• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perkembangan teknologi tumbuh dengan pesat di era globalisasi ini. Revolusi teknologi digital telah membentuk masyarakat ke jaman informasi yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan informasi tidak terbatas kepada sebanyak-banyak masyarakat. Kehadiran internet dalam perangkat komputer,

bahkan sistem telepon cerdas, di kehidupan sehari-hari memungkinkan masyarakat

untuk berkomunikasi dengan masyarakat lainnya tanpa memperdulikan batas waktu dan tempat serta mengakses, mengumpulkan, dan menyimpan informasi yang

dibutuhkan ( 2002: p211).

Tren pengguna internet di dunia mengalami peningkatan setiap tahunnya dari tahun 2005 – 2019. Di tahun 2005 jumlah pengguna internet di dunia sebanyak 1.100.000.000 pengguna dan terus berkembang hingga di tahun 2019 jumlah pengguna internet di dunia sebanyak 4.131.000.000 pengguna. Dapat dikatakan bahwa saat ini, semakin banyak orang yang menggunakan internet untuk kehidupan sehari-hari mereka. Banyaknya pengguna internet di dunia dapat membuktikan bahwa potensi pasar dari internet dapat dikatakan sangat besar. Sehingga perusahaan atau orang yang ingin masuk kedalam pasar internet memiliki kemungkinan yang besar untuk mendapatkan keuntungan.

(2)

Sumber : https://www.statista.com/

Gambar 1.1 Jumlah Pengguna Internet di Dunia 2005 – 2019

Kotler dan Keller (2012: p14-15) menjabarkan serangkaian kemampuan internet bagi perusahaan dalam bidang pemasaran antara lain, sebagai saluran informasi dan penjualan yang berpengaruh tinggi, sebagai alat untuk mengumpulkan informasi pasar secara menyeluruh, menggunakan jejaring sosial untuk mengkomunikasikan pesan merek, dan sebagai saluran pengiriman kupon serta sampel produk perusahaan. Media sosial telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi dan mencari informasi. Media sosial juga mengubah cara konsumen berkomunikasi dan berbagi informasi tentang merek sehingga kini konsumen mampu berdiskusi, beropini, dan membagi pengalaman mereka dengan merek tertentu (Nielsen, 2011:p2). Kehadiran media sosial yang tidak terduga dapat mengubah pola hidup manusia kemudian dilirik oleh perusahaan sebagai sarana untuk membangun brand image.

(3)

Strategi pemasaran melalui media sosial juga memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan ulasan dan umpan balik dari konsumen mereka secara langsung yang bisa dimanfaatkan dalam perbaikan produk dan jasa, karena harus diakui bahwa gaya berbelanja konsumen pada umumnya juga telah beralih dari langsung menjadi online. (Strategic Direction, 2012). Untuk itu, dalam membangun sebuah bisnis, penggunaan media sosial secara optimal kini dianggap menjadi salah satu strategi pemasaran terbaik. Untuk memperkuat sebuah citra merek, suatu bisnis harus selalu memiliki kreativitas untuk selalu berinovasi yang mendorong konsumen agar terus memakai dan berulang kali menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan. Kreativitas dan strategi pemasaran yang tepat melalui media sosial diharapkan bisa memperkuat citra merek di dalam masyarakat.

Salah satu bentuk media sosial yang paling popular kini adalah Instagram. Instagram adalah aplikasi mobile berbasis Internet yang memberikan fasilitas bagi para penggunanya untuk mengambil dan membagikan gambar-gambar yang mereka miliki kepada orang lain yang mengikuti akun mereka atau melakukan pencarian khusus. Aplikasi ini dapat menghubungkan para penggunanya melalui foto, video dan pertukaran pesan. Instagram sendiri memiliki arti kata sebagai berikut; “insta” adalah “instan”, dan kata “gram” adalah “telegram”. Telegram memiliki fungsi untuk mengirimkan informasi kepada orang lain secaara singkat dan cepat. Sama halnya dengan fungsi Instagram di mana pemakainya bisa mengunggah foto dengan menggunakan jaringan internet sehingga informasi yang kita unggah dapat tersebar dengan cepat.

Sejak diluncurkan pada tahun 2010, kini Instagram sudah memiliki ratusan juta pengguna aktif sebagai media sosial yang mengutamakan visual sebaga

facebook

i ciri khasnya. Berbeda dengan konten-konten dalam media sosial lain seperti atau twitter yang juga popular, Instagram dikenal sebagai media yang memfokuskan diri pada gambar-gambar yang bisa dipopulerkan menggunakan tagar sebagai topiknya dan juga memudahkan pemakai jika ingin mencarinya. Instagram adalah media yang tepat bagi

(4)

pelanggan dan membentuk ulang citra mereka demi menguatkan citra merek mereka di pikiran masyarakat pada umumnya dan pelanggan mereka pada khususnya. Instagram juga dinilai menjadi media sosial yang tepat jika sebuah perusahaan ingin memperkenalkan produk-produk mereka yang baru atu sebuah perusahaan ingin mengenalkan citra perusahaan mereka yang baru kepada pelanggan lama dan berharap bisa meraih pelanggan baru. Instagram bisa dijadikan alat sebuah perusahaan untuk menguatkan citra merek mereka.

Persaingan dalam bisnis yang semakin ketat menyebabkan perusahaan berlomba agar produk maupun layanan jasa yang mereka tawarkan tetap digunakan oleh publik luas. Tidak hanya menjaga kualitas dari produk dan jasa yang ditawarkan namun perusahaan juga perlu untuk memperkuat brand yang mereka miliki. Sebuah brand tidak hanya menjadi sebuah tanda pengenal dari dari produk maupun layanan, namun brand turut membantu membentuk kesadaran, reputasi dan ketenaran (Keller, 2013, p.30). Seiring berjalannya waktu, kini kehidupan konsumen semakin rumit, terburu- buru dan kekurangan waktu, sehingga kehadiran dari sebuah brand di benak konsumen turut berpengaruh dalam proses pemilihan dikarenakan konsumen mengevaluasi produk yang identik secara berbeda dan bergantung terhadap bagaimana brand tersebut dibentuk. Sebuah brand yang kuat juga dapat menghasilkan pendapatan dan performa keuntungan yang lebih baik (Kotler & Keller, 2012, p.242-243). Maka dari itu, perusahaan dalam hal ini, perlu untuk membangun dan menjaga brand yang dimiliki, khususnya brand image.

Hal ini dikarenakan brand image dapat membuat impresi kepada para konsumen, menciptakan rekognisi sehingga brand atau merek dapat dikenal oleh publik, menggambarkan profesionalitas, kredibilitas dan bagaimana sebuah perusahaan mengelola usahanya yang dapat memengaruhi ekuitas, serta brand image memiliki dampak penting bagi bisnis, dimana konsumen cenderung tidak hanya membeli sebuah produk atau jasa namun juga merek dari produk dan jasa tersebut, oleh karena itu brand image perlu untuk dibangun dan dijaga (Timothy,

(5)

2016). Tidak terlepas dari perusahaan yang menyediakan produk maupun jasa, citra positif tetap perlu untuk diperhatikan.

Sebagai satu perusahaan yang bergerak dibidang consumer product. PT. SMART, tbk dituntut untuk melakukan pengembangan inovasi. PT. SMART, tbk (SMART) adalah salah satu perusahaan publik produk konsumen berbasis kelapa sawit yang terintegrasi dan terkemuka di Indonesia yang berfokus pada produksi minyak sawit yang lestari. Perkebunan kelapa sawit SMART mencakup sekitar 137.800 hektar (termasuk plasma). Aktivitas utama yang dimulai dari penanaman dan pemanenan pohon kelapa sawit, pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi minyak sawit (CPO) dan inti sawit (PK), hingga memprosesnya menjadi produk industri dan konsumen seperti minyak goreng, margarin, shortening, biodiesel dan oleokimia, serta perdagangan produk berbasis kelapa sawit ke seluruh dunia. SMART juga mengoperasikan 16 pabrik kelapa sawit, 4 pabrik pengolahan inti sawit dan 4 pabrik rafinasi di Indonesia. Selain minyak curah dan minyak industri, produk turunan SMART juga dipasarkan dengan berbagai merek, seperti Filma dan Kunci Mas. Saat ini, merek-merek tersebut diakui kualitasnya dan memiliki pangsa pasar yang signifikan di segmennya masing-masing di Indonesia.

Brand Filma sebagai produk minyak goreng termasuk ke dalam bahan Pokok yang harus dipenuhi oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan dapat diartikan sebagai sesuatu yang tidak dapat ditunda untuk keberlangsungan hidup seseorang. Minyak Goreng Filma pertama kali diluncurkan pada bulan September 1991. Tantangan minyak goreng Filma semakin besar ketika banyak bermunculan merek-merek minyak goreng kemasan lainnya dengan harga yang jauh lebih murah. Minyak goreng Filma merupakan produk turunan dari SMART yang paling unggul dibandingkan dengan Kunci Mas dan Mitra, serta mampu menghadapi persaingan dengan produk dari perusahaan lain. Persaingan yang kuat dengan minyak goreng merek lain, membuat Filma melakukan inovasi dan pengembangan strategi pemasaran. Salah satu strategi yang dikembangkan

(6)

adalah melakukan promosi pada media sosial Instagram yang dibuat dipertengahan tahun 2019. Walaupun baru dikembangkan, Filma melihat potensial kenaikan pemasaran melalui media sosial. Maka, penulis ingin melakukan penelitian untuk mengetahui daya tarik sosial media Andalanmama untuk brand image Filma.

1.2. Pokok Permasalahan

Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan, Andalanmama adalah salah satu sosial media Instagram yang dibuat untuk mendukung campaign dan pemasaran Filma. Sebagai sosial media, konten memiliki peran sangat penting dalam menarik target audience. Oleh karena itu, peneliti ingin menguji pengaruh daya tarik konten media yang ada di sosial media instagram Andalanmama terhadap brand image Filma. Adapun rumusan masalah dalam praktik kerja magang ini adalah “Apakah terdapat daya tarik sosial media Andalanmama untuk brand image Filma? Seberapa besar daya tarik konten sosial media Andalanmama untuk brand image Filma? Dan bagaimana prediksi kenaikkan nilai brand image Filma yang dipengaruhi oleh daya tarik dari sosial media Andalanmama?’. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

2. Untuk mengetahui seberapa besar daya tarik sosial media Andalanmama terhadap brand image Filma.

3. Untuk memprediksi kenaikkan nilai brand image Filma oleh daya tarik sosial media Andalanmama.

1.3. Maksud dan Tujuan Kerja Magang 1.3.1. Maksud Kerja Magang

Adapun maksud dari penulis melaksanakan praktik kerja magang ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat wajib mendapatkan gelar S1 di Universitas Multimedia Nusantara. Pada praktik kerja magang ini penulis menerapkan teori 1. Untuk mengetahui daya tarik sosial media Andalanmama terhadap brand

(7)

yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam dunia kerja. Kerja magang adalah praktik yang dilakukan penulis untuk memahami secara nyata bentuk pekerjaan di dunia kerja yang sebenarnya.

1.3.2. Tujuan Kerja Magang

Praktik kerja magang ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut :

1.4. Waktu dan Prosedur Pelaksanaan Kerja Magang 1.4.1. Waktu Kerja Magang

Praktik kerja magang yang ditempuh oleh penulis sesuai dengan ketentuan dari Program Studi Manajemen Universitas Multimedia Nusantara (UMN), yaitu minimal 60 hari kerja. Dengan detail pelaksanaan praktik kerja magang yang ditempuh adalah sebagai berikut :

Nama Perusahaan : PT. SMART, Tbk

Bidang Usaha : Consumer Product

Alamat : Jl. BSD Green Office Park, Sampora, Kec. Cisauk,

Tangerang, Banten 15345

Waktu Pelaksanaan : 20 Agustus 2019 - 6 Desember 2019

Waktu Kerja : Senin - Jumat, Pukul 08.30 AM – 17.30 PM

Posisi Magang : Marketing Filma

1. Menerapkan teori perkuliahan ke dalam dunia kerja 2. Mendapatkan pengalaman kerja secara nyata

3. Meningkatkan kemampuan bekerja sama secara team

4. Melatih cara berkomunikasi dan negosiasi dengan partner perusahaan

5. Mengembangkan wawasan dan kemampuan marketing selama di dunia kerja 6. Melatih adaptasi dengan rekan dan lingkungan kerja

(8)

1.4.2. Prosedur Pelaksanaan Kerja Magang

Berikut adalah prosedur kerja magang yang ditempuh oleh penulis : 1. Tahap Pengajuan

Pada tanggal 6 Agustus 2019 penulis mulai mengirim CV, transkip nilai, dan kelengkapan dokumen lainnya kepada PT. SMART, tbk melalui email.

2. Tahap Recruitment

Pada tanggal 16 Agustus 2019, penulis mendapat balasan email dari HRD PT. SMART,tbk untuk melakukan interview pada waktu dan tanggal yang telah ditentukan. Selanjutnya pada tanggal 19 Agustus 2019, penulis hadir untuk melakukan proses interview dengan user. Selesai interview pada tanggal tersebut langsung diputuskan untuk menjadi karyawan magang divisi marketing Filma. 3. Tahap Praktik Kerja Magang

Pada tanggal 20 Agustus 2019 adalah hari pertama masuk kerja magang di PT. SMART, tbk. Praktik kerja magang ini dilaksanakan selama kurun waktu 6 bulan, mulai dari 20 Agustus 2019 s.d 19 Februari 2020.

4. Tahap Penulisan Laporan Kerja Magang

Penulis melakukan bimbingan magang dengan dosen pembimbing yang telah ditentukan oleh Program Studi Manajemen Universitas Multimedia Nusantara untuk penyusunan laporan magang.

(9)

1.5. Sistematika Penulisan Laporan Magang

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini penulis menjelaskan mengenai latar belakang topik yang akan diteliti, lalu pokok permasalahan, maksud dan tujuan penulis melakukan praktik kerja magang, serta waktu dan prosedur selama melaksanakan praktik kerja magang.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Pada bab ini penulis membahas mengenai gambaran umum PT. SMART, tbk mulai dari sejarah singkat perusahaan, visi dan misi perusahaan, logo, brand-brand lain yang ada pada PT. SMART, tbk, struktur organisasi, serta landasan teori yang berkaitan dengan laporan magang yang disusun penulis.

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

Pada bab ini penulis membahas mengenai pelaksanaan kerja magang yang ditempuh oleh penulis di PT. SMART, tbk dengan dijabarkan kedudukan dan koordinasi penulis selama melaksanakan praktik kerja magang, kemudian tugas- tugas yang dilakukan penulis, uraian pelaksanaan kerja magang penulis, kendala yang dihadapi oleh penulis selama kerja magang, serta solusi atas kendala tersebut.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini penulis membahas mengenai kesimpulan yang penulis dapatkan selama pelaksanaan kerja magang di PT. SMART, tbk dan penulis memberikan saran terhadap perusahaan untuk pengembangan di waktu yang akan datang.

Dalam laporan kerja magang yang berjudul “Daya Tarik Sosial Media Andalanmama Untuk Brand Image Filma” terdiri dari 4 bab yang dimana antara satu bab dengan bab lainnya saling berhubungan. Adapun sistematika penulisan laporan kerja magang ini adalah sebagai berikut :

Gambar

Gambar 1.1 Jumlah Pengguna Internet di Dunia 2005 – 2019

Referensi

Dokumen terkait

ayo kita coba bermain ayo kita coba bermain gerakan yang agak sulit gerakan yang agak sulit yaitu berjalan di balok titian yaitu berjalan di balok titian naiklah ke atas balok

Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut

It appears that in this way the editors are attempting to steer clear of the controversy whether Arabic and the South Arabian languages should be grouped along with the

[r]

- SAHAM SEBAGAIMANA DIMAKSUD HARUS DIMILIKI OLEH PALING SEDIKIT 300 PIHAK & MASING2 PIHAK HANYA BOLEH MEMILIKI SAHAM KURANG DARI 5% DARI SAHAM DISETOR SERTA HARUS DIPENUHI

3.1 Proses perumusan konsep didasari dengan latar belakang kota Surakarta yang dijadikan pusat dari pengembangan pariwisata Solo Raya karena memiliki potensi

Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Dwi Sukirni (2012) dan Khalil Ur-Rehman Wahla, Syed Zulfiqar Ali Shah, dan Zahid Hussain (2012) menunjukkan

Menentukan kendaraan lumpur tinja dan petugas operasi yang dapat digunakan PIHAK KEDUA dalam penyelenggaraaan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal dengan mengacu kepada syarat dan