• Tidak ada hasil yang ditemukan

Imunoserologi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Imunoserologi"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Imunoserol

Imunoserologi –

ogi – Definisi, Metode dan Jenis

Definisi, Metode dan Jenis

Pemeriksaan

Pemeriksaan

Sponsors Link  Sponsors Link 

Imunoserologi merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang berfokus pada proses identifikasi akan antibodi, Imunoserologi merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang berfokus pada proses identifikasi akan antibodi, yakni protein yang pembuatannya adalah dari sel darah putih yang bereaksi terhadap antigen. Antigen ini yakni protein yang pembuatannya adalah dari sel darah putih yang bereaksi terhadap antigen. Antigen ini diketahui pula sebagai sebuah jenis

diketahui pula sebagai sebuah jenis protein proteinasing pada tubuh manusia. Jika melihat dari nama bidang ilmuasing pada tubuh manusia. Jika melihat dari nama bidang ilmu ini, tentu sudah dapat ditebak juga bahwa fokusnya adalah lebih kepada sistem kekebalan tubuh.

ini, tentu sudah dapat ditebak juga bahwa fokusnya adalah lebih kepada sistem kekebalan tubuh.

ads ads

Investigasi yang berkaitan erat dengan sistem daya tahan tubuh juga termasuk di dalam imunoserologi ini. Investigasi yang berkaitan erat dengan sistem daya tahan tubuh juga termasuk di dalam imunoserologi ini. Jenis penyakit autoimun

Jenis penyakit autoimun pun menjadi salah satu yang perlu diinvestigasi pada bidang  pun menjadi salah satu yang perlu diinvestigasi pada bidang ilmu ini. Penyakitilmu ini. Penyakit autoimun merupakan jenis kondisi di mana sistem daya tahan tubuh dapat berubah dan justru melakukan autoimun merupakan jenis kondisi di mana sistem daya tahan tubuh dapat berubah dan justru melakukan  perlawanan terhadap jaringan tubuh sendiri.

 perlawanan terhadap jaringan tubuh sendiri. 

ak hanya itu sak hanya itu saja, imunoserologi juga adalah bidang ilmu aja, imunoserologi juga adalah bidang ilmu kesehatan yang juga berfokus pada kesehatan yang juga berfokus pada kelainankelainan imunodefisiensi dan

imunodefisiensi dan kelainan autoimunkelainan autoimun. !ondisi kelainan imunodefisiensi ini adalah ketika sistem daya. !ondisi kelainan imunodefisiensi ini adalah ketika sistem daya tahan tubuh dinyatakan tidak atau kurang aktif. Jadi, segala hal yang berhubungan dengan kondisi imunitas tahan tubuh dinyatakan tidak atau kurang aktif. Jadi, segala hal yang berhubungan dengan kondisi imunitas tubuh seseorang, maka imunoserologilah yang dapat

tubuh seseorang, maka imunoserologilah yang dapat menangani.menangani.

Imunoserologi juga diketahui sebagai sebuah bidang ilmu kedokteran yang mempelajari akan ke"o"okan Imunoserologi juga diketahui sebagai sebuah bidang ilmu kedokteran yang mempelajari akan ke"o"okan antara organ satu dan organ lain untuk prosedur transplantasi. Sebelum beranjang pada jenis imunoserologi, antara organ satu dan organ lain untuk prosedur transplantasi. Sebelum beranjang pada jenis imunoserologi, ada baiknya untuk mengetahui betul apa itu imunologi dan juga serologi. !eduanya bisa dikenali lebih dulu ada baiknya untuk mengetahui betul apa itu imunologi dan juga serologi. !eduanya bisa dikenali lebih dulu seperti berikut#

seperti berikut#

 ImunologiImunologi

$ari ilmu biomedis, imunologi ini merupakan sebuah "abang yang begitu luas di mana men"akup kajian $ari ilmu biomedis, imunologi ini merupakan sebuah "abang yang begitu luas di mana men"akup kajian tentang segala aspek sistem kekebalan atau imun tak hanya pada manusia tapi pada seluruh organisme. Pada tentang segala aspek sistem kekebalan atau imun tak hanya pada manusia tapi pada seluruh organisme. Pada  bidang imunologi, ilmu kesehatan ini berfok

 bidang imunologi, ilmu kesehatan ini berfokus mempelajari tentang peran fisiologis sistem kekebalan padaus mempelajari tentang peran fisiologis sistem kekebalan pada kondisi yang sakit ataupun sehat pada organisme.

kondisi yang sakit ataupun sehat pada organisme.

Selain itu, imunologi juga adalah bidang yang mempelajari tentang malfungsi sistem kekebalan pada Selain itu, imunologi juga adalah bidang yang mempelajari tentang malfungsi sistem kekebalan pada gangguan imunologi di mana hal ini men"akup pula akan keadaan defisiensi imun, penyakit autoimun, gangguan imunologi di mana hal ini men"akup pula akan keadaan defisiensi imun, penyakit autoimun,  penolakan allograft, dan hipersensitivitas. Segala tentang karakteristik kimiawi, autoimun, dan fisiologis  penolakan allograft, dan hipersensitivitas. Segala tentang karakteristik kimiawi, autoimun, dan fisiologis

komponen sistem imun in situ, in vitro, serta in vivo juga ada pada imunologi ini. komponen sistem imun in situ, in vitro, serta in vivo juga ada pada imunologi ini.

 SerologiSerologi

Pada serologi, ini merupakan sebuah ilmu kesehatan yang diketahui lebih berfokus mempelajari respon Pada serologi, ini merupakan sebuah ilmu kesehatan yang diketahui lebih berfokus mempelajari respon antigen antibodi se"ara in vitro. ujuan dari bidang ilmu ini adalah supaya dapat membantu penegakan antigen antibodi se"ara in vitro. ujuan dari bidang ilmu ini adalah supaya dapat membantu penegakan diagnosa sebuah penyakit infeksi. $alam penegakan diagnosa tersebut, maka penting dan wajib untuk diagnosa sebuah penyakit infeksi. $alam penegakan diagnosa tersebut, maka penting dan wajib untuk menemukan dan juga mengisolasi kuman penyebabnya.

menemukan dan juga mengisolasi kuman penyebabnya.

Proses dari isolasi itu sendiri akan membutuhkan waktu yang termasuk lama karena untuk menemukan Proses dari isolasi itu sendiri akan membutuhkan waktu yang termasuk lama karena untuk menemukan kuman penyebab yang dimaksud sangatlah sulit

kuman penyebab yang dimaksud sangatlah sulit dalam praktiknya. Alasan yang menjadikan hal ini sulitdalam praktiknya. Alasan yang menjadikan hal ini sulit untuk dilaksanakan adalah karena

untuk dilaksanakan adalah karena kuman yang sudah masuk ke dalam kuman yang sudah masuk ke dalam tubuh maka kuman sudah dianggaptubuh maka kuman sudah dianggap menjadi sebuah antigen alias sebuah benda yang asing. %enda asing yang masuk ke dalam tubuh kita menjadi sebuah antigen alias sebuah benda yang asing. %enda asing yang masuk ke dalam tubuh kita kemudian bakal memi"u pembentukan antibodi terhadap

kemudian bakal memi"u pembentukan antibodi terhadap kuman yang menginvasi tersebut.kuman yang menginvasi tersebut.

Penegakan diagnosa akan sebuah penyakit infeksi tertentu akan menjadi jauh lebih mudah ketika antibodi Penegakan diagnosa akan sebuah penyakit infeksi tertentu akan menjadi jauh lebih mudah ketika antibodi tersebut dapat ditemukan di dalam tubuh kita. &ntuk itulah, kita membutuhkan yang namanya pemeriksaan tersebut dapat ditemukan di dalam tubuh kita. &ntuk itulah, kita membutuhkan yang namanya pemeriksaan serologi dan bidang ini penting dalam kehidupan sehari'hari. &ntuk menemukan sekaligus mendeteksi serologi dan bidang ini penting dalam kehidupan sehari'hari. &ntuk menemukan sekaligus mendeteksi keberadaan kuman atau antigen beserta antibodi yang telah terbentuk di dalam tubuh, pemeriksaan serologi keberadaan kuman atau antigen beserta antibodi yang telah terbentuk di dalam tubuh, pemeriksaan serologi adalah yang paling dibutuhkan.

(2)

$iketahui ada sejumlah panel umum yang memang sudah biasa digunakan pada proses tes imunoserologi, yakni antara lain#

 P(S atau Penyakit (enular Seksual.k 

 )ematik 

 or"h

 *epatitis

 Infeksi lain.

Antibodi monoklonal kerap dipergunakan untuk terapi kanker, namun lebih dari itu, antibodi ini juga baik digunakan untuk proses pendeteksian berma"am'ma"am +at. Penggunaan antibodi sebagai reagensia juga  bakal sangat membantu dalam prosedur pendeteksian tersebut. Justru hal ini dianggap sebagai pendukung

diagnosa dari penyakit infeksi karena reaksi antigen antibodi dianggap sangat spesifik. %a"a juga# jenis kelainan saraf  - kurang olahraga

Metode Imunoserologi

Sejumlah metode imunoserologi digunakan "ukup sering dan alangkah baiknya kalau kita dapat mengenalnya satu per satu seperti berikut#

 Reaksi Aglutinasi

Pada reaksi ini biasanya dilaksanakan untuk antigen yang tak larut atau yang larut namun memiliki ikatan dengan sel atau partikel. Ada suatu agregat yang dapat terbentuk oleh antigen yang bereaksi dengan antibodi dan aglutinasi adalah hasil penampakan yang bisa dilihat.

 Reaksi Presipitasi

&ntuk metode kedua ada presipitasi di mana reaksi ini dilaksanakan dengan tujuan agar kadar antibodi pada serum bisa diketahui. erjadinya presipitasi adalah dikarenakan reaksi antara antigen yang larut dengan antibodi dan kemudian membentuklah kompleks yang bentuknya berupa anyaman.

 Reaksi Fiksasi Komplemen

!adar antibodi yang rendah dapat ditentukan oleh reaksi ini. %iasanya, penentuan hanya untuk kadar antibodi rendah yang nyatanya tak mampu terdeteksi melalui pengujian presipitasi atau aglutinasi.

 Reaksi Netralisasi

)eaksi ini juga diketahui sebagai sebuah reaksi antara antibodi dan antigen dengan tujuan untuk men"egah adanya efek berbahaya seperti keberadaan eksotoksin virus maupun bakteri. Antitoksin adalah senyawa yang diketahui mampu membuat toksin menjadi netral dan sel hospeslah yang memroduksi antibodi spesifik

tersebut.

 EISA !En"#me inked Immunosor$ent Assa#%

(etode ini termasuk yang paling luas dan terdapat / "ara yang diketahui biasa dilaksanakan, yakni mendeteksi antigen se"ara langsung serta tidak langsung untuk pendeteksian antibodi. eknik ini adalah yang dianggap paling simpel dan hasilnya pun terinterpretasi se"ara jelas dan baik, entah itu negatif atau  positif.

 RIA !Radioimmuno Assa#%

(etode ini kerap digunakan untuk pengukuran konsentrasi a ntigen maupun antibodi yang kadarnya rendah. &ntuk itulah, metode ini termasuk sangat baik untuk proses pendeteksian kelainan tubuh dari awal.

(3)

 Reaksi Imunofluoresensi

(etode ini adalah kombinasi antara antibodi dan juga +at warna fluoresein sehingga akhirnya warna  pendaran dapat mun"ul saat di"ek melalui mikroskop menggunakan sinar &0. (etode ini "ukup sensitif,

"epat dan bahkan termasuk spesifik sehingga sangat bisa diandalkan. %a"a juga# "ara meningkatkan fisik dengan "epat

Jenis Pemeriksaan Imunoserologi

Pada bidang ilmu imunoserologi, ada berbagai jenis pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk berbagai tujuan dan kepentingan di mana masih ada hubungannya dengan kesehatan imunitas tubuh. $i bawah ini

merupakan serangkaian jenis pemeriksaan yang bisa diketahui sekaligus dikenali akan tipe metodenya, tujuannya, hingga prinsip serta prosedurnya.

1. &'i AS()*AS)

Pengujian atau pemeriksaan ini adalah salah satu jenis pemeriksaan imunoserologi yang bertujuan untuk mendeteksi arah Stertolysin 2 pada serum dengan "ara pemurnian kualitatif. Prinsip dari pemeriksaan ini adalah pen"ampuran antara suspensi late3 dengan serum yang kadarnya ditingkatkan, lalu kemudian terjadilah aglutinasi yang terjadi dalam waktu / menit.

&ntuk reagen, pada jenis pemeriksaan ini menggunakan kontrol 4 di mana di dalamnya terkandung

antibodi AS2, lalu juga kontrol ' di mana di dalamnya tak terdapat antibodi AS2. ak hanya itu, diketahui ada pula reagen late3 atau yang juga diketahui dengan suspensi partikel lateks polysiterin di mana

Streptolysin 2 sudah melapisinya.

ads

+ara Ker'a# Serum serta reagen perlu untuk melalui proses inkubasi dengan suhu kamar, lalu kemudian diteteskan dengan 56 mikroL serum pasien langsung ke dalam lubang slide. )eagen late3 kemudian bisa diko"ok terlebih dulu dan dilanjutkan dengan menetes kannya ke lubang menggunakan alat khusus penetes yang mudah digunakan dan sudah tersedia.

etesan kemudian perlu di"ampur dengan penggunaan alat disposable atau sekali pakai dan langsung buang. $engan demikian, dapat dipastikan seluruh lubang tes bisa ter"ampur dnegan baik, test slide lalu bisa

diputer dan tunggulah sampai terjadi aglutinasi di mana ini biasanya bakal terlihat ketika menunggu selama / menit.

%a"a juga# penyebab tubuh tidak tahan dingin /. &'i +RP

Satu lagi jenis tes atau pemeriksaan imunoserologi yang bisa Anda kenali pula untuk tujuan, prinsip, serta alat pemeriksaan dan "ara kerjanya. ujuan dari pelaksanaan jenis pemeriksaan ini adalah untuk

memudahkan pendeteksian ada tidaknya infeksi kerusakan jaringan serta inflamasi. &ntuk metode,  pemeriksaan ini menggunakan jenis metode kualitatif.

Prinsip dari pemeriksaan jenis ini adalah aglutinasi pasif terbalik di mana antibodi 7)P sudah melapisi late3 dan target yang dideteksi pada pemeriksaan ini adalah antigen 7)P yang ada pada serum dengan level atau kadar tinggi. *anya dalam waktu / menit, sesudah ditunggu maka akan tampaklah aglutinasi. %ahan utama  jelas adalah serum yang dibantu dengan / bahan yakni pengaduk, transferpet dan tip, serta ka"a obyek.

+ara Ker'a# Late3 merupakan reagen pada pemeriksaan ini atau lebih tepatnya, suspensi polysterin late3. &ntuk mengerjakannya, 56 mikroL serum bisa dimasukkan lebih dulu ke dalam test slide, barulah kemudian dilakukan penambahan setetes suspensi, lalu "ampurkan dengan menggoyangnya. est slide bisa diputar selama / menit untuk mendapatkan penampakan aglutinasi.

Sesudah aglutinasi terjadi dan tampak, maka perlu juga untuk mengetahui interpretasi hasil dari penampakan tersebut, seperti di bawah ini#

(4)

 *asil positif menandakan adanya aglutinasi yang kasar.

 Positif lemah menandakan adanya aglutinasi namun lebih halus.

8. &'i RPR 

Pemeriksaan jenis imunoserologi lainnya adalah uji )P) yang penggunaannya bertujuan untuk menguji flokulasi non treponemal supaya dapat ditentukan adanya reagen antibodi yang ada pada serum. Pada

 pemeriksaan ini, metode yang dipakai diketahui adalah slide test dan memiliki prinsipnya sendiri dalam tata  pelaksanaan dari pemeriksaan ini.

Prinsip dari pemeriksaan )P) ini adalah adanya pen"ampuran antara tetrasiklin, kolesterol dan "ardiolipin dalam reagen yang dijumpai pula partikel karbon bersama reagen antibodi pada serum. Jika terlihat adanya gumpalan hitam, maka ini adalah suatu bentuk hasil yang bisa dilihat se"ara mikrokopis. )eagen yang diketahui pada pemeriksaan ini adalah )P) Ag, kontrol ', dan kontrol 4.

+ara Ker'a# Serum serta reagen perlu melewati proses inkubasi yang ada di dalam suhu kamar, baru kemudian dilanjutkan dengan penetesan 56 mikroL serum pasien pada lubang slide. Pada test spesimen, dibutuhkan penambahan setetes reagen antigen yang kemudian bisa diputar selama 9 menit lamanya pada 166 rpm.

%a"a juga# "ara menjaga kesehatan agar tidak mudah sakit :. &'i RF

Jenis pemeriksaan lainnya lagi adalah uji ); di mana tujuan dari adanya tes ini adalah khusus untuk

mendeteksi )heumatoid ;a"tor dalam serum dan dilakukan se"ara kualitatif. &ntuk metodenya, pemeriksaan ini lebih mengkhususkan penggunaan dengan aglutinasi late3. Prinsipnya pun dikenal berbeda dari jenis  pemeriksaan yang sudah disebutkan sebelum ini.

Prinsip dari pemeriksaan ); ini adalah pemurnian partikel late3 di mana gamma globulin manusia menjadi lapisannya saat suspensi late3 di"ampur bersama serum dengan kadar ); yang naik. *asil penampakan dari aglutinasi ini diketahui dapat terlihat hanya dalam waktu / menit. )eagen pada pemeriksaan ini adalah kontrol 4 di mana di dalamnya terkandung antibodi );, kontrol ' di mana bebas antibodi ); serta late3. +ara Ker'a# Proses inkubasi perlu dilewati oleh reagen dan serum dalam suhu kamar sebelum penetesan 56 mikroL serum pasien ke lubang slide. )eagen late3 bisa diko"ok yang lalu dilanjutkan dengan

meneteskannya ke lubang memakai alat penetes. etesan di"ampur dengan alat disposable, lalu test slide diputar dan aglutinasi bakal nampak dalam / menit.

5. &'i Anti

+-&ji atau pemeriksaan jenis lainnya adalah pemeriksaan Anti *70 di mana metode yang digunakan lebih dengan imunokromatografi. Pada pemeriksana ini, prinsipnya adalah penggunaan rekombinan *70 protein yang dijadikan sebagai viral antigen. )eagen yang diketahui adalah buffer *70<*70.

+ara Ker'a# !etika alat dan bahan yang diperlukan sudah siap, maka kemasan strip kemudian bisa

ditempatkan di suhu kamar atau ruangan sebelum pemba"aan. Pada tabung reaksi bisa disiapkan serumnya dan dilakukan pengambilan kurang lebih setetes serum dan strip *70 bisa dimasukkan disusul dengan  buffer *70 sebanyak / tetes kurang lebihnya. Pada strip nantinya akan mun"ul garis merah.

&ntuk interpretasi hasil, ada bentukan satu garis di area kontrol yang menunjukkan bahwa hasilnya adalah negatif. Sedangkan ketika terlihat ada / garis terbentuk di area tes dan kontrol, maka inilah tanda bahwa hasilnya positif. =ang tidak dianggap alias invalid adalah apabila tak ada garis terbentuk di area tersebut. %a"a juga# "ara meningkatkan stamina

>. &'i $sAg

Pemeriksaan jenis ini sama dengan jenis pemeriksaan yang disebutkan sebelumnya di mana metode yang digunakan adalah imunikromatografi. Prinsip yang digunakan adalah adanya reaksi dari serum yang sudah

(5)

diteteskan ke bantalan sampel terhadap partikel yang berlapisan anti *%s atau yang juga dikenal dengan sebutan antibodi.

Selanjutnya, "ampuran ini bakal bergerak di sepanjang strip membran dan kemudian terjadi keterikatan dengan antibodi tertentu. ?antinya kemudian diketahui bakal timbul garis warna yang dihasilkan.

+ara Ker'a# Sesudah segala bahan dan alat dipersiapkan, maka serum pun juga perlu disediakan di dalam tabung reaksi. Pastikan pula bahwa strip *bsAg sudah dikeluarkan dari kemasannya untuk di"elupkan ke serum. unggulah sekitar 15 menit lamanya untuk mengamati apa yang terjadi setelah itu.

&ntuk menginterpretasikan hasilnya, ketika ada / garis terbentuk di area "ontrol dan test maka itu tandanya hasilnya positif. !etika hanya ada 1 garis pada "ontrol, maka ini adalah tanda bahwa hasilnya negatif.

$ianggap hasilnya invalid apabila tak ada garis merah yang tampak di "ontrol dan tes.

Sponsors Link 

@. &'i .idal

Jenis pemeriksaan ini juga dikenal dengan istilah pemeriksaan semikuantitatif dengan metode tabung. Prinsip yang ada pada pemeriksaan ini lebih kepada reaksi dari antibodi Salmonella paratyphi dan Salmonella typhi dan pada serum sampel terhadap antigen yang ada di reagen widal. Aglutinasi adalah  bentuk reaksi yang bisa dilihat.

+ara Ker'a# Setelah penyediaan alat dan bahan, maka ada 9 tabung reaksi yang kemudian dapat disusun tepat di atas tabung sebaris saja. ?a7l adalah isi dari tabung pertama dengan kadar sebanyak 6,B ml dan untuk tabung selanjutnya hingga tabung ke'9 berisi 1 ml ?a7l masing'masing 6,B.

Alat penetes atau pipet serum kemudian dimasukkan ke dalam tabung pertama untuk proses homogen. Setelah itu 1 ml isi tabung pertama bisa dilakukan pemindahan ke tabung kedua lalu juga ke tabung'tabung selanjutnya hingga tabung ke'@. Isi tabung ke'@ lalu perlu dibuang sebelum ditambah dengan setetes reagen widal positif di setiap tabung.

&ntuk tabung yang ke'9, perlu ada penambahan setetes "ontrol positif dan kemudian diinkubasi pada suhu kamar dengan waktu /: jam. &ntuk interpretasi hasilnya, akan terjadi aglutinasi apabila memang hasilnya adalah positif. %ila tak tampak aglutinasi, maka hasilnya bisa dipastikan negatif.

9. &'i +/

ujuan dari pemeriksaan jenis ini adalah untuk mendeteksi kehamilan yang mengandalkan tes serologi. (etode pada pengujian ini adalah kuantitatif dengan prinsip reaksi hambatan aglutinasi antara *7C pada urine selama hamil memakai lateks di mana dikatakan dengan *7C se"ara kimiawi dan diaglutinasi oleh antibodi *7C. Penggumpalan tidak akan terjadi ketika *7C bebas pada urine dan penetralan antibodi. +ara Ker'a0=ang diperlukan pada prosedur pemeriksaan ini adalah adanya > buah tabung. abung yang  pertama bisa dimasukkan atau diisi dengan 166 mikro urine ditambah pula dengan larutan ?a7l 166 Dl.

Sementara itu, untuk tabung ke'/ hingga ke': bisa diisi dengan 166 Dl ?a7l. Pindahkan tabung pertama yang urine dan larutan ?a7l'nya sudah ter"ampur ke dalam tabung ke'/. Langkah tersebut bisa kemudian dilaksanakan pada tabung ke'8, :, dan 5.

%a"a juga# vitamin untuk daya tahan tubuh . &'i Anti

A-Pada jenis pemeriksaan imunoserologi satu ini, diketahui bahwa metode yang digunakan adalah semi autometik dan autometik atau manual. Prinsip dari pemeriksaan ini adalah pendeteksian antibodi virus hepatitis A dengan en+im immunoassay yang berdasar pada prinsip pengikatan antibodi.

+ara Ker'a0 &ntuk "ara yang manual, biasanya akan disiapkan tabung reaksi sejumlah : buah di mana masing'masing reagennya adalah negatif "ontrol ?7, sampel S, positif "ontrol P7, dan blanko )%. &ntuk setiap tabung, terutama S, P7, dan ?7, sampel sebanyak 56 Dl akan diisikan ke dalamnya. Setelah

(6)

itu, masih ada proses penambahan konyugat anti *A0 dengan kadar /5 Dl pada ketiga tabung tersebut. !etiga tabung pun ditambahkan lagi dengan pengen"er /56 Dl.

abung perlu kemudian ditutup dan pemakaian seld adhesive foil adalah yang dipergunakan sebagai  penutup. %arulah kemudian menempuh proses inkubasi dengan durasi 15 menit dan pada suhu kamar.

Pengo"okan dilakukan permanen, lalu dilanjutkan dengan pen"u"ian menggunakan aEuadest. %elum selesai, setelah itu perlu ditambahkan dengan /56 Dl konyugat anti *A0 pada 8 tabung tersebut, tutup lagi dan

inkubasi lagi selama F jam dengan suhu yang sama dan di"u"i kembali.

Larutan kerja %( pun perlu ditambahkan ke : tabung dengan takaran sebanyak /56 Dl. Penambahan asam sulfat 1 Dl 5B juga diperlukan ke masing'masing tabung, barulah kemudian fotometer bisa diba"a dengan G :56 mm.

&ntuk "ara otomatis atau autometik, serum pasien bisa dimasukkan ke tabung mikro 566 Dl dan tabung tersebut bisa diletakkan pada tempatnya, yakni di "obas "ore. Jalankan sesuai aturannya dengan menekan tombol anti *A0 7obas 7ore lebih dulu. ?antinya akan keluar hasil se"ara autometik dan lembaran print out  bakal keluar untuk diba"a hasilnya.

Apabila negatif, maka tandanya sampel akan memiliki tanda absorbansi di bawah gray +one. ?amun ketika sampel ada pada gray +one, hal ini adalah tanda bahwa pengujian perlu diulangi dan di kertas print out bakal ter"etak tanda 4<'. *asil dinyatakan positif ketika hasilnya ada di atas gray +one.

%a"a juga# "ara menjaga kesehatan jasmani dan rohani - "ara meningkatkan antibodi

!esimpulannya, imunoserologi adalah bidang ilmu pengetahuan yang diperlukan ketika hendak memeriksa segala kondisi tubuh yang berhubungan dengan imunitas. Proses identifikasi antibodi dengan pemeriksaan imunoserologi pun sangatlah membantu sehingga mampu mengetahui respon terhadap protein atau antigen asing yang ada di dalam tubuh. &ntuk menjaga tubuh tetap fit dan jauh dari kelainan imun, tak salah juga men"ari "ara meningkatkan daya tahan tubuh.

Sponsored Link 

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian terbatas pada mengumpulkan jenis tumbuhan berkayu yang hidup di lahan gambut di Kawasan hutan Taman Nasional Sebangau SPTN Wilayah I Resort Habaring

Bandung:Program Magister Manajemen Bisnis dan Administrasi Teknologi PPS- ITB,2003. Tesis (Magister Manajemen Bisnis dan Administrasi

• #da juga orang batak sakit karena tarhirim +is $ seorang bapak menjanjikan akan memberi mainan buat anaknya, tetapi janji tersebut tidak ditepati. arena janji tersebut

Sedangkan bentuk prestasi oleh pihak yang wajib berprestasi yaitu yang berupa berbuat sesuatu yang memberikan sesuatu apabila batas waktunya ditentukan dalam perjanjian maka

Poerpoint merupakan program dari Microsoft )ffice yang dibuat oleh Poerpoint merupakan program dari Microsoft )ffice yang dibuat oleh  perusahaan Microsoft dan dipergunakan

Data yang akan diraih dalam penelitian ini adalah : (1) observasi tingkah laku siswa pada saat pembelajaran berlangsung, (2) hasil pekerjaan siswa terhadap tugas laporan, diskusi

Bagian pertama tentang pendekatan dalam kajian etika komunikasi yaitu pendekatan kultural guna menganalisis perilaku pelaku profesi komunikasi dan pendekatan strukrural

Surat Tanggapan dari Pemohon terhadap Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan Substantif Tahap I melalui surat No:YT/W2801481/EN tertanggal 8 Januari 2015 , yang