Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data subyektif dari preferensi tiap-tiap pengambil keputusan terhadap tiap-tiap alternatif dan kriteria yang selanj utnya disusun dalam matriks berbalikan seperti di bawah.
Hal ini disebabkan karena struktur hirarki yang didapatkan pada bab 3, tidak memiliki kriteria yang bersifat obyektif. Pemilihan School Assistant
( Coordinator (SAC) dilakukan terhadap calon yang sudah bekerja pada perusahaan dan tidak ada calon school assistant coordinator yang benar-benar baru, sehingga para pengambil keputusan mengenal dengan cukup baik calon- calon SAC tersebut dan tidak ingin mengadakan suatu test psikologi lagi bagi mereka.
Para pengambil keputusan meminta untuk tidak menyertakan nama calon SAC dalam kuesioner pemberian nilai, melainkan menyertakan profile dari masing-masing calon. Hal ini dikarenakan pengambil keputusan tidak ingin, para calon mengetahui bahwa menurut pengambil keputusan seseorang lebih baik dari yang lain dalam aspek tertentu, mengingat para calon tersebut masih akan bekerja di perusahaan tersebut.
Data-data tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
Untuk pengambil keputusan 1 (Area School Manager 1 ), perbandingan antar kriteria-kriteria level- 1 pada lampiran 4 dapat disusun menjadi matriks berbalikan:
C
E menurut pengambil keputusan 1 :
- Kriteria A (intelegensi) cukup lebih penting daripada kriteria B (kepribadian)
- Kriteria A (intelegensi) cukup lebih penting daripada kriteria C (Sikap)
- Kriteria A (intelegensi) sama pentingnya dengan kriteria D (teknis)
- Kriteria A (intelegensi) sama pentingnya dengan kriteria E (manajerial) Kriteria B (kepribadian) sedikit lebih penting daripada kriteria C (sikap) -
- Kriteria D (teknis) antara sama penting dan sedikit lebih penting dibandingkan dengan kriteria B (kepribadian)
- Kriteria E (manajerial) antara sedikit lebih penting dan cukup lebih penting dibandingkan dengan kriteria B (kepribadian)
- Kriteria D (teknis) antara sama penting dan sedikit lebih penting dibandingkan dengan kriteria C (sikap)
Kriteria E (manajerial) antara sedikit lebih penting dan cukup lebih penting
-
dibandingkan dengan kriteria C (sikap)
- Kriteria D (teknis) sama pentingnya dengan kriteria E (manajerial) Data-data selanjutnya dapat dilihat pada lampiran 6.
Aspek lntelegensi Aspek Kepribadian Aspek Sikap Aspek Teknis Aspek Manajerial
oleh peneliti dengan menggunakan software Matlab (lihat Lampiran 9). Dari hasil yang diperoleh peneliti pada software Matlab. Peneliti mengambil data yang diperoleh dan mengolahnya menjadi tabel yang berisi informasi yang terdapat di bawah. Perhitungan bisa dilihat pada lampiran 7.
Tabel 4.1 menjelaskan bahwa prioritas relatif pengambil keputusan 1 (Area School Manager 1) terhadap kriteria intelegensi, kepribadian, sikap, teknis, dan manajerial, berturut-turut adalah 0.3 196, 0.1022, 0.0655, 0.2227, dan 0.2900, sedangkan untuk pengambil keputusan 2, (Area School Manager 2 ) berturut-turut adalah 0.1272, 0.4255, 0.2742, 0.0506, dan 0.1226.
Tabel 4.1 Prioritas relatif pengambil keputusan I dan 2 untuk alternatif- alternatif pada level 1 untuk decision maker 1 dan 2 )
Pengambil keputusan 1 0.31 96*
0.1022 0.0655 0.2227 0.2900
Pengambil keputusan 2 0.1272
0.4255 0.2742 0.0506 0.1226
* didapat dari mengkuadratkan elemen ke- 1 dan u pengambil keputusan 1 (0 5653² = 0 3 196).
Tabel 4.2 menjelaskan bahwa prioritas relatif pengambil keputusan 1 terhadap kriteria konkrit praktis, logis, dan analisa sintesis berturut-turut
Konkrit Praktis Logis
E Analisa Sintesis Percaya Diri Kematangan
I
Sosialisasi
Motivasi Hub. Personal
Stabilitas Emosi Komuni kasi Adaptasi
Tanggung Jawab Tekun
Displin Kreatif Hati-hati
adalah sama, yaitu 0.3333, sedangkan untuk pengambil keputusan 2, berturut- turut adalah 0.2176, 0.0914, dan 0.6909.
Demikian pula untuk kriteria-kriteria level 2 yang lain prioritas relatif pengambil keputusan 1 dan 2 bisa dilihat dalam tabel 4.2.
Pengambil keputusan 1 Pengambil keputusan 2
0.3333 0.2176
0.3333 0.0914
0.3333 0 6909
0 1403 0 0883
0.2931 0 1374
0.0956 0.1248
0.0299 0.0405
0.1929 0 3592
0.1002 0 1149
0.1478 0 1351
0.0485 0 0798
0.2436 0.251 5
0.1 146 0 1732
0.1933 0.0729
0.3570 0.2929
0.0429 0.1298
Tabel 4.2 Prioritus relatif pengambil keputusan I dun 2 terhadap alternatif alternatif pada level 2 untuk decision maker I dun 2 )
0 0785 0.0804
0.1 112 0 1189
0.21 11 0 1376
0.21 11 0 1878
0.3449 0.2928
0 0432 0 1826
Kecepatan Ketelitian Kekonsistenan Keandalan Trouble Shooting Pengetahua Tkns
Kpemimpinan 0 1951
Pengawasan 0.4330
0 2100 0.3828
Tabel 4.3 menjelaskan bahwa untuk kriteria konkrit praktis, prioritas
Konkrit Praktis Logis
Analisa Sintesis Percaya Diri Kematangan Sosialisasi Hub. Perosonal Motivasi
relatif pengambil keputusan 1 terhadap calon SAC 1 , 2, dan 3 berturut-turut
SAC1 SAC2 SAC3 SAC1 SAC2 SAC3 03880 0.0975 0.5145 0.5396 0.1635 0.2969 0,0909 0,4545 0,4545 0,1999 0.4000 0.4000 0.6000 0.1999 0.1 999 0.5000 0.2500 0.2500 0.3333 0.3333 03333 02255 0 1007 06739 0.7449 0.1564 0.0985 0.5937 0.2493 0.1571 0.3333 0.3333 0.3333 0.1999 0.4000 0.4000 0.1 194 0.7470 0 1336 0.1635 0.2969 0.5396 0.1990 0.0676 0.7334 0.5937 0.1571 0.2493
- - --- -- ----
--- --- --
-- _________ ______ --
_____
__ __ ___ __ _______ __
___ ___ ___
______ ___
__
adalah 0.3880, 0.0975, dan 0.5 145, sedangkan untuk pengambil keputusan 2 berturut-turut adalah 0.5396, 0.1635, dan 0.2969.
Demikian pula untuk kriteria logis, analisa sintesis, dan kriteria-kriteria yang lain dapat dilihat pada tabel 4.3.
Tabel 4.3 Tabel prioritus relatif pengambil keputusan I dun 2 untuk Calon
SAC I , 2, dun 3 dari kriteria level-2 untuk decision maker1 dun 2)
Pengambil keputusan 1 | Pengambil keputusan 2 Calon | Calon | Calon | Calon | Calon | Calon
Adaptasi 0.4445 Tanggung Jawab 0 3333
Tekun 0.4445
Displin 0 3333
Kreatif 0.1429
Hati-hati 0.4286 Kecepatan 0 1662 Ketelitian 0.3333 Kekonsistenan 0.3333 Keandalan 0.1666 Trouble Shooting 0 1666 Pengetahua Tkns 0.1666 Perencanaan 0.6370 Pengorganisasian 0.581 6
__
__
___ __
Kpemimpinan 0.6608 Pengawasan 0.5171
0.4445 0.1111 0.2493 0.5937 0.1571 0 3333 0.3333 0 4434 0.1692 0 3874 0.1111 0.4445 0.5396 0.1635 0.2969 0 3333 0 3333 0 5396 0 1635 0.2969 0.7143 0.1429 0.2683 0.1172 0.6143 0 1428 0.4286 0.6909 0 1488 0.1603 0.0726 0.7611 0.4286 0.1429 0.4286 0.3333 0.3333 04434 01692 0.3874 03333 03333 05396 0 1635 0.2969 0.6667 0.1666 0.5714 0.1429 0.2857 0 6667 0.1666 0 1429 0 4286 0.4286 0.6667 0.1666 0.5396 0.1635 0.2969 0 1047 0.2583 0.5396 0.1635 0.2969 0.1094 0.3090 0.5937 0 1571 0 2493 0.2081 0 1311 0.5396 0.1635 0.2969 0.1243 0.3586 0.5937 0.1571 0.2493
Tabel 4.4 Prioritas relatif pengambil keputusan I dan 2 untuk kriteria-kriteria
Aspek lntelegensi Aspek Kepribadian Aspek Sikap Aspek Teknis Aspek Manajerial
pada level 1 untuk decision maker I dun 2)
SAC3 0.3898
SAC 1 SAC2 SAC3 0.4812 0.2448 0.2740 Pengambil kept
Calon | Calon
usan 1 I Pengambil keputusan 2 Calon | Calon | Calon Calon
0.2847 0.4046 0.2535 0.3419 0.271 3 0.4324
0.2670 0.4091 0.2868 0.5663
I I I I I
Tabel 4.4 menjelaskan bahwa untuk aspek intelegensi, prioritas relatif pengambil keputusan 1 terhadap calon SAC 1, 2, dan 3, berturut-turut adalah
Demikian pula untuk aspek-aspek yang lain, prioritas relatif untuk pengambil keputusan 1 dan 2 bisa dilihat dalam tabel 4.4.
Grand prefrence vector untuk masing-masing pengambil keputusan, U' dan U², adalah:
0.6649
U² = 0.4701
0.5805 dan
Hal ini menunjukkan bahwa prioritas relatif pengambil keputusan 1 untuk tiap-tiap alternatif adalah (0.6286)², (0.5393)², (0.5604)², yaitu 0.395 1, 0.2908,0.3141, sedangkan prioritas relatif pengambil keputusan 2 untuk tiap- tiap alternatif adalah (0.6649)², (0.4701)², (0.5805)², yaitu 0.4421, 0.2210,
0.3370.
Group preference vector, G , didapatkan dengan menjumlahkan vektor U' dengan vekktor U², dan kemudian menormalisasinya yaitu :
Kuadrat dari elemen-elemen vektor G ini menunjukkan prioritas relatif grup terhadap alternatif I , alternatif 2, dan alternatif 3, yaitu (0.6473)²,
(0.5051)², (0.5709)² atau 0.4190,0.2551, dan 0.3259.
Jadi, calon School Assistant Coordinator I memiliki prioritas relatif terbesar, yaitu 0.4 190 dan bisa dipilih menjadi School Assistant Coordinator yang baru
0.3596, 0.2507, dan 0.3898, sedangkan untuk pengambil keputusan 2, berturut-turut adalah 0.4812,0.2448, dan 0.2740.
Demikian pula untuk aspek-aspek yang lain, prioritas relatif untuk pengambil keputusan 1 dan 2 bisa dilihat dalam tabel 4.5.
Grand preference vector untuk masing-masing pengambil keputusan, U ¹ dan U², adalah:
0.6286 U’ = 0.5393 0.5604
0.6649 0.470 I 0.5805
Hal ini menunjukkan bahwa prioritas relatif pengambil keputusan 1 untuk tiap-tiap alternatif adalah (0.6286)², (0.5393)², (0.5604)², yaitu 0.3951, 0.2908,0.3 141, sedangkan prioritas relatif pengambil keputusan 2 untuk tiap- tiap alternatif adalah (0.6649)², (0.4701)², (0.5805)², yaitu 0.4421, 0.2210, 0.3370.
Group preference vector, G , didapatkan dengan menjumlahkan vektor U’
dengan vekktor U², dan kemudian menormalisasinya yaitu :
Kuadrat dari elemen-elemen vektor G ini menunjukkan prioritas relatif grup terhadap alternatif 1, alternatif 2, dan alternatif 3, yaitu (0.6473)², (0.5051)², (0.5709)² atau 0.4190,0.2551, dan 0.3259.
Jadi, calon School Assistant Coordinator I memiliki prioritas relatif terbesar, yaitu 0.4 190 dan bisa dipilih menjadi School Assistant Coordinator yang baru.
= U ' U² = = (0.6286 x 0.6649) + (0.5393 x 0.4701)
+ (0.5604 x 0.5805)
= 0.9968 a = 4.59"
Jadi kedua pengambil keputusan berpikir hampir sama, dengan perbedaan derajat 4.59 “, dimana untuk coherence = 1 , para pengambil keputusan berpikir sama.