• Tidak ada hasil yang ditemukan

AUDIT ENERGI DI INDUSTRI.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "AUDIT ENERGI DI INDUSTRI.pdf"

Copied!
200
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh: Oleh:

Dr. Ir. H. Muhamad Haddin, MT

Dr. Ir. H. Muhamad Haddin, MT

udit

(2)
(3)

Plan (Audit

Plan (Audit EnerEnergi)gi) Do Do Check Check Act Act Operator Operator

AUD

AUDIT

IT ENE

ENERGI

RGI ::

Au

Audi

ditt en

ener

ergi

gi mer

merup

upak

akan

an la

lang

ngka

kah

h awa

awall pe

pela

laks

ksan

anaa

aan

n

s

s

istem manajemen

istem manajemen e

e

nergi (me

nergi (membuat r

mbuat ren

encan

cana

a aksi)

aksi)

Man

(4)
(5)

Plan (Audit

Plan (Audit EnerEnergi)gi) Do Do Check Check Act Act Operator Operator

AUD

AUDIT

IT ENE

ENERGI

RGI ::

Au

Audi

ditt en

ener

ergi

gi mer

merup

upak

akan

an la

lang

ngka

kah

h awa

awall pe

pela

laks

ksan

anaa

aan

n

s

s

istem manajemen

istem manajemen e

e

nergi (me

nergi (membuat r

mbuat ren

encan

cana

a aksi)

aksi)

Man

(6)
(7)

PRINSI

PRINSIP DA

P DASAR K

SAR KONSERV

ONSERVASI

ASI ENER

ENERGI

GI

1.

1. Meng

Menghila

hilangkan

ngkan buan

buangan

gan energ

energii (pen

(pencega

cegahan).

han).

2.

2. Mengu

Mengurangi

rangi rugi-

rugi-rugi

rugi ener

energi

gi (rec

(recovery

overy))

3.

3. Meni

Meningkat

ngkatkan ef

kan efisie

isiensi pe

nsi pemanf

manfaata

aatan

n ener

energi

gi

(ino

(inovasi

vasi efis

efisiens

iensi)

i)

PE PERTRTANANYAYAANAN :: 1 1.. BBAAGGAAIIMMAANNAA CA CARARANYNYAA?? 2 2.. DDAARRIIMMAANNAA D DIIMMUULLAAII ?? 3.APA

3.APA MANFAATNYA MANFAATNYA ? ? 4.4.

DL

DLLL ....??????????

AUD

AUD

IT

IT

ENE

ENE

RGI

RGI

ADALAH

(8)
(9)

Hasil audit energi adalah potret pemanfaatan energi sebagaimana digambarkan berikut ini : Lowhanging  fruit S Investasi besar Investasi sedang

No & low cost Area penghematan energi Upaya yang diperlukan Investasi yang diperlukan Manfaat (Kriteria Investasi) Potensi penghematan energi (%) 20 - 30 % 15 - 20 % 5 - 15 % Cost benefit ratio < 1

(10)
(11)

Kode Unit : JPI.KE02.003.01

Judul Unit : Melakukan audit energi

Uraian Unit : Unit kompetensi ini berkaitan dengan proses pelaksanaan audit energi di Industri.

Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja (KUK) 1. Melakukan persiapan audit

energi

1. Langkah-langkah audit energi disusun 2. Perangkat audit energi disiapkan

3. Kerangka waktu audit energidibuat 4. Sumber daya disiapkan

2. Melaksanakan pengumpulan data audit energi

1.Data historis dikumpulkan

2. Data spesifikasi pemanfaat energi dicatat 3. Data operasi aktualdiukur 

4. Cara pengoperasian diamati 5.Wawancara dengan pengelola dan pelaksana dilakukan

6. Data yang terkumpul diverifikasi dan divalidasi

3. Menganalisis data hasil audit energi

1. Data dikelompokkan

2. Konsumsi energi spesifik dihitung

3. Intensitas energi aktual dengan standar  dibandingkan

3.3. Analisis statistik dilakukan 3.4.Analisis teknis dilakukan 4. Mengidentifikasipeluang

penghematan energi

1. Peluang penghematan energi ditetapkan 2. Analisis finansial dan ekonomi dilakukan

(12)
(13)

PROSES AUDIT ENERGI

Persiapan

Survei data

 Melihat  Mencatat.  Mengukur. 

Analisis data

 Menghitung efisiensi/kinerja  Evaluasi  Identifikasi penghematan energi

 Historis, teknik & finansil

Laporan

 Rekomendasi

(14)
(15)

Langkah-langkah audit energi disusun

(Daftar tanya; daftar periksa)

Tim audit ditunjuk (termal, listrik dll)

Perlengkapan audit energi disiapkan (APD)

Peralatan audit disiapkan (kalibrasi)

(16)
(17)

Ada 3 (tiga) pertanyaan dasar yang harus dijawab

dalam menentukan langkah audit energi yaitu :

Keinginan untuk

menjawab pertanyaan di atas merupakan petunjuk awal dalam menyusun langkah audit energi.

Menentukan Langkah Audit Energi

a. Sumber dan jenis energi yang digunakan

b. Pengguna energi Signifikan

c. Kinerja pemanfaatan energi saat in

(efisiensi energi

(18)
(19)

Strategi Audit Energi Dibangun Dari 3 Pertanyaan Dasar W

2

H :

      Apa ( hat): Sumber energi

Teknologi peralatan / proses yang digunakan

Parameter kritis (Faktor yang mempengaruhi konsumsi /kinerja energi)

Dimana( here) : Energ digunakan,

Area pemaka signifikan/terbe ?. : Melebihi standar

Bagaimana ow : Kinerja pemakaian energi sekarang : Cara meningkatkan efisiensi energ

(20)
(21)

‣ Kebijakan perusahaan tentang energi.

‣ Struktur organisasi / posisi manajer dalam organisasi

perusahaan), Fungsi masing-masing departemen,

‣ Sasaran dan program energi manajemen, status program,

data base, pelaksanaan program, peluang penghematan energi , kegiatan yang sudah dan sedang dilakukan .

‣ Lay out fasilitas energi.

‣ Data Bahan bakar, konsumsi, jenis, jumlah, ‣ Biaya energi .

‣ Pemakaian energi untuk masing-masing fasilitas, ‣ Jadwal kerja.

‣ Masalah lingkungan. ‣ Spesifikasi peralatan. ‣ Indikator kinerja,

‣ Prosedur pelaporan,

‣ Kapasitas daya , daya aktual,

‣ Rencana ke depan hubungannya dengan efisiensi energi.

(22)
(23)
(24)
(25)

Kondi

Kondisi

si pera

peralata

latan

n dan

dan prob

problema

lema

oper

operasi y

asi yang d

ang dihada

ihadapi m

pi misalny

isalnya

a ::

sistem kontrol,

sistem kontrol, instrumenta

instrumentasi,

si,

prosedur

prosedur

maintenance 

maintenance 

dll.

dll.

Sp

Spes

esif

ifik

ikas

asi mate

i materi

rial

al se

sebe

belu

lum

m da

dan

n

se

sesud

sudah pros

ah proses

es pr

produ

oduksi

ksi..

 Jumlah produksi,

 Jumlah p

roduksi, kualitas

kualitas produksi,

produksi,

tempera

temperatur dan

tur dan tekanan operasi

tekanan operasi

se

serta

rta sik

siklus

lus wak

waktu

tu ))

Stand

Standar/

ar/pros

prosedu

edurr oper

operasi.

asi.

MANAJER/ENJIN

(26)
(27)

Opera

Operator

tor adala

adalah ya

h yang

ng sesunggu

sesungguhnya

hnya

mengerti

mengerti jal

jalanny

annya opera

a operasi

si perala

peralatan,

tan,

Op

Opera

erato

tor ad

r adal

alah pet

ah petuga

ugas

s ya

yang

ng sec

secar

ara

a

terus-menerus berhadapan dengan

terus-menerus berhadapan dengan

pe

pera

rala

lata

tan

n ene

energ

rgi.

i.

Ope

Operat

rator

or mem

mempun

punya

yaii ban

banyak

yak inf

infor

orma

masi

si

tentang hambatan, masalah operasi,

tentang hambatan, masalah operasi,

p

pen

eng

gg

ga

an

nttiia

an

n p

pe

erra

alla

atta

an

n y

ya

an

ng

g p

pe

errn

na

ah

h

di

dila

laku

kuka

kan

n dl

dll.

l.

Operat

Operator

or juga

juga merupak

merupakan

an sumber

sumber ide

ide

bag

bagaim

aimana meningka

ana meningkatkan e

tkan efis

fisiens

iensii ener

energi.

gi.

OPERATOR

(28)
(29)

‣ Komitmen Komitmen perusahaperusahaan tan tentangentang energi.energi.

‣ TTargearget t dan dan fealisasi fealisasi penghemapenghematantan energienergi

‣ Struktur managemen energi perusahaan (organisasi / posisi manajerStruktur managemen energi perusahaan (organisasi / posisi manajer

dalam

dalam organisasorganisasii perusahaperusahaan),an),

‣ Fungsi masing-masing departemen,Fungsi masing-masing departemen,

‣ Sasaran Sasaran dan progradan program em energinergi manajemenmanajemen,,

‣ Status Status program, program, data basedata base, pelaks, pelaksanaananaan program,program,

‣ Kegiatan Kegiatan yayang sudah dan ng sudah dan sedang dsedang dilakukanilakukan ..

‣ Lay ouLay out fasilit fasilitastas enerenergi.gi.

‣ KonsumsKonsumsi energi,Bahi energi,Bahan baan bakarkar, jenis, jumlah, bi, jenis, jumlah, biayaya a energienergi ..

‣ PemakaPemakaian energi ian energi masing-mamasing-masing unsing unit kerja dait kerja dan fasilitan fasilitass ;;

‣ JadJadwalwal kerjkerja.a.

‣ StanStandardar linglingkungkungan.an.

‣ SpeSpesifisifikasikasi peraperalatalatan.n.

‣ IndiIndikatokatorr kinekinerja,rja,

‣ ProsProseduredur pelapelaporaporan,n,

(30)
(31)

Motivasi dan kesadaran kariawan/operator tentang

konservasi energi.

Upaya mengaktifkan motivasi tersebut.

Kadar keinginan di dalam diri setiap individu untuk

menerapkanya.

Penghargaan terkait dengan konservasi energi

 Jumlah personel yang mendapat kepuasan dalam

menjalankan tugas seperti mendapat

bonus/penghargaan harus didorong seiring

dengan banyaknya energi yang akan dihemat.

(32)
(33)

Melihat

Mencatat.

Mengukur .

Wawancara.

Diskusi.

(34)
(35)

Data Sekunder

:

Data Sekunder :

Yaitu data primer yang telah diolah lebih lanjut yang disajikan baik oleh pengumpul data primer atau pihak lain.

Data historis :

Informasi Umum tentang obyek audit Konsumsi energi beberapa tahun terahir 

Data teknis peralatan utama pemanfaat energi :

Kapasitas Jumlah unit

Performance ( aktual; disain)

• • • • • • • kinerja.

PENGUMPULAN DATA

Informasi Lain

Konsumen energi utama Tingkat produksi beban peralatan, jam kerja

Standar (SOP) yang digunakan Petugas energi , kompetensi Sistem manajeme energi Pemeliharaan (jadua dan pelaksanaan)

(36)
(37)

Data Primer :

Data Primer : Data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu seperti hasil pengisian kuesioner maupun pengukuran.

Data primer Sistem kelistrikan Data primer  Sistem termal Data primer  Proses produksi Beban operasi Ketidak-seimbangan arus. Ketidak-seimbangan tegangan. Faktor daya.

Tingkat harmonik (THD) arus.

Tingkat harmonik (THD) tegangan.

Bahan bakar - Pembakaran Komposisi gas buang (O2, CO2) Suhu gas buang

Suhu udara pembakaran Suhu permukaan isolasi Suhu produk (output) Suhu bahaninput Suhu bahan buangan Laju alir bahan input

Suhu dan laju alir daurulang

Bahan baku Bahan penolong Produk By produk Parameter operasi Beban operasi

(38)
(39)

PENGUKURAN

KONSUMSI ENERGI & PARAMETER OPERASI

 

Pengukura dilakukan untuk mengetahui

kondisi operasi aktual,

(40)
(41)
(42)
(43)

1200 1000 800 600 400 200 0 Time(Hrs)    D  e   m   a   n    d ,    K  v   a

(44)
(45)
(46)
(47)

Belt Kendor

Minyak Gemuk

PEMERIKSAAN KONDISI OPERASI (MOTOR & FAN)

(THERMOGRAPHY)

(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)

Metoda periksaan steam trap kedua adalah didasarkan

atas analisis suara.

Jika steam trap berfungsi dengan baik/normal suara

yang dihasilkan adalah siklus, dan dengan

menggunakan alat pendengar (

 sound device

) seseorang

dapat mendengarkannya secara pisik. Alat pendengar

suara sangat bervariasi dalam hal kecanggihan mulai

dari yang sederhana seperti

handmade steel welding rod

hingga yang canggih seperti

ultrasonic testing equipment 

.

(54)
(55)
(56)
(57)

Meli

Melihat se

hat secara l

cara langs

angsung fi

ung fisik

sik dan

dan

kelainan yang terjadi pada

kelainan yang terjadi pada

per

perala

alatan

tan ene

energ

rgii ::

Spec

Spec-per

-peralat

alatan

an yang

yang digun

digunakan,

akan,

Meng

Mengetahu

etahui

i kondi

kondisi

si oper

operasi

asi &

&

pemeliharaan apakah sesuai

pemeliharaan apakah sesuai

den

(58)
(59)

Mo

Mototorr DeDesisigngn BB :: adalah motor denganadalah motor dengan normnormal torqual torque, low stare, low startingting currcurrent ent 

Klas

Klas FF : mengin: menginformaformasi kan tentang kemampsi kan tentang kemampuanuan motor menahmotor menahanan su

suhuhu opopererasasii dadalalam bem belilitatan (n (operaoperating temperatting temperatureure capacapabilitbilitiesies).).

S

(60)
(61)

V

V--bbeelltt akakanan memenngagalalammii rrugugi- i-rruuggii eenneerrggii sseekkiittaarr 55 %% a

appaabbiillaa bbeelltt tteerrsseebbuutt ttiiddaakk ter

terpelpelihaiharara dendengangan baibaik.k. P

(62)
(63)

P aktual =2.3 – 1.3 = 1kg/cm2

P disarankan = 0.5 kg/cm2

Atual

(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)

Kerugian energi sering terjadi dalam praktek seperti bocoran uap, mulai dari yang kecil

hingga ukuran yang cukup besar.

Kerugian bocoran tersebut jika dihitung dalam satu tahun dapat mencapai ratusan hingga

(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)

Verifikasi Data

Data primer  Sistem kelistrikan Beban operasi Ketidak-seimbangan arus. Ketidak-seimbangan tegangan. Faktor daya.

Tingkat harmonik (THD) arus.

Tingkat harmonik (THD) tegangan.

Data primer Sistem termal

Bahan bakar - Pembakaran

Komposisi gas buang (O2, CO2) Suhu gas buang

Suhu udara pembakaran Suhu permukaan isolasi Suhu produk (output) Suhu bahan input Suhu bahan buangan Laju alir bahan input

Suhu dan laju alir daur ulang

Data primer Proses produksi Bahan baku Bahan penolong Produk By produk Parameter operasi Beban operasi

Verifikasi : Memeriksa (konfirmasi) bahwa data primer benar & akurat

.

5000,00 4800,00 4600,00 4400,00    W    a    t    e    r    F     l   o   w     /   s   e    c     ) Contoh :

(76)
(77)

Karifikasi Data Hasil Survei

Data primer  Sistem kelistrikan : Beban operasi Ketidak-seimbangan arus. Ketidak-seimbangan tegangan. Faktor daya. Data primer Sistem termal :

Bahan bakar - Pembakaran Komposisi gas buang (O2, CO2) Suhu gas buang

Suhu udara pembakaran

Data primer Proses produksi : Bahan baku Bahan penolong Produk By produk

• Konsumen energi utama

• Tingkat produksi, beban peralatan, jam kerja • Standar (SOP) yang digunakan

• Petugas energi , kompetensi • Sistem manajemen energi

• Pemeliharaan (jadual dan pelaksanaan) • Indikator keberhasilan kinerja.

Data Sekunder :

Data historis

Informasi Umum tentang obyek audit Konsumsi energi beberapa tahun terahir  Data teknis peralatan utama pemanfaatenergi

Kapasitas Jumlah unit

Performance ( aktual; disain)

Data Sekunder Lain : Data manajemen energi pada organisasi :

•Data sistem manajemen energi

(78)
(79)

Mengetahui lebih detail tentang penggunaan

energi, sistem manajemen energi

berdasarkan data audit (historis, spesifikasi

teknis, pengukuran, observasi, data operasi,

dan acuan lain seperti standar dan

benchmark.

(80)
(81)

Data historis konsumsi energi :

(82)
(83)

Buat matrik manajemen energi

Tabulasi data

Penggambaran Data

Bencmarking

Analisis Statistik

Kecendrungan

Kinerja Sistem Energi

Faktor yang mempengaruhi kinerja

Diagram sebab akibat

Cost benefit

(84)
(85)

Matriks terdiri dari 6 kolom dan 5 baris,

Setiap kolom berkaitan dengan satu dari enam aspek pilar

manajemen energi dalam organisasi.

Baris matrik menggambarkan posisi penerapan

manajemen energi organisasi

Semakin ke atas baris dalam tiap kolom

semakin baik pengendalian aspek

manajemen energi di organisasi tersebut.

(86)
(87)

Matriks terdiri dari 6 kolom dan 5 baris, setiap kolom berkaitan

dengan satu dari enam aspek organisasional.

Semakin ke atas, semakin baik dalam pengendalian aspek-aspek 

tersebut.

Gambar garis melalui setiap sel matriks yang menggambarkan

status kinerja manajemen saat ini, kemudian perusahaan

akan mendapatkan

 “

profil organisasional

” 

manajemen/Anda.

Profil Organisasional Matriks

(88)
(89)

Baris

Bentuk Matrik Manajemen Energi

Bentuk matrik manajemen energi yg menggambarkan profil orgasisasional yaitu status implementasi sistem manajemen energi organisasi.

(90)
(91)

Analisis profil organisasional akan mengindikasikan kekuatan

dan kelemahan dari manajemen energi.

Terdapat lima tingkat, “0-4”, There are five “Terbaik hingga

Terburuk”

Bentuk yang berbeda dari profil organisasional berarti

 permasalahan yang berbeda dan pemberian masukan yang

 berbeda untuk pengambilan tindakan.

(92)
(93)

Baris 0 s/d 4 merepresentasikan tingkat perbaikan

status masing-masing isu manajemen energi.

Salah satu tujuan penerapan matriks adalah untuk

(94)
(95)

Level 0

Pada level ini manajemen energi belum merupakan agenda dari organisasi.

 Artinya tidak ada kebijakan manajemen energi, tidak ada struktur manajemen energi formal, tidak ada pelaporan, tidak ada orang yang khusus menangani energi.

Level 1

 Status pada level ini sudah selangkah lebih maju dalam manajemen energi. Namum perusahaan belum memiliki kebijakan resmi tentang manajemen energi

 Penugasan/penunjukan manajer energi sudah dilakukan.

 Manajer energi mempromosikan kesadaran energi melalui  jaringan informal yang longgar dan berhubungan langsung

dengan konsumsi energi

 Manajer memberikan saran dan rekomendasi perbaikan efisiensi energi.

(96)
(97)

Level 2

Pentingnya manajemen energi sudah dipahami oleh pihak

manajemen senior di perusahaan,

Akan tetapi dalam prakteknya komitmen atau dukungan

dalam aktivitas manajemen energi belum ada

.

Level 3

Manajer senior perusahaan sudah memahami nilai dan

manfaat program penghematan energi.

Isu konsumsi energi sudah masuk secara terintegrasi dalam

struktur organisasi.

Sistem informasi dan pelaporan yang lengkap juga sudah

diterapkan.

Selain itu juga sudah disetujui sistem manajemen energi

(98)
(99)

Level 4

Pada level ini konsumsi energi sudah merupakan prioritas

utama di seluruh organisasi.

Kinerja aktual dipantau secara rutin dan dibandingkan

dengan target, keuntungan finansial dari setiap

langkah- langkah efisiensi dihitung.

Pencapaian di bidang manajemen energi dilaporkan

dengan baik dan konsumsi energi dihubungkan

dengan isu lingkungan hidup.

Manajer senior sangat berkomitmen dengan efisiensi

(100)
(101)
(102)
(103)

No BENTUK DISKRIPSI DIAGNOSA 1 Seimbang

tinggi

Nilai 3 atau lebih pada semua kolom

Kinerja sangat bagus, masalahnya adalah dalam mempertahankannya 2 Seimbang

rendah

Nilai kurang dari 3 pada semua kolom

Terjadi kemandekan/stagnasi

3 Bentuk U Ada dua kolom di dalam nilai

rendah

Ekspektasimenaik

4 Bentuk N Ada dua kolom diluar nilai rendah

Pencapaian di tengah sia-sia

5 Bentuk V Satu kolom sangat rendah dibanding lain

Pencapaian yang sangat rendah pada kolom ini akan menghambat

keberhasilan 6 Bentuk puncak Satu kolom sangat tinggi dibandinglain

Usaha pada area ini akan sia-sia karena kekurangan pada area-area yang lain 7 Tidak

seimbang

Dua atau tiga kolom

Semakin besar ketidakseimbangan akan semakin sulit mengatasinya

(104)
(105)

Setelah status manajemen energi dalam organisasi

(profil organisasional) diketahui, maka kelemahan

dan kelebihan dari tiap elemen sistem manajemen

energi sudah diketahui

Rekomendasi perbaikan dibuat sesuai potret profil

organisasional manajemen energi tersebut di atas

yaitu :

Mengeser profil organisasional ke level atas

Menyeimbangkan level masing-masing issu pada

kolomnya.

(106)
(107)

Analisis Data Historis

• Tabulasi data

• Pengelompokan data • Penggambaran Data

No. Bulan kWh Produksi (kg) 1. Januari 700.634 1.210.396 2. Februari 581.476 1.019.099 3. Maret 713.530 1.246.679 4. April 599.639 1.040.561 5. Mei 645.228,8 1.054.481 6. Juni 668.059,2 1.078.973 7. Juli 576.673,6 1.037.957 8. Agustus 588.849,6 1.018.645 9. September 509.059,2 990.757 1. Tabulasi data

(108)
(109)

1. Pemakaian energi menurut jenis

2. Pemakaian energi menurut unit

3. Pemakaian energi menurut jenis & unit

(110)
(111)

Data agar ditampilkan dalam bentuk gambar/grafik.

Pada presentasi visual, apresiasi yang lebih baik dapat diperoleh atas

 berbagai perubahan/variasi intensitas pemakaian energi, dibandingkan

dengan penyajian dalam bentuk angka-angka atau tabel

(112)
(113)

Contoh : Analisis Statistik Produksi Uap

Kecendrungan intensitas energi mengindikasikan kinerja pengelolaan energi. Cendrung turun/konstan dan sebaran data berada di sekitar garis trend line (R2 > 0.7) indikasi pengelolaan energi yang baik.

(114)
(115)

PRODUKSI DAN KONSUMSI STEAM

(116)
(117)

I

nstalasi Pipa Uap Outdoor Yang Tak

Terawat Menambah

Rugi energi Secara

Signifikan.

Instalasi pipa uap outdoor yang kurang terawat (isolasi buruk) menimbulkan :

 Rugi-rugi panas dari permukaan pipa panas.

 Pada musim hijan rugi-rugi energi meningkat tajam karena material isolasi yang basah akibat air hujan menambah rugi-rugi energi.

(118)
(119)

Ketidakseimbangan

Tegangan

Motor tiga fase tidak toleran terhadap tegangan tak seimbang.

 –

Ketidak seimbangan tegangan akan mengakibatkan aliran

arus tidak merata antar fase-fase belitannya.

(120)
(121)

Tegangan tak seimbang antar fase didefinisikan

sebagai berikut :

V

u

= V

max

- V

A

x 100 %

V

A

Dengan :

V

u

adalah presentasi ketidakseimbangan tegangan(%),

V

max

= tegangan maximum (Volt),

V

A

= tegangan rata-rata (Volt),

(122)
(123)

Motor tiga fase tidak toleran terhadap tegangan tak

seimbang. Pengaruh tegangan tak seimbang ini adalah

pemanasan terhadap motor listrik dan rugi-rugi energi

(rugi-rugi besi) meningkat.

(124)
(125)
(126)
(127)
(128)
(129)
(130)
(131)

• NORMAL

• SEDANG

• SERIOUS

• CRITICAL

: s/d 10°C di atas

reference or bas eline

: antara 10°C - 20°C di atas

reference or bas eline

: antara 20°C - 40°C di atas

reference or bas eline

: lebih besar dari 40°C diatas

reference or bas eline

Perbedaan suhu bearing motor yang tinggi adalah indikasi

Pemborosan energi

(132)
(133)
(134)
(135)

Symmetrical Load Differential Temp. 3

Maximum Temp. 3 < 5°C 5°C -10°C 11°C -20°C 21°C -40°C > 40°C

< 60°C < 75°C LOW MEDIUM HIGH CRITICAL

60°C –100°C 75°C –100°C INFORMATION OF OVERLOADING

MEDIUM HIGH CRITICAL CRITICAL

>100°C > 100°C INFORMATION OF HIGH OVERLOADING

CRITICAL CRITICAL CRITICAL CRITICAL

(136)
(137)

Identifikasi Peluang Penghematan Energi.

Contoh : Uap Bocor

(138)
(139)

Kerugian bocoran tersebut jika dihitung dalam satu tahun jumlahnya cukup besar dapat mencapai ratusan hingga ribuan juta rupiah per tahun.

Uap Bocor

1 Ton Uap butuh 80 liter BBM atau

(140)
(141)

Flanges diameter 25 mm tidak diisolasi, suhu

permukaan 175 C,

CONTOH :

Pipa & Flange panas tanpa isolasi

Kerugian panas yang terjadi equivalent

dengan 0.6 m panjang pipa telanjang.

Sama dengan 1.2 MJ/Jam equivalent setara

dengan 200 litre bbm per tahun.

(142)
(143)

Rugi-rugi panas pada

katup tanpa isolasi

equivalent dengan 1 meter

pipa telanjang

.

(144)
(145)

Pembangkit Uap Kapasitas 2x89.90

ton/jam

Bahan bakar : batubara = 5543 kcal/kg

Konsumsi bahan bakar = 14.77 Ton/jam

= 40,9 juta

kcal/jam

Harga Batubara = Rp 650 per kg

Biaya bahan bakar : Rp 6.91

millyar/bulan.

(146)
(147)

Boiler 1 ;

CO2 = 6 %

O2 = 12.5 %

Suhu gas buang :

T aktual = 176 C;

T disain = 131 C.

(148)
(149)

BATU BARA - Optimum

CO2 = 10 -13 % ;

O2 : 4

 –

5 %.

HASIL PERHITUNGAN :

• Excess Air : 147 %

• Rugi-rugi gas buang Boiler : Atual =15 %;

• Rugi-rugi gas buang Boiler (Disain) = 6.5 %.

(150)
(151)

EFISIENSI = 100 – Σ RUGI-RUGI

EFISIENSI :Disain = 100 – (6.5+0.6 + 5.7) = 87.2 %. EFISIENSI : Aktual = 100 – (15+0.6 + 8.7) = 75.7%.

(152)
(153)

EFISIENSI : Disain = 100 – (6.5+0.6 + 5.7) = 87.2 %.

EFISIENSI : Aktual = 100 – (15+0.6 + 8.7) = 75.7%.

POTENSI PENGHEMATAN = 11.5 %

SETARA DENGAN = 0.115 X 14.77 TON BATUBARA/JAM

= 1.69 TON BATUBARA/JAM

(154)
(155)

Langkah-langkah perbaikan manajerial

• Perbaikan Operasi

• Pemeliharaan

• Pemasangan meter ukur 

• Pelatihan/Training

• Penggantian atau Modifikasi alat

Rekomendasi audit energi – Untuk menejemen

(156)
(157)

Cost - benefit ratio

(158)
(159)

Penyusunan laporan merupakan bagian akhir dari keseluruhan aktifitas audit energi,

Pelaporan merupakan jembatan dalam meny paik fakt da reko da audit energi ke pimpinan organisasi. Laporan harus dibuat menurut bahasa manajemen sehingga hasil audit energi dapat secara efektif dipahami dan

dimengerti manajemen puncak untuk membua keputusan.

Dukungan to management pentin ntuk implementasi konservasi energ khususnya yang membutuhkan investasi

(160)
(161)

Uraian singkat tentang audit,

Potret pemanfaatan energi

Pemanfaat energi,

Sumber energi dan konsumsi energi

Intensitas energi dan tingkat produksi,

Tingkat beban

Kinerja peralatan dan

Potensi penghematan energi dan

langkah perbaikan

Rekomendasi

Laporan audit energi menjelaskan pelaksanaan audit energi dan potret aktual penggunaan energi obyek yang diaudit.

(162)
(163)

Rekomendas audit energi haru spesifi

lengkap dengan estimasi penghematan

diperlukan.

Peluan konservasi energi yang diidentifikasi

memiliki el

es

ib

se ar

khus

alam la or

Rekomendasi dikelompokkan menurut sifat

misalnya jangka pendek, menengah dan

jangk panjang

Khusus rekomendas tentan manajeme

en rg ar

ada ulas

te ta

hal- al

yang perlu digaris bawahi

Laporan audit energi sudah harus

disampaikan paling lama tiga bulan setelah

audit energi selesa dilakuka .

(164)
(165)

Aspek penting yang perlu diketahui auditor sebelum laporan audit energi dibuat dan disampaikan ke pihak managemen adalah :

Apa yang hendak didengar oleh manajemen ?

Umumnya manajemen ingin mengetahui keuntungan, dan biaya yang diperlukan?

Apa yang auditor ingin dilaporkan?

Perbaikan kinerja, pelatihan personel, alat kontrol dan lain-lain.

 Informasi penting lainnya yang perlu disampaikan ke pimpinan

 Kecendrungan konsumsi energi,

 Intensitas energi vs parameter operasi,

(166)
(167)

St

pe

energi/benchmark.

Status pemenuhan terhadap regulasi/standar yan

berlaku.

Konservas energ

Lingkungan

(168)
(169)

 

 

Prioritas Potensi Penghematan Energi

Potensi penghematan energi

No lo cost

Investasi

Biaya yang diperlukan untu

merealisasikan potensi

penghematan energi

Dampak penghematan

terhadap perusahaan

Kinerja

Produktifitas

(170)
(171)
(172)
(173)

Format laporan audit energi tergantung pada sasaran

spesifik dari audit energi itu sendiri dan sifat dari

perusahaan yang di audit.

Secara umum format laporan audit energi terdiri

atas :

Judul

Ringkasan

Latar belakang,

Fakta dan temuan lapangan,

Potensi penghematan energi

Rekomendasi dan

Lampiran.

(174)
(175)

    

ua hal-

ba i beriku

Tujuan dilakukannya audit energi , misalnya untuk

meningkatkan efisiensi pemakaian energi dan

menurunkan biaya produksi.

Deskripsi tentang area fokus audit energi, misalnya

peralatan tertentu : Sistem AC, sistem

uap, dryer, proses produksi yang merupaka

pengguna energi utama perusahaan.

Masing-masing area dijelaskan antara lain tentang

kapasitas produksi, kapasitas aktual, tahun

pemb at

jeni

ns

i energi p r tahun dl

Deskripsi proses, kondisi dan syarat yang harus

dipenuhi dijelaskan secara ringkas

Jinis dan sumber energi yang digunakan dan

pengguna utama masing-masing sumber energi

dimaksud.

(176)
(177)

FAKTA DAN TEMUAN

.

Yaitu menjelaskan tentang data & fakta

 –

fakta yang

terungkap darikegiatan audit energi seperti :

Hasil pengamatan dan pengukuran,

Parameter operasi yang berpengaruh terhadap kinerja

operasi objek yang diteliti.

Informasi tentang sistem pengelolaan energi yang

(178)
(179)

 

Yaitu meliputi

Profil penggunaan energi

Konsumen energi yang besar haru menjadi

sasaran prioritas perusahaan

Efisiensi peralata energi

(Boiler, AC, proses, dll).

Area yang mempunyai potens penghemata

energi.

(180)
(181)
(182)
(183)

Rekomendasi disusun mengikuti uruta

tertentu, misalnya berdasarkan area

pemanfaatan energi

t

ta

yang me

lika inve as be ar).

Semua rekomendasi haru dinyataka dala

bentuk kegiatan, potensi penghematan

energi, dan manfaat/ finansial, serta langkah

implementasi dan jadual.

(184)
(185)

Rekomendasi (2)

Spesifik.

Potensi penghematan energi (%, satuan fisik, Rp)

Biaya yang diperlukan merealisasikan potensi

penghematan energi.

(186)
(187)

No Deskripsi Konservasi Energi

Langkah Pelaksanaan Perkiraan Penghematan 1 Mengurangi waktu

operasi peralatan energi dari 9 jam menjadi 8 jam per  hari.

- Kordinasi antar bagian atau unit kerja untuk menetapkan  jadual start peralatan.

- Penggunaan timer untuk star dan stop peralatan.

21% penghematan konsumsi energi 2 Menetapkan setting suhu ruangan sesuai standar (OC ) - Pemasangan thermometer  untuk mengukur suhu ruangan. 12% penghematan konsumsi energi 3 Memperkecil infiltrasi udara mengurangi rugi-rugi energi.

- Menutup lubang infiltrasi udara, Penutup pintu

otomatis , untuk mengurangi infiltrasi udara.

3-5% penghematan konsumsi energi

Contoh : Rekomendasi (1)

(188)
(189)

No Deskripsi

Konservasi Energi Langkah Pelaksanaan

Perkiraan Penghematan 1 Melakukan

pemeliharaan rutin

- Melakukan pembersihan kerak-kerak pipa pada sirip kondensorAC.

- Koordinasi yang baik antara operator dengan pemeliharaan.

- Penggunaan data (Konsumsi listrik,suhu dan tekanan sebagai dasar pelaksanaanpemeliharaan.

5 % penurunan konsumsi energi

2 Mengatur rasio udara pada sistem pembakaran

hingga 1.2.

- Penggunaan gas analiser untuk memeriksa komposisi gas buang (O2) pada gas buang sistem pembakaran.

8 % penurunan konsumsi BBM

3 Memperkecil infiltrasi udara

- Menjaga agar jendela selalu tertutup, celah-celah pintu agar diberi perapat atau seal untuk menghindari infiltrasi.

5 % penurunan konsumsi energi.

(190)
(191)

Lampiran bukan merupakan bagian penting dari

laporan tetapi perlu untuk kelengkapan informasi

misalnya :

Tarif dasar listrik,

Neraca energi dan material,

Perhitungan dan asumsi yang digunakan,

Catatan harian-log sheet,

(192)
(193)

 

Lapora Teknis

(194)
(195)

     

Laporan teknis audi energi merupaka kajian engineer ng

yang berisi analisis data lengkap tentang teknikal dan

finansial dari suatu kegiatan konservasi energi yang

direkomendasikan

Laporan teknis memuat antara lain

Peluan penghema an ener (dimua berdasarka urutan muda tidaknya melakukan, besarnya biaya yang diperlukan).

Lapora audi ener suda haru disa paikan paling lama tiga bulan setelah audit energi selesai dilakukan.

laporan audit energi harus menjelaskan kondisi aktual

keseluruhan sistem energi bangunan gedung dalam hal passif desain (selubung bangunan, orientasi dan material

bangunan), aktif disain seperti peralatan (lampu, AC dll), tingkat hunian gedung, sistem managemen energi yang diterapkan.

Rekomend si yait langka perbaika efisiens energi yang diperlukan.

(196)
(197)

Laporan ini dimaksudkan untuk pimpinan puncak.

Laporan harus singkat (kurang 10 halaman).

Isi laporan harus disesuaikan dengan bahasa pimpinan.

Laporan excecitive menjelaskan secara singkat

Fokus kegiatan audit

Hasil audit energi yang dilakukan

(198)
(199)

 

Fakta penting yang terungkap di lapangan sewaktu

pelaksanaan audit

Status penggunaan energi dan pengelolaa energi

Area penggunaan energi yang diidentifikasi,

misalnya unit kerja yang jumlah konsumsi/biaya

energinya paling besar, potensi penghematan

energi.

Rekomendasi spesifik perbaikan efisiens energi

dan prioritas pelaksanaanya termasuk masalah

managemen dan personel yang dibutuhkan.

(200)

Gambar

Grafik berikut adalah contoh kinerja pengelolaan yang buruk

Referensi

Dokumen terkait

Pada kegiatan proses produksi pertanian, maka modal dibedakan menjadi dua macam yaitu modal tetap dan modal tidak tetap (variabel). Faktor produksi seperti tanah,

dalam membacakan puisi, dapat memakai metode ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi). Namun pada akhirnya nanti, setiap siswa harus memiliki karakteristik sendiri dalam membacakan

27 Zakiyuddin Baidhawy, Agama dan Pluralitas Budaya Lokal, Universitas Muhammadiyah Surakarta, hal 23.. Sejak tahun 1950-an Indonesia tidak pernah sepi dan sunyi dari ledakan-ledakan

o Kabel utama berfungsi sebagai pemikul beban dan gaya-gaya yang bekerja pada batang / kabel penggantung serta melimpahkan beban dan gaya-gaya tersebut ke menara

ariabel perbedaan kelompok dalam sebuah penelitian kausal- komparatif adalah variabel yang tidak dapat dimanipulasi (seperti etnisitas atau variabel yang mungkin

Dan, ketika berdiri dan menatap peti mati ayahnya diturunkan ke liang lahat agar bisa beristirahat dengan tenang bersama sang ibu dan adik perempuannya yang masih bayi, hanya

Erişilebilir Bir Deha Darwin’in yazıları, Türlerin Kökeni’nin Giriş’inde doğal seçilimi açıkladığı aşağıdaki cümlelerde de görüleceği gibi, okuma yazması

Penggunaan praktis teori belajar dari Hull ini untuk kegiatan dalam kelas, adalah sebagai berikut: 1). Teori belajar didasarkan pada Drive-reduction atau drive stimulus