©2012
Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun, secara elektronis maupun mekanis, termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan teknik perekam lainnya, tanpa izin tertulis dari penerbit
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya dengan rahmat dan hidayah-Nya, Buku Pedoman Akademik tahun 2012-2013 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dapat terselesaikan.
Buku Pedoman Akademik Universitas ini berisi informasi tentang ketentuan-ketentuan dan peraturan yang terkait dengan proses akademik secara umum yang berlaku di lingkungan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
Buku pedoman akademik ini diharapkan dapat membantu sivitas akademika, khususnya mahasiswa dan dosen untuk memahami sistem akademik dan administrasi yang berlaku di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
Sangat kami sadari bahwa buku pedoman akademik yang kami susun ini masih ada kekurangannya, maka kami sangat mengharapkan saran dan masukan demi penyempurnaan buku pedoman akademik yang akan datang. Kepada semua pihak yang telah membantu hingga terbitnya buku pedoman akademik ini kami sampaikan terima kasih.
Surabaya, 1 September 2012 Wakil Rektor I,
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
Kampus I : Jl. Ngagel Dadi III-B/37 Telp. 031-5041097 Fax. 031-5042804 Surabaya Kampus II: Jl. Dukuh Menanggal XII Telp. 031-8281182, 8281183, 8273999 Surabaya
KEPUTUSAN
REKTOR UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA Nomor: 223/SK/VIII/2012
Tentang:
PEMBERLAKUAN BUKU PEDOMAN AKADEMIK TAHUN 2012/2013 DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
REKTOR UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA,
Menimbang : 1. Bahwa penyelenggaraan kegiatan akademik Universitas PGRI Adi Buana Surabaya harus dilaksanakan secara tertib dan disiplin agar tujuan pendidikan tinggi dapat tercapai
2. Bahwa guna mencapai tujuan pendidikan tinggi dimaksud perlu diterbitkan buku Pedoman Akademik yang berisi ketentuan-ketentuan yang mengatur kegiatan akademik di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Mengingat : 1. Undang-undang No.20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintah No.60 tahun 1999, tentang Pendidikan Tinggi; 3. SK. Mendikbud RI.No.047/D/O/1998, tentang Universitas PGRI Adi
Buana Surabaya
4. Statuta Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Memperhatikan: Hasil Rapat Pimpinan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya tanggal 20 Agustus 2012
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
Pertama : Memberlakukan Buku Pedoman Akademik tahun 2012/2013 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya;
Kedua : Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan segala sesuatunya akan ditinjau kembali apabila terdapat kesalahan dalam penetapan ini.
Ditetapkan : di Surabaya
Pada tanggal : 31 Agustus 2012
Rektor,
Drs. H. SUTIJONO, M.M.
Tembusan Kepada Yth:
1. Ketua PPLP PT. PGRI Surabaya 2. Para Wakil Rektor
3. Para Dekan, Direktur Program, Direktur Lembaga
DAFTAR ISI
halaman
Kata Pengantar ... i
Surat Keputusan Rektor ... ii
Daftar Isi ... iii
Garuda Pancasila ... v
Tri Dharma Perguruan Tinggi ... vi
Lambang dan Makna Lambang Unipa ... vii
BAB I PENDAHULUAN A. Sejarah Singkat Unipa Surabaya ... 1
B. Azas, Tugas Pokok, Fungsi dan Tujuan ... 2
C. Visi dan Misi ... 3
D. Penjaminan Mutu ... 3
E. Struktur Organisasi ... 5
BAB II PENERIMAAN MAHASISWA BARU A. Penerimaan Mahasiswa Reguler ... 8
1. Persyaratan ... 8
2. Seleksi Mahasiswa Baru ... 9
3. Mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru ... 9
B. Penerimaan Mahasiswa Transfer/Pindahan ... 10
BAB III REGISTRASI MAHASISWA ON-LINE A. Registrasi Mahasiswa Baru ... 12
B. Nomor Induk Mahasiswa ... 12
C. Pengunduran Diri Sebagai Mahasiswa Baru ... 12
D. Prosedur Pengambilan Dana ... 13
E. Daftar Ulang Mahasiswa Lama ... 13
F. Masa Perkenalan Mahasiswa Baru ... 13
BAB IV PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN A. Pengertian Istilah ... 14
B. Ciri-ciri Sistem Kredit Semester ... 15
C. Tujuan Sistem Kredit Semester ... ... 15
D. Ekivalensi Beban Studi ... 15
E. Penjadwalan Pelaksanaan Program Sistem Semester ... 16
F. Bimbingan Rencana Studi Mahasiswa ... 16
G. Dosen wali ... 17
H. Pelaksanaan Perkuliahan ... 17
I. Cuti Kuliah atau Berhenti Studi Sementara ... 17
J. Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa ... 18
K. Perhitungan Nilai Akhir (NA) ... 19
L. Kuliah Kerja Nyata (KKN) ... 19
M. Tugas Akhir Program Sarjana ... 19
N. Tugas Akhir Program Diploma ... 22
P. Evaluasi hasil Belajar Semester ... 24 Q. Yudisium ... 25 R. Predikat Kelulusan ... 25 S. Sanksi Akademik ... 26 T. Ketentuan Pembayaran SPP ... 26 U. Wisuda ... 27
V. Gelar Akademik, Keahlian, dan Profesi ... 27
W. Lain-lain ...27
BAB V KURIKULUM PROGRAM STUDI A. Pengertian ... 28
B. Landasan ... 28
C. Prinsip Pengembangan ... 28
D. Prinsip Pelaksanaan ... 28
E. Pengelompokan dan Struktur Kurikulum ... 28
BAB VI PENUNJANG PROSES STUDI A. Perpustakaan ... 74
B. Tata Tertib Akademik dan Keuangan ... 77
C. Tata Tertib Kuliah dan praktikum ... 78
D. Tata Tertib Ujian ... 79
LAMPIRAN-LAMPIRAN A. Daftar Pejabat Unipa Surabaya ... 81
B. Daftar Nama Tenaga Pengajar ... 83
C. Daftar Nama Tenaga Administratif ... 88
D. Hymne Unipa ...91
E. Mars Unipa ... 92
PANCASILA
1. KETUHANAN YANG MAHA ESA
2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB 3. PERSATUAN INDONESIA
4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN
TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI
1. PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
2. PENELITIAN
Lambang dan Makna Lambang Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya memiliki lambang:
Arti lambang:
1. Sayap mengepak berwarna kuning emas terdiri dari lima helai
a. Sayap mengepak, diartikan bahwa nafas perkembangan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, selalu membuka diri terhadap perkembangan dan kemajuan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan atau Seni.
b. Sayap terdiri lima helai, diartikan memberikan kiasan yang bermaknakan bahwa perguruan tinggi dalam menjalankan visi dan misinya tetap berada dalam bingkai tata krama berbudi luhur, yang bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila.
c. Warna kuning emas, memberikan kiasan sebagai kemantapan dan keluhuran budi dari segenap civitas akademika.
2. Obor berwarna hijau tembaga dengan lima lidah nyala api
a. Obor, adalah suluh yang memberikan segenap informasi edukasi kepada semua arah, tanpa memandang, asal usul keturunan, ras dan agama.
b. Warna hijau tembaga, memberikan kiasan sebuah pengabdian yang tulus dalam budi dan kedewasaan dalam pikir.
c. Nyala api berwarna merah, memberikan kiasan dinamika yang tinggi disertai keberanian, dan kebenaran segenap aktivitas civitas akademika.
3. Buku berwarna dasar putih
a. Buku, melambangkan wahana untuk menorehkan ilmu pengetahuan sebagai wujud kesungguhan civitas akademika dalam mengemban amanat bangsa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
b. Warna putih, memberikan kiasan kesucian dan ketulusan lahir batin
4. Bumi, melambangkan keagungan niatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dalam mengabdikan diri, senantiasa menjadi kelestariannya.
BAB I PENDAHULUAN
A. Sejarah Singkat Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Adi Buana Surabaya selanjutnya disingkat Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, merupakan pengembangan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Surabaya yang selanjutnya disebut IKIP PGRI Surabaya dengan Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan Adi Buana Surabaya (STTL Adi Buana Surabaya).
Didorong oleh idealisme yang tinggi untuk berperan serta mencerdaskan kehidupan bangsa, para tokoh pendidikan di Jawa Timur, yakni: Bapak Abdul Rajab bertempat tinggal di Malang; Bapak Drs. Iskandar Wirjokusumo dan Bapak Drs. Soelaiman Joesoef bertempat tinggal di Surabaya; pada bulan April 1971 mendirikan perguruan tinggi yang secara khusus ditujukan untuk menghasilkan dan meningkatkan mutu guru pada semua jenjang pendidikan. Perguruan tinggi yang didirikan dinamakan IKIP PGRI Sarmidi Mangunsarkoro berkedudukan di Surabaya. Peresmian IKIP PGRI Sarmidi Mangunsarkoro dilakukan oleh Bapak Soekotjo selaku Wali Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya, pada tanggal 20 Mei 1971 di Gedung Nasional Indonesia (GNI), jalan Bubutan Surabaya. GNI dipilih sebagai tempat peresmian karena merupakan gedung bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan pergerakan bangsa Indonesia dalam rangka mencapai kemerdekaan pada masa kebangkitan nasional, juga merupakan makam tokoh pergerakan Dr. Soetomo. Pada waktu diresmikan IKIP PGRI Sarmidi Mangunsarkoro memiliki Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dengan jurusan Pendidikan Umum.
Pada tahun 1976, IKIP PGRI Sarmidi Mangunsarkoro berada di bawah pembinaan Pengurus Daerah VIII PGRI Jawa Timur dan namanya diubah menjadi IKIP PGRI Jawa Timur. IKIP PGRI Jawa Timur memiliki kantor pusat di Surabaya dipimpin oleh Bapak H.A. Hudan Dardiri sebagai Rektor dan Bapak Drs. M. Ali Basjar sebagai Sekretaris Institut. Situasi saat itu memungkinkan IKIP PGRI Jawa Timur memiliki beberapa cabang antara lain di Madiun dan Pasuruan yang masing-masing dipimpin oleh Dekan Koordinator. IKIP PGRI Jawa Timur koordinatorat Surabaya dipimpin oleh Dekan Koordinator Bapak Drs. Masini Atmadji.
Kebijakan pemerintah tentang pembinaan perguruan tinggi mempengaruhi perkembangan IKIP PGRI Jawa Timur. Pada tahun 1985 koordinatorat-koordinatorat IKIP PGRI Jawa Timur berubah menjadi Perguruan Tinggi Swasta yang masing-masing berdiri sendiri.
Koordinatorat IKIP PGRI Jawa Timur di Surabaya berubah menjadi IKIP PGRI Surabaya berdasarkan SK. MENDIKBUD RI. No. 070/1985, tertanggal 18 Februari 1985. IKIP PGRI Surabaya berada di bawah naungan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi IKIP PGRI Surabaya (YPLP-PT PGRI Surabaya) yang dipimpin oleh Bapak Drs. Masini Atmadji, sedangkan Rektor dijabat oleh Bapak H. A. Hudan Dardiri.
Pada tahun 1998 IKIP PGRI Surabaya memperoleh perluasan mandat yang dapat menyelenggarakan program kependidikan maupun nonkependidikan. Oleh karena itu, IKIP PGRI Surabaya merger dengan Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan
Adi Buana Surabaya (STTL Adi Buana Surabaya) berubah menjadi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang dikukuhkan dengan SK MENDIKBUD RI No. 47/D/O/1998 tertanggal 23 Juni 1998.
Saat ini Universitas PGRI Adi Buana Surabaya memiliki 5 fakultas, 1 program pascasarjana, dan 1 program kebidanan. Program studi yang ada seluruhnya berjumlah 21 program studi, dan 2 program profesi. Secara lebih rinci jumlah program studi di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya disajikan dalam tabel 1.
Tabel 1: Fakultas, Program Studi, Program Profesi, dan Jenjang Studi serta Status Program Studi
B. Asas, Tugas Pokok, Fungsi dan Tujuan
1. Asas
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya berasaskan Pancasila dan UUD 1945. 2. Tugas Pokok
Tugas pokok Universitas PGRI Adi Buana Surabaya adalah menyelenggarakan pendidikan akademik, vokasi, dan profesi yang terdiri atas berbagai disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni.
Fakultas Program Studi Jenjang Status Pascasarjana Teknologi Pembelajaran S-2 Terakreditasi BAN-PT
Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
1. Bimbingan dan Konseling S-1 Terakreditasi BAN-PT 2. Pendidikan Bahasa Inggris S-1 Terakreditasi BAN-PT 3. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia S-1 Terakreditasi BAN-PT 4. Pendidikan Kepelatihan Olahraga S-1 Terakreditasi BAN-PT 5. Pendidikan Kesejahteraan Keluarga S-1 Terakreditasi BAN-PT 6. Pendidikan Matematika S-1 Terakreditasi BAN-PT 7. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan S-1 Terakreditasi BAN-PT 8. Pendidikan Seni Rupa S-1 Terakreditasi BAN-PT 9. Pendidikan Guru PAUD S-1 Izin Penyelenggaraan
No. 857/D/T/2009 10. Pendidikan Guru Sekolah Dasar S-1 Terakreditasi BAN-PT 11. Program Pendidikan Guru dalam Jabatan S-1 SK MENDIKNAS No. 015/P/2009 12. Program Profesi Guru dalam Jabatan bagi Guru
Sekolah Dasar
Pend.
Profesi SK MENDIKNAS No. 126/P/2010 13. Program Profesi Guru dalam Jabatan bagi Guru
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Pend. Profesi
Ekonomi (FE) 1. Akuntansi S-1 Terakredatasi BAN-PT
2. Manajemen S-1 Terakreditasi BAN-PT
Matematika dan Ilmu Pengetahu- an Alam (FMIPA)
1. Biologi S-1 Terakreditasi BAN-PT 2. Statistika S-1 Terakreditasi BAN-PT
Teknologi Industri (FTI)
1. Teknik Elektro S-1 Terakreditasi BAN-PT 2. Teknik Industri S-1 Terakreditasi BAN-PT
Teknik Sipil & Perencanaan (FTSP)
1. Perencanaan Wilayah dan Kota S-1 Terakreditasi BAN-PT 2. Teknik Lingkungan S-1 Terakreditasi BAN-PT Kebidanan D-3 Terakreditasi BAN-PT
3. Fungsi
a. Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan dan pengajaran.
b. Melaksanakan penelitian dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni.
c. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
d. Melaksanakan pembinaan civitas akademika dalam hubungannya dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni.
e. Membangun jaringan kerja sama dengan pihak lain. f. Melaksanakan kegiatan layanan administratif. 4. Tujuan
a. Menghasilkan tenaga ahli, sarjana, dan magister yang bermoral Pancasila, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cerdas dan terampil, memiliki budi pekerti luhur, memiliki semangat kebangsaan, serta cinta tanah air Indonesia. b. Membina serta mengembangkan ilmu berdasarkan kaidah pengembangan
ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni.
c. Meningkatkan mutu pegawai edukatif dan pegawai administratif di lingkungan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
d. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada umumnya; khususnya anggota PGRI.
C. Visi dan Misi
1. VISI
Menjadikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya mampu menghasilkan kader bangsa berperilaku keilmuan, profesional, berjiwa kewirausahaan yang berbasis riset.
2. MISI
a. Mengembangkan pola kepemimpinan yang proporsional yang berasaskan ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, dan tut wuri handayani
b. Mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi, kontekstual, yang relevan dengan kebutuhan warga belajar dan pasar
c. Mengembangkan suasana akademik yang kondusif untuk menunjang penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi
d. Mengembangkan akuntabilitas organisasi dan manajemen internal e. Menjamin kontinuitas penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi
f. Mengembangkan riset dan kewirausahaan yang menunjang pembangunan masyarakat
g. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
D. Penjaminan Mutu
Penjaminan mutu atau Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan upaya sadar, sistematis dan terencana yang dilakukan oleh Universitas untuk menjaga dan mengarahkan agar setiap kegiatan yang diselenggarakan mengacu pada visi dan misi, tujuan dengan harapan dapat memuaskan stakeholder (para pihak yang berkepentingan) yakni: dosen, mahasiswa, staf penunjang, orang tua mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah. SPMI merupakan komitmen tertulis Universitas PGRI Adi Buana Surabaya kepada stakeholders yang harus dipenuhi dan dilaksanakan dengan cara pengembangan
SPMI secara terus menerus/berkelanjutan, oleh karena itu dibutuhkan dukungan berbagai pihak yang terkait untuk melaksanakannya termasuk mahasiswa. Dokumen tertulis tentang SPMI meliputi Kebijakan Mutu, Standar Mutu, Manual Mutu, Manual Proses, Instruksi Kerja dan borang.
Tujuan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya seperti yang tercantum dalam statuta pasal 2 tentang jati diri yakni: membentuk insan yang tanggap, tangguh, berilmu, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, pelopor pembangunan yang berkelanjutan dan pewaris budaya serta pasal 6 tentang tujuan yakni:
1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di dalam dan di luar Universitas
2. Menghasilkan tenaga ahli dan atau profesi, sarjana, magister dan doktor yang sesuai dengan asas dan jati diri Universitas
3. Membina, mengembangkan dan memberdayakan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau seni berdasar pola pikir ilmiah dan kewirausahaan.
Pelaksanaan SPMI di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dilaksanakan oleh UPT Penjaminan Mutu yang bertugas sesuai dengan statuta pasal 74, yaitu sebagai berikut. 1. Merencanakan sistem penjaminan mutu
2. Melaksanakan monitoring dan evaluasi
3. Melaksanakan koordinasi dengan bagian terkait untuk mengakses data penjaminan mutu
4. Mendokumentasikan dan menyusun laporan penjaminan mutu.
Dalam melaksanakan SPMI Universitas PGRI Adi Buana Surabaya mengacu pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 2 ayat 1 setiap satuan pendidikan wajib memenuhi minimal 8 standar yang meliputi: 1. standar isi; 2. standar proses; 3. standar kompetensi lulusan; 4. standar pendidik dan tenaga kependidikan; 5. standar sarana dan prasarana; 6. standar pengelolaan; 7. standar pembiayaan; dan 8. standar penilaian pendidikan.
Mahasiswa dapat berperan aktif dan berhak tahu minimal 4 standar mutu yakni standar isi (kurikulum) program studi yang dipilihnya, standar proses yakni proses/ pelaksanaan pembelajaran; standar kompetensi lulusan yakni kemampuan baik kognitif, afektif maupun psikomotor yang dimiliki setelah dinyatakan lulus semua program yang dibebankan dan ditempuhnya, standar penilaian yakni yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar mahasiswa. Keempat standar mutu tersebut sangat berkaitan secara langsung dengan kebutuhan mahasiswa, sedangkan standar mutu lainnya diharapkan mahasiswa berperan dan mengawal implementasinya. Bentuk keterlibatan mahasiswa dalam SPMI dapat berupa pemberian masukan, saran, kiritik atau yang lainnya, tentang kegiatan penjaminan mutu di lingkungan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dengan menggunakan instrumen pengumpulan data yang berupa kuesioner, wawancara atau instrumen lainnya. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen tersebut dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang pelaksanaan SPMI, sehingga mahasiswa dapat berperan aktif secara cermat dan seksama dalam memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk kemajuan bersama. Waktu pengumpulan data diusahakan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar/ujian mahasiswa, yakni pada setiap awal semester atau waktu lain yang ditentukan.
E. Struktur Organisasi
1. Unsur Pimpinan a. Rektor
1) Memimpin penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, membina tenaga kependidikan, maha- siswa, tenaga administrasi, serta hubungannya dengan lingkungan.
2) Membina, menjalin, dan melaksanakan kerja sama dengan perguruan tinggi lain baik dari dalam dan luar negeri serta instansi pemerintah, swasta dan masyarakat.
b. Wakil Rektor I (WAREK I)
Wakil Rektor I bertugas membantu Rektor dalam memimpin pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. c. Wakil Rektor II (WAREK II)
Wakil Rektor II bertugas membantu Rektor dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum dan keuangan.
d. Wakil Rektor III (WAREK III)
Wakil Rektor III bertugas membantu Rektor dalam pelaksanaan kegiatan di bidang kemahasiswaan dan TI (teknologi informatika).
e. Wakil Rektor IV (WAREK IV)
Wakil Rektor IV bertugas membantu Rektor dalam pelaksanaan kegiatan di bidang humas, kerja sama, dan kewirausahaan (entrepreneur).
2. Unsur Pelaksana Akademik
a. Dekan/Direktur Kebidanan/Direktur Pascasarjana
Dekan/Direktur Kebidanan/Direktur Pascasarjana adalah pimpinan fakultas/ program studi yang bertanggungjawab kepada Rektor dalam tugas penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, membina tenaga kependidikan, tenaga administrasi, dan mahasiswa.
b. Wakil Dekan I/Wakil Direktur I (Wadek I/Wadir I) Bidang Akademik
Membantu Dekan/Direktur Kebidanan/Direktur Pascasarjana dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
c. Wakil Dekan II/Wakil Direktur II (Wadek II/Wadir II) Bidang Administrasi Umum Membantu Dekan/Direktur Kebidanan/Direktur Pascasarjana dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang Administrasi Umum dan Keuangan.
d. Wakil Dekan III/Wakil Direktur III (Wadek III/Wadir III) Bidang Kemahasiswaan Membantu Dekan/Direktur Kebidanan/Direktur Pascasarjana dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang pengembangan kemahasiswaan dan pelayanan kesejahteraan mahasiswa.
e. Ketua Program Studi
Ketua Program Studi adalah unsur pelaksana akademik yang bertanggung- jawab kepada Dekan dalam penyelenggaraan program studi.
f. Sekretaris Program Studi
g. Ketua Laboratorium/Studio/Sanggar
Ketua Laboratorium/Studio/Sanggar adalah unsur pelaksana akademik yang bertanggungjawab kepada Dekan dalam pelaksanaan praktikum mahasiswa di Laboratorium/Studio/Sanggar.
h. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) adalah unsur pelaksana akademik yang bertanggungjawab kepada Rektor melalui Wakil Rektor I dalam menyelenggarakan program pendidikan akademik untuk melaksanakan kegiatan penelitian serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
i. Direktur Lembaga Pengkajian, Perencanaan dan Pengembangan (LP3) Bertugas melakukan kajian atas rencana/program-program baru yang hendak diusulkan berdasarkan kebutuhan masyarakat pada saat ini dan mendatang, menyusun rencana/program pengembangan lembaga berdasarkan hasil kajian, melakukan pengelolaan, pembinaan dan pengembangan dengan berpedoman kepada peraturan, perundangan yang berlaku yang bertanggung jawab kepada Rektor.
j. Direktur Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Sumber Belajar (LP2SB)
Bertugas merencanakan, menyelenggarakan, membina, mengembangkan berbagai program peningkatan kualitas SDM, dengan berpedoman kepada Peraturan dan Perundangan yang berlaku yang bertanggungjawab kepada Rektor melalui Wakil Rektor I.
3. Unsur Pelaksana Administrasi (Kepala Biro)
Kepala Biro adalah pelaksana administrasi yang diangkat dan bertanggung- jawab kepada Rektor dalam menyelenggarakan pelayanan teknis administrasi. Kepala Biro pada Universitas PGRI Adi Buana Surabaya sebagai berikut.
a. Kepala Biro Administrasi Umum (BAU)
1) Biro Administrasi Umum (BAU) adalah unsur pelaksana pimpinan di bidang administrasi umum dan administrasi keuangan.
2) Kepala BAU bertanggungjawab kepada Rektor melalui Wakil Rektor II. 3) Kepala Bagian dan Kepala Sub. Bagian bertanggungjawab kepada
Kepala Biro.
b. Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK)
1) Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK) adalah unsur pelaksana pimpinan di bidang administrasi akademik dan kemahasiswa-an.
2) Kepala BAAK bertanggungjawab kepada Rektor melalui Wakil Rektor I. 3) Kepala Bagian dan Kepala Sub. Bagian bertanggungjawab kepada
Kepala Biro.
4. Unsur Penunjang: Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) adalah unsur penunjang yang diangkat dan bertanggungjawab kepada Rektor dalam pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berada di luar fakultas, jurusan, laboratorium/studio/sanggar.
Unit Pelaksana Teknis yang dimiliki Universitas PGRI Adi Buana sebagai berikut. a. Penjaminan Mutu
b. University Press
c. Bidang Kerja sama, Humas, dan Promosi d. Bidang Pengelola Kewirausahaan e. Bidang Kemahasiswaan
f. Perpustakaan dan
g. Teknologi Informasi dan Komunikasi. 5. Laboratorium
Laboratorium yang dimiliki Universitas PGRI Adi Buana sebagai berikut. a. Laboratorium Bahasa Inggris
b. Laboratorium Kimia c. Laboratorium Biologi Dasar d. Laboratorium Mikro Biologi e. Laboratorium Kultur Jaringan f. Laboratorium Teknik Elektro g. Laboratorium Teknik Industri h. Laboratorium Teknik Lingkungan i. Laboratorium Komputer Akuntansi j. Laboratorium Tata Busana k. Laboratorium Tata Boga l. Laboratorium Tata Rias
m. Laboratorium Bimbingan dan Konseling n. Laboratorium PPKn
o. Sanggar Seni Rupa
p. Studio Microteaching dan Microcounseling q. Laboratorium Keperawatan Dasar dan Kebidanan r. Laboratorium Mikrobiologi
s. Laboratorium Perencanaan Wilayah dan Kota t. Sanggar Sastra
u. Laboratorium Bank Mini
v. Laboratorium Pengembangan Model Pembelajaran dan w. Laboratorium Multimedia.
BAB II
PENERIMAAN MAHASISWA BARU
A. Penerimaan Mahasiswa Reguler 1. Persyaratan
a. Program studi Kebidanan Jenjang D-3
1) Berbadan sehat, tidak buta warna, tidak tunafisik, dan tidak ada ganguan pendengaran.
2) Wanita Lulusan SMU/SMA, SMK, MA atau sederajat.
3) Mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan kembali formulir pendaftaran yang sudah diisi ke tempat pendaftaran dengan melampir- kan:
a) Fotokopi STTB/STK/Ijazah SMU/SMA, SMK, MA atau sederajat, NEM dan Raport kelas I, II, III yang dilegalisir 2 (dua) Lembar.
b) Foto Hitam Putih 3 x 4 cm, 2 (dua) lembar. c) Membayar biaya pendaftaran dan tes kesehatan. 4) Tinggi Badan Minimal 150 cm, dan berat badan proporsional. b. Program Sarjana (S-1)
1) Berijazah SMU/SMA, SMK, MA atau sederajat.
2) Mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan kembali formulir pendaftaran yang sudah diisi ke tempat pendaftaran dengan melampir- kan:
a) Fotokopi STTB/STK/Ijazah SMU/SMA, SMK, MA atau sederajat yang telah dilegalisir sebanyak 2 lembar.
b) Pas foto hitam-putih, ukuran 3 x 4 cm sebanyak 2 (dua) lembar. 3) Membayar biaya pendaftaran.
c. Program Sarjana S-1 khusus Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 1) Berijazah SMA, SMK, MA atau sederajat.
2) Sehat Jasmani dan Rohani. 3) Tidak buta warna.
4) Usia makimal 20 tahun. 5) Tinggi badan minimal 150 cm. 6) Lulus tes potensi akademik (TPA).
7) Mengisi dan mengembalikan formulir pendaftaran dengan melampirkan: a. Fotokopi Ijazah SMA, SMK, MA atau sederajat (dilegalisir, 2 lembar). b. Foto Hitam Putih 3 x 4 cm = 2 (dua) lembar.
c. Surat Keterangan sehat dan tidak buta warna dari dokter (diperlukan setelah lulus TPA dan tes khusus).
d. Fotokopi raport kelas 1, 2, dan 3 SMA, SMK, MA. 8) Membayar biaya pendaftaran dan biaya tes khusus. d. Program Pascasarjana (S-2)
1) Mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan kembali formulir pendaftaran yang sudah diisi ke tempat pendaftaran dengan melampirkan:
a) Fotokopi Ijazah S-1 (dua) lembar. b) Fotokopi Transkrip Nilai (dua) lembar.
c) Pas Foto hitam putih 4x6 cm = 3 (tiga) lembar, dan 2x3 cm = 3 (tiga) lembar.
2) Membayar biaya pendaftaran. e. Tempat Pendaftaran
1) Kampus Ngagel Dadi III B/37 Surabaya, 60245. Telepon 031-5041097; 5041190; Fax. 031-5042804. 2) Kampus Dukuh Menanggal XII/4 Surabaya, 60234.
Telepon 031-8281181; 8281183; 8273999; Telp/Fax 8289637.
2. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru
a. Mahasiswa Reguler
Calon mahasiswa reguler adalah mereka yang berasal dari lulusan SMU/SMA, SMK, MA, atau sederajat. Sistem penerimaan mahasiswa baru dapat menggunakan 2 (dua) pola, yaitu melalui jalur tes dan melalui jalur pelacakan unggulan/non-tes.
b. Jalur tes dilaksanakan dengan cara calon mahasiswa mengikuti tes masuk yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Materi tes meliputi: Pancasila, Matematika, IPA terpadu, IPS, tes kesehatan, dan tes bakat minat
c. Jalur Unggulan/non-tes. Seleksi dilakukan berdasarkan prestasi yang telah dimiliki oleh calon mahasiswa. Bagi calon mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang akademik, IPTEK, olahraga, dan seni tidak perlu mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui tes. Mereka dapat langsung diterima sebagai mahasiswa baru, dengan melampirkan tanda penghargaan/sertifikat yang dimilikinya.
d. Mahasiswa Transfer/Pindahan
Calon mahasiswa pindahan adalah mereka yang sebelumnya pernah mengikuti perkuliahan pada suatu perguruan tinggi baik yang sudah terminal (berijazah) maupun yang belum memilki ijazah. Seleksi calon mahasiswa dilakukan secara administrasi berdasarkan surat permohonan yang diajukan kepada Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (up. Dekan) sesuai dengan ketentuan yang dilengkapi: Ijazah (bagi yang sudah terminal), surat keterangan pindah, dan transkrip nilai.
3. Mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru
a. Calon Mahasiswa datang ke bagian pendaftaran untuk memperoleh keterangan/informasi atau langsung mengambil formulir pendaftaran.
b. Setelah mengambil formulir pendaftaran, calon mahasiswa mendapatkan blangko untuk diisi dan dilengkapi persyaratannya.
c. Bagi calon mahasiswa yang melalui jalur unggulan, apabila persyaratan sudah lengkap dan dinyatakan diterima, mahasiswa dapat langsung melakukan registrasi dengan menyelesaikan administrasi keuangan ke panitia pendaftaran.
d. Bagi calon mahasiswa yang melalui jalur tes; setelah mengikuti tes dan dinyatakan diterima sebagai mahasiswa baru melalui keputusan Rektor, mahasiswa dapat melakukan registrasi.
B. Penerimaan Mahasiswa Transfer/Pindahan
1. Calon mahasiswa berasal dari perguruan tinggi lain
Calon Mahasiswa mengajukan surat permohonan kepada Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, dengan melampirkan kelengkapan sebagai berikut. Bagi mahasiswa pindahan yang belum terminal/berijazah, melampirkan:
a. Surat keterangan pindah asli dari PTS asal mahasiswa yang diketahui Kopertis Wilayah asal PTS atau surat keterangan pindah dari PTN asal mahasiswa.
b. Fotokopi transkrip nilai dari PTS/PTN asal (dua) lembar yang diligalisir. Bagi mahasiswa pindahan yang sudah terminal/berijazah, melampirkan:
a. Fotokopi ijazah Sarjana, Sarjana Muda, D-4, D-3, D-2, atau D-1 yang telah dilegalisir (dua) lembar.
b. Fotokopi Transkrip hasil studi yang telah dilegalisir (dua) lembar.
c. Fotokopi SK/Sertifikat Akreditasi BAN-PT tentang Status Program Studi/Prodi PTS asal harus lebih tinggi atau sama dengan status Program Studi/prodi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang dituju, sebanyak 1 lembar/ eks. d. Pengakuan kredit (konversi) diatur oleh Program Studi/prodi dengan
menggunakan dasar kesetaraan dan kesesuaian kurikulum PTN/PTS asal dengan kurikulum Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
e. Membayar biaya administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. Calon Mahasiswa yang berasal dari Program Studi di lingkungan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Mahasiswa dapat pindah pada Program Studi di lingkungan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang status akreditasinya sama atau lebih rendah. Mahasiswa akan memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM) terbaru sesuai dengan tahun pada saat mahasiswa tersebut diterima di program studi yang baru.
Mekanisme pindah antar Program Studi diatur sebagai berikut.
a. Mahasiswa mengajukan surat permohonan pindah Program Studi ke Wakil Rektor I yang diketahui oleh Kaprodi dan Dekan.
b. Surat permohonan disampaikan ke BAAK dilampiri bukti pembayaran registrasi dan Transkrip Nilai/Kartu Hasil Studi (KHS).
c. Pengakuan kredit (konversi) didasarkan pada kesetaraan dan kesesuaian kurikulum program studi yang lama dengan program studi yang baru.
d. Membayar biaya administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. Mahasiswa Pindah ke Perguruan Tinggi lain
Mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang pindah ke perguruan tinggi lain, dilakukan dengan cara sebagai berikut.
a. Mahasiswa mengajukan surat permohonan pindah ke perguruan tinggi kepada Wakil Rektor I yang diketahui oleh Kaprodi dan Dekan, dengan melampirkan:
1) Bukti lunas administrasi keuangan dari bagian SPP.
2) Bukti bebas pinjaman peralatan laboratorium dari kepala laboratorium atau Kaprodi.
3) Bukti bebas pinjaman buku perpustakaan dari kepala perpustakaan. 4) Transkrip nilai komulatif.
b. Surat permohonan pindah beserta kelengkapannya tersebut diserahkan kepada BAAK.
c. Mahasiswa memperoleh surat keterangan pindah ke perguruan tinggi lain. 4. Pengumuman Penerimaan Mahasiswa Baru
Calon mahasiswa yang telah lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru baik yang melalui jalur tes, jalur prestasi, jalur kemitraan, dan calon mahasiswa pindahan yang dinyatakan diterima sebagai mahasiswa baru, diumumkan secara tertulis melalui surat Keputusan Rektor. Bagi calon mahasiswa yang diterima, selanjutnya dapat melakukan registrasi sebagai mahasiswa baru dalam kurun waktu yang ditentukan.
BAB III
REGISTRASI MAHASISWA (ON-LINE)
A. Registrasi Mahasiswa Baru
Bagi calon mahasiswa yang dinyatakan diterima melalui jalur prestasi maupun jalur tes, diwajibkan melakukan registrasi atau mendaftar ulang. Tempat dan waktu daftar ulang diatur berdasarkan surat keputusan Rektor.
Calon mahasiswa yang sampai batas waktu yang telah ditentukan tidak melakukan registrasi, maka haknya sebagai mahasiswa baru dinyatakan gugur/hilang. Adapun prosedur registrasi mahasiswa baru dilakukan sebagai berikut.
1. Calon mahasiswa datang ke tempat registrasi dan melengkapi berkas registrasi berupa:
a. Kartu tanda peserta tes.
b. Bukti tanda pembayaran persyaratan registrasi yang dibayarkan melalui Bank Mandiri.
2. Berkas diserahkan kepada petugas pendaftaran, selanjutnya mahasiswa memperoleh bukti telah terdaftar sebagai mahasiswa baru.
a. Mahasiswa memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM). b. Mahasiswa memperoleh Kartu Mahasiswa (KTM).
B. Nomor Induk Mahasiswa (NIM)
NIM merupakan identitas mahasiswa yang digunakan untuk mengikuti kegiatan penyelenggaraan pendidikan di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Adapun ketentuan NIM sebagai berikut.
1. Setiap Mahasiswa hanya memilki 1 buah NIM pada setiap program studi.
2. NIM hanya berlaku selama yang bersangkutan menjadi mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
3. NIM terdiri atas 9-10 digit, yang pembacaannya dari kiri ke kanan dan bermakna sebagai berikut.
a. Digit ke 1 dan ke 2 menunjukkan tahun masuk sebagai mahasiswa baru.
b. Digit ke 3 dan ke 4 menunjukkan kode program studi.
c. Digit ke 5 dan selanjutnya merupakan nomor urut dan kode mahasiswa.
C. Pengunduran Diri Sebagai Mahasiswa Baru
Mahasiswa baru yang telah melaksanakan registrasi, kemudian mengundurkan diri sebagai mahasiswa baru dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, biaya yang telah dibayarkan dapat diambil kembali dengan ketentuan sebagai berikut.
1) Pengundurkan diri karena diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) jalur reguler, maka pembayaran dapat diambil kembali, kecuali biaya formulir pendafataran, tes, dan registrasi.
2) Pengundurkan diri dengan alasan lain sebelum pelaksanaan MPMB (Masa Pengenalan Mahasiswa Baru), maka pembayaran dapat diambil kembali, setelah dipotong sebesar 75%.
3) Pengunduran diri yang dilakukan setelah pelaksanaan MPMB (Masa Pengenalan Mahasiswa Baru), seluruh pembayaran tidak dapat diminta kembali.
D. Prosedur pengambilan dana
1) Mahasiswa mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis kepada Rektor melalui kepala BAAK Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dengan melampirkan:
a) Bukti diterima di perguruan tinggi negeri. b) Bukti pembayaran.
2) Rektor menerbitkan izin pengunduran diri melalui kepala BAAK Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
3) Biaya yang dapat dikembalikan, diambil melalui bagian administrasi keuangan dengan menunjukkan izin pengunduran diri sebagai mahasiswa baru.
E. Daftar Ulang (Her-Registrasi) Mahasiswa Lama
1. Setiap mahasiswa yang akan menempuh matakuliah pada setiap semester (selain semester I) diwajibkan melakukan her-registrasi (mendaftar ulang kembali).
2. Jadwal her-registrasi ditetapkan berdasarkan kalender akademik.
3. Her-registrasi dilakukan setiap awal/permulaan semester ganjil maupun genap. 4. Prosedur her-registrasi tercantum pada ketentuan pengisian KRS.
F. Masa Perkenalan Mahasiswa Baru (MPMB)
MPMB merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa baru yang telah melakukan registrasi. Dalam MPMB mahasiswa dikenalkan sistem penyelenggaraan pendidikan di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, serta pengenalan fakultas dan program studi yang berkaitan dengan sistem akademik dan administrasi, etika (tata krama) kampus, serta kegiatan kemahasiswaan yang berlaku di lingkungan kampus Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Materi cara belajar di perguruan tinggi diberikan pada tingkat fakultas dengan harapan mahasiswa memahami sistem dan cara belajar sesuai dengan karakteristik fakultas masing-masing, sehingga dapat lebih mudah menyesuaikan diri.
Di samping itu, mahasiswa juga diberi materi Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Pra Dasar untuk pengembangan wawasan dan sikap ilmiah. Tujuan pelatihan ini dimaksudkan agar mahasiswa baru dapat mempersiapkan dan menyesuaikan diri dengan kehidupan “Dunia Kemahasiswaan” yang berbeda dengan dunia sebelumnya ketika mereka masih di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Di perguruan tinggi, mahasiswa dituntut untuk dapat belajar secara lebih aktif dan mandiri.
Untuk mempersiapkan mahasiswa agar lebih mantap dalam memasuki ”iklim akademik” di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, mereka juga dibekali dengan kegiatan outbond. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menganalisis, kerja sama (team work), serta saling mengenal lebih jauh antar sesama teman. Selain itu, dalam MPMB juga diadakan kegiatan keakraban dengan menampilkan atraksi dan kreativitas seni.
BAB IV
PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Pendidikan dan pengajaran pada program diploma, sarjana, pascasarjana, dan profesi dilaksanakan dengan menggunakan sistem kredit semester.
A. Pengertian Istilah
1. Sistem Kredit Semester adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester (SKS) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar, dan beban penyelenggaraan program pendidikan.
2. Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri 16 minggu program kegiatan, dengan rincian 14 minggu kegiatan kuliah terjadwal dan atau kegiatan terjadwal lainnya, satu minggu kegiatan Ujian Tengah Semester (UTS), dan satu minggu kegiatan Ujian Akhir Semester (UAS).
3. Satuan Kredit Semester (SKS) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal setiap minggu sebanyak satu jam perkuliah atau dua jam praktikum, satu jam kegiatan terstruktur, dan satu jam kegiatan mandiri.
4. Kegiatan perkuliahan dapat dibedakan menjadi perkuliahan teori, praktikum, dan kerja nyata.
5. Perkuliahan terdiri dari kegiatan tatap muka, terstruktur, dan mandiri.
6. Perkuliahan teori adalah perkuliahan yang sifatnya mengkaji dan menguasai teori, konsep, dan prinsip suatu bidang studi.
7. Perkuliahan praktikum adalah perkuliahan yang sifatnya mengaplikasikan teori dalam situasi dan kondisi yang terbatas, misalnya: di laboratorium, kelas, dan
workshop.
8. Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah perkuliahan yang sifatnya mengaplikasikan teori dalam bentuk kerja nyata di lapangan.
9. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan perkuliahan terjadwal, dosen dan maha- siswa saling berkomunikasi secara langsung yang berupa ceramah, diskusi, tanya jawab, seminar, atau kegiatan akademik lainnya.
10. Kegiatan terstruktur adalah kegiatan belajar di luar jam terjadwal, mahasiswa melakukan tugas dalam pengawasan dosen yang berupa tugas-tugas pekerjaan rumah, penulisan laporan, penulisan makalah, penelitian, atau kegiatan lain yang sejenis.
11. Kegiatan mandiri adalah kegiatan belajar yang diatur oleh mahasiswa sendiri untuk memperkaya pengetahuannya dalam rangka menunjang kegiatan-kegiatan terstruktur yang berupa belajar di perpustakaan, wawancara dengan narasumber, dan atau kegiatan lain yang sejenis.
12. Beban studi program diploma III (D-3) antara 110 SKS sampai dengan 120 SKS, dijadwalkan selama 6 (enam) semester, serta dapat ditempuh kurang dari 6 semester dan maksimal 10 semester setelah pendidikan menengah.
13. Beban studi program sarjana (S-1) antara 144 SKS sampai dengan 160 SKS, dijadwalkan selama 8 semester, serta dapat ditempuh kurang dari 8 semester dan maksimal 14 semester setelah pendidikan menengah.
14. Beban studi program pascasarjana (S-2) antara 36 SKS sampai dengan 50 SKS, dijadwalkan selama 4 semester, serta dapat ditempuh kurang dari 4 semester dan maksimal 6 semester termasuk penyusunan tesis setelah program sarjana atau yang sederajad.
B. Ciri-ciri Sistem Kredit Semester
1. Setiap matakuliah memiliki beban kerja yang dinyatakan dalam satuan kredit semester.
2. Beban kerja matakuliah disebut dengan bobot satuan kredit semester.
3. Bobot satuan kredit semester untuk setiap matakuliah ditentukan atas dasar besarnya usaha untuk memperoleh pengalaman belajar yang dinyatakan dalam kegiatan perkuliahan, praktikum, kerja lapangan, kerja praktik, penyusunan skripsi, tesis, atau tugas-tugas lainnya.
C. Tujuan Sistem Kredit Semester
1. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu kurang dari yang dijadwalkan.
2. Mempermudah penyesuaian perubahan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan stakeholder.
3. Memberikan kemungkinan agar sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan lebih mudah, tepat, dan cepat.
4. Memberi kemudahan penyesuaian pengakuan beban studi bagi mahasiswa pindahan baik yang belum terminal maupun yang sudah terminal.
D. Ekivalensi Beban Studi
Takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar mahasiswa dinyatakan dalam satuan kredit semester. Oleh karena itu, setiap matakuliah memiliki bobot satuan kredit semester, sedangkan pengalaman belajar mahasiswa dapat diperoleh melalui kegiatan belajar sebagai berikut.
1. Perkuliahan Reguler. 2. Praktikum.
3. Praktik Kerja Lapangan (PKL).
4. Program Pengalaman Lapangan (PPL).
5. Kuliah Kerja Nyata (KKN)/Kuliah Kerja Lapangan (KKL). 6. Penyusunan Tugas Akhir/Karya Tulis Ilmiah/Skripsi/Tesis. 7. Seminar.
Ekivalensi 1 (satu) kredit semester (SKS) terhadap pengalaman belajar maha- siswa dalam setiap minggu dijelaskan dalam tabel berikut.
Pengalaman Belajar Rincian Waktu Kegiatan (Menit)/SKS
Tatap Muka Tugas terstruktur Tugas Mandiri
Perkuliahan Reguler 1 x 50 menit 100 menit 100 menit
Praktikum 2 x 50 menit 100 menit 100 menit
PKL/PPL 4 x 50 menit 100 menit 100 menit
Penyusunan Karya Tulis Ilmiah/
Skripsi/Tesis 2 x 50 menit 100 menit 100 menit
E. Penjadwalan Pelaksanaan Program Sistem Semester
1. Tahun akademik dimulai pada bulan September dan berakhir pada bulan Agustus pada tahun berikutnya.
2. Setiap tahun akademik dibagi dalam 2 (dua) semester yakni semester Ganjil dan semester Genap. Semester ganjil dimulai pada bulan September dan berakhir pada bulan Februari tahun berikutnya. Semester Genap dimulai pada bulan Maret dan berakhir pada bulan Agustus.
3. Semester pendek dapat dilaksanakan di antara semester ganjil dan semester genap. Tujuan pelaksanaan semester pendek untuk perbaikan pengalaman belajar dan nilai mahasiswa. Jumlah SKS semester pendek dibatasi maksimal 10 SKS dan jumlah tatap muka 8-12 kali setiap matakuliah.
F. Bimbingan Rencana Studi Mahasiswa
Pada setiap awal semester ganjil maupun semester genap, mahasiswa diwajibkan mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) dengan bimbingan dosen wali. Mahasiswa tidak diperkenankan mengikuti kegiatan perkuliahan sebelum yang bersangkutan mendaftar sebagai peserta matakuliah.
Syarat-syarat pengisian KRS ditentukan sebagai berikut.
1. Mahasiswa melunasi seluruh biaya pada semester sebelumnya sesuai jadwal. 2. Tidak dalam kondisi cuti kuliah pada semester bersangkutan.
3. Menunjukkan surat keterangan aktif kembali bagi mahasiswa yang mengambil cuti kuliah.
4. Mengisi KRS secara On-line di bawah bimbingan Dosen Wali. 5. Membayar biaya her-registrasi dan biaya kuliah.
6. Mahasiswa diperkenankan memprogram dan menempuh maksimal 24 SKS/ semester bila IP pada semester sebelumnya mencapai minimal 3,00.
Mekanisme Kegiatan Perencanaan Studi Mahasiswa
Mahasiswa melakukan bimbingan kepada dosen wali/ketua Program Studi.
Mahasiswa mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) secara On-Line (kecuali mahasiswa baru).
Mahasiswa mencetak KRS On-line dan meminta persetujuan dosen wali/ketua Program Studi.
Mahasiswa melaksanakan pembayaran Her-registrasi dan SPP di Bank Mandiri.
Mahasiswa memperoleh bukti pembayaran dari Bank Mandiri yang sudah divalidasi oleh Bank Mandiri (rangkap 2).
Mahasiswa ke bagian SPP menyerahkan 1 (satu) lembar bukti pembayaran dan KRS.
Bagian SPP melakukan Validasi SPP dan KRS.
Mahasiswa memperoleh 1 (satu) lembar bukti pembayaran dan 1 (satu) lembar KRS yang sudah divalidasi bagian SPP. Bimbingan KRS Selesai.
Mulai
Mahasiswa Dosen Wali
atau Ketua Program Studi
Mahasiswa Bank Mandiri Mahasiswa Bagian SPP Mahasiswa Terdaftar Herregistrasi Selesai
G. Dosen Wali (DW)
Dalam menempuh pendidikan, mahasiswa mendapat bimbingan akademik dari dosen wali. Tugas dosen wali adalah sebagai berikut.
1. Membantu dan mengarahkan mahasiswa dalam menyusun rencana studinya dan memberikan bimbingan kepada mahasiswa.
2. Memberikan pertimbangan kepada mahasiswa tentang banyaknya SKS yang dapat diambil sesuai ketentuan.
3. Memantau perkembangan/kemajuan akademik mahasiswa yang dibimbing. 4. Memberikan bimbingan dan konseling sesuai keahliannya.
H. Pelaksanaan Perkuliahan
1. Mahasiswa hanya dapat mengikuti perkuliahan sesuai dengan Matakuliah yang diprogram dalam KRS.
2. Mahasiswa diwajibkan mengikuti perkuliahan, seminar, praktikum, dan kegiatan akademik lainnya secara tertib dan teratur sesuai dengan jadwal.
3. Mahasiswa wajib mengetahui/memahami satuan acara perkuliahan setiap mata- kuliah yang diikuti.
4. Kuliah dilaksanakan setara dengan 16 kali tatap muka termasuk 1 kali UTS dan 1 (satu) kali UAS dalam setiap semester.
5. Mahasiswa wajib mengisi daftar hadir setiap mengikuti kuliah. 6. Kehadiran mahasiswa minimal 75% dari kehadiran dosen. 7. Mahasiswa wajib mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen.
8. Mahasiswa berhak mengetahui hasil tugas dan ujian yang diberikan oleh dosen. 9. Dosen Wajib mengisi daftar hadir pada saat memberi kuliah.
10. Dosen wajib mengisi jurnal kuliah.
11. Dosen wajib menandatangani daftar hadir mahasiswa.
I. Cuti Kuliah atau Berhenti Studi Sementara
Mahasiswa setelah menempuh perkuliahan minimal 2 (dua) semester secara berturut turut dapat mengajukan permohonan cuti kuliah atau berhenti studi sementara. Prosedur yang harus ditempuh mahasiswa yang akan mengajukan cuti kuliah atau berhenti studi sementara, adalah sebagai berikut.
1. Mengambil blanko permohonan cuti di Fakultas/Program Kebidanan/Program Pascasarjana.
2. Mengisi blanko permohonan cuti, mengurus bebas tanggungan keuangan dan perpustakaan, serta meminta persetujuan Dosen Wali dan Ketua Program Studi. 3. Menyerahkan blanko permohonan cuti yang telah diisi dan disetujui Kaprodi ke
Fakultas/Program Kebidanan/Program Pascasarjana.
4. Surat izin Cuti dikeluarkan oleh Dekan Fakultas/Direktur Program Kebidanan/ Direktur Program Pascasarjana.
5. Status cuti kuliah/berhenti studi sementara hanya diberikan kepada mahasiswa yang mengajukan permohonan cuti kuliah/berhenti studi sementara dengan prosedur seperti di atas.
6. Pengajuan cuti secara berurutan selama 2 (dua) semester hanya diperbolehkan jika diajukan pada semester ganjil.
selama-lamanya empat semester, dan tidak boleh diambil secara berurutan.
J. Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa
1. Dalam rangka mengetahui kemajuan belajar mahasiswa dilakukan penilaian secara berkala.
2. Ujian diselenggarakan melalui ujian tengah semester (UTS), ujian akhir semester (UAS), ujian akhir program studi, ujian skripsi/tesis, atau bentuk ujian yang lain. 3. UTS dilaksanakan secara terjadwal pada minggu ke 8, dan UAS diadakan pada
minggu ke 16 dalam semester tersebut.
4. Waktu ujian untuk matakuliah teori berbobot 2 (dua) SKS dan 3 (tiga) SKS, sekurang-kurangnya 60 menit, sedangkan matakuliah teori berbobot 4 (empat) SKS, sekurang-kurangnya 90 menit, dan praktik/praktikum sekurang-kurangnya 120 menit.
5. Naskah soal ujian dalam bentuk soal esay, tidak dalam bentuk take home
examination.
6. Naskah ujian yang telah dikoreksi wajib dikembalikan kepada mahasiswa.
7. Daftar nilai ujian diserahkan kepada BAAK selambat-lambatnya 2 (dua) minggu setelah pelaksanaan ujian.
8. Tidak diadakan UTS maupun UAS susulan, kecuali ada izin dari Ketua Program Studi/Dekan/Direktur.
9. Penilaian hasil belajar untuk Praktik Kerja Lapangan, Program Pengalaman Lapangan, Kuliah Kerja Nyata, Skripsi, dan Tesis diatur pada peraturan tersendiri. 10. Bagi mahasiswa semester akhir/akan Yudisium, diperkenankan mengikuti ujian
perbaikan yang diselenggarakan oleh Fakultas/Program Studi masing-masing. Tata cara dan persyaratan ujian perbaikan diatur pada peraturan tersendiri.
Mekanisme Pendaftaran UTS/UAS
Mahasiswa mengambil Kartu Peserta Ujian Tengah/Akhir Semester (KPUTS/ KPUAS), melakukan prosedur sebagai berikut.
Mahasiswa melengkapi persyaratan sebagai peserta UTS/UAS. Mahasiswa mengambil Formulir Setoran Pembayaran (FSP) Bank
Mandiri rangkap 3.
Mahasiswa mengisi FSP Bank Mandiri.
Mahasiswa melakukan Pembayaran SPP ke Bank Mandiri.
Mahasiswa memperoleh Bukti Pembayaran Berupa FSP yang sudah divalidasi oleh Bank Mandiri (rangkap 2).
Mahasiswa ke Bagian SPP menyerahkan 1 (satu) lembar bukti-bukti pembayaran dari Bank Mandiri.
Bagian SPP melakukan Validasi pembayaran.
Mahasiswa Meperoleh bukti pembayaran yang sudah divalidasi bagian SPP.
Mahasiswa mengambil KPUTS/KPUAS sebagai bukti terdaftar peserta ujian.
Mulai
Mahasiswa Dosen Wali
atau Ketua Program Studi
Mahasiswa Bank Mandiri Mahasiswa Bagian SPP Mahasiswa Terdaftar UTS/UAS Selesai
10
5
2
3
xA
xB
xC
N
K. Perhitungan Nilai Akhir (NA)
1. Penilaian tiap matakuliah didasarkan atas 3 (tiga) aspek, yaitu: a. Nilai tugas, Quis/Portofolio (A) dengan pembobotan x 3,
b. Nilai ujian mid/tengah semester (UTS) (B) dengan pembobotan x 2, c. Nilai ujian akhir semester (UAS) (C) dengan Pembobotan x 5.
Penentuan Nilai Akhir (N) tiap matakuliah, menggunakan rumus sebagai berikut.
2. Konversi Nilai Akhir terhadap mutu hasil belajar:
*) Nilai tunda diberikan kepada mahasiswa yang salah satu komponen penilaiannya belum terpenuhi. Nilai T (tunda) dapat diubah setelah persyaratan yang ditentukan terpenuhi. Batas akhir pemenuhan komponen penilaian adalah sebelum perkuliahan semester berikutnya dilaksanakan.
L. Kuliah Kerja Nyata (KKN)
KKN adalah matakuliah yang wajib ditempuh mahasiswa program S-1, dengan ketentuan sebagai berikut.
1. Telah menempuh kuliah, minimal 120 SKS.
2. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester yang bersangkutan dan memprogram matakuliah KKN dalam KRS.
3. Mempunyai IP kumulatif minimal 3,00.
4. Telah menyelesaikan persyaratan administrasi keuangan yang telah ditetapkan. 5. Menyatakan bersedia memenuhi peraturan yang ditetapkan oleh Lembaga
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). 6. Melampirkan fotokopi sertifikat MPMB.
7. Ketentuan secara khusus mengenai waktu dan lokasi Kuliah Kerja Nyata ditentukan lebih lanjut oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).
M. Tugas Akhir Program Sarjana
Mahasiswa program sarjana diwajibkan menyusun tugas akhir dalam bentuk karya ilmiah berupa skripsi yang merupakan hasil penelitian yang ditentukan oleh Fakultas masing-masing.
1. Persyaratan
Seorang mahasiswa diperkenankan menyusun tugas akhir dengan ketentuan sebagai berikut.
Huruf Nilai Mutu Skor
A 4,00 86-100 A- 3,75 80-85 B+ 3,35 76-79 B 3,00 70-75 B- 2,75 66-69 C+ 2,35 61-65 C 2,00 56-60 D 1,00 41-55 E 0,00 0-40 T*) Tunda -
a. Terdaftar sebagai mahasiswa pada semester tahun akademik yang bersangkutan.
b. Telah menempuh minimal 120 SKS. c. IP Komulatif sekurang-kurangnya 3,00. d. Tidak ada nilai E.
e. Tidak sedang cuti kuliah pada semester bersangkutan.
f. Memenuhi syarat-syarat lain yang ditentukan fakultas masing-masing. 2. Tata cara dan metode pembuatan Tugas Akhir
Tata cara dan metode pembuatan tugas akhir diatur dalam Buku Pedoman Penulisan Skripsi.
3. Bobot Kredit Tugas Akhir
Bobot kredit tugas akhir program sarjana (S-1) sekurang-kurangnya 4 SKS. 4. Waktu Penyelesaian Tugas Akhir
a. Tugas akhir harus sudah diselesaikan dalam waktu 6 (enam) bulan sejak tugas akhir diprogramkan pada KRS.
b. Perpanjangan waktu, harus mendapat persetujuan Dekan/Ketua Program Studi sesuai ketentuan fakultas masing-masing.
5. Pembimbing Tugas Akhir
Untuk membuat tugas akhir, seorang mahasiswa dibimbing oleh 2 (dua) orang dosen yang terdiri atas seorang Pembimbing Utama dan seorang Pembimbing Pendamping.
a. Syarat-syarat Pembimbing
1) Pembimbing Utama serendah-rendahnya mempunyai jabatan akademik Lektor, yang berijazah Magister/sederajat yang dinilai memiliki pengalaman penelitian yang cukup oleh Ketua Program Studi.
2) Pembimbing Pendamping serendah-rendahnya mempunyai jabatan akademik Asisten Ahli, yang berijazah Magister/sederajat.
b. Penentuan Pembimbing
1) Dekan menentukan Pembimbing Utama dan Pembimbing Pendamping atas usulan Ketua Program Studi.
2) Dosen luar biasa/dosen tamu dapat diusulkan menjadi Pembimbing Utama atau Pembimbing Pendamping bila memenuhi persyaratan di atas. c. Tugas dan Kewajiban Pembimbing
1. Tugas dan kewajiban Pembimbing Utama sebagai berikut.
a) Membantu dan membimbing mahasiswa dalam mencari permasalahan yang dijadikan dasar pembuatan tugas akhir.
b) Membimbing mahasiswa dalam pelaksanaan tugas akhir. c) Membimbing mahasiswa dalam penulisan laporan tugas akhir.
2. Tugas dan kewajiban Pembimbing Pendamping adalah membantu Pembimbing Utama dalam melaksanakan bimbingan tugas akhir maha- siswa.
6. Ujian Tugas Akhir Program Sarjana
a. Ujian tugas akhir program sarjana adalah ujian terakhir yang wajib ditempuh mahasiswa sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan. b. Ujian tugas akhir program sarjana bersifat komprehensif.
c. Ujian dilaksanakan secara lisan dan bertujuan untuk mengevaluasi mahasiswa dalam penguasaan ilmu dan penerapan teknologi sesuai dengan bidang keahliannya.
d. Ujian tugas akhir program sarjana juga bertujuan membekali mahasiswa terhadap hal-hal yang dianggap kurang.
7. Syarat-syarat Menempuh Ujian Tugas Akhir Program Sarjana. Seorang maha- siswa diperkenankan menempuh Ujian Tugas Akhir program sarjana bilamana memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.
a. Terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun akademik yang bersangkutan. b. Telah menempuh matakuliah sesuai kurikulum yang berlaku pada angkatan
tersebut.
c. IP Komulatif sekurang-kurangnya 3,00. d. Tidak ada nilai akhir E.
e. Nilai D tidak melebihi 10 SKS dari beban kredit total. f. Telah menyelesaikan Tugas Akhir.
g. Memenuhi ketentuan administrasi pembayaran. 8. Panitia Penguji Ujian Tugas Akhir Program Sarjana
a. Ketua panitia adalah Dekan, dan sekretarisnya Wakil Dekan I/Ketua Program Studi.
b. Susunan panitia penguji terdiri dari seorang ketua merangkap anggota, seorang sekretaris merangkap anggota, dan sekurang-kurangnya 2 (dua) orang anggota.
c. Persyaratan anggota panitia penguji ujian tugas akhir adalah sama dengan persyaratan sebagai pembimbing tugas akhir mahasiswa.
d. Anggota panitia penguji terdiri atas pembimbing dan bukan pembimbing. e. Penguji bukan pembimbing dapat diangkat dari dosen program studi/instansi
yang bidang ilmunya sesuai dengan tugas akhir mahasiswa. f. Tugas Panitia Penguji Ujian Tugas Akhir Program Sarjana.
a) Ketua bersama sekretaris panitia penguji bertugas mengatur kelancaran pelaksanaan ujian.
b) Anggota panitia penguji bertugas menguji dan memberikan penilaian. 9. Waktu Ujian Tugas Akhir Program Sarjana
Waktu yang disediakan untuk ujian tugas akhir paling lama 2 (dua) jam. 10. Penilaian
a. Hal-hal yang dinilai dalam ujian tugas akhir program sarjana meliputi:
1) Kualitas karya ilmiah (skripsi) yang meliputi bobot akademik dan tata cara penulisan.
2) Penampilan selama ujian.
3) Penguasaan materi yang ditunjukkan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari anggota penguji.
b. Penentuan Nilai Akhir.
Ketua panitia penguji memimpin musyawarah untuk menentukan nilai akhir ujian yang dinyatakan dengan huruf A, A-, B+, B, B-, C+, C, D atau E. Nilai akhir dari tugas akhir juga termasuk nilai pelaksanaan tugas akhir dan nilai seminar dengan bobot yang ditentukan oleh masing-masing fakultas.
c. Untuk dapat dinyatakan lulus ujian tugas akhir program sarjana, seorang mahasiswa sekurang-kurangnya harus mencapai nilai C.
d. Mahasiswa yang dinyatakan belum lulus ujian tugas akhir harus melaksanakan keputusan panitia penguji.
11. Bimbingan dan Ujian Tugas Akhir Program Pascasarjana
Bimbingan dan ujian tugas akhir program pascasarjana diatur sesuai dengan SK Rektor tentang penentuan pelaksanaan bimbingan, seminar proposal, penelitian, seminar kemajuan penelitian, dan ujian tesis/disertasi yang dituangkan dalam Buku Pedoman Program Pascasarjana.
N. Tugas Akhir Program Diploma
Untuk menempuh program diploma, mahasiswa ditugasi membuat tugas akhir yang dapat berbentuk karya ilmiah, yaitu laporan di bidang ilmunya yang ditulis berdasarkan hasil kerja lapangan/praktik lapangan atau penelitian yang ditentukan oleh fakultas/ program studi.
a. Syarat-syarat membuat Tugas Akhir
Mahasiswa diperkenankan membuat tugas akhir program diploma bilamana memenuhi syarat sebagai berikut.
1) Terdaftar sebagai mahasiswa pada semester tahun akademik yang bersangkutan.
2) Telah memperoleh sejumlah SKS sesuai ketentuan fakultas/program studi. 3) IP Kumulatif sekurang-kurangnya 3,00.
4) Tidak ada nilai akhir E.
5) Tidak sedang cuti kuliah pada semester bersangkutan. 6) Memenuhi ketentuan administrasi pembayaran. b. Tata cara dan metode pembuatan Tugas Akhir
Tata cara dan metode pembuatan tugas akhir ditentukan oleh fakultas/program studi.
c. Bobot Kredit Tugas Akhir.
Bobot Kredit Tugas Akhir sekurang-kurangnya 3 (tiga) SKS. d. Waktu Penyelesaian Tugas akhir
1) Tugas akhir harus sudah diselesaikan dalam waktu 6 (enam) bulan sejak Tugas Akhir diprogram mahasiswa.
2) Perpanjangan waktu harus mendapat persetujuan Dekan/Direktur/Ketua Program Studi.
e. Pembimbing Tugas Akhir
Dalam membuat tugas akhir, seorang mahasiswa dibimbing oleh 2 (dua) orang pembimbing.
1) Syarat-syarat Pembimbing
Dosen yang berhak membimbing tugas akhir serendah-rendahnya mempunyai jabatan akademik Asisten Ahli yang berijazah Diploma IV/sederajat.
2) Penentuan Tenaga Pembimbing
Dekan/Direktur menentukan pembimbing bagi mahasiswa yang menyusun tugas akhir atas usulan Ketua program studi. Dosen luar biasa/dosen tamu dapat diusulkan menjadi pembimbing bila memenuhi persyaratan di atas.
3) Tugas dan Kewajiban Pembimbing
Tugas dan kewajiban Pembimbing adalah sebagai berikut.
a) Membantu mahasiswa dalam mencari permasalahan yang dijadikan dasar pembuatan tugas akhir.
b) Membimbing mahasiswa dalam pelaksanaan tugas akhir. c) Membimbing mahasiswa dalam penulisan tugas akhir. f. Sifat dan Tujuan Ujian Tugas Akhir Program Diploma
1) Ujian tugas akhir program diploma adalah ujian terakhir yang wajib ditempuh mahasiswa sebagai syarat untuk mendapatkan sebutan/gelar Profesional Diploma.
2) Ujian tugas akhir program diploma bersifat komprehensif.
3) Ujian tugas akhir program diploma dilaksanakan secara lisan dan bertujuan untuk mengevaluasi mahasiswa dalam penerapan bidang keahliannya. g. Syarat-Syarat Menempuh Ujian Tugas Akhir Program Diploma
Mahasiswa diperkenankan menempuh ujian tugas akhir program diploma apabila memenuhi syarat sebagai berikut.
1) Terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun akademik yang bersangkutan. 2) Mengumpulkan sejumlah SKS tertentu sesuai dengan yang ditetapkan oleh
fakultas/program studi masing-masing. 3) IP Komulatif sekurang-kurangnya 3,00. 4) Tidak ada nilai akhir E.
5) Nilai D tidak melebihi 10 SKS dari beban kredit total. 6) Telah menyelesaikan tugas akhir.
7) Memenuhi ketentuan administrasi pembayaran.
h. Tata Cara Permohonan Ujian Tugas Akhir
Tata cara permohonan ujian tugas akhir ditentukan oleh fakultas/program studi masing-masing dengan memperhatikan persyaratan administrasi dan akademik. i. Majelis Penguji
1) Majelis Penguji ditunjuk oleh Dekan/Direktur atas usulan ketua program studi. 2) Susunan Majelis Penguji terdiri atas seorang ketua merangkap anggota,
seorang sekretaris merangkap anggota, dan sekurang-kurangnya seorang anggota.
3) Majelis Penguji adalah dosen yang memenuhi persyaratan sebagai berikut. Serendah-rendahnya mempunyai jabatan fungsional akademik Asisten Ahli bagi Sarjana atau Magister/sederajat. Penentuan Majelis Penguji di luar persyaratan di atas ditentukan oleh Dekan/Direktur atas usulan ketua program studi.
4) Anggota penguji terdiri dari pembimbing dan atau bukan pembimbing.
5) Penguji bukan pembimbing dapat diangkat dari dosen jurusan/instansi yang bidang ilmunya sesuai dengan tugas akhir mahasiswa.
6) Tugas Majelis Penguji.
a) Ketua bersama Sekretaris Majelis Penguji bertugas mengatur kelancaran pelaksanaan ujian.
i i i K N K IPS j. Waktu UjianWaktu yang disediakan untuk ujian tugas akhir paling lama 2 jam. k. Penilaian Ujian
1) Hal-hal yang dinilai dalam ujian tugas akhir program diploma meliputi: a) kualitas naskah tugas akhir
b) penampilan selama ujian c) penguasaan materi ujian. 2) Penentuan Nilai Akhir
Ketua Majelis Penguji memimpin musyawarah untuk menentukan nilai akhir ujian yang dinyatakan dengan huruf A, A-, B+, B, B-, C+, C, D atau E.
3) Untuk dapat dinyatakan lulus ujian tugas akhir mahasiswa sekurang-kurang- nya harus mencapai nilai C.
4) Mahasiswa yang dinyatakan belum lulus ujian tugas akhir harus melaksanakan keputusan Majelis Penguji.
O. Mahasiswa Status Tidak Aktif
Mahasiswa dengan status tidak aktif adalah mahasiswa yang tidak melakukan her-registrasi tetapi masih tercatat sebagai mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Bagi mahasiswa berstatus tidak aktif dikenakan sanksi sebagai berikut. a. Apabila belum habis masa studi (14 semester) mahasiswa diwajibkan memenuhi
kewajiban keuangan sampai dengan semester dimana mahasiswa tersebut melanjutkan kuliah.
b. Apabila telah habis masa studi, mahasiwa tersebut dinyatakan bukan mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana Surabaya lagi (Drop Out). Apabila mahasiswa tersebut ingin melanjutkan kuliah lagi, maka yang bersangkutan dianggap sebagai mahasiswa baru dengan nomor registrasi baru.
P. Evaluasi Hasil Belajar Semester
1. Indeks Prestasi Semester
Evaluasi hasil belajar mahasiswa dalam setiap semester ditunjukkan dengan pencapaian Indeks Prestasi Semester (IPS) yang dinyatakan dalam skala 1 sampai dengan 4.
2. Perhitungan indeks prestasi dinyatakan dalam rumus sebagai berikut.
Keterangan:
Ki = bobot SKS matakuliah ke i Ni = nilai mutu matakuliah ke i i = 1, 2, 3 ... n.
n = jumlah matakuliah yang diprogram pada semester bersangkutan. 3. Evaluasi Hasil Belajar
Kemajuan studi mahasiswa setiap semester yang ditunjukkan oleh IPS merupakan hasil evaluasi belajar mahasiswa. IPS dimaksudkan sebagai hasil studi mahasiswa dalam semester dan dipergunakan untuk menentukan beban studi mahasiswa pada semester berikutnya (kecuali semester I).
i i i K N K IPK4. Indeks Prestasi Komulatif (IPK)
IPK menunjukkan gabungan IPS yang telah diperoleh mahasiswa selama mengikuti program pembelajaran. IPK dinyatakan dalam skala 1 sampai dengan 4. Perhitungan indeks prestasi dinyatakan dalam rumus sebagai berikut.
Keterangan : Ki = bobot SKS matakuliah ke i Ni = nilai mutu matakuliah ke i
Q. Yudisium
Yudisium merupakan pengumuman kelulusan mahasiswa berdasarkan kurikulum program studi. Mahasiswa yang dinyatakan lulus berdasarkan SK Rektor, wajib mengikuti wisuda sesuai ketentuan yang berlaku, dan memperoleh Ijazah berdasarkan peraturan perundang-undangan serta berhak menyandang gelar profesi atau gelar akademik sesuai program studinya.
Mahasiswa diyudisium apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut. 1. Jenjang Diploma dan Sarjana
a. Telah menempuh seluruh matakuliah dalam kurikulum program studi. b. Tidak ada matakuliah yang memperoleh nilai kurang dari D.
c. Memperoleh nilai minimal C untuk matakuliah:
1) Kelompok matakuliah Pengembangan Kepribadian (MKPK). 2) Skripsi/Tugas Akhir.
3) MKBS yang telah ditentukan program studi. d. Jumlah nilai D maksimal
1) 3 (tiga) untuk kelompok Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB).
2) 10 (sepuluh) SKS untuk matakuliah lain, kecuali MKPK, Tugas Akhir, dan MKBS.
e. Mempunyai Indeks Prestasi (IP) Kumulatif minimal 3,00. 2. Jenjang Pascasarjana
a. Telah menempuh seluruh matakuliah dalam kurikulum program pascasarjana. b. Tidak ada matakuliah yang memperoleh nilai kurang dari B-.
c. Memperoleh nilai minimal B untuk tesis.
d. Mempunyai Indeks Prestasi (IP) Kumulatif minimal 3,00.
R. Predikat Kelulusan
Mahasiswa yang dinyatakan lulus memperoleh predikat kelulusan yang didasar- kan pada IPK. Predikat kelulusan seperti pada tabel di bawah ini.
IP Semester Jumlah SKS Maksimal
< 1,50 16
1,50 - 1,99 18
3,00 - 2,49 20
2,50 - 2,99 22