Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 14 Putusan Nomor 42/Pid.Sus/2018/PT.Tte.P U T U S A N
Nomor 42/PID.SUS/2018/PT.TTE.
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.
Pengadilan Tinggi Maluku Utara, yang memeriksa dan mengadili
perkara pidana pada peradilan tingkat banding, telah menjatuhkan putusan seperti tersebut dibawah ini dalam perkara Terdakwa :
1. Nama lengkap : Sarbin Tidore Alias Ebin 2. Tempat lahir : Waiman
3. Umur/Tanggal lahir : 58 tahun/2 Desember 1959 4. Jenis kelamin : Laki-laki
5. Kebangsaan : Indonesia
6. Tempat tinggal : Desa Auponhia Kecamatan Mangoli Selatan Kabupaten Kepulauan Sula
7. Agama : Islam 8. Pekerjaan : Petani
Terdakwa ditahan oleh :
1. Penyidik tidak dilakukan penahanan;
2. Penuntut Umum ditahan di rutan sejak tanggal 14 Agustus 2018 sampai dengan tanggal 2 September 2018;
3. Perpanjangan Oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 3 September 2018 sampai dengan tanggal 2 Oktober 2018;
4. Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 30 Agustus 2018 s/d 28 September 2018; 5. Hakim Tinggi Maluku Utara sejak tanggal 17 September 2018 s/d 16 September
2018;
6. Perpanjangan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Maluku Utara sejak tanggal 17 Oktober 2018 s/d 15 Desember 2018;
Terdakwa didampingi Penasihat Hukum bernama Kuswandi Buamona,S.H.,
Advokat/Penasihat Hukum pada Yayasan LBH Rakyat Kepulauan Sula (YLBH -RKS)
berkantor di Sanana, Kabupaten Sula berdasarkan Penetapan Nomor 103 / Pid.Sus /
2018 / PN Lbh tanggal 10 September 2018 tentang penunjukan Penasihat Hukum bagi
Terdakwa;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 14 Putusan Nomor 42/Pid.Sus/2018/PT.Tte.Pengadilan Tinggi tersebut ; Telah membaca :
1. Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Maluku Utara tanggal 4 Ok tober
2018 Nomor : 42/Pid.Sus/2018/PT.Tte tentang Penunjukan Majelis Hakim untuk memeriksa dan mengadili perkara ini ;
2. Berkas perkara dan surat-surat yang terlampir di dalamnya serta turunan
resmi putusan Pengadilan Negeri Labuha Nomor : 103/Pid.Sus/2018/PN Lbh. tanggal 13 September 2018;
Menimbang, bahwa berdasarkan surat Dakwaan Penuntut Umum tertanggal 14 Agustus 2018 Nomor Register Perkara : PDM-08/S.2.15/ S.215/Epp.2/03/2018 terdakwa telah didakwa dengan Dakwaan Alternatif, yakni :
DAKWAAN, KESATU :
Bahwa ia terdakwa SARBIN TIDORE Alias EBIN pada hari Kamis, tanggal 23 Nopember 2017 sekira pukul 04.00 WIT, atau setidak-tidaknya pada suatu waktu pada bulan Desember tahun dua ribu tujuh belas, bertempat di Desa Auponhia Kecamatan Mangoli Selatan Kabupaten Kepulauan Sula, atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Labuha yang memeriksa dan mengadili perkara ini, mencoba melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan
memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain .
Perbuatan mana terdakwa lakukan dengan cara sebagai berikut :
- Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut diatas, awalnya terdakwa membuka pintu depan rumah saksi Nuryani Usia, kemudian terdakwa masuk ke dalam rumah tersebut, lalu terdakwa masuk ke dalam kamar saksi Nuryani Usia yang mana dalam kamar saksi Nuryani Usia tersebut terdapat Saksi Nurma Umamit dan Anak Saksi Fitri Saman sedang tidur;
- Bahwa setelah terdakwa masuk ke dalam kamar saksi Nuryani Usia tersebut, kemudian terdakwa mengangkat kelambu, pada saat itu juga saksi Nurma Umamit langsung kaget dan terbangun, kemudian saksi Nurma Umamit melihat terdakwa sudah memegang kedua kaki Anak saksi Fitri Saman dengan kedua
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 14 Putusan Nomor 42/Pid.Sus/2018/PT.Tte.tangannya sambil membuka kedua kaki Anak saksi Fitri Saman tersebut, lalu saksi Nurma Umamit langsung mengatakan kepada terdakwa dengan suara besar bahwa “sarbin jangan se lari beta sudah tau se, di bawah itu se punya cucu masa se mau perkosa dia (sarbin jangan kamu lari saya sudah kenal kamu dia itu kamu punya cucu kanapa sampai kamu mau perkosa dia)” lalu terdakwa terdiam;
- Bahwa selanjutnya saksi Nurma Umamit langsung mengusir atau menyuruh terdakwa untuk keluar dan pergi dari rumah saksi Nuryani Usia dengan mengatakan “e..Sarbin se keluar dari beta pung rumah cepat.. cepat se kaluar..ternyata se punya niat jahat di beta dengan beta pung cucu, kaluar cepat (e..Sarbin kamu keluar dari rumah saya cepat, cepat kamu keluar.. ternyata kamu punya niat jahat terhadap saya dengan cucu saya..keluar cepat), namun saat itu terdakwa tidak mau pergi, kemudian terdakwa saksi Nurma Umamit terus menyuruh terdakwa untuk keluar dan pergi, selanjutnya terdakwa keluar dari rumah, namun setelah sampai depan rumah, terdakwa malah kembali lagi dan duduk di depan pintu, lalu saksi Nurma Umamit terus menyuruh terdakwa untuk pergi, kemudian terdakwa langsung mengakui kesalahannya dengan mengatakan kepada saksi Nurma Umamit bahwa “maaf beta sudah salah mungkin beta so cari beta pung ajal (maaf saya sudah salah, mungkin saya sudah cari ajal saya)”;
- Bahwa setelah itu saksi Nuryani Usia datang dan bertemu dengan terdakwa tepat di depan pintu rumah saksi Nuryanti Usia, setelah terdakwa melihat saksi Nuryani Usia, kemudian terdakwa langsung mengakui kesalahannya dengan mengatakan bahwa “yani ini koka yang salah sudah tinggal besok mama kasi tau kaka biar kaka datang bunuh beta sudah (yani ini koka yang salah sudah tin ggal besok mama beritahu sama kakak biar kakak datang bunuh saya saja), setelah itu saksi Nuryanti Usia langsung marah dan menyuruh terdakwa untuk pergi dari rumahnya dengan berkata “ sarbin e.. ternyata kamong punya niat jahat di beta pung ana ka..e cepat kamong kaluar dari beta pung rumah cepat...cepat kaluar (Sarbin e.. ternyata kamu punya niat jahat di saya punya anak ka..e cepat kamu keluar dari saya punya rumah cepat..cepat keluar), namun terdakwa tetap saja duduk di depan pintu rumah saksi Nuryani Usia tersebut, kemudian saksi Nuryani Usia langsung mengatakan kepada terdakwa bahwa ia akan pergi melaporkan terdakwa kepada saksi Adaha Sapsuha (istri terdakwa), setelah itu saksi Nuryani Usia keluar dari rumahnya dan pergi memberitahukan kepada saksi Adaha Sapsuha, kemudian terdakwa takut hingga terdakwa pun langsung pergi dari rumah saksi Nuryani Usia;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 14 Putusan Nomor 42/Pid.Sus/2018/PT.Tte.Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana sebagaimana Pasal 81 ayat (1) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak jo. Pasal 53 ayat (1) KUHPidana;
ATAU KEDUA :
Bahwa ia terdakwa SARBIN TIDORE Alias EBIN pada hari Kamis, tanggal 23 Nopember 2017 sekira pukul 04.00 WIT, atau setidak-tidaknya pada suatu waktu pada bulan Desember tahun dua ribu tujuh belas, bertempat di Desa Auponhia Kecamatan Mangoli Selatan Kabupaten Kepulauan Sula, atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Labuha yang memeriksa dan mengadili perkara ini, mencoba melakukan
kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. Perbuatan mana terdakwa lakukan
dengan cara sebagai berikut :
- Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut diatas, awalnya terdakwa membuka pintu depan rumah saksi Nuryani Usia, kemudian terdakwa masuk ke dalam rumah tersebut, lalu terdakwa masuk ke dalam kamar saksi Nuryani Usia yang mana dalam kamar saksi Nuryani Usia tersebut terdapat Saksi Nurma Umamit dan Anak Saksi Fitri Saman sedang tidur;
- Bahwa setelah terdakwa masuk ke dalam kamar saksi Nuryani Usia tersebut, kemudian terdakwa mengangkat kelambu, pada saat itu juga saksi Nurma Umamit langsung kaget dan terbangun, kemudian saksi Nurma Umamit melihat terdakwa sudah memegang kedua kaki Anak saksi Fitri Saman dengan kedua tangannya sambil membuka kedua kaki Anak saksi Fitri Saman tersebut, lalu saksi Nurma Umamit langsung mengatakan kepada terdakwa dengan suara besar bahwa “sarbin jangan se lari beta sudah tau se, di bawah itu se punya cucu masa se mau perkosa dia (sarbin jangan kamu lari saya sudah kenal kamu dia itu kamu punya cucu kanapa sampai kamu mau perkosa dia)” lalu terdakwa terdiam;
- Bahwa selanjutnya saksi Nurma Umamit langsung mengusir atau menyuruh terdakwa untuk keluar dan pergi dari rumah saksi Nuryani Usia dengan mengatakan “e..Sarbin se keluar dari beta pung rumah cepat.. cepat se kaluar..ternyata se punya niat jahat di beta dengan beta pung cucu, kaluar cepat (e..Sarbin kamu keluar dari rumah saya cepat, cepat kamu keluar.. ternyata kamu punya niat jahat terhadap saya dengan cucu saya..keluar cepat), n amun
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 14 Putusan Nomor 42/Pid.Sus/2018/PT.Tte.saat itu terdakwa tidak mau pergi, kemudian terdakwa saksi Nurma Umamit terus menyuruh terdakwa untuk keluar dan pergi, selanjutnya terdakwa keluar dari rumah, namun setelah sampai depan rumah, terdakwa malah kembali lagi dan duduk di depan pintu, lalu saksi Nurma Umamit terus menyuruh terdakwa untuk pergi, kemudian terdakwa langsung mengakui kesalahannya dengan mengatakan kepada saksi Nurma Umamit bahwa “maaf beta sudah salah mungkin beta so cari beta pung ajal (maaf saya sudah salah, mungkin saya sudah cari ajal saya)”;
- Bahwa setelah itu saksi Nuryani Usia datang dan bertemu dengan terdakwa tepat di depan pintu rumah saksi Nuryanti Usia, setelah terdakwa melihat saksi Nuryani Usia, kemudian terdakwa langsung mengakui kesalahannya dengan mengatakan bahwa “yani ini koka yang salah sudah tinggal besok mama kasi tau kaka biar kaka datang bunuh beta sudah (yani ini koka yang salah sudah tin ggal besok mama beritahu sama kakak biar kakak datang bunuh saya saja), setelah itu saksi Nuryanti Usia langsung marah dan menyuruh terdakwa untuk pergi dari rumahnya dengan berkata “ sarbin e.. ternyata kamong punya niat jahat di beta pung ana ka..e cepat kamong kaluar dari beta pung rumah cepat...cepat kaluar (Sarbin e.. ternyata kamu punya niat jahat di saya punya anak ka..e cepat kamu keluar dari saya punya rumah cepat..cepat keluar), namun terdakwa tetap saja duduk di depan pintu rumah saksi Nuryani Usia tersebut, kemudian saksi Nuryani Usia langsung mengatakan kepada terdakwa bahwa ia akan pergi melaporkan terdakwa kepada saksi Adaha Sapsuha (istri terdakwa), setelah itu saksi Nuryani Usia keluar dari rumahnya dan pergi memberitahukan kepada saksi Adaha Sapsuha, kemudian terdakwa takut hingga terdakwa pun langsung pergi dari rumah saksi Nuryani Usia;
Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana sebagaimana Pasal 82 ayat (1) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak jo. Pasal 53 ayat (1) KUHPidana;
ATAU KETIGA :
Bahwa ia terdakwa SARBIN TIDORE Alias EBIN pada hari Kamis, tanggal 23 Nopember 2017 sekira pukul 04.00 WIT, atau setidak-tidaknya pada suatu waktu pada bulan Desember tahun dua ribu tujuh belas, bertempat di Desa Auponhia Kecamatan Mangoli Selatan Kabupaten Kepulauan Sula, atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Labuha yang memeriksa dan mengadili perkara ini, memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan atau
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 14 Putusan Nomor 42/Pid.Sus/2018/PT.Tte.pekarangan tertutup yang dipakai orang lain dengan melawan hukum atau berada di situ dengan melawan hukum, dan atas permintaan yang berhak atau suruhannya tidak pergi dengan segera. Perbuatan mana terdakwa lakukan dengan
cara sebagai berikut:
- Bahwa pada waktu dan tempat sebagaimana tersebut diatas, awalnya terdakwa membuka pintu depan rumah saksi Nuryani Usia, kemudian terdakwa masuk ke dalam rumah tersebut, lalu terdakwa masuk ke dalam kamar saksi Nuryani Usia yang mana dalam kamar saksi Nuryani Usia tersebut terdapat Saksi Nurma Umamit dan Anak Saksi Fitri Saman sedang tidur;
- Bahwa setelah terdakwa masuk ke dalam kamar saksi Nuryani Usia tersebut, kemudian terdakwa mengangkat kelambu, pada saat itu juga saksi Nurma Umamit langsung kaget dan terbangun, kemudian saksi Nurma Umamit melihat terdakwa sudah memegang kedua kaki Anak saksi Fitri Saman dengan kedua tangannya sambil membuka kedua kaki Anak saksi Fitri Saman tersebut, lalu saksi Nurma Umamit langsung mengatakan kepada terdakwa dengan suara besar bahwa “sarbin jangan se lari beta sudah tau se, di bawah itu se punya cucu masa se mau perkosa dia (sarbin jangan kamu lari saya sudah kenal kamu dia itu kamu punya cucu kanapa sampai kamu mau perkosa dia)” lalu terdakwa terdiam;
- Bahwa selanjutnya saksi Nurma Umamit langsung mengusir atau menyuruh terdakwa untuk keluar dan pergi dari rumah saksi Nuryani Usia dengan mengatakan “e..Sarbin se keluar dari beta pung rumah cepat.. cepat se kaluar..ternyata se punya niat jahat di beta dengan beta pung cucu, kaluar cepat (e..Sarbin kamu keluar dari rumah saya cepat, cepat kamu keluar.. ternyata kamu punya niat jahat terhadap saya dengan cucu saya..keluar cepat), namun saat itu terdakwa tidak mau pergi, kemudian terdakwa saksi Nurma Umamit terus menyuruh terdakwa untuk keluar dan pergi, selanjutnya terdakwa keluar dari rumah, namun setelah sampai depan rumah, terdakwa malah kembali lagi dan duduk di depan pintu, lalu saksi Nurma Umamit terus menyuruh terdakwa untuk pergi, kemudian terdakwa langsung mengakui kesalahannya dengan mengatakan kepada saksi Nurma Umamit bahwa “maaf beta sudah salah mungkin beta so cari beta pung ajal (maaf saya sudah salah, mungkin saya sudah cari ajal saya)”;
- Bahwa setelah itu saksi Nuryani Usia datang dan bertemu dengan terdakwa tepat di depan pintu rumah saksi Nuryanti Usia, setelah terdakwa melihat saksi Nuryani Usia, kemudian terdakwa langsung mengakui kesalahannya dengan mengatakan bahwa “yani ini koka yang salah sudah tinggal besok mama kasi tau
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 14 Putusan Nomor 42/Pid.Sus/2018/PT.Tte.kaka biar kaka datang bunuh beta sudah (yani ini koka yang salah sudah tin ggal besok mama beritahu sama kakak biar kakak datang bunuh saya saja), setelah itu saksi Nuryanti Usia langsung marah dan menyuruh terdakwa untuk pergi dari rumahnya dengan berkata “ sarbin e.. ternyata kamong punya niat jahat di beta pung ana ka..e cepat kamong kaluar dari beta pung rumah cepat...cepat kaluar (Sarbin e.. ternyata kamu punya niat jahat di saya punya anak ka..e cepat kamu keluar dari saya punya rumah cepat..cepat keluar), namun terdakwa tetap saja duduk di depan pintu rumah saksi Nuryani Usia tersebut, kemudian saksi Nuryani Usia langsung mengatakan kepada terdakwa bahwa ia akan pergi melaporkan terdakwa kepada saksi Adaha Sapsuha (istri terdakwa), setelah itu saksi Nuryani Usia keluar dari rumahnya dan pergi memberitahukan kepada saksi Adaha Sapsuha, kemudian terdakwa takut hingga terdakwa pun langsung pergi dari rumah saksi Nuryani Usia;
Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana sebagaimana Pasal 167 ayat (1) KUHPidana;
Menimbang, bahwa sesuai surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula, tanggal 13 September 2018 Nomor Reg. Perkara : PDM-08/S.2.15/Epp.2/09/2018, telah menuntut agar supaya Hakim Pengadilan Negeri Labuha yang memeriksa dan mengadili perkara terdakwa tersebut, menjatuhkan putusan sebagai berikut :
1. Menyatakan Terdakwa SARBIN TIDORE Alias EBIN telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "melakukan percobaan kekerasan
atau ancaman kekerasan, memaksa anak untuk melakukan perbuatan cabul",
sebagaimana diatur dalam Pasal 82 ayat (1) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang R! Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlin dungan Anak jo. Pasal 53 ayat (1) KUHPidana;
2. Menjatuhkan Pidana penjara terhadap terdakwa SARBIN TIDORE Alias EBIN dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun;
3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
4. Memerintahkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan ;
5. Membebani terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.2.000,- (dua ribu rupiah);
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 14 Putusan Nomor 42/Pid.Sus/2018/PT.Tte.Menimbang, bahwa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Labuha dengan putusan Nomor:103/Pid.Sus/2018/PN Lbh. tanggal 13 September 2018 telah menjatuhkan putusan yang amarnya adalah sebagai berikut :
1. Menyatakan Terdakwa Sarbin Tidore Alias Ebin tersebut diatas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “melakukan percobaan
pencabulan terhadap anak”
2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulan;
3. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangkan seluruhnya dengan pidana yang dijatuhkan;
4. Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan;
5. Membebankan Terdakwa untuk membayar biaya perkara dalam perkara ini sejumlah Rp. 2.000,00 (dua ribu rupiah);
Menimbang, bahwa terhadap putusan Pengadilan Negeri Labuha tersebut Penuntut Umum telah mengajukan upaya hukum banding pada tanggal 17 September 2018 dan permintaan banding tersebut oleh Jurusita Pengadilan Negeri Labuha telah diberitahukan kepada Terdakwa pada tanggal 25 September 2018;
Menimbang, bahwa Penuntut Umum telah mengajukan memorie banding sesuai dengan Tanda Terima Memori Banding Nomor: 103 / Akta.Pid.Sus / 2018/PN.LBH tanggal 21 September 2018 dan memorie banding Penuntut Umum tersebut oleh Jurusita Pengadilan Negeri Labuha telah diserahkan kepada Terdakwa pada tanggal 25 September 2018 berdasarkan Relaas Penyerahan Memori Banding Nomor : 103/Pid.Sus/2018/PN.Lbh ;
Menimbang, bahwa telah membaca relaas pemberitahuan mempelajari berkas perkara kepada Penuntut Umum maupun Terdakwa masing-masing tanggal 25 September 2018, untuk mempelajari berkas perkara tersebut selama 7 [tujuh] hari sebelum berkas perkara dikirim ke Pengadilan Tinggi ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 14 Putusan Nomor 42/Pid.Sus/2018/PT.Tte.Menimbang, bahwa telah membaca Surat Keterangan dari Panitera Pengadilan Negeri Labuha yang menerangkan baik Penuntut Umum maupun Terdakwa tidak mempelajari berkas perkara hingga perkara ini dikirim ke Pengadilan Tinggi Maluku Utara;
Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim Tingkat Banding meneliti dengan cermat dan seksama berkas perkara dimaksud dan telah ternyata permintaan pemeriksaan perkara tersebut dalam tingkat banding oleh Penuntut Umum telah diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara serta syarat-syarat sebagaimana yang ditentukan oleh undang-undang, maka permintaan banding tersebut dapat diterima ;
Menimbang, bahwa Penuntut Umum dalam memori bandingnya pada pokoknya menyampaikan keberatan terhadap pidana yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Tingkat Pertama dengan alasan sebagai berikut :
1. Bahwa Majelis Hakim menjatuhkan pidana dibawah minimal ancaman pemidanaan;
2. Bahwa asas legalitas sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat [1] KUHP
nullum delictum nula poena sine praevia lege poenali yang artinya
tidak dipidana seseorang kecuali atas perbuatan yang dirumuskan dalam aturan undang-undang yang telah ada terlebih dahulu;
3. Putusan majelis hakim melanggar asas legalitas. Dalam pasal 82 ayat 1 Perturan Pemerintah Pengganti Undang-undang RI No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 53 ayat 1 KUHP, ancaman hukuman adalah minimal 5 [lima] tahun, sedangkan putuasn majelis hakim adalah 2 [dua] tahun dan 6 [enam] bulan;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 14 Putusan Nomor 42/Pid.Sus/2018/PT.Tte.Menimbang, bahwa berdasarkan alasan-alsan diatas, Penuntut Umum mohon kehadapan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Maluku Utara di Ternate berkenaan untuk memeriksa permohonan banding selanjutnya memutuskan sebagai berikut :
1. Menyatakan Terdakwa SARBIN TIDORE Alias EBIN telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "melakukan percobaan
kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa anak untuk melakukan perbuatan cabul", sebagaimana diatur dalam Pasal 82 ayat (1) Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-Undang R! Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak jo. Pasal 53 ayat (1) KUHPidana;
2. Menjatuhkan Pidana penjara terhadap terdakwa SARBIN TIDORE Alias EBIN dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun;
3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
4. Memerintahkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan ;
5. Membebani terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.2.000,- (dua ribu rupiah);
Menimbang, bahwa untuk mempersingkat uraian putusan dalam perkara ini maka seluruh isi memori banding dari Penuntut Umum telah dianggap termaktub dalam putusan ini ;
Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim tingkat banding mempelajari dengan seksama berkas perkara, turunan resmi putusan putusan Pengadilan Negeri Labuha Nomor :103/Pid.Sus/2018/PN Lbh. tanggal 13 September 2018 dan memori banding Penuntut Umum tersebut, maka Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat bahwa pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama dalam putusannya yang menyatakan Terdakwa terbukti dengan sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan Kedua adalah sudah tepat dan benar oleh sebab itu pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama tersebut diambil alih menjadi pertimbangan hukum Majelis Hakim
Tingkat Banding ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 14 Putusan Nomor 42/Pid.Sus/2018/PT.Tte.Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim tingkat banding akan mempertimbangkan tentang alasan Penuntut Umum mengajukan banding yang pada pokoknya menyampaikan keberatan terhadap pidana yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Tingkat Pertama terhadap terdakwa yang menyimpangi ketentuan minimum ancaman pidana dalam pasal Pasal 82 ayat (1) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak jo. Pasal 53 ayat (1) KUHPidana;
Menimbang, bahwa majelis Hakim Tingkat Pertama dalam putusannya tidak mempertimbangkan secara khusus alasan mereka menjatuhkan pidana dibawah ancaman hukuman minimun, majelis hakim hanya mempertimbangkan hal-hal yang meringankan secara umum sebagai alasan untuk menjatuhkan hukuman yakni:
1.Terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesali perbuatan tersebut serta berjanji tidak akan mengulangi lagi;
2. Terdakwa sudah lanjut usia dan sakit-skitan;
3. Terdakwa sudah saling memaafkan dan berdamai dengan korban dan keluaganya;
Menimbang, bahwa setelah mempertimbangkan pertimbangan majelis hakim tingkat pertama, majelis hakim banding berpendapat alasan tersebut dipandang tidaklah cukup untuk menyimpangi ketentuan Pasal 82 ayat (1) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang
Perubahan Kedua Atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang
Perlindungan Anak jo. Pasal 53 ayat (1) KUHPidana, alasan tersebut terlalu
sederhana untuk menyimpangi suatu ketentuan undang-undang ;
Menimbang, bahwa pembuat Undang-Undang sudah mempertimbangkan dari segi yuridis, sosiologis maupun filosofis dalam menetapkan lamanya pidana yang dijatuhkan dalam Pasal 82 ayat (1) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas
Undang-Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 14 Putusan Nomor 42/Pid.Sus/2018/PT.Tte.Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak jo. Pasal 53 ayat (1)
KUHPidana,
Menimbang, bahwa berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan terdakwa adalah seorang yang sehat jasmani dan rokhani dan mengakui akan perbuatannya, maka setelah memperhatikan hal–hal yang memberatkan dan meringankan pada diri terdakwa, majelis berpendapat bahwa pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa telah memenuhi rasa keadilan sebagaimana disebutkan dalam amar putusan dibawah ini sehingga alasan dan permohonan Penuntut Umum dalam perkara aquo haruslah diterima ;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan diatas maka Majelis Hakim Tingkat Banding berkesimpulan bahwa putusan Pengadilan Negeri Labuha Nomor : 103 / Pid.Sus / 2018 / PN.Lbh yang dimohonkan banding haruslah diperbaiki sekedar “lamanya pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa” ;
Menimbang, bahwa Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat cukup alasan untuk menyatakan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan ;
Menimbang, bahwa oleh karena baik dalam Pengadilan Tingkat Pertama maupun dalam Pengadilan Tingkat Banding Terdakwa tetap dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana, maka kepadanya haruslah pula dibebani untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan ;
Mengingat, pasal 82 ayat (1) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang-Undang-Undang RI
Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak jo. Pasal 53 ayat (1)
KUHPidana,serta ketentuan hukum yang berkaitan dengan perkara ini ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 14 Putusan Nomor 42/Pid.Sus/2018/PT.Tte.M E N G A D I L I :
• Menerima permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula tersebut ;
• Memperbaiki Putusan Pengadilan Negeri Labuha Nomor :
103/Pid.Sus/2018/PN Lbh.tanggal 13 September 2018 yang dimintakan banding tersebut sekedar “lamanya pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa”, yang amar selengkapnya adalah sebagai berikut :
1. Menyatakan terdakwa Sarbin Tidore alias Ebin tersebut di atas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "melakukan percobaan kekerasan atau ancaman
kekerasan, memaksa anak untuk melakukan perbuatan cabul", sebagaimana diatur dalam Pasal 82 ayat (1) Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-Undang R! Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak jo. Pasal 53 ayat (1) KUHPidana; 2. Menjatuhkan Pidana penjara terhadap terdakwa SARBIN TIDORE
Alias EBIN dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan denda Rp. 60.000.000 [enam puluh juta rupiah] subsidair 1 [satu] bulan kurungan;
3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan; 4. Memerintahkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan;
5. Membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan yang dalam tingkat banding adalah sejumlah Rp. 2.500 (Dua ribu lima ratus ribu rupiah).-
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 14 Putusan Nomor 42/Pid.Sus/2018/PT.Tte.Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Maluku Utara pada hari Senin tanggal 22 Oktober 2018 oleh kami : H.M. Rozi Wahab, S.H.MH., selaku Ketua Majelis, Tati
Nurningsih S.H, M.H. dan Rerung Patongloan, S.H. M.H. masing-masing
selaku Hakim Anggota, putusan tersebut diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis Hakim tersebut di atas didampingi Hakim-Hakim Anggota, dibantu oleh Abdul Kadwin, SH. Panitera Pengganti pada Pengadilan Tinggi Maluku Utara, tanpa dihadiri oleh Penuntut Umum dan Terdakwa.
HAKIM-HAKIM ANGGOTA, HAKIM KETUA
TATI NURNINGSIH, S.H, M.H. H.M. ROZI WAHAB, S.H.MH.,
RERUNG PATONGLOAN, S.H. M.H.
PANITERA PENGGANTI
ABDUL KADWIN, SH.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :