Hasil belajar siswa SMP BOPKRI 1 Yogyakarta dalam menyelesaikan soal cerita dalam pembelajaran berbasis masalah pada Materi Operasi Bentuk Aljabar
Teks penuh
(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. i i.
(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.
(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. HALAMAN PERSEMBAHAN. Kolose 4:2 “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan dan perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita” Skripsi ini saya persembahkan kepada: Tuhan Yesus Kristus Yang menjadi sumber kekuatan dan harapan saya, sehingga saya bisa menyelesaikan skripsi ini Keluarga Bapak, Ibu, Billy, dan Dhito terimakasih untuk setiap dukungan, doa, dan semangat yang diberikan.. iv.
(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.
(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.
(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK Puspita Prasetyaningjati. 2019. Hasil Belajar Siswa SMP BOPKRI 1 Yogyakarta dalam Menyelesaikan Soal Cerita dalam Pembelajaran Berbasis Masalah pada Materi Operasi Bentuk Aljabar Tahun Ajaran 2017/2018. Program Studi Pendidikan Matematika. Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran berbasis masalah dengan materi operasi hitung aljabar pada siswa kelas VII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta. 2) mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas VII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta dalam menyelesaikan soal cerita materi operasi hitung bentuk aljabar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIIB SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun ajaran 2017 / 2018 dan dilakukan pada bulan Mei - Juni 2018. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah dan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi operasi hitung bentuk aljabar. Data yang diperoleh berupa data pengamatan, data pretest, dan data posttest. Hasil penelitian ini menunjukkan guru mampu memenuhi seluruh aspek dalam melaksanakan langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah dengan baik. Dari hasil pretest dan posttest diperoleh bahwa hasil belajar dalam menyelesaikan soal cerita pada siswa meningkat pada pretest hanya terdapat 4,67% siwa tuntas dan pada posttest terdapat 38,1% siswa tuntas KKM. Jadi dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan atau mengasah siswa untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita pada siswa kelas VIIB SMP BOPKRI Yogyakarta. Kata kunci: Pembelajaran berbasis masalah, hasil belajar, aljabar.. vii.
(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT Puspita Prasetyaningjati. 2019. Student Learning Outcomes of SMP BOPKRI 1 Yogyakarta in Resolving the Word Problems in Problem-Based Learning in Algebra Forms for 2017/2018 Academic Year. Mathematics Education Study Program. Department of Mathematics and Natural Sciences Education, Faculty of Teacher Training and Natural Sciences, Sanata Dharma University, Yogyakarta. This study aims to: 1) describe the implementation of problem-based learning in calculating algebraic operating material on class VII students of SMP BOPKRI 1 Yogyakarta. 2) Describing student learning outcomes in solving problems in class VII students of SMP BOPKRI 1 Yogyakarta in working on questions about operating material to calculate algebraic forms. This research uses a descriptive method. The type of research is qualitative descriptive. The subjects of this study were students of class VIIB of SMP BOPKRI 1 Yogyakarta in the academic year 2017/2018 and conducted in May - June 2018. The object of this study was the implementation of problem-based learning and student learning outcomes in solving word problems in algebraic operating material. Data obtained in the form of observational data, pretest data, and posttest data. The results of this study indicate that the teacher is able to fulfill all aspects of the steps of problem-based learning well. From the results of the pretest and posttest, it was found that the learning outcomes in solving the word problems for students increased at the pretest, there was only one student completed and in the posttest there were eight students completed the KKM. So using problem-based learning can improve or hone students’ the ability to solve word problems in class VIIB students at BOPKRI Junior High School Yogyakarta. Keywords: Problem based learning, learning outcomes, algebra.. viii.
(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Tugas Akhir, sesuai dengan waktu yang telah disediakan. Dalam penulisan tugas akhir ini penulis memilih judul “Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas VII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta dalam Pembelajaran Berbasis Masalah Pada Materi Operasi Bentuk Aljabar”. Sesuai dengan tugas mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dalam menyelesaikan program studi dalam bentuk Sistem Kredit Semester (SKS), maka tugas akhir ini merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan untuk memenuhi kurikulum yang ada di Universitas Sanata Dharma. Tugas Akhir ini disusun guna menyelesaikan pendidikan Sarjana program study Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis banyak menemukan kendala dan hambatan, namun berkat bantuan, bimbingan dan kerjasama dari berbagai pihak, akhirnya tugas akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Penulis menyadari tanpa adanya bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, penulisan ini tidak akan selesai, maka dari itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1.. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.si, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.. 2.. Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd, selaku ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.. 3.. Beni Utomo, M.Sc., selaku ketua Program Studi pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.. 4.. Veronika Fitri Rianasari M.Sc., selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah memberikan bantuan, saran serta dorongan dalam mengerjakan tugas akhir sampai. selesai.. ix.
(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.
(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI SKRIPSI .............................................................................................................................................. ii SKRIPSI ............................................................................................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................................................. iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..................................................................................... v PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ................................................................................................... vi ABSTRAK ....................................................................................................................................... vii ABSTRACT ......................................................................................................................................viii KATA PENGANTAR ................................................................................................................... ix DAFTAR ISI.................................................................................................................................... vii BAB I .................................................................................................................................................... 2 PENDAHULUAN ............................................................................................................................. 2 A. Latar Belakang Masalah ..................................................................................................... 2 B. Identifikasi Masalah ............................................................................................................. 4 C. Rumusan Masalah ................................................................................................................. 5 D. Tujuan Penelitian .................................................................................................................. 5 E. Batasan Istilah ........................................................................................................................ 5 F. Manfaat Penelitian ................................................................................................................ 6 G. Sistematika Penulisan .......................................................................................................... 7 BAB II................................................................................................................................................... 8 LANDASAN TEORI ....................................................................................................................... 8 A. Pembelajaran Berbasis Masalah ....................................................................................... 8 B. Hasil belajar ......................................................................................................................... 13 C. Soal Cerita ............................................................................................................................ 16 D. Operasi Bentuk Aljabar .................................................................................................... 19 BAB III .............................................................................................................................................. 25 METODE PENELITIAN ............................................................................................................. 25 A. Jenis Penelitian ................................................................................................................... 25. vii.
(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. B. Sujek dan Objek Penelitian ............................................................................................. 25 C. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................................................ 26 D. Bentuk Data ......................................................................................................................... 26 E. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data ................................................................ 27 F. Teknik Analisis Data......................................................................................................... 44 G. Prosedur Pelaksanaan Penelitian ................................................................................... 45 BAB IV .............................................................................................................................................. 48 PEMBAHASAN ............................................................................................................................. 48 A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian .................................................................................. 48 B. Penyajian Data .................................................................................................................... 49 C. Analisis ................................................................................................................................. 67 D. Pembahasan Hasil Penelitian .......................................................................................... 99 E. Keterbatasan Penelitian .................................................................................................. 101 BAB V ............................................................................................................................................. 102 KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................................................ 102 A. Kesimpulan ........................................................................................................................ 102 B. Saran .................................................................................................................................... 103 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................. 105 LAMPIRAN ................................................................................................................................... 108. viii.
(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL Table 3.1 Pedoman Pengamatan ................................................................................................ 29 Table 3.2 Kisi-kisi Pretest ............................................................................................................ 32 Table 3.3 Kisi-kisi Posttest .......................................................................................................... 38 Tabel 4.1 Agenda Kegiatan ......................................................................................................... 49 Tabel 4.2 Keterlaksanaan pembelajaran pertemuan pertama ............................................ 52 Tabel 4.3 Keterlaksanaan pembelajaran pertemuan kedua ................................................ 56 Tabel 4.4 Keterlaksanaan pembelajaran pertemuan ketiga ................................................ 61 Tabel 4.5 Hasil pretest................................................................................................................... 65 Tabel 4.6 Hasil posttest ................................................................................................................. 66 Tabel 4.7 Analisis keterlaksanaan pembelajaran................................................................... 67 Tabel 4.8 Perbandingan hasil tes................................................................................................ 68 Tabel 4.9 Analisis jawaban siswa no 1 pretest ....................................................................... 70 Tabel 4.10 Analisis jawaban siswa no 2 pretest .................................................................... 74 Tabel 4.11 Analisis jawaban siswa no 3 pretest .................................................................... 77 Tabel 4.12 Analisis jawaban siswa no 4 pretest .................................................................... 80 Tabel 4.13 Analisis jawaban siswa no 1 posttest .................................................................. 83 Tabel 4.14 Analisis jawaban siswa no 2 posttest .................................................................. 86 Tabel 4.15 Analisis jawaban siswa no 3 posttest .................................................................. 92 Tabel 4.16 Analisis jawaban siswa no 4 posttest .................................................................. 96. ix.
(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Keterangan telak melakukan penelitian di sekolah .......................... 110 Lampiran 3.1 Lembar Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran .................................... 111 Lampiran 3.2 RPP ........................................................................................................................ 115 Lampiran 3.3 Soal Pretest .......................................................................................................... 126 Lampiran 3.4 Soal Posttest ........................................................................................................ 127 Lampiran 3.5 Kunci jawaban pretest ...................................................................................... 128 Lampiran 3.6 Kunci jawaban posttest .................................................................................... 131 Lampiran 4.1 Lembar Pengamatan Keterlaksanaan Pembelajaran ................................ 134 Lampiran 4.2 Lembar Kerja siswa .......................................................................................... 146. x.
(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berdasarkan UU No.20 Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi yang ada pada dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar, agar peserta didik dapat belajar dengan baik. Dalam hal ini guru sebagai pendidik harus memiliki komitmen yang kuat dimana pendidik harus bisa mengembangkan kemampuan siswa. Namun, persoalannya adalah bagaimana agar peserta didik dapat belajar secara optimal sehingga dapat mencapai dan atau menguasai kompetensi (Didi & Deni,2012,hal.9). Menurut Lewy (2009) matematika merupakan kebutuhan universal yang dibutuhkan dalam perkembangan teknologi modern saat ini. Setiap orang dituntut agar dapat melek matematika demi menghadapi persaingan.
(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. global di masa mendatang. Maka dari itu, diperlukan adanya perubahan pembelajaran di kelas yang meningkatkan pemikiran kreatif. Namun pada kenyataannya banyak yang beranggapan matematika itu adalah pelajaran yang menakutkan, tidak disenangi dan sering dianggap sebagai momok. Menurut Rusefendi (1984, hal.15), “Matematika (ilmu pasti) bagi anak-anak pada umumnya merupakan mata pelajaran yang tidak disenangi, atau pelajaran yang paling dibenci”. Untuk mengurangi anggapan tersebut guru sebaiknya mencari cara untuk membuat siswa menjadi lebih nyaman ketika mengikuti pembelajaran matematika. Berdasarkan pengalaman PPL dan wawancara dengan guru pengampu mata. pelajaran. matematika. SMP. BOPKRI. 1. Yogyakarta,. penulis. mendapatkan informasi bahwa dalam memberikan soal latihan maupun soal ulangan guru hanya memberikan soal langsung. Sangat jarang guru memberikan contoh soal cerita yang menggunakan permasalahan yang kerap ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu guru juga belum pernah melakukan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah. Berdasarkah hasil observasi, peneliti melihat bahwa siswa kelas VII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta kerap kali kebingungan ketika mengerjakan soal dalam bentuk soal cerita hal tersebut terjadi karena guru jarang menggunakan soal cerita dalam memberikan contoh, latihan, maupun ketika ulangan. Dan.
(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. hal tersebut yang membuat siswa justru tidak mengerjakan soal yang berbentuk soal cerita, karena mereka malas dan tidak terbiasa. Oleh karena itu peneliti mencoba untuk melatih siswa agar dapat menyelesaikan soal cerita dengan baik dan benar pada siswa kelas VII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta. Dengan harapan peserta didik mampu menyelesaikan soal cerita dengan baik. Pemilihan materi yang diambil oleh peneliti berdasarkan usulan dari pihak sekolah dan guru pengampu mata pelajaran matematika kelas VII SMP BOPKRI 1.. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan. latar. belakang. tersebut,. maka. peneliti. dapat. mengidentifikasi masalah sebagai berikut : 1. Guru menginginkan materi yang disampaikan dalam penelitian yaitu materi operasi hitung bentuk aljabar. 2. Kemampuan dalam menyelesaikan soal dalam bentuk soal cerita pada siswa kelas VII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta masih belum terlihat..
(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. C. Rumusan Masalah 1. Bagaimana keterlaksanaan pembelajaran berbasis masalah dengan materi operasi hitung bentuk aljabar pada siswa kelas VII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta? 2. Bagaimana hasil belajar siswa terhadap soal cerita pada siswa kelas VII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta dalam mengerjakan soal tentang materi operasi hitung bentuk aljabar?. D. Tujuan Penelitian 1. Untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran berbasis masalah dengan materi operasi hitung aljabar pada siswa kelas VII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta. 2. Untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa terhadap soal cerita pada siswa kelas VII SMP BOPKRI 1 Yogyakarta dalam mengerjakan soal tentang materi operasi hitung bentuk aljabar.. E. Batasan Istilah 1. Soal cerita merupakan soal yang dapat disajikan dalam bentuk lisan maupun tulisan, soal cerita yang berbentuk tulisan berupa sebuah kalimat yang mengilustrasikan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari..
(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. 2. Pembelajaran berbasis masalah adalah pembelajaran yang membantu guru menciptakan lingkungan pembelajaran yang dimulai dengan masalah yang penting dan relevan bagi siswa, dan memungkinkan siswa memperoleh kemampuan belajar yang lebih realistik (nyata).. F. Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain : 1. Bagi Guru Dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu guru untuk mengetahui hasil belajar siswa apabila menggunakan soal cerita pada materi operasi hitung bentuk aljabar, sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan metode pembelajaran dan varisai soal yang tepat berdasarkan kemampuan siswa.. 2. Bagi Siswa Dari penelitian ini dapat diketahui kemampuan siswa dalam mengerjakan soal cerita pada materi operasi hitung bentuk aljabar, yang kemudian dianalisis berdasarkan lembar jawaban siswa. Hal ini bertujuan agar siswa mampu mengetahui kemampuan mereka saat mengerjakan soal-soal dengan dengan permasalahan yang ada dalam bentuk cerita yang berkaitan dengan materi tersebut..
(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. 3. Bagi Peneliti sebagai Calon Guru Dengan penelitian ini, peneliti memperoleh informasi yang dapat dijadikan sebagai bekal untuk dapat meningkatkan kemampuan pada siswa melalui soal cerita dalam materi operasi hitung bentuk aljabar. G. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan terdiri dari 5 bab yaitu, Bab I. Berisi tentang latar belakang, identifikasi masalah yang ditemukan, rumusan masalah dan batasan istilah, serta tujuan dan manfaat dari penelitian. Bab II. Berisi tentang landasan teori yang akan digunakan oleh peneliti untuk menjawab rumusan masalah. Bab III. Berisi tentang aspek – aspek metodologi penelitian yaitu jenis penelitian, subjek, waktu dan tempat penelitian, bentuk dan metode pengumpulan data, instrumen penelitian, dan prosedur pelaksanaan penelitian. Bab IV. Berisi tentang pelaksanaan penelitian, tabulasi data, hasil analisis data, dan pembahasan. Bab V. Berisi tentang kesimpulan penelitian yang telah disesuaikan dengan tujuan penelitian dan saran – saran yang terkait dengan skripsi..
(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II LANDASAN TEORI A. Pembelajaran Berbasis Masalah 1. Pengertian Pembelajaran Berbasis Masalah Menurut Dini (2013) merupakan konsep pembelajaran yang membantu guru menciptakan lingkungan pembelajaran yang dimulai dengan masalah yang penting dan relevan bagi siswa, dan memungkinkan siswa memperoleh kemampuan belajar yang lebih realistik(nyata). Menurut. Arends. (dalam. Supinah. dan. Sutanti,. 2010). mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran yang bertujuan merangsang terjadinya proses berpikir tingkat tinggi dalam situasi yang berorientasi masalah. Berdasarkan paparan para ahli diatas yang dimaksud dengan pembelajaran berbasis masalah merupakan sebuah pembelajaran yang imulai dengan masalah yang pentingdan relevan dengan tujuan merangsang terjadiya proses berpikir tingkat tinggi pada siswa.. 2. Karakteristik Pembelajaran Berbagai Masalah Terdapat. beberapa. karakteristik. pada. PBM. diantaranya. yang. dikemukakan oleh Tan (dalam Amir 2009:22) sebagai berikut: a) Masalah. digunakan 8. sebagai. awal. pemblajarn..
(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI.
(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. b) Masalah yang digunakan merupakan masalah dunia nyata; c) Masalah biasanya menuntut perspektif majemuk (multiple prespective); d) Masalah membuat siswa tertantang untuk mendapatkan pembelajaran di ranah pembelajaran yang baru: e) Sangat mengutamakan belajar mandiri (self directed learning); f) Memanfaatkan sumber pengetahuan yang bervariasi, tidak dari satu. sumber. saja.. Pencarian. evaluasi. serta. penggunaan. pengetahuan menjadi knci penting; g) Pembelajaran kolaboratif, komunikatif, dan kooperatif. Siswa bekerja dalam kelompok, berinteraksi, saling mengajarkan (peer teaching), dan presentasi.. 3. Tujuan Menurut. Wardhani. (dalam. Supinah. dan. Sutanti,. 2010). mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran yang bertujuan merangsang terjadinya proses berpikir tingkat tinggi dalamsituasi yang berorientasi masalah. Lebih lanjut dikemukakan PBL utamanya untuk membantu siswa sebagai berikut: 1.. Mengembangkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi.
(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. 2. Belajar berbagai peran orang dewasa Dengan melibatkan siswa dalam pengalaman nyata, membantu siswa untuk berkinerja dalam situasi kehidupan nyata dan belajar melakukan peran orang dewasa. 3. Menjadi pelajar yang otonom dan mandri Kemampuan untuk menjadi pembelajar yang otonomdan mandiriini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kemampuan belajar secara autododik dan kesabaran untuk belajar seoanjang hayat dan merupakan bekal penting bagi sisiwa dalam mengarungi kehidupan pribadi, sosial maupun dunia kerja selanjutnya.. 4. Langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah: Terdapat beberapa langkah-langkah dalam pembelajaran menurut para ahli diantaranya: Menurut Tukiran (2012) terdapat enam langkah pembelajaran berbasis masalah. Langkah tersebut terdiri dari : 1. Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan. 2. Memotivasi siswa agar terlibat aktif dalam aktifitas pemecahan masalah 3. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah..
(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. 4. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah. 5. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. 6. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Menurut Arends (2012:411) ada lima langkah penerapan pembelajaran berasis masalah yakni : 1. Orientasi terhadap masalah Guru menyajikan masalah nyata kepada peserta didik. 2. Organisasi belajar Guru memfasilitasi peserta didik untuk memahami masalah nyata yang telah disajikan, yaitu mengidentifikasi apa yang mereka ketahui, apa yang perlu mereka ketahui, dan apa yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Peserta didik berbagi peran atau tugas untuk menyelesaikan masalah tersebut. 3. Penyelidikan individual maupun kelompok.
(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. Guru membimbing peserta didik melakukan pengumpulan data atau informasi (pengetahuan, konsep, teori) melalui berbagai macam cara untuk menemukan berbagai alternatif penyelesaian masalah. 4. Pengembangan dan penyajian hasil penyelesaian masalah Guru membimbing peserta didik untuk menemukan penyelesaian masalah yang paling tepat dari berbagai alternatif pemecahan masalah yang peserta didik teukan. Peserta didik menyusun laporan hasil penyelesaian masalah, misalnya dalam bentuk gagasan, model, bagan, atau power point slide. 5. Analisis dan evaluasi proses penyelesaian masalah Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap proses penyelesaian masalah yang dilakukan mandiri (keberanian), integritas (cinta kebenaran).. Berdasarkan paparan para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah dalam pembelajaran berbasis masalah adalah sebangai berikut : 1) Guru menjelaskan mengenai kompetensi yang akan dicapai 2) Guru menyajikan masalah yang nyata kepada siswa 3) Guru memfasilitasi dan memberi motivasi kepada siswa untuk dapat mengidentifikasi apa yang mereka ketahui, apa yang perlu mereka ketahui, dan apa yang perlu dilakukan.
(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. untuk menyelesaikan masalah. Peserta didik berbagi peran atau tugas untuk menyelesaikan masalah tersebut. 4) Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah 5) Guru. membimbing. peserta. didik. untuk. menemukan. penyelesaian masalah yang paling tepat dari berbagai alternatif pemecahan masalah yang peserta didik teukan. Peserta didik menyusun laporan hasil penyelesaian masalah, misalnya dalam bentuk gagasan, model, bagan, atau power point slide. 6) Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.. B. Hasil belajar 1. Pengertian hasil belajar Menurut Nana Sudjana (2009:3) mendefinisikan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil.
(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil belajar menurut Udin S Winataputra (2007:1), merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai siswa dimana setiap kegiatan belajar dapat menimbulkan suatu perubahan yang khas. Dalam hal ini belajar meliputi ketrampilan proses, keaktifan, motivasi juga prestasi belajar. Prestasi adalah kemampuan seseorang dalam menyelesaikan suatu kegiatan. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006:3) hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya pengajaran dari puncak proses belajar. Forijad (1998) mendefinisikan bahwa hasil belajar adalah suatu proses. mental. yang. mengarah. pada. penguasaan. pengetahuan,. ketrampilan, dan sikap dengan ketrampilan proses dan dilaksanakan agar menimbulkan tingkah laku progresif dan adaptif. Hasil belajar menurut Suratinah Tirtonegoro (2001:43) penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setia psiswa dalam periode tertentu..
(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. Menurut kajian beberapa ahli diatas hasil belajar merupakan bukti yang dinyatakan dalam simbol, angka, huruf, maupun kalimat yang menyatakan adanya perbahan yang terjadi pada perilaku maupun kemampuan individu setelah terjadi kegiatan belajar, yang biasanya dapat dilihat dengan cara evaluasi.. 2. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar Hasil. belajar. pembelajaran. sebagai di. kelas. salah tidak. satu. indikator. terlepas. dari. pencapaian faktor-faktor. tujuan yang. mempengaruhi hasil belajar itu sendiri. Sugihartono, dkk. (2007: 76-77), menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar, sebagai berikut: a. Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. Faktor internal meliputi: faktor jasmaniah dan faktor psikologis. b. Faktor eksternal adalah faktor yang ada di luar individu. Faktor eksternal meliputi: faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat.. 3. Indikator hasil belajar Yang menjadi indikator utama hasil belajar siswa adalah sebagai berikut:.
(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. a. Ketercapaian Daya Serap terhadap bahan pembelajaran yang diajarkan, baik secara individual maupun kelompok. Pengukuran ketercapaian daya serap ini biasanya dilakukan dengan penetapan Kriteria Ketuntasan Belajar Minimal (KKM) b. Perilaku yang digariskan dalam tujuan pembelajaran telah dicapai oleh sisw baik secara individual maupun kelompok.. C. Soal Cerita 1. Pengertian soal cerita Soal cerita merupakan permasalahan yang dinyatakan dalam bentuk kalimat bermakna dan mudah dipahami (Wijaya, 2008:14). Sedangkan menurut Raharjo dan Astuti (2011:8) mengatakan bahwa bahwa soal cerita yang terdapat dalam matematika merupakan persoalan-persoalan yang terkait dengan permasalahan-permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dicari penyelesaiannya dengan menggunakan kalimat matematika. Kalimat matematika yang dimaksud dalam penyataan tersebut adalah kalimat matematika yang memuat operasi-operasi hitung bilangan. Soal cerita merupakan soal yang dapat disajikan dalam bentuk lisan maupun tulisan, soal cerita yang berbentuk tulisan berupa sebuah kalimat yang mengilustrasikan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari (Ashlock,.
(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17. 2003:80). Soal cerita yang diajarkan diambil dari hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sekitar dan pengalaman siswa. Demikian pula soal cerita hendaknya meliputi aplikasi secara praktis situasi sosial ataupun beberapa lapangan studi yang mungkin (Ashlock, 2003:240). Disamping itu, soal cerita berguna untuk menerapkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa sebelumnya. Penyelesaian soal cerita merupakan kegiatan pemecahan masalah. Pemecahan masalah dalam suatu soal cerita matematika merupakan suatu proses yang berisikan langkah-langkah yang benar dan logis untuk mendapatkan penyelesaian (Jonassen, 2004:8). Dalam menyelesaikan suatu soal cerita matematika bukan sekedar memperoleh hasil yang berupa jawaban dari hal yang ditanyakan, tetapi yang lebih penting siswa harus mengetahui dan memahami proses berpikir atau langkah-langkah untuk mendapatkan jawaban tersebut.. 2. Langkah-langkah menyelesaikan soal cerita Menurut Erman (2003:112) untuk menyelesaikan soal matematika dipergunakan heuristic. Maksud dari heuristic adalah mempelajari caracara dan aturan penemuan serta hasil penemuan. Erman (2003: 91) menyarankan empat langkah dalam pemecahan masalah, yaitu: 1. understanding the problem (memahami masalah), 2. devising a plan (merencanakan penyelesaian), 3. carrying out the plan (melaksanakan rencana penyelesaian),.
(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. 4. looking back (memeriksa proses dan hasil). Sebagaimana yang dinyatakan oleh Ashlock (2003:241) bahwa kegiatan menyelesaikan soal cerita matematika tidak hanya melibatkan satu langkah penyelesaian. Soedjajdi (2002:32) menyatakan bahwa untuk menyelesaikan soal cerita matematika dapat ditempuh langkah-langkah sebagai berikut: 1. Membaca soal cerita dengan cermat untuk menangkap makna pada tiap kalimat; 2. Memisahkan dan mengungkapkan apa yang diketahui dalam soal, apa yang ditanyakan oleh soal; 3. Membuat model matematika dari soal; 4. Menyelesaikan model matematika menurut aturan matematika sehingga mendapat jawaban dari soal tersebut; 5. Mengembalikan jawaban kedalam konteks soal yang ditanyakan. Kelima langkah tersebut merupakan satu paket penyelesaian soal cerita. Langkah pertama dan kedua dalam penyelesaian soal cerita diatas dapat diartikan sebagai kegiatan memahami soal cerita. Dalam kegiatan tersebut dibutuhkan kemampuan membaca soal dengan cermat sehingga dapat mengungkapkan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dalam soal cerita. Siswa harus mampu menentukan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dari data yang telah diberikan..
(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. 3. Kriteria soal cerita Soal cerita dalam penelitian ini merupakan soal cerita yang berkaitan dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Kriteria penyusunan soal cerita menurut Ashlock (2003:243) antara lain: 1. Soal cerita yang disusun merupakan soal yang berkaitan dengan realitas yang ada dalam kehidupan sehari-hari; 2. Soal cerita tersebut merupakan pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan prosedur rutin yang telah diketahui siswa.. D. Operasi Bentuk Aljabar Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Tim Penyusun, 2011), aljabar adalah cabang matematika yang menggunakan tanda – tanda dan huruf – huruf untuk menggambarkan atau mewakili angka – angka ( , sebagai pengganti bilangan yang diketahui dan untuk bilangan yang tidak diketahui). Sedangkan aljabar secara bahasa adalah mempersatukan bagianbagian yang terpisah. Bagian yang harus dipersatukan tersebut tentu saja unsur-unsur yang menyusun suatu bilangan aljabar, seperti variabel, koefisien, konstanta, dan suku..
(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. 1. Variabel adalah lambang pengganti suatu bilangan yang belum diketahui nilainya dengan jelas. Biasanya dilambangkan dengan huruf kecil a, b, c, ... z. 2. Koefisien adalah bilangan yang memuat variabel dari suatu suku pada bentuk aljabar. 3. Konstanta suku dari suatu bentuk aljabar yang berupa bilangan dan tidak memuat variabel disebut konstanta. 4. Suku adalah variabel beserta koefisiennya atau konstanta pada bentuk aljabar yang dipisahkan oleh operasi jumlah atau selisih. a. Suku Satu atau Suku Tunggal adalah bentuk aljabar yang tidak dihubungkan oleh operasi jumlah atau selisih. 2. Contoh: 4x, 5a , –2ab b. Suku Dua atau Binom adalah bentuk aljabar yang dihubungkan oleh satu operasi jumlah atau selisih. 2. 2. Contoh: a + 2, x + 2y, 3x – 5x, 2p + 5 c. Suku Tiga atau Trinom adalah bentuk aljabar yang dihubungkan dengan dua Operasi jumlah atau selisih 2. Contoh : 8x – 4y + 9, 6x + 3xy – 8y.
(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. d. Suku banyak adalah bentuk aljabar yang mempunyai suku lebih dari suku dua atau mempunyai suku yang perubahnya berpangkat lebih dari dua. 2 2. 2. Contoh: 4x2 + 7ax – 6y2 + 9 , 5a b – 4a b + 32 Menurut As’ari dkk (2016) bentuk aljabar adalah gabungan antara nilai dan operasi yang bisa digunakan untuk menunjukkan bagaimana keduanya saling berkaitan dan saling membandingkan. Operasi adalah suatu aksi yang dilakukan pada satu atau dua bilangan untuk menghasilkan sebuah bilangan hasil. Jenis – jenis operasi dalam aljabar adalah penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pecahan, dan lain sebagainya. Sifat – sifat dasar pada aritmatika yang berlaku juga pada operasi bentuk aljabar, antara lain, a. Sifat Komutatif. b. Sifat Asosiatif. (. (. ). ). (. ( ). ).
(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22. (. ). (. c. Sifat Distributif ( (. ( (. ) ). ). ) ). 1. Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Aljabar Pada operasi hitung bentuk aljabar, suku-suku yang dapat dijumlahkan atau. dikurangkan. adalah. suku-suku. sejenis.. Menjumlahkan. atau. mengurangkan bentuk – bentuk aljabar dilakukan dengan menggunakan sifat distributif.. 2. Perkalian dan Pembagian Bentuk Aljabar Saat melakukan operasi perkalian dan pembagian bentuk aljabar, terlebih dahulu lakukan pengelompokan koefisien, kemudian mengelompokkan variabel – variabel yang sama. Tuliskan variabel dalam urutan abjad dan pangkat dalam urutan kecil ke yang besar. Namun perlu diingat bahwa operasi dalam variabel harus diselesaikan terlebih dahulu.. a. Perkalian suatu bilangan dengan suku dua atau tiga.
(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23. Sifat yang digunakan dalam menyelesaikan perkalian suatu bilangan dengan suku dua dan suku tiga adalah sifat distributif. Penggunaan sifat ( ) dan ( ) adalah untuk mempermudah dalam menentukan hasil perkalian dua bilangan. (Suwah Sembiring 2010 : 116).. b. Perkalian suku dua dengan suku dua Perkalian suku dua dengan suku dua dapat ditulis sebagai berikut, (. )(. ). Sifat yang digunakan dalam menyelesaikan perkalian tersebut adalah sifat distributif, yaitu : (. )(. ). (. ). (. ). Dengan cara substitusi di atas dapat memperluas perkalian suku dua dengan suku dua menjadi perkalian suku dua dengan suku tiga atau suku tiga dengan suku tiga, dan sebagainya. (Suwah Sembiring 2010 : 116). 3. Pecahan Bentuk Aljabar Operasi hitung dalam bentuk pecahan aljabar yang meliputi : 1. Penjumlahan dan Pengurangan Pada pecahan dapat dilakukan operasi penjumlahan dan pengurangan apabila penyebut dari pecahan itu sama. Berdasarkan ketentuan tersebut,.
(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. pecahan yang akan dijumlahkan atau dikurangkan perlu disamakan dahulu penyebutnya.. 2. Perkalian Bentuk perkalian pecahan mengikuti kaidah berikut ini :. 3. Pembagian Bentuk pembagian pecahan mengikuti kaidah berikut ini :.
(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang dipaparkan berdasarkan kondisi yang actual saat penelitian berlangsung dimana olah data penelitian berupa bilangan yang lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Dalam penelitian ini, akan digali mengenai hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita dalam pembelajaran matematika.. B. Sujek dan Objek Penelitian 1. Subjek penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah 21 siswa kelas VII B SMP BOPKRI 1 Yogyakarta pada tahun ajaran 2017/2018.. 2. Objek penelitian Objek dari penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah dan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada 21 siswa kelas VII B SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun ajaran 2017/2018. 25.
(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26. dalam pembelajaran berbasis masalah pada materi operasi hitung bentuk aljabar.. C. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Pengambilan data dilaksanakan di kelas VII B SMP BOPKRI 1 Yogyakarta tahun ajaran 2017/2018 2. Waktu Pengambilan data Pengambilan data dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2017/2018 yaitu bulan Mei 2018 hingga bulan Juni 2018.. D. Bentuk Data Berdasarkan cara memperoleh, jenis data ada dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari pengamatan terhadap subyek penelitian. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari pihak diluar subyek penelitian. Dalam penelitian ini data sekunder dapat diperoleh dari guru mata peljaran matematika. Menurut jenisnya, jenis data dibagi menjadi dua yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif dipaparkan dalam bentuk angka, merupkan jumlah dan skor. Sedangkan data kualitatif adalah data yang dipaparkan dalam bentuk kata-katayang bermakna. Dari penelitian ini akan diperoleh dua data, yaitu:.
(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27. 1. Data pelaksanaan pembelajaran Data ini akan diperoleh melalui pengamatan yang dilaksanakan saat pelaksanaan pembelajaran. Data ini akan dideskripsikan untuk kemudian menjadi data kualitatif. 2. Data hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita Data akan diperoleh dari hasil tes awal (pre test) dan tes akhir (post test) materi operasi hitung bentuk aljabar siswa kelas VII tahun ajaran 2017/2018 yang merupakan data kuantitatif.. E. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data Dalam mengumpulkan data, peneliti akan melakukan beberapa metode yang disertai instrument sebagai berikut:. 1. Metode Pengumpulan Data a. Pengamatan Kegiatan pengamatan pada penelitian ini dilakukan untuk memperoleh keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah.. b. Tes.
(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. Peneliti menggunakan tes tertulis untuk mengumpulkan data kemampuan. berpikir. tingkat. tinggi.. Tujuan. dari. tes. yang. dilaksanakan yaitu untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam memahami materi melalui pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Di sisi lain hasil dari tes tersebut juga digunakan peneliti untuk melihat kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Tes yang peneliti gunakan yaitu tes kemampuan awal dan tes kemampuan akhir. Bentuk soal yang digunakan untuk tes kemampuan awal dan tes kemampuan akhir berupa essay.. 2. Instrumen Pengumpulan Data a. Pedoman pengamatan Lembar pengamatan merupakan pedoman pengamatan, untuk itu peneliti menyusun pedoman pengamatan dengan membuat kisikisi lembar pengamatan. Lembar pengamatan dibuat berdasarkan teori-teori yang berhubungan dengan apa yang akan diteliti. Berikut merupakan kisi-kisi pedoman pengamatan yang akan digunakan dalam penelitian:.
(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29. Table 3.1 Pedoman Pengamatan NO. Indikator yang diamati. 1. KEGIATAN PEMBUKA. 2. Guru menyampaikan salam pembuka Guru mengecek kehadiran siswa Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Guru memberikan motivasi Guru melakukan kegiatan apersepsi dengan mengingatkan kembali siswa pada materi aljabar Guru menjelaskan secara singkat tentang model pembelajaran yang akan digunakan yaitu Problem Based Learning KEGIATAN INTI Guru menyampaikan materi secara sistematis sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai Guru membagi siswa dalam kelompok heterogen yang terdiri dari 4-5 orang dan masing – masing siswa dalam kelompok menerima LKS sebagai bahan diskusi. Keterlaksanaan Ya Tidak. keterangan.
(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30. 3. 4. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami permasalahan yang terdapat pada Lembar Kerja Siswa (LKS) secara berkelompok Guru berkeliling ke tiap kelompok dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika mengalami kesulitan Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan jawaban yang telah didiskusikan dengan kelompok Guru memfasilitasi perwakilan kelompok (kelompok yang tidak presentasi) untuk menyampaikan pendapat atau tanggapan kepada perwakilan kelompok yang sedang presentasi PENUTUP Guru dan siswa bersama – sama merangkum dan membuat kesimpulan tentang materi yang dipelajari Gurumenyampaikan rencanapembelajaran untuk pertemuan berikutnya Guru mengucapkan salam penutup Gurumenggunakan media pembelajaran dalam pembelajaran.
(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31. 5. Pembelajaran berpusat pada siswa Guru menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan alokasi waktu yang ditentukan. 6. 7. b. Soal test Menurut Arifin (2014, hal 226), tes merupakan teknik pengukuran dari hasil belajar siswa selama mengikuti proses pembelajaran yang diberikan di dalam kelas. Di dalam tes terdapat berbagai pertanyaan,pernyataan, atau serangkaian tugas harus dikerjakan atau dijawab oleh responden atau peserta didik. Dalam penelitian ini, tes dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebagai berikut:. a. Pre Test Pretest. (tes. awal). dilakukan. sebelum. kegiatan. pembelajaran dalam penelitian dimulai. Tes awal ini digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam mengerjakan soal matematika dengan materi operasi hitung bentuk aljabar. Soal di dalam tes awal ini berupa 4 soal uraian, dimana isi pokok tes merupakan materi-materi dalam pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar..
(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Kisi-kisi pretest. Table 3.2 Kisi-kisi Pretest No. Kompetensi Dasar. Indikator. Soal. Kunci Jawaban. Butir. Nomor. Penilaian. Soal. 32.
(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. .. Menerapkan. 1. Menyelesaikan. operasi. operasi. aljabar. penjumlahan pengurangan aljabar disajikan. Pada. sebuah. toko merubah soal dalam kalimat matematika. tersedia 3 pak buku, 2 dan pak pensil, dan 2 pak bentuk penggaris.. 2. satu pak buku dengan x. Kemudian. yang Ani. sebagai. satu pak penggaris dengan y 1. membeli satu pak pensil dengan z. pemiliktoko. lagi 2 pak buku dan 1 pak. misalkan :. pensil.. (. ). (. Tanpa. diketahui. Ani,. ). (. 2. ). (. 3. ). penyelesaian. adiknya mengambil 1 pak buku, 1 pak pensil, dan 1 pak. penggaris.. Berapakah. persediaan. masing-masing. alat. (. ). (. ). (. ). (. (. ). ). 2. tulis yang ada di toko Ani sekarang?. Jadi, jumlah masing-masing alat tulis yang ada di dalam tas Ani adalah 4 pak buku, 1 pak penggaris, dan 2 pak pensil.. Ayah. ingin merubah soal dalam kalimat matematika. 33.
(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. membangun. sebuah Misalkan :. rumah.. Untuk. 2. satu pak paku dengan x. keperluan membangun ayah sudah memiliki. satu tumpuk batu bata dengan y. z persediaan 10 karton satu( rol kawat dengan ) ( (. ). ). paku, 8 tumpuk batu penyelesaian. bata dan 6 rol kawat.. (. (. Pada suatu terpakai 2 karton. paku. ,. 2 ). ( ) (. ( (. ). ). ). ). 2. tumpuk batu bata dan. Jadi, jumlah masing-masing barang yang. rol masih menjadi persediaan ayah adalah 11. 3 kawat.. 3. Kemudian. datang lagi kiriman. pak paku, 8 tumpuk batu bata, dan 7 rol. 2. kawat.. berupa 3 karton paku, 2 tumpuk batu bata dan. 4. rol. kawat.. Sekarang ada berapa persediaan. 2. dari. masing-masing barang. 34.
(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. yang. ayah. untuk. miliki. persediaan. membangun? 2. Menyelesaikan. Lebar. suatu. persegi merubah soal dalam kalimat matematika. operasi perkalian panjang diketahui (2xbentuk aljabar 5) dan panjangnya 3. kali lebih panjang dari lebar. tentukan. 2 (. ). luas penyelesaian. persegi. panjan. 2. tersebut dalam x!. (. (. )(. ). )(. ). 3. 3 2. Jadi, luas persegi panjang tersebut dalam x adalah 3. Menyelesaikan. Pak. Edi. masalah mengenai membuat pembagian bentuk berbentuk aljabar. panjang dengan. 2. .. ingin merubah soal dalam kalimat matematika kolam. 2. persegi luas. (. ). 35.
(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. (dalam x). penyelesaian. . Dan diketahui pula. 2 4. panjang dari kolam tersebut adalah – . Tentukan. lebar. (. dari. kolam milik pak Edi dalam x!. ). –. (. )(. (. ). ). 3. 2 Jadi, lebar kolam pak Edi dalam x adalah ( ).. 2. 36.
(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37. b. Post Test Posttest (tes akhir) setelah kegiatan pembelajaran dalam penelitian telah selesai dilakukan. Post test digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah sampel terpilih. Soal di dalam tes akhir ini berupa 4 soal uraian, dimana isi pokok tes merupakan materi-materi dalam pokok bahasan operasi hitung bentuk aljabar..
(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Kisi-kisi posttest. Table 3.3 Kisi-kisi Posttest No. Kompetensi Dasar. Indikator. Soal. Kunci Jawaban. Butir. Nomor. Penilaian. Soal. 38.
(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 1.. Menerapkan 4. Menyelesaikan. Pada sebuah toko tersedia 3. merubah soal dalam. operasioperasi. pak. kalimat matematika. aljabar. penjumlahan. dan. pengurangan bentuk aljabar disajikan. yang. pensil,. 2. pak. 2. penghapus, dan 2 pak buku.. misalkan :. Kemudian. satu pak pensil dengan x. Ani. sebagai. pemiliktoko membeli lagi 2 pak. pensil. dan. 1. satu pak pengapus dengan y. 1. pak. penghapus. Tanpa diketahui. satu pak buku dengan z (. ). (. ). ). 2. (. Ani, adiknya mengambil 1 penyelesaian. pak. pensil,. 1. pak. penghapus, dan 1 pak buku. Berapakah. persediaan. masing-masing. alat. tulis. yang. toko. Ani. ada. di. (. ). ) (. (. 3. ). (. ). ( (. ) ). sekarang? 2 Jadi, jumlah masing-masing alat tulis yang ada di dalam tas Ani adalah 4 pak pensil, 1 pak. 39.
(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. penghapus, dan 2 pak buku.. Ayah. ingin. sebuah. membangun merubah soal dalam kalimat. rumah.. Untuk matematika. keperluan membangun ayah sudah. 2. Misalkan :. memiliki persediaan. 10. karton. keramik, 8. satu karton keramik dengan x. tumpuk batako dan 6 rol. satu tumpuk batako dengan y. kawat. Pada suatu terpakai 2. satu rol kawat dengan z. karton keramik , 2 tumpuk batako kawat.. dan Kemudian. 3. (. 2. ). 3. rol datang. (. ). (. ). 2. lagi kiriman berupa 3 karton keramik, 2 tumpuk. batako. dan 4 rol kawat. Sekarang ada. berapa persediaan dari. penyelesaian (. 2. ). (. ). masing-masing barang yang ayah. miliki. untuk. persediaan membangun?. (. ). 40.
(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. (. ). ( (. ) ). Jadi, jumlah masing-masing barang yang masih menjadi persediaan ayah adalah 11 karton keramik, 8 tumpuk batako, dan 7 rol kawat.. 41.
(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 5. Menyelesaikan. Diketahui. lebar. suatu merubah soal dalam kalimat. operasi perkalian lapangan berbentuk bentuk aljabar panjang (2x-5). persegi matematika. 2. dan. panjangnya 3 kali. lebih. (. ). panjang dari lebar. tentukan luas persegi panjan tersebut. penyelesaian. 2. 3. dalam x! 3 (. (. )(. ). )(. ). 2. 2 Jadi, lapangan berbentuk persegi panjang tersebut dalam x adalah . 6. Menyelesaikan. Pak Hasto ingin. membuat merubah soal dalam kalimat. persegi matematika masalah mengenai kolam berbentuk pembagian bentuk panjang dengan luas (dalam aljabar x) . Dan (. diketahui. 2. ). pula panjang dari. 42.
(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. kolam tersebut adalah Tentukan lebar. – . penyelesaian. 2 4. dari kolam. milik pak Hasto dalam x!. (. ). 3 –. (. (. )(. ). ). 2. Jadi, lebar kolam pak Hasto dalam x adalah (. ).. 2. 43.
(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44. F. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan dianalisis supaya dapat menjawab pertanyaan penelitian pada rumusan masalah. Oleh karena itu, dalam sub bab ini akan dijelaskan bagaimana peneliti melaksanakan langkahlangkah analisis kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita pada materi operasi hitung bentuk aljabar. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif-kuantitatif. Analisis data kuantitatif digunakan untuk mengolah data berupa angka, sedangkan analisis data kualitatif digunakan untuk mengolah data berupa kata-kata. Anlisis data kualitatif yang akan dilakukan berupa analisis data deskriptif. Data berupa kata-kata diperoleh dari deskripsi video proses pembelajaran dan wawancara guru. Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis tes siswa. Berikut ini adalah teknik analisis dari data-data tersebut: 1.. Analisis keterlaksanaan pembelajaran berbasis masalah Analisis keterlaksanaan pembelajaran ini digunakan untuk menjawab. rumusan. keterlaksanaan. masalah. pembelajaran. yang dalam. ada.. Untuk. penelitian. menganalisis ini. peneliti. menggunakan lembar pengamatan dan juga teori yang ada. Sehingga.
(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45. terlihat apakah pembelajaran berbasis masalah ini terlaksana atau tidak. 2. Analisis kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita Analisis kemampuan hasil tes diawali dengan menentukan nilai tes awal dan nilai tes akhir yang disesuaikan dengan rubrik skor. Berikut ini adalah rumus yang digunakan dalam menentukan nilai tes awal dan tes akhir. Keterangan: : Nilai yang diperoleh siswa ke- i : Total skor yang diperoleh siswa ke-i : Nomor absen siswa, i = 1,2,3,.... : Total Skor Maksimal Setelah mendapatkan hasil penilaian siswa selanjutnya jawaban siswa dikelompokkan berdasarkan jawaban-jawaban yang hampir serupa, lalu di analisis berdasarkan teori yang ada untuk melihat ada kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita.. G. Prosedur Pelaksanaan Penelitian.
(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari beberapa langkah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut: 1. Penyusunan Proposal Penelitian Sebelum pelaksanan penelitian dimulai, peneliti wajib menyusun proposal penelitian. Proposal tersebut terdiri dari gambaran umum kegiatan penelitian, alat, dan rencana kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan. Oleh karena itu, proposal penelitan ini sangat penting untuk kelancaran pelaksanaan penelitian. 2. Pengajuan Izin Penelitian Ke Sekolah Setelah proposal penelitian selesai disusun, peneliti datang ke sekolah yang akan dijadikan sebagai tempat penelitian untuk meminta izin penelitian. Setelah izin penelitian tersebut diberikan oleh sekolah, peneliti dapat memulai rangkaian penelitian yang akan dilaksankan.. 3. Tes Hasil Belajar Tes hasil belajar merupakan tes yang dilaksanakan untuk menentukan subjek penelitian. Tes ini ditujukan kepada semua siswa dalam kelas VII. Dalam tes ini, materi yang diujikan adalah operasi hitung bentuk aljabar. 4. Wawancara Guru Mata Pelajaran.
(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47. Wawancara ini dilaksanakan untuk memperkuat pemilihan subjek penelitian. Dilaksanakan untuk menggali informasi tentang siswa-siswa yang sebelumnya telah dipilih sebagai kandidat subjek penelitian. 5. Penentuan Subjek Penelitian Subjek penelitian ditentukan berdasarkan hasil tes hasil belajar dan diperkuat dengan wawancara dengan guru mata pelajaran. Siswa yang dipilih adalah siswa yang mendapatkan peringkat tiga terendah dari hasil tes hasil belajar tersebut, dan yang menjadi patokan adalah nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM)..
(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB IV PEMBAHASAN A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian 1. Tahap Sebelum Penelitian Sebelum melaksanaan penelitian berlangsung, peneliti melakukan persiapan penelitian yang diawali dengan observasi di BOPKRI 1 Yogyakarta yang terdiri dari wawancara dengan guru mata pelajaran matematika tentang kemampuan siswa kelas VII dalam mengikuti pembelajaran dan permasalahan yang ada di dalam kelas tersebut. Hasil wawancara tersebut digunakan peneliti untuk menyusun latar belakang masalah penelitian. Persiapan penelitian ini sudah direncanakan dan dijelaskan pada bab sebelumnya pada rencana tahap-tahap penelitian. Tahap-tahap penelitian yang dilakukan peneliti sebelum pembelajaran dilaksanakan antara lain.. a. Tahap Sebelum Pelaksanaan Penelitian Tahap sebelum pelaksanaan penelitian, pada tahap ini peneliti melakukan validasi soal tes kemampuan dan validasi rencana pelaksanaan pembelajaran. Soal tes kemampuan dan rencana pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan dosen pembimbing dan guru matematika. 48.
(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49. b. Tahap Pelaksanaan Penelitian Tahap pelaksanaan penelitian dimulai tanggal 23 April 2018 sampai dengan 5 Juni 2018 di kelas VII B SMP BOPKRI 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga kali petemuan. Pembelajaran maematika dengan model pembelajaran berbasis masalah dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 3x40 menit pada pertemuan pertama dan ketiga dan 2x40 menit pada pertemuan ke dua, dengan rincian sebagai berikut: Tabel 4.1 Agenda Kegiatan No Pertemuan 1 Pertemuan Pertama. 2. Pertemuan Kedua. 3. Pertemuan Ketiga. Kegiatan uji tes kemampuan awal dan pembelajaran pertama (operasi penjumlahan dan pengurangan pada aljabar sampai pada penerapannya) pembelajaran kedua (operasi perkalian dan pembagian pada aljabar) pembelajaran kedua (penerapan operasi perkalian dan pembagian pada aljabar) dan uji tes kemampuan akhir. B. Penyajian Data 1. Deskripsi pelaksanaan pembelajaran. Alokasi waktu 1 x 40 menit (uji kemampuan) 2 x 40 menit (pembelajaran). 2 x 40 menit. 1 x 40 menit (uji kemampuan) 2 x 40 menit (pembelajaran).
(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50. Pelaksanaan pembelajaran dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga pertemuan yang terdiri dari 8 jam pelajaran. Berikut merupakan deskripsi pelaksanaan pembelajaran:. 1) Pertemuan pertama Pada. pertemuan. pertama. sebelum. memulai. pembelajaran peneliti melakukan absensi kepada siswa. Setelah melakukan absensi peneliti menyampaikan bahwa pada pertemuan kali ini materi yang akan disampaikan yaitu materi operasi aljabar dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah yang akan diawali dengan pretest dan akan dilanjutkan dengan materi. Lalu peneliti langsung membagikan soal kepada semua siswa. Untuk mengerjakan soal pretes peneliti memberikan waktu 40 menit untuk mengerjakan soal. Pada saat mengerjakan soal banyak siswa yang terlihat bingung dan ada beberapa yang mengakatak kepada peneliti bahwa siswa tersebut tidak dapat menyelesaikan soal yang diberikan. Tetapi peneliti tetap meminta siswa untuk menyelesaikan soal semampunya. Setelah waktu habis peneliti menarik hasil pekerjaan siswa. Selanjutnya dilanjutkan dengan penyampaian materi. Peneliti memberitahukan kepada siswa bahwa pada pertemuan ini materi yang akan dibahas adalah operasi.
(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51. penjumlahan dan pengurangan pada aljabar terlebih dahulu. Lalu peneliti menyampaikan materi kepada siswa dan memberikan beberapa contoh operasi penjumlahan dan pengurangan pada aljabar. Selanjutnya peneliti membagi kelas dalam 5 kelompok yang terdiri dari 4 atau 5 siswa. Setelah terbagi dalam kelompok peneliti memberikan dua masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan operasi penjumlahan dan pengurangan pada aljabar dan memberi waktu 15menit untuk menyelesaikannya. pada saat siswa mencoba menyelesaikan masalah tersebut dalam kelompok peneliti berkeliling kesetiap kelompok untuk menanyakan bagaimana cara siswa dalam menyelesaikan masalah yang di berikan tersebut. Setelah waktu yang ditentukan habis penelti meminta 2 perwakilan kelompok untuk menympaikan hasil pengerjaan kelompoknya dan membahas bersama. Setelah kedua perwakilan kelompok tersebut selesai mempresentasikan hasil pekerjaan kelompoknya peneliti menarik kesimpulan tentang apa yang sudah dipelajari hari ini dan meminta siswa untuk belajar materi operasi perkalian dan pembagian pada aljabar..
(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52. Selain deskripsi pelaksanaan pembelajaran diatas akan ditampilkan. lembar. hasil. pengamatan. keterlaksanaan. pembelajaran sebagai berikut : Tabel 4.2 Keterlaksanaan pembelajaran pertemuan pertama Aktivitas Lembar pengamatan Kegiatan pembuka. Kegiatan inti.
(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53. Kegiatan Penutup.
(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54. Seluruh.
(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55. 2) Pertemuan Kedua Pada pertemuan kedua sebelum memulai pembelajaran peneliti melakukan salam dan presensi kepada siswa. Lalu menyampaikan bahwa materi yang akan dielajari hari ini adalah operasi perkalian dan pembagian pada aljabar. Peneliti mengingatakan sedikit tentang materi operasi penjumlahan dan perkalian pada aljabar. dilanjutkan dengan menyampaikan materi perkalian. Setelah menyampaikan materi peneliti membagi kelas dalam lima kelompok yan g terdiri dari 4 atau 5 siswa. Pada pertmuan yang kedua ini peneliti juga memberikan masalah kepada setiap kelompok dan meminta untuk menyelesaikannya. Dan pada saat siswa mengerjakan soal dalam kelompok peneliti berkeliling ke tiap-tiap kelompok untuk menanyakan kesulitan yang ditemui para siswa. Setelah selesai peneliti meminta dua perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Setelah kedua perwailan kelompok. tersebut. selesai. berpresentasi. penelitimenarik. kesimpulan atas masalah yang telah diselesaikan siswa. Selanjutnya peneliti menyampaikan materi mengenai operasi pembagian pada aljabar. Namun ketika peneliti akan.
(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56. memberikan soal masalah jam pelajaran sudah habis, maka peneliti menyampaikan bahwa materi ini akan dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya dan menarik kesimpulan tentang apa yang sudah dipelajari hari ini secara singkat. Selain deskripsi pelaksanaan pembelajaran diatas akan ditampilkan. lembar. hasil. pengamatan. keterlaksanaan. pembelajaran sebagai berikut : Tabel 4.3 Keterlaksanaan pembelajaran pertemuan kedua Aktivitas Lembar pengamatan Kegiatan pembuka.
(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57. Kegiatan inti.
(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58. Kegiatan Penutup.
(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59. Seluruh.
(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60. 3) Pertemuan Ketiga Pada pertemuan ketiga sebelum memulai pembelajaran peneliti melakukan presensi kepada siswa dan menyampaikan bahwa pada pertemuan kali ini akan melanjutkan materi sebelumnya yaitu operasi pembagian pada aljabar dan pada akhir pertemuan akan diadakan posttest. Sebelum pembelajaran dimulai peneliti meminta siswa untuk kempali pada kelompok yang sama dengan pertemuan sebelumnya. Lalu peneliti mengulang kembali materi operasi pembagian aljabar dan dilanjutkan dengan memberikan maslah pada tiap kelompok dan. meminta. menyelesaikan. untuk. menyelesaikan.. pekerjaannya. peneliti. Sambil. siswa. berkeliling. untuk. menanyakan kesulitan yang ditemui pada tiap kelompok. Setelah semua kelompok selesai mengerjakan peneliti meminta dua perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Setelah itu peneliti menarik kesimpulan dari maslah yang diberikan kepada siswa. Lalu peneliti mengingatkan kembali materi yang sudah disampaikan dari pertemuan pertama hingga pertemuan ketiga ini secara singkat. Setelah selesai menyampaikan kesimpulan materi yang telah disampaikan peneliti meminta siswa untuk kembali ketempat duduknya masing-masing dan membagikan soal untuk posttest..
(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61. Waktu untuk posttest 40menit. Setelah selesai posttest peneliti menyampaikan. kesimpulan. dari. kegiatan. selama. tiga. pertemuan dan mengucapkan terimakasih atas kesediaan para siswa dalam mengikuti prosesnya. Selain deskripsi pelaksanaan pembelajaran diatas akan ditampilkan. lembar. hasil. pengamatan. keterlaksanaan. pembelajaran sebagai berikut: Tabel 4.4 Keterlaksanaan pembelajaran pertemuan ketiga Aktivitas Lembar pengamatan Kegiatan pembuka.
(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62. Kegiatan inti.
(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63. Kegiatan Penutup.
(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64. Seluruh.
(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65. 2. Hasil tes Dalam penelitian ini terdapat dua hasil tes yaitu hasil posttest dan hasil pretest, yang masing-masing terdiri dari empat soal uraian sesuai dengan yang ada pada kisi-kisi. Berikut merupakan data hasil tes yang diperoleh dengan menggunakan rumus yang tercantum pada teknik analisis data diatas: 1) Hasil nilai tes awal: Tabel 4.5 Hasil pretest Identitas Siswa S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S20. Skor tiap butir soal 1 3 9 4 3 6 7 8 7 9 6 6 6 9 5 4 5 5 3 9 1. 2 2 8 1 4 5 5 8 7 8 5 7 0 7 4 4 6 0 5 8 5. 3 2 7 1 3 4 4 4 2 5 2 1 0 6 1 0 2 0 0 5 3. 4 1 4 0 0 1 4 4 2 4 2 0 0 4 0 0 0 0 0 3 0. Total skor 8 28 6 10 16 20 24 18 26 15 14 6 26 10 8 13 5 8 25 9. Nilai yang diperoleh 20 70 15 25 40 50 60 45 65 37.5 35 15 65 25 20 32.5 12.5 20 62.5 22.5. Ketuntasan. Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas.
(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66. S21. 4. 3 2 Rata-rata. 2. 11. 27.5 Tidak Tuntas 36.428571. 2) Hasi nilai tes akhir: Tabel 4.6 Hasil posttest Identitas Siswa S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S20 S21. Skor tiap butir soal 1 2 3 4 6 4 0 0 9 9 11 4 5 5 0 0 6 5 2 2 9 8 10 5 9 9 4 2 8 9 7 4 9 9 4 4 9 9 11 7 8 7 4 2 9 9 11 4 8 8 10 4 9 9 9 6 3 2 2 2 5 2 2 1 9 3 2 2 5 4 2 2 5 5 2 0 9 9 7 7 7 7 1 0 7 2 2 2 Rata-rata. Total skor 10 33 10 15 32 24 28 26 36 21 33 30 33 9 10 16 13 12 32 15 13. Nilai yang diperoleh 25 82.5 25 37.5 80 60 70 65 90 52.5 82.5 75 82.5 22.5 25 40 32.5 30 80 37.5 32.5 53.69048. Ketuntasan Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas Tuntas Tidak Tuntas Tidak Tuntas.
(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67. C. Analisis Berdasarkan data-data yang sudah diperoleh maka peneliti dapat menganalisis hasil penelitiannya berupa keterlaksanaan pembelajaran dan juga hasil tes sebagai berikut:. A. Keterlaksanaan Pembelajaran Berbasis Masalah Berdasarkan data yang sudah di paparkan pada hasil penelitian dan juga hasil pengamatan maka peneliti dapat menganalisi keterlaksanaan pembelajaran berbasis masalah dengan paparan sebagai berikut : Tabel 4.7 Analisis keterlaksanaan pembelajaran No Kegiatan 1 Pertemuan 1. Presentase 100%. 2. Pertemuan 2. 90,48%. 3. Pertemuan 3. 100%. Catatan Terlihat beberapa siswa malas untuk mengikuti pembelajaran, namun peneliti berhasil mengajak siswa yang malas untuk terlibat aktif. Perlu memperhatikan alokasi waktuyang sudah ditentukan sehingga waktu pengerjaan lks, presentasi siswa dan penyampaian materi terselesaikan dengan maksimal. Perlu lebih tegas kepada siswa yang menyebabkan kelas tidak kondusif..
(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68. B. Hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita Dengan munggunakan data hasil pretest dan posttest maka peneliti dapat menganalisis kemampuan berpikir siswa sebagai berikut: 1) Analisis perbandingan hasil pretes dan posttest: Tabel 4.8 Perbandingan hasil tes Identitas Siswa S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S20 S21 Rata-rata. Nilai yang diperoleh tes awal 20 70 15 25 40 50 60 45 65 37.5 35 15 65 25 20 32.5 12.5 20 62.5 22.5 27.5 36.42857. Ket. tes akhir 25 82.5 25 37.5 80 60 70 65 90 52.5 82.5 75 82.5 20 25 40 32.5 30 80 37.5 32.5 53.57143. Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik Turun Naik Naik Naik Naik Naik Naik Naik.
(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69. Dari hasil perbandingan hasil pretest dan posttest terlihat bahwa dari hasil tes pada setiap siswa hanya ada satu siswa yang nilainya mengalami penurunan tetapi untuk siswa yang lain mengalami peningkatan. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan. soal-soal. yang. memerlukan. kemampuan. berpikir tingkat tinggi maka dilakukan analisis berdasarkan jawaban siswa berdasarkan teori-teori yang ada sebagai berikut:.
(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2) Analisis berdasarkan jawaban siswa: Analisis pretest berdasarkan jawaban siswa:. Tabel 4.9 Analisis jawaban siswa no 1 pretest No Hasil analisis kerja siswa Soal no 1 1 Siswa mampu menjawab dengan lengkap dan benar. Hasil kerja siswa. subyek. S2, S9, S13,S1 9. 70.
(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2. Siswa mampu menjawab soal dengan benar tetapi tidak menarik kesimpulan dari jawaban yang diperoleh.. S6, S7, S8. 3. Siswa mampu memahami soal dan mengerjakan dengan benar tetapi tidak menuliskan permasalahan awal dan kesimpulan. S5, S10, S11, S12. 71.
(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 4. 5. Siswa tidak menuliskan masalah yang ada pada soal tetapi langsung menjawab kedalam bentuk kalimat matematika dengan tepat, tetapi tidak menyelesaikan masalah yang ada dengan benar Siswa tidak menganalisis masalah yang ada pada soal, tetapi langsung menulis kedalam kalimat matematika dan tidak juga tidak menyelesaikan.. S3, S14, S15, S16, S17, S21. S1, S4, S18. 72.
(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 6. Siswa hanya merubah soal kedalam bentuk matematika tanpa mengerjakannya.. S20. Pada soal nomor 1 ini siswa diminta untuk dapat menyelesaikan penjumlahan pada operasi aljabar yang disajikan dalam bentuk permaalahan. Dari hasil analisis diatas terdapat empat siswa yang dapat mengerjakan soal dengan lengkap dan benar, tiga siswa mengerjakan soal dengan lengkap dan benar tetapi tidak menuliskan kesimpulan, empat siswa menjawab dengan benar tetapi tidak menuliskan permasalahan yang ada dan juga tidak menuliskan kesimpulan, sepuluh siswa merubah soal kedalam kalimat matematika an mencoba mengerjakan teapi jawabannya kurang tepat, dan satu siswa hanya merubah soal kedalam bentuk matematika tanpa melakukan pengerjaan sama sekali.. 73.
(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Tabel 4.10 Analisis jawaban siswa no 2 pretest No Hasil analisis kerja siswa soal no 2 1 Siswa mampu menjawab dengan lengkap dan benar tetapi pada saat menuliskan kesimpulan terjadi kesalahan. 2 Siswa mampu menjawab soal dengan benar tetapi tidak menarik kesimpulan dari jawaban yang diperoleh.. Hasil kerja siswa. subyek. S2, S7, S9, S19. S8, S11, S13, S16. 74.
(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 3. 4. Siswa mampu menganalisis masalah yang ada pada soal dan merubah kedalam bentuk kalimat matematika dengan tepat, tetapi tidak menyelesaikan masalah yang ada dengan benar Siswa tidak menganalisis masalah yang ada pada soal, tetapi langsung menulis kedalam kalimat matematika dan juga tidak menyelesaikan. S5, S6, S10, S18, S20. S4, S14, S15, S21. 75.
(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 5. 6. Siswa hanya merubah soal kedalam bentuk matematika tanpa mengerjakannya. Siswa tidak menuliskan apapun pada lembar jawabnya. S1, S3. S12, S17. Pada soal nomor 2 ini siswa diminta untuk dapat menyelesaikan pengurangan pada operasi aljabar yang disajikan dalam bentuk permaalahan. Dari hasil analisis diatas terdapat empat siswa yang dapat mengerjakan soal dengan lengkap dan benar tetapi pada saat menuliskan kesimpulan terjadi kesalahan, empat siswa mengerjakan soal dengan lengkap dan benar tetapi tidak menuliskan kesimpulan, lima siswa menjawab dengan benar tetapi tidak menuliskan permasalahan yang ada dan juga tidak menuliskan kesimpulan, empat siswa merubah soal kedalam kalimat matematika dan mencoba mengerjakan teapi jawabannya kurang tepat, dua siswa hanya merubah soal kedalam. 76.
(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. bentuk matematika tanpa melakukan pengerjaan sama sekali, dan satu siswa tidak menuliskan jawabannya sama sekali. Tabel 4.11 Analisis jawaban siswa no 3 pretest No Hasil analisis kerja siswa soal no 3 1 Siswa mampu menganalisis soal dengan baik merubah kedalam kalimat matematika dan mengerjakannya dengan tepat. Hasil kerja siswa. subyek. S2, S13. 77.
(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 2. Siswa hanya mampu menganalisis soal dan merubahnya kedalam kalimat matematika.. S5, S6, S7, S9, S19. 78.
(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. 3. Siswa tidak menganalisis masalah yang ada tetapi langsung menuliskan kedalam kalimat matematika tetapi tidak mengerjakan dengan baik.. S1, S4, S8, S10, S16, S21. 4. Siswa tidak menganalisis masalah yang ada tetapi langsung menuliskan kedalam kalimat matematika tetapi kurang tepat. S3, S11, S14. 5. Siswa tidak menuliskan apapun pada lembar jawabnya. S12, S17, S18. 79.
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
Dari hasil pencatatan dan pelaporan rumah sakit (SIRS, Sistem Informasi Rumah Sakit) menunjukkan Case Fatality Rate (CFR) tertinggi terjadi pada gagal jantung yaitu
Berdasarkan hasil analisis didapat bahwa keberadaan komoditas tanaman pangan di Kabupaten Cilacap, tidak cukup alasan untuk menyatakan bahwa terdapat.. wilayah pada
Standar Kompetensi : Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian buah dan sayur, macam-macam buah dan sayur, fungsi, sifat, komposisi kimia dan zat gizi, kriteria buah/mutu
Kelompok kerja informal maupun kelompok persahabatan kerja ( friendlyship work group ) informal dapat mempengaruhi perilaku konsumen. Kelompok kerja formal, terdiri dari
diketahui bahwa pada pekerja dengan kategori praktik baik lebih banyak dimiliki oleh pekerja dengan tingkat pendidikan SLTP/sederajat, kategori praktik cukup lebih banyak pada
dalam simulasi ialah, bagaimana node mobile yang berada pada wilayah laut dapat menjalin komunikasi dengan node fix dengan membangun jalur menggunakan protokol
Dari hasil penelitian tentang Hubungan Umur dan Jenis Kelamin dengan kejadian katarak di Istalansi Rawat Jalan (Poli Mata) Rumah Sakit dr Sobirin Kabupaten Musi Rawas Tahun
Meningkatkan kinerja karyawan tidak mudah karena kinerja karyawan yang lebih baik dapat tercipta jika gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi dapat