BAB I PENDAHULUAN. yang mengalami kebangkrutan karena tidak siap akan perubahanperubahan

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dewasa ini perkembangan teknologi informasi membuat lingkungan bisnis mengalami perubahan yang cukup signifikan. Tidak jarang banyak perusahaan-perusahaan yang mengalami kebangkrutan karena tidak siap akan perubahan-perubahan yang terjadi secara mendadak dan tidak terduga. Untuk mengatasi hal ini, perusahaan membutuhkan strategi bisnis yang baik, yang bisa membuat perusahaan untuk tetap bertahan dan semakin berkembang dan maju.

Strategi umum perusahaan merupakan penetapan sasaran jangka panjang perusahaan. Strategi bisnis memusatkan pada cara bersaing dalam suatu industri atau sub kelompok strategis dan cara mencapai keunggulan dalam bersaing. Dalam penyusunan strategi perlu dihubungkan dengan lingkungan perusahaan yang menentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan, sehingga dapat disusun dan dipilih alternatif strategi yang pada akhirnya diimplementasikan, selanjutnya dilakukan evaluasi strategi yang diimplementasikan. Menentukan kerangka kerja dengan cara mengidentifikasi berbagai dimensi lingkungan serta melibatkan masalah prediksi pengembangan masa depan perusahaan itu sendiri (David, Fred : 2009)

Strategi perusahaan bermanfaat untuk mengantisipasi tantangan dan kesempatan masa depan, dapat memberikan arah dan tujuan perusahaan di masa depan yang jelas pada semua karyawan, membuat tugas eksekutif puncak menjadi

(2)

lebih mudah dan mengurangi resiko, dapat memonitor kejadian di dalam perusahaan, memberikan informasi pada menajemen puncak merumuskan tujuan akhir, membantu pembuatan keputusan, membantu praktik para manajer dan mengarahkan pada efektivitas perusahaan.

Setiap perusahaan hidup dari pelanggannya, karena pelanggan merupakan salah satu alasan keberadaaan suatu perusahaan. Dengan demikin kepuasan pelanggan wajib menjadi perioritas setiap perusahaan. Berfokus pada pelanggan melalui usaha memahami kebutuhan, keinginan, dan harapan mereka merupakan kunci memenangkan persaingan global yang sedemikian ketat. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus memiliki strategi bisnis yang matang dan jelas, agar dapat memuaskan pelanggan-pelanggannya .

Setiap perusahaan pasti memiliki struktur yang berbeda-beda yang memberikan dasar bagi fungsi organisasi tersebut. Desentralisasi adalah pendelegasian tugas dan tanggung jawab kepada manajer. Tingkat pendelegasian menunjukkan bahwa manajer yang lebih tinggi mengijinkan manajer yang lebih rendah untuk membuat kebijakan secara independen. Dengan melakukan pendelegasian wewenang, maka hal ini dapat mengurangi beban dari manajemen puncak. Tetapi bukan berarti bahwa setiap organisasi harus mendesentralisasikan setiap keputusannya (Hansen Mowen :2000).

Pendelegasian yang diberikan kepada manajer yang lebih rendah dalam otoritas pembuatan keputusan akan diikuti pula dengan tanggung jawab atas aktifitas yang mereka lakukan (Hansen Mowen:2000) . Kebijakan yang dijalankan karena inisiatif sendiri, maka akan menimbulkan rasa tanggung jawab yang lebih

(3)

besar atas kebijakan yang dijalankan tersebut. Disini otoritas merupakan sebagai hak untuk menentukan penugasan dan tanggung jawab yang merupakan kewajiban untuk mencapai tugas yang telah ditetapkan.

Banyak perusahaan memilih untuk desentralisasi agar bisa meningkatkan efisiensi secara keseluruhan. Perusahaan-perusahaan melakukan desentralisasi karena para manajer lokal mampu memberikan keputusan yang baik, berdasarkan pada informasi lokal. Manajer lokal juga sanggup memberikan tanggapan yang tepat waktu untuk kondisi-konsdisi yang berubah. Dalam desentralisasi, para manajer memiliki peran yang lebih besar dalam pembuatan keputusan dan pengimplementasiannya, serta menjadi lebih bertanggung jawab terhadap aktivitas unit kerja yang dipimpin. Adanya desentralisasi ini akan menyebabkan para manajer yang diberikan pelimpahan wewenang membutuhkan informasi yang berkualitas serta relevan untuk mendukung kualitas keputusannya. Di samping itu, desentralisasi digunakan untuk perusahaan besar karena keterbatasan kognitif sebab tidak mungkin ada orang yang dapat memahami secara utuh setiap pasar dan produk. Alasan lainnya adalah sebagai wadah untuk melatih dan memotivasi manajer lokal dan membebaskan manajemen puncak dari masalah-masalah operasional sehari-sehari sehingga mereka dapat menggunakan waktunya untuk memikirkan hal-hal yang bersifat jangka panjang seperti perencanaan strategis.

Tingkat desentralisasi akan berpengaruh terhadap tingkat kebutuhan sistem akuntansi manajemen. Dampak interaksi antara sistem akuntansi manajemen dengan desentralisasi akan semakin positif terhadap kinerja manajerial. Kesesuaian antara informasi dengan kebutuhan pengambilan keputusan akan

(4)

memberikan dampak terhadap kualitas keputusan yang akan diambil, sehingga akhirnya dapat meningkatkan kinerja perusahaan.

Adanya masalah yang kompleks pada perusahaan mengharuskan menajemen perusahaan memanfaatkan teknologi informasi dengan baik yang akan berdampak pada pengambilan keputusan yang efektif, sehingga dapat memenfaatkan peluang yang ada dan dapat mengidentifikasi masalah serta cara mengatasai masalah tersebut.

Akuntansi manajemen adalah salah satu bidang akuntansi yang sangat penting dalam dunia usaha, mulai dari usaha kecil yang tidak mencari sampai pada perusahaan besar yang mencari keuntungan membutuhkan informasi akuntansi yang di gunakan sebagai alat perancanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian maupun sebagai dasar pengambilan keputusan (Hansen Mowen :2000)

Untuk mengoperasikan sebuah organisasi atau perusahaan yang kompleks, dengan efisien dan efektif, manajemen membutuhkan informasi terinci tentang operasi perusahaan. Seperti pada PT Jamu Jago Semarang, bagaimana manajemen Jamu Jago di Semarang harus memperoleh operasi informasi sehari-hari. Seperti, berapa jumlah bahan jamu jago yang harus disediakan, dari mana bahan diperoleh, berapa jam peralatan pabrik harus digunakan setiap harinya, berapa jumlah pegawai yang harus dipekerjakan, bagaimana cara mengembangkan Jamu Jago, berapa produk jamu jago yang harus dihasilkan agar perusahaan tidak rugi, dan sebagainya.

(5)

Lingkungan bisnis yang berubah begitu cepat sangat mempengaruhi perkembangan konsep dan praktik akuntansi manajemen. Akuntansi manajemen harus mampu menyediakan informasi yang memungkinkan manajer untuk berfokus pada nilai pelanggan, manajemen mutu total, kompetensi berbasis waktu dan pemanfaatan teknologi informasi. Akuntansi manajemen bertugas untuk membantu tugas manajer dalam usaha mereka untuk meningkatkan kinerja ekonomi perusahaan. Namun tujuan tersebut harus dicapai oleh manajer untuk mendukung perilaku tidak etis yang mungkin dilakukannya.

Sebuah perusahaan akan berjalan dengan efektif dan efisien jika dikelola dengan cara yang tepat. Para pengelola perusahaan, yaitu dewan komisaris, dewan direktur dan para manajer, tergabung ke dalam suatu kelompok yang disebut manajemen perusahaan. Manajemen inilah yang bertanggung jawab untuk menggunakan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan (Hansen Mowen : 2000)

Perencanaan sistem akuntansi manajemen merupakan bagian dari sistem pengendalian organisasi yang berorientasi pada informasi finansial internal organisasi yang berasal dari data historis, dan perlu mendapat perhatian, sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung keberhasilan organisasi. Salah satu fungsi dari sistem akuntasi manajemen adalah menyediakan sumber informasi penting bagi manajer. Informasi tersebut dibutuhkan untuk menjalankan dua fungsi pokok manajer yaitu perencanaan, dan pengendalian aktivitas perusahaan, dalam usaha pencapaian tujuan organisasi dengan sukses.

(6)

Bagi sebuah organisasi kinerja merupakan salah satu faktor penentu yang penting sekali agar bisa tumbuh dan berkembang, maka oleh karena itu hampir di semua organisasi menggunakan kinerja untuk mengukur kemampuan, keberhasilan dan kegagalan dalam upaya pengelolaan sumber daya yang dimiliki, agar dapat mencapai tujuan yang efektif dan efisien. Kinerja manajerial merupakan hasil periodik operasional suatu manajer berdasarkan sasaran, standar dan kriteria yang telah di buat (Erna dan Dwi :2006).

Penilaian kinerja memiliki peran penting dalam mengetahui atau mengukur keberhasilan suatu perusahaan. Tapi meskipun demikian pada kenyataannya kondisi tersebut masih kurang mendapat perhatian penting dari sebagian besar perusahaan, karena sebagian besar perusahaan masih berorientasi pada profit yang didapat dan menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu tanpa memperhatikan hasil kinerjanya. Hal seperti ini sebenarnya kurang sesuai untuk diterapkan pada jaman modern sekarang ini, dimana persaingan bisnis yang semakin hari semakin ketat dan banyak juga bermunculan perusahaan yang bergerak pada berbagai bidang dan tidak sedikit juga perusahaan yang bermunculan bergerak pada bidang yang sama atau perusahaan sejenis yang beroperasi pada daerah yang sama.

Dengan demikian hal ini akan membuat persaingan bisnis yang semakin ketat. Timbulnya persaingan bisnis yang ketat akan menuntut setiap manajemen perusahaan agar lebih baik lagi dalam penetapan strategi pada perusahaan mereka, dan memaksimalkan kemampuan yang dimiliki supaya bisa lebih unggul dari

(7)

perusahaan-perusahaan yang lainnya, dan mampu melalui dan mengatasi permasalahan yang ada dan yang akan datang.

Perusahaan yang tidak dapat menghadapi persaingan yang ketat, bisa memberikan dampak yang fatal pada perusahaan tersebut. Perusahaan tersebut bisa mengalami kebangkrutan dan tidak sedikit yang akhirnya tutup karena tidak dapat bersaing karena strategi bisnis dan pemanfaatan sistem akuntansi manajemen yang kurang baik.

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan industri yang memiliki kapasitas pekerjaan yang rumit, mulai dari proses produksi sampai dengan menjadi barang jadi yang siap untuk dipasarkan.Saat ini, bisnis bergerak lebih cepat daripada sebelumnya. Perubahan-perubahan dalam teknologi, komunikasi, kondisi ekonomi memengaruhi perusahaan dan akuntan manajemen dalam cara-cara yang baru. Akuntan manajemen harus mendukung manajemen dalam semua tahap pengambilan keputusan bisnis. Sebagai ahli dalam akuntansi, mereka harus cerdas, siap sedia, mengikuti perkembangan terbaru, serta memahami kebiasaan dan praktik tempat perusahaan mereka beroperasi.

PT JAMU JAGO semarang berdiri pada tahun 1918. Sampai sekarang PT. Jamu Jago masih beroperasi dengan aktif, dan mengeluarkan berbagai macam produk jamu. Jamu yang terdiri dari bahan-bahan alami yang diproses sedemikian rupa untuk perawatan kesehatan dan kecantikan. PT jamu Jago yang didirikan oleh T.K. Suprana yang merupakan pabrik jamu pertama di Indonesia. Sudah hampir 97 tahun PT Jamu Jago berdiri, sampai hari ini masih tetap bertahan dan

(8)

tetap beroperasi dengan baik dan mengeluarkan berbagai macam produk.’ Dapat dilihat bahwa PT Jamu Jago memiliki Starategi bisnis yang sangat baik.

Sembilan puluh tujuh (97) tahun bukanlah sebuah jangka waktu yang pendek untuk sebuah perusahaan dapat tetap bertahan dan semakin berkembang dalam era globalisasi sekarang ini. Banyak perusahaan-perusahaan yang berdiri, tapi hanya bertahan sekitar 5 tahun sudah mengalami kebangkrutan. Selama 97 tahun PT Jamu Jago Semarang bukanlah satu-satunya perusahaan jamu yang berdiri di Indonesia. PT jamu jago juga memiliki pesaing perusahaan jamu yang sama di Semarang, contoh PT Nyonya Meneer (1919) dan PT Sidomuncul (1940). Kedua perusahaan ini termasuk perusahaan jamu terbesar di Indonesia.

Meskipun memiliki pesaing, tetapi PT Jamu Jago tetap bertahan dan berkembang dengan memunculkan produk-produk yang berkualitas. Bukan hanya itu juga, kini PT Jamu Jago juga sudah melakukan ekspor produk-produknya ke luar negeri seperti Malaysia, Vietnam dan Jepang.

Suksesnya PT Jamu Jago dalam mempertahankan keberadaannya, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada PT Jamu Jago, faktor apa saja yang mendukung lamanya perusahaan ini berdiri.

Salah satu faktor utama yang menentukan lama tidaknya sebuah perusahaan berdiri adalah hasil dari kinerja manajarial yang baik. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kinerja manajerial dalam penelitian ini menggunakan variabel strategi bisnis, desentralisasi dan sistem akuntansi manajemen.

(9)

Penelitian memilih perusahaan manufaktur untuk diteliti karena alasan perusahaan manufaktur merupakan pekerjaan yang cukup rumit, yang dimulai dari proses produksi hingga menjadi barang jadi yang siap untuk dijual. Sehingga hal seperti ini perusahaan membutuhkan strategi bisnis yang matang, Informasi Akuntansi Manajemen yang cukup baik untuk meningkatkan kinerja manjerial yang semakin baik dalam menghadapi era globalisasi sekarang ini.

Penelitian yang dilakukan oleh Lempas dkk (2014) mengatakan bahwa sistem akuntansi manajemen memberikan hasil yang signifikan dan positif terhadap kinerja manajer. Solechan dan Setiawati (2009), menyatakan bahwa sistem akuntansi manajemen dan kinerja manajerial menunjukkan hasil yang positif dan signifikan. Sistem akuntansi manajemen dan kinerja manajerial berbanding lurus, dimana apabila sistem akuntansi manajemen baik maka kinerja manajer menunjukkan hasil yang baik juga, begitu juga sebaliknya. Tetapi berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Siglilipu (2013) bahwa sistem akuntansi manajemen belum berhasil memberikan pengaruh terhadap kinerja manajer.

Erna dan Dwi (2006) mengatakan bahwa desentralisasi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja manajerial. Hasil yang sama juga diberikan oleh penelitian yang dilakukan oleh Suryani (2013) bahwa dengan adanya desentralisasi yang tinggi akan meningkatkan kinerja manajerial pada dealer mobil di kota Jambi. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Solechan dan Setiawati (2009) mengatakan bahwa desentralisasi tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja manajerial.

(10)

Pada penelitian yang dilakukan oleh Wiryana (2014) mengatakan bahwa strategi bisnis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajer. Sedangkan Sutapa (2003) hasil penelitiannya menunjukkan, ada pengaruh interaksi antara tingkat desentralisasi dan karakteristik aggregation dan broad

scope SAM terhadap kinerja manajerial. Tingginya tingkat desentralisasi dan

karakteristik broad scope SAM yang lebih dibuat-buat atau tidak jujur akan berdampak negatif terhadap kinerja manajerial.

Penelitian ini adalah penelitian sintesa dari penelitian Lempas dkk (2014). Dengan variabel Desentralisasi, Sistem Akuntansi Manajemen, Kinerja Manajer dan menambahkan Strategi bisnis yang diambil dari penelitian Wiryana dan Augustine (2014) yang menggunakan enam variabel yaitu sistem akuntansi manajemen, kinerja manajerial, strategi bisnis, PEU, ketidakpastian tugas dan desentralisasi.

Berdasarkan uraian diatas, diketahui bahwa terjadi ketidakkonsistenan hasil dari penelitian sebelumnya, maka penulis tertarik untuk mengetahui apakah strategi bisnis, desentralisasi, dan sistem akuntansi manajemen mempunyai pengaruh terhadap kinerja manajer. Sehingga penulis melakukan penelitian yang berjudul "Pengaruh Strategi Bisnis, Desentralisasi, Sistem Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja manajer pada PT Jamu Jago Semarang”. 1.2 Rumusan Masalah

Dari penjelasan latar belakang diatas, sehingga dapat dirumuskan permasalahan yang diteliti sebagai berikut:

(11)

a. Adakah pengaruh Desentralisasi terhadap Kinerja Manajer pada Jamu Jago?

b. Adakah pengaruh Strategi Bisnis terhadap Kinerja Manajer?

c. Adakah pengaruh Sistem Akutansi Manajemen terhadap Kinerja Manajer?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini yaitu:

a. Untuk mengetahui pengaruh Desentralisasi terhadap Kinerja Manajer b. Untuk mengetahui pengaruh Strategi Bisnis terhadap Kinerja Manajer c. Untuk mengetahui pengaruh Sistem Akuntansi manajemen terhadap

Kinerja Manajer 1.4 Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Bagi Instansi, memberikan masukan bagi yang berkepentingan atau perusahaan untuk meningkatkan kinerja manajerial yang berkenaan dengan strategi bisnis, desentralisasi dan sistem akuntansi manajemen 2. Pembaca, diharapkan berguna sebagai informasi tambahan yang mungkin

diperlukan di bidang strategi bisnis, desentralisasi, dan sistem akuntansi manajemen di masa yang akan datang

3. Pihak lain, memperkuat penelitian yang sebelumnnya yang berkenaan dengan adanya pengaruh antara strategi bisnis, desentralisasi, dan sistem akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial.

(12)

1.5 Sistematika Penulisan

Penelitian skripsi ini dibagi dalam 5 bab dan setiap bab dibagi menjadi sub bab-sub bab, hal ini dimaksudkan agar lebih jelas dan mudah dipahami. Secara garis besar materi pembahasan dari masing-masing bab tersebut dijelaskan sebagai berikut:

Bab I : Pendahuluan

Bab ini terdiri dari latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan sistematika penulisan.

Bab II : Tinjauan Pustaka

Bab ini berisi tentang landasan teori yang mendasari penelitian ini yaitu strategi bisnis, desentralisasi, sistem akuntansi manajemen dan kinerja manajerial serta untuk menganalisa masalah yang dibahas, penelitian terdahulu sebagai dasar dari penelitian yang akan dilakukan, pengembangan hipotesis dan kerangka teoritis dalam penelitian ini.

Bab III : Metode Penelitian

Bab ini akan menguraikan mengenai variabel inependen, variabel dependen, definisi operasional, penentuan populasi, sampel penelitian, jenis dan sumber data

penelitian, metode pengumpulan data serta metode analisis data.

(13)

Bab IV : Hasil dan Pembahasan

Bab ini berisi tentang deskripsi objek penelitian dan analisis data hasil olahan SPSS serta pembahasan dari hasil

penelitian.

Bab V : Penutup

Merupakan bab terakhir dari skripsi ini yang berisi kesimpulan dari hasil analisis yang telah dilakukan, saran yang berguna bagi pihak terkait, serta keterbatasan yang mengemukakan kelemahan dari penilitian ini

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :