MAHKAMAH KONSTITUSI
REPUBLIK INDONESIA
---
RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 209/PHPU.D-VIII/2010
PERIHAL
PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM
KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH
KOTA TANGERANG SELATAN
ACARA
MENDENGARKAN KETERANGAN
PEMOHON, TERMOHON, PIHAK TERKAIT, KPU,
BAWASLU, KPU PROVINSI BANTEN DAN
PANWAS KOTA TANGERANG SELATAN
(I)
J A K A R T A
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA
--- RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 209/PHPU.D-VIII/2010 PERIHAL
Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Tangerang Selatan
PEMOHON
- Drs. H. Arsid, M.Si. dan Andreas Taulany TERMOHON
KPU Kota Tangerang Selatan ACARA
Mendengarkan Keterangan Pemohon, Termohon, Pihak Terkait, KPU, Bawaslu, KPU Provinsi Banten dan Panwas Kota Tangerang Selatan
Jumat, 18 Maret 2011, Pukul 09.05 –11.07 WIB
Ruang Sidang Pleno Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat
SUSUNAN PERSIDANGAN
1) Moh. Mahfud MD (Ketua)
2) Muhammad Alim (Anggota)
3) Maria Farida Indrati (Anggota)
Mardian Wibowo Panitera Pengganti
ii Pihak yang Hadir:
Kuasa Hukum Pemohon (Perkara Nomor 209/PHPU.D-VIII/2010):
- Andy Syafrani - Endang Hadrian
- Giofedi - Rivaldi
Kuasa Hukum Pemohon (Perkara Nomor 210/PHPU.D-VIII/2010):
- Sumardi - Susilo Wardoyo
Termohon:
- Imam Perwira Bachsan(Ketua KPU Kota Tangerang Selatan) - Hambali (Ketua KPU Provinsi Banten)
- Azis (KPU Pusat)
- Agus Supriyatna (KPU Provinsi Banten)
Kuasa Hukum Termohon:
- Agus Setiawan -
Pihak Terkait:
- Hj. Airin Rachmi Diany - Benyamin Davnie
Kuasa Hukum Pihak Terkait: - Samsul Huda
- Rudy Alfonso - Heru Widodo
- Daniel Tonapa Masiku
- Totok Prasetyanto - Samsudin
- Ista
Bawaslu:
- Bambang Eka Cahya W
Panwas Kota Tangerang Selatan: - Robert
1 1. KETUA: MOH. MAHFUD MD
Sidang Mahkamah Konstitusi untuk mendengarkan Laporan Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang dalam Pemilu Kepala Daerah Kabupaten atau Kota Tangerang Selatan dalam Perkara Nomor 209/PHPU.D-VIII/2010 dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.
Pemohon, silakan perkenalkan diri dulu.
2. KUASA HUKUM PEMOHON (PERKARA NOMOR 209/PHPU.D-VIII/2010): ANDY SYAFRANI
Assalamualaikum wr. wb.
Selamat pagi, Yang Mulia. Dalam kesempatan ini kami dari Pemohon 209 yang hadir adalah para Kuasanya 4 orang dan mohon maaf Prinsipal kami tidak bisa hadir. Saya Andi Syafrani, sebelah kiri saya Endang Hadrian, di sebelah kanan saya Giofedi, dan yang paling ujung adalah Rivaldi.
Terima kasih, Yang Mulia. 3. KETUA: MOH. MAHFUD MD
Yang sebelah sana? Oh 210 ya? Silakan.
4. KUASA HUKUM PEMOHON (PERKARA NOMOR 210/PHPU.D-VIII/2010): SUMARDI
Ya, terima kasih, Yang Mulia. Perkenalkan kami dari Perkara Nomor 20…, 210. Kami hadir Kuasanya, sedangkan Prinsipalnya tidak hadir, mohon maaf. Nama saya Sumardi dan sebelah saya Susilo Wardoyo.
Terima kasih.
5. KETUA: MOH. MAHFUD MD Termohon, KPU Tangsel?
6. TERMOHON: IMAN PERWIRA BACHSAN (KETUA KPU KOTA
TANGERANG SELATAN)
Terima kasih. Kami dari Ketua KPU Tangsel, Iman Perwira. Di sebelah kami Ketua KPU Provinsi, Pak Hambali. Di sebelahnya adalah Pak
SIDANG DIBUKA PUKUL 09.05 WIB
2 Agus Supriyatna, KPU Provinsi. Di tengah ini Pak Azis, KPU Pusat, kemudian di sebelahnya Pak Bambang dari Bawaslu, sebelahnya Pak Robert dari Panwas Kota dan paling ujung adalah advokat kami Pak Agus Setiawan.
Terima kasih.
7. KETUA: MOH. MAHFUD MD Berikutnya Terkait?
8. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT: SAMSUL HUDA
Terima kasih, Yang Mulia. Hadir Pihak Terkait, saya sendiri Samsul Huda, Rudi Alfonso, Heru Widodo, Daniel Tonapa Masiku, Toto Prasetiyanto, Syamsudin dan Ista. Hadir juga Prinsipal, Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie.
Terima kasih.
9. KETUA: MOH. MAHFUD MD
Baik, pertama saya ingin sampaikan semacam pemberitahuan resmi bahwa kemarin ada kekeliruan pengiriman undangan berupa apa…, undangan untuk pengucapan putusan, tetapi yang benar untuk mendengar laporan dan sesuai dengan bunyi Amar Putusan Mahkamah Konstitusi bahwa harus dilaporkan ke Mahkamah Konstitusi, nanti yang melapor itu KPU Tangerang Selatan, Panwas Tangerang Selatan, KPU Pusat, dan Bawaslu. Nah, itu yang pokok nanti melapor, kemudian Pemohon ada mengajukan surat-surat, nanti kita juga beri waktu. Pihak Terkait juga bisa diberi waktu karena juga menyampaikan surat-surat yang berisi laporan.
Nah, untuk itu saya persilakan KPU Tangerang…, Kota Tangerang Selatan untuk menyampaikan laporannya yang sudah disampaikan ke kami, tapi silakan sampaikan lagi di depan sidang ini.
10. TERMOHON: IMAN PERWIRA BACHSAN (KETUA KPU KOTA TANGERANG SELATAN)
Terima kasih. Yang Terhormat Ketua Majelis dan Panel Hakim Konstitusi yang memeriksa Perkara PHPU Nomor 209-210/PHPU.D-VIII/ 2010, MK Republik Indonesia di Jakarta.
Menindaklanjuti Putusan MKRI, yang dalam amar putusannya, memerintahkan pada KPU Tangerang Selatan untuk melaksanakan pemungutan suara ulang dan serta melaporkan hasilnya kepada MK paling lambat 90 hari sejak putusan dibacakan.
Sebagai tindak lanjut dari putusan dimaksud, KPU telah melaksanakan pemungutan suara ulang di seluruh TPS dan diikuti
3 keempat Pasangan Calon se-Kota Tangerang Selatan. Berkaitan dengan hal-hal tersebut, izinkan kami menyampaikan hal-hal sebagai berikut, bahwa, satu, Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang dalam Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di seluruh TPS se-Kota Tangerang Selatan telah dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 27 Februari 2011.
Yang ke dua, bahwa terhadap hasil pemungutan suara ulang yang dilaksanakan sebagaimana dimaksud telah dilaksanakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Perolehan Suara di Tingkat KPU Kota Tangerang Selatan, pada hari Kamis, tanggal 3 Maret 2011.
Ke tiga, bahwa hasil perolehan sebagaimana Berita Acara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemungutan Suara Ulang Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 di Tingkat Kota Tangerang Selatan oleh KPU Kota Tangerang Selatan tertanggal 3 Maret, dengan membawakan Keputusan KPU..., Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang Selatan Nomor 10/Kpts/KPU-Tangsel/III/2011 tentang Penetapan dan Pengesahan Hasil Perolehan Suara Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan dalam Pemungutan Suara Ulang tertanggal 3 Maret 2011 adalah sebagai berikut;
− Nomor Urut 1, Pasangan Calon Dr. H. Yayat Sudrajat, M.M., M.Si. dan H. Muhammad Norodom Sukarno, S.Ip., mendapatkan suara sah sebesar 4.933 atau setara dengan 1,1%.
− Nomor Urut 2, Hj. Rodhiah Najibhah, S.Pd. dan H.E. Sulaiman Yasin, mendapatkan suara sah 5.106 atau setara dengan 1,13%. − Nomor 3, Drs. H. Arsid, M.Si. dan Andreas Taulany, perolehan suara
198.660 atau setara dengan 44,1%.
− Ke empat, Hj. Airin Rachmi Diany, S.H., M.H. dan Drs. H. Benyamin Davnie, perolehan suara 241.797 setara dengan 53,67%.
Jumlah suara sah 450.496, persentase 100%.
Bahwa berdasarkan tabel tersebut di atas, perbedaan perolehan suara antara Pasangan Calon Nomor Urut 3 Pemohon 209 dengan Pasangan Calon Nomor Urut 4 Pihak Terkait adalah sebesar 9,57% yang setara dengan 44.639 suara. Dan perbedaan perolehan suara antara Pasangan Calon Nomor 1 Pemohon 2 dengan Pasangan Calon Nomor 4 adalah sebesar 52,57% yang setara dengan 236.864 suara.
Yang ke lima. Bahwa dalam proses pelaksanaan pemungutan suara ulang, dimulai dari tingkat TPS, PPK, hingga Rapat Pleno Terbuka di Tingkat KPU Kota Tangerang Selatan tidak ada satu pasangan calon pun yang mengajukan keberatan atas perolehan suara yang direkapitulasi secara berjenjang dari TPS, PPK, sampai dengan KPU.
Dalam penyelenggaraan pemungutan suara dalam hal ini masih ada sedikit permasalahan dalam pelaksanaannya, yang pertama barangkali dalam prosedur APBD. Kegiatan yang diwajibkan untuk dilaksanakan setelah Putusan MK tanggal 10, yang pertama kami melakukan konsultasi dan kordinasi dengan Pemda dan DPRD Kota
4 Tangerang Selatan terkait dengan penyiapan anggaran PSU. Mengingat dalam anggaran hibah Pemilukada yang pertama, Pemda Kota Tangerang Selatan untuk tahun 2010 hanya untuk Pemilukada putaran 1 dan putaran 2. Oleh karenanya, kami perlu berkoordinasi dengan BPK, agar kami tidak melanggar dalam penyusunan anggaran kemudian, karena ada perubahan nomenklatur dalam judul yang di…, judul yang sekarang adalah PSU. Oleh karenanya, kami harus mengembalikan seluruh sisa anggaran sehingga tahapan yang telah kami tetapkan tanggal 23 Desember mengalami penundaan karena tidak adanya anggaran yang telah kami kembalikan kepada kas daerah. Dan pada tanggal 13 Januari, alhamdulillah MoU telah diteken dan tanggal 14 kami dapat pencairan dana langsung kami laksanakan tahapan PSU.
Penerimaan dana ini tentu saja sudah sangat singkat waktunya, berkaitan dengan pengadaan barang yang tentunya memengaruhi proses pelaksanaan tahapan pemungutan suara, khususnya terhadap penyiapan pengadaan logistik PSU, pemutakhiran data, dan sosialisasi pelaksanaan PSU. Namun dengan keikhlasan dan kesungguhan, kami dapat melaksanakan amanah…, amanat Mahkamah, pada akhirnya kendala waktu yang harus kami hadapi dapat kami selesaikan dengan baik.
Masalah pertisipasi pemilih, daftar pemilih, dan sosialisasi. Sebagai masyarakat perkotaan masalah partisipasi pemilih dalam pemungutan suara ulang Tangerang Selatan adalah merupakan hal yang penting yang harus diperhatikan karena partisipasi pemilihan merupakan salah satu poin yang mensukseskan suatu Pemilukada, tak terkecuali Kota Tangerang Selatan, hak konstitusi warga negara khususnya warga Kota Tangsel harus bisa diakomudir dan disalurkan sesuai yang diamanatkan oleh undang-undang, maka itu dari KPU Kota Tangsel mencoba berkoordinasi atau melakukan koordinasi dengan KPU Provinsi maupun KPU Pusat untuk menanyakan langkah-langkah apa saja yang dapat dilaksanakan dalam tahapan-tahapan PSU. Setelah itu…, setelah dilakukan koordinasi, KPU Provinsi melakukan koordinasi ke KPU dengan mengirim surat yang langsung, kurang lebih tanggal 17 Januari turun surat dari KPU untuk Kota Tangerang Selatan melaksanakan tahapan-tahapan yang telah diarahkan oleh KPU, yang salah satunya adalah proses…, melaksanakan proses pemutakhiran data, yang khusus dibatasi melaksanakan Peraturan KPU Nomor 12 Pasal 3 ayat (1) dan (2), yang mana di dalamnya dapat diakomodir bagi pemilih yang ada, yang belum terdaftar…, ada di daftar pemilih potensial penduduk atau DP-4 yang diberikan oleh pemerintah kota dapat ditambahkan ke dalam DPT-PSU.
Untuk mencapai kualitas DPT-PSU 2011 yang terbaik KPU Kota Tangsel melakukan upaya sosialisasi secara maksimal untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Bentuk program sosialisasi yang dilaksanakan adalah sosialisasi internal penyelenggara, yaitu PPK dan PPS, sosialisasi ke tim sukses, ke lembaga lain, Panwaslu, Pemkot, DPRD, sosialisasi tatap muka kepada masyarakat, kerjasama dengan
5 lembaga lain, MUI Kota Tangerang Selatan, kerjasama dengan tokoh masyarakat dan publik figur, iklan layanan masyarakat di televisi swasta nasional Metro tv, iklan layanan masyarakat di radio-radio swasta, iklan di surat kabar harian, media luar ruangan, spanduk, baliho, dan poster, mobil sosialisasi keliling dari mulai H-5 sampai dengan H-1, suara pengumuman di mesjid dan mushola seluruh wilayah Tangerang selatan.
Dari hasil proses pemutakhiran data pemilih dan sosialisasi yang dilakukan tersebut, alhamdulillah terdapat peningkatan partisipasi pemilih dalam pemungutan suara ulang tanggal 27 februari 2011 lalu. Dari 57% di pemungutan suara tanggal 13 November menjadi 62,12 pada pemungutan suara ulang tanggal 27 Februari 2011. Hal ini merupakan catatan positif terhadap apa yang telah kami laksanakan, termasuk unsur-unsur pemerintahan, tokoh-tokoh agama, proaktif masyarakat, media dan lain-lain, yang menjadikan proses pelaksanaan PSU Pemilukada Kota Tangerang Selatan menjadi lebih baik.
Kejadian dalam pemungutan suara…, pemungutan suara, penghitungan suara, dan Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara PSU Kota Tangsel, masih terdapat keberatan dari pasangan calon tentang penyelenggaraan PSU 2010 yang tidak berkaitan dengan penghitungan suara.
a. Keberatan terhadap pemutakhiran dan validasi DPT-PSU 2011.
b. Keberatan terhadap sosialisasi PSU 2011 yang dianggap belum maksimal.
Ke dua, bahwa terhadap hasil pemungutan suara ulang yang dilaksanakan terhadap Rekapitulasi Perolehan Suara di Tingkat KPU Kota Tangerang Selatan, pada hari Kamis, tanggal 3 Maret, maupun di tingkat PPK, PPS, tidak ada keberatan disampaikan oleh setiap pasangan calon.
Catatan penting KPU Kota Tangsel dalam pelaksanaan pemungutan suara ulang. Partisipasi naik 5%, validasi DPT jauh lebih baik terlepas dari pro-kontra terhadap pemutakhiran dan validasi DPT adalah hal yang lumrah dan manusiawi, namun bagaimana juga bagi kami selaku penyelenggara DPT-PSU 2011, merupakan prestasi sendiri dalam sejarah PSU. Hubungan langsung PS…., validasi DPT dengan meningkatnya partisipasi pemilih menunjukkan bahwa kami telah melaksanakan kerja secara optimal dalam mengambil langkah untuk memutakhirkan data adalah langkah yang tepat, validasi data yang akurat dan cermat untuk mencapai hasil DPT yang dapat menjamin hak asasi manusia dalam memilih telah kami laksanakan.
Kemudian (c), kualitas surat suara dan undangan pemilih. Untuk menjamin pengamanan atas surat suara dan undangan pemilih, KPU Tangsel melakukan pengamanan sebagai berikut; surat suara memakai hologram berbeda dengan surat suara sebelumnya. Kemudian surat pemberitahuan waktu dan tempat pemungutan suara atau model C-6 atau yang kita kenal sebagai undangan dicetak langsung by name dan by data dari DPT, tidak ditulis tangan sebagai pengamanan dari kemungkinan untuk disalahgunakan.
6 Alhamdulilah dalam proses PSU kemarin tidak ada keluhan dan protes dari masyarakat, dalam hal tidak terakomodirnya hak memilih dalam PSU tahun 2010 adalah tidak terjadi. Hal ini berarti ada kemajuan yang sangat besar dalam hal kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan PSU.
Perolehan suara masing-masing pasangan calon, naik. Terdapat fenomena menarik, dimana perolehan masing-masing Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel terjadi perubahan seperti kenaikan jumlah suara Pasangan Calon Nomor Urut 3 dan Nomor Urut 4, serta perubahan posisi Pasangan Calon Nomor Urut 2 yang memperoleh suara terbanyak ke tiga, di mana posisi ini sebelumnya ditempati Pasangan Calon Nomor Urut 1, pada pemungutan suara tertanggal 13 November 2010.
Terhadap sortir DPT terhadap kejadian penting dan mendasar, KPU Kota Tangsel menerapkan sistem quick respond, seperti yang terjadi pada TPS 19 Pisangan, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, dimana dalam satu alamat rumah terdapat 92 pemilih yang beralamat sama. Informasi tersebut dengan cepat diambil tindakan dengan cara investigation on the spot dan klarifikasi langsung. Hasil yang diperoleh adalah 90 nama dicoret dan dikeluarkan dari DPT atau dicabut hak pilihnya dengan catatan, dan 2 pemilih yang tervalidasi dinyatakan berhak memilih.
Catatan penting lainnya pada tahapan PSU ini adalah proses pemungutan suara ulang KPU Kota Tangsel dilakukan supervisi dari KPU Provinsi Banten dan KPU Pusat, dan mendapat perhatian baik dari IFES perwakilan Kedutaan Besar Inggris, KPU Australia, dan National Democratic Institute. Tak lupa penghargaan yang tinggi disampaikan kepada rekan Panwaslu Kota Tangsel yang dalam pemungutan suara ini di setiap TPS menyediakan tenaga pengawas lapangan sebanyak 1.890 orang.
Permohonan berdasarkan uraian tersebut di atas, berharap berkenan Panel Majelis Hakim Konstitusi RI yang memeriksa laporan KPU Kota Tangsel untuk memberikan amar putusan yang bunyinya, “Menerima laporan KPU Kota Tangsel. Menyatakan sah dan mengikat Berita Acara Model DB-KWK KPU, tertanggal 3 Maret 2011, tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemungutan Suara Ulang Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Tingkat Kota Tangerang Selatan Tahun 2010, dan Keputusan Nomor 10/Kpts/KPU-Tangsel/III/2011 tertanggal 3 Maret 2010 tentang Penetapan dan Pengesahan Hasil Perolehan Suara Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan dalam Pemungutan Suara Ulang Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan Tahun 2010. Dan ke tiga, memerintahkan kepada KPU Kota Tangerang Selatan untuk menetapkan pasangan calon wakil…, Calon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 4 sebagai Pasangan Calon Terpilih pada Pemungutan Suara
7 Ulang dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2010.”
Apabila Yang Mulia Panel Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya. Akhirnya atas perkenan Ketua dan Anggota Panel Majelis Hakim Konstitusi, mohon mengabulkan permohonan dalam Laporan KPU Kota Tangerang Selatan ini (…)
11. HAKIM ANGGOTA: MUHAMMAD ALIM
Kertasnya jangan di atas itu! Ya, jangan di atas kertasnya supaya…, itu kertas yang Bapak baca! Ya.
12. TERMOHON: IMAN PERWIRA BACHSAN (KETUA KPU KOTA TANGERANG SELATAN)
Mohon maaf, Pak. Saya ulang, akhirnya atas perkenan Ketua dan Anggota Panel Majelis Hakim Konstitusi, mengabulkan permohonan dalam Laporan KPU Kota Tangerang Selatan ini, dihaturkan terima kasih. Semoga Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, ridha pada kita semua, amin. Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang Selatan, Ketua Iman Perwira Bachsan.
Assalamualaikum wr. wb. 13. HAKIM KETUA: MOH. MAHFUD MD
Baik, berikutnya dari Panwas Kota Tangerang dulu. Mana? Silakan. Diringkas saja ya, kan sebagian besar itu lampiran.
14. PANWASLU KOTA TANGERANG SELATAN Assalamualaikum wr. wb.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Ketua dan Anggota Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi yang kami muliakan, menindaklanjuti Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 209-210/PHPU.D-VIII/2010 tertanggal 9 Desember 2010, dan terkait dengan salah satu putusan yang menugaskan Bawaslu, KPU, KPU Provinsi, dan Panwaslu Kota Tangerang Selatan untuk mengawasi pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara…, penghitungan suara ulang yang dilaksanakan oleh KPU Kota Tangerang Selatan, serta tugas pengawasan yang dilakukan oleh Panwaslu Kota Tangerang Selatan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu, bersama ini kami sampaikan hasil pengawasan yang dilakukan oleh Panwaslu Kota Tangerang Selatan, sebagai berikut; 1. Pengawasan dan penghitungan suara ulang (PSU). KPU Kota
8 berdasarkan Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 209-210/PHPU.D-VIII/2010, tertanggal 9 Desember 2010, dan oleh karenanya tahapan-tahapan lain yang terkait dengan tahapan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tidak dilaksanakan oleh KPU Tangerang Selatan. Tahapan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara ulang tersebut tertuang dalam Keputusan KPU Kota Tangerang Selatan Nomor 46/Kpts/KPU-Tangsel/XII/2010, tertanggal 20 Desember 2010 tentang Tahapan Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2010, terlampir 1…, lampiran 1, maaf.
Atas keputusan tersebut, KPU Kota Tangerang Selatan telah melaksanakan 2 kali perubahan sebagaimana tertuang di dalam; a. Keputusan KPU Kota Tangerang Selatan Nomor
1/Kpts/KPU-Tangsel/I/2011, tertanggal 19 Januari 2011 tentang Perubahan Tahapan Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan Tahun 2010, lampiran 2.
b. Keputusan KPU Kota Tangerang Selatan Nomor 3/Kpts/KPU-Tangsel/II/2011, tertanggal 1 Februari 2011 tentang Perubahan Kedua Tahapan Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Kota Tangerang Selatan Tahun 2010, lampiran 3.
2. Sosialisasi PSU. Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 65 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Sosialisasi dan Penyampaian Informasi dalam Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Yang Bertanggung Jawab Terhadap Pelaksanaan Sosialisasi adalah Penyelenggara, lampiran 4.
Dalam pelaksanaan ditemukan indikasi pemanfaatan kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh pasangan calon sebagai ajang kampanye terselubung dan dilakukan secara tersembunyi, yang sulit ditemukan pembuktiannya secara hukum. Pelanggaran terhadap pokok permasalahan ini setidak-tidaknya dikategorikan sebagai kampanye di luar jadwal, yang dapat dikenakan sanksi Pasal 116 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 juncto Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, yang menyatakan, “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kampanye di luar jadwal waktu yang telah ditetapkan oleh KPUD untuk masing-masing pasangan calon, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 ayat (2), diancam dengan pidana penjara paling singkat 15 hari atau paling lama 3 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp100.000,00 atau paling banyak Rp1.000.000,00.”
Akibat pelanggaran dari Pasal 75 ayat (1), yang menyatakan, “Kampanye dilaksanakan sebagai bagian dari penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Kepala Daerah…., dari penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.” serta merujuk
9 kepada Pasal 75 ayat (2), yang menyatakan, “Kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan selama 14 hari dan berakhir 3 hari sebelum hari pemungutan suara.”
Berdasarkan laporan pelanggaran yang disampaikan kepada Panwaslu Kota Tangerang Selatan, terdapat tiga berkas laporan meliputi; 1. Nomor 001.PL/Panwaslu Kota Tangerang Selatan/I/2011, mengenai
dugaan kampanye dalam acara ulang tahun PKK di pendopo Kabupaten Tangerang, pada hari Rabu, tanggal 29 Desember 2010, yang dilaporkan oleh Fuji Iman Jarkasih, A.M.D., dengan Pan…, dengan Putusan Panwaslu tidak dapat ditindaklanjuti karena;
a. Lokasi bukan wilayah hukum Kota Tangerang Selatan.
b. Keterangan dari pelapor tidak cukup kuat untuk membuktikan adanya pelanggaran dalam hal mengajak.
c. Waktu pelaporan telah melampaui batas yang telah ditentukan, lampiran 5.
2. Nomor 002.PL/Panwaslu-KotaTS/I/2011 mengenai dugaan kampanye dalam acara ulang tahun PKK di pendopo Kabupaten Tangerang, pada hari Rabu tanggal 29 Desember 2010, yang dilaporkan oleh Ibnu Jandi dengan Putusan Panwaslu tidak dapat ditindaklanjuti karena:
a. Lokasi bukan wilayah hukum Kota Tangerang Selatan.
b. Keterangan dari pelapor tidak cukup kuat untuk pembuktian adanya pelanggaran dalam hal mengajak.
c. Waktu pelaporan telah melampaui batas yang telah ditentukan. 3. Nomor 006.PL/Panwaslu-KotaTS/I/2011 mengenai dugaan kampanye
dalam tayangan TVRI pada tanggal 31 Januari 2011 yang dilaporkan oleh Ibnu Jandi dengan Putusan Panwaslu tidak dapat ditindaklanjuti karena:
a. Bukan siaran ulang…, maaf, bukan siaran langsung, namun berupa tayangan ulang acara Bale-Bale, pada tanggal 5 November 2010.
b. Penayangan tersebut merupakan hak mutlak TVRI, dan berdasarkan keterangan dari pihak TVRI 2 Jakarta hal itu dilakukan karena kekurangan materi acara, dan hal teknis lainnya, dan tidak dimaksudkan dalam terkait dengan Pemilukada Tangsel.
c. Tema acara Bale-Bale tersebut mengangkat masalah budaya Tangerang secara umum (lampiran 7).
Tiga, penyusunan DPT PSU. KPU Kota Tangerang Selatan telah melakukan optimalisasi terhadap DPT Pemilukada Kota Tangerang Selatan pada tanggal 13 November 2010 untuk mengantisipasi pemilih yang tidak terdaftar dan mengeliminir pemilih yang tidak dikenal, meninggal dunia, di bawah umur, dan/atau pemilih yang tidak
10 memenuhi persyaratan sebagai pemilih sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Landasan hukum yang digunakan KPU Kota Tangerang Selatan dalam pelaksanaan optimalisasi DPT berdasarkan Surat KPU Pusat Nomor 21/KPU/I/2011 perihal Pemungutan Suara Pasca Keputusan Mahkamah Konstitusi, tertanggal 14 Januari 2011 (lampiran 8). Dan Surat KPU Provinsi Banten Nomor 29/KPU.Prov-015/I/2011 perihal Pemungutan Suara Pasca…, maaf, Perihal Pemungutan Suara Pasca Keputusan Mahkamah Konstitusi, tertanggal 19 Januari 2011 (lampiran 9). Dan untuk teknis pelaksanaan KPU Kota Tangerang Selatan mengacu kepada Peraturan KPU Nomor 67 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih dan Penyusunan Daftar Pemilih Tetap Pemilukada.
Pelaksanaan optimalisasi data pemilih dilaksanakan oleh KPU Kota Tangerang Selatan mulai dari tanggal 21 Januari 2011 sampai dengan 31 Januari 2011, dan dalam pelaksanaan waktu penetapan DPT PSU di tingkat Kota Tangerang Selatan melewati jadwal yang telah ditetapkan.
Beberapa catatan atas pengawasan yang dilaksanakan Panwaslu Kota Tangerang Selatan dalam pelaksanaan optimalisasi DPT sebagai berikut;
1. Standardisasi format DPT menjadi kendala dalam penyusunan DPT tingkat Kota Tangerang Selatan, sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam pelaksanaan Pleno DPT sebagaimana contoh terlampir, dimana sebelum pelaksanaan Pleno Tingkat KPU Kota Tangerang Selatan, ditemukan oleh KPU format DPT yang memisahkan tempat, tanggal, bulan, tahun, penggabungan jenis kelamin dalam satu kolom, pemisahan alamat, RT dan RW, tidak ada kolom keterangan, dimana format ini tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku (lampiran 10), dan kemudian diubah menjadi format DPT berdasarkan peraturan yang berlaku (lampiran 11).
2. Program IT yang tidak menunjang kebutuhan end user merupakan salah satu penyebab keterlambatan Pleno DPT di tingkat Kota Tangerang Selatan.
3. Terbitnya beberapa kali perubahan atas Keputusan KPU Kota Tangerang Selatan, terkait dengan keterlambatan Pleno Tingkat Kota Tangerang Selatan, yang terkesan bahwa surat keputusan perubahan termaksud dilakukan untuk menyesuaikan keterlambatan Pleno yang dilaksanakan KPU Kota Tangerang Selatan (lampiran 2 dan lampiran 3).
4. Adanya surat dari Tim Pemenangan Drs. H. Arsid, M.Si, Andre Taulany kepada Ketua Panwaslu Kota Tangerang Selatan Nomor 03/II/Tim Sukses/2011, perihal Keberatan Terhadap KPU Kota Tangerang Selatan (lampiran 12).
5. Adanya laporan dugaan pelanggaran yang disampaikan ke Panwaslu Kota Tangerang Selatan dengan Nomor Registrasi 004.PL/Panwaslu Kota TS/I/2011, tertanggal 4 Februari 2011, yang dilaporkan oleh
11 Muhammad Acep, dan terlapor KPU Kota Tangerang Selatan terkait masalah Pleno Penetapan DPT-PSU (lampiran 13). Atas klarifikasi yang dilaksanakan oleh Panwaslu Kota Tangerang Selatan kepada Ketua KPU Kota Tangerang Selatan diperoleh penjelasan secara lisan, namun Ketua KPU Kota Tangerang Selatan menolak menandatangani Berita Acara klarifikasi atas penjelasan-penjelasan yang disampaikan. 6. Jumlah DPT-PSU hasil Pleno KPU Kota Tangerang Selatan Nomor
A/BA/KPU-Tangsel/II/2011, sebesar 738.131 pemilih (lampiran 14) naik sebesar 5.936 pemilih dari DPT Pemilukada tanggal 13 November sejumlah 732.192…, 732.195 pemilih, sebagaimana Berita Acara Rapat Pleno KPU Kota Tangerang Selatan Nomor 21/BA/KPU-Tangsel/IX/2010 (lampiran 15).
Empat, keterlibatan birokrasi atau PNS. Salah satu pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi dalam memutuskan pemungutan dan penghitungan suara ulang adalah kentalnya keterlibatan birokrasi PNS untuk mendukung salah satu pasangan calon, dan oleh karenanya salah satu fokus pengawasan adalah mencermati sikap dan tindakan birokrat PNS selama masa tenggang menjelang PSU tanggal 27 Februri 2011, melalui aktivitas sebagai berikut:
a. Tindakan prepentif. Dalam melaksanakan tugasnya Panwaslu Kota Tengerang Selatan telah melakukan tindakan preventif agar keterlibatan birokrasi atau PNS dapat dieliminir dengan mengirimkan surat sebagai berikut:
1. Surat himbauan telah dilayangkan Panwaslu kepada pejabat Walikota Tangerang Selatan, sebagaimana tertuang dalam surat Panwaslu Kota Tengerang Selatan Nomor 118/Panwaslu-KotaTS/I/2011 tentang Netralitas Birokrasi PNS dalam PSU Kota Tangerang Selatan, tertanggal 19 Januari 2011 (lampiran 16). 2. Surat himbauan telah dilayangkan Panwaslu Kota Tengerang
Selatan kepada seluruh pasangan calon melalui Surat Panwaslu Kota Tengerang Selatan Nomor 119/Panwaslu-KotaTS/I/2011 tentang Himbauan Untuk Tidak Melibatkan Birokrasi PNS, tertanggal 20 Januari 2011 (lampiran 17).
Pejabat Walikota Tangerang Selatan merespon surat Panwaslu Kota Tangerang Selatan dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor 800/250-BKPP/2011 tentang Netralitas Pegawai Negeri Sipil dalam Pemungutan Suara Ulang Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan (lampiran 18), dan berdasarkan Surat Edaran Menpan Nomor 07 Tahun 2000 (lampiran 19).
b. Laporan pelanggaran. Sampai dengan tanggal dibuatnya laporan pengawasan, Panwaslu Kota Tengerang Selatan tidak atau belum ada laporan tertulis yang diterima Panwaslu Kota Tengerang Selatan terkait dengan keterlibatan birokrasi PNS dalam pelaksanaan pemungutan suara ulang. Indikasi terhadap keterlibatan birokrasi atau PNS dalam pelaksanaan pemungutan suara ulang masih terasa
12 ada atau terjadi, walaupun sulit untuk dijadikan bukti hukum yang dapat ditindaklanjuti. Hal ini terlihat pada mutasi pejabat di lingkungan pemerintah Kota Tangerang Selatan, dimana pejabat yang terindikasi terlibat dan menjadi pertimbangan hukum bagi Mahkamah Konstitusi dalam memutuskan pelaksanaan pemungutan suara ulang. Kepada para pejabat tersebut tidak dikenakan sanksi administrasi apa pun juga dan yang terjadi hanya perpindahan jabatan dengan tingkatan yang sama. Di sisi lain, terdapat pejabat yang diidentifikasikan oleh Pemerintah Kota tidak mendukung pasangan calon yang diusung, tidak diberi jabatan atau di-non job-kan, Surat Keputusan Perihal Mutasi Pejabat Kota Tangerang Selatan belum diperoleh. Atas kondisi tersebut, Panwaslu Kota Tangerang Selatan tidak dapat merekomendasikan atau menjamin atas ketidakterlibatan birokrasi PNS selama masa pelaksanaan pemungutan suara ulang.
Lima, surat pemberitahuan tempat dan waktu pemungutan suara model C6-KWK.KPU. Pada pelaksanaan pemungutan suara 13 November 2010, jumlah surat undangan model C-6 yang ditarik oleh KPU Kota Tangerang Selatan, sebagaimana Berita Acara Surat Pemberitahuan Waktu dan Tempat Pemungutan Suara yang dikembalikan kepada pemilih Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2010 Nomor 13.1/BA-ST-UKP/KPU.Tangsel/X/2010 tanggal 12 November 2010, berjumlah 63.135 terdiri dari:
1) Pemilih melaksanakan ibadah haji sebanyak 1.096 pemilih. 2) Meninggal dunia 1.822 pemilih.
3) Pemilih pindah alamat 22.297 pemilih. 4) Di bawah umur 443 pemilih.
5) TNI/Polri aktif=284 pemilih.
6) Alamat tidak diketemukan 23.716 pemilih. 7) Undangan atau pemilih ganda 10.359 pemilih. 8) Cetakan ganda 3.136 pemilih.
9) Jumlah total 63.153 pemilih (lampiran 20).
Dalam pelaksanaan pemungutan suara ulang, Panwaslu telah menyampaikan surat perihal laporan surat pemberitahuan tempat dan waktu pemungutan suara model C-6 KPU, sebagaimana Surat Panwaslu Kota Tangerang Selatan Nomor 171/Panwaslu-KotaTS/III/2011 perihal Laporan Jumlah Pengembalian C-6 dan Rekomendasi Tindak Lanjut Keberatan Saksi Nomor 2 tertanggal 4 Maret 2011 (lampiran 21).
Berdasarkan Berita Acara Rapat Pleno KPU Kota Tangerang Selatan Nomor 13/BA/KPU-Tangsel/II/2011 tertanggal 26 Februari 2011 tentang Rekapitulasi Pengembalian Model C6-KWK, Pemungutan Suara Ulang dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
13 Kota Tangerang Selatan, jumlah C-6 atau undangan yang dikembalikan sebanyak 60.218 undangan dengan rincian sebagai berikut:
1) Meninggal dunia 2.059 pemilih. 2) Pindah alamat 26.118 pemilih. 3) Di bawah umur 361 pemilih. 4) TNI/Polri aktif 247 pemilih.
5) Alamat tidak diketemukan 23.929 pemilih. 6) Undangan atau pemilih ganda 7.385 pemilih. 7) Belum memenuhi syarat 32 pemilih.
8) Terganggu jiwanya atau ingatannya 65 pemilih.
9) Dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan 22 pemilih. 10) Jumlah total 60.218 pemilih
(lampiran 22).
Berdasarkan data tersebut di atas diperoleh hal-hal sebagai berikut; masih terdapat jumlah pemilih yang tidak diketahui alamatnya atau tidak dikenal sejumlah 23.929 pemilih, dan mengalami kenaikan sejumlah 213 pemilih dari jumlah berdasarkan pemungutan suara ulang tanggal 13 November 2010 sejumlah 23.716 pemilih.
B. Masih terdapat jumlah pemilih yang dinyatakan pindah alamat sejumlah 26.118 pemilih, dan mengalami kenaikan sejumlah 3.821 pemilih dari jumlah 22.297 pemilih, berdasarkan pemungutan suara tanggal 13 November 2010.
Atas jumlah C-6 yang dikembalikan pada pemungutan suara pada tanggal 13 November 2010, Panwaslu telah mengirimkan surat kepada KPU untuk meminta fotokopi C-6 sejumlah 150 pemilih per kelurahan, untuk dilakukan sampling atas kebenaran…, atas kebenaran data sebagaimana tertuang dalam Surat Panwaslu Kota Tangerang Selatan Nomor 93/Panwaslu-Kota TS/XI/2011 perihal Permohonan C6-KWK.KPU, tertanggal 26 November 2010, namun hingga laporan ini dibuat dan disampaikan, pihak KPU belum memenuhi permintaan tersebut (lampiran 23).
Atas kenaikan jumlah alamat tidak dikenal dan pindah alamat tersebut, menunjukkan bahwa optimalisasi DPT yang dilaksanakan oleh KPU tidak optimal dan surat pemberitahuan tempat dan waktu pemungutan suara model C-6 sangat rawan untuk dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berhak, tidak bertanggung jawab dan menjadi celah terjadinya pelanggaran yang dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana ditentukan dalam Pasal 117 ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 juncto Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, yang menyatakan, “Setiap orang yang pada waktu pemungutan suara dengan sengaja mengaku dirinya sebagai orang lain untuk menggunakan hak pilih, diancam dengan pidana penjara paling singkat 15 hari dan paling lama 60 hari dan/atau denda paling sedikit Rp100.000,00 dan paling banyak Rp1.000.000,00.”
14 Panwaslu Kota Tangerang Selatan berpendapat bahwa atas kenaikan jumlah alamat tidak dikenal dan pemilih pindah alamat dalam penyusunan DPT-PSU menunjukkan bahwa optimalisasi DPT yang dilaksanakan oleh KPU tidak optimal bahkan dapat menimbulkan permasalahan baru.
Ke enam, pelaksanaan dan distribusi logistik. Langkah-langkah Panwaslu Kota Tangerang Selatan dalam melaksanakan pengadaan dan pendistribusian perlengkapan penyelenggaraan Pemilu Kota Tangerang Selatan, sebagai berikut:
1. Dalam rangka pengawasan pelaksanaan pengadaan dan pendistribusian perlengkapan penyelengaraan Pemilukada Kota Tangerang Selatan, Panwaslu Kota Tangerang Selatan telah menyampaikan surat terkait jadwal pelaksanaan kegiatan proses pengadaan barang melalui tender maupun penunjukan langsung sebagaimana dimaksud dalam surat…, Surat Nomor 120/Panwaslu-KotaTS/I/2011 tertanggal 20 Januari 2011 perihal Pelaksanaan Pengadaan dan Pendistribusian Logistik (lampiran 24). Jawaban KPU Kota Tangerang Selatan sebagaimana tertuang dalam surat Nomor 274/KPU.Tangsel/I/2011 tertanggal 27 Januari 2011 perihal Penjelasan Logistik Pemilukada, substansi yang disampaikan tidak sebagaimana yang diharapkan dalam substansi surat dari Panwaslu, sehingga penjadwalan rencana kerja atas pelaksanaan pengawasan sulit untuk dilaksanakan, oleh karenanya pengawasan dilaksanakan tidak tersistem dan dijalankan secara situasional berdasarkan informasi lisan dari Pokja logistik KPU atau informasi yang masuk dari Panwascam atau PPL (lampiran 25).
2. Pelaksanaan pelipatan suara…, pelipatan kertas suara dilaksanakan di 2 lokasi yaitu di Gedung Serbaguna Kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Ciputat di bawah pengawasan Panwascam Pondok Aren dan Panwascam Kecamatan Ciputat dan berdasarkan hasil pengawasan pelaksanaan kegiatan termaksud berjalan aman dan lancar.
3. Pelaksanaan pendistribusian kelengkapan dan perlengkapan Pemilukada dari KPU Kota Tangerang Selatan ke PPK, dari PPK ke PPS, dan dari PPS ke KPPS, relatif berjalan lancar dan terkendali. Pengawasan atas pendistribusian diawasi langsung oleh Panwaslu Kota Tangerang Selatan, Panwascam, dan PPL sesuai tingkatannya. 4. Tidak terdapat laporan tertulis perihal pelanggaran yang
disampaikan kepada PPL, Panwascam, dan Panwaslu Kota Tangerang Selatan dalam melaksanakan pengadaan dan pendistribusian kelengkapan dan perlengkapan Pemilukada.
Ke tujuh, pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara. Pelaksanaan pemungutan suara ulang secara umum berjalan lancar sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dalam rangka
15 pengawasan di tingkat TPS, Panwaslu Kota Tangerang Selatan bekerjasama dengan perguruan tinggi di wilayah Tangerang Selatan membentuk Asisten Pengawas Pemilu Lapangan (APPL) yang membantu tugas-tugas PPL dalam melaksanakan fungsi dan tugas PPL sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007, dimana yang bersangkutan melaksanakan tugas.
Jumlah mahasiswa yang direkrut untuk pelaksanaan pengawasan sejumlah 1.890 APPL dari berbagai perguruan tinggi di Tangerang Selatan, ditambah 54 koordinator APPL mendampingi PPL desa, kelurahan, dimana salah satu tugasnya adalah menerima Berita Acara Hasil Penghitungan Suara di TPS yang menjadi hak Panwaslu, jumlah tersebut terdiri dari:
1) Universitas Islam Negeri dengan jumlah 1.452 mahasiswa atau 76,83%.
2) Universitas Pamulang dengan jumlah 153 mahasiswa atau 8,10%. 3) Institut Teknologi Indonesia dengan jumlah 134 mahasiswa atau
7,9%.
4) Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan jumlah 130 mahasiswa atau 6,88%.
5) STIE DPTIKI, Perbanas, Mercu Buana, dengan jumlah 21 mahasiswa atau 1,11%.
Berdasarkan Berita Acara tersebut dengan membandingkan Berita Acara per TPS dengan Berita Acara Rekapitulasi PPK, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan perolehan suara per masing-masing pasangan calon, penghitungan perolehan suara pasangan calon di TPS dengan perolehan suara calon di tingkat PPK (lampiran 26).
Berdasarkan hasil pengamatan Panwaslu Kota Tangerang Selatan atas perolehan suara masing-masing pasangan calon diperoleh sebagai berikut, berdasarkan Berita Acara KPU Kota Tangerang Selatan, perolehan suara Pasangan Calon Nomor Urut 1 berjumlah 4.933 suara, Pasangan Nomor 2=5.106 suara, Pasangan Nomor 3=19…, 198.066 suara, Pasangan Nomor 4=241.797 suara. Data tersebut di atas tertuang dalam Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang Selatan Nomor 10/Kpts/KPU-Tangsel/III/2011 tertanggal 3 Maret 2011 (lampiran 27).
Berdasarkan Berita Acara Pleno PPK diperoleh..., perolehan suara Pasangan Nomor 4, jumlah 4.933 suara, perolehan suara Pasangan Nomor Urut 2=5.106 suara, Pasangan Nomor 3=198.666…, 60 suara, Nomor 4=241.797 suara. Data tersebut sebagaimana tertuang dalam model lampiran DA-1.KWK.KPU Berita Acara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara PSU Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2011 di tingkat kecamatan oleh PPK pada masing-masing kecamatan (lampiran 28).
Berdasarkan Berita Acara TPS, input data oleh Panwaslu, jumlah perolehan suara Pasangan Nomor Urut 1=4.933 suara, perolehan suara
16 Pasangan Nomor Urut 2=5.106 suara, Pasangan Nomor Urut 3=198.066… 60 suara, Pasangan Nomor Urut 4=241.797 suara.
Berdasarkan evaluasi dengan pembandingan antara Berita Acara di TPS, Berita Tingkat Kecamatan dan Berita Acara KPU Tingkat Kota Tangerang Selatan, Panwaslu Kota Tangerang Selatan mempunyai keyakinan tidak ada selisih terkait dengan perolehan suara.
Delapan, Money politics. Kasus politik uang masih menjadi permasalahan, dan dilakukan oleh beberapa pasangan calon dalam rangka mendulang simpati dan perolehan suara dalam pemungutan suara ulang tanggal 27 Februari 2011. Jumlah kasus money politics yang dilaporkan kepada Panwaslu Kota Tangerang Selatan berjumlah 18 kasus, dan salah satu kasusnya sedang dalam proses keputusan Pengadilan Negeri Tangerang. Dari jumlah kasus politik uang tersebut dapat diklarifikasikan berdasarkan terlapor sebagai berikut:
1) Dilakukan oleh pasangan Nomor 1=0 kasus. 2) Dilakukan oleh Pasangan Nomor 2=0 kasus. 3) Dilakukan oleh Pasangan Nomor 3=3 kasus. 4) Dilakukan oleh Pasangan Nomor 4=15 kasus.
Total=18 kasus.
Laporan money politics yang ditindaklanjuti Panwaslu ke Gakkumdu, sebagai berikut:
1. Laporan pelanggaran 005.PL/Panwaslu-KotaTS/II/2011 tertanggal 15 Februari 2011 mengenai pembagian sembako oleh Pasangan Nomor Urut 3 dan telah divonis oleh Pengadilan Negeri (lampiran 29).
Laporan Pelanggaran Nomor 025.PL/Panwaslu-KotaTS/II/2011, tertanggal 3 Maret 2011, mengenai Politik Uang oleh Pasangan Nomor 4 dan pada saat ini sedang dalam proses pengajuan melalui Gakkumdu untuk ditindaklanjuti kepada penuntut umum (lampiran 30).
Selanjutnya, saya…, Laporan Pelangaran Nomor 026.PL/Panwaslu-KotaTS/XI/2011 tertanggal 3 Maret 2011 mengenai Politik Uang oleh Pasangan Nomor 4 dan pada saat ini sedang dalam proses pengajuan ke Gakkumdu untuk ditindaklanjuti (lampiran 31).
Di samping laporan perihal politik uang, ditemukan laporan dari para pelapor tentang penekanan intimidasi untuk mencabut laporan atas pelanggaran yang dilakukan oleh Pasangan Nomor 4, yang diduga dilakukan oleh Tim Pasangan Nomor 4, melalui aparat kelurahan. Kasus tersebut terjadi di Kampung Sawah, Kecamatan Ciputat, akibat politik uang yang dilaporkan ke Panwaslu Kota Tangerang Selatan, Nomor laporan 026.PL/Panwaslu-KotaTS/III/2011 tanggal 3 Maret 2011. Intimidasi dilakukan oleh Aparat Kelurahan Sawah dengan menghubungi Pelapor melalui RT, dan proses lanjut dilakukan di rumah Saudara
17 Suprihatin di Jombang. Oleh karnanya Panwaslu Kota Tangerang Selatan sangat berkeyakinan bahwa politik masih sangat kental menyertai pelaksanaan pemungutan suara ulang.
Sembilan, pelanggaran…, jumlah pelanggaran yang masuk sampai dengan tanggal 11 Maret 2011, jumlah keseluruhan laporan pelanggaran yang tercatat di Panwaslu Kota Tangerang Selatan dan Kecamatan…, Panwascam Kecamatan, berjumlah seluruhnya 97 kasus, terdiri dari: • Pelanggaran yang masuk ke Panwaslu Kota Tangerang Selatan 31
kasus.
• Pelanggaran dari Kecamatan Serpong Utara 8 kasus • Pelanggaran dari Kecamatan Pamulang 14 kasus • Pelanggaran dari Kecamatan Ciputat 6 kasus
• Pelanggaran dari Kecamatan Ciputat Timur 10 kasus. • Pelanggaran dari Ciputat Timur 10 kasus.
• Pelanggaran dari Kecamatan Pondok Aren 20 kasus. • Pelanggaran dari Kecamatan Serpong 8 kasus.
• Pelanggaran dari Kecamatan Setu 0 kasus, karena masuk di Panwaslu Kota.
(lampiran 32).
Jadi jumlah total 97 kasus.
Untuk Kecamatan Setu tidak ada terdapat laporan pelanggaran dan untuk Kecamatan Serpong rincian status belum disampaikan kepada Panwaslu Kota Tangerang Selatan.
Sepuluh, intimidasi pasca pemungutan suara ulang. Selama masa setelah pemungutan suara ulang dan penghitungan suara ulang terjadi kasus intimidasi terhadap pelapor yang melaporkan tentang money politic atas Pasangan Nomor 4, yang dilakukan oleh Tim Pasangan Nomor 4, dan/atau Simpatisan atau Relawan Pasangan Nomor 4 untuk mencabut laporan yang telah disampaikan kepada Panwaslu Kota Tangerang Selatan, terkait dengan politik uang yang dilakukan oleh Pasangan Nomor Urut 4. Beberapa kasus yang telah diajukan ke Panwaslu Kota, dan sebagian kasus tidak dilaporkan karena rasa ketakutan dari yang memperoleh intimidasi atas kelangsungan hidup ke depan.
Pencabutan atas kasus pelaporan mengenai politik uang yang disikapi Panwaslu Kota Tangerang Selatan, sebagai termasuk di bawah ini:
1. Laporan Pelanggaran Nomor 025.PL/Panwaslu-KotaTS/II/2011, tertanggal 3 Maret 2011, mengenai politik uang yang dilakukan oleh Pasangan Nomor Urut 4.
a. Pada awalnya pelapor dan saksi menyampaikan hal intimidasai kepada Panwaslu Kota Tangerang Selatan dan menandatangani
18 Berita Acara klarifikasi di atas tentang tekanan dan intimidasi yang dilakukan oleh Suprihatin terhadap pelapor dan saksi.
b. Berdasarkan gelar perkara yang dilakukan bersama antara Panwaslu Kota Tangerang Selatan, kepolisian, dan kejaksaan, disepakati bahwa kasus ini dapat ditindaklanjuti untuk diajukan ke pengadilan.
c. Pada saat dilakukan BAP oleh pihak kepolisian, pelapor tidak bersedia untuk diproses, dan sebagai gantinya pelapor membuat surat pernyataan terkait pencabutan laporan tersebut dengan alasan terlapor adalah tetangga pelapor, terlapor adalah guru pengajian pelapor, dan adanya intimidasi dari utusan orang yang mengaku dari Pasangan Nomor 4.
Berdasarkan surat pernyataan tersebut, pihak kepolisian mengembalikan seluruh berkas tersebut kepada Panwaslu Kota Tangerang Selatan
(lampiran 25).
2. Laporan Pelanggaran Nomor 026.PL/Panwaslu-KotaTS/II/2011, tertanggal 3 Maret 2011 mengenai politik uang yang dilakukan oleh Pasangan Nomor 4.
a. Pada awalnya saksi menyampaikan hal intimidasi kepada Panwaslu Kota Tangerang Selatan dan menandatangani Berita Acara Klarifikasi di atas meterai tentang tekanan dan intimidasi yang dilakukan oleh Saudara Suprihatin terhadap pelapor dan saksi.
b. Seperti halnya berdasarkan gelar perkara yang dilakukan bersama antara Panwaslu Kota Tangerang Selatan, kepolisian, kejaksaan, disepakati bahwa kasus ini dapat ditindaklanjuti untuk diajukan ke pengadilan. Pada saat dilakukan BAP oleh pihak kepolisian, pelapor tidak bersedia untuk diproses dan sebagai gantinya pelapor membuat surat pernyataan terkait pencabat…, pencabutan laporan tersebut dengan alasan terlapor adalah tanggap lapor, terlapor adalah guru pengajian pelapor…, dan adanya intimidasi dari utusan orang yang mengaku dari Pasangan Nomor 4.
Atas dasar surat pernyataan tersebut, pihak kepolisian mengembalikan seluruh berkas tersebut kepada Panwaslu Kota Tangerang Selatan (lihat lampiran 26).
Berdasarkan hal tersebut, Panwaslu Kota Tangerang Selatan berkeyakinan bahwa di samping adanya politik uang, terdapat pula modus baru sebagai bagian dari politik uang, berupa intimidasi atau tekanan terhadap pelapor yang diperkirakan akan merugikan salah satu pasangan calon.
Sebelas, langkah-langkah preventif. Divisi pengawasan Panwaslu Kota Tangerang Selatan melakukan langkah-langkah preventif kepada
19 semua pihak yang terkait dengan pemungutan suara ulang. Beberapa langkah preventif yang dilakukan antara lain:
1. Himbauan pemutakhiran data pemilih PSU Nomor 124/Panwaslu-Kota Tangerang Selatan/I/2011 tanggal 28 Januari 2011 kepada KPU Tangerang Selatan (lampiran 33) .
2. Himbauan Perihal hak pilih Nomor 125/Panwaslu-KotaTS/I/2011 tanggal 28 Januari 2011 kepada KPU Kota Tangerang Selatan (lampiran 34).
3. Perihal Himbauan Nomor 126/ Panwaslu-KotaTS /I/2011 tanggal 20 Januari 2011 kepada Saudara Andre Taulany, Calon Wakil Walikota Pasangan Nomor 3 (lampiran 35).
4. Ajakan kerjasama kelembagaan dalam rangka pengawasan PSU Nomor 128/ Panwaslu-KotaTS/I/2011 tanggal 29 Januari 2011 (Lampiran 36).
Penutup. Demikianlah laporan pengawasan yang kami sampaikan kepada Yang Mulia Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (lampiran 23), dalam memeriksa dan memutus perkara ini.
Hormat kami, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Ketua H. Sarono Budihardjo. Sekian terima kasih.
Wassalamualaikum wr. wb. 15. KETUA: MOH. MAHFUD MD
Waalaikumsalam wr. wb.
Baik, terima kasih. Itu naskahnya belum diserahkan, ya? Tolong diambil. Berikutnya dari KPU, KPU Provinsi dulu ya. Silakan.
16. KETUA KPU PROVINSI BANTEN: HAMBALI Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum wr. wb.
Yang Mulia Majelis Hakim, izinkan kami melaporkankan apa yang kami lakukan terhadap supervisi kepada KPU Kota Tangerang Selatan. Disampaikan dengan hormat, menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 209/PHPU.D-VIII/2010 tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kota Tangerang Selatan, Tanggal 10 Desember 2010, dimana dalam salah satu amar putusan, memerintahkan kepada kami untuk mensupervisi dan mengawasi Pemuungutan Suara Ulang Kota Tangerang Selatan sesuai dengan kewenangannya. Maka dengan ini kami mencoba melaporkan apa yang kami lakukan terhadap KPU Kota Tangerang Selatan. Pasca putusan tersebut, kami berdiskusi atau rapat dengan KPU Kota Tangerang Selatan tentang…, mohon mereka mensosialisasikan putusan tersebut kepada stakeholder di Kota Tangerang Selatan. Oleh
20 karena itu mereka membuat langkah-langkah itu dan kami anggap sudah baik.
Kemudian pada tanggal 14 Desember 2010, KPU Kota Tangerang Selatan melakukan audiensi kepada kami di Provinsi Banten, berkaitan dengan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan KPU Kota Tangerang Selatan pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Nah, berdasarkan hal tersebut, kami karena memang hierarki dan pembuat kebijakan adalah KPU Pusat, maka kami mengirimkan surat ke KPU tertanggal 16 Desember, Nomor 985/KPU.Prov-015/XII/2010 perihal Tindak Lajut Putusan Mahkamah Konstitusi Kepada KPU RI, yang isinya memohon petunjuk berkaitan dengan tahapan Pemilukada yang harus dilakukan oleh KPU, serta apa yang dapat dilakukan oleh masing-masing pasangan calon di saat menunggu masa pemungutan suara tersebut dilangsungkan.
Kemudian pada tanggal 14 Januari 2011, KPU RI membalas surat kami melalui Surat Nomor 21/KPU/I/2011 kepada KPU Provinsi, perihal Pemungutan Suara Ulang Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi, yang mana isi dan maksud surat tersebut menjelaskan hal-hal yang diprilakukan oleh KPU Kota Tangerang…, Kota Tangerang Selatan. Kemudian surat tersebut kami tindak lanjuti ke KPU Kota Tangsera…, Ke KPU Kota Tangerang Selatan dengan Nomor 29/KPU.Prov-015/I/2011, tanggal 19 Januari, yang diambil langsung oleh Ketua dan Anggota KPU Kota Tangerang Sela…, Kota Tangerang Selatan. Di samping itu juga, KPU Kota Tangerang Selatan mempertanyakan keaslian dan bisa tidaknya KPU Kota Tangerang Selatan melaksanakan perintah surat tersebut. Oleh karena itu kami mengutus teman kami Agus Supriyatna, pada tanggal 18 Januari, KPU Provinsi bersama dengan KPU Kota Tangerang Selatan melakukan konsultasi ke KPU mengenai pelaksanaan surat KPU Nomor 21/KPU/I/2011 tersebut. Dan pada saat itu, alhamdulillah Pak Azis yang menerimanya dan Pak Agus Supriyatna yang melakukan perintah kami tersebut, mereka menjelaskan KPU Kota Tangerang Selatan melaksanakan isi dan maksud…, surat KPU dimaksud, jadi harus dilaksanakan mengenai DPT tersebut. Ya, itulah dasar perbaikan DPT yang dilakukan oleh KPU Kota Tangerang Selatan.
Pada tanggal 22 Februari, KPU Provinsi dan KPU Tangerang Selatan melakukan rapat terkait dengan persiapan pelaksanaan pemungutan suara, yang dalam hal ini diwakili oleh Pak Agus Supriyatna. Kemudian pada tanggal 25 Februari, KPU mengirimkan surat tentang…, nah, di sini ada…, waktu pemungutan suara ada tamu dari IFES dan Pak…, yang dari provinsi kami tugaskan Pak Agus, untuk memandu dalam proses pemungutan suara yang kebet…, yang dipantau oleh IFES tersebut.
Nah, kemudian pada tanggal 26 Februari 2011, KPU melakukan monitoring dan supervisi terhadap kesiapan pemungutan suara Kota Tangerang Selatan yang dilakukan anggota kami Saudara Lukman Hakim dan berita yang disampaikan kepada kami, “Persiapan sudah matang.”
21 Kemudian pada saat pemungutan suara pada tanggal 27 Februari, kami dari Provinsi Banten melakukan kegiatan berkunjung ke KPU Kota Tangerang Selatan pada saat pemungutan suara di TPS-TPS, dan pada saat itu tidak ada terjadi sesuatu yang…, yang menggelisahkan. Dan kami merasa aman pada saat itu dan bahkan sampai jam 22.00 kami baru pulang ke Banten dalam artian ke Kota Serang. Jadi pada saat pemungutan suara terjadi…, tidak terjadi hal-hal yang menggelisahkan atau membuat tidak kondusif, pada saat itu aman dan tenteram, terkendali, dan suasana tenang, gitu. Kemudian, pada saat rekapiluta…, rekapitulasi tanggal 3 Maret 2011 di Golf Pondok Cabe, keadaan pun tenang yang dihadiri oleh Muspida Kota Tangerang Selatan, lengkap. Pada saat itu, memang tidak ada keberatan masalah perolehan suara. Jadi yang hadir pada saat itu 3 saksi, yang tidak hadir adalah Saksi Nomor 1, memang yang menandatangani hanya Saksi Nomor 4.
Itulah yang dapat kami gambarkan bahwa dari kesimpulan itu, kami anggap bahwa KPU Kota Tangerang Selatan telah melak…, telah melaksanakan perintah putusan…, perintah amar putusan dari MK tersebut dengan baik.
Mungkin demikian yang dapat kami sampaikan pada Majelis Hakim Yang Mulia.
Demikian, wasalamualaikum wr. wb. 17. KETUA: MOH. MAHFUD MD
Baik. KPU Pusat? 18. KPU PUSAT: AZIS
Terima kasih, Yang Mulia. Assalamualaikum wr. wb.
Sebagaimana tadi sudah disampaikan oleh KPU Kota Tangerang Selatan maupun KPU Provinsi Banten, kami melakukan supervisi sebagaimana diamanatkan oleh amar Mahkamah Konstitusi. Dalam hal ini kami ingin sampaikan bahwa pada dasarnya kewenangan atributif penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah di Tangerang Selatan yang berada di tangan KPU Kota Tangerang Selatan. Oleh karena itu, dalam konteks supervisi ini kami hanya memberikan guidance terhadap hal-hal yang bersifat umum, universal yang dirasakan menjadi masalah oleh teman-teman KPU Tangerang Selatan. Perlu kami sampaikan bahwa surat yang didasar…, yang menjadi landasan bagi proses-proses pemutakhiran atau verifikasi ulang data pemilih itu, itu berdasarkan masukan juga dari…, laporan dari teman-teman KPU Kota Tangerang Selatan. Dan kami secara umum, ingin kami sampaikan bahwa merujuk kepada beberapa putusan Mahkamah Konstitusi yang lalu, yang memberikan perhatian kepada hak-hak konstitusional warga, maka kami berupaya meningkatkan sensibilitas, meningkatkan kepekaan kami
22 terhadap hak-hak politik sebagai wujud hak-hak konstitusional warga. Oleh karena itu, surat ini harus dipandang sebagai landasan umum atau substansi yang bersifat mengikat bagi kita…, bagi kami semua, untuk menghormati hak-hak konstitusional warga.
Saya kira ini yang ingin kami tambahkan, dan proses-proses supervisi yang secara langsung itu berdasarkan hierarkinya, dilakukan oleh KPU Provinsi Banten.
Terima kasih, Yang Mulia. Assalamualaikum wr. wb. 19. KETUA: MOH MAHFUD MD
Waalaikumsalam.
Baik, berikutnya dari Bawaslu.
20. BAWASLU: BAMBANG EKA CAHYA W Assalamualaikum wr. wb.
Majelis Hakim Yang Mulia, kami dari Bawaslu menyampaikan Laporan Hasil Pengawasan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Kota Tangerang Selatan secara tertulis, dan akan saya bacakan sebagai berikut. Sehubungan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 209-210/PHPU.D-VIII/2010 tanggal 10 Desember 2010 tentang Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Derah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2010 Kota Tangerang Selatan, maka Badan Pengawas Pemilu beserta Panita Pengawas Pemilu Kota Tangerang Selatan telah melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemungutan suara ulang Pemilukada di Kota Tangerang Selatan. Sehubungan dengan hal itu, dan memenuhi Surat Panitera Mahkamah Konstitusi Nomor 317.29-210/PAN.MK/III?2011 tanggal 16 Maret 2011 perihal Panggilan Sidang Dilaporkan Hasil Pengawasan Pemungutan Suara Ulang tersebut, sebagai berikut; Pertama, pemungutan suara ulang telah diselenggarakan pada tanggal 27 Februari 2011. Yang ke dua, pelaksanaan pengawasan pemungutan suara ulang Pemilukada di Kota Tangerang Selatan antara lain telah dilakukan upaya sebagai berikut;
A. Bawaslu
A.1 Pengawasan preventif. Surat Bawaslu kepada KPU Nomor 274/Bawaslu/III/2010 tanggal 31 Maret 2010 perihal Penyelenggaraan Tahapan dan Pemungutan Suara Pada Pemilukada Tahun 2010. Surat Bawaslu kepada Panwaslukada Nomor 091/Bawaslu/II/2010 tanggal 14 Februari 2010 perihal Instruksi Pengawasan Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilukada Tahun 2011. Surat Kesepakatan Kerjasama Nomor 01/Bawaslu/KK/II/2011 dan Nomor UN.01/R/OT.01.6264 tanggal 28 Februari 2011 antara Bawaslu dengan Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatulah tentang Keterlibatan Masyarakat pada
23 Pengawasan Partisipatif dalam Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Wilayah Provinsi Banten. Tujuan dari sepakatan tersebut adalah;
a. Untuk memperkuat peran pengawasan dan pemantauan Pemilu, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu, khususnya Pemilukada di wilayah Provinsi Banten.
b. Upaya preventif mencegah terjadinya pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh para pihak dalam penyelenggaran Pemilukada di wilayah Provinsi Banten. Dan,
c. Memberikan pendidikan politik kepada masyarakat terutama kepada mahasiswa terkait pengawasan Pemilukada di wilayah Provinsi Banten. Bentuk kerjasama antara Bawaslu dengan UIN Syarief Hidayatullah Jakarta antara lain dilakukan dengan bentuk pemantauan bersama, yakni;
a) Bawaslu dan UIN Syarief Hidayatullah bekerja sama melakukan pemantauan bersama di beberapa daerah titik yang disepakati di wilayah Provinsi Banten, berdasarkan pertimbangan kerawanan dan potensi pelanggaran yang diprediksi akan banyak terjadi. Dan,
b) Dalam melakukan pemantauan bersama, tim akan berkoordinasi dengan Panwas setempat terkait pemberian informasi, bila ditemukan adanya pelanggaran Pemilu, Sehingga Panwas dapat meneruskan dan menindaklanjuti pelanggaran yang terjadi.
Bawaslu menyelenggarakan supervisi khusus pada Panwaslukada Kota Tangerang Selatan, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan dan Pengawas Pemilu Lapangan, yang diselenggarakan secara bertahap. Tahap pertama, supervisi untuk penguatan strategi pengawasan utamanya pengawasan preventif oleh Anggota Bawaslu, Wahida Suaib, didampingi oleh Tim Asistensi, Heriyanto, dan Staf di Bagian Pengawasan Pemilu, Khaerul Mukmin, yang dilaksanakan tanggal 13 Januari sampai dengan 14 Januari 2011.
Tahap ke dua, Inspektorasi dan Pengawasan Kinerja Pengawas dalam bentuk inspeksi oleh Anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fredelina Sitorus, didampingi oleh Asistensi Bawaslu, Prayogo, dan Staf Filbert Sidabutar tanggal 26 Januari sampai dengan 27 Januari 2011.
Dan tahap ke tiga, Supervisi Untuk Penguatan Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa oleh Anggota Bawaslu, Wiryaningsih, didampingi oleh Tim Asistensi Bawaslu, Turmudzi dan Bagian Tata Laksana, Achmad Yani, pada tanggal 18 Februari sampai dengan 19 Februari 2011.
Materi yang diberikan dalam supervisi tersebut antara lain tentang penataan dan penguatan pengawasan, dan penanganan pelanggaran serta tindak lanjut pelanggaran pada pemungutan suara ulang Pilkada Kota Tangerang Tahun 2011. Evaluasi kinerja
24 Panwaslukada Kabupaten, Panwascam, dan PPL, dan pengawasan kesiapan logistik pemungutan suara ulang Pilkada di KPU Kota Tangerang Selatan.
A2 pengawasan pemungutan suara ulang Pemilukada. Dalam rangka pengawasan pemungutan suara…, suara ulang Pemilukada di Kota Tangerang Selatan tanggal 27 Februari 2011, Bawaslu juga menerjunkan Tim Supervisi Pengawasan yang terdiri dari Anggota Bawaslu, Wahida Suaib, Konsultan Bawaslu, Titi Anggreini, dan Kasubbag Teknis Pengawasan, Jonly Maranpet, serta Staf Bagian Tata Laksana, Dina Eka Winarni. Tim tersebut melakukan hal-hal sebagai berikut;
1. Rakor pengawasan pada tanggal 26 Februari 2011 di Hotel Aston Tangerang, Bawaslu menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengawasan dengan Panwaslukada dan Sekretaris Panwaslukada Kota Tangerang Selatan dengan materi yang dibahas adalah:
1. Persiapan pengawasan pemungutan suara ulang, modus pelanggaran yang telah terjadi dan potensi pelanggaran yang diprediksi akan terjadi, pemetaan kecamatan desa TPS yang berpotensi menjadi…, terjadi pelanggaran dan kerawanan pemetaan menjadi pertimbangan untuk menentukan lokasi pengawasan, realitas kinerja, dan integritas pengawas Pemilukada dan KPU Kabupaten…, KPU Kota Tangerang Selatan.
2. Prediksi partisipasi masyarakat dalam pemungutan suara ulang Pemilukada, netralitas atau intervensi pemerintah daerah terhadap pelaksanaan pemungutan suara ulang Pemilukada.
3. Memberikan saran dan masukan kepada Panwaslukada tentang titik rawan pelanggaran, strategi pengawasan, dan penanganan pelanggaran yang akan dihadapi dalam pemungutan suara ulang, yakni;
A. Pelaksanaan pemungutan suara di tempat pemungutan suara. B. Pergerakan surat suara dari KPPS ke PPS.
C. Ketepatan penyerahan kotak suara dari PPS ke PPK, dan D. Ketepatan rekapitulasi di PPK.
2. Pengawasan spot-check. Pada tanggal 26 Februari sampai dengan 28 Februari 2011, Bawaslu melakukan pengawasan spot-check di TPS, PPS, dan PPK, sebagai berikut; untuk persiapan pemungutan suara ulang tanggal 26 Februari 2011, Bawaslu mengawasi persiapan pemungutan suara ulang Pemilukada pada TPS 11 Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, TPS 6 Kelurahan Cilengang, Kecamatan Serpong, BPK Kecamatan Serpong dan memberikan supervisi pada Panwascam Kecamatan Serpong. Pemungutan suara ulang tanggal 27 Februari 2011, Bawaslu mengawasi pemungutan suara ulang Pemilukada pada TPS 9 Kelurahan Pakulon, Kecamatan Serpong Utara, TPS 23 dan TPS 25 pada Kelurahan Renggas, Kecamatan Ciputat Timur, TPS 21 Kelurahan Pisang, Kecamatan Ciputat Timur, TPS 32 dan TPS 33 pada Kelurahan Cempaka Putih,
25 Kecamatan Ciputat Timur, serta TPS 35 dan TPS 36 Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur. Pergerakan surat suara dan rekapitulasi penghitungan suara pada tanggal 27 Februari 2011, Bawaslu mengawasi pergerakan surat suara di kantor PPS Kelurahan Sawah Baru dan kantor PPS Kelurahan Sawah Lama, pada Kecamatan Ciputat, serta kantor PPK Kecamatan Pamulang. Kemudian pada tanggal 28 Februari 2011, Bawaslu juga mengawasi rekapitulasi penghitungan suara di kantor PPK Kecamatan Pamulang. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan PSU di TPS, dan pergerakan surat suara dari KPPS sampai dengan PPK dapat berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Adapun langkah-langkah tersebut dilakukan sebagai berikut; persiapan PSU di TPS, PPK, dan Panwascam, mendatangi lokasi TPS, kantor PPK, dan kantor Panwascam, pada waktu satu hari sebelum penyelenggaraan pemungutan suara ulang. Mengawasi persiapan penyelenggaraan pemungutan suara ulang yang dilaksanakan dengan cara pengawasan keliling pada TPS dan PPK terpilih, adapun yang diawasi antara lain di tingkat TPS tempat atau lokasi pemungutan suara, perlengkapan pemungutan suara ulang, dan pemahaman KPPS dan PPK terhadap Peraturan Perundang-Undangan tentang Pemilukada, mengingatkan KPPS dan PPK terhadap hal-hal sebagai berikut;
1. Persiapan pelaksanaan pemungutan suara ulang, dan
2. Peraturan Perundang-Undangan Pemilukada dan perubahan peraturan KPU tentang teknis pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS, antara lain keabsahan coblos tembus surat suara dalam Pemilukada, diperbolehkannya pemilih yang terdaftar di DPS untuk menggunakan hak pilihnya serta mendapatkan…, setelah mendapatkan C-6.
Supervisi pengawasan pada Panwascam terkait hal-hal sebagai berikut; pengawasan persiapan pemungutan suara, peraturan perundang-undangan dan Pemilukada, penanganan pelanggaran dan tindak lanjut, pemungutan suara ulang di TPS, mendatangi lokasi TPS pada pelaksanaan pemungutan…, pada saat pelaksanaan pemungutan dimulai, mengawasi proses pemungutan dan perhitungan suara yang dilaksanakan dengan cara pengawasan keliling pada TPS terpilih.
Adapun proses tahapan tersebut, diawasi antara lain; persiapan pelaksanaan pemungutan suara, proses pelaksanaan pemungutan suara, persiapan perhitungan suara dan proses pelaksanaan penghitungan suara, memberikan petunjuk dan arahan kepada pengawas Pemilu Lapangan dan Panwas Kecamatan antara lain tentang pengawasan terhadap DPT tetapi tidak berdomisili di wilayah TPS tersebut, pengawasan terhadap surat suara yang tidak terpakai, pengawasan terhadap coblos tembus surat suara, dan pengawasan proses pengisian
26 dan penandatanganan Berita Acara dan sertifikat hasil penghitungan suara di tingkat TPS.
C. Pergerakan surat suara dari PPS ke PPK dan rekapitulasi perhitungan suara di PPK. Pergerakan surat suara yakni mendatangi kantor PPS dan PPK pada saat kotak suara berada di kantor tersebut, mengawasi penyerahan kotak suara dari PPS kepada PPK, dan memberikan petunjuk dan arahan kepada Panwas Kecamatan tentang Pengawasan Proses Pergerakan Surat Suara dari TPS Sampai dengan Kantor PPK.
Rekapitulasi penghitungan suara, yakni mendatangi lokasi rekapitulasi perhitungan suara di tingkat PPK, mengawasi proses rekapitulasi perhitungan suara di tingkat PPK, memberikan petunjuk dan arahan kepada Panwascam terkait rekapitulasi penghitungan suara pemungutan suara ulang Pemilukada.
3. Rapat evaluasi hasil pengawasan spot check. Pada tanggal 27 Februari 2011, Bawaslu dan Panwaslukada menyelenggarakan rapat evaluasi terkait hasil pengawasan spot check bertempat di kantor Panwaslukada Kota Tangerang. Rapat tersebut bertujuan untuk:
a. Melakukan sharing evaluasi kegiatan, terkait proses dan hasil pengawasan.
b. Melakukan konfirmasi kepada Panwaslukada, terkait temuan dan informasi yang didapatkan selama pengawasan.
c. Memberikan saran dan rekomendasi terkait masalah dan temuan pelanggaran yang terjadi.
Hasil rapat evaluasi pengawasan tersebut ditemukan hal-hal sebagai berikut;
Pemungutan suara
a. KPPS tidak memahami aturan terkait coblos tembus surat suara dan warga negara yang terdaftar di DPS, tetapi tidak terdaftar di DPT, bisa memilih. Hal tersebut ditemukan pada KPPS 11 Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, KPPS 6 Kelurahan Cilenggang Kecamatan Serpong, KPPS 9 Kelurahan Paku Kulon, Kecamatan Serpong Utara, KPPS 25 Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat Timur dan KPPS 21 Kelurahan Pisang Kecamatan Ciputat. Terhadap hal tersebut, Bawaslu dan Panwaslukada pada saat di lokasi KPPS, segera mensosialisasikan peraturan tersebut kepada KPPS. TPS 23 Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat Timur, tata ruang pemungutan suara tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. TPS 21 Kelurahan Pisang Kecamatan Ciputat Timur, ditemukan 92 orang dalam DPT menggunakan alamat yang sama, yaitu kompleks IAIN Nomor 8 RT 03/RW 06 Kelurahan Ciputat.
b. Panwaslukada dan Bawaslu, telah melakukan klarifikasi kepada Ketua KPPS di lokasi TPS terkait masalah tersebut. KPPS memberikan penjelasan, sebagai berikut;
27 Hal tersebut, sudah diklarifikasi kepada pemilih alamat yaitu Ibu Rusidia Sabuki Nomor NIK 3674055112430002, Ibu Rusidia Sabuki telah mengeluarkan pernyataan tertulis yang menjelaskan bahwa dari 92 nama tersebut terdapat dua orang yang benar beralamat tersebut dan 90 orang yang lain, tidak lagi beralamat di situ karena telah pindah alamat. KPPS telah mencoret 90 nama orang tersebut dari DPT. Selanjutnya, Bawaslu merekomendasikan kepada Panwaslukada untuk segera menelusuri kemungkinan adanya modus manipulasi DPT dalam kasus tersebut. Bawaslu merekomendasikan pada Panwaslukada untuk segera melakukan klarifikasi pada Ibu Rusidia Sabuki dan Pihak-Pihak Terkait lainnya.
KPPS pada TPS 35 Kelurahan Pondok Ranji Kecamatan Ciputat Timur, tidak memberikan tanda silang pada surat suara yang tidak terpakai. Hal tersebut, rawan untuk disalahgunakan dan Bawaslu bersama Panwaslukada segera merekomendasikan kepada KPPS untuk memberi tanda bahwa surat suara tersebut tidak dipakai. Pergerakan surat suara;
a. PPS Kelurahan Sawah Baru Kecamatan Ciputat Timur, terdapat 6 kotak suara yang kurang kertas segelnya, sehingga lubang kotak suara tidak tertutup rapat.
b. PPS Kelurahan Sawah Lama Kecamatan Ciputat dan PPK Kecamatan Pamulang, terdapat gembok kotak suara yang tidak disegel. Bawaslu merekomendasikan kepada Panwascam, untuk segera mencatat dan mendokumentasikan semua kotak suara yang bermasalah dalam hal segel, merekomendasikan kepada PPK untuk segera memasang segel pada kotak suara yang belum sempurna penyegelannya.
c. Memproses sebagai pelanggaran administrasi pemilu, apabila PPK tidak mengindahkan rekomendasi tersebut.
B. Panwaslukada Kota Tangerang Selatan; Pengawasan preventif;
1. Surat himbauan Panwaslukada Kota Tangerang Selatan pada PJ Walikota Tangerang Selatan Nomor 118/Panwaslu-KotaTS/I/2011, tanggal 19 Januari tentang Netralitas Birokrasi PNS Dalam Pemungutan Suara Ulang Kota Tangerang Selatan. Surat himbauan Panwaslukada Kota tangerang Selatan kepada Pasangan Calon Nomor 119 tanggal 20 Januari 2011 tentang Himbauan Tidak Melibatkan Birokrasi dan PNS.
Panwaslukada Kota Tangerang Selatan menyelenggarakan bimbingan teknis pada Panwascam dan PPA tentang pengawasan penanganan dan tindak lanjut pelanggaran pemungutan suara ulang, pada tanggal 11 Februari dan sampai dengan 12 Februari bertempat di Gedung Goes Puspitek Tangerang. Surat Panwaslukada KPU Kota Tangerang kepada KPU Kota Tangerang Selatan Nomor 171 tanggal 4
28 Maret 2011 tentang Laporan Jumlah Pengembalian C-6 dan Rekomendasi Tindak Lanjut Keberatan Saksi Nomor 2.
Panwaslu Tangerang Selatan bekerja sama dengan perguruan tinggi yang berada di Kota Tangerang Selatan, membentuk asisten pengawas pemilu lapangan. Jumlah mahasiswa yang direkrut untuk menjadi asisten pengawas Pemilu lapangan sebanyak 1.890 orang, ditambah 54 koordinator asisten pengawas Pemilu lapangan.
Pengawasan dan penanganan pelanggaran, hasil pengawasan Panwaslukada Kota Tangerang Selatan, antara lain sebagai berikut, pelaksanaan optimalisasi DPT-PSU Pemilukada yang diselenggarakan KPU Kota Tangerang Selatan tanggal 21 Januari sampai dengan 31 Januari, ditemukan hal-hal:
1. Standarisasi format DPT yang tidak praktis. 2. Program IT yang tidak mengakomodir kebutuhan.
3. Keterlambatan KPU Tangerang Selatan dalam menetapkan DPT. Surat Tim Kemenangan Drs. H. Arsid, M.Si dan Andre Taulany, kepada Panwaslu Kota Tangerang Selatan Nomor 266/KPU Tangsel/I/2011 tanggal 27 Januari 2011, Perihal Keberatan Terhadap Surat Kpu Kota Tangerang Selatan Tentang Ralat Pedoman Pelaksanaan Pemutahiran Data dan Daftar Pemilih Pemungutan Suara Ulang. Temuan dugaan intimidasi yang dilakukan oleh aparat Kelurahan Sawah kepada masyarakat pelapor bertempat di rumah Saudara Suprihatin di Jombang. Intimidasi tersebut adalah untuk mencabut laporan kepada Panwaslukada atas pelanggaran politik uang yang dilakukan oleh Pasangan Calon Nomor 4 di Kampung Sawah, Kecamatan Ciputat.
Penanganan dan tindak lanjut pelanggaran antara lain Surat Panwaslukada Kabupaten Tangerang Selatan tentang Dugaan Kampanye Dalam Acara Ulang Tahun PKK di Pendopo Kabupaten Tangerang, Pada Hari Rabu Tanggal 29 Desember 2010. Surat Panwaslukada Kabupaten Tangerang Selatan tentang Dugaan Kampanye Dalam Acara Ulang Tahun PKK Pendopo Tangerang, hari Rabu Tanggal 29 Desember, Surat Panwaslukada Kabupaten Tangerang Selatan Nomor 006 tentang Dugaan Kampanye Dalam Tayangan TVRI, Tanggal 31 Januari 2011, Surat Panwaslukada Kabupaten Tangerang Selatan Kepada Gakkumdu Nomor 005 tentang Pembagian Sembako Oleh Pasangan Nomor Urut 3, Surat Panwaslukada Kabupaten Tangerang Selatan Kepada Gakkumdu Nomor 025 tentang Politik Uang Oleh Pasangan Nomor Urut 4, Surat Panwaslukada Kabupaten Tangerang Selatan Pada Gakkumdu Nomor 026 tentang Politik Uang Oleh Pasangan Nomor 4.
Disamping hal tersebut Baswalu juga menugaskan Saudara Yulianto dan Saudara Raditia Semegawe untuk melakukan supervisi penanganan dan tindak lanjut penanganan PSU Pemilukada 2011 kepada Panwaslukada Kota Tangerang Selatan pada tanggal 28 Februari sampai dengan 1 Maret 2011. Hal-hal yang telah dilakukan antara lain: