• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. jasa yang merupakan bagian dari Gramedia Majalah di Group Kompas Gramedia.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. jasa yang merupakan bagian dari Gramedia Majalah di Group Kompas Gramedia."

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1 Aktivasi Communication Terpadu

Aktivasi Communication Terpadu adalah perusahaan aktivasi merek dan jasa yang merupakan bagian dari Gramedia Majalah di Group Kompas Gramedia. Latar belakang media terbesar di Indonesia inilah yang membuat Aktivasi Communication Terpadu memberikan solusi dalam pembuatan program Activation yang terintegrasi dengan media baik cetak maupun digital. Tentunya dengan kekuatan komunitas dari masing-masing media dapat membuat program

Activation tepat sasaran. Poin ini membuat activation lebih unggul dan berdiri

terdepan. Tugas Aktivasi Communication terpadu adalah promosi non iklan yang sebagian besarnya menyelenggarakan kegiatan event (Brand Activation Agency).

Brand Activation adalah adanya interaksi langsung antara branddengan

konsumen. Hal ini tentu akan membuat hubungan antara brand dengan konsumen semakin erat. Adanya chemistry yang pada akhirnyaakan menggiring konsumen membeli produk tersebut. Di samping memberikan pengalaman yang luar biasa ke konsumen juga bisa mentrigerkonsumen untuk melakukan pembelian. Consumer

insight sangat dibutuhkan untuk membuat suatu program Activation yang sesuai

dengan tujuan brand. Data dan profil demografis konsumen sangat penting pulauntukdibentuk, sebagai usaha membangun hubungan yang lebih dekat antara

(2)

PLP Valuation, merupakan alat pengukuran yang lengkap dan dapat dipercaya. Sejalan perubahan Kompas Gramedia Majalah tersebut tuntutan industri maka dibentuklah Aktivasi Communication Terpadu berdiripada tanggal 8 Desember 2009 merupakan unit aktivasi dari Group of Magazine Kompas Gramedia. Berformat Brand Activation Agency yang diharapkan mempunyai kekuatan di strategi, konsep dan pengukuran. Aktivitas yang berkaitan dengan brand. Misalnya sebuah produk akan membuat aktivitas di salahsatu pusat perbelanjaan. Selain itu Activation bergerak di semua acara kreatif dan memberikan konsep menarik disetiap event meliputi uji cobasebuah produk demi memberikan kualitas terbaik untuk konsumen, sepertitest drive, test ride, hingga uji coba makanan.

4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan

Visi :Menjadi Brand Activation Agency terbaik.

Misi :Bagian dari solusi klien dengan menciptakan jasa aktivasi merek yang terukur, didukung dengan pengelolaan komunitas dan terintegrasi dengan media cetak, broadcast, multimedia dan digital.

4.2 Tentang Indonesia Fashion Week 2012

Indonesia Fashion Week adalah pekan fashion nasional pertama di Indonesia yang menjadi peleburan acara dunia fashion se-Indonesia. Indonesia Fashion Week 2012 bukan event yang menampilkan kreativitas dan pencitraan dunia mode semata, namun terlebih membangun bisnis melalui ajang pameran dagang yang dilengkapi dengan fashion show, seminar, workshop dan kompetisi.

(3)

Pekan fashion ini mempunyai tujuan menyatukan misi visi dan kinerja semua instansi terkait untuk menuju cita–cita Indonesia sebagai salah satu pusat mode asia dan dunia. Selain itu tujuan lain dari event ini adalah mempersiapkan para tenant dari segi produk dan branding agar siap menguasai pasar lokal dan menuju pasar global.

Indonesia Fashion Week mempunyai harapan yakni menjadi melting-pot atau titik temu industri mode Indonesia, dari berbagai aspek, kategori, bahkan lintas industri, mencakup media dan pemerintahan.Indonesia Fashion Week 2012 diharapkan dapat mempersiapkan para pelaku industri mode untuk memasuki pasar global dalam waktu mendatang.Indonesia Fashion Week terbuka bagi seluruh pelaku industri ini, baik sebagai partisipan fashion exhibition booth atau

fashion show.

Indonesia Fashion Week 2012 berusaha merangkul seluruh pelaku industri mode untuk bersama-sama memajukan bidang ini, dengan menciptakan produk yang berkualitas, tak hanya untuk mengisi pasar ekspor, tapi juga pasar konsumsi dalam negeri yang sangat berpotensi. Melalui ajang Indonesia Fashion Week inilah para desainer–desainer dapat berkesempatan mempresentasikan hasil karya–karyanya pada para buyer potensial yang akan memperluas pemasaran produknya mulai dari pasar lokal, regional dan menuju pasar dunia.

(4)

4.3 Hasil Penelitian

Pada tahap ini peneliti akan mendeskripsikan tentang hasil penelitian yang telah peneliti dapatkan setelah melakukan analisa berdasarkan sumber-sumber utama yang peneliti raih, juga berdasarkan sumber lainnya sebagai pelengkap.

Sebelum menjabarkan mengenai strategi promosi yang dilakukan oleh Aktivasi Communication Terpadu dalam Event Indonesia Fashion Week 2012, peneliti ingin memperlihatkan tentang situasi dan lingkungan mengenai event Fashion ini yang diselenggarakan oleh Aktivasi Communication Terpadu juga perlunya untuk mengetahui tentang bauran pemasaran pada event ini.

Bapak Dimas Fikhri mengatakan :

“Aktivasi Communication Terpadu adalah salah satu group Kompas Gramedia yang bergerak di bidang brand activation yang dalam hal ini Aktivation Communication Terpadu adalah sebagai penyelenggara dari kegiatan event Fashion ini. Indonesia Fashion Week adalah sebuah trade show sebagai langkah awal, banyak pemikiran yang timbul di masyarakat bahwa fashion itu dekat dengan glamour, kemudian fashion dianggap sebagai bagian dari hedonisme. Kompas Gramedia mendapatkan undangan dari Pihak Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) untuk mengadakan kerjasama untuk mengangkat industri fashion ini ke level yang siap untuk menjawab tantangan dari global sehingga dibuatlah sebuah trade show, yakni event yang mampu membuat event dagang yang bisa mengakomodir kebutuhan industri dalam mencari siapa penikmat dari dunia fashion, siapa para produsennya, dan para produsennya juga dapat menemukan siapa yang mau membeli produk mereka. Basic dari Event Indonesia Fashion Week adalahtrade show yang lebih mengedepankan event dagang atau event yang menjual hasil karya para desainer kepada para konsumen penikmat dunia fashion.Meskipun ada puluhan fashion show, ada seminar dan talkshow yang diselenggarakan dalam event ini tapi bukan inti dari diadakannya Indonesia Fashion Week melainkan adalah trade

(5)

show sebagai landasan dari diadakan event ini. Selain itu Menteri Perdagangan juga ini mengangkat ekonomi kreatif yang sudah dideklarasikan kurang lebih 3 tahun sebelum Indonesia Fashion Week dibuat tapi sepanjang tiga tahun itu progress dari usaha untuk mengangkat industri kreatif belum segitu tingginya, sehingga akhirnya semua komunitas pekerja kreatif menggerakkan rodanya dan ini adalah salah satunya industri fashion dan pekerja industri fashion berusaha untuk terjadinya Indonesia Fashion Week”.

Berdasarkan data yang diberikan oleh Aktivasi Communication Terpadu yaitu oleh Bpk Dimas, penulis dapat menjabarkan mengenai bauran pemasaran Aktivasi Communication Terpadu dalam Event Indonesia Fashion Week yaitu :

a. Produk : Indonesia Fashion Week Jenis : Event

Tanggal : 23 – 26 Februari 2012 b. Price : Tiket Masuk Rp. 10.000,-

c. Place : Indonesia Fashion Week diselenggarakan di Jakarta Convention Centre (JCC). Memilih Jakarta Convention Centre karena dari sisi kapasitas belum ada lagi venue Jakarta yang sebesar JCC yang mampu menampung 400 brand dan 2 halluntuk area

fashion show.

d. Promotion :menggunakan komponen bauran promosi seperti

advertising, public relations, personal selling, direct marketing dan

sales promotion dan dimulai dengan menggunakan key massage.

(6)

“...setelah key message dirumuskan baru kita menentukan siapa spoke

person, siapa yang boleh ngomong, jadi misalkan nanti dilihat dimana–mana seluruh komunikasi tentang Indonesia Fashion Week 2012 tidak akan jauh dari lima key massageyang utama itu, itu patokannya. Ini ada laporan kerja dari Departmen Komunikasi yang disusun seperti teori Lasswell.Nah prosesnya itu dibangunnya seperti itu, kita discuss sourcenya apa, messagenya apa, channelnya mau lewat apa, channelnya bisa lewat spoke person, media, ada juga lewat media promosi yang kita bayar. Proses mengkomunikasikannya sendiri ada tiga tahap pertama bergabunglah dengan IFW, datanglah ke IFW, dan IFW 2012 sukses loh, itu adalah ketiga pesan yang akan disampaikan kekhalayak luas.”

Berdasarkan hasil wawancara diatas, menurut peneliti Aktivasi Communiction Terpadu sebelum melakukan kegiatan promosi terlebih dahulu menentukan key message. Pesan kunci yang telah dirumuskan ini nantinya akan dikomunikasikan oleh spoke person yang terlebih dahulu sudah ditentukan oleh penyelenggara, agar informasi mengenai Indonesia Fashion Week tidak akan berbeda dari key massage yang telah dirumuskan sebelumnya.

4.3.1 Analisa SWOT

Dalam menentukan sebuah strategi promosi tentunya dilakukan tahap-tahap diawal perencanaan seperti dengan melakukan analisa pasar dengan melakukan analisa STP juga analisa SWOT drai produk suatu perusahaan yang ingin dijual. Begitu juga Aktivasi Communication Terpadu sebagai penyelenggara event dalam mengadakan event Indonesia Fashion Week 2012 melakukan beberapa strategi promosi yang sesuai dengan tujuan event sehingga dapat

(7)

meningkatkan jumlah pengunjung yang akan hadir dalam event Indonesia Fashion Week 2012 ini.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Bpk Dimas, selaku Manager Marketing dari Aktivasi Communication Terpadu adanya analisa SWOT

(strengths, weakness, opportunities dan threats)yaitu:

Kekuatan (strengths) yang diartikan disini adalah kekuatan atau kelebihan yang dimiliki oleh perusahaan dalam mengelola dan mengembangkan perusahaannya. Bpk Dimas menjelaskan kekuatan dari Event Indonesia Fashion Week 2012 yakni:

“Event Indonesia Fashion Week 2012 ini diharapkan dapat menjadi cikal bakal event fashion terbesar dan termegah di Indonesia. Karena ini adalah hasil kerja sama antara Assosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan Kompas Gramedia yang dalam hal ini Aktivasi Communication Terpadu sebagai unit yang berada dibawah naungan Kompas Gramedia, jadi dengan kekuatan media yang dimiliki Kompas Gramedia akan mempertegas nuansa event fashion ini."

Indonesia Fashion Week 2012 diselenggarakanoleh Aktivasi Commnunication Terpadu yang mana adalah sebuah unit dari Kompas Gramedia Group.Ini menjadikan kekuatan tersendiri dari sisi brand penyelenggara karena berada dibawah naungan perusahaan yang memiliki reputasi baik.Selain itu, Indonesia Fashion Week juga digagas bersama Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) yang anggota-anggotanya adalah para perancang busana senior yang tentunya memiliki reputasi baik di dunia fashion tanah air.

(8)

Kedua hal tentang penyelenggara tersebut bisa menjadi kekuatan karena para peserta tentunya akan melihat background yang ada dari penyelenggara. Para peserta yang ikut berpartisipasi,yang dalam hal ini adalah para exhibitor tentu akan mempunyai nilai tersendiri karena dapat bergabung dalam event ini. Banyak hal yang dapat diraih dengan lebih mudah apabila suatu oraganisasi atau perusahaan tersebut sudah mempunyai background yang kuat, misalnya saja bisa memudahkan pencarian sponsor, bisa memudahkan proseskerjasama dengan perusahaan yang bergerak dibidang serupa, dan lain sebagainya.

Selain kekuatan dari sisi penyelenggara, strenght juga melihat karakteristik dari bisnis, dan oleh karenanya penulis juga melihat adanya kekuatan lain dari event Indonesia Fashion Week, yaitu sebagai event fashion yang digagas menjadi yang terbesar dan termegah yang pernah ada di Indonesia.Kelengkapan konten yang dipersiapkan memperkaya dan memeriahkan kemegahan event ini.Dengan demikian harapan akanantusiasme dari para pengunjung sangatlah tinggi,sehingga tentunya akan berdampak positif bagi Aktivasi Communication Terpadu yang menjadi pelaksana dari event ini.

Weakness (kelemahan) adalah kelemahan–kelemahan yang dimilki oleh

perusahaan. Bpk Dimas Fikhri mengatakan tentang kelemahan yang ada pada event ini adalah :

“Kelemahan yang dimiliki pada Event Indonesia Fashion Week 2012 ini adalah sekian banyak aspek yang akan diangkat dalam event tersebut maka sebenarnya persiapan waktu dan pelaksanaannya menjadi keterbatasan tersendiri dan juga event ini baru pertama kali diselenggarakan sehingga mungkin dilihat dari sisi awareness itu adalah hal yang perlu di genjot sekali dan waktu negosiasi antara APPMI dengan Kompas Gramedia yang begitu kian lamanya sehingga

(9)

percaya atau tidak kita mempersiapkan ini semua dalam waktu tiga bulan ini menurut kami kelemahan yang memberatkan adalah karena kita belum terbiasa membuat pameran sebesar ini, kita memang sering membuat event dan pameran tapi dengan skala yang kecil”.

Berdasarkan wawancara diatas mengenai kelemahan yang ada dalam event ini yakni kurangnya waktu persiapan dalam pelaksanaan untuk mengangkat semua aspek dalam waktu yang singkat.Penulis berpendapat bahwa kelemahan tersebut dapat diminimalisir apabila persiapan yang akan dibutuhkan disiapkan sesuai dengan aspek yang akan diangkat dalam event ini.

Selain soal waktu persiapan yang memang singkat, penulis menilai tidak terbiasanya pihak Aktivasi Communication Terpadu dalam menyelenggarakan bentuk event fashion yang mengandung banyak muatan konten juga menjadikan sebuah kelemahan tersendiri.Hal ini menyebabkan segala proses persiapan memerlukan proses pembelajaran yang terntunya lagi-lagi berkaitan dengan ketersediaan waktu yang tentunya tidak singkat. Karena jika digagas sebagai event fashion terbesar dan termegah, maka ekspektasi yang muncul tentunya juga akan besar.

Opportunity (peluang) merupakan kondisi peluang eksternal yang

berkembang dimasa yang akan datang dan akan terjadi. Bpk Dimas mengatakan peluang dari event ini yaitu :

“...Kami mempersiapkan Event Indonesia Fashion Week 2012 adalah

sebagai sebuah kesempatan baru untuk menjadi pionir di event fashion yang mengembangkan konsepnya bukan hanya sekedar fashion show saja, tapi juga event yang mempunyai trade juga dan masih banyak konsep lainnya yang akan

(10)

dikembangkan lebih luas lagi. So, ini adalah event fashion terbesar, termegah yang datang dengan konsep baru dan hadir di Indonesia.”

Berdasarkan penjelasan dari narasumber mengenai peluang yang hadir dalam event ini penulis mempunyai kesimpulan bahwa Indonesia Fashion Week adalah event yang membangun bisnisnya melalui ajang pameran dagangtentunya akan mengembangkan industri kreatif sebagai salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

Penulis menilai, misi mulia Indonesia Fashion Week untuk menghadirkan bentuk event fashion baru yang akan berimbas pada perekonomian Indonesia mampu memberikan kesempatan tersendiri bagi penyelenggara. Karena misi ini tentunya akan mendapatkan dukungan pemerintah, yang dalam hal ini adalah beberapa kementrian terkait seperti Kementrian Perdagangan, Kementrian Perindustrian, dan Kementrian Pariwisata dan Industri Kreatif. Selain pemerintah, masyarakat luas pun tentunya akan antusias untuk ikut serta menyukseskan pergelaran event ini.

Threats (ancaman) adalah ancaman bagi perusahaan baik itu dari luar

maupun dari dalam perusahaan tersebut. Ancaman yang datang dari dalam dapat berupa adanya perpecahan yang timbul akibat suatu perbedan pandangan dan tujuan antara divisi satu dengan divisi yang lain dan adanya kesalahpahaman antara individu satu dengan individu lainnya. Dan ancaman yang datang dari luar dapat berupa sosial budaya, pasar, biaya, para pesaing, pemerintah dan pelanggan.

(11)

Bpk. Dimas Fikhri mengatakan mengenai ancaman dari event ini adalah : “ ...yang dianggap ancaman itu sebenarnya disini adalah event sejenis

yang sudah lebih dahulu diselenggarakan yaitu Jakarta Fashion Week, cuma kita punya pembeda – pembeda untuk menangkal ancaman tersebut.”

Berdasarkan wawancara diatas, peneliti menyimpulkan bahwa adanya ancaman bagi Indonesia Fashion Week berasal dari unsur eksternal.Ancaman yang datang dari luar yang dimaksud dalam hal ini adalah pesaing event bernuansa sejenisyaitu Jakarta Fashion Week. Event yang dilaksanakan oleh Femina Group ini memang lebih dahulu menyelenggarakan kegiatan event fashion, namun tetap peneliti melihat ini bukan ancaman yang terlalu berat karena Indonesia Fashion Week akan melahirkan banyak pembeda seperti yang dikatakan oleh narasumber. Menurut penulis pembeda tersebut adalah dilihat dari besarnya event yang diselenggarkan, juga segala konten yang dipersiapkan didalamnya. Indonesia Fashion Week memang bukan hanya sekedar fashion biasa, sebagaimana yang dikatakan oleh Bpk Dimas, Indonesia Fashion Week memfokuskan pembeda dengan menghadirkan formattrade show.Fashion dagang inibertujuan untuk memajukan industri ekonomi kreatif agar lebih bekembang dan dapat menembus pasar global.Selain itu, event bernuansa trade show tentunya mampu menarik lebih banyak pihak untuk turut serta sekaligus mengajak masyarakat luas untuk bisa menikmati ajang fashion yang selama ini identik dengan ekslusifitas karena hanya bisa dinikmati segelintir orang saja.

(12)

4.3.2 Analisa Segmentation,Targeting, Positioning

Sebelum menyusun strategi promosi, penting bagi setiap organisasi untuk mengidentifikasi pasar. Karena setiap pemasar perlu terlebih dulu menentukan, kepada siapa mereka akan mengkomunikasikan pesan promosinya. Sebagai upaya mengidentikasi pasar, pemasar akan merumuskan segmentasi, targeting, dan positioning, atau biasa dikenal dengan STP.

Segmentation

Soal segmentasi, berikut petikan wawancara dengan Bpk Dimas Fikhri :

“Secara demografis kami memetakan sasaran kami pada khalayak berumur 17 tahun keatas, laki-laki dan perempuan, dengan SES A dan B, dan mayoritas pekerjaannya adalah wiraswasta dan karyawan. Secara geografis kami menyasar khalayak yang tinggal di daerah perkotaan, yang dalam hal ini kami utamakan tentunya adalah warga yang tinggal di daerah JABODETABEK. Merujuk jarak terhadap tempat penyelenggaraan IFW itu sendiri yang berada di JCC. Walaupun tidak menutup kemungkinan kami kedatangan khalayak yang berasal dari Bandung, Surabaya, atau bahkan Denpasar. Sedangkan secara psikografis tentunya kami menyasar khalayak yang memperhatikan dunia mode. Selain itu tentunya mereka adalah orang yang modern, aktif, dan dinamis.”

Berdasarkan uraian beliau, maka bisa disimpulkan bahwa segmentasi pasar yang disasar event Indonesia Fashion Week 2012 adalah sebagai berikut :

a Geografis

Wilayah : JABODETABEK, Bandung, Denpasar dan Surabaya Kepadatan : Perkotaan

b Demografis

Usia : 17 tahun keatas Jenis Kelamin : Perempuan dan Lelaki

(13)

SES : A dan B

Pekerjaan : Wiraswasta, Karyawan c Psikografis

Kepribadian : aktif, dinamis, modern Gaya hidup : pemerhati mode

Berdasarkan penjabaran data diatas maka dilihat dari sisi geografis, wilayah menjadi sasaran dari kegiatan promosi yang dilakukan oleh Aktivasi Communication Terpadu dalam event Indonesia Fashion Week untuk meningkatkan pengunjung ini adalah khalayak yang berada di wilayah perkotaan, karena secara geografi, pasar yang tinggal di daerah perkotaan dianggap dekat dengan dunia fashion dan gaya hidup. Sedangkan bila dilihat dari sisi demografis event tersebut ini lebih memfokuskan pada khalayak yang berada di usia 17 tahun ke atas dengan memiliki status ekonomi sosial yakni A dan B. Karena dengan usia dan status ekonomi tersebut mereka dianggap sudah memiliki penghasilan sendiri dan mampu mengelola keungan dengan baik. Jika dilihat dari sisi psikografis, event ini menyasar khalayak yang aktif, melihat gaya hidup sebagai kebutuhan, pemerhati mode dan khalayak yang senang akan kemajuan fashion yang sedang berkembang saat ini.

Berdasarkan perencanaan segmentasi yang telah dipaparkan diatas,berikut terlampir grafik segmentasi dari pengunjung riil Indonesia Fashion Week2012 mulai dari geografis, demografis dan psikografis berdasarkan hasil evaluasi dari departemen riset ACT :

(14)

Ag (Su Do (Su ge (%) umber ACT, A omisili (%) umber ACT, A < 20 20 ‐ 24 25 ‐ 29 30 ‐ 34 35 ‐ 39 40 ‐ 44 45 ‐ 49 ≥ 50 Jaksel Tangerang Jaktim Bogor Jakpus Depok Bekasi Jakbar Jakut Lainnya rsip Indonesia Gr rsip Indonesia 7 8 7 4 3 6 5 4 Grafik 4 a Fashion We afik 4.2 a Fahion Wee 14 11 8 8 7 7 6 4.1 eek 2012) ek 2012) 27 30 19 24

(15)

Oc (Su Be geografis, adalah kh yang may ekonomi s ditentukan baik. Ta Se yang haru banyak pe ccupation (% umber ACT, A erdasarkan p wilayah m alayak yang yoritas hadi sosial yakn n pada fase argeting (Pe telah meng us diputuska emasar yang W Karyaw Ibu Rumah T Karya G %) Gr Arsip Indone penjabaran mayoritas pe g berada di ir berada d ni A dan B e perencana embidik Pas gidentifikas an adalah b g melakuka Wiraswasta wan Swasta Mahasiswa Tangga (IRT) wan BUMN PNS Profesional Pelajar Guru/Dosen afik 4.3 esia Fashion data diatas, engunjung y i wilayah p di usia 17 t B. Artinya, aan telah te sar) i pasar da berapa besa an usaha un 7 4 2 2 2 2 n Week) ,makabisa d yang hadir perkotaan. S tahun ke at rumusan sa epat sasaran alam segme ar pasar yan ntuk mengid 18 15 disimpulkan di Indonesi Secara demo tas dengan asaran audi n dan terim entasi, lang ng harus di dentifikasi p 47 n bahwa dar ia Fashion W ografis kha memiliki s ience yang mplentasi de gkah selanju itarget. Sem pasar yang ri sisi Week alayak status telah engan utnya makin lebih

(16)

kecil atau dalam kata lain grup pasar yang paling sesuai demi alasan efektifitas penyampaian pesan.

Tidak semua skema segmentasi berguna. Karenanya untuk mendapat kegunaan, Kotler membuat lima kriteria untukmengidentikasi efektifitas segmentasi. Lima kriteria tersebut adalah : dapat diukur, cukup substansial, dapat diakses, dapat dibedakan, dan dapat dieksekusi. Dapat diukur artinya memfokuskan targeting pada ukuran luasnya pasar dan ukuran daya beli.Soal targeting, berikut kutipan wawancara dengan Bpk Dimas Fikhri :

“Setelah melalui proses pengelompokan pasar, kami mengukur kapasitas kami untuk hanya mentarget pasar yang lebih spesifik. Ini kami lakukan karena tentunya kami memiliki keterbatasan, baik dari sisi jangkauan dan tentu saja budget. Dari situ kami memutuskan untuk hanya memfokuskan kegiatan komunikasi kami pada khalayak yang tinggal di JABODETABEK, khalayak yang mapan, penyuka mode, dan tentu saja memiliki kebutuhan terhadap konten yang akan kami sajikan pada event tersebut.”

Menurut penulis, Indonesia Fashion Week memiliki ukuran pasar yang sangat luas.Karena dunia fashion tentunya erat dengan kehidupan keseharian banyak orang, sehingga event bertema fashion yang biasanya identik dengan kelas atas saja memperlebar ukuran pasarnya untuk masyarakat yang lebih luas melalui konten trade show.Berbicara soal ukuran daya beli, industri ini telah membuktikan diri mampu tumbuh dari tahun ke tahun.Sebuah bukti bahwa banyak orang yang membelanjakan pendapatannya untuk kebutuhan fashion.Sehingga dapat dikatakan melalui skala keterukuran, target yang disasar Indonesia Fashion Week cukup menjanjikan.

(17)

Cukup substansial artinya memfokuskan targeting pada apakah segmen yang diidentifikasi cukup besar dan menguntungkan. Sebuah segmen sebaiknya merupakan grup besar yang layak untuk dikejar atau dalam kata lain cukup penting. Menurut penulis, targeting Indonesia Fashion Week dilakukan terhadap market yang cukup substansial. Karenanya Indonesia Fashion Week juga mengarahkan penyusunan pesan komunikasinya tentang sebuah event yang cukup penting dan tidak boleh terlewatkan, terutama oleh segmen pasar penyuka dunia fashion.

Dapat diakses artinya target yang disasar bisa dengan efektif dijangkau dan dilayani. Terkait Indonesia Fashion Week yang segmentasi geografisnya adalah orang yang tinggal di daerah perkotaan, penulis menilai dari segi jangkauan mereka tentunya dapat dengan lebih mudah dijangkau terutama melalui media-media yang mereka konsumsi sehari-hari.Sedangkan soal pelayanan, pemilihan tempat dan banyaknya konten dalam Indonesia Fashion Week tentunya menjadikan event ini sebagai event yang bisa dijangkau dan menjangkau segmen secara efektif.

Dapat dibedakan artinya segmen yang ditarget secara konseptual memiliki pembeda dan akan memberi respon berbeda terhadap program komunikasi yang berbeda. Menurut penulis, pembeda utama yang menjadi poin penting pada khalayak yang menjadi target Indonesia Fashion Week adalah kemapanan mereka dari banyak sisi, baik itu usia, status ekonomi, elemen perilaku dan elemen psikografis. Sehingga terkait efektifitas target, sangatlah penting bagi Indonesia Fashion Week untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka akan dunia fashion

(18)

dengan menyediakan konten yang selengkap mungkin untuk kemudian dikomunikasikan melalui strategi promosi.

Dapat dieksekusi artinya program-program yang diciptakan harusnya bisa direalisasikan dengan menarik sekaligus mampu melayani target. Indonesia Fashion Week berupaya menggabungkan banyak konten tentang fashion yang tentunya dapat direalisasikan. Konsep penggabungan, yang didalamnya terkandung tradeshow inilah yang diharapkan mampu menarik banyak pihak sekaligus mampu melayani banyak kebutuhan dari target.

Dari seluruh unsur yang penting dalam mengukur efektifitas target, menurut penulis, Indonesia Fashion Week telah menyusun berbagai pertimbangan untuk strategi promosinya agar mampu mengarah secara efektif dan menghasilkan dampak yang cukup signifikan terhadap target yang dituju.

Positioning

Aktivasi Communication Terpadu dalam memposisikan event Indonesia Fashion Week 2012 ini menempatkan brand event dibenak khalayak sasarannya sebagai event yang bukan hanya semata–mata event fashion show belaka, namun lebih ke event trade show yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan industri fashion kreatif sebagai salah suatu cara untuk meningkatkan perekonomian Indonesia

Bpk. Dimas Fikhri mengatakan :

”…bahwa event Indonesia Fashion Week 2012 ini adalah bukan sekedar event fashion biasa, tetapi kami menanamkan dibenak khalayak yang menjadi sasaran kami bahwa event ini adalah event fashion yang mengedepankan trade

(19)

show sebagai daya tarik utama yang penting untuk dikomunikasikan. Yang dengan itu nantinya akan mampu mengakomodir kebutuhan industri fashion”.

Positioning tersebut dianggap mampu menjembatani pesan antara para desainer–desainer dan industri fashion terkait dengan khalayak yang menjadi target.dalam menciptakan dan mengembangkan dunia fashion.Penulis melihat dengan penempatan positioning bahwa event Indonesia Fashion Week 2012 ini sebagai event yang mengedepankan trade show. Positioning inilah yang menjadi pembeda jelas dari event sejenis dan akan begitu penting dalam proses komunikasi selanjutnya mengingat rumusan pesan akan sangat dipengaruhi bagaimana acara ini ingin diposisikan dalam benak khalayak sasarannya.

Event ini juga menegaskan semangat para desainer yang terus menuangkan karya–karyanya untuk membudidayakan potensi dunia mode Indonesia dengan tanpa menghilangkan sisi orisinil dari budaya Indonesia itu sendiri.

4.3.3 Strategi Promosi

Strategi promosi adalah perencanaan taktik operasional, berupa tindakan-tindakan yang dilakukan oleh sebuah organisasi atau perusahaan untuk menginformasikan, mempengaruhi, dan mengarahkan sasarannya agar membeli barang atau jasa.

Implementasi sebuah kegiatan promosi tidak terlepas dari perumusan perencanaan awal sebuah strategi.Karenanya penting sebelum menentukan melakukan sebuah kegiatan promosi untuk terlebih dulu membuat strateginya

(20)

secara garis besar. Tentunya dengan terlebih dulu menganalisa situasi pasar dan menentukan sasaran dari strategi promosi yang akan dibuat tersebut.

Setiap pemasar sangat perlu penetapan strategi promosi yang terencana dan tersusun dengan baik, begitu pula dengan perencanaan daalm Event Indonesia Fashion Week 2012 dalam mempromosikan event tersebut.

Oleh karena itulah Aktivasi Communication Terpadu menerapkan tahapan-tahapan dalam kegiatan promosinya terkait event Indonesia Fashion Week. Berdasarkan wawancara dengan Bpk. Dimas, strategi promosi yang diterapkan adalah strategi push dan strategi pull.

“...IFW tentunya menggunakan strategi push dan pull. Mengingat strategi ini adalah pondasi yang nantinya akan diturunkan dalam elemen bauran promosi. Penggunaan push kami terapkan pada bauran promosi personal selling dan direct marketing. Sementara penggunaan pull kami terapkan lewat elemen advertising, sales promotion, dan public relation.”

Sesuai dengan penjelasan dari Bpk. Dimas Fikhri mengenai push strategy, untuk menciptakan sebuah penjualan maka perlu dilakukan pendekatan langsung dengan target potensial dari event tersebut.

Kegiatan event merupakan kegiatan yang fokus pada bentuk barang konsumen. Push strategy bisa juga diartikan pemasar yang mendekati target potensial untuk dapat meyakinkan, mengajak serta hingga terjadi transaksi membeli atau dalam hal ini adalah banyaknya pengunjung yang datang dalam event tersebut.

Sementara pullstrategy atau strategi tarik menggunakan jalur yang relatif lebih panjang untuk membangun permintaan konsumen. Strategi tersebut

(21)

digunakan lewat belanja iklan yang biasanya memakan biaya besar. Jika strategi

pull berjalan lancar, maka biasanya akan memancing pembicaraan di masyarakat

yang lebih luas sehingga bisa berdampak lebih besar terhadap penjualan produk.

Pull strategy ini dilakukan dalam event Indonesia Fashion Week 2012

dengan tujuan memberikan informasi yang bersifat mengajak dan menstimuli target yang dituju secara tidak langsung.

4.3.4 Bauran Promosi

Dalam melakukan bauran promosi event Indonesia Fashion Week 2012 ini melakukan beberapa bentuk bauran pemasaran yaitu melalui advertising, sales

promotion, public relations, direct marketing, dandirect marketing. Dalam event

Indonesia Fashion Week 2012 ini, Aktivasi Communication Terpadu tidak melakukan personal selling karena harapan akan penjualan tiket cukup tinggi sehingga jika dilakukan dengan toolspersonal selling akan memakan proses yang memakan energi untuk mendapatkan hasil singkat dan produk yang ditawarkan bukanlah berupa barang.

a. Advertising

Advertising yang dilakukan oleh Aktivasi Communication Terpadu dalam

mempromosikan event Indonesia Fashion Week ini sesuai dengan wawancara oleh Bpk Haekal selaku Marketing Planning mengatakan :

“Kami melakukan kegiatan advertising melalui banyak medium baik itu media cetak, media elektronik, juga media luar ruang. Secara total kami melibatkan 5 radio, 28 majalah dan tabloid, 3 harian, 6 televisi, dan 6 website. Format exposure-nya pun bermacam-macam disesuaikan dengan jenis medianya,

(22)

mulai dari display iklan cetak, artikel, TV dan radio spot, liputan, talkshow, poster, dan lain sebagainya.Banyak dari media yang terlibat berstatus media partner. Dengan kata lain kami menjalin kerjasama dengan saling bertukar value demi efisiensi dan efektifitas promosi bersama. Lewat advertising juga kami secara berstruktur menyampaikan 3 key message yang berbeda. Kami memulainya dengan pesan ‘Join IFW 2012’, setelah itu ‘Come to IFW 2012’, hingga akhirnya kami menutupnya dengan pesan ‘IFW 2012 works!’. Bisa dikatakan elemen advertising adalah bauran promosi paling penting sebagai penyalur pesan pada target kami, karenanya kami mengalokasi budget promosi terbesar pada elemen ini.”

Menurut penulis kegiatan advertising untuk mempromosikan event Indonesia Fashion Week di beberapa Majalah dan tabloid yang memilikikesesuaian dengan target yang disasar sangatlah tepat. Khalayak tersebut telah terkelompokkan sebagai khalayak yang memerhatikan mode, pegiat dunia lifestyle, dan penikmat dunia fashion.

Indonesia Fashion Week 2012 menempatkan iklan–iklannya dibeberapa media yang juga berada dibawah naungan Kompas Gramedia seperti Majalah Instyle, Hai dan lainnya.Sedangkan melalui radio untuk beriklan adalah Motion Radio. Media iklan below the lineevent Indonesia Fashion Week 2012 membuat billboard yang dipasang dibeberapa ruas jalan, poster dan umbul–umbul yang ditepatkan di beberapa titik jalan yang dapat dilihat oleh khalayak banyak.

Dengan bauran promosi melalui sarana periklanan atau advertising, sangatlah memberikan pengaruh yang cukup besar karena dengan memasang iklan pada beberapa media surat kabar dan majalah, khalayak yang melihat bisa dapat membaca secara berulang–ulang karena akan ada kemungkinan surat kabar dan

(23)

majalah tersebut masih dapat disimpan dan kemungkinan akan dibaca kembali suatu waktu.

Sedangkan pada medium radio, juga cukup menarik karena jika iklan tersebut dibacakan oleh penyiarnya bisa jadi terus menerus pendengarnya mendengarkan isi pesan yang disampaikan oleh penyiar sehingga dapat menimbulkan awareness kepada para khalayak yang dituju.Aktivasi

Communication Terpadu dalam mempromosikan event Indonesia Fashion Week 2012 juga menjalin kerjasama dengan beberapa media yang dipilih untuk mengkomunikasikan pesan mapun informasi mengenai event tersebut.

Pada sarana medium BTL (below the line )seperti billboard, umbul–umbul, poster dan flyer juga perlu diperhatikan selain tentunya desain master yang sudah sama dengan iklan cetaknya perlu diperhatikan penempatan pemasangannya poster dan dalam pembagian flyer. Karena jika diletakkan pada titik ruas jalan yang sepi dan jarang ada yang lewat tentu akan menyia–nyiakan desain layout dan pesan yang sudah diproduksi.

Mengenai bentuk kerjasama seperti bertukar value menurut penulis sangat tepat dengan begitu akan dapat meminimalisir budget untuk kegiatan promosi. Dimana media yang bekerja sama akan mendapatkan tempat dari masing–masing logo media tersebut yang akan di tepatkan di beberapa materi iklan, dan benefit yang didapatkan adalah mendapatkan beberapa slot gratis dari media yang terlibat.

(24)

b. Public Relations

Mengenai bauran promosi public relations, Bpk Haekal mengatakan :

“Public relation kami lakukan dengan melakukan serangkaian press conference baik pada saat sebelum event maupun saat event berlangsung. Karena kegiatan ini termasuk dalam kegiatan public relation, maka sebelum melakukan serangkaian press conference kami merumuskan pesan-pesan penting untuk dikomunikasikan secara terstruktur oleh para spoke person & faces of IFW yang telah dipilih. Selain melakukan press conference, kami juga melakukan media visit pada beberapa media yang kami anggap penting melihat kesesuaian media-media tersebut dengan target dari IFW. Dan yang juga tak kalah penting, kami menerapkan kebijakan untuk membuka seluas-luasnya pintu IFW pada semua jurnalis untuk melakukan peliputan dengan terlebih dulu melakukan pendaftaran melalui situs kami : www.indonesiafashionweek.com. Tidak sekedar meliput, kami juga menyediakan beberapa fasilitas untuk para jurnalis dalam media center seperti lounge, snack bar, hingga komputer kerja yang dilengkapi akses internet.Kesemuanya kami lakukan untuk mendapatkan publisitas pemberitaan yang sebaik mungkin.”

Dalam kegiatan public relations ini Indonesia Fashion Week membuat struktur pesan yang terkandung dalam event tersebut yang akan dikomunikasikan kepada khalayak melalui media yang bekerja sama untuk menyebarkan pesan tersebut. Struktur pesan tersebut dikomunikasikan melalui spoke person dan faces Indonesia Fashion Week yang telah dipilih untuk menjelaskan kepada media– media pada saat press conference.

Menurut penulis kegiatan public relations event Indonesia Fashion Week 2012 sangat efektif.Kegiatanyang dilakukan Aktivasi Communication Terpadu dalam event Indonesia Fashion Week 2012 ini telah mampu meningkatkan bobot kuantitas pemberitaan acara ini melalui serangkaian press conference baik pada

(25)

saat sebelum event maupun saat event berlangsung. Pengelolaan media center juga digarap rapi dan berhasil melayani kebutuhan banyak jurnalis yang hadir untuk meliput penyelenggaraan Indonesia Fashion Week 2012.

c. Sales promotion

Bpk Haekal mengatakan kegiatan promosi yang dilakukan dalam event Indonesia Fashion week ini salah satunya adalah sales promotion :

“Kami menerapkan elemen sales promotion dengan memberikan free entry IFW kepada para nasabah BNI. Bauran sales promotion kami manfaatkan untuk menarik pihak sponsor agar begabung dengan IFW, tentunya dengan memberikan kelebihan-kelebihan pada pelanggan mereka untuk menikmati IFW dalam hal akses yang terbaik. Seperti juga lewat undangan-undangan fashion show yang untuk menghadirinya memerlukan akses khusus.”

Sales promotion atau promosi penjualan yang dilakukan dalam event

Indonesia Fashion Week 2012 ini adalah dengan memberikan kemudahan bagi pengunjung yang menggunakan kartu BNI dapat masuk secara gratis dan ada beberapa pemilik kartu BNI yang mendapatkan undangan untuk menghadiri

fashion showyang tidak semua pengunjung dapat menikmati dan melihat fashion

show yang diadakan. Poin bauran promosi yang satu ini dimanfaatkan untuk memberi nilai lebih kepada pengunjung yang merupakan nasabah BNI.

d. Direct marketing

Direct marketing digunakan Aktivasi Communication Terpadu dalam

mempromosikan event Indonesia Fashion Week, seperti penjelasan yang dikatakan oleh Bpk Haekal :

“...Direct marketing kami lakukan melalui beberapa medium komunikasi

(26)

ini mengingat format medium ini mampu menjangkau secara personal dan mampu memuat pesan yang tentunya lebih lengkap ketimbang medium komunikasi massa. Dan selain itu dengan melakukan BBM broadcast maupun SMS blast secara langsung dapat mempengaruhi orang terdekat untuk mengajak agar dapat datang ke event IFW 2012 tersebut.

Dari petikan wawancara diatas, penulis merasa cukup tepat penggunaan

direct marketing dalam kegiatan promosi Indonesia Fashion Week 2012. Seperti

yang dijabarkan diatas bahwa format ini mampu menjangkau secara personal dan mampu memuat pesan yang tentunya lebih lengkap.

Selain itu target dari event ini juga adalah khalayak penikmat teknologi jadi memudahkan dalam penyampaian informasi dan pesan yang akan disampaikan kepada mereka. Melalui SMS, Email dan BBM blast secara langsung dapat mempengaruhi orang–orang terdekat untuk dapat mengajak dan menstimuli agar dapat datang ke event Indonesia fashion Week 2012 tersebut.

Selanjutnya Indonesia Fashion Week mempertajam kegiatan direct

marketing-nya melalui elemen social media.Bpk Haekal mengatakan sebagai

berikut :

“Ya, perkembangan dunia komunikasi dewasa ini lewat pertumbuhan pengguna internet yang besar mengharuskan kami turut menggunakan internet, terutama social media untuk melakukan kegiatan promosi. Selain memiliki official website sebagai wadah informasi lengkap tentang IFW, kami senantiasa memberikan update-update pada khalayak lewat akun-akun social media seperti facebook, twitter, dan youtube. Selain itu kami juga membuat pesan melalui tulisan yang dalam hal ini bertujuan untuk melakukan promosi kepada pengguna akun.

(27)

Social media yang dilakukan dalam event Indonesia Fashion Week 2012

ini dengan menggunakan akun facebook (Indonesia Fashion Week), akun twitter

@IFW2012.

Bentuk kegiatan promosi melalui social media penulis rasa cukuplah efektif untuk membuat target sasaran menjadi lebih aware terhadap event Indonesia Fashion Week 2012. Dalam bentuk kegiatan promosi melalui social

media juga dapat secara langsung melihat respon dan feedback yang disampaikan

oleh para pemilik akun mengenai event Indonesia Fashion Week 2012 tersebut. Melihat perkembangan dari social media yang sekarang ini sedang berkembang sangat pesat, maka penggunaan social media sebagai sarana kegiatan promosi yang dalam hal ini adalah untuk mempromosikan event Inodonesia Fashion Week 2012 sangat tepat dan cukup efisien bila diukur dari segi waktu maupun dari sisi finansial.

4.4 Pembahasan

William Stanton menguraikan langkah-langkah dalam pembentukan strategi pemasaran sebagai berikut: Melakukan analisis situasi ; Penentuan sasaran pemasaran; Penyeleksian pasar sasaran dan mengukur permintaan pasar; merancang bauran pemasaran; dan mempersiapkan rencana pemasaran tahunan.41

Berdasarkan uraian tersebut, maka menurut penulis Indonesia Fashion Week telah mengikuti langkah-langkah yang diperlukan dalam membuat perencanaan strategi pemasarannya.

(28)

Di fase analisis situasi, tim Indonesia Fashion Week memetakan situasi melalui analisis SWOT. Pada analisa lingkup internal, di poin strenght Indonesia Fashion Week dipandang sebagai sebuah event yang diselenggarakan oleh pihak-pihak yang memiliki keunggulan latar belakang. Aktivasi Communication Terpadu sebagai pelaksana adalah perusahaan yang bernaung dibalik nama Kompas Gramedia yang merupakan perusahaan besar di dunia media. Sementara APPMI adalah sebuah asosiasi yang sudah lama bergelut di industri fashion tanah air, sehingga memahami betul lingkup dan seluk beluk fashion dan konteksnya dengan industri di Indonesia.

Pada poin weakness, event Indonesia Fashion Week dipandang sebagai sebuah event perdana yang hadir dengan konsep baru.Meskipun dilaksanakan oleh penyelenggara yang kuat, namun tentunya mereka masih perlu mempelajari banyak hal terkait penyelenggaraan perhelatan sebesar Indonesia Fashion Week. Tentunya diperlukan banyak perhatian terhadap detil-detil penyelenggaraan yang akan menunjang kesuksesan acara ini secara keseluruhan.

Pada analisa lingkup eksternal, di poin opportunity Indonesia Fashion Week dipandang sebagai sesuatu yang baru dan memiliki banyak potensi yang bisa dimanfaatkan banyak pihak.Karena acara ini dikonsep untuk memenuhi kebutuhan industri fashion tanah air. Buktinya saja ragam konten yang kemudian dihadirkan mulai dari trade event, fashion show, seminar, dan kompetisi diminati pengunjung dan mendapat dukungan banyak pihak.

Pada poin threat, Indonesia Fashion Week mendapat ancaman dari event Jakarta Fashion Week karena event tersebut sudah lebih dulu diselenggarakan dan

(29)

tentunya juga bergelut di dunia fashion. Meskipun begitu, Indonesia Fashion Week mencoba hadir dengan konsep yang berbeda dan lebih ‘membumi’. Perbedaan jelas terlihat dari ragam konten, khususnya trade show yang tidak dimiliki oleh Jakarta Fashion Week.

Langkah selanjutnya yang dijalankan dalam penyusunan strategi adalah Penentuan sasaran pemasaran dan penyeleksian pasar sasaran dan mengukur permintaan pasar. Fase ini dijalankan dengan analisa Segmentation,Targeting,

Positioning yang mereka lakukan.

Pada penentuan Segmentasi, Indonesia Fashion Week secara jelas menyasar khalayak berusia 17 tahun keatas, laki-laki dan perempuan, memiliki status ekonomi sosial A dan B, tinggal di daerah perkotaan, bergaya hidup modern, dan tentu saja penyuka mode.

Selanjutnya pada proses targeting, Indonesia Fashion Week menyaring secara lebih seksama dengan mengukur kapasitas mereka dalam melaksanakan kegiatan komunikasinya. Tercetuslah rencana untuk hanya berfokus pada khalayak yang tinggal di area JABODETABEK, mapan, dan memiliki kebutuhan terhadap konten fashion yang akan dihadirkan itu sendiri.

Pada perumusan positioning, Indonesia Fashion Week secara lugas menentukan posisinya sebagai event fashion terbesar di Indonesia yang mengutamakan trade show sebagai daya tarik utama dalam mendatangkan pengunjung. Positioning inilah yang diambil dan dikomunikasikan sebagai pembeda jelas dari event sejenis yang sudah sebelumnya diadakan, yaitu Jakarta

(30)

FashionWeek. Tujuannya tentu saja menancapkan hubungan antara Indonesia Fashion Week dan elemen trade show itu sendiri pada benak khalayak sasarannya.

Melangkah ke proses selanjutnya, merancang bauran pemasaran. Pada fase ini Indonesia Fashion Week terlebih dulu memetakan pesan-pesan kunci yang akan mereka komunikasikan melalui bauran promosi. Pesan-pesan kunci itu mereka jabarkan dalam tiga tahap yaitu : bergabunglah dengan IFW, datanglah ke

IFW, dan kesuksesan IFW.

Pesan-pesan tersebut kemudian dalam gambaran besar strategi promosi lewat push strategy dan pull strategy. Strategi ini kemudian yang menjadi landasan penerapan bauran promosi. Dalam upayanya menjangkau khalayak yang banyak, maka sebagian besar alokasi biaya komunikasi bisa terlihat jelas diarahkan untuk mengakomodir strategi tarik melalui elemen bauran promosi periklanan. Sementara untuk lebih efektif dalam penyampaian pesan promosinya, Indonesia Fashion Week melaksanakan strategi dorong melalui elemen direct

marketing lewat beragam medium berbasis internet dan media sosial.

Secara umum, hampir seluruh elemen bauran promosi diberdayakan oleh tim komunikasi Indonesia Fashion Week mulai dari advertising, sales promotion,

public relations, direct marketing, hingga social media. Nyatanya kesemua

elemen tersebut berhasil menarik lebih dari 30.000 untuk hadir dan ikut menjadi bagian dari perhelatan akbar dunia fashion Indonesia ini.42

Saat penyelenggaraan Indonesia Fashion Week, Aktivasi Communication Terpadu menjalan riset dengan menjadikan pengunjung sebagai respondennya.       

42

http://company.gramediamajalah.com/news_event/read/37/IFW-2012-Celebration-for-Indonesia-Fashion-Industry

(31)

Salah satu membuat menghadir ACT : Me promosi b mampu m hingga ber Te terdepan seperti SM ruang sepe u pertanyaa mereka tah ri event ter (Sumbe enurut pen bisa diangg menjadi topi rada di urut etapi jika d secara efek MS dan BBM erti brosur, Teman/Saudar Handphone (SMS Brosu Media an yang mer hu tentang IF rsebut. Ber Gr er ACT, Arsip ulis, genca ap sebagai ik yang dib tan teratas s dilihat dari ktifitas ada M blast. Ke spanduk, da ra/Keluarga S, BBM, dll) ur/Spanduk Undangan a elektronik Internet Koran Majalah Lainnya Tabloid reka ajukan FW dan be ikut adalah afik 4.4 Indonesia Fa arnya prom faktor utam ahas di ling umber infor i elemen b alah direct emudian di an lainnya. 1 8 8 6 2 2 2 1 n adalah su rhasil mem h grafik has hion Week 20 mosi melalu ma mengap gkungan tem rmasi paling bauran prom marketing susul adver 7 umber inform mbujuk mere sil olahan d 012) ui beragam pa Indonesia man, sauda g berpengar mosi, mak g melalui m rtising mela 52 49 masi mana eka untuk d departemen elemen b a Fashion W ara, dan kelu

ruh. ka yang mu medium-me alui medium 2 yang datang n riset auran Week uarga uncul edium m luar

(32)

Berdasarkan keseluruhan proses, bisa disimpulkan bahwa strategi promosi Indonesia Fashion Week dijalankan sesuai kaidah-kaidah yang telah dirumuskan dalam teori pemasaran yang hingga kini masih relevan secara efektif mewujudkan ekspektasi penyelenggara Indonesia Fashion Week.

Referensi

Dokumen terkait

Peserta dalam video yang diunggah pada portal youtube dengan judul sesuai juknis LKSN PDBK Tahun 2021 dan dikirimkan melalui portal aplikasi registrasi LKSN PDBK Tahun 2021 merupakan

Hasil bordir yang dimaksud dalam penelitian ini adalah suatu seni berupa benda yang dihasilkan melalui proses atau cara dengan menambah hiasan menggunakan

Konsep yang diajukan pada pengembangan desain kali ini adalah desain halte dan rambu lalu lintas khusus halte yang berfungsi sebagai penunjang pejalan kaki dalam

permukiman. b) Pusat ini ditandai dengan adanya pampatan agung/persimpangan jalan (catus patha) sebagai simbol kultural secara spasial. c) Pola ruang desa adat yang berorientasi

Jadi dalam penelitian ini fenomena yang akan diteliti adalah mengenai keadaan penduduk yang ada di Kabupaten Lampung Barat berupa dekripsi, jumlah pasangan usia

Konsentrasi K+ dlm larutan tanah merupakan indeks ketersediaan kalium, karena difusi K+ ke arah permukaan akar berlangsung dalam larutan tanah dan kecepatan difusi tgt pada

Berdasarkan data yang diperoleh oleh peneliti dari guru BK berdasarkan buku catatan kasus (permasalahan- permasalahan yang dialami peserta didik dalam belajar) yaitu masih