Hal:59 Media Prestasi Vol. XI No.1 Juni 2013/ISSN 1979 - 9225 PERANAN KREATIVITAS DALAM BELAJAR DENGAN ACANG
MENGGUNAKAN MEDIA MOODLE.
Ridam Dwi Laksono; [email protected] Prodi pendidikan matematika
STKIP PGRI NGAWI
ABSTRAK
Penggunaan acang sebagai alat bantu untuk belajar dengan media moodle telah dibuktikan di banyak jurnal memiliki dampak terhadap prestasi. Segala upaya dilakukan oleh penyelenggara pendidikan agar dapat memberikan fasilitas yang sesuai dengan bakat dan kreativitas yang dimiliki oleh siswa. Sekolah yang secara khusus menyediakan fasilitas sesuai dengan karakter, bakat dan kreativitas siswa menyebabkan sekolah menjadi mahal. Diharapkan acang dan media moodle menjadi solusi dalam mencapai sekolah yang mampu menyediakan fasilitas siswa sesuai kreativitas siswa. Secara umum rata – rata prestasi kelas uji lebih baik daripada kelas kontrol, walaupun hasil analisis varian hasilnya tidak signifikan. Tidak seluruh siswa terdampak kreativitasnya untuk mendapatkan prestasi kognitif yang tinggi dengan pembelajaran dengan acang dan media moodle. Siswa dengan kemampuan kreativitas tinggi tidak mendapatkan dampak yang lebih baik dari kelas kontrol pada prestasi kognitifnya. Ini menunjukkan kreativitas bukan faktor utama siswa mendapatkan prestasi kognitif yang baik. Siswa dengan kemampuan kreativitas rendah dan sedang mampu menyaingi kelas kontrol dengan siswa yang berkategori sama. Dengan bantuan acang dan media moodle siswa dengan kemapuan kreativitas rendah dan sedang terfasilitasi untuk berprestasi sehingga memiliki rata – rata prestasi kognitif lebih dari kelas kontrol pada kategori siswa yang sama. Peran kreativitas belum menjadi faktor utama dalam belajar dengan acang dan media moodle untuk mendapatkan prestasi kognitif yang tinggi.
Kata kunci : Kreativitas, acang, moodle, gadget.
PENDAHULUAN
Teknologi informasi yang berkembang pesat telah merasuk dalam setiap sendi kehidupan masyarakat. Murahnya harga perangkat dan biaya akses yang bisa dinikmati masyarakat
menjadikan Teknologi informasi dengan pesat digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari hari. Kreativitas masyarakat terpacu seiring dengan pemenuhan kebutuhan hidupan dengan memakai teknologi informasi. Dunia
Jurnal Ilmiah STKIP PGRI Ngawi
Hal:60 Media Prestasi Vol. XI No.1 Juni 2013/ISSN 1979 - 9225
pendidikan indonesia juga mengalami evolusi yang pesat dengan hadirnya teknologi dalam kehidupan sehari – hari. Kreativitas sebagai salah satu faktor yang dikembangkan dalam dunia pendidikan, mewajibkan adanya koherensi antara pesatnya perkembangan teknologi dengan daya dukung perkembangan kreativitas siswa di sekolah. Telah banyak literatur menyatakan penggunaan teknologi akan berdampak positif terhadap prestasi siswa, namun masih jarang yang membahas tentang dampaknya terhadap prestasi jika di tinjau dari kreativitas yang telah dimiliki siswa.
Kondisi sekolah secara umum yang ada di indonesia tidak mendukung upaya perkembagan anak sesuai bakatnya. Hal ini terjadi karena sekolah hanya memberikan fasilitas secara general kepada seluruh siswa. Bagi bisnis dunia pendidikan penyediaan layanan pendidikan dengan layanan meningkatkan kreativitas siswa berdasarkan bakatnya akan menjadikan sekolah berbiaya mahal. Keadaan ini oleh pemerintah tidak di inginkan. Hanya sedikit sekolah yang melayani siswa sesuai
dengan bakat dan kemampuan
kreativitasnya (Munandar : 1992). Sekolah merupakan wahana pelatihan bagi siswa agar siap menjadi bagian masyarakat yang memiliki kemandirian menghadapi tantangan hidup. Jika melalui adaptasi
teknologi dalam dunia pendidikan dapat membantu memperkaya kreativitas siswa tentunya akan menjadi salah satu solusi membantu pemerintah untuk menyediakan layanan pendidikan yang memperhatikan bakat siswa.
Learning Management System,
sebagai salah satu wahana pembelajaran yang berbasis teknologi infomasi dalam penyediaan konten pembelajaran. Pemanfaatanya telah digunakan secara meluas, namun fokus pada pengembangan prestasi berdasarkan kreativitas siswa masih belum dilakukan. Bentuk lain yang juga memanfaatkan teknologi informasi adalah Virtual lab. Kolaborasi keduannya dalam pembelajaran yang diperkuat dengan fasilitas kemudahan akses bagi pengguna akan mendekatkan dunia pendidikan dengan pemanfaatan teknologi informasi. Namun apakah keadaan ini berdampak signifikan terhadap prestasi jika di tinjau dari segi kreativitas siswa.
METODE PENELITIAN
Menggunakan eksperimen kelas kontrol dan kelas uji, perlakuan dibedakan dengan media ajar yang dipakai. Data di ambil menggunakan tes kognitif serta tes kreativitas siswa yang sudah di validasi terlebih dahulu. Hasil yang diperoleh dianalisa menggunakan statistik analisis varian. Sampel yang diambil adalah sekolah yang telah memiliki fasilitas IT
Hal:61 Media Prestasi Vol. XI No.1 Juni 2013/ISSN 1979 - 9225
yang mencukupi. Terutama dengan kapasitas siswa yang rata – rata telah memiliki acang yang di bawa ke sekolah sehari – hari.
Satu kelas kelompok kelas kontrol di ajar menggunakan media cetak yang biasanya di sediakan oleh sekolah berupa buku paket. Satu kelas kelompok kelas uji siswa diajar dengan menggunakan moodle. Kedua kelompok kelas tersebut diajarkan dengan teknik pengajaran yang sama serta pada pokok bahasan yang sama. Setiap kelompok di awal sebelum mendapat perlakuan diminta untuk mengikuti tes kreativitas.
Pada kelompok yang mendapat perlakuan pembelajaran menggunakan buu paket, siswa belajar berbekal informasi yang ada di buku tersebut. Seluruh informasi yang memuat seluruh materi belajar yang dibutuhkan siswa ada di dalam buku tersebut. Sedangkan siswa yang belajar dengan media acang, laman moodle yang telah di siapkan juga berisikan seluruh konten pembelajaran yang akan dipelajari. Dengan strategi belajar yang sama kedua kelompok tersebut menjalani proses pembelajaran sebagai perlakuan eksperimen. Di akhir sesi perlakuan siswa di uji kemampuan kognitifnya menggunakan tes kognitif. Hasil yang diperoleh di analisis dengan analisis varian.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sebanyak 59 siswa dari dua kelas yang mendapatkan perlakuan yang berbeda memberikan hasil rata – rata yang bervariasi. Secara makro uji analisis varian menunjukkan tidak ada beda signifikan antara prestasi kognitif kelas uji dengan kelas kontrol. Sebab nilai sig di peroleh lebih dari 0,05. Namun secara mikro terdapat anomali pada prestasi kognitif jika di tinjau dari kemampuan kreativitas siswa. Pada kelas kontrol sebanyak tiga puluh siswa yang termasuk dalam kategori kreativitas tinggi hanya sebanyak 4 siswa. Siswa dengan kategori kreativitas rendah sebanyak 5 siswa. Sedangkan sisanya sebanyak 21 siswa berkategori sedang. Pada siswa tersebut yang termasuk kategori rendah memiliki rata – rata nilai kognitif 72,668. Siswa pada kategori sedang memiliki rata – rata prestasi kognitif 72,378. Sedangkan siswa dengan kategori kreativitas tinggi pada kelas kontrol ini memiliki rata – rata prestasi 84,168. Keadaan ini lumrah, siswa dengan kreativitas tinggi dipastikan memiliki prestasi kognitif yang tinggi.
Hal berbeda terjadi pada kelas uji. Siswa dengan kategori kreativitas rendah terdapat sebanyak 4 siswa, kreativitas sedang 20 siswa, kreativitas tinggi 5 siswa. Dari keadaan ini jika dilihat prestasi kognitifnya siswa dengan kreativitas
Jurnal Ilmiah STKIP PGRI Ngawi
Hal:62 Media Prestasi Vol. XI No.1 Juni 2013/ISSN 1979 - 9225
rendah memiliki rata – rata prestasi kognitif 80,832. Siswa dengan kemampuan kreativitas sedang memiliki rata – rata prestasi kognitif 77,500. Sedangkan pada siswa dengan kemampuan kreativitas tinggi memiliki rata – rata prestasi kognitif 82,666. Keadaan ini kontras dengan ide bahwa semakin tinggi kemampuan kreativitas seseorang semakin tinggi prestasinya. Prestasi kogintif tidak di sejalan dengan kemampuan kreativitas
seseorang. Terjadi anomali terhadap siswa dengan kemampuan kreativitas rendah, namun memiliki prestasi kognitif yang bagus yaitu 80,832. Prestasi ini melebihi siswa dengan kemampuan prestasi sedang bahkan hampir menyamai prestasi siswa dengan kemampuan kreativitas tinggi yaitu 82,666. Hasil perbandingan rata – rata kedua kelas percobaan ini di sajikan pada gambar 1. Grafik Perbandingan rata – rata berikut ini.
Siswa dengan kemampuan
kreativitas rendah dan sedang memiliki prestasi kognitif lebih dari kelas kontrol pada kategori kreativitas yang sama. Pada siswa kategori ini peranan acang dan media moodle yang disediakan memiliki dampak pada prestasi kognitif siswa, terbukti mereka memiliki rata – rata yang lebih tinggi dibandingkan denga kelas
kontrol. Terjadi hal yang sebaliknya pada kategori kemampuan kreativitas tinggi. Walaupun dengan dukungan acang dan perangkat media moodle, rata – rata siswa dengan kemampuan kreativitas tinggi pada kelas uji tidak dapat melebihi prestasi kognitif yang ada pada kelas kontrol. Pada kelas uji prestasi siswa dengan kemapuan kreativitas tinggi hanya 82,666. Siswa
660.000 680.000 700.000 720.000 740.000 760.000 780.000 800.000 820.000 840.000 860.000 ce ta k m o o d le To ta l ce ta k m o o d le To ta l ce ta k m o o d le To ta l ce ta k m o o d le To ta l
rendah sedang tinggi Total
Perbandingan Rata - Rata Berdasarkan
Kreativitas dan Media Ajar
rendah cetak rendah moodle rendah Total sedang cetak sedang moodle sedang Total tinggi cetak tinggi moodle tinggi Total Kreativitas Media
Hal:63 Media Prestasi Vol. XI No.1 Juni 2013/ISSN 1979 - 9225
pada kelas kontrol yang memiliki kemampuan kreativitas tinggi memiliki prestasi kognitif 84,168. Ini menunjukkan bahwa peranan acang dan media moodle yang di sediakan tidak mendukung terjadinya interaksi kreativitas pada siswa dengan kemampuan kreativitas tinggi terhadap peningkatan pretasi kognitif yang dimiliki lebih dari yang sudah ada.
Jika di lihat dari perbandingan rata – rata kedua kelompok bisa kita lihat bahwa siswa yang belajar dengan media moodle dan bantuan acang memiliki rata – rata prestasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Dari grafik di atas dapat kita lihat perbedaan keduanya. Sehingga dari sini nampak bahwa sebenarnya secara mikro terdapat anomali dimana fenomena penggunaan acang dan media moodle denga tujuan memfasilitasi perbedaan bakat dan kreativitas siswa mampu menstimulasi prestasi kognitif sehingga siswa dengan kemampuan kreativitas rendah dan sedang dalam perlakuan kelas uji mendapatkan apa yang di inginkan yaitu terfasilitasi sesuai tingkat kreativitas masing masing untuk mendapatkan loncatan prestasi kognitif. sedangkan siswa yang sedari awal memiliki kreativitas yang tinggi mengalami kemunduran, sebab tidak mendapatkan tambahan apapun.
Heterogenitas siswa dalam lingkungan pendidikan merupakan hal
yang wajar. Upaya pemerintah dan swasta dalam rangka mendapatkan input siswa dengan kemampuan yang seragam melalui serangkaian tes menjadikan pendidikan terlihat eksklusif dan mahal. Hal ini bertentangan dengan undang – undang dasar. Dengan demikian sebagai upaya untuk menyediakan fasilitas bagi siswa sesuai dengan bakat dan kreativitas masing – masing masih melalui bantuan acang dan media moodle belum sepenuhnya tercapai.
KESIMPULAN
Unsur kreativitas dalam belajar dengan menggunakan media moodle dibantu dengan acang hanya berpengaruh pada prestasi kognitif siswa yang memiliki kreativitas dengan kategori rendah dan tinggi. Siswa dengan kemampuan kreativitas tinggi pada kelas uji setelah dibandingkan dengan siswa yang memiliki kemampuan kreativitas yang sama pada kelas kontrol tingkat keberhasilan rata – rata prestasi kognitifnya tidak lebih baik dari kelas kontrol.
Pemakaian acang pada pembelajaran berbasis media moodle belum sepenuhnya keberhasilan prestasi kognitifnya di pengaruhi oleh kemampuan kreativitas siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Munandar, Utami. 1992.
Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah, Petunjuk bagi Para Guru dan
Jurnal Ilmiah STKIP PGRI Ngawi
Hal:64 Media Prestasi Vol. XI No.1 Juni 2013/ISSN 1979 - 9225 Orang tua Cet. Ke-4 Jakarta : PT
Gramedia Widiasarana Indonesia Loudon, Marc. dan Mark Sharp. 2006.
Online Class Review using Streaming – Media technology.
Journal of College Science
Teaching; Nov/Dec 2006; 36, 3; ProQuest Education Journals pg. 39.
Martín-Blas, Teresa. dan Ana Serrano-Fernández. 2009. The role of new
technologies in the learning process: Moodle as a teaching tool in Physics. www.elsevier.com, computer & education 52 (2009) p.35-44.
Asyhar, Rayandra. 2011. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta : Gaung