Oleh: Oleh:
Dr. Ir. H. Muhamad Haddin, MT
Dr. Ir. H. Muhamad Haddin, MT
udit
Plan (Audit
Plan (Audit EnerEnergi)gi) Do Do Check Check Act Act Operator Operator
AUD
AUDIT
IT ENE
ENERGI
RGI ::
Au
Audi
ditt en
ener
ergi
gi mer
merup
upak
akan
an la
lang
ngka
kah
h awa
awall pe
pela
laks
ksan
anaa
aan
n
s
s
istem manajemen
istem manajemen e
e
nergi (me
nergi (membuat r
mbuat ren
encan
cana
a aksi)
aksi)
Man
Plan (Audit
Plan (Audit EnerEnergi)gi) Do Do Check Check Act Act Operator Operator
AUD
AUDIT
IT ENE
ENERGI
RGI ::
Au
Audi
ditt en
ener
ergi
gi mer
merup
upak
akan
an la
lang
ngka
kah
h awa
awall pe
pela
laks
ksan
anaa
aan
n
s
s
istem manajemen
istem manajemen e
e
nergi (me
nergi (membuat r
mbuat ren
encan
cana
a aksi)
aksi)
Man
PRINSI
PRINSIP DA
P DASAR K
SAR KONSERV
ONSERVASI
ASI ENER
ENERGI
GI
1.
1. Meng
Menghila
hilangkan
ngkan buan
buangan
gan energ
energii (pen
(pencega
cegahan).
han).
2.
2. Mengu
Mengurangi
rangi rugi-
rugi-rugi
rugi ener
energi
gi (rec
(recovery
overy))
3.
3. Meni
Meningkat
ngkatkan ef
kan efisie
isiensi pe
nsi pemanf
manfaata
aatan
n ener
energi
gi
(ino
(inovasi
vasi efis
efisiens
iensi)
i)
PE PERTRTANANYAYAANAN :: 1 1.. BBAAGGAAIIMMAANNAA CA CARARANYNYAA?? 2 2.. DDAARRIIMMAANNAA D DIIMMUULLAAII ?? 3.APA
3.APA MANFAATNYA MANFAATNYA ? ? 4.4.
DL
DLLL ....??????????
AUD
AUD
IT
IT
ENE
ENE
RGI
RGI
ADALAH
Hasil audit energi adalah potret pemanfaatan energi sebagaimana digambarkan berikut ini : Lowhanging fruit S Investasi besar Investasi sedang
No & low cost Area penghematan energi Upaya yang diperlukan Investasi yang diperlukan Manfaat (Kriteria Investasi) Potensi penghematan energi (%) 20 - 30 % 15 - 20 % 5 - 15 % Cost benefit ratio < 1
Kode Unit : JPI.KE02.003.01
Judul Unit : Melakukan audit energi
Uraian Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan proses pelaksanaan audit energi di Industri.
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja (KUK) 1. Melakukan persiapan audit
energi
1. Langkah-langkah audit energi disusun 2. Perangkat audit energi disiapkan
3. Kerangka waktu audit energidibuat 4. Sumber daya disiapkan
2. Melaksanakan pengumpulan data audit energi
1.Data historis dikumpulkan
2. Data spesifikasi pemanfaat energi dicatat 3. Data operasi aktualdiukur
4. Cara pengoperasian diamati 5.Wawancara dengan pengelola dan pelaksana dilakukan
6. Data yang terkumpul diverifikasi dan divalidasi
3. Menganalisis data hasil audit energi
1. Data dikelompokkan
2. Konsumsi energi spesifik dihitung
3. Intensitas energi aktual dengan standar dibandingkan
3.3. Analisis statistik dilakukan 3.4.Analisis teknis dilakukan 4. Mengidentifikasipeluang
penghematan energi
1. Peluang penghematan energi ditetapkan 2. Analisis finansial dan ekonomi dilakukan
PROSES AUDIT ENERGI
Persiapan
Survei data
Melihat Mencatat. Mengukur. Analisis data
Menghitung efisiensi/kinerja Evaluasi Identifikasi penghematan energi Historis, teknik & finansil
Laporan
Rekomendasi
Langkah-langkah audit energi disusun
(Daftar tanya; daftar periksa)
Tim audit ditunjuk (termal, listrik dll)
Perlengkapan audit energi disiapkan (APD)
Peralatan audit disiapkan (kalibrasi)
Ada 3 (tiga) pertanyaan dasar yang harus dijawab
dalam menentukan langkah audit energi yaitu :
Keinginan untuk
menjawab pertanyaan di atas merupakan petunjuk awal dalam menyusun langkah audit energi.
Menentukan Langkah Audit Energi
a. Sumber dan jenis energi yang digunakan
b. Pengguna energi Signifikan
c. Kinerja pemanfaatan energi saat in
(efisiensi energi
Strategi Audit Energi Dibangun Dari 3 Pertanyaan Dasar W
2H :
Apa ( hat): Sumber energiTeknologi peralatan / proses yang digunakan
Parameter kritis (Faktor yang mempengaruhi konsumsi /kinerja energi)
Dimana( here) : Energ digunakan,
Area pemaka signifikan/terbe ?. : Melebihi standar
Bagaimana ow : Kinerja pemakaian energi sekarang : Cara meningkatkan efisiensi energ
‣ Kebijakan perusahaan tentang energi.
‣ Struktur organisasi / posisi manajer dalam organisasi
perusahaan), Fungsi masing-masing departemen,
‣ Sasaran dan program energi manajemen, status program,
data base, pelaksanaan program, peluang penghematan energi , kegiatan yang sudah dan sedang dilakukan .
‣ Lay out fasilitas energi.
‣ Data Bahan bakar, konsumsi, jenis, jumlah, ‣ Biaya energi .
‣ Pemakaian energi untuk masing-masing fasilitas, ‣ Jadwal kerja.
‣ Masalah lingkungan. ‣ Spesifikasi peralatan. ‣ Indikator kinerja,
‣ Prosedur pelaporan,
‣ Kapasitas daya , daya aktual,
‣ Rencana ke depan hubungannya dengan efisiensi energi.
Kondi
Kondisi
si pera
peralata
latan
n dan
dan prob
problema
lema
oper
operasi y
asi yang d
ang dihada
ihadapi m
pi misalny
isalnya
a ::
sistem kontrol,
sistem kontrol, instrumenta
instrumentasi,
si,
prosedur
prosedur
maintenance
maintenance
dll.
dll.
Sp
Spes
esif
ifik
ikas
asi mate
i materi
rial
al se
sebe
belu
lum
m da
dan
n
se
sesud
sudah pros
ah proses
es pr
produ
oduksi
ksi..
Jumlah produksi,
Jumlah p
roduksi, kualitas
kualitas produksi,
produksi,
tempera
temperatur dan
tur dan tekanan operasi
tekanan operasi
se
serta
rta sik
siklus
lus wak
waktu
tu ))
Stand
Standar/
ar/pros
prosedu
edurr oper
operasi.
asi.
MANAJER/ENJIN
Opera
Operator
tor adala
adalah ya
h yang
ng sesunggu
sesungguhnya
hnya
mengerti
mengerti jal
jalanny
annya opera
a operasi
si perala
peralatan,
tan,
Op
Opera
erato
tor ad
r adal
alah pet
ah petuga
ugas
s ya
yang
ng sec
secar
ara
a
terus-menerus berhadapan dengan
terus-menerus berhadapan dengan
pe
pera
rala
lata
tan
n ene
energ
rgi.
i.
Ope
Operat
rator
or mem
mempun
punya
yaii ban
banyak
yak inf
infor
orma
masi
si
tentang hambatan, masalah operasi,
tentang hambatan, masalah operasi,
p
pen
eng
gg
ga
an
nttiia
an
n p
pe
erra
alla
atta
an
n y
ya
an
ng
g p
pe
errn
na
ah
h
di
dila
laku
kuka
kan
n dl
dll.
l.
Operat
Operator
or juga
juga merupak
merupakan
an sumber
sumber ide
ide
bag
bagaim
aimana meningka
ana meningkatkan e
tkan efis
fisiens
iensii ener
energi.
gi.
OPERATOR
‣
‣ Komitmen Komitmen perusahaperusahaan tan tentangentang energi.energi.
‣
‣ TTargearget t dan dan fealisasi fealisasi penghemapenghematantan energienergi
‣
‣ Struktur managemen energi perusahaan (organisasi / posisi manajerStruktur managemen energi perusahaan (organisasi / posisi manajer
dalam
dalam organisasorganisasii perusahaperusahaan),an),
‣
‣ Fungsi masing-masing departemen,Fungsi masing-masing departemen,
‣
‣ Sasaran Sasaran dan progradan program em energinergi manajemenmanajemen,,
‣
‣ Status Status program, program, data basedata base, pelaks, pelaksanaananaan program,program,
‣
‣ Kegiatan Kegiatan yayang sudah dan ng sudah dan sedang dsedang dilakukanilakukan ..
‣
‣ Lay ouLay out fasilit fasilitastas enerenergi.gi.
‣
‣ KonsumsKonsumsi energi,Bahi energi,Bahan baan bakarkar, jenis, jumlah, bi, jenis, jumlah, biayaya a energienergi ..
‣
‣ PemakaPemakaian energi ian energi masing-mamasing-masing unsing unit kerja dait kerja dan fasilitan fasilitass ;;
‣
‣ JadJadwalwal kerjkerja.a.
‣
‣ StanStandardar linglingkungkungan.an.
‣
‣ SpeSpesifisifikasikasi peraperalatalatan.n.
‣
‣ IndiIndikatokatorr kinekinerja,rja,
‣
‣ ProsProseduredur pelapelaporaporan,n,
‣
Motivasi dan kesadaran kariawan/operator tentang
konservasi energi.
Upaya mengaktifkan motivasi tersebut.
Kadar keinginan di dalam diri setiap individu untuk
menerapkanya.
Penghargaan terkait dengan konservasi energi
Jumlah personel yang mendapat kepuasan dalam
menjalankan tugas seperti mendapat
bonus/penghargaan harus didorong seiring
dengan banyaknya energi yang akan dihemat.
Melihat
Mencatat.
Mengukur .
Wawancara.
Diskusi.
Data Sekunder
:
Data Sekunder :
Yaitu data primer yang telah diolah lebih lanjut yang disajikan baik oleh pengumpul data primer atau pihak lain.
Data historis :
Informasi Umum tentang obyek audit Konsumsi energi beberapa tahun terahir
Data teknis peralatan utama pemanfaat energi :
Kapasitas Jumlah unit
Performance ( aktual; disain)
• • • • • • • kinerja.
PENGUMPULAN DATA
Informasi LainKonsumen energi utama Tingkat produksi beban peralatan, jam kerja
Standar (SOP) yang digunakan Petugas energi , kompetensi Sistem manajeme energi Pemeliharaan (jadua dan pelaksanaan)
Data Primer :
Data Primer : Data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu seperti hasil pengisian kuesioner maupun pengukuran.
Data primer Sistem kelistrikan Data primer Sistem termal Data primer Proses produksi Beban operasi Ketidak-seimbangan arus. Ketidak-seimbangan tegangan. Faktor daya.
Tingkat harmonik (THD) arus.
Tingkat harmonik (THD) tegangan.
Bahan bakar - Pembakaran Komposisi gas buang (O2, CO2) Suhu gas buang
Suhu udara pembakaran Suhu permukaan isolasi Suhu produk (output) Suhu bahaninput Suhu bahan buangan Laju alir bahan input
Suhu dan laju alir daurulang
Bahan baku Bahan penolong Produk By produk Parameter operasi Beban operasi
PENGUKURAN
KONSUMSI ENERGI & PARAMETER OPERASI
Pengukura dilakukan untuk mengetahui
kondisi operasi aktual,
1200 1000 800 600 400 200 0 Time(Hrs) D e m a n d , K v a
Belt Kendor
Minyak Gemuk
PEMERIKSAAN KONDISI OPERASI (MOTOR & FAN)
(THERMOGRAPHY)
Metoda periksaan steam trap kedua adalah didasarkan
atas analisis suara.
Jika steam trap berfungsi dengan baik/normal suara
yang dihasilkan adalah siklus, dan dengan
menggunakan alat pendengar (
sound device
) seseorang
dapat mendengarkannya secara pisik. Alat pendengar
suara sangat bervariasi dalam hal kecanggihan mulai
dari yang sederhana seperti
handmade steel welding rod
hingga yang canggih seperti
ultrasonic testing equipment
.
Meli
Melihat se
hat secara l
cara langs
angsung fi
ung fisik
sik dan
dan
kelainan yang terjadi pada
kelainan yang terjadi pada
per
perala
alatan
tan ene
energ
rgii ::
Spec
Spec-per
-peralat
alatan
an yang
yang digun
digunakan,
akan,
Meng
Mengetahu
etahui
i kondi
kondisi
si oper
operasi
asi &
&
pemeliharaan apakah sesuai
pemeliharaan apakah sesuai
den
Mo
Mototorr DeDesisigngn BB :: adalah motor denganadalah motor dengan normnormal torqual torque, low stare, low startingting currcurrent ent
Klas
Klas FF : mengin: menginformaformasi kan tentang kemampsi kan tentang kemampuanuan motor menahmotor menahanan su
suhuhu opopererasasii dadalalam bem belilitatan (n (operaoperating temperatting temperatureure capacapabilitbilitiesies).).
S
V
V--bbeelltt akakanan memenngagalalammii rrugugi- i-rruuggii eenneerrggii sseekkiittaarr 55 %% a
appaabbiillaa bbeelltt tteerrsseebbuutt ttiiddaakk ter
terpelpelihaiharara dendengangan baibaik.k. P
P aktual =2.3 – 1.3 = 1kg/cm2
P disarankan = 0.5 kg/cm2
•
Atual
Kerugian energi sering terjadi dalam praktek seperti bocoran uap, mulai dari yang kecil
hingga ukuran yang cukup besar.
Kerugian bocoran tersebut jika dihitung dalam satu tahun dapat mencapai ratusan hingga
Verifikasi Data
Data primer Sistem kelistrikan Beban operasi Ketidak-seimbangan arus. Ketidak-seimbangan tegangan. Faktor daya.Tingkat harmonik (THD) arus.
Tingkat harmonik (THD) tegangan.
Data primer Sistem termal
Bahan bakar - Pembakaran
Komposisi gas buang (O2, CO2) Suhu gas buang
Suhu udara pembakaran Suhu permukaan isolasi Suhu produk (output) Suhu bahan input Suhu bahan buangan Laju alir bahan input
Suhu dan laju alir daur ulang
Data primer Proses produksi Bahan baku Bahan penolong Produk By produk Parameter operasi Beban operasi
Verifikasi : Memeriksa (konfirmasi) bahwa data primer benar & akurat
.
5000,00 4800,00 4600,00 4400,00 W a t e r F l o w / s e c ) Contoh :
Karifikasi Data Hasil Survei
Data primer Sistem kelistrikan : Beban operasi Ketidak-seimbangan arus. Ketidak-seimbangan tegangan. Faktor daya. Data primer Sistem termal :Bahan bakar - Pembakaran Komposisi gas buang (O2, CO2) Suhu gas buang
Suhu udara pembakaran
Data primer Proses produksi : Bahan baku Bahan penolong Produk By produk
• Konsumen energi utama
• Tingkat produksi, beban peralatan, jam kerja • Standar (SOP) yang digunakan
• Petugas energi , kompetensi • Sistem manajemen energi
• Pemeliharaan (jadual dan pelaksanaan) • Indikator keberhasilan kinerja.
Data Sekunder :
Data historis
Informasi Umum tentang obyek audit Konsumsi energi beberapa tahun terahir Data teknis peralatan utama pemanfaatenergi
Kapasitas Jumlah unit
Performance ( aktual; disain)
Data Sekunder Lain : Data manajemen energi pada organisasi :
•Data sistem manajemen energi
Mengetahui lebih detail tentang penggunaan
energi, sistem manajemen energi
berdasarkan data audit (historis, spesifikasi
teknis, pengukuran, observasi, data operasi,
dan acuan lain seperti standar dan
benchmark.
Data historis konsumsi energi :
Buat matrik manajemen energi
Tabulasi data
Penggambaran Data
Bencmarking
Analisis Statistik
Kecendrungan
Kinerja Sistem Energi
Faktor yang mempengaruhi kinerja
Diagram sebab akibat
Cost benefit
Matriks terdiri dari 6 kolom dan 5 baris,
Setiap kolom berkaitan dengan satu dari enam aspek pilar
manajemen energi dalam organisasi.
•
Baris matrik menggambarkan posisi penerapan
manajemen energi organisasi
•
Semakin ke atas baris dalam tiap kolom
semakin baik pengendalian aspek
manajemen energi di organisasi tersebut.
Matriks terdiri dari 6 kolom dan 5 baris, setiap kolom berkaitan
dengan satu dari enam aspek organisasional.
Semakin ke atas, semakin baik dalam pengendalian aspek-aspek
tersebut.
Gambar garis melalui setiap sel matriks yang menggambarkan
status kinerja manajemen saat ini, kemudian perusahaan
akan mendapatkan
“profil organisasional
”manajemen/Anda.
Profil Organisasional Matriks
Baris
Bentuk Matrik Manajemen Energi
Bentuk matrik manajemen energi yg menggambarkan profil orgasisasional yaitu status implementasi sistem manajemen energi organisasi.
Analisis profil organisasional akan mengindikasikan kekuatan
dan kelemahan dari manajemen energi.
Terdapat lima tingkat, “0-4”, There are five “Terbaik hingga
Terburuk”
Bentuk yang berbeda dari profil organisasional berarti
permasalahan yang berbeda dan pemberian masukan yang
berbeda untuk pengambilan tindakan.
Baris 0 s/d 4 merepresentasikan tingkat perbaikan
status masing-masing isu manajemen energi.
Salah satu tujuan penerapan matriks adalah untuk
Level 0
Pada level ini manajemen energi belum merupakan agenda dari organisasi.
Artinya tidak ada kebijakan manajemen energi, tidak ada struktur manajemen energi formal, tidak ada pelaporan, tidak ada orang yang khusus menangani energi.
Level 1
Status pada level ini sudah selangkah lebih maju dalam manajemen energi. Namum perusahaan belum memiliki kebijakan resmi tentang manajemen energi
Penugasan/penunjukan manajer energi sudah dilakukan.
Manajer energi mempromosikan kesadaran energi melalui jaringan informal yang longgar dan berhubungan langsung
dengan konsumsi energi
Manajer memberikan saran dan rekomendasi perbaikan efisiensi energi.
Level 2
•
Pentingnya manajemen energi sudah dipahami oleh pihak
manajemen senior di perusahaan,
•
Akan tetapi dalam prakteknya komitmen atau dukungan
dalam aktivitas manajemen energi belum ada
.
Level 3
•
Manajer senior perusahaan sudah memahami nilai dan
manfaat program penghematan energi.
•
Isu konsumsi energi sudah masuk secara terintegrasi dalam
struktur organisasi.
•
Sistem informasi dan pelaporan yang lengkap juga sudah
diterapkan.
•
Selain itu juga sudah disetujui sistem manajemen energi
Level 4
•
Pada level ini konsumsi energi sudah merupakan prioritas
utama di seluruh organisasi.
•
Kinerja aktual dipantau secara rutin dan dibandingkan
dengan target, keuntungan finansial dari setiap
langkah- langkah efisiensi dihitung.
•
Pencapaian di bidang manajemen energi dilaporkan
dengan baik dan konsumsi energi dihubungkan
dengan isu lingkungan hidup.
•
Manajer senior sangat berkomitmen dengan efisiensi
No BENTUK DISKRIPSI DIAGNOSA 1 Seimbang
tinggi
Nilai 3 atau lebih pada semua kolom
Kinerja sangat bagus, masalahnya adalah dalam mempertahankannya 2 Seimbang
rendah
Nilai kurang dari 3 pada semua kolom
Terjadi kemandekan/stagnasi
3 Bentuk U Ada dua kolom di dalam nilai
rendah
Ekspektasimenaik
4 Bentuk N Ada dua kolom diluar nilai rendah
Pencapaian di tengah sia-sia
5 Bentuk V Satu kolom sangat rendah dibanding lain
Pencapaian yang sangat rendah pada kolom ini akan menghambat
keberhasilan 6 Bentuk puncak Satu kolom sangat tinggi dibandinglain
Usaha pada area ini akan sia-sia karena kekurangan pada area-area yang lain 7 Tidak
seimbang
Dua atau tiga kolom
Semakin besar ketidakseimbangan akan semakin sulit mengatasinya
Setelah status manajemen energi dalam organisasi
(profil organisasional) diketahui, maka kelemahan
dan kelebihan dari tiap elemen sistem manajemen
energi sudah diketahui
Rekomendasi perbaikan dibuat sesuai potret profil
organisasional manajemen energi tersebut di atas
yaitu :
Mengeser profil organisasional ke level atas
Menyeimbangkan level masing-masing issu pada
kolomnya.
Analisis Data Historis
• Tabulasi data
• Pengelompokan data • Penggambaran Data
No. Bulan kWh Produksi (kg) 1. Januari 700.634 1.210.396 2. Februari 581.476 1.019.099 3. Maret 713.530 1.246.679 4. April 599.639 1.040.561 5. Mei 645.228,8 1.054.481 6. Juni 668.059,2 1.078.973 7. Juli 576.673,6 1.037.957 8. Agustus 588.849,6 1.018.645 9. September 509.059,2 990.757 1. Tabulasi data
1. Pemakaian energi menurut jenis
2. Pemakaian energi menurut unit
3. Pemakaian energi menurut jenis & unit
•
Data agar ditampilkan dalam bentuk gambar/grafik.
•
Pada presentasi visual, apresiasi yang lebih baik dapat diperoleh atas
berbagai perubahan/variasi intensitas pemakaian energi, dibandingkan
dengan penyajian dalam bentuk angka-angka atau tabel
Contoh : Analisis Statistik Produksi Uap
Kecendrungan intensitas energi mengindikasikan kinerja pengelolaan energi. Cendrung turun/konstan dan sebaran data berada di sekitar garis trend line (R2 > 0.7) indikasi pengelolaan energi yang baik.
PRODUKSI DAN KONSUMSI STEAM
I
nstalasi Pipa Uap Outdoor Yang Tak
Terawat Menambah
Rugi energi Secara
Signifikan.
Instalasi pipa uap outdoor yang kurang terawat (isolasi buruk) menimbulkan :
Rugi-rugi panas dari permukaan pipa panas.
Pada musim hijan rugi-rugi energi meningkat tajam karena material isolasi yang basah akibat air hujan menambah rugi-rugi energi.
Ketidakseimbangan
Tegangan
Motor tiga fase tidak toleran terhadap tegangan tak seimbang.
–
Ketidak seimbangan tegangan akan mengakibatkan aliran
arus tidak merata antar fase-fase belitannya.
Tegangan tak seimbang antar fase didefinisikan
sebagai berikut :
V
u
= V
max- V
Ax 100 %
V
ADengan :
V
uadalah presentasi ketidakseimbangan tegangan(%),
V
max= tegangan maximum (Volt),
V
A= tegangan rata-rata (Volt),
Motor tiga fase tidak toleran terhadap tegangan tak
seimbang. Pengaruh tegangan tak seimbang ini adalah
pemanasan terhadap motor listrik dan rugi-rugi energi
(rugi-rugi besi) meningkat.
• NORMAL
• SEDANG
• SERIOUS
• CRITICAL
: s/d 10°C di atas
reference or bas eline
: antara 10°C - 20°C di atas
reference or bas eline
: antara 20°C - 40°C di atas
reference or bas eline
: lebih besar dari 40°C diatas
reference or bas eline
Perbedaan suhu bearing motor yang tinggi adalah indikasi
Pemborosan energi
Symmetrical Load Differential Temp. 3
Maximum Temp. 3 < 5°C 5°C -10°C 11°C -20°C 21°C -40°C > 40°C
< 60°C < 75°C LOW MEDIUM HIGH CRITICAL
60°C –100°C 75°C –100°C INFORMATION OF OVERLOADING
MEDIUM HIGH CRITICAL CRITICAL
>100°C > 100°C INFORMATION OF HIGH OVERLOADING
CRITICAL CRITICAL CRITICAL CRITICAL
Identifikasi Peluang Penghematan Energi.
Contoh : Uap Bocor
Kerugian bocoran tersebut jika dihitung dalam satu tahun jumlahnya cukup besar dapat mencapai ratusan hingga ribuan juta rupiah per tahun.
Uap Bocor
1 Ton Uap butuh 80 liter BBM atauFlanges diameter 25 mm tidak diisolasi, suhu
permukaan 175 C,
CONTOH :
Pipa & Flange panas tanpa isolasi
Kerugian panas yang terjadi equivalent
dengan 0.6 m panjang pipa telanjang.
Sama dengan 1.2 MJ/Jam equivalent setara
dengan 200 litre bbm per tahun.
Rugi-rugi panas pada
katup tanpa isolasi
equivalent dengan 1 meter
pipa telanjang
.
Pembangkit Uap Kapasitas 2x89.90
ton/jam
Bahan bakar : batubara = 5543 kcal/kg
Konsumsi bahan bakar = 14.77 Ton/jam
= 40,9 juta
kcal/jam
Harga Batubara = Rp 650 per kg
Biaya bahan bakar : Rp 6.91
millyar/bulan.
Boiler 1 ;
CO2 = 6 %
O2 = 12.5 %
Suhu gas buang :
T aktual = 176 C;
T disain = 131 C.
BATU BARA - Optimum
CO2 = 10 -13 % ;
O2 : 4
–5 %.
HASIL PERHITUNGAN :
• Excess Air : 147 %
• Rugi-rugi gas buang Boiler : Atual =15 %;
• Rugi-rugi gas buang Boiler (Disain) = 6.5 %.
EFISIENSI = 100 – Σ RUGI-RUGI
EFISIENSI :Disain = 100 – (6.5+0.6 + 5.7) = 87.2 %. EFISIENSI : Aktual = 100 – (15+0.6 + 8.7) = 75.7%.
EFISIENSI : Disain = 100 – (6.5+0.6 + 5.7) = 87.2 %.
EFISIENSI : Aktual = 100 – (15+0.6 + 8.7) = 75.7%.
POTENSI PENGHEMATAN = 11.5 %
SETARA DENGAN = 0.115 X 14.77 TON BATUBARA/JAM
= 1.69 TON BATUBARA/JAM
Langkah-langkah perbaikan manajerial
• Perbaikan Operasi
• Pemeliharaan
• Pemasangan meter ukur
• Pelatihan/Training
• Penggantian atau Modifikasi alat
Rekomendasi audit energi – Untuk menejemen
Cost - benefit ratio
Penyusunan laporan merupakan bagian akhir dari keseluruhan aktifitas audit energi,
Pelaporan merupakan jembatan dalam meny paik fakt da reko da audit energi ke pimpinan organisasi. Laporan harus dibuat menurut bahasa manajemen sehingga hasil audit energi dapat secara efektif dipahami dan
dimengerti manajemen puncak untuk membua keputusan.
Dukungan to management pentin ntuk implementasi konservasi energ khususnya yang membutuhkan investasi
Uraian singkat tentang audit,
Potret pemanfaatan energi
◦
Pemanfaat energi,
◦
Sumber energi dan konsumsi energi
◦Intensitas energi dan tingkat produksi,
◦Tingkat beban
◦
Kinerja peralatan dan
Potensi penghematan energi dan
langkah perbaikan
Rekomendasi
Laporan audit energi menjelaskan pelaksanaan audit energi dan potret aktual penggunaan energi obyek yang diaudit.
Rekomendas audit energi haru spesifi
lengkap dengan estimasi penghematan
diperlukan.
Peluan konservasi energi yang diidentifikasi
memiliki el
es
ib
se ar
khus
alam la or
Rekomendasi dikelompokkan menurut sifat
misalnya jangka pendek, menengah dan
jangk panjang
Khusus rekomendas tentan manajeme
en rg ar
ada ulas
te ta
hal- al
yang perlu digaris bawahi
Laporan audit energi sudah harus
disampaikan paling lama tiga bulan setelah
audit energi selesa dilakuka .
Aspek penting yang perlu diketahui auditor sebelum laporan audit energi dibuat dan disampaikan ke pihak managemen adalah :
Apa yang hendak didengar oleh manajemen ?
Umumnya manajemen ingin mengetahui keuntungan, dan biaya yang diperlukan?
Apa yang auditor ingin dilaporkan?
Perbaikan kinerja, pelatihan personel, alat kontrol dan lain-lain.
Informasi penting lainnya yang perlu disampaikan ke pimpinan
Kecendrungan konsumsi energi,
Intensitas energi vs parameter operasi,
St
pe
energi/benchmark.
Status pemenuhan terhadap regulasi/standar yan
berlaku.
Konservas energ
Lingkungan
Prioritas Potensi Penghematan Energi
Potensi penghematan energi
No lo cost
Investasi
Biaya yang diperlukan untu
merealisasikan potensi
penghematan energi
Dampak penghematan
terhadap perusahaan
Kinerja
Produktifitas
Format laporan audit energi tergantung pada sasaran
spesifik dari audit energi itu sendiri dan sifat dari
perusahaan yang di audit.
Secara umum format laporan audit energi terdiri
atas :
Judul
Ringkasan
Latar belakang,
Fakta dan temuan lapangan,
Potensi penghematan energi
Rekomendasi dan
Lampiran.
ua hal-
ba i beriku
Tujuan dilakukannya audit energi , misalnya untuk
meningkatkan efisiensi pemakaian energi dan
menurunkan biaya produksi.
Deskripsi tentang area fokus audit energi, misalnya
peralatan tertentu : Sistem AC, sistem
uap, dryer, proses produksi yang merupaka
pengguna energi utama perusahaan.
Masing-masing area dijelaskan antara lain tentang
kapasitas produksi, kapasitas aktual, tahun
pemb at
jeni
ns
i energi p r tahun dl
Deskripsi proses, kondisi dan syarat yang harus
dipenuhi dijelaskan secara ringkas
Jinis dan sumber energi yang digunakan dan
pengguna utama masing-masing sumber energi
dimaksud.
FAKTA DAN TEMUAN
.
Yaitu menjelaskan tentang data & fakta
–
fakta yang
terungkap darikegiatan audit energi seperti :
Hasil pengamatan dan pengukuran,
Parameter operasi yang berpengaruh terhadap kinerja
operasi objek yang diteliti.
Informasi tentang sistem pengelolaan energi yang
Yaitu meliputi
Profil penggunaan energi
Konsumen energi yang besar haru menjadi
sasaran prioritas perusahaan
Efisiensi peralata energi
(Boiler, AC, proses, dll).
Area yang mempunyai potens penghemata
energi.
Rekomendasi disusun mengikuti uruta
tertentu, misalnya berdasarkan area
pemanfaatan energi
t
ta
yang me
lika inve as be ar).
Semua rekomendasi haru dinyataka dala
bentuk kegiatan, potensi penghematan
energi, dan manfaat/ finansial, serta langkah
implementasi dan jadual.
Rekomendasi (2)
Spesifik.
Potensi penghematan energi (%, satuan fisik, Rp)
Biaya yang diperlukan merealisasikan potensi
penghematan energi.
No Deskripsi Konservasi Energi
Langkah Pelaksanaan Perkiraan Penghematan 1 Mengurangi waktu
operasi peralatan energi dari 9 jam menjadi 8 jam per hari.
- Kordinasi antar bagian atau unit kerja untuk menetapkan jadual start peralatan.
- Penggunaan timer untuk star dan stop peralatan.
21% penghematan konsumsi energi 2 Menetapkan setting suhu ruangan sesuai standar (OC ) - Pemasangan thermometer untuk mengukur suhu ruangan. 12% penghematan konsumsi energi 3 Memperkecil infiltrasi udara mengurangi rugi-rugi energi.
- Menutup lubang infiltrasi udara, Penutup pintu
otomatis , untuk mengurangi infiltrasi udara.
3-5% penghematan konsumsi energi
Contoh : Rekomendasi (1)
No Deskripsi
Konservasi Energi Langkah Pelaksanaan
Perkiraan Penghematan 1 Melakukan
pemeliharaan rutin
- Melakukan pembersihan kerak-kerak pipa pada sirip kondensorAC.
- Koordinasi yang baik antara operator dengan pemeliharaan.
- Penggunaan data (Konsumsi listrik,suhu dan tekanan sebagai dasar pelaksanaanpemeliharaan.
5 % penurunan konsumsi energi
2 Mengatur rasio udara pada sistem pembakaran
hingga 1.2.
- Penggunaan gas analiser untuk memeriksa komposisi gas buang (O2) pada gas buang sistem pembakaran.
8 % penurunan konsumsi BBM
3 Memperkecil infiltrasi udara
- Menjaga agar jendela selalu tertutup, celah-celah pintu agar diberi perapat atau seal untuk menghindari infiltrasi.
5 % penurunan konsumsi energi.
Lampiran bukan merupakan bagian penting dari
laporan tetapi perlu untuk kelengkapan informasi
misalnya :
Tarif dasar listrik,
Neraca energi dan material,
Perhitungan dan asumsi yang digunakan,
Catatan harian-log sheet,
Lapora Teknis
Laporan teknis audi energi merupaka kajian engineer ng
yang berisi analisis data lengkap tentang teknikal dan
finansial dari suatu kegiatan konservasi energi yang
direkomendasikan
Laporan teknis memuat antara lain
Peluan penghema an ener (dimua berdasarka urutan muda tidaknya melakukan, besarnya biaya yang diperlukan).
Lapora audi ener suda haru disa paikan paling lama tiga bulan setelah audit energi selesai dilakukan.
laporan audit energi harus menjelaskan kondisi aktual
keseluruhan sistem energi bangunan gedung dalam hal passif desain (selubung bangunan, orientasi dan material
bangunan), aktif disain seperti peralatan (lampu, AC dll), tingkat hunian gedung, sistem managemen energi yang diterapkan.
Rekomend si yait langka perbaika efisiens energi yang diperlukan.
Laporan ini dimaksudkan untuk pimpinan puncak.
Laporan harus singkat (kurang 10 halaman).
Isi laporan harus disesuaikan dengan bahasa pimpinan.
Laporan excecitive menjelaskan secara singkat
Fokus kegiatan audit
Hasil audit energi yang dilakukan