PENGANTAR
PENGANTAR
MANAJEMEN
PUBLIK
OLEH:
1ARIEF DARYANTO
2006
PROGRAM MANAJEMEN DAN BISNIS
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
APA ITU SEKTOR PUBLIK?
Sektor publik merupakan bagian dari
Sektor publik merupakan bagian dari
perekonomian nasional yang dikendalikan
oleh pemerintah
Bagian dari perekonomian: berkaitan dengan
pemberian atau penyerahan jasa pemerintah
kepada publik
K
i i
kt
blik k
li i
Komposisi sektor publik: keamanan, polisi,
militer, jalan umum, transportasi umum,
listrik, pendidikan, kesehatan, dll.
MANAJEMEN
Fungsi Strategi, Fungsi Pengelolaan Komponen
I t
l d
F
i P
l l
K
d
Ek t
l
Internal, dan Fungsi Pengelolaan Keadaan Eksternal
Fungsi Strategi
Menentukan orientasi dan prioritas organisasi
Merumuskan rencana operasional
Fungsi Pengelolaan Komponen Internal
Penyusunan kepegawaian
Pengembangan sistem kepribadian pegawai
3
g
g
p
p g
Kontrol perilaku
Fungsi Pengelolaan Keadaan Eksternal
Kewenangan bersama
Hubungan dengan organisasi independen
Hubungan dengan pers dan masyarakat
MANAJEMEN
Manajemen berkenaan dengan orang yang bertanggung jawab
menjalankan organisasi dan proses menjalankan organisasi itu sendiri
menjalankan organisasi dan proses menjalankan organisasi itu sendiri
untuk mencapai tujuan organisasi
Empat klaster kompetensi manajemen
Klaster manajemen tujuan dan aksi (orientasi efisiensi, tindakan proaktif, kepedulian terhadap dampak, dan penggunaan diagnostik terhadap konsep-konsep)
Klaster pengarahan terhadap bawahan (kekuasaan unilateral, pengembangan yang lain dan spontanitasi)
Klaster manajemen sumberdaya manusia (penggunaan oengaruh dalam j y (p gg g melakukan sosialisasi, mengelola kelompok, persepsi positif, obyektifitas persepsi, penilaian diri yang akurat, pengendalian diri, stamina dan mampu menyesuaikan diri)
Klaster kepemimpinan (mengembangkan rasa percaya diri,
konseptualisasi, pemikiran yang logis dan penggunaan presentasi lisan)
MANAJEMEN PUBLIK???
MANAJEMEN PUBLIK
Bukan analisis kebijakan ataupun administrasi
Bukan analisis kebijakan ataupun administrasi
publik baru
Manajemen publik merefleksikan tekanan-tekanan
antara orientasi rasional-instrumental pada satu
pihak dan orientasi politik kebijakan di pihak lain
Suatu studi interdisiplin dari aspek aspek umum
5
Suatu studi interdisiplin dari aspek-aspek umum
organisasi dan merupakan gabungan antara
fungsi-fungsi manajemen (Planning, Organizing, Controlling
dan SDM, keuangan, fisik, intormasi, politik)
MANAJEMEN PUBLIK VS KEBIJAKAN PUBLIK
Æ DUA
BIDANG ADMINISTRASI PUBLIK YANG TUMPANG TINDIH
Manajemen publik = proses menggerakkan SDM dan SD non manusia
sesuai perintah kebijakan publik
Isu-Isu Manajemen Publik:
Privatisasi sebagai alternatif pemerintah dalam melayani publik
Rasionalitas dan akuntabilitas
Perencanaan dan kontrol
Keuangan dan penganggaran
Produktivitas SDM
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
Identifikasi peran pelayan publik dalam proses demokratis serta standar etika dan kinerja yang tinggi dari pejabat kunci
Fleksibilitas penataan organisasi
Pengangkatan petinggi kabinet dan pimpinan instansi secara profesional
Investasi pemerintah yang lebih besar di bidang pendidikan dan pelatihan eksekutif dan manajemen
PENGARUH MANAJEMEN KLASIK
PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN
Pembagian kerja
Hak memberikan perintah
Aturan yang dipatuhi
Aturan yang dipatuhi
Kesatuan perintah
Kesatuan arah/pimpinan
Kepentingan organisasi lebih diutamakan dari kepentingan pribadi
Sistem kompensasi yang adil
Sistem sentralisasi
Garis kewenangan
Penempatan pada posisi dan waktu yang tepat
Perlakuan yang ramah dan adil terhadap bawahan
Kestabilan dari para staf
7
p
Bawahan diberi kebebasan berinisiatif
Dorongan semangat kerja tim
PLANNING
PLANNING ORGANIZINGORGANIZING STAFFINGSTAFFING DIRECTINGDIRECTING
COORDINATING COORDINATING REPORTING REPORTING BUDGETING BUDGETING
PERGESARAN PARADIGMA MANAJEMEN PUBLIK
MANAJEMEN NORMATIF
MANAJEMEN NORMATIF
MANAJEMEN DESKRIPTIF
MANAJEMEN NORMATIF (1)
TINJAUAN MANAJEMEN SEBAGAI PROSES PENYELESAIAN TUGAS ATAU PENCAPAIAN TUJUANÆ efektivitasnya diukur dari apakah kegiatan organisasi direncanakan, diorganisasikan, dikoordinasikan, dan dikontrol secara lebih efisien ÆBersifat profit oriented atau business oriented
POSDCORB
Planning (pengambilan keputusan tentang tujuan yang harus diraih pada kurun waktu tertentu dan apa yang harus dilakuakn untuk mencapai tujuan tersebut –
menghasilkan dan mengintegrasikan tujuan, strategi dan kebijakan)
Organizing (proses pembagian kerja yang disertai dengan pendelegasian wewenang – diperlukan untuk memperbaiki efisiensi kerja dan mutu pekerjaan serta memperbaiki komunikasi)
Staffing (proses memperoleh tenaga yang tepat jumlah dan mutunya sesuai dengan
9
g (p p g y g p j y g kebutuhan pekerjaan dalam organisasi)
Coordinating (proses integrasi kegiatan dan target dari berbagai unit kerja dari organisasi agar mencapai tujuan secara efisien)
Motivating (proses pemberian dorongan pada anggota organisasi untuk bekerja sesuai dengan tujuan organisasi)
Controlling (mencari kecocokan antara kegiatan aktual dengan kegiatan terencana Æ
feedback perencanaan di masa yang akan datang
MANAJEMEN NORMATIF (2)
TIGA TEORI MANAJEMEN
MODEL TRADISIONAL
Pekerjaan diasumsikan tidak menyenangkan bagi manusia, upah lebih penting dari Pekerjaan diasumsikan tidak menyenangkan bagi manusia, upah lebih penting dari kerja, dan sedikit sekali orang yamg memiliki pengendalian dan pengarahan diri Æ
supervisi ketat, prosedur sederhana, instruksi paksaan
HUMAN RELATIONS
Bawahan ingin merasa berguna dan penting, individu yang berarti, keinginan lebih penting daripada uang Æ ada upaya menciptakan hubungan baik dan berusaha
membuat bawahan merasa penting, mendengarkan semua keluhannya, dan memberi ijin dalam batasan tertentu untuk melakukan kontrol diri dan pengarahan diri ijin dalam batasan tertentu untuk melakukan kontrol diri dan pengarahan diri
HUMAN RESOURCES
Orang mungkin tertarik pada pekerjaan yang menantang, memiliki kreativitras dan inisiatif serta tanggung jawab yang tinggu Æ manfaatkan kemampuan SDM bawahan,
memberi dorongan untuk aktif, serta perbaikan efisiensi dan peningkatan kepuasan kerja
MANAJEMEN DESKRIPTIF
KEGIATAN PERSONAL
(dilakukan manajer untuk mengatur
waktunya sendiri, atau memuaskan diri dan keluarganya)
KEGIATAN INTERAKTIF
(interaksi manajer dengan
bawahan, atasan, customer, organisasi lain, dan pemuka
masyarakat
Æ interpersonal, informational dan decision
making)
KEGIATAN ADMINISTRATIF
(surat menyurat pengaturan
11
KEGIATAN ADMINISTRATIF
(surat-menyurat, pengaturan
anggaran, monitoring kebijakan dan prosedur, serta
penanganan masalah kepegawaian)
KEGIATAN TEKNIS
(supervisi terhadap pekerjaan teknis)
MANAJEMEN PUBLIK
EMPAT PRINSIP DASAR
(1)
PEMERINTAH SEBAGAI SETTING UTAMA ORGANISASI
Î
(1)PEMERINTAH SEBAGAI SETTING UTAMA ORGANISASI
Î
pengembangan sistem rekrutmen, ujian PNS, klasifikasi
jabatan, promosi, disiplin dan pensiun
(2)
FUNGSI EKSEKUTIF SEBAGAI FOKUS UTAMA
Î
prinsip-prinsip POSDCORB
(3)
PENCARIAN PRINSIP-PRINSIP DAN TEKNIK MANAJEMEN
YANG LEBIH EFEKTIF
Î administrasi publik dan manajemen
publik sebagai kegiatan politik, atau bagian dari ilmu politik
(fungsi manajemen tidak diajarkan secara normatif)
(4)
METODE PERBANDINGAN SEBAGAI METODE STUDI DAN
PENGEMBANGAN BIDANG ADMINISTRASI PUBLIK
Î
FUNGSI MANAJEMEN PUBLIK
(1)
Menciptakan tujuan dan prioritas
M
i
l
(2)
Menyusun rencana operasional
(3)
Melakukan pengorganisasian dan staffing
(4)
Mengarahkan para pegawai dan sistem manajemen
kepegawaian
(5)
Mengendalikan kinerja
(6)
Berurusan dengan unit-unit luar
13
(6)
Berurusan dengan unit-unit luar
(7)
Berurusan dengan organiasi-organisasi independen
(8)Berurusan dengan media masa dan publik
PEMIKIRAN-PEMIKIRAN MANAJEMEN PUBLIK
Model PAHFRIER
1.
POLICY ANALYSIS
(pengembangan planning dan reporting)
FINANCIAL MANAGEMENT
(
b
d
i b d
ti
)
2.
FINANCIAL MANAGEMENT
(pengembangan dari budgeting)
3.HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
(pengembangan dari
staffing, directing dan coordinating)
4.
INFORMATION MANAGEMENT
(pengembangan dari
reporting, directing, dan coordinating)
5.
EXTERNAL RELATIONS
Pendekatan TQM (Total Quality Management)
Æ komitmen
anggota dan pimpinan organisasi; keterlibatan anggota
organisasi, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan
TUGAS MANAJEMEN
(1) Tugas perencanaan
- Menciptakan kebijakan, tujuan dan standar
- Mengembangkan aturan dan prosedur
- Mengembangkan rencana M l k k l
(3) Tugas staffing
- Menentukan tipe orang yang harus dipekerjakan
- Merekrut orang yang berprospek baik Menyeleksi pegawai
- Melakukan ramalan
- Menganalisis lingkungan
- Mengevaluasi efektivitas proses perencanaan
(2) Tugas pengorganisasian
- Membagi tugas pada setiap orang
- Mencitpakan struktur yang sesuai secara fungsional dan sosial
- Mendelegasikan otoritas
- Menciptakan garis otoritas dan komunikasi Koordinasi sem a pekerjaan ba ahan
- Menyeleksi pegawai
- Melakukan training dan pengembangan staf
- Melakukan penilaian kinerja
- Melakukan evaluasi program staffing
(4) Leading
- Mendorong orang melakukan pekerjaan
- Menjaga atau memelihara semangat kerja
- Memotivasi staf
- Menciptakan iklim organisasi yang kondusif
- Melakukan evaluasi terhadap efektivitas i i
15
- Koordinasi semua pekerjaan bawahan
- Mengevaluasi efektivitas organisasi
pimpinan
(5) Controlling
- Menetapkan standar
- Menciptakan perubahan dalam mencapai tujuan
- Mengembangkan struktur dan proses akuntabilitas
- Mengevaluasi kinerja
FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN YANG MENJADI
TANGGUNG JAWAB MANAJER PUBLIK
FUNGSI MANAJEMEN KEBIJAKAN
manajer secara aktif terlibat dalam penentuan program dan proyek yang diusulkanÆ harus
manajer secara aktif terlibat dalam penentuan program dan proyek yang diusulkan Æ harus
mendorong agar kebijakan yang diusulkan dapat mengakomodasi aspek teknis – politis FUNGSI MSDM
berkaitan dengan jumlah, jenis, mutu, distribusi dan utilisasi SDM dalam organisasi Æ
prinsip-prinsip civil service – mengutamakan nilai-nilai representativeness, responsiveness, efisiensi, efektivitas dan ekonomi Æ perlu leadership skills
FUNGSI MANAJEMEN FINANSIAL
mencari, merencanakan dan mengalokasikan dana sesuai dengan rencana Æ penekanan
harus pada akuntabilitas internal FUNGSI MANAJEMEN INFORMASI
informasi sebagai kekuatan kerjasama dengan pihak-pihak luar Æ tantangan: akuntabilitas
pegawai
FUNGSI MANAJEMEN HUBUNGAN LUAR
pembentukan jaringan kerja yang sehat untuk memberikan kepuasan secara bersama Æ
Manajemen Publik Baru (1)
Model dari suatu perubahan beasr administrasi publik
Model dari suatu perubahan beasr administrasi publik
tradisional
Perubahan dari birokrasi klasik ke pembuatan organisasi,
personal, pekerjaan and kondisi yang lebih fleksibel
Pengorganisasian berdasarkan aspek-aspek ekonomi, efisiensi
dan efektivitas
Staf senior lebih mungkin melakukan tindakan politik kepada
17
Staf senior lebih mungkin melakukan tindakan politik kepada
pemeritnah daripada bentuk non-partisan atau netral
Fungsi pemerintah adalah lebih ke arah uji pasar
Manajemen Publik Baru (2)
PEMERINTAH DIAJAK UNTUK
PEMERINTAH DIAJAK UNTUK
(1) Meninggalkan paradigma adminsitrasi tradisional dan
menggantikannya dengan perhatian terhadap kinerja
(2) Melepaskan diri dari birokrasi klasik dan menciptakan situasi dan
kondisi yang lebih fleksibel
(3) Menetapkan tujuandan target organisasi dan personal lebih jelas
(4) Staf senior lebih berkomitmen secara politis dengan pemerintah
(4) Staf senior lebih berkomitmen secara politis dengan pemerintah
secara harian
(5) Fungsi pemerintah untuk memperhatikan pasar, kontrak kerja keluar
(6) Fungsi pemerintah dikurangi melalui privatisasi
HUBUNGAN ANTAR DIMENSI ADMINISTRASI PUBLIK
DIMENSI MORAL/ETIKA DIMENSI LINGKUNGAN DIMENSI KEBIJAKAN DIMENSI MANAJEMEN DIMENSI KINERJA 19 DIMENSI ORGANISASIMANAJEMEN PUBLIK BARU (NEW PUBLIC MANAGEMENT) (1)
REINVENTING GOVERNMENT (Osborne & Gaebler, 1992; Osborne & Plastrik, 1997) Æ Sifat pemerintahan: Catalytic Community Owned Competitive Mission Driven Result Oriented Customer Driven Enterprising Anticipatory Decentralized Market Oriented
Paradigma manajemen terdahulu kurang efektif dalam memecahkan masalah dan memberikan pelayan pubilk, termasuk membangun masyarakat.
Merupakan pendekatan dalam administrasi publik yang menerapkan
pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dalam dunia manajemen bisnis dan disiplin yang lain untuk memperbaiki efisiensi, efektivitas dan kinerja pelayanan publik pada birokrasi modern
MANAJEMEN PUBLIK BARU (NEW PUBLIC MANAGEMENT) (2)
Paradigma manajemen terdahulu kurang efektif
dalam memecahkan masalah dan memberikan
pelayan pubilk, termasuk membangun masyarakat.
Merupakan pendekatan dalam administrasi publik
yang menerapkan pengetahuan dan pengalaman
yang diperoleh dalam dunia manajemen bisnis dan
disiplin yang lain untuk memperbaiki efisiensi,
efektivitas dan kinerja pelayanan publik pada
21
birokrasi modern
NPM
:
Model tingkah laku
Pengelolaan manajemen
Respon perubahan
KOMPONEN-KOMPONEN NEW
PUBLIC MANAGEMENT (NPM)
Pemanfaatan manajemen profesional dalam sektor publik
Pemanfaatan manajemen profesional dalam sektor publik
Penggunan indikator kinerja
Penekanan yang lebih besar pada kontrol output
Pergeseran perhatian ke unit-unit yang lebih kecil
Pergeseran ke kompetisi yang lebih tinggi
Penekanan gaya sektor swasta pada praktek manajemen
Penekanan pada disiplin dan penghematan yang lebih
ORIENTASI NPM
EFFICIENCY DRIVE
Mengutamakan nilai efisiensi dalam pengukuran kinerja
DOWNSIZING (DECENTRALIZATION)
Mengutamakan penyederhanaan struktur, memperkaya fungsi dan mendelegasikan otoritas pada unit-unit yang lebih kecil
SEARCH OF EXCELLENCE
Mengutamakan kinerja optimal dengan memanfaatkan iptek
PUBLIC SERVICE ORIENTATION
23
PUBLIC SERVICE ORIENTATION
Mengutamakan kualitas, misi dan nilai-nilai yang hendak dicapai organisasi publik, memberikan perhatian yang lebih besar kepada aspirasi, kebutuhan dan partisipasi user dan wamrga masyarakat, memberikan otoritas yang lebih tinggi kepada pejabat yang dipilih masyarakat, menekankan societal learning dalam pelayanan publik, menekankan pada evaluasi kinerja secara berkesinambungan,
serta menekankan pada partisipasi masyarakat dan akuntabilitas
FOKUS NPM
Organisasi harus memiliki strategi dan
Organisasi harus memiliki strategi dan
obyektivitas
Prgram harus ditempatkan untuk menemukan
obyektivitas dan strategi yang tepat
Susunan organisasi dan pendapatan harus
diprogram sejauh mungkin agar berfungsi
secara spesifik, dan diarahkan secara bertahap
p
p
Penekanan pada hasil yang maksimal
NEW PUBLIC SERVICE PARADIGM
Melayani warga masyarakat bukan pelanggan
Melayani warga masyarakat bukan pelanggan
Mengutamakan kepentingan publik
Mebih menghargai warga negara daripada
kewirausahaan
Berpikir strategis dan bertindak demokratis
Menyadari bahwa akuntabilitas bukan sesuatu yang
mudah
25
Melayani daripada mengendalikan
Menghargai orang, bukannya produktivitas semata
ISU-ISU PENTING MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK (1)
ISU PELIBATAN SEKTOR SWASTA DAN MASYARAKAT
Æ pemerintah
disarankan melibatkan sektor swasta dan masyarakat dalam
pelayanan publik – perlu profesionalisme pelayanan publik
ISU ACCOUNTABLE MANAGEMENT
Æ k
b h
di
ISU ACCOUNTABLE MANAGEMENT
Æ konsep pembaharuan di
bidang manajemen publik - manajer dan institusi publik dituntut
akuntabel terhadap spesifikasi tugas yang dilakukan, pengukuran
kinerja, sistem pengorganisasian dan pengontrolan sumberdaya,
sistem monitoring dan evaluasi, serta sangsi dan insentifnya
Kompetensi standar dalam tugas pekerjaan (pemerintah kurang memahami perintah pekerjaan untuk setiap jabatan)
Pengukuran kinerja (kesadaran elit politik masih rendah – perlu berorientasi pada output)
berorientasi pada output)
Pengorganisasian dan pengontrolan sumberdaya (efektivitas rentang kendali SDM rendah, serta sering terjadi penyimpangan dalam sistem pengadaan sarana dan fasilitas)
Sistem monitoring dan evaluasi (belum dimanfaatkan untuk meningkatkan profesionalisme)
ISU-ISU PENTING MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK (2)
Isu komitmen dan profesionalisme
Manajer berkomitmen pada bawahan serta para
pengguna layanan publik.
Manajer melaksanakan pekerjaannya dengan
menggunakan prinsip-prinsip keilmuan dan
pengalaman serta etika profesi
27
pengalaman, serta etika profesi.
CAPACITY BUILDING
Æ
knowledgeable and
skillful manager
– perlu restrukturisasi secara
obyektif
KEPEMIMPINAN DALAM NPM
Teori birokrasi dan teori tentang pemisahan
Teori birokrasi dan teori tentang pemisahan
antara politikus dan penyelenggara pemerintah
Teori ekonomi dan teori pemerintahan
Teori ekonomi Æ asumsi rasionalitas individu
dan asumsi perluasan modal menjadi tingkatan
abstraksi yang lebih tinggi
Æ ekonomi dan
abstraksi yang lebih tinggi Æ ekonomi dan
manajemen individu menjadi penyokong utama
NPM
KEBIJAKAN
KEBIJAKAN
Æ label bagi suatu bidang kegiatan; suatu
ekspresi tentang tujuan umum atau kondisi yang diinginkan,
keputusan pemerintah, otorisasi formal, outcome, teori/model,
keputusan pemerintah, otorisasi formal, outcome, teori/model,
pembuatan kebijakan dan implementasi kebijakan
Æ bersifat
hirarkis
Konsep filosofis
Æ serangkaian prinsip/kondisi yang diinginkan
Produk
Æ serangkaian kesimpulan atau rekomendasi
Proses
Æ suatu cara untuk dapat mengetahui apa yang diharapkan
dari program/ mekanisme dalam mencapai produk
29
p
g
p
p
Kerangka kerja
Æ proses tawar-menawar dan negosiasi untuk
merumuskan isu dan metode impementasinya
KEBIJAKAN PUBLIK
Æ pemanfaatan yang strategis terhdap
sumberdaya-sumberdaya yang ada untuk memecahkan
masalah-masalah publik atau pemerintah
BENTUK
KEBIJAKAN
Regulatory Æ mengatur perilaku orang
Redistributive Æ mendistribusikan kembali kekayaan yang ada
Distributive Æ melakukan distribusi/akses yang sama y g terhadap sumberdaya tertentu
Constituent Æ perlindungan pada negara
TIPE
Majoritarian Æ cenderung mendistribusikan biaya dan menerima keuntungan
Entpreneurial Æ mengkonsentrasikan atau membebani biaya pada sekelompok orang saja
TIPE
KEBIJAKAN
y p p g j
tetapi manfaatnya dinikmati secara luas
Client Æ membebani masyarakat luas melalui subsidi kemudian dinikmati segelintir orang
PARADIGMA KEBIJAKAN DI NEGARA-NEGARA BERKEMBANG
PARADIGMA
SOCIETY - CENTERED MODELS STATE - CENTERED MODELS
• Social class analysis
kebijakan sebagai perwujudan usaha kelas yang dominan dalam mempertahankan kepentingannya terhadap kaum lemah
• Pluralism
hasil konflik, tawar-menawar dan pembentukan koalisi antar berbagai kelompok masyarakat
Public choice
• Rational actor
para aktor berperilaku sebagai pemilih rasional terhadap alternatif kebijakan
• Bureaucratic politics
struktur negara dipandang sebagai area dimana para elit negara melakukan manuver politik dalam memenangkan
kepentingannya
31
• Public choice
kelompok masyarakat sangat peduli dengan kepentingannya sehingga mencari akses untuk menggunakan sumberdaya publik
kepentingannya
• State interest
kebijakan sebagai perspektif umum Æ negara memiliki otonomi dalam merumuskan hakekat masalah publik dan mengembangkan solusinya
PRINSIP-PRINSIP KEBIJAKAN PUBLIK
1. Tahap-Tahap Kebijakan• Penetapan agenda kebijakan
• Formulasi kebijakan • Adopsi kebijakan • Implementasi kebijakan • Penilaian kebijakanj 2. Analisis Kebijakan a. Identifikasi masalah b. Identifikasi alternatif c. Seleksi alternatif
• Menyepakati kriteria alternatif
• Technical feasibility (Effectiveness & Adequacy)
• Political viability (acceptability, appropriateness, responsiveness, legal, & equity) • Economic and financial possibility (change in net worth, economic efficiency,
profitability, & cost effectiveness)
• Administrative operability (authority, institutional commitment, capability, economic
rationality & organizational support)
• Penentuan alternatif terbaik • Pengusulan alternatif terbaik
3. Implementasi Kebijakan Hambatan:
- Hambatan politik, ekonomi dan lingkungan - Kelemahan institusi
- Ketidakmampuan SDM di bidang teknis dan administratif - kekurangan bantuan teknis
- kurangnya desentralisasi dan partisipasig y p p - pengaturan waktu
- sistem informasi yang kurang mendukung - perbedaan agenda tujuan antar aktor - dukungan yang berkesinambungan
4. Monitoring dan Evaluasi Kebijakan Masalah:
- Kelemahan dalam penyusunan indikator keberhasilan
33
- Perbedaan tentang persepsi terhadap tujuan - Subyektivitas evaluasi
ISU-ISU PENTING KEBIJAKAN
Isu Etika Kebijakan
Isu Etika Kebijakan
Isu Paradigmatis
Peranan pemerintah sebagai katalisator penyusunan
kebijakan
Keterlibatan masyarakat dalam penyusunan kebijakan
Dorongan pada proses belajar dan inovasi pada masyarakat
Orientasi pasar
Penetapan kebijakan-kebijakan preventif