• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

; Pada bulan Mei 2011 terjadi inflasi sebesar 0,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 125,81. Dari 66 kota IHK, 51 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon 1,66 persen dengan IHK 128,84 dan terendah terjadi di Kediri, Denpasar dan Mataram masing-masing 0,02 persen dengan IHK masing-masing 123,61; 127,30 dan 131,30. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tarakan 1,14 persen dengan IHK 144,35 dan terendah terjadi di Bandar Lampung 0,03 persen dengan IHK 136,82.

; Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,25 persen; kelompok sandang 0,64 persen; kelompok kesehatan 0,50 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,14 persen. Sedangkan deflasi pada bulan ini disebabkan karena terjadinya penurunan indeks pada kelompok bahan makanan 0,28 persen.

; Laju inflasi tahun kalender (Januari-Mei) 2011 sebesar 0,51 persen dan laju inflasi year on year (Mei 2011 terhadap Mei 2010) sebesar 5,98 persen.

; Komponen inti pada bulan Mei 2011 mengalami inflasi sebesar 0,27 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Mei) 2011 sebesar 1,58 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Mei 2011 terhadap Mei 2010) sebesar 4,64 persen.

No. 34/06/Th. XIV, 1 Juni 2011

 

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

MEI 2011 INFLASI 0,12 PERSEN

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Mei 2011 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 66 kota pada bulan Mei 2011 terjadi inflasi 0,12 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 125,66 pada bulan April 2011 menjadi 125,81 pada bulan Mei 2011. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Mei) 2011 sebesar 0,51 persen dan laju inflasi year on year (Mei 2011 terhadap Mei 2010) sebesar 5,98 persen.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,25 persen; kelompok sandang 0,64 persen; kelompok kesehatan 0,50 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen dan kelompok transpor, komunikasi

(2)

hijau, tomat sayur, tomat buah, rokok kretek, rokok kretek filter, batu bata/batu tela, tarif sewa rumah, upah tukang bukan mandor, sabun detergen bubuk, bensin dan sepeda motor. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: cabai rawit, cabai merah, gula pasir, kentang dan bawang merah.

Kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada bulan Mei 2011, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,04 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,06 persen; kelompok sandang 0,05 persen; kelompok kesehatan 0,02 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,02 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan memberikan andil/sumbangan deflasi sebesar 0,07 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada bulan ini relatif stabil.

Tabel 1

Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Mei 2011, Tahun Kalender 2011 dan

Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100)

Kelompok Pengeluaran IHK Mei 2010 IHK Desember 2010 IHK Mei 2011 Inflasi Bulan Mei 2011 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2011 2) Inflasi Tahun ke Tahun 3) [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] U m u m (Headline) 118,71 125,17 125,81 0,12 0,51 5,98 1 Bahan Makanan 130,66 147,39 144,01 -0,28 -2,29 10,22 2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau 127,95 132,59 134,86 0,22 1,71 5,40 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 116,09 119,79 121,76 0,25 1,64 4,88 4 Sandang 119,79 126,76 129,10 0,64 1,85 7,77 5 Kesehatan 114,35 115,86 118,69 0,50 2,44 3,80 6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 114,35 117,86 118,83 0,03 0,82 3,92 7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa Keuangan 103,73 106,10 106,90 0,14 0,75 3,06

1)

Persentase perubahan IHK bulan Mei 2011 terhadap IHK bulan sebelumnya. 2)

Persentase perubahan IHK bulan Mei 2011 terhadap IHK bulan Desember 2010 3)

Persentase perubahan IHK bulan Mei 2011 terhadap IHK bulan Mei 2010

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Nasional (2007=100) Mei 2011 (persen)

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi

(%)

(1) (2)

U M U M 0,12

1.     Bahan Makanan -0,07

2.     Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,04 3.     Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,06

4.     Sandang 0,05

5.     Kesehatan 0,02

6.     Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0,00 7.     Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0,02

(3)

Gambar 1

Perkembangan IHK 66 Kota (2007=100), Mei 2010–Mei 2011 100,00 105,00 110,00 115,00 120,00 125,00 130,00 135,00 140,00 145,00 150,00 155,00 160,00

Mei-10 Jun-10 Jul-10 Ags-10 Sep-10 Okt-10 Nop-10 Des-10 Jan-11 Feb-11 Mrt-11 Apr-11 Mei-11

IH

K

Umum Bahan Makanan Makanan Jadi Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor

 

Gambar 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Nasional (2007=100) Mei 2011 -0,10 -0,05 0,00 0,05 0,10 0,15 An d il (%)

Umum 1. Bhn.makanan 2. Makanan jadi 3. Perumahan 4. Sandang 5. Kesehatan 6. Pendidikan 7. Transpor

(4)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Mei 2011 mengalami deflasi 0,28 persen atau terjadi penurunan indeks dari 144,42 pada April 2011 menjadi 144,01 pada Mei 2011.

Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, 4 diantaranya mengalami deflasi sedangkan 7 subkelompok mengalami inflasi. Subkelompok yang mengalami deflasi tertinggi adalah subkelompok bumbu-bumbuan 6,73 persen dan terendah subkelompok buah-buahan 0,13 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah subkelompok ikan diawetkan 1,92 persen dan terendah terjadi pada subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 0,34 persen.

Kelompok ini pada Mei 2011 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,07 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain: cabai rawit 0,08 persen; cabai merah 0,07 persen; kentang dan bawang merah masing-masing 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah beras 0,02 persen; daging ayam ras, ikan segar, ikan diawetkan, bayam, kacang panjang, sawi hijau, tomat sayur dan tomat buah masing-masing 0,01 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok ini pada Mei 2011 mengalami inflasi 0,22 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 134,56 pada April 2011 menjadi 134,86 pada Mei 2011.

Subkelompok-subkelompok yang mengalami inflasi pada bulan Mei 2011 yaitu: subkelompok makanan jadi 0,28 persen dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 0,50 persen. Sedangkan subkelompok minuman yang tidak beralkohol pada bulan ini mengalami deflasi 0,32 persen

Kelompok ini pada Mei 2011 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,04 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi, yaitu: rokok kretek dan rokok kretek filter masing-masing 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah gula pasir 0,02 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada Mei 2011 mengalami inflasi sebesar 0,25 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 121,46 pada bulan April 2011 menjadi 121,76 pada Mei 2011.

Subkelompok yang ada pada kelompok ini pada bulan Mei 2011 seluruhnya mengalami inflasi, yaitu: subkelompok biaya tempat tinggal 0,29 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan dan air 0,05 persen; subkelompok perlengkapan rumahtangga 0,38 persen dan subkelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,49 persen.

Pada Mei 2011 kelompok pengeluaran ini secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,06 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah batu bata/tela, tarif sewa rumah, upah tukang bukan mandor dan sabun detergen bubuk masing-masing 0,01 persen. 4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Mei 2011 mengalami inflasi 0,64 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 128,28 pada April 2011 menjadi 129,10 pada Mei 2011.

(5)

Subkelompok yang mengalami inflasi pada bulan Mei 2011, yaitu: subkelompok sandang laki-laki 0,29 persen; subkelompok sandang wanita 0,37 persen; subkelompok sandang anak-anak 0,31 persen dan subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya 1,26 persen.

Secara keseluruhan kelompok sandang pada bulan Mei 2011 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,05 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah emas perhiasan 0,04 persen.

5. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada Mei 2011 mengalami inflasi 0,50 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 118,10 pada bulan April 2011 menjadi 118,69 pada Mei 2011.

Pada bulan Mei 2011 seluruh subkelompok dalam kelompok ini mengalami inflasi, yaitu: subkelompok jasa kesehatan 0,49 persen; subkelompok obat-obatan 0,37 persen; subkelompok jasa perawatan jasmani 0,34 persen dan subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika 0,64 persen.

Kelompok ini pada Mei 2011 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi 0,02 persen. 6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Mei 2011 mengalami inflasi 0,03 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 118,80 pada April 2011 menjadi 118,83 pada Mei 2011.

Subkelompok-subkelompok yang mengalami inflasi pada bulan Mei 2011, yaitu: subkelompok pendidikan 0,01 persen; subkelompok kursus-kursus/pelatihan 0,06 persen; subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan 0,07 persen; subkelompok rekreasi 0,02 persen dan subkelompok olahraga 0,05 persen.

Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan Mei 2011 relatif stabil dari bulan sebelumnya. 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Mei 2011 mengalami inflasi 0,14 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 106,75 pada April 2011 menjadi 106,90 pada Mei 2011.

Subkelompok yang mengalami inflasi, yaitu: subkelompok transpor 0,22 persen; subkelompok sarana dan penunjang transpor 0,08 persen dan subkelompok jasa keuangan 0,03 persen. Sedangkan subkelompok komunikasi dan pengiriman bulan ini mengalami deflasi 0,10 persen.

Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan Mei 2011 memberikan sumbangan inflasi 0,02 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah bensin dan sepeda motor masing-masing 0,01 persen.

(6)

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Laju inflasi tahun kalender (Januari-Mei) 2011 sebesar 0,51 persen dan dan laju inflasi year on year (Mei 2011 terhadap Mei 2010) sebesar 5,98 persen. Sedangkan laju inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2009 dan 2010 masing-masing 0,10 persen dan 1,44 persen. Sedangkan laju inflasi year on year untuk Mei 2009 terhadap Mei 2008 dan Mei 2010 terhadap Mei 2009 masing-masing sebesar 6,04 persen dan 4,16 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Year on Year, Tahun 2009–2011

Inflasi 2009 2010 2011

(1) (2) (3) (4)

1. Mei 0,04 0,29 0,12

2. (Januari - Mei) tahun kalender 0,10 1,44 0,51 3. Mei terhadap Mei (year on year)

(tahun n) (tahun n-1)

6,04 4,16 5,98

Gambar 3

Perbandingan Inflasi Tahun Kalender (Januari-Mei) 2009-2011 Jan-Mei Jan-Apr Jan-Mrt Jan-Feb Jan -0,10 0,20 0,50 0,80 1,10 1,40 Inflasi (%) 2009 2010 2011

 

(7)

Gambar 4

Perbandingan Inflasi Year On Year, 2009-2011

Mei-Mei Apr-Apr Mrt-Mrt Feb-Feb Jan-Jan 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00 10,00 Inf lasi (%) 2009 thd 2008 2010 thd 2009 2011 thd 2010

(8)

PERBANDINGAN ANTARKOTA

 

Pada bulan Mei 2011 terjadi inflasi sebesar 0,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 125,81. Dari 66 kota IHK, 51 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon 1,66 persen dengan IHK 128,84 dan terendah terjadi di Kediri, Denpasar dan Mataram masing-masing 0,02 persen dengan IHK masing-masing 123,61; 127,30 dan 131,30. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tarakan 1,14 persen dengan IHK 144,35 dan terendah terjadi di Bandar Lampung 0,03 persen dengan IHK 136,82.

Perbandingan Antarkota di Pulau Sumatera

Pada bulan Mei 2011 dari kota-kota IHK di wilayah pulau Sumatera yang berjumlah 16 kota, 10 kota diantaranya mengalami inflasi sedangkan 6 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Palembang 0,79 persen dengan IHK 125,47 dan terendah terjadi di Padang dan Dumai masing-masing 0,08 persen dengan IHK masing-masing 128,26 dan 128,47. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe 1,13 persen dengan IHK 127,43 dan terendah di Bandar Lampung 0,03 persen dengan IHK 136,82 (lihat Tabel 4).

Tabel 4

Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Mei 2011 Kota-kota di Pulau Sumatera dengan Nasional

(2007=100) K O T A Mei 2011 IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1 Banda Aceh 122,59 -0,39 2 Lhokseumawe 127,43 -1,13 3 Sibolga 129,86 -0,56 4 Pematang Siantar 127,45 0,31 5 Medan 124,88 -0,30 6 Padang Sidempuan 126,12 -0,06 7 Padang 128,26 0,08 8 Pekanbaru 123,97 0,14 9 Dumai 128,47 0,08 10 Jambi 127,45 0,47 11 Palembang 125,47 0,79 12 Bengkulu 130,24 0,20 13 Bandar Lampung 136,82 -0,03 14 Pangkal Pinang 134,96 0,28 15 Batam 121,51 0,36 16 Tanjung Pinang 127,24 0,33 NASIONAL 125,81 0,12

(9)

Perbandingan Antarkota di Pulau Jawa

Pada bulan Mei 2011 dari kota-kota IHK di wilayah pulau Jawa yang berjumlah 23 kota, 20 kota diantaranya mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep 0,41 persen dengan IHK 121,95 dan terendah terjadi di Kediri 0,02 persen dengan IHK 123,61. Sedangkan deflasi terjadi di Jember 0,63 persen, Surakarta 0,30 persen, dan Tasikmalaya 0,06 persen dengan IHK masing-masing 126,15; 117,00 dan 127,29 (lihat Tabel 5).

Tabel 5

Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Mei 2011 Kota-kota di Pulau Jawa dengan Nasional

(2007=100) K O T A Mei 2011 IHK Inflasi/deflasi (%) (1) (2) (3) 1 Jakarta 124,02 0,15 2 Bogor 126,91 0,14 3 Sukabumi 125,21 0,26 4 Bandung 120,73 0,12 5 Cirebon 129,48 0,26 6 Bekasi 124,01 0,08 7 Depok 124,27 0,10 8 Tasikmalaya 127,29 -0,06 9 Purwokerto 124,74 0,25 10 Surakarta 117,00 -0,30 11 Semarang 124,45 0,13 12 Tegal 126,91 0,09 13 Yogyakarta 126,48 0,13 14 Jember 126,15 -0,63 15 Sumenep 121,95 0,41 16 Kediri 123,61 0,02 17 Malang 125,36 0,10 18 Probolinggo 129,39 0,29 19 Madiun 129,29 0,05 20 Surabaya 124,88 0,07 21 Serang 129,11 0,30 22 Tangerang 126,71 0,06 23 Cilegon 125,60 0,09 NASIONAL 125,81 0,12

(10)

Perbandingan Antarkota di Luar Pulau Jawa dan Sumatera

Pada bulan Mei 2011 dari kota-kota IHK di wilayah luar pulau Jawa dan Sumatera yang berjumlah 27 kota, 21 kota mengalami inflasi dan 6 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon 1,66 persen dengan IHK 128,84 dan inflasi terendah terjadi di Denpasar dan Mataram masing-masing 0,02 persen dengan IHK masing-masing-masing-masing 127,30 dan 131,30. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tarakan 1,14 persen dengan IHK 144,35 dan terendah terjadi di Bima dan Manado masing-masing 0,07 persen dengan IHK masing-masing 132,35 dan 125,00 (lihat Tabel 6).

Tabel 6

Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Mei 2011 Kota-kota di Luar Pulau Jawa dan Sumatera dengan Nasional

(2007=100) K O T A Mei 2011 IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1 Denpasar 127,30 0,02 2 Mataram 131,30 0,02 3 Bima 132,35 -0,07 4 Maumere 139,58 1,04 5 Kupang 135,41 0,07 6 Pontianak 132,13 -0,58 7 Singkawang 128,63 -0,39 8 Sampit 126,48 0,03 9 Palangkaraya 129,75 0,48 10 Banjarmasin 131,20 0,51 11 Balikpapan 131,31 0,30 12 Samarinda 133,85 -0,28 13 Tarakan 144,35 -1,14 14 Manado 125,00 -0,07 15 Palu 130,72 0,58 16 Watampone 139,87 0,74 17 Makassar 126,49 0,07 18 Pare-Pare 128,07 0,08 19 Palopo 133,91 0,75 20 Kendari 131,76 1,08 21 Gorontalo 127,66 0,92 22 Mamuju 130,36 0,67 23 Ambon 128,84 1,66 24 Ternate 128,41 0,27 25 Manokwari 137,01 0,33 26 Sorong 141,79 0,10 27 Jayapura 124,29 0,50 NASIONAL 125,81 0,12

(11)

INFLASI KOMPONEN INTI MEI 2011

Komponen inti pada bulan Mei 2011 mengalami inflasi sebesar 0,27 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 121,84 pada bulan April 2011 menjadi 122,17 pada bulan Mei 2011 dan komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi 0,20 persen, sedangkan komponen bergejolak mengalami deflasi 0,44 persen.

Inflasi komponen inti, komponen yang harganya diatur pemerintah, dan komponen bergejolak untuk inflasi tahun kalender (Januari-Mei) 2011 masing-masing 1,58 persen; 1,16 persen dan -3,12 persen. Sedangkan inflasi year on year (Mei 2011 terhadap Mei 2010) masing-masing 4,64 persen; 5,47 persen dan 11,00 persen (lihat Tabel 7).

Tabel 7

Laju Inflasi Mei 2011, Inflasi Tahun Kalender 2011 dan Inflasi

Year on Year menurut Kelompok Komponen

Komponen IHK Mei 2010 IHK Desember 2010 IHK Mei 2011 Inflasi Mei 2011 Laju Inflasi Tahun Kalender 2011 Laju Inflasi Year on Year (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 118,71 125,17 125,81 0,12 0,51 5,98 Inti 116,75 120,27 122,17 0,27 1,58 4,64

Harga Diatur Pemerintah 114,46 119,34 120,72 0,20 1,16 5,47

Bergejolak 131,52 150,69 145,99 -0,44 -3,12 11,00

Dari tiga kelompok komponen tersebut komponen yang memberikan sumbangan inflasi terhadap inflasi nasional adalah komponen inti 0,17 persen dan komponen yang harganya diatur pemerintah 0,04 persen. Sedangkan komponen bergejolak memberikan sumbangan deflasi 0,09 persen (lihat Tabel 8).

Tabel 8

Dekomposisi Andil Inflasi Nasional Mei 2011 (persen)

Komponen Andil Inflasi (%)

(1) (2)

U m u m 0,12

1 Inti 0,17

(12)

Informasi lebih lanjut hubungi: Dr.Ir. Sasmito Hadi Wibowo M.Sc.

Direktur Statistik Harga Telepon: 3810291-5, Pesawat 6200 E-mail: [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Iktiyanto (2010) menyatakan bahwa Nitrogen merupakan unsur yang paling dominan diantara unsur yang diperlukan oleh tanaman tebu karena berfungsi untuk

Di samping itu saya juga seorang entrepreneur yang sedikit banyak saya pernah mengalami kegagalan, kemudian saya berusaha bangkit lagi, kemudian pernah mengalami kegagalan

, sebagai badan khusus yang bertugas mengadministrasi kan semua perjanjian di bidang HAKI telah membuat model mengenai perjanjian lisensi untuk negara berkembang. Di dalam

Berangkat dari masalah yang ada, muncul pemikiran dan ide-ide untuk mengaplikasikan sekam padi yang dianggap sebagian besar masyarakat hanya sebagai sampah sisa untuk menjadi

Luas Wilayah, Ketinggian dari Permukaan Laut dan Kedalaman Air Tanah (Sumur) Dirinci Menurut Desa dalam Wilayah Kecamatan Patani Utara,

Abstrak: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan tentang

Penentuan titik kritis (CPs) pada pembekuan kakap merah dilakukan dengan menggunakan pohon keputusan (decision tree critical control point), dan pada proses

Berdasarkan Gambar 2 terlihat bahwa, pada menit ke-5 hasil uji disolusi menunjukkan bahwa, bahan aktif yang diuji berupa parasetamol yang terdapat dalam cangkang KK sudah