5
LANDASAN TEORI
2.1.Konsep Dasar Sistem
Dalam aktifitas sehari-hari, kita pasti terlibat baik secara langsung atau tidak langsung dalam suatu sistem. Misalnya, ketika kita berangkat ke kantor atau ke kampus, kita pasti bernafas, maka setiap hari kita menggunakan sistem pernapasan. Masih banyak lagi sistem-sistem yang melibatkan kita seperti, sistem pendidikan, sistem telekomunikasi, dan lain sebagainya (Tohari, 2014:1).
2.1.1 Definisi Sistem
Menurut Tohari (2014:2) “Sistem adalah kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terkait, saling berinteraksi, dan saling tergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan”. Menurut Gordon B. Davis dalam Zakiyudin (2012:5) mendefinisikan sistem sebagai “Seperangkat unsur-unsur yang terdiri dari manusia, alat, konsep dan prosedur yang dihimpun menjadi satu untuk maksud dan tujuan bersama”.
Sedangkan menurut Jogiyanto (2016:1) “Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”. Dari beberapa teori yang telah di kemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa “Sistem adalah sekelompok unsur-unsur yang saling berkaitan untuk mencapai satu tujuan bersama”.
Pada dasarnya rangkaian unsur dalam suatu sistem meliputi:
Sumber: Mardi (2016:3)
Gambar II.1 Rangkaian Unsur Sistem
2.1.2 Karakteristik Sistem
Menurut Tohari (2014:2) menyimpulkan bahwa, karakteristik suatu sistem terdiri dari:
1. Komponen atau elemen (Components)
Suatu sistem terdiri dari komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan.
2. Batas sistem (Boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem yang satu dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Adanya batas sistem, maka sistem dapat membentuk suatu kesatuan, karena dengan batas sistem ini, fungsi dan tugas dari subsistem satu dengan yang lainnya berbeda tetapi tetap saling berinteraksi. Dengan kata lain, batas sistem merupakan ruang lingkup dari sistem atau subsistem itu sendiri.
3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)
Lingkungan luar sistem adalah segala sesuatu diluar batas sistem yang mempengaruhi operasi suatu sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan atau merugikan. Lingkungan luar sistem yang bersifat
menguntungkan harus dipelihara dan dijaga supaya tidak hilang pengaruhnya. Sedangkan, lingkungan yang bersifat merugikan harus dihilangkan supaya tidak mengganggu operasi dari sistem.
4. Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung sistem merupakan suatu media (penghubung) antara satu subsistem dengan subsistem lainnya yang membentuk satu kesatuan, sehingga sumber-sumber daya mengalir dari subsistem yang satu ke subsistem lainnya. Dengan kata lain, melalui penghubung, output dari subsistem akan menjadi input bagi subsistem lainnya.
5. Masukan (Input)
Input adalah energi atau sesuatu yang dimasukkan ke dalam suatu sistem yang dapat berupa masukkan yaitu energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi atau masukkan sinyal yang merupakan energi yang diproses untuk menghasilkan suatu luaran.
6. Luaran (Output)
Merupakan hasil dari energy yang diolah dan diklasifikasikan menjadi luaran yang berguna, juga merupakan luaran atau tujuan akhir dari sistem.
7. Pengolah (Process)
Suatu sistem mempunyai bagian pengolah yang akan mengubah input menjadi
output.
8. Sasaran (Objective)
Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.
2.1.3 Klasifikasi Sistem
Menurut Zakiyudin (2012:7) sistem dapat diklasifikasikan atas beberapa jenis, yaitu:
1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik (Abstract SystemandPhysical System)
a. Sistem Abstrak (Abstract System), adalah sistem yang berisi gagasan atau konsep-konsep. Contohnya adalah sistem teologi atau keagamaan yaitu suatu sistem yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya, antara alam dan Allah sebagai pencipta alam semesta.
b. Sistem Fisik (Physical System), adalah sistem yang secara fisik dapat dilihat, contohnya, sistem komputer, sistem transportasi, sistem perguruan tinggi, sistem akuntansi dan lain-lain.
2. Sistem Deterministik dan Probabilistik (Deterministic System and Probabilictic System)
a. Sistem Deterministik (Deterministic System), adalah sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat. Contohnya adalah sistem komputer. Sistem ini kita dapat memberikan input sesuai dengan tujuan
output tertentu.
b. Sistem Probabilistik (Probablystic System), adalah sistem yang tidak dapat diprediksi atau diramal dengan pasti karena mengandung unsur porbabilitas atau kemungkinan-kemungkinan. Contohnya adalah sistem sarapan hara, sistem fotosintesis dan lain-lain.
3. Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka (Closed System and Open System)
a. Sistem Tertutup (Closed System), adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan dan tidak dipengaruhi oleh lingkungannya, dengan kata
lain sistem yang tidak bertukar materi, informasi atau energi dengan lingkungan. Contohnya, reaksi kimia dalam tabung reaksi yang terisolasi. b. Sistem terbuka (Open System), adalah sistem yang berhubungan dengan
lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan. Ciri-cirinya adalah, sistem menerima masukan yang diketahui, yang bersifat acak, maupun gangguan. Contohnya, sistem yang berlaku pada perusahaan dagang, sistem tanah dan lain-lain.
4. Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia (Natural System and Human Made System)
a. Sistem Alamiah (Natural System), adalah sistem yang terjadi secara alamiah tanpa campur tangan manusia, contohnya sistem tata surya.
b. Sistem Buatan Manusia (Human Made System), adalah sistem yang dibuat oleh manusia, contohnya sistem komputer, sistem mobil, sistem telekomunikasi.
5. Sistem Sederhana dan Sistem Kompleks (Simple System and Complex System) a. Sistem Sederhana (Simple System), adalah sistem yang tidak rumit atau
sistem dengan tingkat kerumitan rendah, contohnya sistem sepeda, sistem mesin ketik, sistem infiltrasi tanah.
b. Sistem Kompleks (Complex System), adalah sistem yang rumit, contohnya sistem otak manusia, sistem komputer, sistem keseimbangan hara esensial dalam tanah dan lain-lain. Sistem informasi dapat tergolong sebagai sistem kompleks atau sederhana tergantung pada implementasinya.
2.1.4 Siklus Hidup Sistem
Tahapan dari siklus hidup sistem menurut Zakiyudin (2012:42), adalah: 1. Tahapan Perencanaan, adapun tahapannya adalah sebagai berikut:
a. Menentukan lingkup dari proyek
b. Mengenali berbagai area permasalahan potensial c. Mengatur urutan tugas
d. Memberikan dasar untuk pengendalian
2. Tahapan Analisis, adapun tahapannya adalah sebagai berikut: a. Mengumumkan Penelitian Sistem
b. Mengorganisasikan Tim Proyek c. Mendefinisikan Kebutuhan Informasi d. Mendefinisikan Kriteria Kinerja Sistem e. Menyiapkan Usulan Rancangan
f. Menerima atau Menolak Proyek Rancangan
3. Tahap Perancangan, adapun tahapannya adalah sebagai berikut: a. Menyiapkan rancangan sistem yang terinci
b. Mengidentifikasi berbagai alternative konfigurasi sistem c. Mengevaluasi berbagai alternative konfigurasi sistem d. Memilih konfigurasi terbaik
e. Menyiapkan usulan penerapan
f. Menyetujui atau menolak penerapan sistem
4. Tahapan Penerapan, adapun tahapannya adalah sebagai berikut: a. Merencanakan penerapan
c. Mendapatkan sumber daya perangkat keras d. Mendapatkan sumber daya perangkat lunak e. Menyiapkan database
f. Menyiapkan fasilitas fisik g. Mendidik peserta dan pemakai h. Menyiapkan usulan
i. Menyetujui atau menolak masuk ke sistem baru j. Masuk ke sistem baru
5. Tahapan Penggunaan, adapun tahapannya adalah sebagai berikut: a. Menggunakan sistem
b. Audit sistem c. Memelihara sistem
d. Menyiapkan usulan rekayasa ulang
e. Menyetujui atau menolak rekayasa ulang sistem
2.1.5 Definisi Informasi
Menurut Sutabri dalam Tohari (2014:7) “Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan”. Menurut Zakiyudin (2012:10) “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya”.
Sedangkan menurut Pratama (2014:9) “Informasi merupakan hasil pengolahan data dari satu atau berbagai sumber, yang kemudian diolah, sehingga memberikan nilai, arti, dan manfaat”. Dari beberapa teori yang telah di
kemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa “Informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat bagi penerimanya”.
Sumber: Pratama (2014:9)
Gambar II.2 Ilustrasi Pengolahan Data Menjadi Informasi
2.1.6 Definisi Sistem Informasi
Menurut Indrajit dalam Tohari (2014:7) menuliskan bahwa ditinjau dari pengertiannya, “Sistem informasi dapat dianalogikan sebagai sebuah permintaan
(demand) dari masyarakat industri, ketika kebutuhan akan sarana pengolahan data dan komunikasi yang cepat dan murah (menembus ruang dan waktu)”. Menurut Zakiyudin (2012:13) “Sistem informasi adalah suatu sistem yang ada didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi yang bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan pihak luar tertentu dengan laporan yang diperlukan”.
Sedangkan menurut Pratama (2014:10) “Sistem informasi merupakan gabungan dari empat bagian utama. Keempat bagian utama tersebut mencakup perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), infrastruktur, dan
Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih”. Dari beberapa teori yang telah di kemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa “Sistem informasi adalah keterkaitan antara pemanfaatan teknologi dan kinerja seseorang dalam menyediakan informasi”.
2.1.7 Definisi Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Wijayanto dalam Mardi (2016:4) “Sistem informasi akuntansi adalah susunan berbagai dokumen, alat komunikasi, tenaga pelaksana, dan berbagai laporan yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi keuangan”. Menurut Jogiyanto (2016:18) “SIA adalah suatu kesatuan atau suatu komponen didalam suatu organisasi yang mengolah transaksi keuangan untuk menyediakan informasi scorekeeping, attention directing dan decision-making kepada pemakai informasi”.
Sedangkan menurut Zakiyudin (2012:53) “Sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak
ekstern”. Dari beberapa teori yang telah di kemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa “Sistem informasi akuntansi adalah sekumpulan komponen yang mengolah data menjadi informasi keuangan”.
2.1.8 Definisi Akuntansi
Menurut Pulungan dkk (2013:1) “Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan kejadian-kejadian ekonomi
sebuah organisasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan”. Menurut Sujarweni (2016:1) “Akuntansi adalah proses dari transaksi yang dibuktikan dengan faktur, lalu dari transaksi dibuat jurnal, buku besar, neraca lajur, yang kemudian akan menghasilkan informasi dalam bentuk laporan keuangan yang digunakan pihak-pihak tertentu”.
Sedangkan Menurut American Accounting Association (AAA) dalam Sujarweni (2016:2), mendefinisikan “Akuntansi sebagai proses pengidentifikasian, pengukur dan pelaporan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian-penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut”. Dari beberapa teori yang telah di kemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa “Akuntansi adalah kegiatan ekonomi yang memproses data menjadi laporan”.
2.1.9 Siklus Akuntansi
Sumber: Pulungan dkk (2013:4)
Berdasarkan gambar diatas, menurut Pulungan dkk (2013:4) dapat kita uraikan bahwa siklus akuntansi adalah sebagai berikut:
1. Pencatatan data ke dalam dokumen sumber/bukti transaksi.
2. Setiap hari kita menjumpai dan melakukan transaksi. Tidak semua transaksi keuangan perlu dicatat sehingga diperlukan identifikasi atas transaksi-transaksi. Apabila ternyata transaksi tersebut perlu untuk dicatat maka pencatatan tersebut perlu didukung dengan bukti transaksi yang lengkap.
3. Penjurnalan, yaitu menganalisis dan mencatat transaksi dalam jurnal (buku harian). Jurnal sering disebut sebagai books of original entry atau catatan akuntansi yang pertama.
4. Melakukan posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit dari jurnal ke akun buku besar. Akun-akun didalam jurnal dikelompokkan dalam akun yang sama di buku besar.
5. Penyusunan neraca saldo yaitu menyiapkan neraca saldo untuk mengecek keseimbangan buku besar. Saldo dalam neraca saldo diambil dari saldo setiap akun dalam buku besar.
6. Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memasukkan jumlahnya pada neraca saldo.
7. Membuat ayat-ayat penutup yaitu menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat penutup.
8. Penyusunan Laporan Keuangan yaitu Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas dan Laporan Posisi Keuangan.
2.1.10 Pengertian Pendaftaran
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2017 pasal 1 ayat 3 menjelaskan bahwa, “Penerimaan Peserta Didik Baru yang selanjutnya disingkat PPDB adalah penerimaan peserta didik baru pada TK dan Sekolah”. Adapun pada pasal 2 disebutkan bahwa, “PPDB bertujuan untuk menjamin penerimaan peserta didik baru berjalan secara objektif, akuntabel, transparan, dan tanpa diskriminasi sehingga mendorong peningkatan akses layanan pendidikan.”
2.1.11 Pencatatan Akuntansi Manual
Pencatatan transaksi merupakan salah satu tahapan dalam siklus akuntansi. Beberapa istilah yang perlu diketahui sebelum mempelajari proses pencatatan adalah akun, debet dan kredit, serta saldo normal (Pulungan dkk, 2013:19).
1. Akun (Account)
Akun adalah catatan perubahan (penambahan dan pengurangan) unsur-unsur aset, liabilitas, dan ekuitas.
2. Debet dan Kredit (Debit and Credit)
Perlu dipahami bahwa sisi debet tidak berarti positif (penambahan) dan sisi kredit tidak berarti negatif (pengurangan). Sisi debet dan kredit hanyalah untuk memudahkan pembedaan antara sisi kiri ataupun sisi kanan. Penentuan pencatatan disebelah debet ataupun kredit pada dasarnya tergantung apakah transaksi tersebut mempengaruhi aset, liabilitas, atau ekuitas. Perhatikan tabel berikut:
Tabel II.1 Saldo Normal Akun
Saldo Normal Aset = Liabilitas + Ekuitas
Debet Kredit Kredit
Bertambah Debet Kredit Kredit
Berkurang Kredit Debet Debet
Sumber: Pulungan dkk (2013:20) 3. Saldo Normal (Normal Balance)
Saldo normal adalah letak saldo sebuah akun pada akhir periode. Saldo normal aset, biaya/beban, dividen adalah disebelah debet. Saldo normal liabilitas, pendapatan, dan laba adalah disebelah kredit.
Sedangkan untuk jurnal pendaftaran dalam pencatatan biaya penerimaan peserta didik baru adalah sebagai berikut:
a. Pada saat biaya pendaftaran dibayarkan secara berangsur, maka jurnalnya:
Piutang xx
Pendapatan PPDB xx
b. Pada saat biaya pendaftaran dibayarkan secara tunai, maka jurnalnya:
Kas xx
Pendapatan PPDB xx
2.2.Peralatan Pendukung (Tool System)
2.2.1. Definisi UML (Unified Modeling Languange)
Menurut Sugiarti (2013:36) UML didefinisikan sebagai “Bahasa visual untuk menjelaskan, memberikan spesifikasi, merancang, membuat model, dan mendokumentasikan aspek-aspek dari sebuah sistem”. Menurut Fowler (2014:1) “Unified Modeling Languange (UML) adalah keluarga notasi grafis yang didukung
oleh meta-model tunggal, yang membantu pendeksripsian dan desain sistem perangkat lunak, khususnya sistem yang dibangun menggunakan pemograman berorientasi objek (OO)”.
Sedangkan menurut Rossa dan M. Shalahuddin (2016:133) “Unified Modeling Languange (UML) adalah salah standar bahasa yang banyak digunakan didunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemograman berorientasi objek”. Dari beberapa teori yang telah di kemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa “Unified Modeling Languange (UML) adalah bahasa atau tools untuk merancang sistem yang berbasis objek”.
2.2.2. Diagram UML (Unified Modeling Languange)
Berikut ini adalah penjelasan menurut Sugiarti (2013:37) mengenai diagram dasar dalam Unified Modeling Languange( UML):
1. Use Case Diagram
Use Case diagram secara grafis menggambarkan interaksi antara sistem, sistem eksternal, dan pengguna. Dengan kata lain Use Case diagram secara grafis mendeskripsikan siapa yang akan menggunakan sistem dan dalam cara apa penggunaan (user) mengharapkan interaksi dengan sistem itu. Use Case
secara naratif digunakan untuk secara tekstual menggambarkan sekuensi langkah-langkah dari setiap interaksi.
2. Diagram Struktur Statis
UML menawarkan dua diagram untuk memodelkan struktur statis sistem informasi, yaitu:
a. Class Diagram: menggambarkan struktur object sistem. Diagram ini menunjukan class object yang menyusun sistem dan juga hubungan antara
class object tersebut.
b. Object Diagram: serupa dengan class diagram, tetapi object diagram memodelkan isntance object actual dengan menunjukan nilai-nilai saat ini dari atribut instance. Object Diagram menyajikan “snapshot/potret” tentang objek sistem pada point waktu tertentu. Diagram ini tidak digunakan sesering Class Diagram, tetapi saat digunakan dapat membantu seorang developer memahami struktur sistem secara lebih baik.
3. Diagram Interaksi
Diagram interaksi memodelkan sebuah interaksi, terdiri dari suatu set objek, hubungan-hubungannya, dan pesan yang terkirim diantara objek. Model diagram ini memodelkan behavior (kelakuan) sistem yang dinamis dan UML memiliki dua diagram untuk tujuan ini, yaitu:
a. Diagram rangkaian/Sequence Diagram: secara grafis menggambarkan bagaimana objek berinteraksi dengan satu sama lain melalui pesan pada sekuensi sebuah use case atau operasi. Diagram ini mengilustrasikan bagaimana pesan terkirim dan diterima diantara objek dan dalam sekuensi atau timing apa.
b. Diagram kolaborasi/Collaboration Diagram: serupa dengan diagram rangkaian/sekuensi, tetapi tidak focus pada timing atau sekuensi pesan. Diagram ini justru menggambarkan interaksi (atau kolaborasi) antara objek dalam sebuah format jaringan.
Diagram rangkaian maupun diagram kolaborasi merupakan
isomorphic artinya kita dapat mengubah dari satu diagram ke diagram lain. 4. Diagram State
UML memiliki sebuah diagram untuk memodelkan behavior objek khusus yang kompleks (statechart) dan sebuah diagram untuk memodelkan behavior
dari sebuah use case atau sebuah metode, yaitu:
a. Diagram statechart: digunakan untuk memodelkan behavior objek khusus yang dinamis. Diagram ini mengilustrasikan siklus hidup objek berbagai keadaan yang dapat diasumsikan oleh objek dan event-event (kejadian) yang menyebabkan objek beralih dari satu state ke state lain.
b. Activity Diagram: secara grafis digunakan untuk menggambarkan rangkaian aliran aktivitas baik proses bisnis maupun use case. Activity
diagram dapat juga digunakan untuk memodelkan action yang akan dilakukan saat sebuah operasi dieksekusi, dan memodelkan hasil dari
action tersebut. 5. Diagram Implementasi
Diagram implementasi juga memodelkan struktur sistem informasi, yaitu: a. Diagram komponen/Component Diagram: digunakan untuk
menggambarkan organisasi dan ketergantungan komponen-komponen
software sistem. Komponen diagram dapat digunakan untuk menunjukan bagaimana kode pemograman dibagi menjadi modul-modul (atau komponen).
b. Diagram penguraian/Deployment: digunakan untuk mendekskripsikan arsitektur fisik dalam istilah “node” untuk hardware dan software dalam sistem. Diagram ini menggambarkan konfigurasi komponen-komponen
software real-time, prosesor, dan peralatan yang membentuk arsitektur sistem.
Sumber: Fowler (2014:19)
2.2.3. Simbol-simbol UML (Unified Modeling Languange)
Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram use case menurut Sugiarti (2013:42):
Tabel II.2
Simbol Use Case Diagram
Simbol Deskripsi
Use case Fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit-unit atau aktor; biasanya dinyatakan dengan menggunakan kata kerja di awal frase nama use case
Aktor
nama actor
Orang proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang; biasanya dinyatakan menggunakan kata benda di awal frase
nama aktor.
Asosiasi / association Komunikasi antara aktor dan use case yang berpartisipasi pada use case atau use case memiliki interaksi dengan aktor.
Extend
<<extend>>
Relasi use case tambahan ke sebuah use case
dimana use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri walau tanpa use case tambahan itu; mirip dengan prinsip inheritance pada pemograman berorientasi objek; biasanya use case tambahan memiliki nama depan yang sama dengan use case
yang ditambahkan arah panah menunjuk pada use case yang dituju. Contoh:
<<extend>> nama use case
Update Data Dosen
Include
<<include>>
Relasi use case tambahan ke sebuah use case
dimana use case yang ditambahkan memerlukan use case ini untuk menjalankan fungsinya atau sebagai syarat dijalankan use case ini. Ada dua sudut pandang yang cukup besar mengenai include di use case, include berarti use case yang ditambahkan akan selalu dipanggil saat use case tambahan dijalankan. Contoh:
<<include>>
Sumber: Sugiarti (2013:42)
Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram activity menurut Rossa dan M. Shalahuddin (2016:162):
Tabel II.3
Simbol Activity Diagram
Simbol Deskripsi
Status awal Status awal aktivitas sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status awal
Aktivitas Akivitas yang dilakukan sistem, aktivitas biasanya diawali dengan kata kerja
Percabangan / decision Asosiasi percabangan dimana jika ada pilihan aktivitas lebih dari satu
Penggabungan / join Asosiasi penggabungan dimana lebih dari satu aktivitas digabungkan menjadi satu
Pendaftaran Kartu Anggota
Status akhir Status akhir yang dilakukan sistem, sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status akhir.
Swimlane
atau
Memisahkan organisasi bisnis yang bertanggungjawab terhadap aktivitas yang terjadi.
Sumber: Rossa dan M. Shalahuddin (2016:162)
Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram deployment menurut Rossa dan M. Shalahuddin (2016:154):
Tabel II.4
Simbol Deployment Diagram
Simbol Deskripsi
Package Package merupakan sebuah bungkusan dari satu atau lebih node.
Node Biasanya mengacu pada perangkat keras (hardware), perangkat lunak yang tidak dibuat sendiri (software), jika didalam node disertakan komponen untuk mengkonsistenkan rancangan maka komponen yang diikutsertakan harus sesuai dengan komponen yang telah didefinisikan sebelumnya pada diagram komponen.
Kebergantungan /
dependency
Kebergantungan antar node, arah panah mengarah pada node yang dipakai.
Link Relasi antar node.
Sumber: Rossa dan M. Shalahuddin (2016:154)
Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram sequence menurut Rossa dan M. Shalahuddin (2016:165):
Tabel II.5
Simbol Sequence Diagram
Simbol Deskripsi
Aktor
nama aktor atau
tanpa waktu aktif
Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun symbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang, biasanya dinyatakan menggunakan kata benda di awal frase nama aktor.
Garis hidup / lifeline Menyatakan kehidupan suatu objek. nama_node
Objek Menyatakan objek yang berinteraksi pesan
Waktu Aktif Menyatakan objek dalam keadaan aktif dan berinteraksi, semua yang terhubung dengan waktu aktif ini adalah sebuah tahapan yang dilakukan didalamnya, misalnya
1: login() 2: cekStatusLogin()
3: open()
Maka cekStatusLogin() dan open() dilakukan di dalam metode login()
Aktir tidak memiliki waktu aktif. Pesan tipe create
<<create>>
Menyatakan suatu objek membuat objek yang lain, arah panah mengaruh pada objek yang dibuat.
Pesan tipe call
1: nama_metode()
Menyatakan suatu objek memanggil operasi/metode yang ada pada objek lain atau dirinya sendiri.
1: nama_metode()
Arah panah mengarah pada objek yang memiliki operasi/metode, karena ini memanggil operasi/metode maka operasi/metode yang dipanggil harus ada pada diagram kelas sesuai dengan kelas objek yang berinteraksi.
Pesan tipe send
1: masukan
Menyatakan bahwa suatu objek mengirimkan data/masukan/informasi ke objek lainnya, arah panah mengarah pada objek yang dikirimi.
Pesan tipe return
1: keluaran
Menyatakan bahwa suatu objek yang telah menjalankan suatu operasi atau metode meghasilkan suatu kembalian ke objek tertentu, arah panah mengarah pada objek yang menerima kembalian. nama objek : nama kelas
Pesan tipe destroy <<destroy>>
Menyatakan suatu objek mengakhiri hidup objek yang lain, arah panah mengarah pada objek yang diakhiri, sebaiknya jika ada create maka ada
destroy.
Sumber: Rossa dan M. Shalahuddin (2016:165)
Berikut adalah simbol-simbol yang ada pada diagram Entity Relationship Diagram (ERD) menurut Rossa dan M. Shalahuddin (2016:50):
Tabel II.6 Simbol ERD Diagram
Simbol Deskripsi
Entitas / entity Entitas merupakan data inti yang akan disimpan; bakal tabel pada basis data; benda yang memiliki data dan harus disimpan datanya agar dapat diakses oleh aplikasi komputer; penamaan entitas biasanya lebih ke kata benda dan belum merupakan nama tabel.
Atribut Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas.
Atribut kunci primer Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses
record yang diinginkan; biasanya berupa id; kunci primer dapat lebih dari satu kolom, asalkan kombinasi dari beberapa kolom tersebut dapat bersifat unik (berbeda tanpa ada yang sama).
Atribut mutinilai /
multivalue
Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas yang dapat memiliki nilai lebih dari satu.
Relasi Relasi yang menghubungkan antar entitas; biasanya diawali dengan kata kerja.
nama_entitas
nama_atribut
nama_atribut
nama_relasi nama_atribut_primer
Asosiasi / association
N
Penghubung antara relasi dan entitas dimana di kedua ujungnya memiliki multiplicity kemungkinan jumlah pemakaian.
Kemungkinan jumlah maksimum keterhubungan antara maksimum keterhubungan antara entitas satu dengan entitas yang lain disebut dengan kardinalitas. Misalkan ada kardinalitas 1 ke N atau sering disebut dengan one to many menghubungkan entitas A dan entitas B.
Sumber: Rossa dan M. Shalahuddin (2016:50)
2.2.4. Definisi ERD (Entity Relationship Diagram)
Menurut Mulyani (2016:100) ERD merupakan “Tools yang digunakan untuk memodelkan struktur data dengan menggambarkan entitas dan hubungan antara entitas (relationship) secara abstrak (konseptual)”. Sedangkan menurut Yanto (2016:32) “ERD (Entity Relationship Diagram) adalah suatu diagram untuk menggambarkan desain konseptual suatu basis data relasional”.
Dari beberapa teori yang telah di kemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa “ERD (Entity Relationship Diagram) adalah salah satu model yang digunakan untuk mendesain database dengan tujuan menggambarkan data yang berelasi pada sebuah database”.