• Tidak ada hasil yang ditemukan

CORONA VIRUS DISEASE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "CORONA VIRUS DISEASE"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

SSQ DEPARTMEN

PT. JAYAWIJAYA DIRGANTARA

STANDAR OPERASIONAL

PROSEDUR (SOP)

DALAM RANGKA PENCEGAHAN

PENYEBARAN

CORONA VIRUS DISEASE

(COVID-19)

Perkantoran Citra Garden City Aeroworld 8 Blok B05/01

Pegadungan Kalideres Jakarat Barat 11830

(2)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDURE

APPROVAL

PT. JAYAWIJAYA DIRGANTARA

STANDAR OPERASIONAL PROSEDURE

PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 Effective: 11 JUNI 2020

APPROVED BY,

………

ABDUL KADIR

(3)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19

PT. JAYAWIJAYA DIRGANTARA

BAB 1 PENDAHULUAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR 1

Effective : 11 Juni 2020

1.1. Pendahuluan

Dalam rangka memberikan perlindungan kepada awak pesawat (aircrew) dan seluruh karyawan dan para pengguna jasa cargo PT. JAYAWIJAYA DIRGANTARA terkait dengan mewabahnya coronavirus disease (COVID-19), maka perlu dilakukan langkah-langkah pencegagan untuk menghambat penyebaran wabah coronavirus disease (COVID-19);

Maka Untuk mendukung langkah pencegahan penyebaran wabah coronavirus disease (COVID-19) pada transportasi Udara, kami dari Safety Department mengeluarkan Standar

Operasional Prosedure ini agar menjadi panduan dalam

melaksanakan pekerjaan;

Standar operasional prosedur (SOP) ini berlaku sampai dengan berakhirnya

pandemi Coronavirus disease (COVID-19)

1.2. Referensi

1. SE 10 TAHUN 2020 (Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease)

2. SE 13 2020 (Operasional transportasi udara dalam masa kegiatan masyarakat produktif dan aman dari Corona Virus Disease (COVID-19)

1.3. Definisi

coronavirus disease (covid-19) adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu.

Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu. Akan tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia, Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

1.4. Penyebaran

a. Penyebaran utama Coronavirus disease (COVID-19) ini adalah melalui tetesan air liur (droplets) atau muntah (fomites), dalam kontak dekat tanpa pelindung. Transmisi virus corona atau COVID-19 terjadi antara yang telah terinfeksi dengan orang tanpa penyakit,"

b. Percikan air liur batuk atau bersin yang dihasilkan oleh orang yang terinfeksi. percikan ini dapat masuk dr mulut atau hidung orang yang berada di dekatnya atau mungkin akan terhirup ke dalam paru-paru.

1.5.

Gejala Virus Corona

infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyerupai gejala flu, yaitu demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Setelah itu, gejala dapat hilang dan sembuh atau malah memberat. Penderita dengan gejala yang berat bisa mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Gejala-gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan virus corona. Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:

(4)

PT. JAYAWIJAYA DIRGANTARA

BAB 1 PENDAHULUAN

Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius) Batuk kering

sesak napas

Ada beberapa gejala lain yang juga bisa muncul pada infeksi virus Corona meskipun lebih jarang, yaitu:

Diare Sakit kepala

Hilangnya kemampuan mengecap rasa atau mencium bau Ruam di kulit

Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona.

(5)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19

PT. JAYAWIJAYA DIRGANTARA

BAB 2 – Langkah-Langka Pencegahan

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR 3

Effective : 11 Juni 2020

2.1 Langkah - langkah Pencegahan penyebaran Covid-19

2.1.1 Langkah-Langkah Pencegahan penyebaran covid-19 untuk awak pesawat dan Personel/Ground Handling yang terlibat bekerja di Area Pesawat PT. JAYAWIJAYA DIRGANTARA

a. Perlengkapan KESEHATAN UMUM di pesawat Udara (Universal Precaution KIT (UPK):

1) serbuk kering yang mengubah tumpahan cairan kecil menjadi gel steril (dry powder that can convert small liquid spill into a sterile granulated gel);

2) disinfektan untuk membersihkan permukaan (germicidal disinfectant for surface cleaning);

3) tisu disinfektan (skin wipes);

4) masker wajah/pelindung mata (terpisah atau kombinasi) (face/eye mask (separate or combined);

5) pelindung wajah transparan (face shield); 6) sarung tangan sekali pakai (disposable gloves); 7) kain atau celemek pelindung (protective apron);

8) handuk besar yang memiliki daya serap (large absorbent towel); 9) sendok pengeruk (pick-up scoop with scraper);

10) kantong pembuangan limbah (bio-hazard disposal waste bag);

b. Meningkatkan pembersihan dan melakukan penyemprotan disinfektan pada bagian dalam dan luar pesawat setelah selesai melakukan penerbangan (RON), Adapun pembersihan untuk bagian dalam pesawat yang sering di sentuh oleh awak pesawat dan Staff Ground Handling yang bertugas dalam Loading/Unloading Barang yaitu:

1) Flight Deck; 2) Walk Cabin Cargo

3) Lavatories, termasuk pintu, pegangan toilet, wastafel dan tempat sampah; 4) Sandaran Kursi, Termasuk kursi awak pesawat (Jump Seat)

5) Pegangan Krisbow Hand Pallet manual (Alat pendorong pallet) 6) Seatbelts;

7) Jendela dan penutup Jendela

8) Pegangan Pembuka Pintu pesawat dan pintu Cargo Compartment

9) Cargo Compartment.

c. Pelaksanaan pembersihan sesuai dengan butir (b) menggunakan disinfektan. d. Selama pandemi COVID-19, pelaksanaan test kadar alkohol dalam tubuh (alcohol

test) diganti dengan pengamatan (observasi) oleh dispatcher/FOO terhadap awak pesawat udara pada saat proses briefing; Program monitoring kesehatan mandiri (health selfmonitoring) untuk pilot, awak kabin, engineer, FOO dan ground staff yang terdiri atas:

a) pengukuran suhu tubuh secara rutin minimal 2 (dua) kali dalam sehari; b) monitoring gejala seperti demam, batuk secara terus menerus atau sesak

(6)

PT. JAYAWIJAYA DIRGANTARA

BAB 2 – Langkah-Langka Pencegahan

c) prosedur baku penanganan apabila awak pesawat terinfeksi, akan mengacu kepada aturan dari Kementerian Kesehatan;

d) tidak menugaskan awak pesawat yang terinfeksi atau terindikasi terinfeksi COVID-19;

e. Pilot, Engineer, FOO dan Ground Staff yang bertugas harus memenuhi ketentuan:

a) menggunakan masker sesuai standar protokol kesehatan;

b) mencuci tangan menggunakan air dan sabun, atau hand sanitizer; c) menjaga etika saat batuk atau bersin sesuai dengan protocol kesehatan; d) meminimalisir menyentuh langsung permukaan benda di area kantor

pergudangan , seperti: dinding, meja, dan kursi; dan e) menggunakan sarung tangan (disposable gloves)

f. Sebelum melaksanakan penerbangan semua crew/awak pesawat yang pertugas harus memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:

1. setiap awak pesawat yang bertugas untuk menggunakan masker dan sarung tangan sekali pakai;

2. Setiap awak pesawat pada saat first cockpit preparation membersihkan semua peralatan terbang yang akan di gunakan termasuk ox gen mask dan secara intensif membersihkan tangan dengan hand sanitizer atau menggunakan sabun dengan air yang mengalir (baik itu benbentuk tissue basah dengan anti bakteri maupun cairan dengan volume tidak lebih dari 50ml dan memastikan tidak menjadi loosing object ketika pesawat akan bergerak) serta meminimalisir kegiatan di luar cockpit pesawat di saat bertugas;

3. Pada daerah dengan epidemi tinggi ketika melakukan kontak dengan personel darat harus menggunakan masker dan sarung tangan

g. Selama penerbangan harus memperhatikan hal-hal sebagai beriku: 1. Selalu menggunakan gel desinfektan sesering mungkin

2. Hindari menyentuh wajah,mata,hidung dan mulut

3. Jika di perlukan menggunakan masker oksigen (Oxygen mask) bersihkan terlebih dahulu sebelum dan sesudah penggunaan masker oksigen tersebut. h. Saat Istirahat atau RON(Remaind Over Night):

1. Jangan menggunakan alat transportasi umum

2. Agar selalu menjaga jarak minimal 1 meter ketika keluar ke area umum (Toko, situasi yang memungkinkan menarik banyak orang)

i. Menyediakan sabun dan air mengalir untuk mencuci tangan di pesawat,

j. memastikan semua petugas Ground Handling menggunakan masker dan sarung tangan

2.1.2 Langkah-Langkah pencegahan Covid-19 di Area Pergudangan/Kantor PT.JAYAWIJAYA DIRGANTARA

a. Setiap staf pergudangan di wajibkan menggunakan masker dan sarung tangan dan secara intensif membersihkan tangan dengan air yang mengalir menggunakan sabun atau hand sanitizer;

(7)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19

PT. JAYAWIJAYA DIRGANTARA

BAB 2 – Langkah-Langka Pencegahan

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR 5

Effective : 11 Juni 2020

b. Memastikan system pendingin ruangan dan sirkulasi udara beroperasi dengan baik;

c. Menyediakan hand sanitizer di tempat yang banyak di lalui orang;

d. Memastikan setiap agent cargo atau pengirim barang menggunakan masker ketika memasuki area pergudangan ataupun area kantor PT. JAYAWIJAYA DIRGANTARA;

e. Melaksanakan pengukuran suhu tubuh, baik menggunakan thermal gun maupun thermal scanner dengan memastikan orang yang masuk di area pergudangan suhu normal <380c

f. Memastikan area tempat pemerikasaan keamanan dan area penerimaan barang selalu higinis dengan melakukan disenfektan secara periodic pada fasilitas yang sering bersinggungan dengan orang dan barang ;

g. Hindari kontak dengan orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.

h. Pastikan pelayanan kasir ataupun penerimaan barang tetap menjalankan sosial distancing jaga jarak sekitar 1 Meter.

i. Agar selalu menjaga kebersihan benda yang sering di sentuh dan kebersihan lingkungan

2.1.3 Ketentuan Khusus

a. Ketentuan khusus ini merupakan ketentuan tambahan yang belaku untuk PT. JAYAWIJAYA DIRGANTARA yang belum memiliki otorisasi pengangkutan barang berbahaya kelas 6 divisi 2 (Infection Substance) dalam melakukan pengangkutan sampel COVID- 19. Prosedur penanganan dijelaskan dalam PT. JAYAWIJAYA DIRGANTARA DGHM (BAB III Penanganan Barang Berbahaya).

b. PT. JAYAWIJAYA DIRGANTARA harus menyiapkan: 1) Accountable Person;

2) HIRA (Hazard Identification and Risk Assesment);

3) Prosedur penanganan (handling procedure) dan prosedur penanganan darurat (emergency procedure), sesuai prosedur (BAB III Penanganan Barang Berbahaya).

4) Personel penerimaan (acceptance personnel) dan penanganan (handling personnel).

c. Dilakukan briefing tambahan kepada awak pesawat terkait pengangkutan tersebut.

d. yang belum memiliki otorisasi pengangkutan barang berbahaya dan melakukan pengangkutan barang berbahaya kelas 6 divisi 2 dari bandara dimana tidak ada penerbangan lain yang memiliki otorisasi pengangkutan barang berbahaya, wajib

(8)

PT. JAYAWIJAYA DIRGANTARA

BAB 2 – Langkah-Langka Pencegahan

2.1.4 Ketentuan Pengemasan dan Penanganan

a. Kemasan harus mampu menahan material dan rembesan, kebocoran dan kerusakan dalam kondisi pengangkutan normal yang disebabkan oleh guncangan atau perubahan suhu, kelembaban atau tekanan.

b. Kemasan harus terdiri dari:

1) kemasan utama (primary receptacle);

2) kemasan pendukung (secondary packaging);

3) kemasan luar yang keras (rigid outer packaging),

4) kemasan luar tambahan (additional outer packaging).

c. Paket kiriman (package) harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

1) kemasan utama (primary receptacle) harus kedap air (leakproof) dan isi tidak boleh lebih dari 50mL,

2) kemasan pendukung (secondary packaging) harus kedap air (leakproof),

contoh: kaleng, botol;

3) dilengkapi bahan penyerap (absorbent material, contoh: kapas, busa) harus diletakkan antara kemasan utama (primary receptacle) dan kemasan pendukung (secondary packaging);

4) dilengkapi bahan penahan (cushion material, contoh: gabus, busa) harus diletakkan antara kemasan pendukung (secondary packaging) dan kemasan luar yang keras (rigid outer packaging);

5) volume isi kemasan luar yang keras (rigid outer packaging, contoh: coolbox) tidak boleh lebih dan 2L, tidak termasuk material pendingin (jika digunakan);

6) kemasan luar tambahan (additional outer packaging) harus mampu menahan kemungkinan kebocoran lanjutan, contoh: steorofoam.

d. Paket kiriman (package) harus lulus uji jatuh (drop test) dari ketinggian tidak kurang dari 1,2 meter pada bidang datar dan keras saat dilakukan proses penerimaan dan disaksikan oleh pengirim.

e. Kerusakan paket kiriman (package) yang diakibatkan saat dilakukan uji jatuh

(drop test) menjadi tanggung jawab pengirim.

f. Paket kiriman (package) diletakkan dengan aman di kompartemen kargo pesawat udara;

g.

Kiriman harus dilengkapi dokumen penerimaan

(Acceptance Checklist)

dan NOTOC (Notification to Captain).

(9)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19

PT. JAYAWIJAYA DIRGANTARA

BAB 2 – Langkah-Langka Pencegahan

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR 7

Effective : 11 Juni 2020

(10)

PT. JAYAWIJAYA DIRGANTARA

BAB 2 – Langkah-Langka Pencegahan

2.3 Alur chek kesehatan

Start

Customer/Karyawan datang dari gerbang utama Pengecekan suhu tubuh oleh Petugas/Security suhu normal <380c Customer/Karyawan yang di bawa 38 Derajat celcius Customer/Karyawan dapat melanjutkan aktivitas di Area pergudangan JWD Customer/Karyawan

Yang dia atas 38 derajat celcius Disarankan untuk

memeriksakan diri ke Rumah sakit terdekat

Jika kondisi dinyatakan tidak sehat diminta agar karantina diri dan tidak ke kantor

PROSES SELESAI

Referensi

Dokumen terkait

je podjetje, ki si prizadeva uvajati novosti, ne samo na marketinškem vidiku, ampak tudi na tehnološkem področju; Za podjetje, kot je Radenska d.d., so logistične dejavnosti

User (para pimpinan, pegawai, dan pihak terkait) dapat memasukkan data login, data presensi, data agenda/event, data berkas/file, data pesan, data informasi/berita dan

Tindakan konsumsi makanan para pelajar juga meningkat sebelum (x=1,76) dan sesudah (x=1,86) intervensi. Terdapat perbedaan yang bermakna antara perilaku konsumsi makanan jajanan

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Brand Personality terhadap Citra merek di Sony Sugema Collage (SSC) Pakubuwono Kebayoran baru Jakarta

Acinetobacter baumanii menghasilkan inhibitor protease dengan aktivitas tertinggi setelah ditumbuhkan selama 28 jam pada media yang mengandung NaCl 2 %(w/v),

Dengan mempelajari bagaimana variabel-variabel berubah dari waktu ke waktu suatu hubungan antara waktu dan jumlah permintaan akan dapat diformulasikan dan digunakan untuk

Masukan on atau off mengakibatkan terjadinya proses pada suatu pengendalian saklar listrik sehingga sistem bekerja sesuai dengan kondisi yang diinginkan, yaitu

Adapun tujuan penyusunan Renja Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung, bertujuan untuk lebih memantapkan terselanggaranya kegiatan fungsi serta