3. DATA LAPANGAN
3.1. Objek Penelitian
Karya tulis yang berjudul “Optimasi Sistem Pencahayaan Terkait Usaha Konservasi Energi pada Ruang Kuliah” ini mengambil ruang kuliah gedung P Universitas Kristen Petra sebagai objek penelitian.
Objek penelitian terdiri dari 18 ruang kuliah gedung P Universitas Kristen Petra yang terdiri dari 3 ruang kuliah pada lantai 2, 1 ruang kuliah pada lantai 4, dan 14 ruang kuliah pada lantai 6 dengan luas ruangan antara 49m2 – 180m2 tiap ruangnya.
Penelitian dilakukan pada waktu siang hari antara pukul 10.00-15.30 BBWI, dimana kondisi ruangan biasa digunakan dari pagi hari pukul 07.00-19.00 BBWI.
Pada saat penelitian, ruangan dikondisikan dengan memasukan cahaya matahari seoptimal mungkin (membuka tirai jendela bila memungkinkan).
3.2. Lokasi Objek Penelitian
Penelitian dilakukan pada ruang kuliah gedung P Universitas Kristen Petra Surabaya yang berada di Jalan Raya Siwalankerto 121-131 Surabaya.
Gambar 3.1 Peta Lokasi Gedung P
Dengan batas-batas site lokasi sebagai berikut:
• Sebelah Utara : Bangunan Apartemen Petra Square
• Sebelah Barat : Jl. Raya Siwalankerto
• Sebelah Timur : Parkiran mobil dan motor gedung P
• Sebelah Selatan : Jl. Siwalankerto Selatan
GEDUNG P
3.3. Tampak Bangunan
Gambar 3.2 Tampak Utara Gedung P Sumber : UPFK UK Petra Surabaya (1998)
Gambar 3.3 Tampak Barat dan Timur Gedung P Sumber : UPFK UK Petra Surabaya (1998)
Gambar 3.4Tampak Selatan Gedung P Sumber : UPFK UK Petra Surabaya (1998)
3.4. Denah Obyek Penelitian
Gambar 3.5 Denah Lantai 2 Gedung P UK.Petra Surabaya
Gambar 3.6 Denah Lantai 4 Gedung P UK.Petra Surabaya
Gambar 3.7 Denah Lantai 6 Gedung P UK.Petra Surabaya
3.5. Runag Kuliah Gedung P Universitas Kristen Petra 3.5.1. Ruang Kuliah
Ruang kuliah Gedung P Universitas Kristen Petra terdiri dari:
Ruang kuliah P.202, P.203, P.204 pada lantai 2 dengan luas ruangan
±166,86m2 .
Ruang kuliah P.403 pada lantai 4 dengan luas ruangan ±78,84m2 .
Ruang kuliah P.617, P.618 pada lantai 6 dengan luas ruangan ±77,76m2
Ruang kuliah P.619, P.619A, P.620, P.621B, P.622, P.622A dengan luas ruangan ± 103,68m2
Ruang kuliah P.620B, P.621A dengan luas ruangan ±79,21m2
Ruang kuliah P.624, P.625 dengan luas ruangan ±49m2
Ruang kuliah P.623 dengan luas ruangan ±49m2
Ruang kuliah P.627 dengan luas ruangan ±130,68m2
3.5.2. Spesifikasi Ruang Kuliah
Dinding dan plafond ruangan bewarna putih.
Lantai ruangan bermaterialkan keramik glossy bewarna putih dengan ukuran 30x30cm.
Perabot yang digunakan didalam ruangan berbahan dasar multipleks dan besi dengan dominan warna abu-abu.
Jenis lampu yang digunakan didalam ruang kuliah adalah lampu TL 2x38w Philips TLD 38W/54 lifemax.
3.6. Hasil Pengukuran Data Lapangan 3.6.1. Ruang Kuliah P.202 dan P.203
Gambar 3.8 Ruang Kuliah P.202
Gambar 3.9 Posisi Titik Ukur Ruang P.202
Gambar 3.10 Hasil Pengukuran Illuminasi pada Ruang P.202
Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 12.30-13.30 BBWI dengan keadaan tirai jendela dibuka dan sinar matahari dapat masuk kedalam ruang. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya masih belum merata. Titik-titik yang dekat dengan jedela dan berada di bawah titik lampu memiliki tingkat penerangan yang lebih baik dibandingkan titik lainnya. Hal ini terlihat pada area titik C1-D1,F1-G1, B2-H2, B3-I3, B4-H4, B5 sudah memenuhi standar minimal pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan titik lainnya masih belum memenuhi standar.
A1
A2
A3
A4 A5
A6 B1
B2 B3
B4
B5
B6 C1
C2
C3 C4
C5
C6
D1 D3
D2 D4
D5 D6
E1
E2 E3
E4
E5
E6 F1
F2 F3
F4
F5
F6 G1
G2 G3
G4
G5
G6 H1
H2
H3
H4
H5
I1 H6
I2
I3
I4 I5
I6
50 100 150 200 250 300 350 400
1m 3m 5m 7m 9m 11m
Luminance (LUX)
Jarak titik dari jendela
A B C D E F G H I
Batas Minimal
(b) (a)
3.6.2. Ruang kuliah P.204
Gambar 3.11 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur (b) Ruang P.204
Gambar 3.12 Hasil Pengukuran Illumiasi pada Ruang P.204
Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 13.30-14.30 BBWI dengan keadaan jendela dibuka dan sinar matahari dapat masuk kedalam ruang.
Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya masih belum merata.
Titik-titik yang dekat dengan jedela dan berada di bawah titik lampu memiliki tingkat penerangan yang lebih baik dibandingkan titik lainnya. Hal ini terlihat pada area titik A2, C2-H2, A3-I3, A4-C4, E4-I4, E5 sudah memenuhi standar
A1
A2
A3
A4
B1
B2
B3 B4
C1
C2 C3
C4
D1 C5
D2 D3
D4 D5
D6 E1
E2
E3
E4
E5
E6 F1
F2
F3 F4
F5 F6
G1 G2
G3 G4
G5 G6
H1
H2
H3 H4
H5 H6
I1
I2
I3 I4 I5
I6
100 150 200 250 300 350 400 450
1m 3m 5m 7m 9m 11m
Luminance (LUX)
Jarak titik dari jendela
A B C D E F G H I
Batas Minimal
(a) (b)
minimal pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan titik lainnya masih belum memenuhi standart.
3.6.3. Ruang Kuliah 430
Gambar 3.13 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur (b) Ruang P.430
Gambar 3.14 Hasil Pengukuran Illuminasi pada Ruang P.430
Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 10.30-12.30 BBWI dengan keadaan jendela dibuka dan sinar matahari dapat masuk kedalam ruang.
Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya masih belum merata.
A1
A2 A3 A4
A5
A6 A7 B1
B2
B3
B4 B5
B6 B7
C1
C2
C3
C4 C5
C6
C7 D1
D2 D3
D4
D5 D6 D7
E1
E2 E3
E4
E5 E6
E7 F1
F2
F3
F4
F5 F6 G1 F7
G2 G3
G4 G5
G6 J1 G7
J2
J3 J4
J5 J6 J7 K1
K2 K3
K4 K5 K6 K7 50
100 150 200 250 300 350 400 450 500
0.5m 1.5m 2.5m 3.5m 4.5m 5.5m 6.5m
Luminance (LUX)
Jarak titk dari jendela
A B C D E F G H I J K
Batas Minimal
A1 A2
A3 A4 A5
A6
B1 B2 A7
B3
B4 B5
B6 B7
C1 C2
C3
C4 C5
C6
C7 D1
D2
D3 D4
D6D5
D7 E1
E2 E3 E4
E5
E6 E7 F1
F2 F3 F4
F5 F6
F7 G1
G2 G3
G4 G5
G6 G7
H1
H2 H3 H4
H5 H6 H7 I1
I2
I3 I4 I5
I6
I7
J1 J2 J3
J4 J5 J6
J7
K1 K2 K3
K4 K5 K6 200 K7
250 300 350 400 450 500 550 600 650 700
0.5m 1.5m 2.5m 3.5m 4.5m 5.5m 6.5m
Luminance (LUX)
Jarak titik dari jendela
A B C D E F G H I J K
(a) (b)
Sistem pencahayaan buatan yang ada masih belum memenuhi standar, hanya titik- titik dekat dengan jedela saja yang sudah sesuai standar. Hal ini terlihat pada area titik A1-C1, E1-F1, B2-C2, E2-G2, B3-G3, sudah memenuhi standar pencahayaan minimal pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan titik lainnya masih belum memenuhi standar.
3.6.4. Ruang Kuliah P.617 dan P.618
Gambar 3.15 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur (b) Ruang P.618
Gambar 3.16 Hasil Pengukuran Illuminasi pada Ruang P.618
Batas Minimal
A1 A2 A3 A4 A5
A6
A7 A8A9A10
A11 A13 A12
B1 A14 B2
B5 B4 B5
B6 B7 147 B8 B9
B10 B12
B11 B14
C1 C2 C3
C4C5 C6 C7
C8
C9 C10C11
C12C13 C14 F1 F21
F3 F4 F5 F6
F7 F8 F9 F10
F11 F12
F13 F14 50
100 150 200 250 300
0.7m 1.7m 2.7m 3.7m 4.7m 5.7m 6.7m 7.7m 8.7m 9.7m 10.7m 11.7m 12.7m 13.7m
Luminance (LUX)
Jarak titik dari jendela
A B C D E F G
(a) (b)
Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 12.30-13.30 BBWI dengan keadaan jendela dibuka dan sinar matahari dapat masuk kedalam ruang.
Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya sudah merata. Hal ini dapat terlihat dari hampir semua titik sudah memenuhi standar minimal pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan hanya ada beberapa titik pada titik H1, I7-K7 yang belum memenuhi standar. Penyebaran cahaya yang cukup merata ini disebabkan oleh posisi ruangan yang diapit oleh jendela yang banyak memperoleh sinar matahari baik secara langsung (jendela bagian utara), dan sinar matahari tidak langsung (jendela pada bagian selatan).
3.6.5. Ruang Kuliah P.619, P.619A,P.620
Gambar 3.17 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur Ruang P.619A
Gambar 3.18 Hasil Pengukuran Illuminasi pada Ruang P. 619A Batas Minimal
(a)
(b)
Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 10.00-11.30 BBWI dengan keadaan jendela ditutup tirai dan sinar matahari tidak dapat masuk kedalam ruang. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa pencahayaan didalam ruang masih belum memenuhi standar, hanya ada satu titik yaitu titik C8 yang sudah memenuhi standar minimal pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan titik lainnya masih belum memenuhi standar. Dari grafik juga dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya masih tidak merata, pada titik B8-F8 menunjukan peningkatan iluminasi dibandingkan titik-titik lainnya. Hal ini dikarenakan pada titik-titik tersebut terdapat titik lampu pencahayaan buatan.
3.6.6. Ruang Kuliah P.622A, P.622, P.621B
Gambar 3.19 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur (b) Ruang P.622
(b)
(a) (b)
Gambar 3.20 Hasil pengukuran Illuminasi pada Ruang P.622
Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 13.30-14.30 BBWI dengan keadaan jendela tanpa tirai. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa pencahayaan didalam ruang masih belum memenuhi standar, hanya pada titik F8 dan F9 yang sudah memenuhi standar minimal pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan titik lainnya masih jauh dibawah standar. Dari grafik juga dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya pada ruangan masih belum merata.
3.6.7. Ruang Kuliah P.620B
Gambar 3.21 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur Ruang P.620B
B1 B2
B3 B4 B5
B6
B7 B8
B9 B10B11
B12 F1
F2
F3 F4 F5
F6
F7 F8 F9
F10 f11
F12
50 100 150 200 250 300
Luminance (LUX)
Jarak titik dari jendela
A B C D E F G
Batas Minimal
Tabel 3.7 Hasil Pengukuran Iluminasi pada Ruang P.620B
(a)
Gambar 3.22 Hasil pengukuran Illuminasi pada Ruang P.620B
Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 13.30-14.30 BBWI dengan keadaan jendela dibuka dan sinar matahari dapat masuk kedalam ruang.
Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya masih belum merata.
Sistem pencahayaan buatan yang ada masih belum memenuhi standar, hanya titik- titik dekat dengan jedela saja yang sudah sesuai standar. Hal ini terlihat pada area titik A1, E1, H1, E2-H2; A4-B4, G4-H4, A5-B5, G5-H5, A6-C6; B7-C7; A8-C8;
A9-B9, sudah memenuhi standar minimal pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan titik lainnya masih belum memenuhi standar.
3.6.8. Ruang Kuliah P.621A
A1
A2 A3
A4 A5
A6
A7
A8 A9
B1 B2
B3 B4
B5
B6 B7
B8
B9 C1
C2 C3
C4
C5 C6
C7 C8
C9 E1
E2
E3 E4
E5 E6 E7 E8
E9 F1
F2
F3 F4 F5
E6 F7
F8
F9 G1
G2
G3 G4 G5 G6
G7
G8 G9
H1
H2
H3
H4 H5
H6 H7
H8 H9
E1 E2
E3 E4 E5
E6 E7
E8 E9
50 100 150 200 250 300 350 400
0.5m 1.5m 2.5m 3.5m 4.5m 5.5m 6.5m 7.5m 8.5m
Luminance (LUX)
Jarak titik dari jendela
A B C D E F G H I
Batas Minimal
(b)
Gambar 3.23 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur (b) Ruang P.621A
Gambar 3.24 Hasil Pengukuran Illuminasi pada Ruang P.621A
Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 13.30-14.30 BBWI dengan keadaan jendela tanpa tirai. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa pencahayaan didalam ruang masih belum memenuhi standar, grafik juga dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya pada ruangangan masih belum merata. Hampir semua titik masih berada dibawah standar.
A1 A2
A3
A4 A5
A6
A7
B1
B2
B3
B4
B5 B6
B7
C1
C2
C3
C4
C5
C6
C7
D1 D2
D3
D4
D5 D6
D7 E1
E2 E3 E4
E4
E6
E7
F1 F2
F3 F4
F5
F6
F7
G1 G2
G3 G4
G5
G6
G7 50
100 150 200 250
0.5m 1.5m 2.5m 3.5m 4.5m 5.5m 6.5m
Luminance (LUX)
Jarak titik dari jendela
A B C D E F G
Batas Minimal
A1
A2 A3 A4
A5 A6 A8
H1 H2
H3
H4 H5
H6 H7
I1
I2 I3
I4 I5
I6
I7 J1
J2
J3
J4 J5
J6
J7 K1
K2 K3
K4
K5 K6 L1 K7
L2
L3 L4 L5
L6 L7 N1
N2
N3 N4
N5 N6 O1 N7
O2 O3
O4 O5 O6
O7 Q1
Q2 Q3
Q4 Q5
Q6
Q7
R1 R2
R3 R4 R5 R6 R7
100 150 200 250 300 350 400 450 500 550 600 650
0.5m 1.5m 2.5m 3.5m 4.5m 5.5m 6.5m
Luminance (LUX)
Jarak titik dari jendela
A B C D E F G H I J K L M
(a) 3.6.9. Ruang Kuliah P.627
(b)
Gambar 3.25 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur (b) Ruang P.627
Gambar 3.26 Hasil Pengukuran Illuminasi pad Runag P.627
Batas Minimal
Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 13.30-15.00 BBWI dengan keadaan jendela dibuka dan sinar matahari dapat masuk kedalam ruang.
Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya sudah merata. Hal ini dapat terlihat dari hampir semua titik sudah memenuhi standar pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan hanya ada beberapa titik pada titik A1-A4, HI,I1,L1,J6, I7-K7, N5-N7, O1-O3, Q7, R1-R7 yang belum memenuhi standar. Penyebaran cahaya yang cukup merata ini disebabkan oleh posisi ruangan yang diapit oleh jendela yang banyak memperoleh sinar matahari baik secara langsung (jendela bagian utara), dan sinar matahari tidak langsung (jendela pada bagian selatan).
3.6.10. Ruang Kuliah P.623
(a)
(b)
Gambar 3.27 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur (b) Ruang P.623
Gambar 3.28 Hasil Pengukuran Iluminasi pada Ruang P.623
Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 14.30-15.30 BBWI dengan keadaan jendela dibuka dan sinar matahari dapat masuk kedalam ruang.
Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya sudah merata. Hal ini dapat terlihat dari hampir semua titik sudah memenuhi standar pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan hanya ada beberapa titik pada titik I3, I4-H4, I5-H5, I6-H6, I7-H7 yang belum memenuhi standar. Penyebaran cahaya yang cukup merata ini disebabkan oleh posisi ruangan yang diapit oleh jendela yang banyak memperoleh sinar matahari secara langsung (jendela bagian utara dan barat) serta posisi titik lampu yang lebih teratur.
3.6.11. Ruang Kuliah P.624
Gambar 3.29 Gambar (a) dan Posisi Titik Ukur Ruang P.624
A1
A2 A3
A4 A5 A6
A7 B1
B2
B3 B4 B5
B6
B7 C1
C2 C3
C4 C5 C6 C7
D1 D2
D3 D4 D5
D6 D7 F1
F2 F3
F4 F5 F6 F7
G1 G2 G3 G4 G5
G6 G7
H1 H2
H3
H4 H5 H6
H7 I1
I2
I3 I4 I5 I6
50 I7 250 450 650 850 1050
0.5m 1.5m 2.5m 3.5m 4.5m 5.5m 6.5m
Luminance (LUX)
Jarak titik dari jendela
A B C D E F G H I
Batas Minimal
(a) (b)
Gambar 3.30 Hasil Pengukuran Iluminasi pada Ruang P.624
Penelitian dilakukan pada siang hari antara pukul 14.30-15.30 BBWI dengan keadaan jendela dibuka dan sinar matahari dapat masuk kedalam ruang.
Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa penyebaran cahaya sudah merata. Hal ini dapat terlihat dari hampir semua titik sudah memenuhi standar minimal pencahayaan pada bangunan gedung di Indonesia (250 lux) sedangkan hanya ada beberapa titik pada titik A1,A5-A7, B7,G7 yang belum memenuhi standar. Posisi titik lampu yang lebih teratur serta masuknya sinar matahari melalui jendela dibagian utara menyebabkan penyebaran pencahayaan yang lebih merata.
3.7. Kesimpulan Hasil Pengukuran Data Lapangan
Dari hasil penelitian 18 buah ruang kuliah, terdapat 12 ruang kuliah yang belum memenuhi standar illuminasi didalam ruang. Ruang kuliah tersebut adalah ruang P.202, P.203, P.204, P.430, P.619, P.619A, P.620, P.620A, P.621A, P.621B, P.622, P.622A. Standar minimal illuminasi ruang kuliah berdasar Standar Nasional Indonesia adalah 250 lux. Keduabelas ruang tersebut memiliki sistem penyebaran pencahayaan yang tidak merata. Hanya pada bagian tertentu seperti pada area yang dekat dengan jendela tempat pencahayaan alami dapat masuk yang sudah memenuhi standar minimal illuminasi. Sistem pencahayaan buatan yang ada masih belum mengakomodasi kebutuhan standar illuminasi didalam ruang.
A1
A2
A3
A4
A5 A6 A7
B1 B2
B3
B4 B5
B6
B7 G1
G2 G3 G4 G5
G6
G7 50
150 250 350 450 550 650 750
0.5m 1.5m 2.5m 3.5m 4.5m 5.5m 6.5
Luminance (LUX)
Jarak titik dari jendela
A B C D E F G
Batas Minimal
Sedangkan keenam ruang kuliah lainnya, yakni ruang P.617, P.618, P.623, P.624, P.625, P.627 memiliki titik-titik bidang kerja yang sudah memenuhi standar minimal illuminasi didalam ruang (250 Lux). Standar illuminasi pada ruang P.617, P.618, P.627 dapat tercapai dikarenakan posisi ruang yang mendapatkan cahaya alami pada bagian utara dan selatan baik secara langsung maupun tidak.
Pada ruang P.624, P.625, dan P.627 standar illuminasi dapat tercapai lewat masuknya cahaya alami dari sisi ruangan serta posisi pengaturan titik lampu yang lebih teratur. Meskipun demikian, besar illuminasi pada bidang kerja dalam ruangan masih belum merata, daerah yang dekat dengan jendela tempat sinar matahari masuk memiliki tingkat illuminasi yang sangat besar (sekitar 600 lux keatas).