• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS AKHIR NADYA ULFA ALGERIE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TUGAS AKHIR NADYA ULFA ALGERIE"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

(1)

Analisa Percepatan Waktu Penyelesaian Proyek Pembangunan Menggunakan Metode Fast Track (Studi Kasus: Gedung Workshop

dan Warehouse PT. Wilmar Padi Indonesia – Kualatanjung)

TUGAS AKHIR

NADYA ULFA ALGERIE 17 0404 078

BIDANG STUDI MANAJEMEN REKAYASA KONSTRUKSI DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)
(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya. Shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhamad SAW yang senantiasa memberikan syafaat bagi umatnya, sehingga menjadi panutan dalam menjalankan setiap aktivitas kami sehari-hari karena sungguh sesuatu hal yang sangat sulit menguji ketekunan dan kesabaran untuk tidak pantang menyerah dalam menyelesaikan penulisan ini.

Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan studi Program Studi Strata Satu (S1) Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik “Analisa Percepatan Waktu Penyelesaian Proyek Pembangunan Menggunakan Metode Fast Track (Studi Kasus: Gedung Workshop dan Warehouse PT. Wilmar Padi Indonesia – Kualatanjung).

Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini tidak terlepas dari dukungan, bantuan, serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar - besarnya kepada beberapa pihak yang berperan penting yaitu:

1. Bapak Ir. Syahrizal, M.T. selaku Dosen Pembimbing yang selalu memberikan kepercayaan serta kesempatan bagi penulis untuk mencoba hal-hal baru, dan yang telah banyak memberikan bimbingan yang sangat bernilai, masukan, dukungan serta meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam membantu penulis menyelesaikan Tugas Akhir ini.

2. Ibu Prof. Dr. Ir. Renita Manurung, M.T. selaku Wakil Dekan I Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Dr. Ir. M. Ridwan Anas, S.T., M.T. selaku Ketua Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera UtaraBapak Ir. M. Agung Putra Handana, S.T., M.T. selaku Sekretaris Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

4. Bapak Prof. Dr. Ing. Johannes Tarigan dan Bapak Indra Jaya, S.T., M.T.

(5)

terhadap Tugas Akhir ini.

5. Bapak/Ibu seluruh staff pengajar Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

6. Seluruh pegawai administrasi Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan bantuan selama ini kepada penulis. Terlebih kepada Ibu Deli, Bang Gun, Pak Rahmat, Kak Yani, Kak Dina, Kak Murni, dan Kak Lia yang selau berbaik hati dalam proses administrasi dan banyak lagi selama perkuliahan.

7. Kepada owner dan staff PT. Wilmar Padi Indonesia, terkhusus Bang Ian, Bapak Rahman, dan Bapak Gito yang telah memberikan izin dan membantu untuk penelitian Tugas Akhir.

8. Orang tua saya, Bapak Ir. Yoopie Algerie dan Ibu Nani Sumarni Astuti, S.E, kedua adik saya Yonanda Fauziyah Algerie dan Muhammad Faisal Algerie yang telah banyak berkorban memberikan doa, kasih sayang, motivasi hidup, semangat dan nasihat dalam hidup penulis.

9. Teman terbaik penulis Fikri Ardiansyah Purba yang telah menemani dan membantu dalam masa perkuliahan serta penyelesaian Tugas Akhir ini baik dalam keadaan susah maupun senang.

10. Untuk semua teman-teman yang selalu membantu dan memberikan dukungan kepada penulis selama perkuliahan terutama sahabat penulis 1 Set Ayakan (Prilly, Mutiara, Fahiza, Yessi, Fitria, Tasya) dan 1 Sak Semen (Adam, Alrizky, Aziz, Bagas, Luthfi, Swadistra, Hafidz, Angga, Ricky).

11. Untuk semua keluarga besar sipil stambuk 2017, 2018, dan 2020 terutama adik baik penulis Adam, Torik, Axel, Anggi dan Tantri yang memberikan bantuan, dukungan dan semangat kepada penulis.

12. Teman baik penulis Sania, Tisa, Nasywa, Mitha, Mimi yang telah memberikan motivasi, dukungan, semangat dan doa dalam penyusunan Tugas Akhir ini sehingga dapat selesai.

13. Last but not least, I wanna thank me, I wanna thank me for believing in me, I wanna thank me for doing all this hard work, I wanna thank me for having no

(6)

Mengingat adanya keterbatasan yang dimiliki penulis, maka penulis menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, segala saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca diharapkan untuk penyempurnaan laporan Tugas Akhir ini.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih dan semoga laporan Tugas Akhir ini bermanfaat bagi bara pembaca.

Medan, Desember 2021 Penulis,

Nadya Ulfa Algerie 17 0404 078

(7)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

ABSTRAK ... x

BAB I ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan Penelitian... 3

1.4 Batasan Masalah ... 3

1.5 Manfaat Penelitian... 3

1.6 Sistematika Penulisan ... 4

BAB II ... 5

2.1 Proyek Konstruksi ... 5

2.2 Biaya Proyek ... 5

2.3 Jadwal Pelaksanaan ... 6

2.4 Percepatan Waktu Pelaksanaan ... 7

2.5 Teknik Percepatan Waktu Pelaksanaan... 8

2.6 Tahapan Percepatan Waktu dengan Metode Fast Track ... 9

BAB III ... 12

3.1 Pendahuluan ... 12

3.2 Jenis Penelitian ... 12

3.3 Pendekatan Penelitian ... 12

3.4 Jadwal Penelitian ... 13

3.5 Data Umum Proyek ... 14

3.6 Jenis dan Sumber Data ... 14

3.7 Metode Pengumpulan Data ... 15

3.8 Instrumen Penelitian ... 15

(8)

4.1 Data Umum Proyek ... 18

4.2 Rincian Data Proyek... 19

4.3 Pengolahan Data ... 20

4.3.1 Penyusunan Uraian Pekerjaan dan Durasi Pekerjaan ... 20

4.3.2 Penyusunan Jaringan Kerja ... 20

4.3.3 Penentuan Lintasan Kritis ... 20

4.4 Analisis Metode Fast Track ... 27

4.4.1 Perhitungan Durasi Percepatan ... 27

4.5 Perhitungan Biaya Proyek Setelah Penerapan Metode Fast Track .... 30

BAB V ... 34

5.1 Kesimpulan... 34

5.2 Saran ... 34

DAFTAR PUSTAKA ... xii

LAMPIRAN ... xiv

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jadwal Peneltian………….………...……17

Tabel 3.2 Data Umum Proyek………...………18

Tabel 4.1 Data Umum Proyek………...…………22

Tabel 4.2 Rencana Anggaran Biaya Proyek………..23

Tabel 4.3 Kegiatan Lintasan Kritis………25

Tabel 4.4 Percepatan Metode Fast Track pada Lintasan Kritis……….32

Tabel 4.5 Perbedaan Waktu Awal dan Waktu Setelah Percepatan…………...…33

(10)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Proses Input Kegiatan Proyek………...………..9

Gambar 2.2 Lintasan Kritis………..………..9

Gambar 2.3 Setelah Fast Track………...………….10

Gambar 3.1 Lokasi Proyek PT. Wilmar Padi Indonesia………...…18

Gambar 4.1 Critical Tasks………...……….24

Gambar 4.2 Grafik Hubungan Waktu dan Biaya Total………...…….37

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Tabel Lampiran 1 Time Schedule Proyek dan Kurva S Tabel Lampiran 2 Uraian Pekerjaan dan Durasi Pekerjaan Gambar Lampiran 3 Penyusunan Jaringan Kerja

Gambar Lampiran 4 Penyusunan Jaringan Kerja

Gambar Lampiran 5 Hasil Percepatan pada Lintasan Kritis Gambar Lampiran 6 Gambar Proyek

Lampiran 7 Rencana Anggaran Biaya

(12)

ABSTRAK

Dalam pelaksanaan proyek, terjadinya ketidaksesuaian antara jadwal rencana dan realisasi di lapangan akan berdampak pada proyek tersebut. Dampak yang kerap timbul adalah keterlambatan waktu pelaksanaan proyek yang dapat juga disertai dengan meningkatnya biaya pelaksanaan proyek tersebut.

Penelitian ini mengambil studi kasus proyek pembangunan Gedung Pendukung PT. Wilmar Padi Indonesia – Kualatanjung. Pada studi kasus ini, proyek telah mengalami keterlambatan pelaksanaan dikarenakan adanya perubahan desain dari desain awal yang telah disusun. Keterlambatan juga dipengaruhi karena kurangnya tenaga kerja dalam pembuatan rancang desain / gambar kerja. Untuk mengantisipasi waktu yang tertunda akibat permasalahan tersebut, penulis akan menganalisa percepatan waktu proyek mengunakan metode Fast Track yang dapat mengurangi biaya proyek dikarenakan metode ini merupakan percepatan dengan melakukan pelaksanaan aktivitas-aktivitas secara paralel / tumpang tindih dengan waktu pelaksanaan yang lebih cepat sehingga biaya lebih efisien. Data penelitian ini menggunakan data sekunder pada proyek yaitu : Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan penjadwalan awal proyek (time schedule).

Dari data tersebut, kemudian metode fast track diterapkan agar dapat mereduksi waktu dan biaya pelaksanaan proyek. Diawali dengan penyusunan penjadwalan pada Microsoft Project 2016 dengan menyusun setiap item kegiatan untuk menentukan lintasan kritis dari setiap item pekerjaan tersebut selanjutnya menganalisis dengan menerapkan ketentuan-ketentuan metode fast track hingga mencapai lintasan kritis yang jenuh atau tidak dapat dilakukan fast track lagi.

Hasil analisis membuktikan bahwa penerapan metode fast track dapat memperkecil resiko pembengkakan biaya serta dapat memberikan keuntungan berupa penghematan waktu selama 40 hari atau 17% dari waktu pelaksanaan proyek semula (232 hari menjadi 192 hari). Sedangkan pada biaya tidak langsung juga terjadi penghematan (efisiensi) sebesar Rp. 35.000.000,00 atau sekitar 1,53% dari biaya proyek awal.

(13)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tolak ukur kesuksesan sebuah proyek adalah dimensi waktu dan biaya.

Dimensi biaya dan waktu yang dimaksud dalam sebuah proyek adalah ketepatan pada penggunaan biaya dan ketepatan dalam penggunaan waktu pelaksanaan.

Ketepatan penggunaan biaya tercapai apabila biaya yang digunakan sesuai dengan rencana atau lebih kecil dari biaya rencana tanpa mengurangi kualitas proyek.

Ketepatan penggunaan waktu tercapai apabila waktu proyek selesai sesuai rencana atau lebih cepat dari rencana, tetapi pada kenyataannya sering kali terjadi keterlambatan waktu dalam tahapan – tahapan pelaksanaan aktifitasnya, ini cenderung mengakibatkan pembengkakan biaya pembangunan. (Tjaturono, 2002)

Dalam pelaksanaan proyek, terjadinya ketidaksesuaian antara jadwal rencana dan realisasi di lapangan akan berdampak pada proyek tersebut. Dampak yang kerap timbul adalah keterlambatan waktu pelaksanaan proyek yang dapat juga disertai dengan meningkatnya biaya pelaksanaan proyek tersebut. Maka, dibutuhkan percepatan waktu untuk pelaksanaan pekerjaannya, hal ini diyakini oleh pelaksana proyek agar bangunan dapat digunakan lebih cepat dan tidak menyebabkan penambahan anggaran biaya pada masa pelaksanaan proyek oleh hal – hal yang tidak terduga selama berlangsungnya proyek. Waktu menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah proyek, dengan manajemen yang baik, waktu dan biaya dapat diusahakan untuk dilakukan lebih optimal atau dengan kata lain waktu pelaksanaan dapat lebih dipercepat dengan biaya yang sesuai dengan koridor anggaran tanpa mengubah kualitas pekerjaan.

Penelitian ini mengambil studi kasus proyek pembangunan Gedung Pendukung PT. Wilmar Padi Indonesia – Kualatanjung yang berupa Gedung Workshop dan Warehouse PT. Wilmar Padi Indonesia yang fungsinya untuk

(14)

disusun. Keterlambatan juga dipengaruhi karena kurangnya tenaga kerja dalam pembuatan rancang desain / gambar kerja. Oleh karena itu, proyek baru berjalan pada bulan April tahun 2021. Namun, proyek kembali mengalami keterlambatan sehingga berjalan lagi pada bulan Juni dengan target selesai pada bulan Februari 2022 sesuai time schedule. Untuk progress pekerjaan di lapangan dan time schedule juga tidak sesuai, contohnya pekerjaan struktur baja menurut time schedule seharusnya telah selesai pada bulan November 2021 tetapi berdasarkan survei di lapangan pekerjaan struktur baja baru dalam tahap pengerjaan dan belum selesai.

Progress rencana harusnya sudah mencapai 76% tetapi progress realisasi di lapangan masih 42%.

Untuk mengantisipasi waktu yang tertunda akibat permasalahan tersebut, penulis akan menganalisa percepatan waktu proyek mengunakan metode Fast Track yang dapat mengurangi biaya proyek dikarenakan metode ini merupakan percepatan dengan melakukan pelaksanaan aktivitas-aktivitas secara paralel / tumpang tindih dengan waktu pelaksanaan yang lebih cepat sehingga biaya lebih efisien.

Menurut Nurhayati (2010), metode Fast Track adalah metode yang dilakukan dengan melakukan penyusunan ulang jaringan kerja secara paralel atau tumpang tindih berdasarkan logika. Cara menggunakan metode ini adalah dengan mengganti hubungan jaringan kerja finish to start menjadi start to start.

Proyek telah mempersiapkan data Rencana Anggaran Biaya dan Time Schedule untuk membantu jalannya penelitian ini. Penelitian ini dapat dijadikan rekomendasi untuk percepatan proyek pembangunan Gedung Workshop dan Warehouse PT. Wilmar Padi Indonesia agar bangunan bisa cepat digunakan sehingga dapat lebih menguntungkan jika bangunan telah beroperasi lebih awal.

Penelitian ini juga memiliki manfaat sebagai referensi bagi proyek yang mengalami keterlambatan pada masa pelaksanaan konstruksi.

1.2 Rumusan Masalah

(15)

1. Berapa waktu penyelesaian yang dibutuhkan pada percepatan pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Workshop dan Warehouse PT. Wilmar Padi Indonesia?

2. Berapa biaya optimum proyek yang dibutuhkan akibat percepatan durasi proyek pembangunan Gedung Workshop dan Warehouse PT. Wilmar Padi Indonesia?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui waktu penyelesaian proyek setelah dilakukan analisis percepatan pelaksanaan pada proyek pembangunan Gedung Workshop dan Warehouse PT. Wilmar Padi Indonesia.

2. Mengetahui biaya optimum proyek yang dibutuhkan akibat percepatan pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Workshop dan Warehouse PT. Wilmar Padi Indonesia.

1.4 Batasan Masalah

Mengingat permasalahan yang ada begitu luas maka kami memberikan batasan permasalah. Batasan masalah pada tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

1. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Gedung Workshop dan Warehouse PT. Wilmar Padi Indonesia.

2. Tidak ada penambahan durasi, volume, biaya dan tenaga kerja pada pelaksanaan proyek (biaya langsung tetap).

3. Tidak ada penambahan jam kerja, tenaga kerja, dan alat berat.

4. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya milik konsultan perencana.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian dari proyek pembangunan Gedung Workshop dan

(16)

2. Mampu menganalisis percepatan proyek menggunakan aplikasi Microsoft Project.

3. Mampu menghitung biaya setelah dilakukannya percepatan durasi proyek.

4. Memberi masukan kepada konsultan perencana proyek tentang cara mempercepat waktu pelaksanaan proyek.

5. Sebagai referensi bagi proyek yang mengalami keterlambatan pada masa pelaksanaan konstruksi.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan laporan penelitian ini terdiri dari lima bab. Masing masing bab dibagi dalam sub bab mengenai pokok pembahasan, kemudian diuraikan dengan tujuan dapat diketahui permasalahan yang dibicarakan. Adapun sistematika penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN, terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, manfaat penulisan, dan sistematika penulisan.

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA, terdiri dari uraian tentang teori dasar yang digunakan dalam mendukung penelitian ini.

BAB III: METODE PENELITIAN, terdiri dari kerangka pemecahan masalah dan gambaran umum dalam pengumpulan data, pengolahan data serta analisa dari masalah yang diteliti.

BAB IV: ANALISA DAN PEMBAHASAN, terdiri dari pembahasan mengenai penyelesaian masalah dikaitkan dengan teori maupun literatur secara sistematis.

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN, terdiri dari kesimpulan hasil penelitian dan saran yang diperlukan atas pembahasan dan penyelesaian masalah yang telah dilakukan serta untuk penelitian lanjutan.

(17)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Proyek Konstruksi

Dalam mencapai sasaran dan tujuan dari proyek yang telah ditentukan terdapat batasan-batasan dalam suatu proyek yaitu Triple Constraint atau tiga kendala yang terdiri dari: Biaya / Anggaran (Cost), Waktu / Jadwal (Time), dan Mutu. Dari segi teknis, ukuran keberhasilan proyek dikaitkan sejauh mana ketiga sasaran tersebut dapat dipenuhi. Untuk itu diperlukan suatu pengaturan yang baik, sehingga perpaduan antara ketiganya sesuai dengan yang diinginkan, yaitu dengan manajemen proyek. (Soeharto, 1997)

Proyek pada umumnya memiliki batas waktu (deadline), artinya proyek harus diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang telah ditentukan. Berkaitan dengan masalah proyek ini maka keberhasilan pelaksanaan sebuah proyek tepat pada waktunya merupakan tujuan yang penting baik bagi pemilik proyek maupun kontraktor. (Frederika, 2010)

2.2 Biaya Proyek

Biaya total proyek dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu:

1. Biaya langsung (direct cost)

Biaya langsung adalah biaya-biaya yang secara langsung berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan, antara lain:

a. biaya bahan/material, b. biaya upah pekerja, c. biaya alat,

d. biaya subkontraktor dan lain-lain.

(18)

2. Biaya tidak langsung (indirect cost)

Biaya tidak langsung adalah semua biaya proyek yang tidak secara langsung berhubungan dengan konstruksi di lapangan namun tidak dapat dilepaskan dari proyek tersebut, antara lain:

a. gaji staf / pegawai tetap tim manajemen, b. biaya konsultan (perencanaan dan pengawas), c. fasilitas sementara di lokasi proyek,

d. peralatan konstruksi,

e. pajak, pungutan, asuransi, dan perizinan, f. overhead,

g. biaya tak terduga, h. laba.

2.3 Jadwal Pelaksanaan

Penjadwalan atau scheduling adalah kegiatan untuk menentukan waktu yang dibutuhkan dan urutan kegiatan serta menentukan waktu proyek dapat diselesaikan dengan mempertimbangkan keterbatasan-keterbatasan yang ada.

Dalam proses penjadwalan, penyusunan kegiatan dan hubungan antar kegiatan dibuat lebih terperinci dan sangat detail. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pelaksanaan evaluasi proyek (Ervianto, 2003).

Penjadwalan / rencana kerja pada dasarnya merupakan penyusunan jenis - jenis pekerjaan yang diukur berdasarkan urutan waktu sehingga dapat dilakukan pengontrolan terhadap pekerjaan tersebut. Pekerjaan kegiatan kerja yang baik dan sesuai dengan tujuan akan sangat membantu untuk mengontrol dan mengawasi jalannya pelaksanaan proyek, karena keterlambatan-keterlambatan kegiatan proyek dapat segera diatasi dan dicarikan jalan keluarnya melalui langkah-langkah yang tepat, cepat, dan efektif. Penjadwalan kegiatan proyek tersebut disebut time schedule.

Isi dari penjadwalan kegiatan proyek pada umumnya adalah : 1. Jenis pekerjaan yang dikerjakan.

(19)

3. Bobot dari masing-masing pekerjaan yang dinytakan dalam presentase terhadap harga dari seluruh pekerjaan.

2.4 Percepatan Waktu Pelaksanaan

Mempercepat waktu penyelesaian proyek berarti melakukan usaha untuk menyelesaikan proyek konstruksi dengan durasi waktu yang lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya (crashing). Crashing adalah suatu proses yang disengaja, sistematis, dan analitik dengan cara melakukan pengujian dari semua kegiatan dalam suatu proyek yang dipusatkan pada kegiatan yang berada pada jalur kritis. (Ervianto, 2004)

Lintasan kritis memiliki arti penting dalam pengelolaan proyek karena lintasan kritis merupakan waktu atau durasi penentu penyelesaian proyek.

Penundaan atau keterlambatan tugas dalam kategori lintasan kritis menyebabkan penundaan penyelesaian proyek secara keseluruhan. Keterlambatan tugas dalam kategori lintasan non-kritis tidak akan menunda penyelesaian proyek.

Perhitungan percepatan waktu pelaksanaan dimulai dengan mencari lintasan kritis menggunakan bantuan software Microsoft Project kemudian dilakukan perhitungan menggunakan metode – metode yang dapat mempercepat waktu yang ada pada lintasan kritis.

Penelitian ini menggunakan Microsoft Project 2016 untuk membuat network planning dan menentukan lintasan kritis pada aktivitas kegiatan proyek konstruksi. Adapun langkah-langkah dalam penyusunan jaringan kerja pada program Microsoft Project 2016 adalah sebagai berikut :

1. Menyusun item-item pekerjaan sesuai urutannya, 2. Menentukan durasi dari masing-masing item pekerjaan,

3. Menyusun predecessor (ketergantungan antar kegiatan / kegiatan yang mengikuti) pada masing-masing aktivitas. Dengan disusunnya predecessor maka secara otomatis program akan membentuk diagram preseden. Dalam

(20)

kritis yang ditandai dengan warna merah sedangkan kegiatan yang bersifat non kritis ditandai dengan warna biru.

2.5 Teknik Percepatan Waktu Pelaksanaan

Dalam suatu proyek telah ditentukan jangka waktu penyelesaian proyek, dalam hal ini dapat dilakukan percepatan durasi kegiatan dimana akan mengakibatkan terjadi peningkatan biaya. Mempercepat penyelesaian waktu proyek adalah suatu usaha yang dilakukan untuk menyelesaikan proyek lebih awal dari waktu penyelesaian dalam keadaan normal. Proses mempercepat waktu penyelesaian proyek dinamakan Crash Program. Akan tetapi, terdapat batas waktu percepatan (crash duration) yaitu suatu batas dimana dilakukan pengurangan waktu melewati batas waktu ini akan tidak efektif lagi. Durasi percepatan (crashing) maksimum suatu aktivitas adalah durasi tersingkat untuk menyelesaikan suatu aktivitas yang secara teknis masih mungkin dengan asumsi sumber daya bukan merupakan hambatan (Soeharto, Iman. 1999).

Kegiatan pada suatu proyek konstruksi dapat dipercepat dengan berbagai cara, yaitu :

1. Dengan membuat shift/pembagian pekerjaan 2. Dengan menambah jam kerja (lembur)

3. Dengan menggunakan peralatan yang lebih produktif 4. Dengan menambah tenaga kerja

5. Dengan menggunakan metode konstruksi yang lebih efektif

Penelitian ini menggunakan metode konstruksi yang efektif untuk mempercepat waktu penyelesaian proyek. Metode yang digunakan adalah Metode Fast Track yaitu metode pengelolaan penjadwalan proyek konstruksi dengan melakukan pelaksanaan aktivitas secara paralel sehingga waktu pelaksanaan lebih cepat dari perencanaan awal. (Tjaturono and Indrasurya, 2002; Tjaturono and Mochtar, 2009)

(21)

2.6 Tahapan Percepatan Waktu dengan Metode Fast Track

Langkah-langkah atau ketentuan yang harus dilakukan dalam penerapan metode fast track terhadap aktivitas-aktivitas pada lintasan kritis (Tjaturono, 2004) adalah sebagai berikut :

1. Penjadwalan harus logis antara aktivitas yang satu dengan aktivitas lainnya sehingga cukup realistis untuk dilaksanakan (meliputi: tenaga kerja, produktivitas bahan, alat, teknis dan dana).

Gambar 2.1 Proses Input Kegiatan Proyek (Sumber: Microsoft Project 2016)

2. Melakukan fast track hanya pada aktivitas di lintasan kritis saja, terutama pada aktivitas-aktivitas yang memiliki durasi yang panjang.

(22)

Gambar 2.2 Lintasan Kritis (Sumber: Microsoft Project 2016)

3. Waktu terpendek yang dapat dilakukan fast track ≥ 2 hari.

4. Hubungan antara aktivitas kritis yang akan di fast-track:

a. Apabila durasi i < durasi j, maka aktivitas kritis j dapat dilakukan percepatan setelah aktivitas i telah ≥ 1 hari dan aktivitas i harus selesai lebih dulu atau bersama-sama.

b. Apabila durasi i > durasi j, maka aktivitas j dapat dimulai bila sisa durasi aktivitas i < 1 hari dari aktivitas j. Kedua aktivitas tersebut selayaknya dapat selesai bersama-sama.

5. Periksa float yang ada pada aktivitas yang tidak kritis, apakah masih memenuhi syarat dan tidak kritis setelah fast track dilakukan.

6. Apabila setelah dilakukan fast-track tahap awal, lintasan kritis bergeser, lakukan langkah-langkah yang sama pada aktivitas-aktivitas di lintasan kritis yang baru.

Gambar 2.3 Setelah Fast Track (Sumber: Microsoft Project 2016)

7. Percepatan selayaknya dilakukan tidak lebih dari 50% dari waktu normal.

Penerapan fast track untuk mereduksi durasi lebih dari 50% seringkali justru

(23)

menjadi tidak lagi ekonomis dan efisien. Dikarenakan, jika melakukan fast track pada lintasan kritis terus menerus akan membuat pekerjaan tersebut menjadi tidak terkontrol, terburu – buru, menambah resiko kesalahan pekerjaan, kurangnya tenaga kerja, dan dibutuhkannya waktu lembur untuk para pekerja sehingga akan menghasilkan penambahan biaya pada proyek tersebut. Dengan demikian, fast track membutuhkan koordinasi yang lebih kompleks sebagai akibat lebih banyaknya dana yang dikelola untuk satuan waktu saat proyek masih berlangsung.

Pekerjaan pada lintasan kritis yang akan dilakukan fast track adalah pekerjaan yang memiliki keterkaitan / hubungan ketergantungan antar pekerjaan (predecessor dan successor). Pekerjaan yang jika dilakukan tidak mengganggu pekerjaan lainnya. Menurut (Rahayu et al., 2002), hubungan antar pekerjaan diperoleh dari jadwal yang terdapat dilapangan, dalam menyusun hubungan antar pekerjaan harus diketahui kapan suatu pekerjaan di lapangan dimulai dan kapan harus selesai. Pekerjaan ini juga dapat diperoleh berdasarkan hasil observasi langsung di lapangan dan sesuai arahan para pekerja proyek bahwasannya pekerjaan tersebut dapat dilakukan dalam waktu yang bersamaan.

Perlu diperhatikan bahwa pada pembiayaan proyek dengan penerapan metode fast track, yang dihitung adalah pembiayaan pelaksanaan aktivitas-aktivitas pada lintasan kritis maupun aktivitas pada lintasan yang tidak kritis seperti halnya pada pembiayaan normal. Tidak ada penambahan jumlah tenaga kerja dan biaya pada masing-masing aktivitas baik pada aktivitas pada lintasan kritis maupun pada aktivitas tidak kritis. (Tjaturono and Mochtar, 2009)

(24)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Pendahuluan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa waktu percepatan penyelesaian proyek dan total biaya akhir yang terjadi pada proyek Pembangunan Gedung Workshop dan Warehouse PT. Wilmar Padi Indonesia menggunakan metode Fast Track.

3.2 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, yaitu metode yang digunakan untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan dengan tujuan mendeskripsikan hal yang seharusnya terjadi pada hasil atau saat penelitian berlangsung.

3.3 Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode pendekatan kuantitatif dilakukan untuk memecahkan suatu masalah yang ada dengan cara mengumpulkan data, disusun, dijelaskan, diolah dan dianalisis menggunakan perhitungan statistik sehingga diperoleh hasil akhir yang berupa angka. Hasil akhir ini kemudian digunakan sebagai bahan untuk mengambil kesimpulan dari pemasalahan yang ada.

(25)

3.4 Jadwal Penelitian

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian

Lokasi penelitian berada di Jl. Access Road, Kuala Tanjung, Batubara, Sumatera Utara dengan target jadwal selama 4 bulan.

No Jenis

Kegiatan

Mei Juni Juli Agustus September

4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 1 Studi literatur

2 Pengumpulan Data

3

Penyusunan Uraian dan Durasi Pekerjaan 4 Penyusunan

Jaringan Kerja 5 Menentukan

Lintasan Kritis 6 Analisis

Percepatan dengan Metode Fast Track

7 Perhitungan Total Biaya Akhir Proyek 8 Penulisan

Laporan 9 Seminar

Hasil

(26)

3.5 Data Umum Proyek

Gambar 3.1 Lokasi Proyek PT. Wilmar Padi Indonesia (Sumber: Google Earth, 2021)

NAMA PROYEK Store & Maintenance Workshop PT. Wilmar Padi Indonesia - Kualatanjung

TIPE BANGUNAN Bangunan Gandeng, Gudang 2 lantai dan Bangunan Workshop 1 lantai, Struktur Baja

LOKASI PROJECT Jl. Access Road, Kuala Tanjung, Batubara, Sumatera Utara

LUAS BANGUNAN 30 x 18 m2

TINGGI BANGUNAN 4000mm – 1st floor, 7500mm – roof OWNER PROJECT WILMAR GROUP

WAKTU PELAKSANAAN 232 hari kalender NILAI KONTRAK Rp. 2.285.000.000,00 JENIS KONTRAK Unit Price

Tabel 3.2 Data Umum Proyek

3.6 Jenis dan Sumber Data

Data yang diperoleh dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Data Primer

(27)

Data Primer, didapat dan dikumpulkan langsung dari objek yang diteliti oleh orang yang melakukan penelitian. Data primer pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan observasi.

2. Data Sekunder

Data sekunder, didapatkan tidak melalui pengamatan secara langsung di lapangan. Data sekunder pada penelitian ini diantaranya, yaitu:

- Rencana Anggaran Biaya (RAB), - Analisa Harga Satuan Pekerjaan, - Time Schedule Proyek.

3.7 Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Jenis pengumpulan data yang dijadikan bahan acuan dalam pelaksanaan dan penyusunan laporan tugas akhir ini dikelompokkan dalam dua jenis data, yaitu:

1. Data Primer

Data Primer, didapat dari sumber pertama. Data primer pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara terkait data-data umum proyek yang diamati secara langsung di lapangan dan melakukan observasi tentang perkembangan pekerjaan serta permasalahan yang terjadi pada proyek.

2. Data Sekunder

Data sekunder, didapatkan tidak melalui pengamatan secara langsung di lapangan. Data sekunder pada penelitian ini diantaranya rencana anggaran biaya (RAB), analisa harga satuan pekerjaan, time schedule proyek.

3.8 Instrumen Penelitian

Instrumen Penelitian merupakan alat dan sarana yang dibuat oleh peneliti untuk mengumpulkan berbagai data untuk penelitian.sehingga akan lebih mudah diolah dalam proses penelitian. Instrumen yang diperlukan dalam penelitian ini, adalah:

(28)

1. Wawancara

Wawancara digunakan untuk mengetahui data – data umum mengenai proyek yang dijadikan tempat penelitian. Wawancara dilakukan kepada pemilik proyek, konsultan perencana, serta kontraktor proyek.

2. Observasi

Observasi digunakan sebagai lembar pengamatan yang digunakan untuk mengukur perkembangan pekerjaan pada proyek dan mengetahui permasalahan yang ada pada proyek tersebut.

3.9 Metode Pengolahan Data

Berikut adalah langkah – langkah penelitian dalam tugas akhir:

1. Penyusunan Uraian Pekerjaan dan Durasi Pekerjaan

Penyusunan uraian pekerjaan dan durasi tiap item pekerjaan diperoleh berdasarkan data dari proyek.

2. Penyusunan Jaringan Kerja

Jaringan kerja digambarkan dengan diagram balok (Bar Chart) dengan bantuan Microsoft Project 2016.

3. Menentukan Lintasan Kritis

Menentukan lintasan kritis berdasarkan jaringan kerja menggunakan program Microsoft Project 2016.

4. Analisis Percepatan dengan Metode Fast Track

Perhitungan waktu percepatan penyelesaian proyek dengan metode Fast Track untuk mendapatkan hasil waktu optimum.

5. Perhitungan Total Biaya Akhir Proyek

Biaya proyek dapat berubah seiring dengan diadakannya percepatan waktu penyelesaian pada proyek.

(29)

FLOWCHART

Analisis Percepatan dengan Metode Fast Track Pengumpulan Data

Rumusan Masalah

Penyusunan Uraian dan Durasi Pekerjaan

Penyusunan Jaringan Kerja Data Primer :

1. Wawancara 2. Observasi

Data Sekunder :

1. Rencana Anggaran Biaya 2. Time Schedule

3. Analisa Harga Satuan Pekerjaan Mulai

Menentukan Lintasan Kritis

Perhitungan Total Biaya Akhir Proyek Kesimpulan dan Saran

Selesai Durasi Percepatan

Sesuai Target Tidak

Ya Studi Literatur

(30)

BAB IV

ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Umum Proyek

Studi kasus pada penelitian ini adalah Proyek Pembangunan Gedung Workshop dan Warehouse PT. Wilmar Padi Indonesia - Kualatanjung. Proyek tersebut dipilih menjadi studi kasus pada penelitian ini karena dalam pelaksanaannya mengalami keterlambatan yang seharusnya dilaksanakan pada bulan Desember 2020 menjadi bulan April 2021 dikarenakan kurangnya tenaga kerja dalam pembuatan rancang desain / gambar kerja. Namun, proyek kembali mengalami keterlambatan sehingga berjalan lagi pada bulan Juni 2021 dengan target selesai pada bulan Februari 2022 sesuai time schedule. Sehingga perlu diadakan percepatan agar bangunan bisa lebih cepat digunakan dan dapat lebih menguntungkan jika bangunan beroperasi lebih awal. Berikut adalah data Proyek Pembangunan Gedung Workshop dan Warehouse PT. Wilmar Padi Indonesia – Kualatanjung.

Tabel 4.1. Data Umum Proyek

NAMA PROYEK Store & Maintenance Workshop PT. Wilmar Padi Indonesia - Kualatanjung

TIPE BANGUNAN Bangunan Gandeng, Gudang 2 lantai dan Bangunan Workshop 1 lantai, Struktur Baja

LOKASI PROJECT Jl. Access Road, Kuala Tanjung, Batubara, Sumatera Utara

LUAS BANGUNAN 30 x 18 m2

TINGGI BANGUNAN 4000mm – 1st floor, 7500mm – roof OWNER PROJECT WILMAR GROUP

WAKTU PELAKSANAAN 232 hari kalender NILAI KONTRAK Rp. 2.285.000.000,00 JENIS KONTRAK Unit Price

(31)

4.2 Rincian Data Proyek

Berikut merupakan beberapa data yang dibutuhkan pada penelitian ini, yaitu sebagai berikut :

Tabel 4.2. Rencana Anggaran Biaya Proyek

No. Jenis Pekerjaan Harga

A Pekerjaan Persiapan (Preparation) Rp. 94.594.731,32 B Pekerjaan Pondasi (Foundation) Rp. 260.270.389,70 C Pekerjaan Struktur Baja (Steel Structure) Rp. 916.718.365,00 D Pekerjaan Lantai dan Drainase (Floor and

Drainage) Rp. 403.851.003,63

E Pekerjaan Dinding (Wall) Rp. 311.054.868,00

Jumlah (Biaya Langsung) Rp. 1.986.489.357,65

Pajak PPN 10% Rp. 198.648.935,76

Biaya Tak Terduga 5% Rp. 99.324.467,88

Jumlah (Biaya Tidak Langsung) Rp. 297.973.403,64

Total Biaya Proyek Rp. 2.284.462.761,29

Dibulatkan Rp. 2.285.000.000,00

Biaya tidak langsung dihitung berdasarkan persentase dari biaya langsung yang besarnya tergantung dari lama waktu pelaksanaan pekerjaan. Berdasarkan survei pada proyek pembangunan Gedung Workshop dan Warehouse PT. Wilmar Padi Indonesia, biaya tidak langsung meliputi pajak PPN 10% dan biaya tak terduga 5%. Biaya tak terduga berupa penambahan peralatan konstruksi, fasilitas – fasilitas sementara di lokasi proyek, dan gaji pekerja jika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Untuk gaji staff / tim manajemen serta biaya konsultan tidak termasuk dalam kontrak nilai yang berlaku pada proyek ini.

(32)

4.3 Pengolahan Data

4.3.1 Penyusunan Uraian Pekerjaan dan Durasi Pekerjaan

Langkah pertama pada pengolahan data adalah menyusun uraian pekerjaan pada tabel di microsoft project serta melampirkan durasi tiap item pekerjaan yang didapat melalui time schedule proyek. (Tabel Lampiran 2)

Penyusunan uraian dan durasi pekerjaan berfungsi agar penelitian dapat dilanjutkan ke langkah selanjutnya yaitu menyusun jaringan kerja yang berkaitan dengan tiap item pekerjaan. Tabel uraian dan durasi pekerjaan yang telah disusun dapat dilihat pada tabel lampiran 2.

4.3.2 Penyusunan Jaringan Kerja

Setelah menyusun daftar uraian pekerjaan dan durasi tiap item pekerjaannya, data tersebut diinput melalui program Microsoft Project 2016untuk mendapatkan jaringan kerja (Gantt Chart). Jaringan kerja didapat dengan menyusun predecessor (ketergantungan antar kegiatan / kegiatan yang mengikuti) pada masing - masing aktivitas pekerjaan. Dengan disusunnya predecessor maka secara otomatis program akan membentuk garis-garis yang menghubungkan antar pekerjaan. Gambar penyusunan jaringan kerja menggunakan Microsoft Project 2016 dapat dilihat di gambar lampiran 3.

4.3.3 Penentuan Lintasan Kritis

Lintasan kritis dapat dilihat pada jaringan kerja cara mengaktifkan tools Critical Tasks pada Gantt Chart Format, seperti gambar berikut :

Gambar 4.1 Critical Tasks

(33)

Setelah tools critical tasks diaktifkan, maka akan tersusun lintasan kritis pada gantt chart dengan warna merah. Data lintasan kritis yang diolah menggunakan Microsoft Project 2016 dapat dilihat di gambar lampiran 4. Berikut adalah tabel kegiatan – kegiatan yang merupakan lintasan kritis :

Tabel 4.3. Kegiatan Lintasan Kritis

No. Item Pekerjaan Durasi

A PREPARATION (PEKERJAAN PERSIAPAN) 3 days

Tools Mobilisation 3 days

B FOUNDATION (PEKERJAAN PONDASI) 59 days

B1 Pile

1 Cut of Pile Head 2 days

2 Concreting for filling top pile K 300 Ready MIX 2 days 3 Cover plate on Top Pile ( plate ms thk 6 mm ) 2 days 4 R Bar ø 16 mm @ 1.58kg /mtr Ulir SNI 2 days 5 R Bar ø 10 mm @ 0.61 kg /mtr Ulir SNI 2 days B2 Foundation (Type PC1A) =

1 Soil excavation 2 days

2 Lean concrete, t=5cm 3 days

3 Sand fill & compacted, t=10cm 3 days

4 Form work

Pedestal ( Multiplex) 12 mm 2 days

5 Reinforcement bar

R Bar ø 13 mm @ 1.04kg /mtr Ulir SNI 4 days 6 Pedestal

R Bar ø 16 mm @ 1.58kg /mtr Ulir SNI 4 days R Bar ø 10 mm @ 0.61 kg /mtr SNI 1 day 7 Concrete foundation K300 Ready Mix

Pedestal 1 day

8 Anchor Bolt & nut washer dia. 20 mm x 100MM 6 days

(34)

B3 Ground Beam ( GB Type 1 (500 x 300) = 186 mtr

1 Soil excavation 3 days

2 Lean concrete, t=5cm 2 days

3 Sand fill & compacted, t=10cm 2 days

4 Form Work

Form work 1/2 batu 3 days

5 Reinforcement bar

R Bar ø 19 mm @ 2.23kg /mtr Ulir SNI 7 days R Bar ø 10 mm @ 0.61 kg /mtr SNI 3 days C STEEL STRUCTURE (PEKERJAAN STRUKTUR BAJA) 79 days C1 Portal View A

1 Coloum A

Base plate thk 20mm x 550 x 300mm x 7pc 1 day Wf 350 x 175 x 7 x 11mm x 6000 mm ( 49.6 kg/ mtr -

1.4m2/ mtr ) 3 days

Top Plate thk 6mm 350 x 175 mm 0,5 days 2 Tie beam Line A

Base Plate Consul 407 x 120 mm x 16 thk 1 day Wf 300 x 150 x 6.5 x 9mm x 5693 mm ( 36.7 kg/ mtr -

1.2m2/ mtr ) 2 days

Wf 200 x 100 x 5.5 x 8mm x 1000 mm ( 21.33 kg/ mtr -

0.8m2/ mtr ) 1 day

Bolt & nut c/w washer M22 x 2 1/2" (HTB A325) Gi 1 day C1 Portal View B

1 Coloum B

Base plate thk 20mm x 550 x 300mm x 7pc 1 day Wf 350 x 175 x 7 x 11mm x 6000 mm ( 49.6 kg/ mtr -

1.4m2/ mtr ) 3 days

Top Plate thk 6mm 350 x 175 mm 0,5 days 2 Tie beam line B

Plate Consul 600 x 86 mm x 12 thk

(35)

Base Plate Consul 407 x 120 mm x 16 thk 1 day Wf 300 x 150 x 6.5 x 9mm x 5693 mm ( 36.7 kg/ mtr -

1.2m2/ mtr ) 2 days

Wf 200 x 100 x 5.5 x 8mm x 1000 mm ( 21.33 kg/ mtr -

0.8m2/ mtr ) 2 days

C2 Portal View C 1 Coloum C

Base plate thk 20mm x 550 x 300mm x 7pc 1 day Wf 350 x 175 x 7 x 11mm x 6000 mm ( 49.6 kg/ mtr -

1.4m2/ mtr ) 3 days

Top Plate thk 6mm 350 x 175 mm 0,5 days 2 Tie beam line C

Base Plate Consul 407 x 120 mm x 16 thk 1 day Wf 300 x 150 x 6.5 x 9mm x 5693 mm ( 36.7 kg/ mtr -

1.2m2/ mtr ) 3 days

Stifner plate thk 10 mm x 282 x 71 mm 0,5 days Bolt & nut c/w washer M22 x 2 1/2" (HTB A325) Gi 0,5 days C3 Portal View D

1 Coloum D

Base plate thk 20mm x 550 x 300mm x 7pc 0,5 days Wf 350 x 175 x 7 x 11mm x 6000 mm ( 49.6 kg/ mtr -

1.4m2/ mtr ) 3 days

Top Plate thk 6mm 350 x 175 mm 0,5 days 2 Tie beam Line A

Base Plate Consul 407 x 120 mm x 16 thk 1 day Wf 300 x 150 x 6.5 x 9mm x 5693 mm ( 36.7 kg/ mtr -

1.2m2/ mtr ) 1 day

Bolt & nut c/w washer M22 x 2 1/2" (HTB A325) Gi 0,5 days C4 Portal Line 1,2,3,5 & 6

1 Tee beam

(36)

Wf 300 x 150 x 6.5 x 9mm ( 36.7 kg/ mtr - 1.2m2/ mtr ) 2 days Wf 250 x 125 x 6 x 9mm ( 29,6 kg/ mtr - 1 m2/ mtr ) 2 days Bolt & nut c/w washer M22 x 2 1/2" (HTB A325) Gi 0,5 days 2 Platform el. 4000

Base Plate 200 x 100 mm x 16 thk 1 day

Wf 300 x 150 x 6.5 x 9mm ( 36.7 kg/ mtr - 1.2m2/ mtr ) 2 days Wf 200 x 100 x 5.5 x 8mm x 1000 mm ( 21.33 kg/ mtr -

0.8m2/ mtr ) 2 days

Bolt & nut c/w washer M22 x 2 1/2" (HTB A325) Gi 0,5 days Plate Bar thk 6mm x 200 mm @9.42 Kg/ mtr - 0.4 M2/mtr 2 days

Floor deck t=0,75mm 3 days

3 Canopy

Base Plate 200 x 100 mm x 16 thk 0,5 days Wf 200 x 100 x 5.5 x 8mm x 1000 mm ( 21.33 kg/ mtr -

0.8m2/ mtr ) 1,5 days

Bolt & nut c/w washer M22 x 2 1/2" (HTB A325) Gi 0,5 days 4 Gutter

Plat SS 3mmx5'x20' (gutter) c/w support 3 days

L 50.50.5-3,78 kg/m' 1 day

U Bolt dia 4" x 6mm GI 0,5 days

5 Roofing sheet

CNP 150x50x20x2,3mm-4,97 kg/m' 4 days

Plate 6mm 3 days

Bolt & nut dia. M12 c/w washer (HTB A325) 1 day

Turnbuckle 20mm Gi 2 days

Bolt & nut dia. 12mm HTB A325 (Sag rod) 0,5 days Roofing sheet Mega deck t=0,40m , colour BLUE SKY 2 days Self drilling screw dia. 65mmx12mm 0,5 days 6 Rafter

Wf 200 x 100 x 5.5 x 8mm x ( 21.33 kg/ mtr - 0.8m2/ mtr ) 3 days

Stiffener plate, t=10mm 1 day

(37)

Base plate t=16mm (Rafter) 0,5 days Bolt & nut c/w washer M22 (HTB A325) 0,5 days Ridge flashing ( Rabung) 600 mm x 32 mtr 3 days D FLOOR & DRAINAGE (PEKERJAAN LANTAI &

DRAINASE) 54 days

D1 Flooring Level 0.00 Uk 18 x 30 M2

1 Sand fill & compacted, t=300cm 7 days

2 Lean concrete, t=5cm 2 days

3 Reinforcement bar

R Bar ø 13 mm @ 1.04kg /mtr Ulir SNI 7 days

4 Concrete K300 Ready Mix thk 0.2 3 days

D2 Finishing Floor 0

1 Trowel include Alat & BBM 1 day

D3 Flooring Level 4000 1 Reinforcement

Ware Mesh BRC M10 x 2 layer 7 days

2 Concrete K300 Ready Mix thk 0.15 1 day

D4 Finishing Floor 4000

Trowel include Alat & BBM 1 day

D5 Flooring Selasar Level 0.00

1 Sand fill & compacted, t=30cm 2 days

2 Lean concrete, t=5cm 1 day

3 Reinforced Bar

Ware Mesh BRC M8 x 2 layer 6 days

5 Concrete K300 Ready Mix 3 days

6 Finishing Lantai

Trowel include Alat & BBM 1 day

D6 Drainase 750 x 300 & Tutup 12 days

1 Soil excavation 2 days

2 Sand fill & compacted, t=10cm 1 day

(38)

4 Reinforcement Bar

Ware Mesh BRC M8 x 1 layer 3 days

5 Form Work

Bekisting Multiplex (Mal leveling lantai ) 2 days

6 Concrete K300 Ready Mix 1 day

E WALL (PEKERJAAN DINDING) 40 days

E1 View A

Dinding 1/2 batu ( tiang dan T beam semua tertutup ) 3 days Pembesian + bekisting + pengecoran slab concrete 0.15 x

0.15 2 days

Plaster + Aci 1 day

E2 View B

Dinding 1/2 batu ( tiang dan T beam semua tertutup ) 3 days Pembesian + bekisting + pengecoran slab concrete 0.15 x

0.15 2 days

Plaster + Aci 1 day

E3 View Portal Line B dan Portal Line C

Dinding 1/2 batu ( tiang dan T beam semua tertutup ) 3 days Pembesian + bekisting + pengecoran slab concrete 0.15 x

0.15 2 days

Plaster + Aci 1 day

E4 View C , D & Portal Line 3

Dinding 1/2 batu ( tiang dan T beam semua tertutup ) 5 days Pembesian + bekisting + pengecoran slab concrete 0.15 x

0.15 3 days

Plaster + Aci 2 days

E5 View Portal Line 2

Dinding 1/2 batu ( tiang dan T beam semua tertutup ) 1 day Pembesian + bekisting + pengecoran slab concrete 0.2 x

0.15 1 day

Plaster + Aci 1 day

(39)

E6 View Portal Line 5

Dinding 1/2 batu ( tiang dan T beam semua tertutup ) 1 day Pembesian + bekisting + pengecoran slab concrete 0.15 x

0.15 1 day

Plaster + Aci 1 day

E7 Office Store

Dinding 1/2 batu ( tiang dan T beam semua tertutup ) 1 day Pembesian + bekisting + pengecoran slab concrete 0.15 x

0.15 1 day

Plaster + Aci 1 day

E8 Toilet Store & Maintenance

Dinding 1/2 batu ( tiang dan T beam semua tertutup ) 1 day Pembesian + bekisting + pengecoran slab concrete 0.15 x

0.15 1 day

Plaster + Aci 1 day

4.4 Analisis Metode Fast Track

Di dalam menganalisis dengan menggunakan metode fast track, ada dua tinjauan yang dikhususkan pada tugas akhir ini yaitu menghitung waktu atau durasi percepatan dan biaya optimum pada pelaksanaan proyek.

4.4.1 Perhitungan Durasi Percepatan

Pada penjadwalan awal diketahui bahwa durasi proyek adalah 232 hari dari tanggal 23 Juni 2021 sampai 9 Februari 2022. Dari penjadwalan tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan bantuan Microsoft Project 2016 sehingga diketahui aktivitas-aktivitas pada lintasan kritis. Setelah itu aktivitas-aktivitas pada lintasan kritis dapat dimodifikasi secara parallel / tumpang tindih pada pekerjaan – pekerjaan yang dapat berjalan secara bersamaan sehingga tidak merubah durasi pada tiap aktivitas pekerjaan. Berikut adalah tabel percepatan menggunakan metode

(40)

Tabel 4.4 Percepatan Metode Fast Track pada Lintasan Kritis Aktivitas pada Lintasan Kritis

(ID) Predecessors Percepatan Total

Percepatan Pekerjaan Struktur Baja (Steel Structure)

72 (Portal View A) - - -

89 (Coloum B) 72SS+4,5days 5 5

104 (Coloum C) 89SS+4,5days 5,5 10,5

119 (Coloum D) 104SS+4days 6,5 17

Pekerjaan Lantai dan Drainase (Floor & Drainage)

178 (Flooring Level 0.00) - - -

188 (Finishing Floor 0) 178SS+18days 1 18

197 (Finishing Floor 4000) 189SS+7days 1 19

208 (Finishing Lantai) 199SS+11days 1 20

Pekerjaan Dinding (Wall) : Pekerjaan Dinding 1/2 Batu

221 (View A) - - -

225 (View B) 221SS+3days 3 23

229 (View Portal Line B dan C) 225SS+3days 3 26

233 (View C, D, dan Portal Line 3) 229SS+3days 3 29

237 (View Portal Line 2) 233SS+5days 5 34

241 (View Portal Line 5) 237SS+1day 2 36

245 (Office Store) 241SS+1day 2 38

249 (Toilet Store & Maintenance) 245SS+1day 2 40

Total Percepatan Fast Track 40 days

Catatan :

a. 178SS+18days artinya : aktivitas awal (ID no.178) sudah dilaksanakan 18 hari, baru aktivitas berikutnya (ID no.188) dimulai.

b. 221SS+3days artinya : aktivitas awal (ID no.221) sudah dilaksanakan 3 hari, baru aktivitas berikutnya (ID no.225) dimulai.

(41)

Ada 4 macam hubungan antar tugas dalam Microsoft Project dan Management Project, yaitu :

1. FS (Finish to Start) : Pekerjaan '2' bisa dimulai setelah pekerjaan '1' selesai.

2. FF (Finish to Finish) : Pekerjaan '1' dan '2' selesai secara bersamaan.

3. SS (Start to Start) : Pekerjaan '1' dan '2' dimulai secara bersamaan.

4. SF (Start to Finish) : Pekerjaan '1' baru bisa selesai jika pekerjaan '2' sudah dimulai.

Dari tabel 4.3 dijelaskan bahwa hanya beberapa aktivitas pada lintasan kritis saja yang dapat dimodifikasi atau dipercepat dengan menggunakan metode fast track. Hal ini disebabkan karena aktivitas lainnya sudah dalam kategori jenuh.

Artinya bahwa aktivitas tersebut sudah mencapai batas maksimum untuk dilakukan percepatan dikarenakan tidak ada lagi aktivitas yang dapat dilakukan percepatan.

Setelah dilakukannya percepatan, ternyata memunculkan beberapa lintasan kritis baru. Namun percepatan metode fast track tidak kembali dilanjutkan karena tidak banyak lintasan kritis baru yang muncul. Jika percepatan pada lintasan kritis kembali dilanjutkan, tidak merubah aktivitas menjadi tidak kritis. Dengan itu dapat disimpulkan bahwa durasi percepatan proyek menggunakan metode fast track sudah dianggap mencapai durasi minimum.

Tabel 4.5 Perbedaan Waktu Awal dan Waktu Setelah Percepatan Aktivitas pada

Lintasan Kritis (ID) Waktu Awal Waktu Setelah Percepatan Pekerjaan Struktur Baja (Steel Structure)

72 23 Agustus 2021 -

89 1 September 2021 27 Agustus 2021

104 11 September 2021 1 September 2021

119 20 September 2021 5 September 2021

(42)

178 10 November 2021 24 Oktober 2021

188 29 November 2021 11 November 2021

197 8 Desember 2021 19 November 2021

208 21 Desember 2021 1 Desember 2021

Pekerjaan Dinding (Wall)

221 1 Januari 2022 12 Desember 2021

225 7 Januari 2022 15 Desember 2021

229 13 Januari 2022 18 Desember 2021

233 23 Januari 2022 21 Desember 2021

237 29 Januari 2022 26 Desember 2021

241 1 Februari 2022 27 Desember 2021

245 4 Februari 2022 28 Desember 2021

249 7 Februari 2022 29 Desember 2021

Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat perbedaan antara awal proyek dan setelah dilakukannya percepatan waktu menggunakan metode fast track adalah berjumlah 40 hari. Dapat dihitung pada percepatan aktivitas terakhir yang seharusnya berlangsung pada tanggal 7 Februari 2022 dipercepat menjadi tanggal 29 Desember 2021 yang berselisih 40 hari.

Maka, proyek pembangunan Gedung Workshop dan Warehouse PT.

Wilmar Padi Indonesia dapat mereduksi waktu hingga 40 hari dari umur proyek 232 hari menjadi 192 hari, sesuai data di atas dinyatakan bahwa penjadwalan proyek pembangunan Gedung Workshop dan Warehouse yang seharusnya berakhir pada tanggal 9 Februari 2021 berubah menjadi 31 Desember 2021. Hal ini berarti waktu pelaksanaan proyek konstruksi mengalami percepatan sekitar 17% dari penjadwalan awal.

4.5 Perhitungan Biaya Proyek Setelah Penerapan Metode Fast Track Pada percepatan menggunakan metode fast track ini tidak ada penambahan jumlah tenaga kerja, penambahan jam kerja, dan biaya pada setiap aktivitas -

(43)

aktivitas kritis maupun tidak kritis. Penggunaan standar biaya bahan dan lainnya masih tetap berdasarkan yang ditetapkan oleh pihak kontraktor. Sehingga, biaya langsung proyek akan tetap sama dengan sebelum dilakukannya metode percepatan fast track. Namun, dengan adanya pelaksanaan aktivitas - aktivitas kritis yang dilakukan secara tumpang tindih hingga mereduksi 40 hari kerja menyebabkan pengurangan biaya pada biaya tidak langsung setelah diterapkannya metode fast track. Pengurangan biaya terjadi pada biaya tidak langsung dikarenakan waktu pekerjaan yang semakin cepat sehingga jumlah pajak serta biaya tak terduga lainnya pun akan ikut tereduksi mengikuti jumlah durasi yang baru. Adapun pengurangan biaya tidak langsung tersebut adalah sebagai berikut :

Biaya tidak langsung (8 bulan) = Rp. 297.973.403,64

• Jumlah biaya tidak langsung dapat dilihat pada tabel 4.2 diatas.

• Biaya tidak langsung meliputi biaya pajak PPN serta biaya tak terduga.

Biaya tak terduga berupa penambahan peralatan konstruksi, fasilitas – fasilitas sementara di lokasi proyek, dan gaji pekerja jika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

• 8 bulan dihitung pada durasi awal proyek yang berlangsung dari bulan Juni 2021 hingga bulan Februari 2022.

Biaya tidak langsung (per hari) = Biaya tidak langsung (8 bulan) : 232 (jumlah hari pada durasi awal)

= Rp. 297.973.403,64 : 232

= Rp. 1.284.368,12

Biaya yang tereduksi (per hari) = Biaya tidak langsung (per hari) x 40 (jumlah hari yang tereduksi)

= Rp. 1.284.368,12 x 40

= Rp. 51.374.724,77

Total biaya tidak langsung = Biaya tidak langsung (8 bulan) – Biaya yang tereduksi (40 hari)

(44)

= Rp. 246.598.678,87

Jadi, total biaya pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Workshop dan Warehouse PT. Wilmar Padi Indonesia adalah :

Total biaya proyek = Biaya langsung + Biaya tidak langsung

= Rp. 1.986.489.357,65 + Rp. 246.598.678,87

= Rp. 2.233.088.036,52

= Rp. 2.250.000.000,00 (Dibulatkan)

Penghematan biaya = Biaya awal – total biaya setelah percepatan

= Rp. 2.285.000.000,00 – Rp. 2.250.000.000,00

= Rp. 35.000.000

Persentase = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝐴𝑤𝑎𝑙−𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑆𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑟𝑐𝑒𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑃𝑟𝑜𝑦𝑒𝑘 𝐴𝑤𝑎𝑙

𝑥 100%

=

2.285.000.000,00 − 2.250.000.000

2.285.500.000,00

𝑥 100%

= 1,53%

Dari rincian biaya diatas dapat disimpulkan bahwa telah terjadi penghematan biaya sebesar Rp. 35.000.000 atau sekitar 1,53% dari keseluruhan biaya proyek awal Rp. 2.285.000.000,00 menjadi Rp. 2.250.000.000. Hubungan biaya dengan durasi diasumsikan merata pada menghematan durasi sekitar 40 hari yaitu dari hari 232 menjadi 192 hari.

Berikut merupakan grafik hubungan biaya total dengan durasi proyek akibat penerapan metode fast track.

(45)

Gambar 4.2 Grafik Hubungan Waktu dan Biaya Total

Grafik diatas menunjukkan bahwa dengan berkurangnya durasi pelaksanaan proyek, maka biaya proyek akan ikut tereduksi sesuai perhitungan diatas. Biaya pada grafik didapat dari range total biaya awal hingga total biaya setelah percepatan. Begitu juga durasi pada grafik didapat dari range durasi pekerjaan awal hingga durasi pekerjaan setelah percepatan.

2.250.000.000 2.255.000.000 2.260.000.000 2.265.000.000 2.270.000.000 2.275.000.000 2.280.000.000 2.285.000.000

192 194 196 198 200 202 204 206 208 210 212 214 216 218 220 222 224 226 228 230 232

Grafik Hubungan Waktu dan Biaya Total

Series 1

Durasi

Biaya

(46)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dengan menerapkan Metode Fast Track terhadap penjadwalan proyek pembangunan Gedung Workshop dan Warehouse PT. Wilmar Padi Indonesia - Kualatanjung, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Terjadi penghematan waktu sebesar 40 hari atau sekitar 17% dari penjadwalan awal selama 232 hari menjadi 192 hari.

2. Biaya proyek juga tereduksi sebesar Rp. 35.000.000 atau sekitar 1,53% dari biaya proyek awal. Hal ini dikarenakan adanya pengurangan durasi proyek yang berdampak pada biaya tidak langsung proyek.

5.2 Saran

1. Sebaiknya perlu adanya koordinasi antara konsultan dan kontraktor apabila terjadi keterlambatan supaya segera ditentukan metode percepatan agar pelaksanaan proyek tidak mengalami keterlambatan.

2. Metode percepatan yang digunakan dalam penelitian ini hanya menggunakan satu alternatif yaitu menggunakan metode fast track. Maka akan lebih baik apabila menggunakan beberapa metode percepatan lainnya seperti metode TCTO (Trade Cost Time Off), metode Crashing, dan berbagai metode lainnya agar dapat mengetahui metode yang lebih efektif dari segi waktu dan biaya.

(47)

DAFTAR PUSTAKA

Basuki, Caesar Nur. (2017). Analisis Percepatan Waktu pada Pelaksanaan Pembangunan Gedung Graha Mojokerto Service City dengan Metode Fast- Track. [Skripsi]. Malang: Institut Teknologi Nasional Malang, Program Sarjana.

Frederika, A. (2010). Analisis Percepatan Pelaksanaan Dengan Menambah Jam Kerja Optimum Pada Proyek Konstruksi (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Super Villa, Peti Tenget-Badung). Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 14(2), 113–126.

Rahayu, A. P., Mulyani, E., & Arpan, B. (2002). Analisa Percepatan Waktu Dengan Metode Fast Track Pada Proyek Konstruksi. 1–10.

Nurhayati. (2010). Manajemen Proyek. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Soeharto, Iman. (1997). Manajemen Proyek. Jakarta: Erlangga.

Soeharto, Iman. (1999). Manajemen Proyek (Dari Konseptual sampai Operasional), Jilid 1, Hal. 28. Erlangga. Jakarta.

Tjaturono, N.A., Indrasurya, B., (2002). Penerapan Sistem Modul dan Metode Fast- Track Sebagai Alternatif dalam Peningkatan Efektifitas dan Efisiensi Pembangunan Rumah Menengah. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana II ITS.

Tjaturono. (2004). Penerapan Produktivitas Tenaga Kerja Aktual dan Modifikasi Penjadwalan dengan Metode Fast-Track untuk Mereduksi Waktu dan Biaya Pelaksanaan Proyek. (Studi Kasus : Rumah Menengah di Malang, Jawa Timur). Media Komunikasi Teknik Sipil.

Tjaturono, T., (2014). Effect of Construction Labour Group Composition on Optimal Field Labour’s Productivity in Malang-East Java. MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL 18, 13–27.

Tjaturono, T., Mochtar, I.B., (2009) Pengembangan Metode Fast-Track untuk

(48)

Violita, Bunga. (2020). Analisa Percepatan Proyek Menggunakan Metode Crashing Dengan Alternatif Penambahan Tenaga Kerja Atau Durasi Kerja (Studi Kasus : Pembangunan Aula Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman) [Skripsi]. Medan: Universitas Sumatera Utara, Program Sarjana.

Warsika, P. (2016). Analisa Biaya Dan Waktu Dengan Metode Fast Track Pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Gedung di Kabupaten Badung).

(49)

LAMPIRAN

(50)

Tabel Lampiran 1. Time Schedule Proyek dan Kurva S

(51)
(52)

Tabel Lampiran 2. Uraian Pekerjaan dan Durasi Pekerjaan

No. Item Pekerjaan Durasi

A PREPARATION (Pekerjaan Persiapan)

Tools Mobilisation 3 days

B FOUNDATION (Pekerjaan Pondasi) B1 Pile

1 Cut of Pile Head 2 days

2 Concreting for filling top pile K 300 Ready MIX 2 days 3 Cover plate on Top Pile ( plate ms thk 6 mm ) 2 days 4 R Bar ø 16 mm @ 1.58kg /mtr Ulir SNI 2 days 5 R Bar ø 10 mm @ 0.61 kg /mtr Ulir SNI 2 days B2 Foundation (Type PC1A) =

1 Soil excavation 2 days

2 Lean concrete, t=5cm 3 days

3 Sand fill & compacted, t=10cm 3 days 4 Form work

Foundation 1/2 batu- bata 2 days

Pedestal ( Multiplex) 12 mm 2 days

5 Reinforcement bar Foundation

R Bar ø 13 mm @ 1.04kg /mtr Ulir SNI 4 days 6 Pedestal

R Bar ø 16 mm @ 1.58kg /mtr Ulir SNI 4 days R Bar ø 10 mm @ 0.61 kg /mtr SNI 1 day 7 Concrete foundation K300 Ready Mix

Foundation 1 day

Pedestal 1 day

8 Anchor Bolt & nut washer dia. 20 mm x 100MM 6 days 9 Grouting Pedestal PC 1 sika 512 1 day

10 Finishing foundation 1 day

(53)

1 Soil excavation 2 days

2 Lean concrete, t=5cm 3 days

3 Sand fill & compacted, t=10cm 3 days

4 Form work 1 day

Foundation 1/2 batu- bata 1 day

Pedestal ( Multiplex) 12 mm 1 day

5 Reinforcement bar 3 days

Foundation

R Bar ø 13 mm @ 1.04kg /mtr Ulir SNI 1 day 6 Pedestal

R Bar ø 16 mm @ 1.58kg /mtr Ulir SNI 1 day R Bar ø 10 mm @ 0.61 kg /mtr Ulir SNI 1 day 7 Concrete foundation K300 Ready Mix 1 day

Foundation 1 day

Pedestal 1 day

8 Anchor Bolt & nut washer dia. 20 mm x 100MM 1 day 9 Grouting Pedestal PC 1 sika 512 1 day

10 Finishing foundation 1 day

B4 Foundation (Type PC1C) =

1 Soil excavation 3 days

2 Lean concrete, t=5cm 6 days

3 Sand fill & compacted, t=10cm 6 days 4 Form work

Foundation 1/2 batu- bata 3 days

5 Reinforcement bar Foundation

R Bar ø 16 mm @ 1.58kg /mtr Ulir SNI 6 days R Bar ø 13 mm @ 1.04kg /mtr Ulir SNI 2 days 6 Concrete foundation K300 Ready Mix

Foundation 1 day

(54)

1 Soil excavation 3 days

2 Lean concrete, t=5cm 2 days

3 Sand fill & compacted, t=10cm 2 days Form Work

4 Form work 1/2 batu 3 days

5 Reinforcement bar

R Bar ø 19 mm @ 2.23kg /mtr Ulir SNI 7 days R Bar ø 10 mm @ 0.61 kg /mtr SNI 3 days

6 Concrete foundation K300 1 day

C STEEL STRUCTURE (Pekerjaan Struktur Baja) C1 Portal View A

1 Coloum A

Base plate thk 20mm x 550 x 300mm x 7pc 1 day Wf 350 x 175 x 7 x 11mm x 6000 mm ( 49.6 kg/ mtr -

1.4m2/ mtr ) 3 days

Stiffener thk 10mm @ 5.84 0,5 days

Top Plate thk 6mm 350 x 175 mm 0,5 days 2 Tie beam Line A

Plate Consul 600 x 150 mm x 12 thk 1 day Plate Consul 407 x 118 mm x 12 thk 1 day Base Plate Consul 600 x 150 mm x 16 thk 1 day Base Plate Consul 407 x 120 mm x 16 thk 1 day Wf 300 x 150 x 6.5 x 9mm x 5693 mm ( 36.7 kg/ mtr -

1.2m2/ mtr ) 2 days

Wf 200 x 100 x 5.5 x 8mm x 1000 mm ( 21.33 kg/ mtr -

0.8m2/ mtr ) 1 day

Stifner plate thk 10 mm x 184 x 47 mm 1 day Bolt & nut c/w washer M22 x 2 1/2" (HTB A325) Gi 1 day C1 Portal View B

1 Coloum B

Base plate thk 20mm x 550 x 300mm x 7pc 1 day

(55)

Wf 350 x 175 x 7 x 11mm x 6000 mm ( 49.6 kg/ mtr -

1.4m2/ mtr ) 3 days

Stiffener thk 10mm @ 5.84 0,5 days

Top Plate thk 6mm 350 x 175 mm 0,5 days 2 Tie beam line B

Plate Consul 600 x 86 mm x 12 thk

Plate Consul 407 x 118 mm x 12 thk 1 day Base Plate Consul 605 x 170 mm x 16 thk 1 day Base Plate Consul 407 x 120 mm x 16 thk 1 day Wf 300 x 150 x 6.5 x 9mm x 5693 mm ( 36.7 kg/ mtr

- 1.2m2/ mtr ) 2 days

Wf 200 x 100 x 5.5 x 8mm x 1000 mm ( 21.33 kg/ mtr

- 0.8m2/ mtr ) 2 days

Stifner plate thk 10 mm x 282 x 71 mm 0,5 days Bolt & nut c/w washer M22 x 2 1/2" (HTB A325) Gi 0,5 days C2 Portal View C

1 Coloum C

Base plate thk 20mm x 550 x 300mm x 7pc 1 day Wf 350 x 175 x 7 x 11mm x 6000 mm ( 49.6 kg/ mtr -

1.4m2/ mtr ) 3 days

Stiffener thk 10mm @ 5.84 0,5 days

Top Plate thk 6mm 350 x 175 mm 0,5 days 2 Tie beam line C

Plate Consul 600 x 86 mm x 12 thk 1 day Plate Consul 407 x 118 mm x 12 thk 1 day Base Plate Consul 605 x 170 mm x 16 thk 1 day Base Plate Consul 407 x 120 mm x 16 thk 1 day Wf 300 x 150 x 6.5 x 9mm x 5693 mm ( 36.7 kg/ mtr -

1.2m2/ mtr ) 3 days

Wf 200 x 100 x 5.5 x 8mm x 1000 mm ( 21.33 kg/ mtr -

Gambar

Gambar 2.1 Proses Input Kegiatan Proyek  (Sumber: Microsoft Project 2016)
Gambar 2.2 Lintasan Kritis  (Sumber: Microsoft Project 2016)
Tabel 3.1 Jadwal Penelitian
Gambar 3.1 Lokasi Proyek PT. Wilmar Padi Indonesia  (Sumber: Google Earth, 2021)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pekerjaan-pekerjaan yang yang bersifat kritis pada proyek konstruksi gedung AD Premier berdasarkan metode jalur kritis, menggunakan software Microsoft Project 2010 adalah

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui cara menentukan lintasan kritis dengan menggunakan metode PERT- CPM pada penjadwalan proyek pembangunan gedung stasiun karantina ikan kelas

menentukan perhitungan maju dan perhitungan mundur, sehingga dapat membuat network diagram yang mana dapat diketahui lintasan kritis pada penjadwalan.. Dalam metode Crash

a. Menentukan urutan kegiatan pekerjaan dan durasi waktu setiap pekerjaan berdasarkan ketergantungan dan batasan setiap kegiatan pekerjaan. Membuat jaringan kerja

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis cara menentukan lintasan kritis pada penjadwalan proyek pembangunann gedung asrama diklat Depag

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui cara menentukan lintasan kritis dengan menggunakan metode PERT- CPM pada penjadwalan proyek pembangunan gedung stasiun karantina ikan kelas

Pada proyek ini pelaksanaan pekerjaan dilakukan hanya berdasar pada schedule Kurva’S’, agar lebih mendetail analisa dilakukan menggunakan metode penjadwalan linear

Untuk itu penulis akan meneliti jalur kritis proyek RS Haji Surabaya, dengan menggunakan metode PERT Program Evaluation and Review Technique, yang sering digunakan dalam penjadwalan