengganggu pelayanan.
Ditetapkan di : Kibang Budi Jaya Pada Tanggal :
KEPALA PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED KIBANG BUDI JAYA
Lampiran VI
Keputusan Kepala Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya
Nomor :
Tanggal :
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED
KIBANG BUDI JAYA
1. Kepala Puskesmas, Tata Usaha dan Penanggung Jawab Layanan Klinis membuat perhitungan membuat pola ketenagaan dan persyaratan kompetensi tenaga yang memberi layanan klinis.
2. Kepala Puskesmas, Tata Usaha dan Penanggung Jawab Layanan Klinis membuat penilaian kualifikasi tenaga dan penetapan kewenangan dengan adanya proses rekrukmen, retensi, pengembangan dan pendidikan berkelanjutan tenaga klinis yang baku.
3. Kepala Puskesmas dan Penanggung Jawab Layanan Klinis membuat penilaian kinerja petugas pemberi pelayanan klinis proses evaluasi, hasil evaluasi dan tindak lanjut dengan adanya keterlibatan petugas pemberi pelayanan klinis dalam peningkatan mutu klinis dengan proses yang menjamin kesesuaian antara pengetahuan dan keterampilan tenaga dengan kebutuhan pasien.
4. Kepala Puskesmas, Tata Usaha dan Penanggung Jawab Layanan Klinis menyediakan informasi peluang pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan klinis supaya setiap tenaga mendapat kesempatan mengembangkan ilmu dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan bagi pasien kemudian dilakukan pendokumentasian pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.
5. Kepala Puskesmas, Tata Usaha dan Penanggung Jawab Layanan Klinis membuat uraian tugas untuk petugas pemberi layanan klinis dan kewenangan klinis dengan jelas dan dilaksanakan secara profesional dan legal dalam pelaksanaan asuhan kemudian dievaluasi dan tindak lanjut
6. Kepala Puskesmas dan Penanggung Jawab Layanan Klinis membuat pedelengasian terhadap pelayanan yang dilayani oleh tenaga kesehatan yang tidak memenuhi syarat dengan cara mengkoordinasikan permasalahan ini ke dinas kesehatan.
7. Setiap tenaga klinis yang melakukan pelayanan di Puskesmas Perawatan Mampu Poned Kibang Budi Jaya berkewajiban ikut berperan serta dalam meningkatkan kinerja tenaga kesehatan dan mutu pelayanan klinis;
Ditetapkan di : Kibang Budi Jaya Pada Tanggal :
KEPALA PUSKESMAS PERAWATAN MAMPU PONED KIBANG BUDI JAYA