• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. DATA LAPANGAN. Gambar 3.1 Peta Lokasi Gedung P

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "3. DATA LAPANGAN. Gambar 3.1 Peta Lokasi Gedung P"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

3. DATA LAPANGAN

3.1. Objek Penelitian

Karya tulis yang berjudul “Optimasi Sistem Pencahayaan Terkait Usaha Konservasi Energi pada Ruang Kuliah” ini mengambil ruang kuliah gedung P Universitas Kristen Petra sebagai objek penelitian.

Objek penelitian terdiri dari 18 ruang kuliah gedung P Universitas Kristen Petra yang terdiri dari 3 ruang kuliah pada lantai 2, 1 ruang kuliah pada lantai 4, dan 14 ruang kuliah pada lantai 6 dengan luas ruangan antara 49m2 – 180m2 tiap ruangnya.

Penelitian dilakukan pada waktu siang hari antara pukul 10.00-15.30 BBWI, dimana kondisi ruangan biasa digunakan dari pagi hari pukul 07.00-19.00 BBWI.

Pada saat penelitian, ruangan dikondisikan dengan memasukan cahaya matahari seoptimal mungkin (membuka tirai jendela bila memungkinkan).

3.2. Lokasi Objek Penelitian

Penelitian dilakukan pada ruang kuliah gedung P Universitas Kristen Petra Surabaya yang berada di Jalan Raya Siwalankerto 121-131 Surabaya.

Gambar 3.1 Peta Lokasi Gedung P

Dengan batas-batas site lokasi sebagai berikut:

• Sebelah Utara : Bangunan Apartemen Petra Square

• Sebelah Barat : Jl. Raya Siwalankerto

• Sebelah Timur : Parkiran mobil dan motor gedung P

• Sebelah Selatan : Jl. Siwalankerto Selatan

GEDUNG P

(2)

3.3. Tampak Bangunan

Gambar 3.2 Tampak Utara Gedung P Sumber : UPFK UK Petra Surabaya (1998)

Gambar 3.3 Tampak Barat dan Timur Gedung P Sumber : UPFK UK Petra Surabaya (1998)

Gambar 3.4Tampak Selatan Gedung P Sumber : UPFK UK Petra Surabaya (1998)

(3)

3.4. Denah Obyek Penelitian

Gambar 3.5 Denah Lantai 2 Gedung P UK.Petra Surabaya

Gambar 3.6 Denah Lantai 4 Gedung P UK.Petra Surabaya

Gambar 3.7 Denah Lantai 6 Gedung P UK.Petra Surabaya

(4)

3.5. Runag Kuliah Gedung P Universitas Kristen Petra 3.5.1. Ruang Kuliah

Ruang kuliah Gedung P Universitas Kristen Petra terdiri dari:

 Ruang kuliah P.202, P.203, P.204 pada lantai 2 dengan luas ruangan

±166,86m2 .

 Ruang kuliah P.403 pada lantai 4 dengan luas ruangan ±78,84m2 .

 Ruang kuliah P.617, P.618 pada lantai 6 dengan luas ruangan ±77,76m2

 Ruang kuliah P.619, P.619A, P.620, P.621B, P.622, P.622A dengan luas ruangan ± 103,68m2

 Ruang kuliah P.620B, P.621A dengan luas ruangan ±79,21m2

 Ruang kuliah P.624, P.625 dengan luas ruangan ±49m2

 Ruang kuliah P.623 dengan luas ruangan ±49m2

 Ruang kuliah P.627 dengan luas ruangan ±130,68m2

3.5.2. Spesifikasi Ruang Kuliah

 Dinding dan plafond ruangan bewarna putih.

 Lantai ruangan bermaterialkan keramik glossy bewarna putih dengan ukuran 30x30cm.

 Perabot yang digunakan didalam ruangan berbahan dasar multipleks dan besi dengan dominan warna abu-abu.

 Jenis lampu yang digunakan didalam ruang kuliah adalah lampu TL 2x38w Philips TLD 38W/54 lifemax.

3.6. Hasil Pengukuran Data Lapangan 3.6.1. Ruang Kuliah P.202 dan P.203

Gambar 3.8 Ruang Kuliah P.202

(5)

Gambar 3.9 Posisi Titik Ukur Ruang P.202

Gambar 3.10 Hasil Pengukuran Illuminasi pada Ruang P.202

Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 12.30-13.30 BBWI dengan keadaan tirai jendela dibuka dan sinar matahari dapat masuk kedalam ruang. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya masih belum merata. Titik-titik yang dekat dengan jedela dan berada di bawah titik lampu memiliki tingkat penerangan yang lebih baik dibandingkan titik lainnya. Hal ini terlihat pada area titik C1-D1,F1-G1, B2-H2, B3-I3, B4-H4, B5 sudah memenuhi standar minimal pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan titik lainnya masih belum memenuhi standar.

A1

A2

A3

A4 A5

A6 B1

B2 B3

B4

B5

B6 C1

C2

C3 C4

C5

C6

D1 D3

D2 D4

D5 D6

E1

E2 E3

E4

E5

E6 F1

F2 F3

F4

F5

F6 G1

G2 G3

G4

G5

G6 H1

H2

H3

H4

H5

I1 H6

I2

I3

I4 I5

I6

50 100 150 200 250 300 350 400

1m 3m 5m 7m 9m 11m

Luminance (LUX)

Jarak titik dari jendela

A B C D E F G H I

Batas Minimal

(6)

(b) (a)

3.6.2. Ruang kuliah P.204

Gambar 3.11 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur (b) Ruang P.204

Gambar 3.12 Hasil Pengukuran Illumiasi pada Ruang P.204

Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 13.30-14.30 BBWI dengan keadaan jendela dibuka dan sinar matahari dapat masuk kedalam ruang.

Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya masih belum merata.

Titik-titik yang dekat dengan jedela dan berada di bawah titik lampu memiliki tingkat penerangan yang lebih baik dibandingkan titik lainnya. Hal ini terlihat pada area titik A2, C2-H2, A3-I3, A4-C4, E4-I4, E5 sudah memenuhi standar

A1

A2

A3

A4

B1

B2

B3 B4

C1

C2 C3

C4

D1 C5

D2 D3

D4 D5

D6 E1

E2

E3

E4

E5

E6 F1

F2

F3 F4

F5 F6

G1 G2

G3 G4

G5 G6

H1

H2

H3 H4

H5 H6

I1

I2

I3 I4 I5

I6

100 150 200 250 300 350 400 450

1m 3m 5m 7m 9m 11m

Luminance (LUX)

Jarak titik dari jendela

A B C D E F G H I

Batas Minimal

(7)

(a) (b)

minimal pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan titik lainnya masih belum memenuhi standart.

3.6.3. Ruang Kuliah 430

Gambar 3.13 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur (b) Ruang P.430

Gambar 3.14 Hasil Pengukuran Illuminasi pada Ruang P.430

Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 10.30-12.30 BBWI dengan keadaan jendela dibuka dan sinar matahari dapat masuk kedalam ruang.

Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya masih belum merata.

A1

A2 A3 A4

A5

A6 A7 B1

B2

B3

B4 B5

B6 B7

C1

C2

C3

C4 C5

C6

C7 D1

D2 D3

D4

D5 D6 D7

E1

E2 E3

E4

E5 E6

E7 F1

F2

F3

F4

F5 F6 G1 F7

G2 G3

G4 G5

G6 J1 G7

J2

J3 J4

J5 J6 J7 K1

K2 K3

K4 K5 K6 K7 50

100 150 200 250 300 350 400 450 500

0.5m 1.5m 2.5m 3.5m 4.5m 5.5m 6.5m

Luminance (LUX)

Jarak titk dari jendela

A B C D E F G H I J K

Batas Minimal

(8)

A1 A2

A3 A4 A5

A6

B1 B2 A7

B3

B4 B5

B6 B7

C1 C2

C3

C4 C5

C6

C7 D1

D2

D3 D4

D6D5

D7 E1

E2 E3 E4

E5

E6 E7 F1

F2 F3 F4

F5 F6

F7 G1

G2 G3

G4 G5

G6 G7

H1

H2 H3 H4

H5 H6 H7 I1

I2

I3 I4 I5

I6

I7

J1 J2 J3

J4 J5 J6

J7

K1 K2 K3

K4 K5 K6 200 K7

250 300 350 400 450 500 550 600 650 700

0.5m 1.5m 2.5m 3.5m 4.5m 5.5m 6.5m

Luminance (LUX)

Jarak titik dari jendela

A B C D E F G H I J K

(a) (b)

Sistem pencahayaan buatan yang ada masih belum memenuhi standar, hanya titik- titik dekat dengan jedela saja yang sudah sesuai standar. Hal ini terlihat pada area titik A1-C1, E1-F1, B2-C2, E2-G2, B3-G3, sudah memenuhi standar pencahayaan minimal pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan titik lainnya masih belum memenuhi standar.

3.6.4. Ruang Kuliah P.617 dan P.618

Gambar 3.15 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur (b) Ruang P.618

Gambar 3.16 Hasil Pengukuran Illuminasi pada Ruang P.618

Batas Minimal

(9)

A1 A2 A3 A4 A5

A6

A7 A8A9A10

A11 A13 A12

B1 A14 B2

B5 B4 B5

B6 B7 147 B8 B9

B10 B12

B11 B14

C1 C2 C3

C4C5 C6 C7

C8

C9 C10C11

C12C13 C14 F1 F21

F3 F4 F5 F6

F7 F8 F9 F10

F11 F12

F13 F14 50

100 150 200 250 300

0.7m 1.7m 2.7m 3.7m 4.7m 5.7m 6.7m 7.7m 8.7m 9.7m 10.7m 11.7m 12.7m 13.7m

Luminance (LUX)

Jarak titik dari jendela

A B C D E F G

(a) (b)

Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 12.30-13.30 BBWI dengan keadaan jendela dibuka dan sinar matahari dapat masuk kedalam ruang.

Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya sudah merata. Hal ini dapat terlihat dari hampir semua titik sudah memenuhi standar minimal pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan hanya ada beberapa titik pada titik H1, I7-K7 yang belum memenuhi standar. Penyebaran cahaya yang cukup merata ini disebabkan oleh posisi ruangan yang diapit oleh jendela yang banyak memperoleh sinar matahari baik secara langsung (jendela bagian utara), dan sinar matahari tidak langsung (jendela pada bagian selatan).

3.6.5. Ruang Kuliah P.619, P.619A,P.620

Gambar 3.17 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur Ruang P.619A

Gambar 3.18 Hasil Pengukuran Illuminasi pada Ruang P. 619A Batas Minimal

(10)

(a)

(b)

Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 10.00-11.30 BBWI dengan keadaan jendela ditutup tirai dan sinar matahari tidak dapat masuk kedalam ruang. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa pencahayaan didalam ruang masih belum memenuhi standar, hanya ada satu titik yaitu titik C8 yang sudah memenuhi standar minimal pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan titik lainnya masih belum memenuhi standar. Dari grafik juga dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya masih tidak merata, pada titik B8-F8 menunjukan peningkatan iluminasi dibandingkan titik-titik lainnya. Hal ini dikarenakan pada titik-titik tersebut terdapat titik lampu pencahayaan buatan.

3.6.6. Ruang Kuliah P.622A, P.622, P.621B

Gambar 3.19 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur (b) Ruang P.622

(11)

(b)

(a) (b)

Gambar 3.20 Hasil pengukuran Illuminasi pada Ruang P.622

Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 13.30-14.30 BBWI dengan keadaan jendela tanpa tirai. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa pencahayaan didalam ruang masih belum memenuhi standar, hanya pada titik F8 dan F9 yang sudah memenuhi standar minimal pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan titik lainnya masih jauh dibawah standar. Dari grafik juga dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya pada ruangan masih belum merata.

3.6.7. Ruang Kuliah P.620B

Gambar 3.21 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur Ruang P.620B

B1 B2

B3 B4 B5

B6

B7 B8

B9 B10B11

B12 F1

F2

F3 F4 F5

F6

F7 F8 F9

F10 f11

F12

50 100 150 200 250 300

Luminance (LUX)

Jarak titik dari jendela

A B C D E F G

Batas Minimal

(12)

Tabel 3.7 Hasil Pengukuran Iluminasi pada Ruang P.620B

(a)

Gambar 3.22 Hasil pengukuran Illuminasi pada Ruang P.620B

Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 13.30-14.30 BBWI dengan keadaan jendela dibuka dan sinar matahari dapat masuk kedalam ruang.

Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya masih belum merata.

Sistem pencahayaan buatan yang ada masih belum memenuhi standar, hanya titik- titik dekat dengan jedela saja yang sudah sesuai standar. Hal ini terlihat pada area titik A1, E1, H1, E2-H2; A4-B4, G4-H4, A5-B5, G5-H5, A6-C6; B7-C7; A8-C8;

A9-B9, sudah memenuhi standar minimal pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan titik lainnya masih belum memenuhi standar.

3.6.8. Ruang Kuliah P.621A

A1

A2 A3

A4 A5

A6

A7

A8 A9

B1 B2

B3 B4

B5

B6 B7

B8

B9 C1

C2 C3

C4

C5 C6

C7 C8

C9 E1

E2

E3 E4

E5 E6 E7 E8

E9 F1

F2

F3 F4 F5

E6 F7

F8

F9 G1

G2

G3 G4 G5 G6

G7

G8 G9

H1

H2

H3

H4 H5

H6 H7

H8 H9

E1 E2

E3 E4 E5

E6 E7

E8 E9

50 100 150 200 250 300 350 400

0.5m 1.5m 2.5m 3.5m 4.5m 5.5m 6.5m 7.5m 8.5m

Luminance (LUX)

Jarak titik dari jendela

A B C D E F G H I

Batas Minimal

(13)

(b)

Gambar 3.23 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur (b) Ruang P.621A

Gambar 3.24 Hasil Pengukuran Illuminasi pada Ruang P.621A

Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 13.30-14.30 BBWI dengan keadaan jendela tanpa tirai. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa pencahayaan didalam ruang masih belum memenuhi standar, grafik juga dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya pada ruangangan masih belum merata. Hampir semua titik masih berada dibawah standar.

A1 A2

A3

A4 A5

A6

A7

B1

B2

B3

B4

B5 B6

B7

C1

C2

C3

C4

C5

C6

C7

D1 D2

D3

D4

D5 D6

D7 E1

E2 E3 E4

E4

E6

E7

F1 F2

F3 F4

F5

F6

F7

G1 G2

G3 G4

G5

G6

G7 50

100 150 200 250

0.5m 1.5m 2.5m 3.5m 4.5m 5.5m 6.5m

Luminance (LUX)

Jarak titik dari jendela

A B C D E F G

Batas Minimal

(14)

A1

A2 A3 A4

A5 A6 A8

H1 H2

H3

H4 H5

H6 H7

I1

I2 I3

I4 I5

I6

I7 J1

J2

J3

J4 J5

J6

J7 K1

K2 K3

K4

K5 K6 L1 K7

L2

L3 L4 L5

L6 L7 N1

N2

N3 N4

N5 N6 O1 N7

O2 O3

O4 O5 O6

O7 Q1

Q2 Q3

Q4 Q5

Q6

Q7

R1 R2

R3 R4 R5 R6 R7

100 150 200 250 300 350 400 450 500 550 600 650

0.5m 1.5m 2.5m 3.5m 4.5m 5.5m 6.5m

Luminance (LUX)

Jarak titik dari jendela

A B C D E F G H I J K L M

(a) 3.6.9. Ruang Kuliah P.627

(b)

Gambar 3.25 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur (b) Ruang P.627

Gambar 3.26 Hasil Pengukuran Illuminasi pad Runag P.627

Batas Minimal

(15)

Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 13.30-15.00 BBWI dengan keadaan jendela dibuka dan sinar matahari dapat masuk kedalam ruang.

Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya sudah merata. Hal ini dapat terlihat dari hampir semua titik sudah memenuhi standar pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan hanya ada beberapa titik pada titik A1-A4, HI,I1,L1,J6, I7-K7, N5-N7, O1-O3, Q7, R1-R7 yang belum memenuhi standar. Penyebaran cahaya yang cukup merata ini disebabkan oleh posisi ruangan yang diapit oleh jendela yang banyak memperoleh sinar matahari baik secara langsung (jendela bagian utara), dan sinar matahari tidak langsung (jendela pada bagian selatan).

3.6.10. Ruang Kuliah P.623

(a)

(b)

Gambar 3.27 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur (b) Ruang P.623

(16)

Gambar 3.28 Hasil Pengukuran Iluminasi pada Ruang P.623

Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 14.30-15.30 BBWI dengan keadaan jendela dibuka dan sinar matahari dapat masuk kedalam ruang.

Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya sudah merata. Hal ini dapat terlihat dari hampir semua titik sudah memenuhi standar pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan hanya ada beberapa titik pada titik I3, I4-H4, I5-H5, I6-H6, I7-H7 yang belum memenuhi standar. Penyebaran cahaya yang cukup merata ini disebabkan oleh posisi ruangan yang diapit oleh jendela yang banyak memperoleh sinar matahari secara langsung (jendela bagian utara dan barat) serta posisi titik lampu yang lebih teratur.

3.6.11. Ruang Kuliah P.624

Gambar 3.29 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur Ruang P.624

A1

A2 A3

A4 A5 A6

A7 B1

B2

B3 B4 B5

B6

B7 C1

C2 C3

C4 C5 C6 C7

D1 D2

D3 D4 D5

D6 D7 F1

F2 F3

F4 F5 F6 F7

G1 G2 G3 G4 G5

G6 G7

H1 H2

H3

H4 H5 H6

H7 I1

I2

I3 I4 I5 I6

50 I7 250 450 650 850 1050

0.5m 1.5m 2.5m 3.5m 4.5m 5.5m 6.5m

Luminance (LUX)

Jarak titik dari jendela

A B C D E F G H I

Batas Minimal

(a) (b)

(17)

Gambar 3.30 Hasil Pengukuran Iluminasi pada Ruang P.624

Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 14.30-15.30 BBWI dengan keadaan jendela dibuka dan sinar matahari dapat masuk kedalam ruang.

Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya sudah merata. Hal ini dapat terlihat dari hampir semua titik sudah memenuhi standar minimal pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan hanya ada beberapa titik pada titik A1,A5-A7, B7,G7 yang belum memenuhi standar. Posisi titik lampu yang lebih teratur serta masuknya sinar matahari melalui jendela dibagian utara menyebabkan penyebaran pencahayaan yang lebih merata.

3.7. Kesimpulan Hasil Pengukuran Data Lapangan

Dari hasil penelitian 18 buah ruang kuliah, terdapat 12 ruang kuliah yang belum memenuhi standar illuminasi didalam ruang. Ruang kuliah tersebut adalah ruang P.202, P.203, P.204, P.430, P.619, P.619A, P.620, P.620A, P.621A, P.621B, P.622, P.622A. Standar minimal illuminasi ruang kuliah berdasar Standar Nasional Indonesia adalah 250 lux. Keduabelas ruang tersebut memiliki sistem penyebaran pencahayaan yang tidak merata. Hanya pada bagian tertentu seperti pada area yang dekat dengan jendela tempat pencahayaan alami dapat masuk yang sudah memenuhi standar minimal illuminasi. Sistem pencahayaan buatan yang ada masih belum mengakomodasi kebutuhan standar illuminasi didalam ruang.

A1

A2

A3

A4

A5 A6 A7

B1 B2

B3

B4 B5

B6

B7 G1

G2 G3 G4 G5

G6

G7 50

150 250 350 450 550 650 750

0.5m 1.5m 2.5m 3.5m 4.5m 5.5m 6.5

Luminance (LUX)

Jarak titik dari jendela

A B C D E F G

Batas Minimal

(18)

Sedangkan keenam ruang kuliah lainnya, yakni ruang P.617, P.618, P.623, P.624, P.625, P.627 memiliki titik-titik bidang kerja yang sudah memenuhi standar minimal illuminasi didalam ruang (250 Lux). Standar illuminasi pada ruang P.617, P.618, P.627 dapat tercapai dikarenakan posisi ruang yang mendapatkan cahaya alami pada bagian utara dan selatan baik secara langsung maupun tidak.

Pada ruang P.624, P.625, dan P.627 standar illuminasi dapat tercapai lewat masuknya cahaya alami dari sisi ruangan serta posisi pengaturan titik lampu yang lebih teratur. Meskipun demikian, besar illuminasi pada bidang kerja dalam ruangan masih belum merata, daerah yang dekat dengan jendela tempat sinar matahari masuk memiliki tingkat illuminasi yang sangat besar (sekitar 600 lux keatas).

Gambar

Gambar 3.1 Peta Lokasi Gedung P
Gambar 3.3 Tampak Barat dan Timur Gedung P  Sumber : UPFK UK Petra Surabaya (1998)
Gambar 3.5 Denah Lantai 2 Gedung P UK.Petra Surabaya
Gambar 3.8 Ruang Kuliah P.202
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian sarana dalam laboratorium ada satu itemnya yaitu Kenyamanan yang memenuhi standar ada 4 orang atau 27,67% yang sangat sesuai, 8 orang

Hasil penelitian ini adalah (1) luas ruang kerja kayu bengkel kayu SMK Negeri 3 Yogyakarta tidak memenuhi standar, yaitu 90 m 2 lebih kecil dari ukuran standar 256 m 2

memenuhi standar untuk kualitas beton mutu tinggi, hasil pengujian agregat dapat dilihat pada Tabel 3. Untuk penggunaan agregat halus/pasir penelitian ini

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan batu bata pasca pembakaran dengan menggunakan campuran zeolit memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dalam penyerapan investasi di Provinsi Kalimantan Timur, dapat dilihat dari beberapa

Subbab Simpulan berisi tentang abstraksi dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap tata pamer di Ruang Pamer Sejarah Kehidupan, sedangkan Subbab Saran memaparkan

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh simpulan bahwa buku teks IPA Terpadu terbitan EG dan Ilmu Pengetahuan Alam terbitan Kemendikbud semester I dan II memenuhi standar

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspal polimer elastomer memenuhi standar Bina Marga sebagai bahan ikat campuran beton aspal, dengan nilai penetrasi 34.50, titik lembek 56.00,