Peran OJK dalam Sistem Ekonomi
dan Lembaga Keuangan
Associate Prof. Dr. Rifki Ismal
Temu Ilmiah Regional Universitas Padjadjaran
Bandung, 11 April 2012
Penerapan Otoritas Keuangan di
Negara-Negara Maju
OJK DI NEGARA-NEGARA MAJU
3
OJK pernah diterapkan oleh Inggris, Islandia, Swedia, Korea, Jerman dan Jepang
Tujuannya agar pengawasan dan pengaturan sektor keuangan menjadi lebih terintegrasi, terpusat dan independen
OJK di negara-negara tersebut gagal beroperasi dan fungsinya dikembalikan kepada Bank Sentral
Financial Service Authority (FSA) di Inggris mengatur
dan mengawasi LK di pasar modal, perbankan bahkan asuransi. FSA ditutup 16 Juni 2010 oleh George
Osborne (Chancellor of the Exchequer).
Sebab utama kegagalan FSA: (a) lemahnya internal FSA dan, (b) lemahnya koordinasi dengan bank sentral dan kementerian keuangan
SEBAB KEGAGALAN FSA
4
FSA cenderung reaktif (bukan proaktif) dan kurang menanggapi signal risiko di bank.
FSA juga terlalu berfokus kepada customer protection dan kondisi individual perbankan. Padahal, sistem perbankan dan stabilitas keuangan tidak terlepas
kaitannya dengan micro prudential (kewenangan FSA) dan macro prudential (kewenangan bank sentral).
Kapabilitas staf FSA kurang mumpuni di bidangnya dan gagal menciptakan: (i) kepercayaan pasar; (ii) stabilitas keuangan; (iii) perlindungan konsumen dan; (iv)
minimalisasi kejahatan keuangan
Walaupun sudah dibentuk Tripartit Agreement antara FSA, Bank of England dan kementerian keuangan Inggris, koordinasinya sulit dilaksanakan
Mainstream and Unique Features of
the Indonesian
Islamic Banking Industry
Sharia and Islamic Banking Mainstream
•Sharia based Islamic Economics together with
selective Sharia Compliance (applicable and
undoubtful)
•Real sector oriented Islamic banking operation
with the domination of investment based
contracts.
•Domestic oriented Islamic banking without
ignoring the potential to capture foreign markets
•Living in the same level of playing field with
conventional banking.
Mewujudkan perbankan syariah yang handal, efisien dan menjadi pilihan utama masyarakat yang
mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan (visi 2020) SDM berkualitas tinggi Infrastruktur yang mendukung Aliansi strategis yang sinergis Pengembangan Produk dan Pasar
Regulasi dan Supervisir yg efektif
Struktur Perbankan yang efektif
Pemberdayaan nasabah yang efektif
7 Pilar Pengembangan
Legal foundations, related regulatory standards, standard setting, and fatwas
Syariah Akhlaq Ukhuwah
Aqidah
BLUE PRINT PERBANKAN SYARIAH
1 2 3 4 5 6 7
IAI Baznas Basyarnas Asosiasi UUS Depositors - Publik - Pemerintah BPRS - Asing (terbatas) BMT LKS non bank
Islamic Stock Market
Central Bank Investment Certificate
Dewan Syariah Nasional Komite Perbankan
Syariah
Lembaga Rating Dewan Pengawas Syariah
Islamic Money Market
Islamic Insurance/Takaful
Islamic Capital (Sukuk) Market Bank Syariah
Medium and Large Business
Small and Micro Business Lembaga
Penjamin
Medium and Large Business Small and Micro Business Bank Umum Konvensional Bank Umum Syariah UUS Existing BPRS New BPRS New BPR Existing BPR Existing Community Existing Community New Community New Community Calon Pendiri BPR/S
Pembiayaan SMEs dilakukan oleh:
•Bank Umum Konvensional •Bank Umum Syariah
•Unit Usaha Syariah
•Bank Perkreditan Rakyat •Bank Pembiayaan Rakyat Syariah
•New Investor (Calon Pemilik) •Baitul Maal Watamwill (BMT)
BMT
10
INDONESIAN SCHOLARS GO ABROAD
Prof. Bambang PS. Brodjonegoro, mantan Director General IRTI (Islamic Research and Training Institute) IDB.
Dr. Syafii Antonio, mantan Sharia Advisory Council-Bank Negara Malaysia. Mr. Cecep M. Hakim, Sharia Board - IILM (International Islamic Liquidity Management).
Mr. Adiwarman A. Karim, Sharia Board – IIFM (International Islamic Financial Market).
Dr. Dadang Muljawan, Senior economist, IRTI (Islamic Research and Training Institute) IDB
Hylmun Izhar, PhD (Cand), economist, IRTI (Islamic Research and Training Institute) IDB.
11
Based on BMB Islamic index called Islamic Finance Country Index (IFCI) published in the Global Islamic Finance Report (GIFR) in 2011, Indonesia is ranked in number 4 after Iran, Malaysia and Arab Saudi with regard to the development of Islamic finance.
VARIABLES AND % WEIGHTS
VARIABLES % WEIGHTS
Number of Islamic Banks 21,8 Central Sharia Supervisory Regime 19,7 Number of Institutions involeved in
Islamic Finance Industry 20,3 Size of Islamic Financial Assets 13,9 Size of Sukuk 6,6 Muslim Population 7,2 Education and Culture 5,7 Regulatory and Legal Infrastructure 4,9
PENGAKUAN INTERNATIONAL
• Total asset dan simpanan tumbuh secara organik
maupun non organik hingga 2015-2020.
• Organik (aset side): bertambahnya jumlah
pembiayaan. Non organik:
bertambahnya alternatif outlet pembiayaan.
• Organik (liability side): bertambahnya jumlah deposan. Non organik:
bertambahnya jumlah bank sehingga deposan bertambah
PROSPECT 2015 -2020
0 100,000,000 200,000,000 300,000,000 400,000,000 500,000,000 600,000,000 700,000,000 M a y -0 1 M a y -0 2 M a y -0 3 M a y -0 4 M a y -0 5 M a y -0 6 M a y -0 7 M a y -0 8 M a y -0 9 M a y -1 0 M a y -1 1 M a y -1 2 M a y -1 3 M a y -1 4 M a y -1 5Total asset of Islamic Banks
Actual Prediction 0 100,000,000 200,000,000 300,000,000 400,000,000 500,000,000 600,000,000 700,000,000 800,000,000 900,000,000 M a y -0 1 M a y -0 2 M a y -0 3 M a y -0 4 M a y -0 5 M a y -0 6 M a y -0 7 M a y -0 8 M a y -0 9 M a y -1 0 M a y -1 1 M a y -1 2 M a y -1 3 M a y -1 4 M a y -1 5 DPK aktual DPK forecast PROJECTION ACTUAL
• Market share terus tumbuh dengan kecepatan yang melambat hingga 2020.
• Market share Desember 2011 = 3,8%. • Market share 5% insya Allah awal 2013.
• Market share 20% insya Allah antara 2015-2020.
MARKET SHARE
0 5 10 15 20 25 O ct -0 1 O ct -0 2 O ct -0 3 O ct -0 4 O ct -0 5 O ct -0 6 O ct -0 7 O ct -0 8 O ct -0 9 O ct -1 0 O ct -1 1 O ct -1 2 O ct -1 3 O ct -1 4 O ct -1 5 O ct -1 6Market Share Islamic Banks
Awal 2013
Antara 2015-2020
INDONESIAN IB AND FUTURE CHALLENGES
14
The Indonesian IB
Future Challenges
Focus of financing and Comprehensive structure
Global and European Financial Crisis
Expansive growth and robust performance
To Have Significant Market Share in the Economy
Strong domestic
performance, sharia based banking operations
ASEAN Economic
Community (AEC) 2015-2020
Blue print; Government, Sharia Scholars, public supports
Comprehensive and
modern Islamic banking industry
OJK in the Indonesian Case
KONDISI EKONOMI DAN SOSIAL
16
Jumlah penduduk miskin masih cukup tinggi (29,9 juta jiwa-12,6% dari total penduduk)
Angka pengangguran terbuka masih sekitar 15,54 juta orang (6,56% dari total penduduk)
Distribusi pendapatan yang belum merata
40 juta orang Indonesia belum terlayani oleh perbankan.
27 juta usaha mikro dari 54 juta UMKM belum mendapatkan kredit perbankan.
KONDISI EKONOMI DAN SOSIAL
17
Ekses likuiditas berupa penempatan dana di Bank Indonesia tercatat sekitar Rp500 triliun
Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan rasio M2/PDB hanya 38% oleh karena:
(i) rendahnya intermediasi sektor keuangan; (ii) rendahnya pemanfaatan pasar modal dan;
(iii) terbatasnya instrumen investasi di pasar keuangan
Rasio kredit bank per GDP Indonesia yang hanya 26% adalah paling rendah dibandingkan Malaysia (106%), Thailand (57%), Singapura (95%) dan Philipina (33%)
TOTAL FUNDS IN FINANCIAL SECTORS
18 Rp826T Rp4405T Rp3708T Perbankan Non Bank Pasar keuanganWHAT DO WE NEED TO DO?
19
Peningkatan fungsi intermediasi sektor
keuangan kepada sektor riil
Integrasi lembaga keuangan bank dan nonbank
Penurunan biaya dana (cost of fund)
Financial inclusion
Social safety net
Monetary Policies, Fiscal Policies dan Financial
Sector Policies yang pro Growth, Pro
Distribution of income, Increase Social Welfare,
Mitigate the Poors
PENTINGNYA OJK
20
OJK akan mengawasi, memeriksa dan mengatur dana sebesar Rp8000-Rp9000 triliun di lembaga keuangan bank dan non bank termasuk pasar keuangan
OJK akan menjembatani kebutuhan pendanaan
perekonomian baik dari swasta maupun pemerintah
Bekerjasama dengan otoritas fiskal dan moneter, OJK penyedia dana utama pembangunan dan menentukan keberhasilan pembangunan ekonomi Indonesia
Otoritas keuangan yang membawahi semua institusi syariah (LKB syariah, LKNB syariah dan pasar
keuangan syariah)
Pengembangan LKB syariah dan LKNB syariah di Bank Indonesia dan Pemerintah pindah ke OJK
EKONOMI INDONESIA & OTORITAS KEUANGAN
21 CONDUCT STRUCTURE PERFORMANCE Pasar Keuangan Non Bank Perekonomian IndonesiaStruktur Ekonomi: Sisi Produksi
Pencapaian Visi dan Misi Pembangunan Ekonomi Indonesia Struktur Ekonomi: Sisi Permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perbankan O t o r i t a s F i s k a l O t o r i t a s M o n e t e r
Financial Service Authority (OJK)
22
Otoritas Fiskal
Pemerintah
Otoritas Jasa Keuangan
Pembangunan Ekonomi
Indonesia
Bank Indonesia
Perbankan
Lembaga Keuangan
Non Bank
Pasar Keuangan
Otoritas Sektor
Keuangan
Coordination Among 3 Authorities
23
OTORITAS JASA KEUANGAN OTORITAS MONETER OTORITAS FISKAL
Bank Syariah
Bank Infrastruktur
BPR Perbankan Pendidikan
BPRS Kesehatan
Dana Pensiun Sosial
Pegadaian
Asuransi Non Bank Sektor Produktif Pemetaan
Reksadana Industri per wilayah
Multifinance Agriculture per proyek
Perdagangan per tenor
Pasar Obligasi per skala usaha
Pasar saham Proyek Swasta Pasar Keuangan Proyek Pemerintah Obligasi Korporasi Proyek-proyek pemerintah Bank Indonesia Aktifitas Ekonomi Obligasi pemerintah Unit Usaha Syariah LKNB syariah aliran dana aliran dana
OTORITAS JASA KEUANGAN
24
Issues OJK BI Implikasi
Perizinan Dilakukan oleh
OJK
Dialihkan dari BI ke OJK
Sistem, SDM, mekanisme, dll
Pengaturan OJK melakukan
microprudential
BI melakukan macroprudential
Batasan harus jelas
Pengawasan Dilakukan oleh
OJK Dialihkan dari BI ke OJK Sistem, SDM, mekanisme, dll Sistem Informasi BI, selfcreation, inter institutions Tetap milik BI + share with OJK
SDM, IT, koordinasi Pengembangan
produk, edukasi
Belum jelas Tidak di BI lagi Tidak ada yang
mengatur BS
Penelitian Belum jelas Bukan di BI tapi
struktur ada
Tidak ada yang mengatur BS
SYARAT SUKSES OJK
25
Kordinasi kebijakan internal dan eksternal. Ini penting agar tercipta sinkronisasi dan kesatuan arah kebijakan sektor keuangan baik antar sub sektor keuangan di
OJK maupun dengan kebijakan
moneter/macroprudential oleh Bank Indonesia dan kebijakan fiskal oleh pemerintah
Efisiensi akan mewujudkan operasional OJK yang efisien dari sisi biaya operasi, struktur birokrasi, komunikasi dan informasi dan aspek-aspek lainnya
Optimalisasi fungsi sektor keuangan untuk
kesejahteraan rakyat termasuk perlindungan nasabah. Optimalisasi fungsi sektor keuangan dilakukan untuk meningkatkan peran lembaga keuangan bank dan non bank di dalam perekonomian Indonesia.
26
Terima kasih atas perhatian anda