Laporan Keuangan Konsolidasian
30 September 2012 (Tidak diaudit) dan
31 Desember 2011 (Diaudit) dan
Sembilan bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal
30 September 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN :
1. UMUM 1
2 IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 4
3 KAS DAN SETARA KAS 21
4 SURAT BERHARGA 22
5 INVESTASI 23
6 PIUTANG USAHA 23
7 PIUTANG LAIN-LAIN 24
8 TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK
YANG BERELASI ………. 24
9 PERSEDIAAN 25
10 BIAYA DIBAYAR DIMUKA 25
11 TANAH YANG BELUM DIKEMBANGKAN 26
12 ASET TETAP 26
13 ASET LAIN-LAIN 28
14 HUTANG BANK 29
15 HUTANG USAHA PIHAK KETIGA ………. 30
16 HUTANG LAIN-LAIN 30
17 HUTANG PAJAK 30
18 BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR ……… 31
19 UANG MUKA PELANGGAN 31
20 PENYISIHAN DAN PENGGANTIAN PERABOTAN DAN PERALATAN HOTEL …… 32
21 PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA ……… 32
22 UANG JAMINAN DITERIMA ……… 32
23 MODAL SAHAM DAN AGIO SAHAM 33
24 TAMBAHAN MODAL DISETOR 35
25 SELISIH NILAI TRANSAKSI ENTITAS SEPENGENDALI 35
26 LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA 35
27 PENDAPATAN USAHA 36
28 BEBAN POKOK 36
29 BEBAN USAHA PENJUALAN PROPERTI, SEWA
DAN PEMELIHARAAN PROPERTI 37
30 BEBAN USAHA HOTEL 38
31 PENDAPATAN BUNGA 39
32 LABA PER SAHAM 39
33 PERIKATAN 39
34 KASUS SENOPATI APARTMENT 40
35 REKLASIFIKASI AKUN 41
36 KONDISI PEREKONOMIAN DI INDONESIA 41
……… ………...……….. ……… ………..………….. ………..…..……….. ………...……….. ……….……….. ………...………….. ……….…….. ………..….. ……….……….. ……….….. ………...……….………….. ……….………….. ……….….. ………..……… ………. ……… ……….………. ……… ………. ……… ………. ……….….. ……… ……….……..………….. ………..…..….. ……….………….. ………...……….. ………..………. ……… ………..……… ………...………. ………
( Tidak Diaudit ) ( Diaudit)
Kas dan Setara Kas 2.c, 2.p, 3 25,879,173,778 65,212,842,354
Surat Berharga 4 516,745,000 687,755,000
Piutang Usaha
(Setelah dikurangi penyisihan piutang tak tertagih sebesar Rp.449.674.057,- 30 September 2012,
Rp. 449.674.057, - 31 Desember 2011 ) 2.d,6 5,653,657,466 6,199,796,743
Piutang Kepada Pihak Berelasi 8.a 9,124,373,605 8,263,801,878
Piutang Lain-lain 7 1,021,497,815 830,911,648
Persediaan 2.f,9 41,475,102,617 43,423,033,288
Biaya dibayar dimuka 10 2,518,435,584 1,644,029,909
Pajak Dibayar Dimuka 3,538,540,995 1,581,056,984
Tanah yang Belum Dikembangkan 2.g, 11 31,197,510,500 12,064,660,500
Aset Pajak Tangguhan 11,014,920,352 11,044,730,658
Investasi Pada Entitas Asosiasi 2.e,5 81,362,401,444 76,898,680,465
Aset Tetap
(Setelah dikurangi akumulasi penyusutan Rp. 82,323,223,637-, 30 September 2012 dan
Rp. 77.382.903.776 -, 31 Desember 2011) 2.h, 12 110,602,506,774 96,209,709,997
Aset lain-lain 13 13,793,738,247 16,686,930,742
JUMLAH ASET 337,698,604,176 340,747,940,166
CATATAN :
- Laporan keuangan PT Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 telah diaudit oleh kantor Akuntan Publik Doli,Bambang,Sudarmadji & Dadang dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian sesuai dengan laporan No. R.2 . 2 / 060 / 03/ 12 tanggal 1 Maret 2012.Sedangkan laporan Keuangan untuk 9 bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2012 dan 30 September 2011 tidak diaudit.
LIABILITAS
Hutang Bank 14 3,750,000,000 6,562,500,000
Hutang Usaha - Pihak Ketiga 15 2,930,151,333 2,025,189,553
Hutang Lain-lain 16 2,289,467,954 3,082,141,073
Hutang kepada Pihak Berelasi 8.b 10,917,446,566 10,932,222,636
Hutang Pajak 2.n,17 690,710,441 1,231,251,045
Biaya yang Masih Harus Dibayar 18 1,283,606,311 2,494,672,643
Uang Muka Pelanggan 19 1,003,855,395 1,393,078,160
Penyisihan penggantian Perabotan dan Peralatan Hotel 20 134,779,894 202,223,327
Pendapatan Diterima Dimuka. 2.p.21 55,622,145,571 67,526,429,854 Uang Jaminan Diterima 22 1,438,735,734 877,518,146 Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 2.s.26 3,907,899,113 3,717,204,171
JUMLAH LIABILITAS 83,968,798,311 100,044,430,608
EKUITAS
Modal Dasar - Seri A Sebanyak 560.000.000 Saham dengan Nilai Nominal Rp 500 per Saham dan Seri B Sebanyak 412.000.000 Saham dengan Nilai Nominal Rp 200 per Saham
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Sebanyak
308.000.000 Saham Seri A pada tahun 2012 dan 280.000.000
Saham Seri A pada tahun 2011. 23 154,000,000,000 140,000,000,000
Tambahan Modal Disetor 24 3,153,437,270 (3,566,562,730)
Selisih Nilai Transaksi Entitas Sepengendali 2.o,25 (41,388,644,545) (41,388,644,545) Saldo Laba
Telah Ditentukan Penggunaannya 5,599,756,295 4,548,716,503
Belum Ditentukan Penggunaannya 132,231,011,526 140,955,364,758
Jumlah Ekuitas yang dapat di atribusikan
kepada pemilik Entitas Induk 253,595,560,546 240,548,873,986
Kepentingan Non Pengendali 134,245,319 154,635,572
Jumlah Ekuitas 253,729,805,865 240,703,509,558
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 337,698,604,176 340,747,940,166
CATATAN :
- Laporan keuangan PT Pudjiadi Prestige Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 telah diaudit oleh kantor Akuntan Publik Doli,Bambang,Sudarmadji & Dadang dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian sesuai dengan laporan No. R.2 . 2 / 060 / 03/ 12 tanggal 1 Maret 2012.Sedangkan laporan Keuangan untuk 9 bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2012 dan 30 September 2011 tidak diaudit.
Penjualan 28,356,736,085 16,752,780,268
Sewa dan Pemeliharaan Property 11,438,311,111 11,290,070,212
Hotel 27,218,215,163 27,818,524,395
67,013,262,359
55,861,374,875
BEBAN POKOK 2.q, 28
Penjualan 18,625,294,108 10,335,420,240
Sewa dan Pemeliharaan Property 1,118,333,395 1,732,609,834
Hotel 9,111,281,420 9,924,142,072
28,854,908,923
21,992,172,146
LABA KOTOR 38,158,353,436 33,869,202,729
BEBAN USAHA
Penjualan Real Estat, Sewa dan Pemeliharaan Properti 2.q, 29
Penjualan 509,161,226 485,189,732
Umum dan Administrasi 7,986,764,922 7,074,273,757
Penyusutan dan Amortisasi 2,355,184,496 2,183,731,158
10,851,110,643
9,743,194,647
Hotel 2.q, 30
Penjualan 1,443,206,767 1,654,985,836
Umum dan Administrasi 13,169,859,665 12,635,738,539
Penyusutan 2,694,135,368 2,594,940,381
17,307,201,800
16,885,664,756
Jumlah 28,158,312,443 26,628,859,403
LABA USAHA 10,000,040,992 7,240,343,326
PENDAPATAN (BEBAN) DI LUAR USAHA
Pendapatan Bunga 31 2,163,842,283 1,920,100,544
Keuntungan (Kerugian) Atas Selisih Kurs 648,878,104 (376,761,229)
Rupa-rupa Pendapatan (Beban) 818,138,484 77,012,444
Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain 3,630,858,872 1,620,351,759
LABA SEBELUM BAGIAN LABA ENTITAS ASOSIASI 13,630,899,864 8,860,695,085
BAGIAN LABA ENTITAS ASOSIASI 5,778,811,807 4,657,532,311
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 19,409,711,671 13,518,227,396
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
(Beban) Pajak Penghasilan Kini (763,025,111) (1,504,168,762)
LABA BERSIH 18,646,686,560 12,014,058,634
PENDAPATAN (BEBAN) KOMREHENSIF LAIN -
-JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF 18,646,686,560 12,014,058,634 LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 18,647,012,287 12,014,584,227
Kepentingan Non Pengendali (325,727) (525,593)
JUMLAH 18,646,686,560 12,014,058,634
LABA PER SAHAM DASAR 2.r,32 64.38 42.91
Sepengendalian Telah Ditentukan Belum Ditentukan Pengendali Penggunaannya Penggunaannya
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
Saldo 31 Desember 2010 140,000,000,000 (3,566,562,730) (41,388,644,545) 4,042,179,492 121,841,105,934 1,108,261,120 222,036,339,271 Penambahan dana Cadangan - - - 506,537,011 (506,537,011) - -Deviden - - - - (1,400,000,000) - (1,400,000,000) Laba Periode Berjalan - - - - 12,014,058,634 - 12,014,058,634
Kepentingan Non Pengendali - 918,140,834 918,140,834
Saldo 30 September 2011 140,000,000,000 (3,566,562,730) (41,388,644,545) 4,548,716,503 131,948,627,557 918,140,834 232,460,277,620
Saldo 31 Desember 2011 140,000,000,000 (3,566,562,730) (41,388,644,545) 4,548,716,503 140,955,364,758 154,635,572 240,703,509,558 Deviden Saham 14,000,000,000 - - - (14,000,000,000) - -Agio Saham - 6,720,000,000 - - (6,720,000,000) - -Penambahan dana Cadangan - - - 1,051,039,792 (1,051,039,792) - -Kepentingan Non Pengendali - - - - - (20,390,253) (20,390,253)
Deviden - - - - (5,600,000,000) - (5,600,000,000) Laba Bersih - - - - 18,646,686,560 - 18,646,686,560
Saldo 30 September 2012 154,000,000,000 3,153,437,270 (41,388,644,545) 5,599,756,295 132,231,011,526 134,245,319 253,729,805,865
( Tidak Diaudit ) ( Tidak Diaudit ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 72,293,405,095 101,821,312,534
Pembayaran Kepada Pemasok dan Pihak Ketiga (44,050,248,741) (45,817,706,051)
Pembayaran Kepada Karyawan (11,283,867,900) (11,003,844,364)
Penerimaan Bunga 1,467,364,149 1,041,779,284
Pembayaran Bunga (310,911,460) (586,595,486)
Pembayaran Pajak (8,913,773,236) (11,081,753,645)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk )
Aktivitas Operasi 9,201,967,907 34,373,192,272
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian Aset (41,230,073,077) (7,365,677,113)
Penjualan Aset Tetap 106,500,000
-Penerimaan Deviden 618,750,136 2,318,008,565
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi (40,504,822,941) (5,047,668,548)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Pinjaman Bank (2,812,500,000) (2,812,500,000)
Penerimaan (Pembayaran) dari/kepada
Pihak Berelasi (275,099,076) 10,190,036
Pembayaran Deviden (5,592,092,570)
-Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (8,679,691,646) (2,802,309,964)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
KAS DAN SETARA KAS (39,982,546,680) 26,523,213,760
Kas dan setara Kas Awal Tahun 65,212,842,354 27,755,031,964
Dampak Perubahan Selisih Kurs
Kas dan Setara Kas 648,878,104 (376,761,229)
KAS DAN SETARA KAS
1. U m u m
A. Pendirian Perusahaan
PT Pudjiadi Prestige Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akte Notaris Miryam Magdalena Indriani Wiardi SH, No.21 tanggal 11 September 1980 dan disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No.Y.A.5/156/12 tanggal 22 Januari 1983. Anggaran Dasar perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham No.13 tanggal 30 September 2002 yang dibuat dihadapan Weliana Salim, SH, notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C-19179.HT.01.04.Th 2002 tanggal 3 Oktober 2002. Perubahan anggaran dasar ini dilakukan dalam rangka Penawaran Umum Saham seri B melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kepada masyarakat.
Sesuai dengan Pasal 2 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi bidang pembangunan perumahan, perkantoran dan apartemen. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1981. Pada saat ini, Perusahaan bergerak dalam bidang real estat, kontraktor dan penyewaan ruangan/apartement.
Perusahaan berkantor di Jayakarta Tower lt. 21 Jl. Hayam Wuruk 126 Jakarta. website : www.pudjiadiprestige.co.id dan e-mail : [email protected]. Perusahaan menyewakan Apartement Jayakarta Plaza, Senopati Apartement, Kemang Apartement dan Prapanca Apartement,dan Penjualan rumah di Kuta Palace Residence Bali
Perusahaan, melalui entitas anak juga memiliki Hotel Marbella yang berlokasi di Anyer, Banten., Melalui entitas anak , Perusahaan juga memiliki proyek real estat di Highland Park. yang berlokasi di Serang Banten.
B. Penawaran Umum Efek Perusahaan.
Perusahaan telah melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat dan telah dinyatakan efektif melalui Surat Ketua Badan Pengawas Pasar Modal
(Bapepam) per tanggal 28 September 1994. Penjatahan saham dilakukan tanggal 7 November 1994. Saham-saham Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
C. Struktur Entitas Anak dan Entias Asosiasi.
Entitas Anak yang dikonsolidasi adalah sebagai berikut :
Kegiatan Tahun Operasi
Utama Komersial
30-Sep 31-Dec 30-Sep 31-Dec
2012 2011 2012 2011
Rp. Rp.
Entitas Anak
PT. Graha Pudji Dalam Tahap
Bahana & Anak Pengembangan
PT. Pujiadi Gapura Dalam Tahap
Vila Marbella Pengembangan
PT. Graha Pudji Dalam Tahap
Propertindo Pengembangan PT. Kota Serang Baru Permai PT. Hotel Marbella Pengembang Intr. Dalam Tahap Pengembangan PT. Jakarta Int Property Management Dalam Tahap Pengembangan 98,740,474,582 96,723,988,523
PT. Ubud Bali Asri Real Estat 99.99% 99,90% Real Estat 99,90% 99,90% 10,585,346,077 10,114,486,986 252,123,492 1997 99.00% 99.00% 2001 909,398,637 646,246,734 252,123,492 Perhotelan
PT. Marbella Properti Real Estat 99,90% 99,90% Real Estat 90.00% 90.00% Real Estat 399,597,233 11,401,677 11,215,677 Real Estat Real Estat 64.70% 99,92% 99.92% Kepemilikan 400,627,361 99.96% 17,038,665,003 1996 17,431,355,539 99.96% 64.70% 5,718,299,096 5,951,468,174
D. Investasi pada Entitas Asosiasi
Entitas Asosiasi Kegiatan Usaha
Utama
30/09/12 31/12/11
PT. Pudjipapan Kreasindo Real Estat 37.89% 37.89%
PT. Pasar Gambir Kemayoran Pusat Niaga 50.00% 50.00%
PT. Konrat Marbella Pengembang 45.00% 45.00%
PT. Adhigraha Pratama Megah Kontraktor 33.33% 33.33%
PT. Konrat Marbella Balikpapan Pengembang 30.00% 30.00%
PT. Juwara Warga Hotel Perhotelan 27.50% 27.50%
PT. Unggul Graha Persada Real Estat 4.20% 4.20%
PT. Spinindo Mitra Daya Pengembang Kawasan 2.00% 2.00%
Yayasan REI Sosial 3.00% 3.00%
Persentase Kepemilikan
E. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Berdasarkan Akta No. 32 tanggal 11 Mei 2007 yang dibuat dihadapan Weliana Salim .S.H, notaris di Jakarta, susunan Direksi dan Komisaris per 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut :
Komisaris :
Komisaris Utama : Kosmian Pudjiadi, BSISE., MBA Wakil Komisaris Utama : Soekardjo Hardjosoewirjo, SH
(Merangkap Komisaris Independen)
Komisaris : Ir. H KRMH Daryanto M. Yosodiningrat
Direktur :
Direktur Utama : Damian Pudjiadi, MBA
Direktur : Toto Sasetyo Dwi Budi Listyanto
Jumlah karyawan per 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 adalah 425 orang.
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi
A. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi ini telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yang antara lain adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia, Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Real Estate yang ditetapkan oleh Bapepam.
Dasar Pengukuran laporan keuangan konsolidasi ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali persediaan yang dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost and net
realized) dan investasi dalam efek tertentu yang dicatat sebesar nilai wajarnya.
Laporan keuangan disusun dengan metode akrual kecuali laporan arus kas.
Laporan posisi keuangan konsolidasianb disajikan dengan menggunakan metode tidak dikelompokkan menurut lancar dan tidak lancar (unclassified basis) sesuai PSAK No. 44 mengenai “Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat”.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct
method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah.
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan menerapkan PSAK No. 1 (Revisi 2009), “Penyajian Laporan Keuangan”, mengatur penyajian laporan keuangan yaitu, antara lain, tujuan pelaporan, komponen laporan keuangan, penyajian secara wajar, materialitas dan agregasi, saling hapus, informasi komparatif, konsistensi penyajian dan memperkenalkan pengungkapan baru, antara lain, sumber estimasi ketidakpastian dan pertimbangan, pengelolaan permodalan, pendapatan
komprehensif lainnya,penyimpangan dari standar akuntansi keuangan dan pernyataan kepatuhan.
Penerapan PSAK No. 1 (Revisi 2009) tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian sebagai berikut:
a. Perubahan judul dari neraca konsolidasian menjadi laporan posisi keuangan (neraca) konsolidasian dan penambahan laporan posisi keuangan konsolidasian yang menunjukkan saldo awal (dalam hal dimana terjadi reklasifikasi atau penyajian kembali)
b. Perubahan dalam persentase perubahan ekuitas dan pendapatan komprehensif - perubahan ekuitas non pemilik disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian
c. Kepentingan nonpengendali disajikan didalam ekuitas (hak minoritas sebelumnya disajikan diantara liabilitas dan ekuitas); dan
d. Pengungkapan tambahan diperlukan, antara lain: pertimbangan dalam penentuan penerapan kebijakan akuntansi, sumber atas estimasi yang tidak pasti dan pengelolaan modal.
Sebagai informasi tambahan, Perusahaan menyajikan laporan keuangan sendiri PT Pujiadi Prestige Tbk (entitas induk saja). Sesuai dengan PSAK No.4 (Revisi 2009), penyertaan Perseroan pada entitas anak, entitas asosiasi dan joint controlled
entities disajikan berdasarkan metode biaya.
B. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan menerapkan PSAK No. 4 (Revisi 2009), “Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri”. Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan seluruh Entitas Anak yang dikendalikan oleh Perusahaan. Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak lebih dari setengah kekuasaan suara suatu entitas, kecuali dalam keadaan yang jarang dapat ditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidak diikuti dengan pengendalian.
Pengendalian juga ada ketika Perusahaan memiliki setengah atau kurang kekuasaan suara suatu entitas jika terdapat:
a) Kekuasaan yang melebihi setengah hak suara sesuai perjanjian dengan investor lain;
b) Kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian;
c) Kekuasaan untuk menunjuk atau mengganti sebagian besar dewan direksi dan dewan komisaris atau organ pengatur dan mengendalikan entitas melalui dewan direksi dan dewan komisaris atau organ tersebut; atau
d) Kekuasaan untuk memberikan suara mayoritas dalam rapat dewan direksi dan dewan komisaris atau organ pengatur dan mengendalikan entitas melalui dewan direksi dan dewan komisaris atau organ tersebut.
Kepentingan non-pengendali merupakan bagian atas laba atau rugi dan aset bersih yang tidak dimiliki Perusahaan dan disajikan secara tepisah dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dan ekuitas pada laporan posisi keuangan, dipisahkan dari ekuitas yang dapat diatribusikan kepada entitas induk.
Laporan keuangan konsolidasian meliputi akun-akun dari induk dan entitas anak sebagaimana disajikan dalam catatan 1 butir c.
Penyajian laporan keuangan konsolidasian dilakukan berdasarkan konsep satuan usaha (entity concept). Seluruh akun, transaksi, dan laba signifikan antara perusahaan yang dikonsolidasikan telah dieliminasi untuk mencerminkan posisi
keuangan dan hasil usaha sebagai suatu kesatuan.
Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antar entitas yang dikonsolidasi telah dieliminasi.
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas dan
pengungkapan aset dan liabilitas kontijensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.
C. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank, serta deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang dan tidak digunakan sebagai jaminan atau dibatasi penggunaannya.
D. Penyisihan Piutang Tak Tertagih
Penyisihan piutang tak tertagih ditentukan berdasarkan hasil penelaahan yang mendalam terhadap kondisi masing-masing debitur pada akhir tahun. Saldo piutang dihapuskan melalui penyisihan piutang tak tertagih yang bersangkutan atau langsung dihapuskan dari akun tersebut pada saat manajemen berkeyakinan penuh bahwa piutang tersebut tidak dapat ditagih.
E. Investasi
•••• Investasi Efek Tertentu
Penempatan pada efek yang nilainya wajar tersedia berupa efek hutang
(debt securities) dan efek ekuitas (equity securities) yang diklasifikasikan atas
tiga kelompok sebagai berikut :
Diperdagangkan
Termasuk dalam kelompok ini adalah efek yang dibeli dan dimiliki untuk dijual kembali dalam waktu dekat, yang biasanya ditunjukkan dengan frekuensi pembelian dan penjualan yang tinggi. Efek ini dimiliki dengan tujuan untuk menghasilkan laba dari perbedaan harga jangka pendek. Investasi dalam efek yang memenuhi klasifikasi ini dicatat sebesar nilai wajarnya. Laba rugi yang belum direalisasi pada tanggal laporan posisi keuangan dikreditkan atau dibebankan pada periode berjalan.
Dimiliki Hingga Jatuh Tempo
tempo dicatat sebesar biaya perolehan yang disesuaikan dengan amortisasi premi atau diskonto hingga jatuh tempo.
Tersedia untuk Dijual
Investasi dalam efek yang tidak memenuhi klasifikasi "diperdagangkan" dan "dimiliki hingga jatuh tempo" dicatat sebesar nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasikan pada tanggal laporan posisi keuangan dan disajikan pada akun "Laba (Rugi) Belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk Dijual" sebagai komponen ekuitas di laporan posisi keuangan konsolidasian.
Penempatan efek yang nilai wajarnya tidak tersedia disajikan sebesar biaya perolehan.
•••• Investasi Saham
Investasi dalam bentuk saham dengan kepemilikan secara langsung atau tidak langsung kurang dari 20% dicatat sebesar biaya perolehan.
Investasi dalam bentuk saham dengan kepemilikan secara langsung atau tidak langsung sebesar 20% sampai 50% dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, yaitu biaya perolehan dari penyertaan ditambah atau dikurangi dengan bagian atas laba atau rugi bersih entitas asosiasi sejak tanggal perolehan serta dikurangi dengan pendapatan dividen.
F. Persediaan
•••• Perusahaan dan entitas anak yang bergerak dalam bidang real estat :
Persediaan yang terdiri dari biaya yang berhubungan langsung dengan aktivitas pengembangan real estat dan biaya proyek tidak langsung yang berhubungan dengan beberapa proyek real estat dialokasi dan dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata - rata (average).
Harga perolehan persediaan real estat meliputi biaya perizinan, pembebasan (ganti rugi) tanah, pengurusan surat-surat tanah, pematangan tanah, prasarana, Pengembangan dan pembangunan proyek, termasuk kapitalisasi bunga selama
masa pembangunan dan pengembangan.
• Entitas Anak yang bergerak dalam bidang perhotelan :
Persediaan makanan, minuman, perlengkapan dan barang dagangan hotel dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata. Nilai realisasi bersih ditentukan berdasarkan taksiran harga jual yang wajar setelah dikurangi taksiran biaya yang diperlukan untuk menjual persediaan tersebut. Penyisihan penurunan nilai persediaan dilakukan untuk mengurangi nilai tercatat menjadi nilai realisasi bersih. Penyisihan persediaan usang atau persediaan yang perputarannya lambat, ditentukan, jika ada, berdasarkan penelaahan atas kondisi masing-masing persediaan pada akhir tahun.
G. Tanah yang Belum Dikembangkan
Tanah yang belum dikembangkan dinilai berdasarkan harga perolehan, yang meliputi antara lain biaya pembebasan (ganti rugi), pengurusan surat-surat tanah dan pematangan tanah. Pada saat dimulainya pengembangan prasarana, nilai tanah tersebut akan direklasifikasi ke akun persediaan sebagai persediaan dalam pembangunan atau aset tetap sebagai proyek dalam penyelesaian.
H. Aset Tetap
Aset Tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus
(straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai
berikut :
Jenis Aset Masa Manfaat Bangunan dan Prasarana 20-30 Tahun Mesin dan Peralatan Listrik 2-10 Tahun
Kendaraan 3-5 Tahun
Perabot & Peralatan Kantor 2-8 Tahun Hak Atas Tanah 8 tahun
Tanah Tidak Disusutkan
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, perbaikan atau renovasi yang menambah nilai guna aset dikapitalisasi. Bahan keramik, linen, sendok-garpu dan pecah belah yang diperoleh pada saat hotel mulai beroperasi dan pada saat hotel direnovasi dikapitalisasi sebagai bagian dari aset tetap dan setiap penggantian yang terjadi selama beroperasinya hotel, dibebankan pada "Penyisihan atas
Penggantian Peralatan Hotel".
Aset Sewa Guna Usaha
Transaksi sewa guna usaha dicatat dengan metode capital lease apabila memenuhi kriteria sebagaimana diatur dalam Pedoman Standar Akuntansi Keuangan No.30, apabila tidak, akan dicatat dengan metode operating lease. Aset sewa guna usaha yang dicatat dengan metode capital lease disajikan berdasarkan nilai tunai aset sewa guna usaha pada saat pembayaran sewa guna usaha pada awal angsuran ditambah nilai sisa (nilai opsi) yang akan dibayar pada akhir periode sewa guna usaha. amortisasi dihitung dengan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan masa manfaat aset sewa guna usaha.
I. Aset Dalam Penyelesaian
Aset dalam penyelesaian disajikan sebagai bagian dalam aset tetap dan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Semua beban, termasuk biaya pinjaman dalam masa pembangunan, yang terjadi sehubungan dengan penyelesaian pembangunan tersebut dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan aset dalam penyelesaian. Aset dalam penyelesaian akan disusutkan pada saat manfaat atas aset tersebut telah digunakan oleh perusahaan.
J. Angsuran Penjualan yang Diterima
Selisih lebih jumlah yang diterima atas jumlah yang diakui sebagai pendapatan disajikan dalam laporan posisi keuangan dalam kelompok liabilitas. Selisih lebih jumlah yang diakui sebagai pendapatan atas angsuran yang diterima disajikan dalam laporan posisi keuangan pada akun piutang usaha.
K. Penyisihan Penggantian Peralatan Hotel
Penyisihan penggantian peralatan hotel ditetapkan berdasarkan persentase tertentu dari pendapatan dan jasa pelayanan (service charge) yang belum didistribusikan. Biaya penggantian barang keramik, linen, sendok garpu, dan pecah belah yang rusak atau hilang dibebankan pada penyisihan ini.
L. Biaya Pinjaman
Bunga dan beban keuangan lainnya atas pinjaman yang diperoleh untuk membiayai pembelian, pengembangan, dan pembangunan tanah dan bangunan diklasifikasi sebagai bagian dan biaya perolehan persediaan atau aset dalam tahap pengembangan. Beban keuangan ini mencakup beban bunga, selisih kurs, amortisasi premi swap dan biaya pinjaman lainnya. Kapitalisasi biaya pinjaman ini dihentikan pada saat pembangunan persediaan dan aset tetap telah selesai dan siap digunakan.
M. Pajak Penghasilan
Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode liabilitas
(liability method). Pajak penghasilan tangguhan diukur dengan tarif pajak maksimum
yang berlaku saat ini sebesar 25%.
Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aset pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal dimasa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui saat Surat Ketetapan Pajak (SKP) diterima atau jika mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.
Pajak penghasilan kini diakui berdasarkan laba kena pajak tahun yang bersangkutan, sesuai peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia.
Atas penghasilan yang dikenakan pajak final, beban pajak diakui proporsional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada periode berjalan. Selisih antara pajak final yang terhutang dibanding jumlah yang dibebankan sebagai pajak penghasilan kini diakui sebagai pajak final dibayar dimuka atau pajak final yang masih harus dibayar.
N. Selisih Nilai Transaksi Entitas Sepengendali
Pengallihan aset, liabilitas, saham atau instrumen kepemilikan yang lain antar perusahaan sepengendali disajikan dengan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 38 mengenai "Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali". Selisih antara biaya pengalihan dengan nilai buku aset dibukukan dalam akun "selisih nilai transaksi entitas sepengendali" dan disajikan sebagai bagian dari ekuitas.
O. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pengakuan pendapatan / penjualan bidang usaha real estat dilakukan dengan mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan No. 44 sebagai berikut :
o Pendapatan penjualan bangunan rumah, ruko, bangunan sejenis lainnya beserta
kapling tanahnya diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi :
1. Proses penjualan telah selesai;
2. Harga jual akan tertagih;
3. Tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi dimasa yang akan datang terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli; dan
4. Penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut.
Apabila suatu transaksi real estat tidak memenuhi kriteria pengakuan laba dengan metode akrual penuh, pengakuan penjualan ditangguhkan dan transaksi
tersebut diakui dengan metode uang muka (deposit method) sampai seluruh kriteria penggunaan metode akrual penuh terpenuhi.
o Pendapatan penjualan unit bangunan kondominium, apartemen, perkantoran,
pusat perbelanjaan dan bangunan sejenis lainnya, serta unit dalam kepemilikan secara time sharing, diakui dengan menggunakan metode persentase penyelesaian (percentage of completion method) apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi :
1. Proses konstruksi telah melampaui tahap awal, yaitu pondasi bangunan telah selesai dan semua persyaratan untuk memulai pembangunan telah dipenuhi;
2. Jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli; dan.
3. Jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan andal.
Apabila satu atau lebih kriteria yang tersebut tidak terpenuhi, maka jumlah uang yang telah diterima dari pembeli diakui sebagai uang muka (deposit) dengan metode deposit sampai seluruh kriteria tersebut terpenuhi.
Beban yang tidak jelas hubungannya dengan suatu proyek real estat, seperti beban umum dan administrasi diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Penghasilan hotel diakui pada saat barang atau jasa diserahkan kepada pelanggan.
Penghasilan sewa dan iuran keanggotaan diakui pada saat sewa dan iuran keanggotaan jatuh tempo, sedangkan penghasilan dari penjualan makanan dan jasa diakui pada saat makanan dan jasa diberikan kepada pelanggan. Uang muka sewa dan pendapatan jasa yang diterima di muka dan iuran keanggotaan diterima di muka disajikan dalam akun “Pendapatan Ditangguhkan”.
Beban pokok penjualan rumah tinggal, apartemen dan kondominium meliputi tanah dan seluruh beban pembangunan rumah tinggal sampai siap ditempati/digunakan.
P. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dikonversi kedalam Rupiah dengan kurs tengah wesel ekspor dari Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan.
Q. Laba per Saham
Laba usaha dan laba bersih per saham masing-masing dihitung dengan membagi laba usaha dan laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Jumlah rata-rata tertimbang saham perusahaan adalah sebanyak 280.000.000 lembar untuk tahun yang berakhir tanggal dan 31 desember 2011 dan 308.000.000 lembar untuk tanggal yang berahir pada 30 September 2012.
R. Program Liabilitas Imbalan Pasca Kerja
Perusahaan mengestimasi liabilitas manfaat karyawan untuk seluruh karyawan tetapnya sebagaimana diatur dalam keputusan Menteri Tenaga Kerja No.Kep-150/Men/2000, tanggal 20 Juni 2000 dan Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003, tentang Ketenagakerjaan.
Biaya manfaat tersebut dihitung berdasarkan Metode Projected Unit Credit dengan asumsi aktuarial jangka panjang.
Liabilitas transisional dan keuntungan (kerugian) aktuarial yang terjadi diamortisasi selama rata-rata sisa masa kerja karyawan.
S. Transaksi Dengan Pihak Berelasi
Efektif tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan menerapkan PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. PSAK revisi ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan konsolidasian dan juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual. Tidak terdapat dampak signifikan dari
penerapan PSAK yang direvisi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian. 1) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor
jika orang tersebut :
a. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; b. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
c. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas.
2) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
a. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Perusahaan yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
b. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu c. Perusahaan, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
d. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. e. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain
adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
f. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
g. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifkasi dalam huruf (a).
h. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga ataupun tidak diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dikelompokkan ke dalam kategori (i) liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
I. Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Nilai wajar liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah liabilitas keuangan yang ditujukan untuk diperdagangkan. II. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh
terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek terkini. Derivatif diklasifikasikan sebagai liabilitas diperdagangkan kecuali ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.
III. Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasi sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dikategorikan dan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Manajemen mengklasifikasikan akun- akun hutang usaha, hutang lain-lain, beban masih harus dibayar, hutang bank, hutang sewa pembiayaan dan hutang kepada pihak berelasi dalam kelompok ini. Manajemen telah menentukan bahwa nilai tercatat akun-akun hutang usaha, hutang lain-lain dan beban masih harus dibayar mendekati dengan nilai wajarnya karena instrumen keuangan tersebut berjangka pendek sedangkan hutang kepada pihak berelasi tidak memiliki jadwal pengembalian yang pasti sehingga manajemen menentukan untuk mengukur pada biaya perolehannya.
T. Penurunan Nilai dan Tidak Tertagihnya Aset Keuangan
Terkait dengan penerapan PSAK No. 55 (Revisi 2006) (lihat Catatan 2v), pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Manajemen mengevaluasi apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Jika terdapat bukti tersebut, maka:
kerugian diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut. Nilai tercatat aset keuangan tersebut, disajikan setelah dikurangi baik secara langsung maupun menggunakan pos penyisihan. Kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi komprehensif. Manajemen pertama kali akan menentukan bukti objektif penurunan nilai individual atas aset keuangan yang signifikan secara indivudual. Jika tidak terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai aset keuangan individual, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan dengan risiko yang serupa dan menentukan penurunan nilai secara kolektif.
II. Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan, kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan dengan tingkat pengembalian yang berlaku di pasar untuk aset keuangan serupa. Kerugian penurunan tersebut tidak dapat dipulihkan.
III. Untuk aset keuangan yang tersedia untuk dijual, kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui secara langsung dalam ekuitas harus dikeluarkan dari ekuitas dan diakui pada laporan laba rugi komprehensif meskipun aset keuangan tersebut belum dihentikan pengakuannya. Jumlah kerugian kumulatif tersebut adalah selisih antara biaya perolehan (setelah dikurangi pelunasan pokok dan amortisasi) dengan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui pada laporan keuangan laba rugi konsolidasi.
3. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 (Revisi 2006) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi
Penyisihan Piutang
Perusahaan mengevaluasi akun tertentu yang diketahui bahwa pelanggan tertentu tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan menggunakan pertimbangan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status piutang dari pelanggan berdasarkan catatan piutang dari pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat penyisihan spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan atas penurunan nilai piutang.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Jumlah pemulihan atas aset tetap dan aset tidak berwujud
Jumlah pemulihan atas aset tidak berwujud dan aset tetap didasarkan pada estimasi dan asumsi khususnya mengenai prospek pasar dan arus kas terkait dengan aset. Estimasi arus kas masa depan mencakup perkiraan mengenai biaya masa depan untuk menghasilkan cadangan terbukti dan terestimasi, harga komoditas masa depan dan tingkat diskonto. Setiap perubahan dalam asumsi asumsi ini mungkin memiliki dampak material terhadap
pengukuran jumlah terpulihkan dan bisa mengakibatkan penyesuaian penyisihan penurunan nilai yang sudah dibukukan.
Penyusutan aset tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum
diharapkan dalam industri dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi.
Pensiun dan imbalan kerja
Penentuan liabilitas dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Perusahaan yang memiliki pengaruh lebih dari 10% liabilitas imbalan pasti, ditangguhkan dan diamortisasi secara garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan. Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja bersih.
Pajak penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
3. Kas Dan Setara Kas 30/09/2012 31/12/2011 Rp. Rp. Kas 161,797,605 153,534,928 Bank Dalam Rupiah : Bank Mandiri 999,718,611 1,880,192,595 Bank Negara Indonesia '46 3,172,417,347 4,752,725,193 Bank CIMB Niaga 2,217,206,965 12,154,269,257 Bank Internasional Indonesia 352,207,368 36,358,942 Bank Central Asia 281,213,590 2,145,269,271 Bank Permata 112,541,516 359,609,327
7,135,305,397
21,328,424,585
Danareksa 668,314,400 390,521,055
Dalam US Dolar :
Bank Standard Chartered 968,620,950 981,200,129 Bank CIMB Niaga 2,795,135,426 3,908,011,657
3,763,756,376
4,889,211,786
Deposito Berjangka
Bank CIMB Niaga 10,800,000,000 30,101,150,000 Bank Danamon 800,000,000 800,000,000 Bank Mandiri 1,350,000,000 850,000,000 Bank Artha Graha 200,000,000 200,000,000 Bank Permata - 6,500,000,000 Bank BTN 1,000,000,000 -14,150,000,000 38,451,150,000 Jumlah 25,879,173,778 65,212,842,354 Deposito
Jangka Waktu 1 hari – 1 bulan 1 hari – 1 bulan Tingkat Suku Bunga :
Rupiah 5% - 5,50% 6 % - 7,25 % USD 1% - 2% 1% - 2 %
4. Surat Berharga
Berikut ini adalah daftar rincian portofolio saham yang di perdagangkan dan dimiliki oleh
perusahaan per
30 September 2012
Nama Harga Pasar
BTEK 236,500,000 ELTY 40,500,000 SIPD 41,670,000 UNSP 198,075,000 Jumlah 516,745,000
31 Desember 2011
Nama
Harga Pasar
BTEK
215,000,000
CNKO
153,627,000
ELTY
89,250,000
SIPD
37,503,000
UNSP
192,375,000
Jumlah
687,755,000
Surat –surat berharga yang dimiliki perusahaan bertujuan untuk di perdagangkan atau dibeli dan dimiliki untuk dijual kembali dalam waktu dekat,yang biasanya ditunjukan dengan frekuensi pembelian dan penjualan yang tinggi.
5. Investasi
Akun ini terdiri dari :
Rincian nilai buku bersih investasi pada entitas asosiasi adalah sebagai berikut :
Kepemilikan 30/09/2012 31/12/2011
% Rp. Rp.
PT. Konrat Marbella 45.00 910,204,508 910,204,508 PT. Juwara Warga Hotel 27.50 28,775,637,364 25,131,263,181 PT.Konrat Marbella Balikpapan 30.00 75,000,000 75,000,000 PT.Adigraha Pratamamegah 33.33 100,000,000 100,000,000 PT.Pudjipapan Kreasindo 37.91 50,786,309,572 49,966,962,776 PT.Marbella Dago Pakar 10.00 500,000,000 500,000,000 PT. Spinindo Mitra Daya 2.00 160,000,000 160,000,000 PT. Unggul Graha Persada 4.20 30,000,000 30,000,000 Yayasan REI 3.00 25,000,000 25,000,000 PT Marbella Property 1.00 250,000 250,000 Jumlah 81,362,401,444 76,898,680,465 6. Piutang Usaha 30/09/2012 31/12/2011 Rp. Rp. Property 1,148,815,160 1,488,131,222 Perhotelan 4,272,065,884 4,586,806,827 Real Estate 682,450,479 574,532,751 6,103,331,523 6,649,470,800 Dikurangi : Penyisihan Penurunan Nilai (449,674,057) (449,674,057)
Jumlah 5,653,657,466 6,199,796,743
Perubahan penyisihan piutang tak tertagih selama tahun berjalan adalah sebagai berikut :
30/09/2012 31/12/2011 Rp. Rp. Saldo Awal 449,674,057 422,407,359 Penyisihan - 27,266,698 Jumlah 449,674,057 449,674,057 Keterangan Keterangan
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang tak tertagih adalah cukup untuk menutup kerugian karena piutang tidak tertagih.
7. Piutang Lain-lain 30/09/2012 31/12/2011 Rp. Rp. -Pemilik Kondominium 928,797,912 671,533,144
Piutang Kebutuhan Kantor 84,499,863 80,625,702
Lain- lain 8,200,040 78,752,802
Jumlah 1,021,497,815 830,911,648
Keterangan
8. Transaksi dan Saldo dengan Pihak-pihak yang Berelasi a. Piutang pada Pihak-pihak yang Berelasi
Piutang kepada perusahaan yang memiliki hubungan istimewa timbul karena pemberian pinjaman sementara tanpa bunga dan pengeluaran dana yang dilakukan untuk kepentingan perusahaan yang memiliki hubungan istimewa. Tidak ada transaksi jual beli dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa. Saldo piutang kepada perusahaan yang memiliki hubungan istimewa terdiri dari :
30/09/2012 31/12/2011
Rp. Rp.
PT. Pudjipapan Kreasindo 5,122,989,169 5,083,070,402
PT Konrat Marbella 126,000,000 126,000,000
PT Marbella Dago Pakar 2,046,701,750 1,922,951,750
HPKH 1,828,682,686 1,131,779,726
9,124,373,605
b. Hutang pada Pihak pihak yang Berelasi
Hutang kepada perusahaan yang memiliki hubungan istimewa terdiri dari :
9/30/2012 31/12/2011 Rp Rp PT Pudjipapan Kreasindo 10,917,446,566 10,880,712,196 Lain lain - 51,510,440 Jumlah 10,917,446,566 10,932,222,636 9. Persediaan
Persediaan terdiri dari :
30/09/2012 31/12/2011
Rp. Rp.
Property
Bangunan selesai dan Tanah untuk Dijual :
- Peninsula Garden, 295,164,620 295,164,620 - Jayakarta Plaza 225,246,424 225,246,424 - Sunter Pratama III 203,024,763 203,024,763 - Bali 22,800,599,583 25,085,180,913 Sub Jumlah 23,524,035,390 25,808,616,720 Real Estate Sedang Dibangun
- Kota Serang Baru 15,736,761,012 15,899,060,659 Perhotelan
- Persediaan Bahan Hotel 2,214,306,215 1,715,355,909 Jumlah 41,475,102,617 43,423,033,288
10. Biaya Dibayar Dimuka
30/09/2012 31/12/2011
Rp. Rp.
Asuransi 592,689,217 294,315,258 Deposit Suplier 244,970,199 244,993,108 Iklan dan Promosi 121,543,040 11,225,000 Pemeliharaan 761,003,466 279,305,924 Perijinan 471,596,488 81,067,187 Sewa 111,957,954 76,105,387 Lain-lain 214,675,220 657,018,045
11. Tanah yang Belum Dikembangkan
30/09/2012 31/12/2011
Rp. Rp.
Proyek Bandulu, Banten 190,000,000 190,000,000 Cipocok,Banten 2,026,060,500 2,026,060,500 Tanah di Ubud Bali 9,848,600,000 9,848,600,000 Tanah di Cikarang 19,132,850,000 -Jumlah 31,197,510,500 12,064,660,500
12. Aset Tetap
1 Januari Penambahan Pengurangan 30 Sep 12
Rp. Rp. Rp. Rp.
HARGA PEROLEHAN
Hak Atas Tanah 349,963,860 - - 349,963,860
Tanah 42,010,378,056 13,241,200,394 55,251,578,450 Bangunan dan Prasarana Mesin dan Peralatan Kendaraan 4,726,906,047 306,118,725 109,000,000 4,924,024,772 Perabot dan Peralatan Kantor Jumlah 173,592,613,773 19,442,116,638 109,000,000 192,925,730,411 AKUMULASI PENYUSUTAN Bangunan dan Prasarana Mesin dan Peralatan Kendaraan 3,755,281,231 225,586,673 - 3,980,867,904 Perabot dan Peralatan Kantor -Jumlah 77,382,903,776 4,940,319,861 - 82,323,223,637 NILAI BUKU 96,209,709,997 110,602,506,774 30-Sep-12 6,178,248,785 476,758,473 6,655,007,258 103,933,921,781 3,276,926,612 - 107,210,848,393 14,469,987,951 56,006,973,954 429,731,768 - 14,899,719,719 8,101,456,078 2,188,139,139 - 10,289,595,217 3,002,292,518 - 59,009,266,472 11,442,399,806 1,235,682,197 - 12,678,082,003
1 Januari Penambahan Pengurangan 31 Des 11
Rp. Rp. Rp. Rp.
HARGA PEROLEHAN
Hak Atas Tanah 349,963,860 - - 349,963,860 Tanah 41,449,292,151 561,085,905 - 42,010,378,056 Bangunan dan Prasarana Mesin dan Peralatan Kendaraan 4,377,517,667 349,388,380 - 4,726,906,047 Perabot dan Peralatan Kantor Jumlah 169,004,320,200 4,588,293,573 - 173,592,613,773 AKUMULASI PENYUSUTAN Bangunan dan Prasarana Mesin dan Peralatan Kendaraan 3,275,969,474 479,311,757 - 3,755,281,231 Perabot dan Peralatan Kantor -Jumlah 71,020,755,661 6,362,148,115 - 77,382,903,776 NILAI BUKU 97,983,564,539 96,209,709,997 52,113,113,071 3,893,860,883 - 56,006,973,954 1,761,261,737 - 103,933,921,781 8,101,456,078 6,484,727,408 5,391,777,845 786,470,940 - 6,178,248,785 10,239,895,271 1,202,504,535 - 11,442,399,806 1,616,728,670 -31 Desember 2011 14,170,159,070 299,828,881 - 14,469,987,951 102,172,660,044
a. Hak atas tanah tercatat atas nama Perseroan.
b. Pada tahun 2012 ,aset tetap perusahaan kecuali tanah,telah diasuransikan dengan Polis Standar Asuransi Indonesia dengan perincian sebagai berikut :
Perusahaan Asuransi Nomor Polis Jangka Waktu Mata Nilai Uang Pertanggungan PT Asuransi Central asia 01.00.10.000967 30/04/12-30/04/13 USD 4,000,000 PT Asuransi Indrapura AI.12.1216.09.000018 30/04/12-30/04/13 USD 4,660,000 PT Asuransi Harta Aman P 01.01.10.12.761.01762 18/11/11-18/11/12 IDR 33,000,000,000 PT Asuransi Indrapura AI.12.1216.09.000028 18/11/11-18/11/12 IDR 33,000,000,000 PT Asuransi Central asia 01-00-10-001211 31/07/12-31/07/13 USD 4,000,000 PT Asuransi Indrapura AI.12.1216.09.000023 31/07/12-31/07/13 USD 4,000,000 PT Asuransi Indrapura AI.12.1216.09.000051 31/12/11-31/12/12 USD 5,200,000 PT Asuransi Harta Aman P 01.01.10.12.761.01794 01/03/12-01/03/13 USD 500,000 PT Asuransi Central asia 01.13.10.08.761.00249 01/06/12-01/06/13 USD 500,000
13. Aset Lain-lain
30/09/2012
31/12/2011
Rp.
Rp.
Escrow Account
4,484,721,000
12,093,155,450
Perlengkapan dan peralatan Hotel
4,777,204,844
4,335,305,292
Keanggotaan Golf
229,000,000
229,000,000
Biaya Pra Operasi
493,614,130
27,750,000
Beli Kantor dan Lainnya
3,809,198,273
1,720,000
Jumlah
13,793,738,247
16,686,930,742
Keanggotaan golf merupakan uang jaminan atas membership golf Direksi Perusahaan.
Escrow account merupakan deposito PT. Pudjiadi Prestige Tbk yang di tempatkan di Bank BII, Bank Permata dan Bank CIMB Niaga yang di Escrow, dan akan dicairkan sesuai dengan progres pembangunan rumah di Bali.
14. Hutang Bank
30/09/2012 31/12/2011
Rp. Rp.
PT. Bank CIMB Niaga Tbk 3,750,000,000 6,562,500,000 Jumlah 3,750,000,000 6,562,500,000
Fasilitas Pinjaman Transaksi Khusus
Berdasarkan perjanjian perubahan kredit nomor. 344/AMD/CBG/JKT/09, tertanggal 5 Agustus 2009, yang merupakan perubahan atas perjanjian no.293/AMD/CBG/JKT/09, dimana PT Bank CIMB Niaga, Tbk, setuju untuk memberikan fasilitas kredit berupa Fasilitas Transaksi Khusus (PTK) senilai Rp15.000.000.000 (lima belas milyar rupiah) dengan ketentuan sebagai berikut :
Plafond kredit : Rp 15.000.000.000
Jenis kredit : Pinjaman Transaksi Khusus
Penggunaan : Renovasi Apartemen Kemang, Prapanca dan Senopati Jangka waktu : Sampai dengan bulan Juli 2013
Tingkat bunga : 7,50% (Time Deposit+1,5%) Subject to Change
Jaminan : Jaminan atas pinjaman ini adalah deposito sebesar Rp.876.150.000. Fiducia atas tagihan (pihak ketiga dan pihak berelasi) dengan nilai penjaminan sekurang-kurangnya sebesar Rp 8.763.728.670.
Hak tanggungan atas tanah dan bangunan Apartemen Kemang yang terletak di Jalan Bangka Raya No. 7, Jakarta Selatan, dengan sertifikat HGB No.262/Bangka, seluas 2.730 M2 dengan hak tanggungan peringkat kedua sebesar Rp 23.000.000.000.
Hak tanggungan atas tanah berikut bangunan berupa 14 unit Apartemen Prapanca yang terletak di Jalan Arteri Prapanca No. 88, Jakarta Selatan, dengan hak tanggungan peringkat pertama sebesar Rp 14.500.000.000.
Khusus Fasilitas Pinjaman Transaksi Khusus, selama plafond kredit Rp 15.000.000.000 belum dipakai maka kredit tersebut di tempatkan dalam deposito di PT Bank CIMB Niaga, Tbk dengan bunga kredit 7,5% dan bunga deposito 6% pertahun Apabila peminjam
sewaktu-waktu melakukan pencairan / break atas jaminan deposito berjangka, baik sebagian atau seluruhnya berdasarkan kesepakatan para pihak, maka jaminan dan bunga terhadap Fasilitas Kredit akan berlaku sebagaimana Perjanjian Kredit sebelum perubahan Terhadap Perjanjian Kredit.
Pada tahun 2010 Fasilitas Pinjaman Transaksi Khusus tersebut telah direalisasikan sebesar Rp 6.500.000.000 dengan bunga sebesar 12% pertahun. Pada periode 31 Desember 2011, saldo pinjaman adalah sebesar Rp 6.562.500.000 dan telah dijamin dengan deposito di bank CIMB Niaga sebesar Rp. 6.500.000.000.
Pada periode 30 September 2012, saldo pinjaman adalah sebesar Rp 3.750.000.000 dan telah dijamin dengan deposito di bank CIMB Niaga sebesar Rp. 3.750.000.000.
15. Hutang Usaha – Pihak Ketiga
Rincian hutang usaha menurut bidang usaha pada tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing sebagai berikut :
30/09/2012 31/12/2011 Rp. Rp. Properti 1,262,640,916 417,705,601 Perhotelan 1,648,691,982 1,523,134,838 Real Estate 18,818,435 84,349,114 Jumlah 2,930,151,333 2,025,189,553 16. Hutang Lain-lain 30/09/2012 31/12/2011 Rp. Rp. Deviden 56,442,115 20,420,296 Kerugian atas Investasi
PT Jakarta Internasional Property Management (315,460,628) (315,460,628) Sewa Guna Usaha 446,662,899 370,683,615 Lain-lain 2,101,823,568 3,006,497,790 Jumlah 2,289,467,954 3,082,141,073
17. Hutang Pajak
Hutang pajak merupakan pajak perusahaan kepada Negara setelah di kurangi uang muka pajak yang berkenaan.
30/09/2012 31/12/2011
Hutang Pajak : Rp. Rp.
Pajak Hotel dan Restoran (Pemda) 479,170,776
-Pajak Penghasilan Final 45,730,904 187,559,618
Pajak Bumi dan Bangunan 19,420,735 553,883,868
Pajak Penghasilan pasal 21 84,628,814 72,026,600
Pajak Penghasilan pasal 23 29,647,065 4,965,093
Pajak Pertambahan Nilai 32,112,147 22,574,094
Pajak Penghasilan pasal 29 - 390,106,772
Pajak Lainnya - 135,000
Jumlah 690,710,441 1,231,251,045
18. Biaya Yang Masih Harus Dibayar
Akun ini terdiri dari :
30/09/2012 31/12/2011
Operasional Hotel 1,057,571,407 2,129,534,683 Gaji dan Beban Pegawai 154,573,096 195,774,024 Jasa Konsultan 71,461,808 165,363,936 Lainnya - 4,000,000 Jumlah 1,283,606,311 2,494,672,643
19. Uang Muka Pelanggan
Uang muka pelanggan merupakan angsuran pembayaran atau penjualan unit atau satuan rumah milik perusahaan per 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing sebesar Rp 1.003.855.395 dan Rp 1.393.078.160.
20. Penyisihan Penggantian Perabotan Dan Peralatan Hotel
Penyisihan penggantian perabotan dan peralatan hotel berasal dari pendapatan dan jasa pelayanan (service charge) yang belum didistribusikan. Bentuk penggantian berupa
barang keramik, linen, sendok garpu dan pecah belah akibat rusak atau hilang. Saldo per 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing sebesar Rp 134.779.894 dan Rp 202.223.327.
21. Pendapatan Diterima Dimuka
Pendapatan diterima dimuka merupakan uang penerimaan sewa dimuka atas sewa dan pemeliharan properti/perhotelan yang disewakan dan penjualan rumah. Saldo ini diakui sebagai pendapatan secara bulanan terdiri dari :
30/09/2012 31/12/2011
Rp Rp
Sewa dan Pemeliharaan Property 5,849,171,864 4,716,170,843 Uang Muka Penjualan 48,499,045,580 58,884,892,255 Perhotelan 1,273,928,127 3,925,366,756 Jumlah 55,622,145,571 67,526,429,854
22. Uang Jaminan Diterima
Akun ini merupakan uang jaminan sewa ruangan/apartemen, telepon, dan perabotan yang akan dikembalikan apabila hubungan sewa menyewa berakhir.
Saldo per 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 masing-masing sebesar Rp 1.438.735.734 dan Rp 877.518.146.
23. Modal Saham dan Agio Saham
Modal saham dan susunan pemegang saham Perseroan pada tanggal 30 September 2012 dan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut :
Lembar % Rp. Lembar % Rp. M o d a l D a s a r S e r i A 560,000,000 280,000,000,000 560,000,000 280,000,000,000 S e r i B 412,500,000 82,500,000,000 412,500,000 82,500,000,000 M o d a l D i t e m p a t k a n d a n d i s e t o r p e n u h S e r i A 308,000,000 154,000,000,000 280,000,000 140,000,000,000 P e m e g a n g S a h a m :
PT. Istan a Kuta Ratu P r e s t i g e 137,170,880 44.54 68,585,440,000 124,700,800 44.54 62,350,400,000 Ny. L e n a w a t i P u d j i a d i 46,347,290 15.05 23,173,645,000 42,133,900 15.05 21,066,950,000 Ny. M a r i a n t i P u d j i a d i 8,109,816 2.63 4,054,908,000 7,372,560 2.63 3,686,280,000 Tn. K o s m i a n P u d j i a d i 4,124,296 1.34 2,062,148,000 7,372,560 2.63 3,686,280,000 Tn. D a m i a n P u d j i a d i 4,168,846 1.35 2,084,423,000 3,789,860 1.35 1,894,930,000 Tn. K r i s t i a n P u d j i a d i 3,985,520 1.29 1,992,760,000 7,372,560 2.63 3,686,280,000 Tn. S o e k a r d j o H a r j o s o e w i r j o 2,794,000 0.91 1,397,000,000 2,540,000 0.91 1,270,000,000 Tn. G a b r i e l L u k m a n P u d j i a d i 5,263,016 1.71 2,631,508,000 4,784,560 1.71 2,392,280,000 M a s y a r a k a t l a i n n y a : H S B C Private Bank (S U I S S E ) 46,503,160 15.10 23,251,580,000 42,275,600 15.10 21,137,800,000 L a i n n y a < 5 % 49,533,176 16.08 24,766,588,000 37,657,600 13.45 18,828,800,000 J u m l a h 308,000,000 100.00 154,000,000,000 280,000,000 100.00 140,000,000,000 31/12/2011 30/09/2012
a. Sebagaimana dijelaskan pada catatan 1, Perseroan telah mengajukan Surat Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal untuk melaksanakan emisi saham melalui Bursa Efek Jakarta dan telah dinyatakan menjadi efektif tanggal 28 September 1994. Penawaran umum perdana saham-saham Perseroan sejumlah 26.000.000 lembar saham-saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham dilakukan dengan harga perdana Rp 2.500 per lembar atau Rp