1. NALAR DARI T lA P KONSEP YANG DIMIN ATI a. Pengertian Jasa
Pengertian jasa menurut Philip Kotler (1995 : 96) adalah sebagai b e rik u t:
"Jasa adalah setiap kegiatan aiau manfaat yang dUawarkan oleh suatu pihak pada pihak lain dan pada dasarnya tidak berwujud serta iidak
menghasilkan kepemilikan sesualu."
Sedangkan pengertian jasa menurut W illiam Stanton (1993 .2 5 9 ),
“ Jasa adalah kegiatan yang dapal didefmisikan secara terscndiri yang pada hakekatnya bersifat iidak teraba (intangible), yang merupakan pemenuhan kebutuhan dan tidak harus lerikat pada penjual produk atau ja s a lain. ”
Ada 4 karakteristik yang dimiliki oleh suatu jasa, yaitu : 1). Intangibility (tidak tampak atau tidak teraba)
Karena jasa pada pokoknya tidak dapat dilihat atau dirasa maka konsumen
tidak dapat merasakan, mencoba, melihat, mendengar, memantau sebelum ia
mengadakan pembelian. Dalam pemasaran, tenaga penjual harus
mengkonsebtrasikan diri pada keuntungan yang berasal dari jasa atau servis
itu sendiri daripada memberikan penekanan pada arti jasa.
dari sudut pemasaran inseparibility berarti bahwa penjualan langsung yaitu dari produscn ke konsumen merupakan saluran distribusi yang paling pcndck dan waktu yang dipcrlukan juga rclatif Icbih pcndek.
3). H etero g en itas (B erancka ragam )
Adalah sukarbagi suatu industri jasa untuk menstandarkan output. Sctiap unit dari jasa adalah berbeda dari unit lainnya dalam suatu perusahaan jasa atau servis yang saina.
4). P erish ab ility (C epat h ilan g atau tidak dapat disim pan)
Jasa bersifat tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan sclain itu pasar dari jasa bcrfluktuasi oleh karena faktor musiman, sebagai contoh perkembangan mode dari rambut bagi sebuah salon, bentuk/corak iklan bagi scbuah perusahaan periklanan, bentuk layanan yang diberikan oleh suatu perusahaan jasa.
Sektor jasa yang bcrkembang pcsat dikarenakan faktor-faktor penycbab (Schoell dan Guiltinan, 1993 ; 671), yaitu :
a. Adanya peningkatan pengaruh sektor jasa.
b. Waktu santai yang semakin banyak
c. Persentase wanita yang masuk dalam angkatan kerja semakin besar d. Tingkat harapan hidup semakin meningkat
e. Produk-produk yang dibutuhkan dan dihasilkan semakin kompleks f. Adanya peningkatan kompleksitas kehidupan
g. Meningkatnya perhatian terhadap ekologi dan kelangkaan sumber daya
h. Perubahan teknologi berlangsung semakin cepat.
Gambar I . Kiasifikasi Jasa
Rendah Tinggi
Service factory ; Service shop .
Rendah
Penerbangan - rumah sakitpemsahaan truk - auto repair
- hotel - salon
tempat peristirahatan - jasa reparasi dan lainnya
Tingkat intensitas
dan rekreasiTenagakeija
Massa service: Profesional service:
retailing - dokter
wholesaling - pengacara
Tinggi
sekolah - akuntana^>ek retail dari perbarikan komersiai
- arsitek
Tingkat interaksi dan customization S u m b er; Schod & Guiltiman, 1993 : 671.
b. P eogertian P a sa r
Pengertian pasar dan dari sudut pandang pemasaran bahwa pasar terdiri
atas semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan dan keinginan tertentu
yang mungkin bersedia dan sanggup untuk melibatkan diri dalam proses
pertukaran guna memuaskan kebutuhan atau keinginan tersebut. Pengertian ini
mencakup konsep-konsep seperti kebutuhan, keinginan, permintaan, pertukaran,
nilai, kepuasan dan lain-lain Ukuran suatu pasar tergantung pada jumlah pembeli
yang berada dalam pasar tersebut. Pembeli potensial memiliki 3 karakteristik
pokok yailu minat, pen^m silan, dan akses. Berdasarkan kefcga karakienstik
tersebut maksi ack lima level definisi pasar yaitu (Fandy Tjiptono, 1995 : 5 4 ).
1). Pasar potensial (potential market), yaitu sekumpulan konsumen yang memiliki tingkat minat tertentu terhadap penawaran pasar tertentu.
2). Pasar yang tersedia (available market), yaitu sekumpulan konsumen yang memiliki minat, penghasilan, dan akses pada penawaran pasar tertentu.
3). Pasar tersedia yang memenuhi syarat (qualified available market), yaitu sekumpulan konsumen yang memiliki minat, penghasilan, akses dan kualifikasi untuk penawaran pasar tertentu.
4). Pasar yang dilayani (served market atau target market), yaitu bagian dari qualified available market yang ingin dimasuki perusahaan.
5). Pasar penetrasi (penetrated market), yaitu sekumpulan konsumen yang benar- benar telah membeli produk.
c. Pengertian Permintaan Pasar dan Pengambilan Keputusan
Menurut Philip Kotler (1993:6), permintaan adalah keinginan akan
produk-produk tertentu yang didukung oleh suatu kemampuan dan keinginan
untuk membelinya. Keinginan akan menjadi permintaan apabila didukung oleh
daya beli. Oleh karena itu yang penting bagi perusahaan terutama dalam hal ini
usaha jasa salon kecantikan, adalah berapa yang benar-benar mau dan mampu
membeli produknya, bukan sekedar mau tetapi belum tentu mau membeli.
Gambar2. Kurva Permintaan H arga(P)
Douglas (1995:114-116) mendeflnisikan beberapa variabel yang mempengaruhi permintaan terbagi menjadi variabel yang terkendali dan variabel yang tidak terkendali Variabel yang terkendali terdiri dari produk, biaya promosi, desain produk, dan outlet distribution. Sedangkan variabel yang tidak terkendali adalah rata-rata pendapatan konsumen, selera, pola preferensi konsumen, tindakan para pesaing, penduduk, cuaca, dan kejadian atau peristiwa politik, olah raga, dan sosial.
Sedangkan menurut Soediyono (1989:27-28) beberapa penyebab perubahan permintaan adalah sebagai berikut:
a. Perubahan pendapatan konsumen b. Perubahan harga barang pengganti c. Perubahan harga barang komplementer d. Perubahan cita rasa konsumen
Pengambilan kcputusan tentang suatu produk diawali dengan menganalisa
pasarnya. Demikian pula sebuah produk baru yang ingin diperkenalkan maupun
untuk mengubah, memperbaiki, serta melengkapi produk yang ada sangat diperlukan adanya analisa pasar.
M enurut Basu Swastha dan Irawan (1990 ; 39), analisa pasar memberikan kemungkinan untuk mengidenlifikasikan kebuluhan dan keinginan para pembeli.
Selain itu juga dapat menunjukkan sampai seberapa jauh penawaran yang ada bisa memberika kepuasan pada pembeli tersebut.
r
Ada bcberapa hal yang perlu diperhatikan pada proses analisa pasar, antara lain ;
1). Pcrubahan yang terjadi di pasar
Berbagai faktor alau keadaan di pasar yang sering merubah keinginan konsumcn diantaranya adalah .
a) Perkembangan mode
Adalah perubahan mode yang terjadi pada masyarakat. Contoh ; mode tahun enampuluhan, muncul kembali di tahun sembilan puluh. Mode tersebut mulai dari tatanan rambut ataupun tata rias wajahnya.
b) Kesediaan bahan/material
Perkembangan mode dunia yang sangat mempengaruhi perubahan mode di tanah air, namun jika material/bahan sebagai sarana tidak tersedia maka perlu disediakan altematifnya.
c) Kondisi sosial/budaya masyarakat
Kondisi masyarakat yag dipengaruhi adat istiadat/kebudayaan setempat
ikul menentukan perkembangan mode. Contoh ; mode potong rambut
Whispy lidak akan bcrkembang jika sekitar lebih banyak/cenderung bertahan dengan rambut panjang.
d) Kondisi ekonomi
Faktor ekonomi selalu terkait dalam penentuan perkembangan mode.
Untuk selalu tampil up to date memerlukan dana yang tidak sedikit, hal ini sangat bergantung pada pendapatan yang diperolehnya. Hal ini sehubungan dengan penentuan tarif/harga salon.
2). Metode distribusi
Tata cara penyebarluasan informasi pada suatu daerah berbeda. Pemasaran pada salon kecantikan, dimana yang dipasarkan berupa jasa, memerlukan metode tertcntu, mcngingat daerah yang satu dengan lainnya berbada.
Beberapa metode yang diterapkan :
a) Secara langsung, melalui pribadi, bazar, pameran, demonstrasi b) Secara tidak langsung, melalui iklan mass media dan contoh gambar 3). Teknologi
Perkembangan teknologi yang sangat pesat ikut serta mempengaruhi kebutuhan pasar / konsumen. Contoh ; melalui televisi dapat dilihat perkembangan mode kecantikan di dunia, sehingga langsung maupun tidak langsung mempercepat perkembangan mode kecantikan di Indonesia.
Selain teknologi secara umum, teknologi tata kecantikan khususnya juga
mengalir deras informasinya. Hal ini dapat ditinjau pada peralatan lata
kecantikan yang up to date serta teijalinnya kerja sama organisasi kecantikan
di tanah air dengan organisasi kecantikan dunia seperti Cidesco untuk tata kecantikan kulit dan Hair W orld International untuk tata kecantikan rambut.
4). Persaingan
M enjamumya salon kecantikan di setiap daerah menimbulkan persaingan dalam berusaha/bisnis, untuk menimbulkan persaingan yang positif, jika didirikan salon baru sebaiknya dicari lokasi yang tidak terlalu dekat dengan salon yang sudah ada. Jika terpaksa berdekatan, dibuka salon dengan spesifikasi yang berbcda. Contoh ; salon yang ada tata kecantikan rambut, maka sebaiknya dibuka salon tata kecantikan kulit.
Pcrmintaan potcnsial mcnurut Kotler (1995 ; 292) adalah permintaan dari sekumpulan konsumen yang menyatakan minat dalam tingkat yang memadai untuk suatu penawaran pasar tertentu disebut pula pembeli potensial yang memiliki 3 ciri yaitu minat, penghasilan dan akses (daya jangkau).
Pennintaan efektif (Kotler, 1995 : 292) adalah permintaan dari sekumpulan konsumen yang mempunyai minat, penghasilan dan akses pada penawaran tertentu.
il, Estim»si P e n n in ta a n P asar
Pengertian estimasi pcrmintaan (demand estimation) menurut Douglas
(1995 ; 151) adalah “ The process o f finding current value for the coefficients in
the demand function for a particular product” (proses menemukan nilai sekarang
dari koefisien dalam fungsi permintaan untuk suatu kenyataan produk).
Sedangkan yang dimaksud dengan peramalan perminlaan (demand forecasting) adalah (Doglas, 1995 . 151) “The process o f finding values for demand in future time p>eriod” (proses menemukan nilai untuk permintaan dimasa mendatang).
Current value untuk mengevaluasi optimalisasi dari harga dan kebijakan promosi saat ini dan untuk membuat keputusan dari hari ke hari dal am strategi yang dilakukan perusahaan. Sedangkan future value untuk merencanakan produksi, persediaan, pengembangan porduk baru, inveslasi dan situasi lain dimana keputusan dibuat untuk w^aktu yang lama. Metode untuk mengestimasi permintaan pasar terdiri dari 2 bagian yaitu metode langsung dan metode tidak langsung (Lincolin, 1995 : 167 - 168). Metode langsung adalah metode yang langsung melibatkan konsumen, misalnya melalui wawancara dan survey, pasar simulasi dan eksperimen pasar terkendali. Sedangkan estimasi pasar dengan metode tidak langsung yaitu dilakukan berdasarkan dala-data yang telah dikumpulkan dan kemudian dilakukan upaya-upaya untuk menemukan hubungan-hubungan statistik antara variabel dependen dengan independen. Teknik korelasi sederhana dan analisis regresi berganda merupakan metode yang paling sering digunakan untuk menemukan hubungan-hubungan tersebut.
Metode langsung dalam pelaksanaannya mengalami beberapa kesulitan antara lain ;
1). Individu yang diwawancari atau disurvey harus mewakili pasar secara
keseluruhan agar hasilnya tidak bias, harus diwawancarai untuk menghasilkan
taksiran reaksi pasar yang masuk akal terhadap perubahan yang dihendaki
sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar.
2). Bias pewawancara yang diartikan sebagi distorsi jawaban responden yang disebabkan oleh pewawancara.
3). Ada kesenjangan antara intensi dan tindakan. Masalah ini sering disebut masalah akurasi jawaban.
Metode tak langsung dapat menggunakan analisis regresi, yaitu teknik statistik yang digunakan untuk menemukan derajat ketergantungan satu variabel terhadap satu variabel lain lainnya atau lebih.
Rumus regresi adalah sebagai b e rik u t;
Y = a + p l.x l + p2.x2 + ... + Pn.xn + e
D im an a;
Y = variabel dependen a = konstanta
P = koefisien
X = variabel independen
Sedangkan untuk raencari hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen yaitu dengan menggunakan korelasi, bila variabel independen hanya satu maka menggunakan korelasi linier sederhana sedangkan bila variabel independen lebih dari satu digunakan korelasi linier berganda (korelasi multivariabel).
Faktor-faktor yang mempengaruhi keakuratan dari estimasi adalah
(Douglas, 1995 : 153) :
1). Bila menggunakan metode langsung, maka hal-hal yang mempengaruhi keakuratan data adalah : randomisasi dari sampel, kebiasan dari pihak penginterview, intensitas penelitian, pertanyaan yang diajukan membingungkan, menghasilkan intepretasi yang salah dan mengandung ketidakmengertian pengisi.
2). Bila menggunakan metode tidak langsung, hal-hal yang mempengaruhi dalam keakuratan data adalah ; sifat dari variabel independen apakah controlable atau uncontrolable, metode statistik yang digunakan, kesalahan dalam pengukuran.
Konsumen dalam sebuah pasar adalah heterogen baik kebutuhan maupun keinginannya. Scorang pcmasar lidak mungkin melayani scluruh konsumen dalam pasar tersebut tetapi perlu dikelompokkan ke dalam segmen-segmen.
Kotler (1995 : 384-393) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan strategi pemasaran yang paling utama pada dasamya adalah Segmentation- Targeting-Positioning yang telah dikenal dengan STP.
1). Segmentasi pasar
Segmentasi pasar adalah usaha pemisahan pasar pada kelompok-kelompok pembeli menurut jenis produk tertentu dan yang memerlukan bauran pemasaran tersendiri. Variabel-variabel yang mempengaruhi antara lain : a) Geografis
Dalam penelitian ini wilayah yang diteliti adalah Banjarmasin b) Demografis
Variabel demografis seperti usia, pekeijaan, jenis kelamin, besarnya
keluarga, siklus hidup keluarga, pendapatan, pendidikan dan lain-lain.
Yang dipakai dalam penelitian ini adalah faktor usia, jenis kelamin, pekeijaan, pendidikan dan status keluarga.
c) Psikografis
Variabel psikografis seperti kelas sosial, gaya hidup dan berbagai ciri kepribadian
2). Penetapan pasar sasaran
Pada dasamya segmentasi pasar menunjukkan peluang-peluang dalam segmen pasar yang dihadapi oleh perusahaan. Perusahaan harus menilai berbagai segmen untuk menentukan berapa dan segmen mana yang akan dimasuki atau dijadikan sasaran pasar.
3). Penentuan posisi pasar
Positioning berkaitan dengan penentuan pwsisi produk, jasa dan perusahaan dalam benak konsumen.
e. Elastisitas
Elastisitas didefinisikan menurut Evan J. Douglas (Lincolin, 1996:134) sebagai berikut ; “Persentase perubahan kuantitas yang diminta sebagai akibat perubahan nilai salah satu veriabel yang menentukan permintaan sebesar satu pcrsen.” Persamaan untuk menghitung elastisitas adalah sebagai b e rik u t;
Persentase perubahan Q Elastisitas = ---
e
Persentase perubahan P
^Qx Px
^Px Qx
Konsep elastisitas yang paling banyak digunakan adalah elastisitas harga, yaitu elastisitas yang menunjukkan derajat kepekaan jumlah produk yang diminta terhadap perubahan harga, dan dengan asumsi ceteris paribus.
Permintaan suatu produk ataujasa terdiri dari 3 macam (Lincolin, 1996 : 142) yaitu ;
1). Permintaan yang elastis, yang menunjukkan persentase perubahan kuantitas lebih besar daripada persentase perubahan harga, maka suatu persentase kenaikan harga akan menyebabkan persentase penurunan kuantitas lebih besar.
2). Elastisitas unitari, yaitu suatu keadaan yang menunjukkan persentase perubahan kuantitas dibagi dengan persentase j)erubahan harga sama dengan minus satu.
3). Permintaan yang inelastis, yang berarti suatu kenaikan harga akan menyebabkan penurunan kuantitas yang diminta lebih kecil daripada perubahan harga tersebut.
Faktor-faktor yang menentukan elastisitas harga menurut Lincolin (1995:150-152) adalah ;
1) Permintaan industri
Secara umum, ada 3 alasan untuk membedakan elastisitas harga yaitu : a) seberapa jauh sesuatu barang dianggap sebagai kebutuhan pokok, b) ketersediaan barang-barang pengganti
c) proporsi pendapatan yang dibelanjakan untuk suatu produk tertentu.
2) Permintaan perusahaan
Elastisitas perusahaan adalah tergantung dimana perusahaan tersebut bcrsaing di pasar, persaingan monopoli,persaingan sempuma, persaingan monopolistik, atau persaingan oligopoli.
f. Pengertian K ebutuhan (N eed) dan K einginan (W ant)
Kebutuhan manusia adalah sesuatu keadaan yang dirasakan tidak ada dalam diri seseorang yang memiliki banyak kebutuhan yang kompleks. Melipuli kebutuhan fisik pokok akan pangan, sandang, kehangatan, dan keamanan, kebutuhan sosial akan perasaan meiniliki dan kasih sayang serta kebutuhan pribadi akan pengetahuan dan ekspresi diri.
Keinginan manusia adalah merupakan kebutuhan manusia yang dibentuk oleh kultur dan kepribadian individu. Keinginan dapat dijelaskan dari segi obyek yang akan memenuhi suatu kebutuhan. (Philip Kotler, 1992 ; 6)
g. Penjualan Potensial
Di dalam melayani kebutuhan pasamya, perusahaan perlu memperkirakan' penjualan potensialnya. Hal ini untuk menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam melayani kebutuhan tersebut.
Basu Swastha dan Irawan (1990:150) mengeniukakan penjualan potensial merupakan tingkat penjualan maksimum yang dapat dicapai oleh penjual.
Dengan melihat dari definisi tersebut, penjualan potensial ini dapat ditentukan
berdasarkan dua macam faktor, yaitu :
1). Penjualan potensial industri ( disebut juga potensi industri ) adalah tingkat penjualan maksimum yang dapat dicapai oleh seluruh penjual barang atau jasa.
2). Penjualan potensial perusahaan ( disebut juga potensi perusahaan ) adalah tingkat penjualan makstmunn yang dapat dicapai oleh sebuah perusahaan.
fa. Strategi Penetapan Harga
Tingkat harga yang ditetapkan mempengaruhi kuantitas yang terjual.
Selain itu secara tidak langsung harga juga mempengaruhi biaya, karena kuantitas yang teijual berpengaruh pada biaya yang ditimbulkan dalam kaitannya dengan efisiensi produksi. Oleh karena penetapan harga mempengaruhi pendapatan total dan biaya total, maka keputusan dan strategi penetapan harga memegang peranan penting dalam setiap perusahaan.
Harga seringkali digunakan sebagai indikator nilai bilamana harga tersebut dihubungkan dengan manfaat yang dirasakan atas suatu barang atau jasa. Dapat disimpulkan bahwa pada tingkat harga tertentu, bila manfaat yang dirasakan konsumen meningkat, maka nilainya akan meningkat pula.
H arga memiliki 2 peranan utama dalam proses pengambilan keputusan para pembeli, yaitu peranan alokasi dan peranan informasi (Fandy Tjiptono, 1995 : 119 - 1 2 0 ) :
1). Peranan alokasi harga, yaitu fungsi harga dalam membantu para pembeli
untuk memutuskan cara memperoleh manfaat atau ulilitas tertinggi yang
diharapkan berdasarkan kekuatan membelinya. Dengan demikian adanya
harga dapat membantu para pembeli untuk memutuskan cara mengalokasikan kekuatan membelinya pada berbagai jenis barang dan jasa. Pembeli membandingkan harga dari berbagai altem atif yang lersedia kemudian memutuskan alokasi dana yang dikehendaki.
2). Peranan infonnasi harga, yaitu fungsi harga dalam ‘mendidik’ konsumcn mengenai faktor-faktor produk seperti kualitas. Hal ini terutama bermanfaat dalam situasi dimana pembeli mengalami kesulitan untuk menilai faklor produk atau manfaatnya secara obyektif. Persepsi yang sering berlaku adalah bahwa harga yang mahal mencerminkan kualitas yang tinggi.
i. Gaya Hidup
Banyak defmisi yang dilontarkan dari beberapa peneliti mengenai gaya hidup antara lain :
"Lifestyle can be viewed as a unique pattern o f living which influences and is reflected by o n e ’s consumption behavior. ” (William LW ilkie, 1990 : I I 8)
‘‘Gaya hidup adalah pola dimana orang hidup dan menghahiskan waklu serta uang. ” ( James F. E n g e l, 199-4 : 383)
Teknik utama yang digunakan oleh peneliti konsumen sebagai ukuran
operasional dari gaya hidup disebut sebagai psikografl. Psikografi memberikan
pengukuran kuantitatif dengan sampel besar berlawanan dengan teknik penelitian
lunak atau kualitatif seperti wawancara kelompok fokus atau wawancara mendalam.Psikografi bergerak di luar pandangan konsumen yang diekspresikan dalam pengukuran demografi, perilaku dan sosioekonomi. Emanuel Demby (1989 :2 l) memberikan defmisi yang diperluas ;
“ Pemakaian faklor p.sikologis, sosiologis dan anfropologis, seperti manfaai yang diinginkan, kom ep diri Jan gaya hidup unluk menentukan bagaimana pasar dipangsa menurut kecenderungan kelompok di dalam pasar hersangkutan, dan alasan mereka, unluk mengamhil kepulusan lertenlu mengenai produk, orang, ideologi alau kalau lidak, menganut suaiu sikap atau menggunakan suatu medium. "
Pengukuran psikografi menurut Reynold dan Darden (1993; 87) dapal dibagi menjadi tiga bagian yaitu ;
1). Activities (kegiatan)
Adalah tindakan nyata menonton suatu medium, berbelanja di toko, atau menceritakan kepada tetangga mengenai pelayanan yang baru. Walaupun tindakan ini biasanya dapat diamati, alasan untuk tindakan tersebut jarang dapat diukur secara langsung.
2). Interest (minat)
M inat untuk obyek, peristiwa atau topik adalah tingkat kegairahan yang
menyertai perhatian khusus maupun terus menerus kepadanya.
3). Opinion (opini)
Adalah “jaw aban” lisan atau tertulis yang diberikan seseorang scbagai rcspon terhadap siluasi stimulus dimana semacam “pertanyaan” diajukan . Opini digunakan untuk mendeskripsikan jjenafsiran, harapan, dan evaluasi.
j. Pengertian Ekspansi
Suatu perusahaan yang mengadakan ekspansi pasti mengalami perubahan baik dalam segi modal, tenaga kerja, manajemen dan lain-lainnya sehingga dengan perubahan tersebut mendorong perusahaan untuk mencari perkembangan baru yaitu perlimbangan untuk menentukan besamya perusahaan yang paling baik atau mencari besamya permintaan optimum perusahaan.
Pengertian ekspansi menurut Bambang Riyanto (1991 ; 232) adalah perluasan modal baik perluasan kerja saja aatu modal keija dan modal tetap, yang digunakan secara tetap dan terus menerus di dalam perusahaan.
Menurut Suad Husnan (1989 ; 314) ada berbagai alasan perusahaan melakukan ekspansi. Alasan tersebut berupa alasan ekonomi maupun alasan pribadi. Alasan ekonomi bisa berupa untuk meningkatkan kerja atau mempertahankan posisi bersaing perusahaan, untuk mempertahankan atau meningkatkan keuntungan. Sedangkan alasan probadi bisa berupa alasan untuk memperoleh kekuasaan yang lebih besar.
Menurut W.F. Glueck (1989 ; 219-226) ada 2 jenis pengertian ekspansi,
yaitu ;
1), Ekspansi Intern
Sebagian bcsar pcndekatan ekspansi intern berkenaan dengan pcnjajaran kembali produk atau pasar. Pcndekatan umum yang dipertimbangkan adalah;
a) Penetrasi pasar yang ada dengan produk yang ada sekarang
b) Hal ini sering dilakukan dengan perubahan harga dan proniosi. Strategi ini etektifbagi perusahaan dengan bagian pasar yang kecil
c) Memperluas penjualan produk atau jasa yang ada sekarang dengan mencari jenis pelanggan tambahan atau bergerak ke dalain daerati goegralls tambahan
d) Meningkatkan penjualan dengan eara memperkenalkan produk atau jasa baru pada pasar yang sama yangdilayani sekarang
e) Menambah produk dan pasar yang baru atau memperkenalkan perubahan kecil produk atau jasapada bagian baru dari pasar.
2). Ekspansi Ekstern
Ekspansi ini berupa pengambilalihan, penggabungan/merge, dan konsolidasi.
Jadi istiiah untuk keduanya adalah penggabungan.
2. HIJBIINGAN A N T A R K O N S E P