• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

50 BAB IV

ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Aspek Manusia 4.1.1 Analisa Perilaku Pengguna

Sekolah tinggi seni tari yang didesain ini merupakan bangunan unit pendidikan yang dibuat bersamaan dengan asrama untuk menjawab kebutuhan tinggal dari orang-orang yang berprofesi sebagai penari. Melalui survei terhadap sekolah tinggi seni tari dan wawancara langsung dengan para penari, maka diketahui beberapa poin tentang para penari terkait dengan kegiatan yang mereka lakukan adalah sebagai berikut:

1. Kegiatan keseharian didominasi dengan menari dan belajar

2. Memiliki jadwal kuliah yang relative teratur dan jam menari yang tidak menentu

3. Dibutuhkannya sebuah ruang penunjang seperti tempat fitnes agar menjaga kebugaran dan hunian yang bisa digunakan setiap saat.

Untuk menunjang poin-poin diatas, maka dalam desain sekolah tinggi seni tari ini harus dapat dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

1. Sekolah Tinggi Seni Tari harus dapat memberi kenyamanan thermal, verbal, visual, dan juga spasial bagi penghuninya

2. Sekolah Tinggi Seni Tari dapat memberikan rasa aman dari gangguan iklim, juga keamanan

3. Sekolah Tinggi Seni Tari mampu menjawab kebutuhan ruang bagi berbagai aktivitas para penari

4.1.2 Analisa Jenis Kegiatan

Menurut hasil survei dan wawancara, diketahui adanya kegiatan-kegiatan yang berlangsung di dalam sekolah tinggi seni tari, seperti:

(2)

51 Adalah kegiatan rutin harian yang wajib dilakukan para penari, terutama menjelang pertunjukan. Latihan mempersiapkan para penari untuk dapat menguasai pertunjukan yang akan mereka lakukan.

2. Makan

Makan merupakan kebutuhan setiap makhluk hidup , termasuk penari. Dengan makan, mereka mendapatkan energi sehingga mampu mengerjakan aktivitas sehari-harinya.

3. Istirahat, tidur

Istirahat adalah suatu keadaan dimana kegiatan jasmaniah menurun yang berakibat badan menjadi lebih segar. Sedangkan tidur adalah suatu keadaan relatif tanpa sadar yang penuh ketenangan tanpa kegiatan yang merupakan urutan siklus yang berulang-ulang dan masing-masing menyatakan fase kegiatan otak dan badaniah yang berbeda (Tarwoto, 2006). (Sumber: http://dr-suparyanto.blogspot.com/2011/03/konsep-istirahat-tidur.html / 24Maret/19:47).

4. Service

Kegiatan service merupakan jenis kegiatan yang bersifat melayani dan menunjang aktivitas utama pada sekolah tinggi seni tari. Adapun kegiatan servis dalam bangunan tersebut seperti ; memasak, mencuci juga aktivitas parkir.

4.1.3 Analisa Pola Kegiatan

Berikut Mapping gerak tari yang sudah di bahas pada bab II sebelumnnya: Ekoprawiro

Standard Ruang: 17.5 m2 Ketinggian Plafon yang dibutuhkan ± 3.5m Lawung

Standard Ruang: 10.5 m2 Ketinggian Plafon yang dibutuhkan ± 3.5m

(3)

52 Bondan

Standard Ruang: 6.25 m2 Ketinggian Plafon yang dibutuhkan ± 3 m Gambyong

Standard Ruang: 2.25 m2 Ketinggian Plafon yang dibutuhkan ± 3 m Sugriwo

Standard Ruang: 9 m2 Ketinggian Plafon yang dibutuhkan ± 3 m Tabel 10. Analisa Mapping Gerak Tari

Untuk mengetahui kebutuhan ruang, perlu diketahui pelaku kegiatan dalam sekolah tinggi seni tari, dimana dalam desain ini pelaku kegiatan dibagi menjadi 2 berdasarkan sifat kegiatan yang dilakukannya, yaitu:

A. Pengelola Sekolah Tinggi Seni Tari

Semua pihak yang berperan di dalam kompleks Sekolah Tinggi Seni Tari. B. Pengguna, terdiri atas:

o Penari: Pengguna utama bangunan.

o Pengajar: Pengguna bangunan sebagai pendamping penari.

o Wartawan: Merupakan tamu yang sifatnya sewaktu-waktu terkait dengan kegiatan-kegiatan tertentu.

o Pemerintah: Merupakan tamu yang sifatnya adalah kunjungan sewaktu-waktu.

o Masyarakat umum: Pengguna bangunan berasal dari luar.

Fokus utama sekolah tinggi seni tari ini adalah para penari dengan kegiatan utama dalam bangunan adalah menari dan beristirahat di dalam. Sedangkan kegiatan yang dilakukan oleh para staf adalah bekerja menjalankan tugasnya masing-masing untuk keberlangsungan sekolah tinggi seni tari.

(4)

53 Kebutuhan ruang ruang dalam bangunan Sekolah Tinggi Seni Tari ini, dikelompokan menjadi: Kelompok edukatif, Semi-edukatif, administrasi, pelengkap, hunian serta servis. Sebelum membuat tabel kebutuhan ruang, berikut ini telah dibuat skema pola kegiatan ruang sekolah tinggi tari untuk mengetahui ruang-ruang apa saja yang diperlukan agar dapat menunjang kegiatan mereka didalam bangunan tersebut.

Gambar 12. Pola kegiatan mahasiswa

Gambar 13. Pola kegiatan pengguna Asrama

Teater tertutup Pengunjung Drop Off Main Entrance Administrasi Pedestrian Edukatif Teater terbuka Kantin Musholla Kantin Parkir Fasilitas Pengunjung Basement Lobby Pedestrian Kamar

(5)

54 Gambar 14. Pola Kegiatan staff Pengelola Asrama

Gambar 15. Pola Kegiatan Kelompok Semi Edukatif

Gambar 16. Pola Kegiatan Kelompok Administrasi

Receptionist Staff Parkir Lobby Drop Off Toilet

(6)

55 Gambar 17. Hubungan Ruang Kelompok Edukatif

Dari analisa kegiatan pengunjung dan staff, diketahui kebutuhan-kebutuhan ruang yang harus dihadirkan dalam Sekolah Tinggi Seni Tari, dimana untuk pengelompokan kebutuhan ruang tersebut penyusun membaginya dalam beberapa tabel menurut jenis kelompok yang ada, yaitu sebagai berikut:

1) Tabel Kebutuhan Ruang Kelompok Edukatif

Ruang Pengguna Sifat Ruang Kegiatan

Ruang Kuliah Teori - Mahasiswa - Pengajar - Publik - Tenang - Tertutup

- Belajar Pelajaran Teori

Ruang Latihan Tari - Mahasiswa - Pengajar - Semi publik - Ramai - Semi terbuka - Berlatih Tari Ruang Latihan Karawitan - Mahasiswa - Pengajar - Semi publik - Tenang - Semi terbuka - Berlatih Karawitan Ruang Diskusi - Mahaiswa - Pengajar - Privat - Tertutup - Berdiskusi Ruang Seminar - Penari - Pengajar - Privat - Formal - Kegiatan Seminar - Kegiatan Ceramah

(7)

56 Perpustakaan - Semua pengguna sekolah tari - Semi public - Tenang - Tertutup - Mencari refrensi

Tabel 11. Tabel Kebutuhan Ruang Kelompok Edukatif

2) Tabel Kebutuhan Ruang Kelompok Semi Edukatif

Ruang Pengguna Sifat Ruang Kegiatan

Teater tertutup - Penari - Pengajar - Pengunjung - Semi Public - Ramai - Tertutup - Pementasan - Pegelaran Karawitan Teater Terbuka - Penari - Pengajar - Pengunjung - Semi Public - Ramai - Terbuka - Pementasan - Pegelaran Karawitan

Tabel 12. Tabel Kebutuhan Ruang Kelompok Semi Edukatif

3) Tabel Kebutuhan Ruang Kelompok Administrasi

Ruang Pengguna Sifat Ruang Kegiatan

Ruang Staff Pengajar - Staff Pengajar - Private, - Ramai - Tertutup -Beristirahat -Berkomunikasi antar staf. Ruang Pimpinan Pimpinan - Privat - Tertutup - Bertemu Pimpinan - Beristirahat Ruang Wakil Pimpinan Wakil pimpinan - Privat - Tertutup - Bertemu Wakil Pimpinan - Beristirahat Ruang Sekretaris

Sekretaris - Publik - Mengatur kegiatan pimpinan serta wakil pimpinan Ruang Rapat - Penari - Pengajar - Privat - Tertutup - Berdiskusi Ruang Administrasi -Staff Administrasi - Public - Tertutup - Urusan Administrasi

(8)

57 -Staff

keuangan

- Tenang

Tabel 13. Tabel Kebutuhan Ruang Kelompok Administrasi

4) Tabel Kebutuhan Ruang Kelompok Pelengkap

Ruang Pengguna Sifat Ruang Kegiatan

Ruang Kemahasisw aan - Penari - Private, - Ramai - Tertutup - Diskusi - Rapat Kantin - Semua pengguna sekolah - Privat - Tertutup - Bertemu Pimpinan - Beristirahat Wc/ Toilet -Semua pengguna sekolah - Privat - Tertutup - Tenang - Urusan Administrasi Musholla - Semua pengguna sekolah - Privat - Tertutup - Tenang - Beribadah Ruang P3K - Penari - Staff sekolah - Public - Tertutup - Nyaman - Berobat - Istirahat Gudang

- Staff sekolah - Public - Tertutup - Menyimpan baran Dapur / Pantry - Semua penghuni sekolah - Terbuka - Public - Memasak

(9)

58 5) Tabel Kebutuhan Ruang Kelompok Hunian

Ruang Pengguna Sifat Ruang Kegiatan

Unit Kamar mahasiswa - Private, - Tertutup - istirahat Kantor pengelola Pengelola, mahasiswa - public - Terbuka - Bertemu pengelola - Mengurus administrasi sekolah Ruang serba guna Pengguna hunian - Privat - Tertutup - Tenang Seminar, diskusi Musholla - Semua pengguna sekolah - Privat - Tertutup - Tenang - Beribadah Ruang P3K/ klinik - Penari - Staff sekolah - Public - Tertutup - Nyaman - Berobat - Istirahat Gudang

- Staff sekolah - Public - Tertutup - Menyimpan baran Dapur / Pantry - Semua penghuni asrama - Terbuka - Public - Memasak Restaurant - Semua penghuni asrama - Terbuka - Public - makan

Ruang baca - Semua penghuni asrama - Terbuka - Public - Tenang - membaca Ruang belajar - Semua penghuni asrama - Terbuka - Public - Tenang - belajar

(10)

59 Ruang bersama - Semua penghuni asrama - Terbuka - Public - bersosialisasi Fitnes Semua penghuni asrama - Terbuka - Public - Berolahraga Minimarket Semua penghuni asrama - Terbuka - Public - Membeli kebutuhan sehari hari

Tabel 15. Tabel Kebutuhan Ruang Kelompok Hunian

6) Tabel Dimensi Kebutuhan Ruang

Jenis Kebutuhan Ruang Standart Sum

ber Kebut uhan Luas Ruang Hunian Hall/ Lobby 1.6m 2 x 100 orang - 1 unit 160 m 2 Resepsionis 2m x 2.5 m - 1 unit 5 m2 Kantor Pengelola 9m 2 x 5 orang - 1 unit 45 m 2 Ruang Serbaguna 1.5m 2 x 40 orang - 1 unit 60 m 2 Ruang Baca 1.5m 2 x 40 orang - 1 unit 60 m 2 Ruang Belajar 1.5m 2 x 40 orang - 1 unit 60 m 2 Ruang Bersama 1.6m2 x 100 orang - 1 unit 160 m 2 Unit Studio A 19 m2 - 70 unit 1330 m 2

Unit Studio B 22 m2 - 78 unit 1716 m2 Dapur Bersama 10 m2 - 14 unit 140 m2

(11)

60 Restaurant 2.4 m 2 x 60 orang AS 1 unit 160 m 2 Dapur 5m x 9m AS 1 unit 45 m2 Gudang Dapur 4m x 5m - 1 unit 20 m2 WC Umum 4m x 5m AS 2 unit 40 m2 Atm Center 1.5m

2 x 15

orang NAD 1 unit 24 m 2 Fitness 3m 2 x 20 orang AS 1 unit 72 m 2 Minimarket 8m x 12m - 1 unit 96 m2 Musholla 6m x 12m AS 1 unit 72 m2 Wudhu 4m x 5m - 2 unit 40 m2 Gudang Minimarket 5m x 6m - 1 unit 30 m2 Laundry 4m x 5m - 1 unit 20 m2 Kolam Renang 20m x 11m AS 1 unit 220 m2

Ruang Ganti 3m x 6m AS 2 unit 36 m2 Gudang Umum 3m x 6m - 2 unit 36 m2 Ruang P3K / Klinik 3m x 6m AS 1 unit 18 m2

Total Luas Kelompok Hunian 4791 m2

Edukat if

Ruang Kuliah Teori 69 m 2

/ 32

orang AS 10 unit 690 m 2

Ruang Latihan Tari Besar 1

17.5 m2 /

15 orang - 1 unit 425 m 2

Ruang Latihan Tari Besar 2

10.5 m2 /

15 orang - 1 unit 216 m 2

Ruang Latihan Tari Besar 3

9 m2 / 15

orang - 1 unit 175 m 2

Ruang Latihan Tari Kecil 2.25 m 2

/

15 orang - 1 unit 69 m 2

Ruang Latihan Tari Sedang

6.25 m2 /

15 orang - 1 unit 146 m 2

(12)

61 Ruang Latihan Karawitan 3.15 m

2 x 20 orang - 1 unit 63 m 2 Ruang Karawitan Instrument Sejenis Gender 2 m2 / 15 orang - 1 unit 30 m 2 Rebab 2 m2 / 15orang - 1 unit 30 m 2 Kecapi 2 m2 / 15orang - 1 unit 30 m 2 Gangsa 2 m2 / 15orang - 1 unit 30 m 2 Terompong 2 m2 / 15orang - 1 unit 30 m 2 Ruang Seminar 1.5 m 2 / 70 orang AS 1 unit 105 m 2 Ruang Diskusi 2 m 2 / 14 orang AS 1 unit 34 m 2 Perpustaka an Ruang Baca 1.5 m2 /

120 orang NAD 1 unit 235 m 2 Counter 3m x 5m - 1 unit 15 m2 Ruang Penitipan 3m x 4m - 1 unit 12 m 2 Ruang Foto Copy 3m x 4m - 1 unit 12 m 2

Total Luas Kelompok Edukatif 2347 m2

Admini strasi

Ruang TU/ Administrasi 2 m 2

x 15

orang NAD 1 unit 128 m 2

Ruang Arsip 4m x 6m - 1 unit 24 m2 Gudang 2m x 5m - 1 unit 10 m2 Ruang Staff Pengajar/

Dosen

2.5 m2 /

30 orang - 1 unit 95 m 2

(13)

62 Ruang Rektor 3m x 6m - 1 unit 18 m2 Ruang Wakil Rektor 3m x 6m - 1 unit 18 m2 Ruang Sekretaris 3m x 3m - 1 unit 9 m2

Pantry 2m x 4m NAD 1 unit 8 m2 Ruang Rapat 1.8m

2 x

20 orang - 2 unit 76 m 2

Ruang Tunggu 3m x 6m - 1 unit 18 m2 Total Luas Pelayanan Kelompok Administrasi 404 m2

Semi Edukat if Teater Tertutup Pentas /Panggung 8 m2 / 15 orang AS 1 unit 120 m 2 R. Ganti/ rias 4m x 5m - 2 unit 45 m 2 R. Latihan pentas 1.5m2 x 10 orang - 6 unit 144 m 2 R. Tunggu Pemain 5m x 6m - 2 unit 64 m 2 R. Penonton 0.7 m2 / orang AS 500 orang 351 m 2 Lobby 0.7 m2 / 100 orang AS 2 unit 140 m 2 Foyer 0.7 m2 / 40 orang - 2 unit 56 m 2

Kantin 3m x 6m NAD 1 unit 18 m2 Kantor Pengurus 4m x 5m - 1 unit 20 m 2 R. control cahaya dan suara 2m2 / 4 orang - 2 unit 16 m 2 WC 3m x 4m - 1 unit 12 m2

(14)

63 penonton pria WC penonton wanita 3m x 4m - 1 unit 12 m2 Toilet Pemain 1.5m x 1m - 4 unit 10 m 2 Gudang/ Workshop 4m x 5m - 1 unit 20 m 2 Mekanikal &Elektrikal 4m x 5m - 1 unit 20 m 2 Teater Terbuka Pentas arena 8m2 x 10 orang AS 1 unit 105 m 2 R. Tunggu Pemain 6m x 9m - 1 unit 54 m 2 R. Penonton 0.7 m2 /orang - 350 orang 265 m 2

Ruang Rias 3m x 8m - 2 unit 32 m2 Bengkel 3m x 8m - 1 unit 16 m2 Gudang 3m x 8m - 1 unit 16 m2 Total Luas Pelayanan Kelompok Semi Edukatif 1536 m2

Peleng kap R. Kemahasiswaan 5m x 8m - 1 unit 40 m2 Kantin 0.8 m 2 / orang AS 100 orang 140 m 2

Retail Kantin 2m x 3m - 5 unit 30 m2 Wc mahasiswa pria 5m x 6m / 10 orang - 3 unit 102 m 2 Wc mahasiswa wanita 5m x 6m / 10 orang orang - 3 unit 102 m2

(15)

64

Musholla 1 m

2 x 80

orang NAD 1 unit 80 m 2

Ruang P3K 5m x 6m /

4 orang - 1 unit 34 m 2

Gudang 3m x 6m - 2 unit 36 m2

Total Luas Pelayanan Kelompok Pelengkap 564 m2

Servis R.Genset 6m x 9m - 1 unit 52 m2 R.Panel 5m x 5m - 1 unit 25 m2 R.Trafo 4m x 5m - 1 unit 20 m2 R. Pompa 5m x 5m - 2 unit 50 m2 WC umum 3m x 5m - 2 unit 30 m2

Total Luas Pelayanan Ruang Servis 177 m2

Tabel 16. Tabel Dimensi Kebutuhan Ruang

NO KELOMPOK RUANG LUASAN

1 Kelompok Hunian 9018.5 m2

2 Kelompok Edukatif 3353 m2

3 Kelompok Semi Edukatif 2857.5 m2

4 Kelompok Administrasi 587.5 m2

5 Kelompok Pelengkap 402 m2

6 Servis 296 m2

7 Parkir 990.625 m2

Total 17505.125 m2

Tabel 17. Tabel Akumulasi Kebutuhan Ruang

4.2 Analisa Aspek Bangunan

(16)

65 Zoning Horisontal

Gambar 20. Analisis Zoning Ruang Horisontal

Gambar 20 merupakan zoning ruang secara horizontal, sepintas susunan zona dalam tapak mempunyai urutan dari publik atau servis menuju ke area privasi, zoning tersebut merupakan hasil analisis terbaik mengenai panas dari arah barat dan kebisingan dari jalan utama.

Area private diletakan lebih kearah timur karena pada area tersebut tidak terlalu banyak kebisingan sehingga tidak akan mengganggu privasi kegiatan belajar ataupun istirahat pada asrama. Pada sisi barat diletakan area publik karena area tersebut bersinggungan dekat dengan jalan utama yang akan menjadi pusat kegiatan publik bangunan yang mendukung area luar sekitarnya. Area private sekolah dan hunian tidak disatukan dikarenakan kebutuhan dan pelaku dalam masing-masing fungsi pun berbeda, sehingga dengan membedakan area dan mengoneksikannya dengan jalur private khusus dari sekolah ke asrama bagi penghuni asrama dan koneksi jalur publik bagi tamu asrama merupakan menjadi solusi terbaik.

Zoning Vertikal

Pengelompokan area secara vertical pun diperlukan agar hubungan antar kegiatan berdasarkan sifat tidak hanya berlangsung secara horizontal,

(17)

66 namun dengan menentukan zoning ruang vertikal, ruangan akan menjadi lebih dinamis dalam peletakannya. Hubungan ruang yang berdekatan dan disusun secara vertikal, akan memperkaya kualitas ruang secara estetik maupun fungsi. Berikut adalah analisis zoning vertikal pada area sekolah :

Gambar 21. Analisis Zoning Ruang vertikal pada sekolah

Area servis diletakan di basement serta di groundfloor, dalam area service dapat diletakan mesin genset, STP, ruang pompa dan lain-lain. Pada tingkatan selanjutnya diletakan area publik yang terjadi perbedaan level dari pintu masuk agar bangunan terkesan besar dan juga dinamis. Pada pengelompokan secara mikro fungsi kelas menjadi semi publik karena dalam berjalannya sistem, penari dari sekolah tinggi lain pun dapat berkunjung ke kelas-kelas dan area administrasi menjadi sebuah area private yang tidak dapat dikunjungi oleh orang luar pada tingkatan ini ruangan yang bisa dimasukan yaitu perpustakaan, ruang kelar serta ruang karawitan.

Pada tingkatan ketiga yang berisi area private juga digabungkan dengan area semi publik yang kemungkinan akan dijadikan ruang kelas, serta ruang tari.

Berikut ini adalah pengelompokan zona pada bagian bangunan asrama yang dibedakan dengan sekolah :

(18)

67 Gambar 22. Analisis Zoning Ruang vertikal pada asrama

Sama seperti bagian bangunan sekolah, pada asrama pun peletakannya disesuaikan dengan hubungan ruang secara vertikal agar ada beberapa ruangan yang dapat diberikan jendela besar dan tepat agar pencahayaan dalam ruangan dapat maksimal.

4.2.2 Analisa Bentuk Bangunan

Bentuk tapak sebelum diolah, site menghadap arah barat

Luas lantai dasar site yang boleh dibangun adalah 5958.4 m2, bangunan dinaikan sedikit selain untuk membuat bangunan sedikit menjulang juga diharapkan dapat mengurangi KDB

(19)

68 Akses jalur kendaraan utama berasal dari jalan utama yaitu jalan lingkar luar kamal raya dimana jalur kendaraan yang melintasi adalah satu jalur (warna hitam) dimana pada jalur ini kemacetan yang ada tidak terlalu padat. Jalur service (warna orange)masuk melalui samping tapak jalan bangunan yang terlebih dahulu melalui jalan kamal raya. Jalur sirkulasi kendaraan difokuskan pada area hitam agar tidak terlalu rumit dan kendaraan tidak terlalu banyak berputar putar di dalam tapak sehingga tidak mengganggu aktivitas sekolah asrama tersebut.

Parkir semua di arahkan di basement hanya beberapa parkir di atas tapak agar akses kendaraan pada sekolah asrama tidak terlalu banyak

Jalur Akses Kendaraan dan Parkir

Massa berwarna hijau merupakan bangunan utama sekolah yang bersifat semi publik dan akan menjadi pusat kegiatan mahasiswa

Fungsi penunjang utama yang bewarna merah dari sekolah tari ini yaitu bangunan teater tertutup diletakan di bagian depan agar mudah di akses apabila bangunan ini dipergunakan, serta terdapat teater terbuka yang berada di belakang yang mudah diakses melalui hall sekolah serta samping sekolah

(20)

69 Area komunal yang bewarna biru berupa plaza karena penari membutuhkan banyak sekali area communal untuk menari maka diletakan di beberapa tempat yang tersebuat untuk area communal yang berada di antara sekolah serta asrama fungsinya sebagai pembatas antara sekolah serta asrama.

Perletakan Asrama dan Pembatas Area Berkumpul

Fungsi asrama yang berwarna ungu diletakan di belakang agar terkesan private serta terhindar dari kebisingan dari jalan utama maupun jalan service. Bentuk asrama sedikit melingkar dipilih untuk mendapatkan view ke arah jalan

Untuk sirkulasi asrama yang bewarna ungu akses untuk mencapainya adalah melalui lobby basement hal ini dikarenakan untuk mengurangi sirkulasi kendaraan agar penghuni nantinya tidak merasa terganggu.

(21)

70 Pada lantai 2 yang berwarna biru muda,fungsi perpustakaan diletakan di arah utara sehingga dapat terhindar dari matahari barat akan tetapi tetap mendapatkan pencahayaan alami, serta ruang belajar yang diletakan menghadap timur. Pada bagian barat bangunan lantai 2 tidak dinaikan akan tetapi dibuat green roof agar meminimalisir dampak panas dari arah barat tersebut

Perletakan Bangunan Sekolah

Pada lantai 3 yang berwarna biru tua,fungsi yang ada adalah fungsi edukasi yaitu ruang kelas yang diletakan di arah utara untuk meminimalisir panas serta ruang tari yang berada di arah barat ke selatan karena pada ruang tari tidak menggunakan jendela. Pada terusan bangunan perpustakaan yang berada di arah utara tidak dinaikan dan dibuat menjadi green roof karena pada bagian ini matahari barat mulai mengenai langsung bangunan.

Hasil Gubahan Massa

Penambahan unit kamar ke atas memanjang dari sisi utara selatan mengikuti dari bawah asrama bentuk sedikit melingkar dipilih selain untuk mendapatkan view ke jalan juga agar sisi yang menjauh dari barat bisa mendapatkan cahaya. Pada sisi barat panas yang masuk di halau dengan meletakan balkon agar sinar matahari barat tidak langsung masuk kedalam tiap unit. Arama sebenarnya terdiri dari 2 tower yang dimana dihubungkan dengan area lift dan tangga darurat di tengah asrama sehingga terkesan masiv. Untuk mendapatkan pencahayaan lebih optimal pada bagian barat akan dibuat bukaan untuk memasukan cahaya dan pohon untuk menahan angin serta hujan yang masuk kedalam asrama

(22)

71 4.2.3 Analisis Pencahayaan dalam Ruang

Setiap ruang memiliki standar kekuatan pencahayaan yang berbeda-beda sesuai dengan fungsi ruangan tersebut. Selain itu peneliti membagi 3 kategori jenis bukaan, yaitu dari tengah seperti jendela pada umumnya, jendela atas dan jendela dari atas atau biasa disebut void. Berikut adalah table kekuatan

pencahayaan tiap ruang dan jenis bukaan seperti apa yang tepat : Kekuatan Pencahayaan dan Letak Bukaan pada Ruang Sekolah

No .

Kelompok

Kegiatan Nama Ruang

Kekuatan pencahayaa n (lux) Jenis Bukaan yang Cocok B T A

1 Edukatif Ruang kuliah teori 250 Ruang latihan tari besar 1 750 Ruang latihan tari besar 2 750 Ruang latihan tari besar 3 750 Ruang latihan tari sedang 600 Ruang latihan tari kecil 450

Ruang latihan karawitan 400 Ruang karawitan sejenis 400

Ruang seminar 400 Ruang diskusi 300 Perpustakaan 300 2 Administra si TU 350 Ruang arsip 250 Gudang 250 Ruang tunggu 250 Ruang rapat 300 Pantry 300 Ruang sekretaris 300

(23)

72

Ruang rektor 350

Ruang staff pengajar/

dosen 350

3 Semi

Edukatif Teater tertutup 400

Teater terbuka 100

4 Pelengkap Ruang kemahasiswaan 350

Kantin 300 Retail kantin 250 WC 300 Musholla 250 Ruang genset 300 Ruang panel 300 Ruang trafo 300 Ruang pompa 300 Gudang 250

Tabel 18. Kekuatan pencahayaan pada bangunan sekolah Kekuatan Pencahayaan dan Letak Bukaan pada Ruang Asrama

No .

Sifat

Kegiatan Nama Ruang

Kekuatan pencahayaa n (lux) Jenis Bukaan yang Cocok B T A 1 Utama

Hunian Ruang tidur 250

KM/ WC 250 2 Penunjang Hall 100 Receptionist 250 Restaurant 250 Dapur 250 Minimarket 250 Ruang ATM 300

(24)

73 Mushola 200 Ruang Wudhu 250 Ruang serbaguna 200 Ruang Belajar 300 Ruang Baca 300 Ruang bersama 300 Kantor pengelola 350 Gudang 100 Ruang panel 250 Dapur bersama 300 WC umum 250 Fitness 350 Klinik/ P3K 300 Laundry 200

Tabel 19. Kekuatan pencahayaan pada bangunan asrama 4.2.4 Analisis Bukaan pada Bangunan

Analisis mengenai bukaan dengan mengambil sample ruang, dan mengukur besaran bukaan pada ruang tersebut, dengan membandingkan dengan standar yang sudah ada maka peneliti memiliki gambaran secara kasar mengenai dimensi bukaan pada ruang yang cocok, analisis pun dibantu dengan software ecotect untuk mengetahui dimensi besaran yang kurang lebih cocok. • Studi Pencahayaan dalam Ruangan Kelas Arsitektur Binus University

(25)

74 Gambar 24. Titik pengukuran pada kelas

Peneliti mengambil contoh ruang 406 di kampus anggrek yang biasa digunakan sebagai mata kuliah non desain dengan penataan kursi meja yang memaksimalkan penggunaan ruang. Peneliti melakukan penelitian pada pukul 12.00 WIB dengan kondisi cuaca cerah, pengukuran menggunakan luxmeter dengan meletakannya di 4 titik kelas dengan ketinggian 75 cm asumsi ketinggian orang duduk di dalam kelas, berikut adalah data kekuatan pencahayaannya :

• Titik A, 1260 lux • Titik B, 1400 lux • Titik C, 219 lux • Titik D, 180 lux

Semua pengukuran ini bersifat pengasumsian karena banyak faktor lain yang mempengaruhi kuatnya pencahayaan misalnya dari cat ruangan, material ruangan, iluminasi dari sumber cahaya lain, dan lain-lain.

(26)

75 Gambar 25. Ruang kelas kampus anggrek

Gambar 26. Analisis Software Ecotect Ruang Kelas Kampus Anggrek

Ruang kelas dianalisis menggunakan bantuan software ecotect, didapatkan bangunan mencapai standar kekuatan pencahayaannya sekitar 250 lux dengan spesifikasi sebagai berikut

(27)

76 - Bukaan sisi sisi timur = 3 x 2,2 x 1,5 = 9,9 cm2

Total luasan dinding = 10,5 x 3,2 = 33,6 cm2

Persentase dimensi bukaan terhadap dinding = 9,9/33,6 x 100 = 29,5 % - Bukaan sisi sisi barat = 3 x 0,7 x 1,8 = 3,78 cm2

Total luasan dinding = 10,5 x 3,2 = 33,6 cm2

Persentase dimensi bukaan terhadap dinding = 3,78/33,6 x 100 = 11,25 % • Studi Pencahayaan dalam Ruangan Hunian dalam Asrama

Gambar 28. Letak kamar Binus Square

Berikutnya penelitian dilakukan di asrama binus square, di bagian kamar double pada lantai 14 Ruangan diukur dalam keadaan cerah sekitar pukul 12.00 , dengan diukur dari beberapa titik dengan ketinggian 75 cm dari lantai. Berikut adalah hasilnya :

382 lux • 402 lux • 1342 lux • 1389 lux

(28)

77 Kamar tidur dianalisis menggunakan bantuan software ecotect, didapatkan bangunan mencapai standar kekuatan pencahayaannya sekitar 250 lux dengan spesifikasi sebagai berikut

Gambar 29. Analisis Software Ecotect Kamar tidur Binus Square

Gambar 30. Analisis dimensi bukaan Kamar tidurBinus Square - Bukaan = 0,8 x 0,6 = 0,48 cm2

Total luasan dinding = 3,2 x 3= 9,6 cm2

Persentase dimensi bukaan terhadap dinding = 0,48/9,6 x 100 = 5% Dari persentase tersebut dapat dijadikan acuan garis besar dalam menentukan besarnya bukaan pada tiap ruang. Dikarenakan banyak faktor lain yang menentukan kekuatan pencahayaan maka persentase dari analisa akan digunakan sementara kemudian setelah bangunan sudah di desain dan diletakan pada tapak beserta sekitarnya baru akan dilakukan penghitungan kecocokan kekuatan pencahayaan ruang-ruang utama dalam bangunan.

(29)

78 4.2.5 Analisis Sistem Struktur Bangunan

Sistem stuktur dalam bangunan sekolah asrama ini tidak terlalu rumit dikarenakan ketinggian bangunan yang maksimal 8 lantai dan masih dapat menggunakan sistem portal dengan pondasi mini bored pile

Gambar 31. Struktur Portal pada Bangunan

Bentuk ruang yang memiliki luasan besar menuntut ruangan menggunakan sistem bentang lebar karena fungsinya sebagai ruangan tari dimana di tengah tengah ruangan tidak boleh ada kolom karena dapat mengganggu proses menari. Bentang lebar baik pada ruangan tari serta teater tertutup menggunakan kolom beton dengan sambungan trass serta pondasi mini bored pile

Gambar 32. Struktur Bentang lebar pada Bangunan 4.2.6 Analisis Sistem Utilitas Bangunan

1. Proteksi Kebakaran

(30)

79 1. Tangga Kebakaran

Jarak dari titik max 25m , dilengkapi dengan blower, lebar tangga min 1,2 mt dilengkapi dengan pintu tahan api selama 2 jam denga

lebar 90m.

2. Koridor Lebar minimum koridor 1,8 m

3. Sumber Listrik Cadangan

Bekerja secara otomatispada saat sumber listrik mati, melayani lampu-lampu darurat dan

pompa hydrant.

4. Pintu Tahan Api

Pintu ini ditempatkan pada ruangan-ruangan beresiko tinggi sehingga ruang tersebut aman

dan terisolasi saat terjadi kebakaran. 5. Penerangan Darurat Lampu petunjuk pada pintu darurat,dtangga

kebakaran koridor, dan arah jalur evakuasi. Tabel 20. Pencegahan Pada Kebakaran

(Sumber : Panduan Sistem Bangunan Tinggi Untuk Arsitek dan Praktisi Bagunan / Ir. Jimmy S. Juana, MSAE).

Tangga darurat diletakan setiap jarak maksimal 60 meter dengan radius jangkauan menuju tangga darurat kebakaran tidak lebih dari jarak 30 meter. Pada jalan buntu tangga harus di tempatkan pada jarak maksimal 20 meter dari pintu paling ujung

Untuk persiapan penanggulangan kebakaran, disediakan hydrant pada setiap kelompok bangunan, dan pada tiap bangunannya sendiri disediakan tabung pemadam kebakaran protable.

Jarak/ areal pelayanan:

- Hydrant = 25 -30 meter ( 800 m2) - Tabung portable = 25 meter (200 m2) Perhitungan pintu keluar teater tertutup:

- Kapasitas teater tertutup = 500 orang, dalam 3 menit harus kosong bila terjadi kebakaran

(31)

80 - Dengan pintu teater terbuka keluar, lebar 0.55 meter, dalam 1 menit 30- 45

orang dapat keluar

- Misalnya dalam 1 menit 30 orang dapat keluar dalam 3 menit 90 orang, jadi dibutukan bukaan selebar = 500 / 90 x 0.05 = 3 meter

Pencahayaan dan Penghawaan

Pencahayaan dimaksimalkan dengan pencahayaan alami dengan berusaha memanfaatkan sebesar mungkin cahaya matahari yang mengenai ruangan dalam bangunan sehingga ketika siang tidak perlu digunakan pencahayaan buatan untuk pembantu pencahayaan utama sehingga penekanan penghematan energi dalam bangunan dapat dilakukan.

Penghawaan dalam bangunan juga di pertimbangkan yaitu dengan memanfaatkan sistem void ditengah bangunan sekolah yang mengalirkan udara kesetiap ruangan ruangan melalui koridor sehinggi dapat menghemat energy. Beberapa ruangan menggunakan penghawaan buatan seperti pada teater tertutup, ruang dosen, asrama, dsb.

Air Bersih

Air Bersih dari PAM dialirkan ke reservoir bawah melalui meteran. Untuk persiapan disediakan deep well, yang juga dialirkan ke reservoir atas dengan sistem pompa, melalui meteran tersendiri. Dari reservoir air dipompa keluar dengan 2 saluran, yaitu saluran domestik dan saluran hydrant untuk kebakaran. Melalui kedua saluran air didistribusikan ke bagian bagian yang memerlukan. Air kotor

Air hujan dan air kotor dari dapur, pantry dan kamar mandi (air kotor cair) dibuang melalui saluran bawah tanah ke saluran pembuangan menuju sungai. Air limbah (air kotor padat) berupa kotoran manusia dialirkan ke septictank dan rembesan yang disediakan di beberapa bagian bangunan.

(32)

81 Sumber listrik berasal dari PLN, menuju ke panel utama. Untuk persiapan disediakan ruang generator, yang dapat digunakan sewaktu waktu dibutuhkan. Dari panel utama arus listrik didistribusikan ke panel panel cabang, yang terdapat pada tiap kelompok bangunan khususnya asrama.

Sampah

Sampah di salurkan melalui shaft khususnya pada asrama serta terdapat bak sampah yang disediakan pada jarak tertentu sepanjang selasar. Pada waktu waktu tertentu, sampah sampah tersebut dikumpulkan pada pool sampah, kemudian dibakar atau diambil oleh mobil sampah kota.

Gambar

Gambar 12. Pola kegiatan mahasiswa
Gambar 16. Pola Kegiatan Kelompok Administrasi
Tabel 12. Tabel Kebutuhan Ruang Kelompok Semi Edukatif
Tabel 14. Tabel Kebutuhan Ruang Kelompok Pelengkap
+7

Referensi

Dokumen terkait

Ventilasi mekanik pada PPOK digunakan pada eksaserbasi dengan gagal napas akut, gagal napas akut pada gagal napas kronik atau pada pasien PPOK derajat berat dengan napas

Metode penelitian sosial atau empiris dikenal dengan penelitian yang mengarah dalam hukum sosiologis, bertujuan untuk memecahkan masalah dengan cara menelaah permasalahan

Mampu menentukan kurva hubungan konsentrasi antosianin vs absorbansi pada panjang gelombang optimumnya dengan spektrofotometer metode spektrofotometri...

SMK Negeri 1 Yogyakarta merupakan SMK yang cukup favorit di Kota Yogyakarta maupun di Daerah Istimewa Yogyakarta. Terbukti dengan heterogenya tempat tinggal siswa-siswi yang

Target terapi hipertensi emergency sampai tekanan darah diastolic kurang lebih 110 mmHg atau berkurangnya mean arterial blood pressure 25% (pada stroke penurunan hanya boleh 20%

Ijasah yang diperoleh dari perguruan tinggi swasta setelah berlakunya Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 184/U/2001 tentang Pedoman Pengawasan,

(5) Dalam hal menggunakan sistem luring sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Laporan Pekerjaan dibuat adalah yang memuat periode, nama, NIP, jabatan, kelas jabatan,

Harga jual fillet salai Patin dijual dengan harga Rp 45.000,- per kg, sehingga margin penjualan yang diperoleh cukup besar, dan bila dibanding dengan ikan salai