MAHKAMAH KONSTITUSI
REPUBLIK INDONESIA
---
RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 44/PUU-XI/2013
PERIHAL
PENGUJIAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2001
TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR
31 TAHUN 1999 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK
PIDANA KORUPSI
TERHADAP UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA
REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
ACARA
PEMERIKSAAN PENDAHULUAN
(I)
J A K A R T A
KAMIS, 16 MEI 2013
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA
--- RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 44/PUU-XI/2013 PERIHAL
Pengujian Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi [Pasal 2 ayat (1) dan Penjelasannya] Terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
PEMOHON
1. Samady Singarimbun ACARA
Pemeriksaan Pendahuluan (I)
Kami, 16 Mei 2013, Pukul 13.34 – 13.46 WIB Ruang Sidang Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat
SUSUNAN PERSIDANGAN
1) M. Akil Mochtar (Ketua)
2) Hamdan Zoelva (Anggota)
3) Maria Farida Indrati (Anggota)
Pihak yang Hadir:
A. Pendamping Pemohon: 1. Glory Eva Brahmana B. Kuasa Hukum Pemohon:
1. KETUA: M. AKIL MOCHTAR
Sidang dalam Perkara Nomor 44/PUU-XI/2013, saya nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum.
Pemohon, silakan perkenalkan diri.
2. KUASA HUKUM PEMOHON: TONIN TACHTA SINGARIMBUN
Terima kasih, Yang Mulia. Pada hari ini hadir bersama saya memperkenalkan terlebih dahulu adalah Ibu Brahmana, silakan.
3. PENDAMPING PEMOHON: GLORY EVA BRAHMANA
Majelis Hakim Yang Mulia, Pemohon Ir. Samady Singarimbun pada sidang hari ini tidak dapat hadir dikarenakan masih berada di Lapas Sukamiskin, Bandung. Jikalau, Yang Mulia mengizinkan saya ingin memperkenalkan diri.
4. KETUA: M. AKIL MOCHTAR
Silakan, nama Ibu siapa?
5. PENDAMPING PEMOHON: GLORY EVA BRAHMANA
Saya istri Pemohon, Ibu Glory Eva Brahmana.
6. KETUA: M. AKIL MOCHTAR
Oke dan Kuasanya ini?
7. KUASA HUKUM PEMOHON: TONIN TACHTA SINGARIMBUN
Terima kasih, Yang Mulia. Nama saya Tonin Tahcta Singarimbun sebagai Penguasa dari Anditas Law Firm. Demikian yang bisa kami sampaikan.
SIDANG DIBUKA PUKUL 13.34 WIB
8. KETUA: M. AKIL MOCHTAR Penguasa? Kuasa?
9. KUASA HUKUM PEMOHON: TONIN TACHTA SINGARIMBUN
Kuasa.
10. KETUA: M. AKIL MOCHTAR
Oh. Kedengaran saya seperti Penguasa.
11. KUASA HUKUM PEMOHON: TONIN TACHTA SINGARIMBUN Belum, belum.
12. KETUA: M. AKIL MOCHTAR
Oke, tiga hari berturut-turut perasaan saya Saudara saja yang ketemu saya di sini, tiga undang-undang ya?
13. KUASA HUKUM PEMOHON: TONIN TACHTA SINGARIMBUN Benar, Majelis.
14. KETUA: M. AKIL MOCHTAR
Ya, hari ini apa yang menjadi masalah Saudara? Silakan. Singkat, ya.
15. KUASA HUKUM PEMOHON: TONIN TACHTA SINGARIMBUN
Atas izin Majelis, Yang Mulia bahwa kami pada hari ini mengajukan untuk diuji materil adalah Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2001 juncto Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Penjelasannya terhadap Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Jadi, kenapa kami harus mengajukan ini di persidangan yang mulia ini karena Pemohon sudah merasa dirugikan hak konstitusinya dikarenakan adanya pasal tersebut. Oleh karena itu pada hari ini dengan izin Yang Mulia, maka kami bisa hadir di sini untuk menyampaikannya.
Harapan kami dari uji materil ini bisa terbuka kepada Pemohon maupun masyarakat Indonesia atau warga negara lainnya, terutama adalah para abdi negara atau pegawai negeri, dimana banyak pegawai
negara dirugikan. Mengenai Bapak Ir. Samady Singarimbun sesuai dengan putusan dari Pengadilan Negeri Rangkasbitung dinyatakan bebas dan tidak terbukti perbuatannya. Sebagaimana detailnya sudah kami susun sedemikian rupa dalam permohonan kami dan tidak perlu kami bacakan, tapi karena aturan yang tidak pernah kami baca di norma hukum kita bahwa jaksa diperkenankan mengajukan yang namanya kasasi. Tapi ternyata diajukan di kasasi, oleh Hakim kasasi dihukum sesuai dengan dakwaan kedua yaitu Pasal 2 ayat (1) dan dihukum 4 tahun.
Padahal, Bapak Ir. Samady Singarimbun hanya sebagai seorang Kepala Bagian bergaji pas-pasan dari … lulus dari ITB masuk pegawai negeri dengan cita-cita bisa mengabdi kepada negara, sampai akhir juga mengabdi kepada negara karena atas perintah atasan untuk pergi ke Rangkasbitung menyelesaikan tugas. Pada waktu melaksanakan tugas, dikatakan oleh Pak Samady Singarimbun bahwa kelima koperasi di daerah tersebut tidak layak untuk mendapatkan dana bergulir berkaitan dengan kadar daripada batu baranya karbonnya lebih dari 2%. Tetapi karena ada perintah dari menteri dari Deputi, maka itu tetap dijalankan dan yang bersangkutan sebagai anak buah, harus mematuhi kepada atasannya disuruh pergi ke Rangkasbitung untuk mengambil data, pulang dari ambil data, data diserahkan, dasar itulah dihukum oleh Majelis Hakim Agung Kasasi, padahal di Pengadilan Negeri Rangkasbitung dinyatakan tidak terbukti.
Dengan demikian, maka kami dalam arti kata Pemohon merasa dirugikan terhadap undang-undang tersebut karena dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945, dalam Pasal 1 ayat (3) dinyatakan “Negara Indonesia adalah negara hukum.” Ternyata hukum tidak ditegakkan, berikut juga Pasal 27 ayat (1), ”Segala warga negara bersama kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.” Ternyata sebagai pegawai negeri harus dihukum dengan Pasal 2 tersebut. Berikutnya lagi Pasal 28D Undang-Undang Dasar Tahun 1945 Pasal 1 dan 2, berikutnya lagi Pasal 21I Undang-Undang Dasar Tahun 1945 Pasal 2. Jadi, Pemohon merasa untuk perlu diuji undang-undang dua ini berdasarkan batu uji Undang-Undang Dasar Tahun 1945 karena memang dalam sistem hukum kita ada upaya yang disebut namanya Peninjauan Kembali, tapi Pemohon merasa perlu ini diuji dahulu kaitannya dengan masalah yang dialami.
Harapan kami dari ... dalam sidang ini bisa membatalkan Pasal 2 ayat (1) tersebut, minimal membuat persyaratan kondisional terhadap undang-undangnya. Demikian yang bisa kami sampaikan, Yang Mulia. Terima kasih.
16. KETUA: M. AKIL MOCHTAR
Baiklah, secara umum tadi sudah dijelaskan dan kami juga sudah membaca permohonan Saudara, ya. Nasihatnya ... karena Pemohonnya sama, dari tiga ... dua yang lalu, ini yang ketiga, cuma undang-undangnya kan berbeda. Nasihat formalnya sama, penyusunan formalnya sama, jadi karena ini pengujian undang-undang semuanya sama, gitu lho. Jadi Saudara perhatikan itu syarat formalnya.
Nah, materiilnya. Kan materi pasal yang diuji itu nanti Saudara cari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 3/PUU-IV/2006, ya. Pasal 2 itu ... ayat (1) itu sudah pernah diputus oleh Mahkamah, penjelasan Pasal 2 itu dibatalkan, ya. Yang dimaksud dengan secara melawan hukum itu ya, dalam pasal ini mencakup perbuatan melawan hukum dalam arti formil maupun materiil, meskipun perbuatan tersebut tidak diatur, itu sudah dibatalkan sejak tahun 2006.
Nah, jadi nanti Saudara pikirkan kembali apa perlu diuji lagi atau tidak. Nah, kemudian juga di Putusan Mahkamah Konstitusi ... 2011 ada, ya. Nah, Nomor 3 Tahun 2011, itu juga sudah diuji juga ya, tapi yang pertama itu adalah Nomor 3/PUU-IV/2006, mengenai Pasal 2 ayat (1) ... eh, Pasal 2 itu dan penjelasannya Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sudah pernah diuji. Itu Anda bisa buka di website, klik nomornya, semua pertimbangan hukumnya keluar, bisa dibaca dan bisa di print out.
Jadi di sini itu tidak seperti di peradilan umum gitu, semuanya bisa, kan
web-nya terbuka.
Karena kalau materi suatu ayat itu sudah pernah diuji, seperti kemarin walaupun bisa diuji tapi harus batu ... dasar batu ujinya alasannya harus berbeda. Nah, kalau kepentingan hukum Saudara misalnya sudah terpenuhi dengan putusan yang itu, itu sudah dianggap
cukup, ya. Karena Putusan MK itu erga omnes, jadi bukan ... walaupun
Saudara yang menguji tapi dia berlaku semuanya, seluruh warga negara dan lembaga negara terikat dengan Putusan MK itu, walaupun hanya menguji satu orang warga negara, ya.
Itu nasihat secara umum yang saya berikan. Pak Hamdan? Cukup, ya. Ibu? Cukup. Nah, jadi Saudara lihat dulu karena formalnya ... formil, permohonan Saudara perbaiki, ya. Nasihatnya sama, sama yang
kemarin, sama itu. Kewenangan Mahkamah, legal standing, kan
orangnya sama, Mahkamahnya sama, undang-undangnya ... materi pengujiannya undang-undang sama, cuma nomor undang-undangnya yang berbeda ya, formilnya sama.
Materiilnya Pasal 2 ayat (1) itu sudah ada putusan. Saudara lihat kalau memang nanti Saudara menganggap itu belum cukup, ya Saudara membuat alasan baru ya, di dalam perbaikan yang waktunya 14 hari juga ya, 14 hari juga sama dengan yang kemarin kan. Nah, cuma jatuh temponya mungkin bergeser hari.
Lalu juga formil yang lain itu surat kuasa sama itu kemarin itu, berempat yang teken satu, ya. Jadi formalnya diperbaiki lah karena itu menyangkut dokumen dan itu istilahnya kalau di peradilan umum itu kan itu berkaitan dengan apa ... legal standing Saudara itu nanti kalau enggak ini bisa NO, kan formal-formal itu penting, ya. Jadi belum memeriksa pokok perkara kan syarat-syarat formalnya harus diperiksa lebih dulu, itu lah tugas kami untuk menasihati Para Pemohon, supaya permohonannya menjadi jelas dan baik. Nah, nanti apa ... bisa kalau menurut rapat nanti setelah dua kali persidangan panel ini, Majelis Panel ini melapor di Rapat Permusyawaratan Hakim yang sembilan itu, kalau memang harus di sidang kembali, Saudara akan di sidangkan atau langsung dijatuhi putusan, ya.
Sama juga, bukti-buktinya sama dengan perkara yang lain itu sama, syarat formalnya harus dipenuhi. Jadi tidak usah berpanjang-panjang, maksudnya kita sudah mengerti yang kemudian petitumnya sama juga dengan yang sudah kita nasihati kemarin. Yang pertama menyatakan batal, yang kedua bertentangan dengan Undang-Undang Dasar ... eh, batal. Menyatakan ... mengabulkan, pasti. Kemudian yang kedua apa ... bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Yang ketiga, tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Yang keempat, pemuatan dalam berita negara atau jika Mahkamah berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya. Itu kan alternatifnya.
Cukup ya Saudara Tonin? Sama-sama Singarimbun juga, mulai dari kliennya sama kuasanya masih keluarga berarti itu. Karena masih satu ... satu marga ya? Setidak-tidaknya sesama orang Karo. Baik, cukup ya? Jadi kita kasih waktu 14 hari. Tidak harus menunggu 14 hari, kalau Anda besok bisa selesai ya silakan didaftarkan lagi.
Baik, dengan demikian sidang dalam perkara Nomor 44/PUU-XI/2013 saya nyatakan selesai dan sidang ditutup.
Jakarta, 16 Mei 2013 Kepala Sub Bagian Risalah, t.t.d.
Rudy Heryanto
NIP. 19730601 200604 1 004 SIDANG DITUTUP PUKUL 13.46 WIB
KETUK PALU 3X
Risalah persidangan ini adalah bentuk tertulis dari rekaman suara pada persidangan di Mahkamah Konstitusi, sehingga memungkinkan adanya kesalahan penulisan dari rekaman suara aslinya.