• Tidak ada hasil yang ditemukan

Embun Pagi. Mei 19, LPPF: Aggressive yet cautious. Industry view: Stable demand

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Embun Pagi. Mei 19, LPPF: Aggressive yet cautious. Industry view: Stable demand"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Renaldy Effendy +62-21-515-1141 [email protected] For subscription of our Daily Focus, please contact us at [email protected]

Embun Pagi

LPPF: Aggressive yet cautious

Industry view: Stable demand

Indonesia sebagai salah satu negara yang paling padat penduduknya di dunia telah mengembangkan populasi middle income household dengan cepat dan itu menunjukkan kebiasaan mengkonsumsi. 56% dari total produksi di Indonesia berasal dari private consumption selama lima tahun terakhir meskipun ditengah-tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi. Faktor lain yang kami lihat akan memberikan efek positif di sektor consumer adalah proyeksi pertumbuhan ekonomi membuat disposable income meningkat dan akan memicu konsumsi. Dari sisi permintaan, daya beli konsumen akan meningkat dikarenakan minyak mentah saat ini berada di level terendah, harga komoditas yang melemah dan penurunan suku bunga.

Company profile: One of the biggest retailer

Matahari Department Store (LPPF) adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Indonesia yang mengoperasikan Matahari Department Store. Outlet mereka terletak di berbagai kota seperti Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Bogor, Banjarmasin, Kendari, Ambon dan Jayapura. Pendapatan utama berasal dari department store (100%). Kapitalisasi pasar LPPF berdiri di IDR51.0tr (1.0% terhadap IHSG).

Investment thesis: Strong foothold

Meskipun kondisi ekonomi yang lesu pendapatan 1Q15 LPPF tumbuh +9.4%

menjadi IDR1.6tr didukung oleh 5.4% pertumbuhan SSSG ditambah lagi dengan pertumbuhan laba bersih 50.3% menjadi IDR185bn yang disebabkan oleh penunurnan biaya keuangan sebesar 67%. Perusahaan berencana untuk membuka 12-14 gerai tahun ini dimana 9 di antaranya akan dibuka sebelum Ramadhan. Sejauh ini 10 MoU telah ditandatangani di tahun 2015. Perusahaan akan mempertahankan 10% SSSG untuk tahun ini dan mereka percaya bahwa marjin akan terus mengingkat sepanjang tahun. Kami juga percaya dengan kehadiran mereka yang kuat di industri department store, LPPF bisa menjadi salah satu yang diuntungkan dari meningkatnya pertumbuhan kelas menengah yang menjadi sasaran LPPF, sedangakan ritel lain seperti MAPI dan RALS masing-masing menargetkan pasar kelas menengah atas dan menengah bawah. Namun kami juga sadar bahwa ada risiko penurunan seperti meningkatnya upah dan sewa yang akan membebani biaya dan juga perlambatan konsumsi non-bahan makanan yang dapat menghambat pertumbuhan.

Market Index

Last Trade Chg (%) MoM YoY

JCI 5,237.8 0.2 -3.4 4.2

MSCI EM 1,041.0 -0.2 0.1 0.8

HANG SENG 27,591.3 -0.8 0.6 22.5

KOSPI 2,113.7 -0.1 -1.4 4.9

FTSE 6,968.9 0.1 -0.5 1.7

DJIA 18,298.9 0.1 2.5 10.7

NASDAQ 5,078.4 0.6 2.4 22.4

Valuation

2015F P/E (x) P/B (x) ROE (%)

JCI 16.3 2.7 18.9

Key Rates

Last Trade Chg (bps) MoM YoY

Policy Rate 7.50 0 -25 -25

3yr 7.68 -2 37 26

10yr 8.01 3 47 12

FX

Last Trade Chg (%) MoM YoY

USD/IDR 13,139.00 0.4 1.5 14.6

USD/KRW 1,085.51 0.0 0.6 6.2

USD/JPY 119.99 0.6 0.7 18.2

USD/CNY 6.20 0.1 0.1 -0.5

Commodities

Last Trade Chg (%) MoM YoY

WTI 59.4 -0.4 3.7 -35.9

Gold 1,225.5 0.1 2.5 -5.2

Coal 61.8 -1.0 -0.6 -25.4

Palm Oil 670.0 0.0 1.1 -25.8

Rubber 136.2 0.0 12.1 -4.9

Nickel 13,750.0 -1.6 9.5 -31.6

Copper 6,380.0 -0.5 5.3 -7.9

Tin 15,900.0 0.8 6.2 -31.9

JCI Index VS MSCI Emerging Markets

1,200 5,500

(pt) JCI MSCI EM (pt)

(2)

Local flashes

KLBF: Kalbe Tebarkan Dividen Rp891 Miliar. PT Kalbe Farma Tbk. membagikan dividen tunai senilai Rp891 miliar atau sekitar 43% dari total laba bersih yang diperoleh tahun lalu. Sekretaris Perusahaan dan Direktur Keuangan Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan dividen ini setara dengan Rp19 per lembar saham. Ke depan, perseroan akan mempertahan kebijakan untuk membagikan dividen sekitar 40%-50% dari laba bersih. (Bisnis Indonesia)

ADHI: Adhi Karya Revisi Naik Target Laba Bersih dan Kontrak Baru. Kontraktor pelat merah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. merevisi target laba bersih, kontrak baru, pendapatan, hingga belanja modal sepanjang tahun ini, meningkat dibandingkan dengan target yang dipatok sejak akhir tahun lalu. Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Ki Syahgolang Permata mengatakan dari evaluasi triwulan pertama, manajemen emiten berkode saham ADHI tersebut merevisi target kinerja sepanjang tahun ini. Manajemen meningkatkan target perolehan kontrak baru tahun ini sebesar 23% menjadi Rp18,7 triliun dari sebelumnya Rp15,2 triliun. (Bisnis Indonesia)

GIAA: Garuda Akan Roadshow Sukuk Global Ke Asia Dan Eropa. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk laksanakan roadshow penerbitan Sukuk Global di Abu Dhabi, Dubai (Uni Emirat Arab), Hong Kong, Singapore, Zurich (Swiss), dan London (United Kingdom) pada 19-26 Mei 2015. Roadshow akan dilaksanakan di Abu Dhabi dan Dubai pada 19 Mei 2015, dilanjutkan dengan Hong kong pada 20 Mei 2015, Singapura pada tanggal 21 Mei 2015, Zurich pada tanggal 22 Mei 2015, dan London pada tanggal 26 Mei 2015.

(Bisnis Indonesia)

ABMM: ABM Investama Berencana Akuisisi Pembangkit 100-200 MW. PT ABM Investama Tbk (ABMM) berencana mengakuisisi pembangkit listrik swasta atau independent power plant (IPP) yang berkapasitas mencapai 100-200 megawatt (MW).

Langkah akuisisi ini bakal memakan dana sebesar USD70 juta-USD400 juta. "Kami ada dua opsi jenis IPP yang bakal diakuisisi yaitu bahan bakar gas dan batu bara. Kita sudah punya pengalaman dan kompetensi di dunia jenis IPP itu. Tapi kita prioritas untuk batu bara," ucap Direktur ABMM Yovie Priadi. (Metrotvnews)

MEDC: Eksplorasi Tambang Migas, Medco Kucurkan US$ 19,5 Juta. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) telah mengucurkan sebanyak US$ 19,5 juta atau setara Rp 256 miliar untuk kegiatan eksplorasi tambang migas selama Januari-April 2015. Sesuai rencana, perseroan melakukan aktivitas seismik dan survey di blok Sumatera Selatan dan Yaman. Dalam blok South Sumatra PSC, perseroan menghabiskan sebesar US$ 540,8 ribu untuk seismik 2D dan US$ 5,7 juta untuk kegiatan seismik 3D. Dengan demikian, total investasi untuk blok ini mencapai US$ 6,3 juta. (Berita Satu)

ASII: Penjualan Mobil Astra Alami Penurunan. Penjualan mobil divisi otomotif PT Astra International Tbk, pada empat bulan pertama di tahun ini mengalami penurunan sebanyak 20,46 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Menurut data dari Astra International yang dilansir dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Senin (18/05), pada periode Januari-April 2014 lalu, divisi otomotif Astra mencatatkan penjualan sebanyak 230.837 unit. (Berita Satu)

AMRT: Alfamart Buka 200 Gerai Baru di Kuartal I. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola minimarket Alfamart, terus melakukan ekspansi demi menunjang pertumbuhan bisnisnya. Direktur Keuangan AMRT Tomin Widian mengungkapkan, hingga Maret 2015 pihaknya telah membuka sekitar 200 gerai Alfamart baru. Gerai baru tersebut tersebar baik di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa. (Kontan)

(3)

Technical analysis

View from the Charts

IHSG mengawali perdagangan di awal pekan ini dengan ditutup datar pada level 5,238, menguat tipis 0.20% dengan total transaksi IDR5,169.2bio. Ditengah minimnya berita positif, baik lokal maupun global, IHSG mengikuti penguatan bursa utama asia kecuali Bursa Cina dan Korea yang menguat rata-rata 0.7%..

investor asing hingga penutupan perdagangan kemarin, masih mencatatkan penjualan, dengan total nilai bersih sebesasr IDR450.24bio diseluruh counter. Terjadi perimbangan penurunan maupun penguatan secara sektoral, dimana Sektor Industri Lain-lain, Konsumer, Properti, Keuangan, Manufaktur peningkatan rata-rata 0.54%.

Fast (%K) stochastic bergerak datar dan berada pada level 43.1% meningkat tipis dari perdagangan sebelumnya di 39.5% area oversold.

Kami perkirakan IHSG akan mengawali perdagangan di awal pekan ini masih akan bergerak pada ruang yang relatif sama, yaitu; 5,135-5,320.

Chart 1. IHSG Daily Chart Chart 2. IHSG Intraday Chart

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Recommendation Trading

Close 5,238

Resistance 5,250

Support 5,130

Stop-Loss 5,015

(4)

Stocks on our focus list

PT Alam Sutra Realty, Tbk (ASRI)

Pada perdagangan awal pekan kemarin ASRI ditutup dengan menguat 0.8% pada level IDR640, setelah sebelumnya mencoba menguji resistensi IDR650 dan menuju target harga IDR720.

Fast (%K) Stochastic di level 66.7% overbought, melonjak dari area sebelumnya pada posisi overbought trading 55.6%, serta kecenderungan arah positif MA, mengindikasikan ASRI masih memiliki peluang dan momentum untuk melanjutkan penguatan menguji penetrasi resistensi IDR650.

Waspadai dan perketat stop-loss harga IDR610, apabila ASRI gagal bertahan pada support triangle IDR630

ASRI kami perkirakan, masih memiliki peluang gerak di area 640-670.

Recommendation Trading

Target Price 720

Close 640

Resistance 650

Support 630

Stop-Loss 610

Chart 3. ASRI

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(5)

BBRI merupakan salah satu saham sektor perbankan yang diburu oleh para investor domestic menguat 1.69% dan ditutup di IDR12,000. Peluang BBRI melanjutkan penguatan dan menguji penetrasi resistensi IDR12,250 tercermin pada arah positif MA, Fast (%K) stochastic yang terdorong ke level 52.2% overbought trading, setelah sebelumnya berada pada area oversold 26.9%.

Uptrend resisten IDR12,200 merupakan titik penentu arah BBRI untuk dapat lanjut melakukan penetrasi IDR12,250 menuju retracement terdekat IDR12,600

Kami perkirakan BBRI akan mencoba bergerak pada rentang harga IDR11,750-12,300.

Recommendation Trading

Target Price 13,900

Close 12,000

Resistance 12,250

Support 11,650

Stop-Loss 11,300

Chart 4. BBRI

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(6)

PT Matahari Departmen Store, Tbk (LPPF)

LPPF pada perdagangan kemarin berhasil melakukan penetrasi symmetrical triangle IDR17,350 dan menguat 0.7% ditutup di level harga IDR17,475. Indikasi golden cross MA, potensi distribusi positif, signal fast (%K) stochastic overbought 84.8% tendensi arah stochastic yang positif, membuka peluang LPPF menguji uptrend resistensi harga IDR17,925.

LPPF kami perkirakan akan bergerak dalam rentang harga IDR17,425-17,650.

Recommendation Trading

Target Price 18,200

Close 17,475

Resistance 17,550

Support 17,200

Stop-Loss 16,500

Chart 5. LPPF

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

(7)

Chart 6. JCI Vs. IDR/USD Chart 7. JCI performance (absolute vs. relative)

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Note: Relative to MSCI EM Index

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

Chart 8. Foreigner’s net purchase (EM) Chart 9. Energy price

Note: The latest figure for India is Mei, 15th ;

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

Chart 10. Non-ferrous metal price Chart 11. Precious metal price

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research 11,300

11,800 12,300 12,800 13,300 13,800

4,600 4,700 4,800 4,900 5,000 5,100 5,200 5,300 5,400 5,500 5,600

2/16 3/2 3/16 3/30 4/13 4/27 5/11

(IDR)

(pt) JCI Composite Index (L)

USD/IDR (R)

0.2

1.1

-3.2

4.4

0.4

-0.1

-3.0

3.9

-4 0 4 8

1D 1W 1M 1Y

Absolute Relative (%, %p)

0

307

-34 -12 -7

275 703

443

-111 -86 -61

159

-200 -100 0 100 200 300 400 500 600 700 800

Korea Taiwan Indonesia Thailand Philippines India

1 Day 5 Days

(USDmn)

1,900 2,000 2,100 2,200 2,300 2,400 2,500

40 50 60 70

2/15 3/15 3/15 3/15 4/15 4/15 5/15

(USD/b) Brent (L) CPO(R) (USD)

70 75 80 85 90 95 100 105 110 115

2/15 3/15 4/15 5/15

(D-3M=100) Copper Nickel Tin

85 90 95 100 105 110 115 120 125

2/15 3/15 4/15 5/15

Silver Gold Platinum

(8)

Table. Key valuation metrics

Company Name Ticker Price Market Cap Price Performance (%) P/E(X)* P/B(X)* ROE(%)*

(IDR) (IDRbn) 1D 1W 1M 1Y FY14 FY15 FY14 FY15 FY14 FY15

BANKING

Bank Central Asia Tbk PT BBCA 13,600 335,308 0.6 -1.3 -7.8 19.8 19.6 17.9 4.2 3.6 23.3 21.9

Bank Mandiri Persero Tbk PT BMRI 11,100 259,000 1.4 -0.7 -7.5 4.7 12.7 11.7 2.4 2.2 20.9 20.0

Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk PT BBRI 12,000 296,030 1.7 3.0 -7.7 11.4 11.9 11.0 2.9 2.5 27.4 24.8 Bank Negara Indonesia Persero Tbk PT BBNI 6,675 124,480 -0.7 0.4 -5.3 32.8 10.6 10.4 1.9 1.8 20.2 18.7

Bank Danamon Indonesia Tbk PT BDMN 4,105 39,345 -0.5 2.1 -15.9 -4.5 16.7 11.5 1.3 1.1 8.1 9.8

Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT BTPN 3,900 22,777 0.9 -2.5 -2.5 -5.9 12.5 10.3 2.0 1.6 17.2 17.1 PROPERTY

Surya Semesta Internusa Tbk PT SSIA 1,175 5,529 0.4 -2.1 -2.9 48.7 12.0 12.1 1.9 1.8 16.7 16.2

Ciputra Property Tbk PT CTRP 700 4,305 0.0 3.7 -6.0 -6.7 12.8 8.2 1.2 N/A 9.4 13.6

Pakuwon Jati Tbk PT PWON 461 22,202 3.6 9.8 -7.8 15.8 9.9 10.9 4.0 3.0 50.1 29.4

Alam Sutera Realty Tbk PT ASRI 640 12,576 0.8 0.8 0.0 19.6 10.0 9.0 1.8 1.7 19.5 20.3

Bumi Serpong Damai PT BSDE 1,950 37,531 1.6 8.0 -8.7 21.9 8.5 13.8 2.2 2.1 29.8 16.8

CONSTRUCTION

Total Bangun Persada Tbk PT TOTL 885 3,018 -0.6 -2.7 -9.7 -3.3 23.3 15.7 4.8 3.3 21.1 21.1

Adhi Karya Persero Tbk PT ADHI 2,740 4,936 0.2 -5.5 -12.3 -15.7 19.3 13.0 3.6 2.4 19.7 19.6

Wijaya Karya Persero Tbk PT WIKA 3,090 19,001 -0.2 -0.3 -13.7 28.2 36.7 25.2 5.7 4.1 17.7 16.7

Pembangunan Perumahan Persero Tbk PT PTPP 4,055 19,636 1.1 -0.2 1.4 110.1 32.5 28.2 7.2 6.6 24.3 25.3

Waskita Karya Persero Tbk PT WSKT 1,760 17,120 0.0 0.9 -1.4 127.1 28.3 27.9 5.0 5.1 19.2 18.6

RETAIL & CONSUMER

Indofood Sukses Makmur Tbk PT INDF 7,050 61,902 -1.7 6.0 -4.1 -0.7 18.9 13.7 2.4 2.2 16.0 15.0

Kalbe Farma Tbk PT KLBF 1,805 84,610 0.6 -2.2 -3.0 12.1 41.6 34.9 9.1 7.8 23.6 23.3

Mitra Adiperkasa Tbk PT MAPI 5,350 8,881 -0.5 0.9 -4.0 -2.3 112.8 29.9 3.3 3.1 3.0 11.2

Unilever Indonesia Tbk PT UNVR 43,850 334,576 0.8 -0.3 15.0 42.4 43.0 53.8 53.6 65.1 129.6 126.7

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT ICBP 13,750 80,176 1.1 -0.2 -4.2 33.2 29.3 25.8 5.4 5.0 19.5 19.9

Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT RALS 790 5,606 2.6 3.9 -1.3 -38.8 15.8 15.2 1.7 1.6 10.8 10.8

Mayora Indah Tbk PT MYOR 26,050 23,298 0.2 0.2 5.0 -12.0 46.3 28.7 4.7 4.6 10.3 18.8

Ace Hardware Indonesia Tbk PT ACES 705 12,091 0.7 4.4 2.2 -19.0 24.2 20.5 5.7 4.4 26.0 22.4

Gudang Garam Tbk PT GGRM 45,050 86,680 -3.1 -2.5 -10.8 -21.0 21.8 15.0 3.5 2.4 17.2 16.2

Nippon Indosari Corpindo Tbk PT ROTI 1,210 6,125 -1.2 4.3 12.6 2.1 37.2 24.5 7.3 5.2 21.6 22.8

AUTOMOTIVE

Astra International Tbk PT ASII 7,550 305,651 0.7 2.0 -5.3 -1.6 15.7 15.4 3.1 2.9 21.4 18.8

Indomobil Sukses Internasional Tbk PT IMAS 4,000 11,061 0.0 1.3 9.3 -16.8 N/A 24.6 1.9 1.8 -2.2 6.3

Astra Otoparts Tbk PT AUTO 2,990 14,411 -0.2 -0.3 -10.9 -24.1 23.2 20.0 2.2 1.5 9.8 7.4

TELECOMMUNICATION

Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk PT TLKM 2,830 285,264 -0.4 -1.0 1.4 12.2 19.1 16.8 4.1 3.7 22.8 22.4

XL Axiata Tbk PT EXCL 3,930 33,568 0.3 -1.4 -11.0 -28.2 N/A 61.1 3.0 2.3 -6.1 3.3

Indosat Tbk PT ISAT 3,800 20,649 -2.6 -0.8 -7.3 -8.0 20.2 33.8 1.6 1.4 -13.5 4.4

INFRASTRUCTURE

Jasa Marga Persero Tbk PT JSMR 6,150 41,820 0.0 -3.5 -10.5 0.8 34.2 24.6 4.9 3.8 14.9 15.9

Tower Bersama Infrastructure Tbk PT TBIG 9,275 44,488 0.8 4.8 0.3 30.6 35.3 25.1 11.5 6.3 32.7 31.5 MINING

Aneka Tambang Persero Tbk PT ANTM 820 7,822 0.0 2.5 -6.8 -32.8 N/A 40.7 0.9 0.8 -6.3 3.1

Timah Persero Tbk PT TINS 890 6,629 1.7 9.2 -0.6 -40.9 13.5 13.8 1.6 1.2 12.2 9.8

Tambang Batubara Bukit Asam Persero Tbk PTBA 10,450 24,078 -0.9 8.3 -2.8 -3.5 13.5 14.5 3.2 2.5 25.2 18.0 CEMENT

Indocement Tunggal Prakarsa Tbk PT INTP 22,950 84,484 -0.4 2.5 0.2 -3.9 17.5 15.7 3.7 3.1 22.1 20.1

Holcim Indonesia Tbk PT SMCB 1,610 12,337 -1.2 5.6 3.9 -42.7 25.1 15.6 1.9 1.3 7.6 8.4

Semen Indonesia Persero Tbk PT SMGR 13,375 79,334 0.6 0.4 -3.1 -16.1 17.3 14.1 4.0 2.9 24.8 21.6

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research

*Note: Valuation metrics based on Bloomberg consensus estimates

(9)

Sector performance Top 10 market cap performance

Name Index Chg (%) Ticker Price Market Cap (IDRbn) Chg (%)

Agricultural 2,249.9 -1.7 SIAP IJ 243 5,832 12.50

Mining 1,271.5 -0.6 KAEF IJ 1195 6,637 5.75

Basic-Industry 464.1 -0.4 SIDO IJ 525 7,875 3.96

Miscellaneous Industry 1,306.8 0.6 PWON IJ 461 22,202 3.60

Consumer Goods 2,329.0 0.1 SRIL IJ 338 6,284 3.05

Property & Construction 550.7 1.1 CTRA IJ 1550 23,507 3.0

Infrastructure 1,043.0 0.0 MAYA IJ 1530 5,987 2.68

Finance 756.8 0.7 AMRT IJ 580 22,396 2.65

Trade 955.4 -0.2 JRPT IJ 975 13,406 2.63

Composite 5,237.8 0.2 MLBI IJ 7800 16,435 2.6

Source: Bloomberg

Top 5 leading movers Top 5 lagging movers

Name Chg (%) Close Name Chg (%) Close

BBRI IJ 1.7 12,000 GGRM IJ -3.1 45,050

BMRI IJ 1.4 11,100 UNTR IJ -3.1 22,100

UNVR IJ 0.8 43,850 IIKP IJ -21.4 2,200

ASII IJ 0.7 7,550 CPIN IJ -2.5 3,110

BBCA IJ 0.6 13,600 INDF IJ -1.7 7,050

Source: Bloomberg

Economic Calendar

Time Currency Detail Forecast Previous

5:00am EUR German ZEW Economic Sentiment 48.9 53.3

5:00am EUR Final CPI y/y 0.0% 0.0%

5:00am EUR ZEW Economic Sentiment 62.4 64.8

5:00am EUR Final Core CPI y/y 0.6% 0.6%

5:00am EUR Trade Balance 22.9B 22.0B

8:30am USD Building Permits 1.06M 1.04M

8:30am USD Housing Starts 1.02M 0.93M

7:50pm JPY Prelim GDP q/q 0.4% 0.4%

7:50pm JPY Prelim GDP Price Index y/y 3.6% 2.4%

Note: Time is based on Indonesian local time Source: Forex Factory

Disclaimers

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Daewoo Securities Indonesia (DWS). It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of DWS and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of DWS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither DWS, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini sangat mungkin terjadi di jalur pedestrian gunung sahari, jalur sebelah barat dapat dijadikan sebagai jalur evakuasi bencana perkotaan, sesuai dengan kebijakan

Sementara itu, iklan Vaseline Men versi Ganteng Maksimal ini selain menggunakan model pria, menampilkan pesan yang lebih dalam tentang seberapa pentingnya produk perawatan

Penelitian menunjukkan hasil bahwa Keadilan Distributif Kompensasi berpengaruh positif terhadap Kepuasan Kerja, hal ini menunjukkan bahwa karyawan perusahaan

Pada masa kolonial Onderafdeeling Banjoeasin en Koeboestreken, sekarang Kabupaten Banyuasin, merupakan kabupaten terdekat dan berbatasan langsung pada bagian utara

Konsumsi semen telah menunjukan perkembangan secara domestic didukung oleh pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi yang solid sebesar 5%. Pertumbuhan konsumsi

Jika kita melihat chart 2 maka akan tampak indikator stochastic telah berhasil melakukan goldencross, sehingga peluang penguatan lanjutan dapat terjadi pada awal

dan ditutup pada level harga IDR2,760 area overbought trading dari stochastic setelah membukukan penguatan 7,3% pada saat technical rebound di level support harga