lAPORAN KEGIATAN
PROGRAM PENGEMBANGAN Dan peMBERDAYAAN SUMBERDAYA MANUSIA KESEHATAN (PpSDM) Satker 059010
TAHUN 2020
DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR
JL. A. YANI No. 118 SURABAYA
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah Yang Maha Kuasa karena atas izin dan rahmat-Nya, Laporan Kegiatan Dana Dekonsentrasi Satker 12, Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (059010) Tahun 2020 dapat diselesaikan.
Laporan Kinerja ini menggambarkan pencapaian kinerja atas pelaksanaan tugas dan fungsi Satker 12 (059010), berupa kegiatan Pengembangan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Provinsi Jawa Timur di Tahun 2020.
Semoga laporan ini bermanfaat sebagai bahan evaluasi bagi para pelaksana program dan kegiatan untuk menjadi lebih baik dalam merealisasikan seluruh program dan kegiatan pada tahun berikutnya.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang terlibat sehingga dapat diselesaikan dan disusun Laporan Kegiatan Dekonsentrasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (059010) Tahun 2020 ini.
Demikian Laporan Kegiatan Satker 12 (059010) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 ini kami sampaikan, mudah-mudahan dapat bermanfaat dalam perkembangan pembangunan kesehatan di Indonesia.
Surabaya, Januari 2021 Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Timur
Kuasa Pengguna Anggaran (059010)
dr. HERLIN FERLIANA, M.Kes Pembina Utama Muda NIP. 19640621 199011 2 001
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 merupakan tahapan terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 sehingga menjadi sangat penting. RPJMN 2020-2024 akan mempengaruhi pencapaian target pembangunan dalam RPJPN, dimana pendapatan perkapita Indonesia akan mencapai tingkat kesejahteraan setara dengan negara- negara berpenghasilan menengah atas (upper-middle income country/MIC) yang memiliki kondisi infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, layanan publik, serta kesejahteraan rakyat yang lebih baik. Sesuai dengan RPJPN 2005-2025, sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Untuk menunjang penyelenggaraan pembangunan kesehatan tersebut di diperlukan adanya manajemen atau administrasi kesehatan yang memadai, termasuk pula perlu adanya kemampuan perencanaan pembangunan kesehatan yang baik dan tepat. Perencanaan pembangunan kesehatan adalah proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan-urutan pilihan prioritas, dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia dalam rangka pencapaian tujuan pembangunan kesehatan.
Adapun sasaran strategis Kementerian Kesehatan adalah meningkatnya jumlah, jenis, kualitas dan pemerataan tenaga kesehatan, sedangkan Issue Strategis Kemenkes adalah jumlah dan jenis SDM Kesehatan belum sesuai dengan kebutuhan, mutu SDM Kesehatan belum memadai, pembinaan dan pengawasan SDM Kesehatan, peningkatan mutu SDM Kesehatan serta distribusi SDM Kesehatan belum merata.
Subsistem sumber daya manusia kesehatan sebagai salah satu sub sistem dari SKN adalah pengelolaan upaya pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan, yang meliputi: upaya perencanaan, pengadaan, pendayagunaan,
serta pembinaan dan pengawasan mutu sumber daya manusia kesehatan untuk mendukung penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Diantara masalah strategis sumber daya manusia kesehatan yang dihadapi dewasa ini dan di masa depan adalah:
1. Pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan belum dapat memenuhi kebutuhan sumber daya manusia untuk pembangunan kesehatan terutama di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan serta daerah bermasalah kesehatan;
2. Perencanaan kebijakan dan program sumber daya manusia kesehatan masih lemah dan belum didukung dengan tersedianya sistem informasi terkait sumber daya manusia kesehatan yang memadai;
3. Masih kurang serasinya antara kebutuhan dan pengadaan berbagai jenis sumber daya manusia kesehatan, kualitas hasil pendidikan sumber daya manusia kesehatan dan pelatihan kesehatan pada umumnya masih belum merata;
4. Dalam pendayagunaan sumber daya manusia kesehatan, pemerataan sumber daya manusia kesehatan berkualitas masih kurang, pengembangan karier, sistem penghargaan, dan sanksi belum sebagaimana mestinya, regulasi untuk mendukung sumber daya manusia kesehatan masih terbatas; dan
5. Pembinaan dan pengawasan mutu sumber daya manusia kesehatan masih kurang, dan dukungan sumber daya kesehatan pendukung masih kurang.
Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan pula oleh kualitas sumber daya manusia kesehatan dan peran serta masyarakat sebagai pelaku pembangunan tersebut. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan di daerah merupakan perioritas dalam pelaksanaan pembangunan di Provinsi Jawa Timur.
Untuk mewujudkan berbagai hal sebagaimana uraian tersebut di atas perlu dilakukan upaya-upaya yang sinergis antara Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota
Pada anggaran berbasis Kinerja, Kementerian dan Lembaga wajib melaporkan kinerja yang telah dicapai, baik triwulanan dan tahunan.
Dinas Kesehatan Provinsi mendapat dana dekonsentrasi dari Eselon I, yaitu dari Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Kesehatan juga wajib melaporkan kinerjanya.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Menyusun dan menyajikan Laporan Kinerja Triwulan, Tahunan atas prestasi kerja yang dicapai berdasarkan anggaran yang diterima.
a) Tujuan Umum
Meningkatkan mutu tenaga kesehatan melalui program Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan
b) Tujuan Khusus
1) Terlatihnya SDM Kesehatan melalui pelatihan-pelatihan
2) Penyusunan Dokumen Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan
3) Penyusunan Dokumen Data dan Informasi PPSDMK Provinsi, Kab/Kota 4) Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Program dan
Anggaran
5) Penyusunan Laporan Evaluasi dan Akuntabilitas Kinerja
6) Penyusunan Laporan Pembinaan dan Pengawasan Mutu Tenaga Kesehatan 7) Penyusunan Laporan manajemen Keuangan dan Kekayaan Negara
C. KEGIATAN DEKONSENTRASI SESUAI DIPA REVISI - II
REVISI ALOKASI DAN KEGIATAN DANA DEKONSENTRASI TAHUN 2020
KEGIATAN OUTPUT PAGU
REVISI II
REVISI TARGET OUTPUT
KET
2076 Pelatihan SDM Kesehatan
2076.501 Pelatihan Sumber Daya Manusia Kesehatan
396.590.000 30 Orang
2078 Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan
2078.601 Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan
29.238.000 1 Dokumen
2079 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pengembangan dan
Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan
2079.501 Data dan Informasi Tenaga Kesehatan di Seluruh Provinsi
182.875.000 1 Dokumen
2079.970 Layanan Dukungan Manajemen Satker
208.256.000 1 Layanan
TOTAL 816.959.000
BAB II
HASIL PELAKSANAAN DEKONSENTRASI PROGRAM PPSDM KESEHATAN
A. PELAKSANAAN KEGIATAN DEKONSENTRASI
A.1. Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan SDM Kesehatan ( 2076 )
1) Keluaran output Pelatihan Teknis bagi Sumber Daya Manusia Kesehatan (2076.501.001) :
a) Pelatihan Komunikasi Perubahan Prilaku (2076.501.001.053 A), akan dilaksanakan sebanyak 2 angkatan x 30 orang (60 orang), dikarenakan adanya efisiensi dan Realokasi Anggaran maka kegiatan Pelatihan ini menjadi 10 orang (10 orang), Kegiatan Pelatihan Komunikasi Perubahan Prilaku yang semula akan dilaksanakan pada tanggal 16–20 Maret 2020 di UPTD Bapelkes Murnajati di karenakan sampai bulan Oktober wabah COVID- 19 belum berlalu, maka kegiatan Pelatihan ini akhirnya dilakukan Revisi Realokasi anggaran, namun untuk Penggandaan Modul, Pencetakan Kurikulum dan Training Kit Peserta dan juga telah di laksanakan 1 kali rapat persiapan pada tanggal 3 Maret 2020 dengan Bapelkes Murnajati.
Dan Pengelola Program di Dinkes Provinsi.
Alokasi anggaran Pelatihan Komunikasi Perubahan Prilaku pada DIPA Revisi 2 sebesar Rp. 26.150.000,- dengan realisasi penyerapan anggaran tahun 2020 sebesar Rp. 25.907.500,- atau 99.07 %.
b) Pelatihan Manajemen Puskesmas (2076.501.001.104 A) dilaksanakan sebanyak 11 angkatan x 30 orang. (330 orang), dikarenakan adanya efisiensi dan Realokasi Anggaran menjadi 10 orang (10 orang).
Kegiatan Pelatihan Manajemen Puskesmas yang semula gelombang I untuk 3 Angkatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 – 18 Maret 2020 di Bapelkes Murnajati namun di karenakan sampai bulan Oktober kegiatan ini masih belum bisa di laksanakan dengan masih adanya wabah COVID-19. maka kegiatan Pelatihan ini akhirnya dilakukan Revisi Realokasi anggaran, namun untuk Penggandaan Modul, Pencetakan Kurikulum dan Training Kit Peserta dan juga
telah di laksanakan 1 kali rapat persiapan Pelatihan Manajemen Puskesmas pada tanggal 9 Maret 2020 dengan Latkesmas dan Fasilitator MP di Dinkes Provinsi.
Alokasi anggaran Pelatihan Manajemen Puskesmas pada DIPA Revisi 2 sebesar Rp. 100.880.000,- dengan realisasi penyerapan anggaran tahun 2020 sebesar Rp. 98.850.500,- atau 97.99 %.
c) Pelatihan Keluarga Sehat (2076.501.001.105A) dilaksanakan sebanyak 24 angkatan x 30 orang. (720 orang), dikarenakan adanya efisiensi dan Realokasi Anggaran menjadi 10 orang (10 orang).
Kegiatan Pelatihan Keluarga Sehat yang semula akan dilaksanakan pada tanggal 3 - 6 Maret 2020 di UPTD. Bapelkes Murnajati namun di karenakan sampai bulan Oktober kegiatan ini masih tidak bisa di laksanakan karena masih adanya wabah COVID-19. maka kegiatan Pelatihan ini akhirnya dilakukan Revisi Realokasi anggaran, Sedang Rapat Persiapan Pelatihan Keluarga Sehat tanggal 3 Maret 2020 dengan Bapelkes Murnajati dan Fasilitator KS Kab/Kota di Dinkes Provinsi, pembelian ATK, pin Kesga dan seminar kit sudah dilaksanakan.
Alokasi anggaran Pelatihan Keluarga Sehat pada DIPA Revisi 2 sebesar Rp. 269.560.000,- dengan realisasi penyerapan anggaran tahun 2020 sebesar Rp. 264.592.000,- atau 98.16 %.
d) PelatihanTim Penguji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan (2076.501.001.113 A) dilaksanakan sebanyak 1 angkatan x 30 orang. (30 orang), dikarenakan adanya efisiensi Anggaran maka kegiatan PelatihanTim Penguji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan (2076.501.001.113 A) TIDAK DIALOKASIKAN.
Kegiatan PelatihanTim Penguji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan yang semula akan dilaksanakan bulan April 2020 di UPTD Bapelkes Murnajati DITIADAKAN.
Alokasi anggaran Pelatihan Tim Penguji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan sudah tidak ada lagi
Total anggaran keluaran output Pelatihan Teknis bagi Sumber Daya Manusia Kesehatan (2076.501.001) sebesar Rp. 396.590.000,- dengan realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp.389.350.000,- (98.17 %).
A.2. Pelaksanaan kegiatan Perencanaan dan Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (2078.601) meliputi Penyusunan Dokumen Perencanaan Kebutuhan di Provinsi (2078.601.002)
1) 051 Pertemuan Teknis Analisis perencanaan Kebutuhan SDMK tingkat Provinsi
A. Rapat Penyiapan Materi Di Provinsi
a. Belanja bahan (ATK, Foto Copy) dan Rapat 4 kali.
Rapat Persiapan yang semestinya untuk Persiapan sebelum melakukan kegiatan Pertemuan namun dikarenakan kondisi covid- 19 ini belum berakhir, maka untuk koordinasi Proses Penyusunan Dokumen Rencana Kebutuhan SDMK dengan Kabupaten/Kota melalui Zoom Meeting.
Kegiatan dengan Zoom Meeting tersebut dilaksanakan :
Pada tanggal 23 Oktober 2020 dan 27 Oktober 2020 : Koordinasi/Desk dengan 38 Dinkes Kabupaten/Kota yang di laksanakan di Dinkes Jatim dengan narasumber dari Biro Ortala Pemprov dan BKD Provinsi Jatim
Pada tanggal 9 November 2020 : Koordinasi/Desk dengan 5 RS Provinsi dan 10 UPT Dinkes Provinsi dengan narasumber dari Biro Ortala Pemprov dan BKD Provinsi Jatim
Pada tanggal 11 November 2020 : Koordinasi dengan Lintas Program dengan pendampingan dari Biro Ortala Pemprov dan BKD Provinsi Jatimb. Honor Tim Perencana kebutuhan SDMK Provinsi selama 5 bulan.
Honor diberikan pada Tim Perencana Kebutuhan SDMK Provinsi dalam koordinasi dan penyusunan Dokumen Renbut tersebut yang tertera dalam SK Tim Perencana kebutuhan SDMK Provinsi.
Pagu Anggaran Rapat Penyiapan Materi Di Provinsi sebesar Rp.
18.750.000 Realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp. 15.754.500,- (84,02 %).
B. Pertemuan Teknis Analisis perencanaan Kebutuhan SDMK tingkat Provinsi dilaksanakan setelah revisi buka blokir selesai dilaksanakan.
Pagu anggaran untuk kegiatan Pertemuan Teknis Analisis perencanaan Kebutuhan SDMK Tk. Provinsi pada saat efisiensi anggaran DITIADAKAN/DI EFISIENSI kegiatan dijadikan satu dengan kegiatan Data dan Informasi SDMK pada 2079.501.
C. Konsultasi ke Pusat sebanyak 1 kali
Konsultasi ke Pusat ini di rencanakan sebelum pelaksanaan Pertemuan dan saat menyerahkan Dokumen Perencanaan Kebutuhan Tenaga Kesehatan, namun di karenakan masih adanya wabah COVID-19 sehingga Konsultasi ke Pusat di lakukan secara virtual/zoom.
Pagu anggaran untuk Konsultasi ke Pusat sebesar Rp. 10.488.000-.
Realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp. 0,- ( 0 %)
Total Anggaran kegiatan 051. Penyusunan Dokumen Perencanaan Kebutuhan SDMK sebesar Rp.29.238.000,- dengan realisasi penyerapan anggaran Rp. Rp. 15.754.500,- (53,88 %).
2) 052 Penyusunan Rencana Kebutuhan SDMK
A. Workshop Penyusunan Rencana Kebutuhan SDM di Provinsi Kegiatan Workshop Penyusunan Rencana Kebutuhan SDM Kesehatan Tk. Provinsi yang rencana akan dilaksanakan pada Oktober 2020, namun di karenakan kegiatan ini masih tidak bisa di laksanakan karena masih adanya wabah COVID-19. maka kegiatan ini akhirnya dilakukan Revisi Realokasi dan anggaran ini pada DIPA Revisi DITIADAKAN/DI EFISIENSI.
B. Kompilasi Penyusunan Dokumen Perencanaan Kebutuhan SDMK Kegiatan Kompilasi Penyusunan Dokumen Perencanaan Kebutuhan SDMK di Provinsi yang di revisi berupa Rapat akan dilaksanakan pada bulan November 2020 di Dinkes Provinsi sebanyak 4 kali yang berupa rapat untuk desk profil dengan mengundang PJ Lintas Program dan Dinkes Kabupaten/Kota secara bertahap.
Anggaran Kompilasi Penyusunan Dokumen Perencanaan Kebutuhan SDMK di Provinsi pada DIPA Revisi DITIADAKAN/DI EFISIENSI dan di jadikan satu di kegiatan 051.
Total Anggaran kegiatan 2078.601 Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan sesuai DIPA Revisi sebesar Rp.29.238.000,- dengan realisasi penyerapan anggaran Rp. Rp. 15.754.500,- (53,88 %)..
A.3. Pelaksanaan kegiatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas teknis lainnya Pada Program Pengembangan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (2079) ada 2 keluaran output yaitu:
1) Data dan Informasi Tenaga Kesehatan di Seluruh Provinsi (2079.501)
052 Pengumpulan Data
A. Operasional Tim Pengelola Data SDMK Provinsi
Belanja bahan (ATK, Komputer Supplies dan Foto Copy)
Honor Tim Pengelola SDMK Provinsi dan 111 Kab/Kota (38 Dinkes Kab/Kota dan 73 RS terdiri dari 5 RS Provinsi/ 59 RSUD Kab/Kota dan 9 RS UPT Dinkes) selama 2 bulan.
Dukungan operasional dan honor Tim Penyusun Deskripsi (Profil SDM Kesehatan), yang bertujuan agar pelaksanaan penyusunan dokumen deskripsi Prov.Jatim dapat berjalan dengan baik dan berdayaguna bagi pembangunan SDM Kesehatan Prov. Jawa Timur.
Pagu anggaran pada kegiatan Operasional Tim Pengelola Data SDMK Provinsi sebesar Rp. 74.800.000,- dengan realisasi penyerapan anggaran masih Rp. 74.507.000,- (99,61 %).
B. Pertemuan Pemutakhiran Data SDMK Tingkat Provinsi Pertemuan Pemutakhiran Data SDMK di Provinsi rencananya akan dilaksanakan bulan Oktober 2020 berkolaborasi dengan kegiatan Renbutnakes, namun di karenakan kegiatan ini masih tidak bisa di laksanakan karena masih adanya wabah COVID-19.
maka kegiatan ini akhirnya dilakukan Revisi Realokasi dan anggaran ini pada DIPA Revisi DITIADAKAN/DI EFISIENSI.
Total Anggaran Kegiatan 052 Pengumpulan Data sebesar Rp.74.800.000,-. Dengan Realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp.74.507.000,- (99,61 %).
053 Pengolahan Data
A. Pengolahan Data SDMK (Migrasi dan Cleaning)
Tujuan adalah adanya migrasi data dari hasil entri data SDM Kesehatan Kab/Kota dan provinsi sehingga menghasil kan data yang valid lengkap & benar di masing-masing wilayah. Kegiatan Kegiatan Rapat ini rencana dilaksanakan sebanyak 7 (tujuh) kali. Dengan melakukan Koordinasi Penyusunan Profil Data SISDMK (Desk) dengan 38 Kabupaten/Kota yang melibatkan PPSDM melalui Zoom Meeting yang dilaksanakan pada tanggal 24 - 26 November 2020 dalam Proses penyusunan dan Pencetakan Dokumen Profil Data dan Informasi Tenaga Kesehatan di Tingkat Provinsi dan Kab/Kota
Pagu anggaran sebesar Rp. 13.375.000,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 5.584.250,- (41,75 %).
B. Fasilitasi dan Penyempurnaan Data
Perjalanan dinas dalam Fasilitasi dan Penyempurnaan data berupa perjalanan dinas ke Kabupaten/Kota untuk pendampingan pengisian data profil SISDMK di Kabupaten/Kota yang dilaksanakan pada Februari sampai dengan Desember 2020.
Pagu anggaran kegiatan Fasilitasi dan Penyempurnaan data SISDMK setelah Revisi sebesar Rp. 55.200.000,- dengan realisasi anggaran sebesar Rp. 48.678.000,- (88.15 %).
C. Finalisasi Data SDMK
Tujuan pertemuan ini adalah :
a) Adanya verifikasi data final SDM Kesehatan Individu di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
b) Adanya draft sementara analisa Dokumen Profil SDM Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2020
Rencana Pertemuan dilaksanakan selama 2 (dua) hari pada awal Desember 2020 di Surabaya, namun di karenakan kegiatan ini masih tidak bisa di laksanakan karena masih adanya wabah COVID-19. maka kegiatan ini akhirnya dilakukan Revisi Realokasi dan anggaran ini pada DIPA Revisi DITIADAKAN/DI EFISIENSI.
Total Anggaran Kegiatan 053.Pengolahan Data Rp. 68.575.000,- dengan Realisasi anggaran sebesar Rp. 54.262.000 ,- ( 79,13 %)
054 Pelaporan Data
A. Pencetakan Dokumen Deskripsi PPSDM Kesehatan
Pencetakan Dokumen Profil SDM Kesehatan Tingkat Provinsi dimulai dari pengumpulan data ke Lintas Program Dinkes Provinsi Jawa Timur.
Pagu anggaran sebesar Rp. 1.500.000,- dengan realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp. 1.500.000,- (100 %).
B. Penyusunan Profil SDM Kesehatan Tingkat Kabupaten/Kota Penyusunan Profil SDM Kesehatan Tingkat Kabupaten/Kota dimulai dari pengumpulan data ke 968 puskesmas (fasilitas pelayanan kesehatan) oleh 38 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, validasi data dan penyusunan dokumen Profil SDM Kesehatan 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur berupa : 1) Rapat Penyusunan Profil Tingkat Kabupaten/Kota
Dilaksanakan di 38 Kab/kota dibulan Mei s/d Oktober 2020.
namun di karenakan kegiatan ini masih tidak bisa di laksanakan karena masih adanya wabah COVID-19. maka kegiatan ini akhirnya dilakukan Revisi Realokasi dan anggaran ini pada DIPA Revisi DITIADAKAN/DI EFISIENSI.
2) Pencetakan Dokumen Deskripsi Data SISDMK (Profil SDM Kesehatan) se Jawa Timur ( untuk 38 Kabupaten/Kota) dan sudah tercetak 38 Profil Dokumen SDM Kesehatan.
3) Pengumpulan Data ke fasilitas pelayanan kesehatan Dilaksanakan oleh Pengelola Data SDMK 38 Kabupaten/kota dari bulan Mei s/d September 2020, namun di karenakan kegiatan ini masih tidak bisa di laksanakan karena masih adanya wabah COVID-19. maka kegiatan ini akhirnya dilakukan Revisi Realokasi dan anggaran ini pada DIPA Revisi DITIADAKAN/DI EFISIENSI.
Pagu anggaran setelah Revisi sebesar Rp. 38.000.000,- dengan realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp. 38.000.000,- (100 %).
Total Anggaran Kegiatan 054. Pelaporan Data Rp. 39.500.000,- dengan Realisasi Anggaransebesar Rp. 39.500.000 ,- ( 100 %)
Total Pagu anggaran pada kegiatan 2079.501 Data dan Informasi Tenaga Kesehatan sebesar Rp 182.875.000,- dengan realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp. 168.269.250,- ( 92.01 %)
2) Layanan Dukungan Manajemen Satker(2079.970)
Penyusunan Rencana Program dan Penyusunan Rencana Anggaran (2079.970.051) Meliputi :
A. Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Anggaran.
Berupa pembelian ATK, Komputer Supplies dan perjalanan dinas biasa dalam rangka Rakontek Perencanaan APBN 2021, Penyusunan RKA-K/L Pagu Indikatif, Penyusunan RKA-K/L Pagu Anggaran dan Penyusunan RKA-K/L Alokasi Anggaran (definitif). Kegiatan perjalanan menyesuaikan kegiatan pusat.
Sehubungan saat ini masih ada pandemi Covid-19 maka pelaksanaannya di lakukan melalui sistem Zoom Meeting yang dilaksanakan pada tanggal : 27 - 30 Juli 2020 untuk Verifikasi, Penelitian dan Reviu RKAKL Tahun 2021 di Lingkungan Badan PPSDM Kesehatan dan pada tanggal 5 - 9 Oktober 2020 untuk Penelitian dan Reviu Dokumen RKA-K/L Pagu Alokasi Anggaran di Lingkungan Setjen, Itjen, Badan PPSDM Kesehatan TA 2021 melalui Zoom Meeting, dan tanggal 19 - 21 Oktober 2020 di lakukan Reviu Usulan Revisi Realokasi RKA-K/L TA 2020 dengan Itjen di Lingkungan Badan PPSDM Kesehatan dengan Zoom Meeting (Daring), dan undangan Pertemuan Evaluasi Penyusunan RKA-KL TA 2021 dan Inisiasi Penyusunan RKA-KL TA 2022 BPPSDM melalui Zoom Meetng pada tanggal 25-26 November 2020 sehingga Realisasi perjadin Penyusunan Perencanaan dan Anggaran tidak terealisasi karena kegiatan melalui Daring (Zoom Meeting)
B. Koordinasi Bimbingan Wilayah dalam rangka Sinkronisasi Perencanaan Anggaran .
Tujuan pertemuan ini adalah : Koordinasi dan sinkronisasi Perencanaan antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam mendukung Pembangunan Kesehatan.
Rencana akan di laksanakan setelah pelaksanaan Rakerkesnas di Tingkat Pusat, namun di karenakan kegiatan ini masih tidak bisa di laksanakan karena masih adanya wabah COVID-19. maka kegiatan ini akhirnya dilakukan Revisi Realokasi dan anggaran ini pada DIPA Revisi DITIADAKAN/DI EFISIENSI..
o Total Pagu anggaran Penyusunan Rencana Program dan Penyusunan Rencana Anggaran sebesar Rp. 54.284.000,- dengan realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp. 2.742.000,- (5,05 %).
Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi (2079.970.052)
A. Penyusunan Laporan Evaluasi dan Akuntabilitas Kinerja meliputi : o Pertemuan Monev dalam rangka Endterm Reviu Capaian
Program PPSDMK berupa transport perjalanan dinas yang digunakan untuk mengikuti pertemuan Reviu Laporan Evaluasi emonev yang diselenggarakan oleh Badan PPSDM Kesehatan di Jawa Timur, namun di karenakan masa pandemi sehingga PPSDM tidak ada undangan untuk kegiatan ini.
o Pertemuan Feedback Capaian Program PPSDMK berupa transport perjalanan dinas yang digunakan untuk mengikuti pertemuan e_monev yang diselenggarakan oleh Badan PPSDM Kesehatan di Makasar. Penyusunan Laporan evaluasi dan Kinerja pada Pertemuan Evaluasi dan Feedback capaian indikator kinerja Badan PPSDMK yang dilaksanakan oleh PPSDMK. Hasil Pertemuannya adalah telah disampaikan cara pengisian aplikasi e Monev SMART DJA, E monev Bappenas dan E Performance serta evaluasi pencapaian kegiatan PPSDMK Tahun 2020. Pada tanggal 5-7 November 2020 ada undangan mengikuti Desk E-Monev Dekonsentrasi Tahun 2020 dengan BPPSDMK dan Biro Perencanaan Kemenkes RI secara Zoom Meet.
o Konsultasi Capaian Dekonsentrasi PPSDMK
Perjalanan Dinas untuk menghadiri Undangan Penandatanganan Perjanjian Kinerja antara PPSDMK dengan Dinkes Provinsi yang dilaksanakan tanggal 14-15 Januari 2020 di Bekasi dan dilanjutkan dengan penyampaian Hasil Capaian Program PPSDMK tahun 2019 beserta Evaluasi Penyusunan Laporan Kinerja setiap semester dan Mengkaji anggaran tahun 2020 untuk dapat dilakukan percepatan pelaksanaan kegiatan sehingga penyerapan dapat maksimal.
o Total Pagu anggaran Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi sebesar Rp. 23.976.000,- dengan realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp. 12.319.800,- (51.38 %).
Pengelolaan Keuangan dan Perbendaharaan (2079.970.053) meliputi : A. Penyusunan dan rekonsiliasi laporan keuangan di lingkungan BPPSDM Kesehatan, Rekonsiliasi dan Penyusunan Laporan.
Keuangan di Lingkungan Badan PPSDM Kesehatan.
Rekonsiliasi SAI dilakukan 4 (empat) kali dalam setahun dan sifatnya rutin, yaitu dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Tahunan 2019 yang pelaksanaannya pada bulan Januari 2020 dengan melakukan Rekonsiliasi Keuangan di lingkungan BPPSDM di Bekasi, dan penyusunan laporan keuangan triwulan I, semester I dan triwulan III TA 2020 ke Badan PPSDM Kesehatan yang mana Kegiatan tersebut menyesuaikan undangan jadwal kegiatan pusat, namun dikarenakan pandemi covid-19 sehingga kegiatan ini dilakukan secara virtual zoom meeting.
B. Honor Pengelola Keuangan
Honorarium Operasional Satker 12 Tahun 2020 telah diberikan kepada Pejabat Pembuat Kuasa Pengguna Anggaran 1 orang selama 12 bulan, Pejabat Pembuat Komitmen 1 orang selama 12 bulan, Pejabat Penandatangan SPM 1 orang diberikan selama 12 bulan dikarenakan, Bendahara pengeluaran 1 orang selama 12 bulan, Staf Satker 2 orang selama 12 bulan, Pengelola SAKPA 1
REALISASI CAPAIAN DEKONSENTRASI TAHUN 2020
DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR
orang dan pengelola SIMAK BMN 1 orang selama 12 bulan. Dan Honor tersebut telah dibayarkan selama 12 bulan berjalan, namun dikarenakan adanya perubahan alokasi anggaran sehingga satuan honor menyesuaikan pagu alokasinya.
o Total Pagu anggaran pada kegiatan Pengelolaan Keuangan dan Perbendaharaan (2079.970.053) sebesar Rp. 129.996.000,- dengan realisasi penyerapan anggaran sebesar Rp. 109.924.100,- atau (84.56 %).
B. REALISASI ANGGARAN
KEGIATAN OUTPUT PAGU REVISI I PAGU REVISI II REALISASI %
REVISI TARGET OUTPUT
REALISASI OUTPUT %
2076
Pelatihan SDM Kesehatan
2076.501 Pelatihan Sumber Daya Manusia Kesehatan
3.147.667.000 396.590.000 389.350.000 98,17 30 Orang 0 Orang 0
2078
Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan
2078.601 Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan
474.184.000 29.238.000 15.754.500 53,88 1 Dokumen
1
Dokumen 100
2079 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kes
2079.501 Data dan Informasi Tenaga Kesehatan di Seluruh Provinsi
990.729.000 182.875.000 168.269.250 70,41 1 Dokumen
1
Dokumen 100
2079.970 Layanan Dukungan Manajemen Satker
721.558.000 208.256.000 124.985.900 58,02 1 Layanan 1 Layanan 100
TOTAL 5.334.138.000 816.959.000 698.359.650 85.48
PERMASALAHAN :
a. SK KPA dari Gubernur baru di terima di akhir bulan Januari 2020 kemudian baru diterima SK Pengelola APBN yang lainnya (PPK, PPSPM dan Bendahara) sehingga memerlukan waktu untuk pengurusan ke KPN.
b. Dengan adanya surat dari Sekjen Kemenkes RI bahwa untuk anggaran Dekonsentrasi agar melakukan Refocusing Anggaran Penanggulangan wabah Covid-19 dengan melakukan Revisi Efisiensi Anggaran Dekon sehingga diterimanya DIPA Revisi I pada bulan April dengan alokasi dan out put yang berkurang. Alokasi DIPA Awal Rp. 8.536.837.000 terefisiensi terbit DIPA Revisi I sebesar Rp.5.334.138.000,- namun dikarenakan kondisi masih pandemi covid-19 dan belum bisa melakukan kegiatan Pelatihan maupun Pertemuan maka dilakukan Revisi DIPA II yang diterima pada awal bulan November dengan Alokasi sebesar Rp. 816.959.000,- dan Realisasi sebesar Rp. 654.709.150,- (80.14 %)
c. Untuk Kegiatan Pelatihan SDM Kesehatan (2076) :
• Kegiatan Pelatihan tidak bisa dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan dikarenakan adanya wabah Pandemi COVID-19 maka semua kegiatan yang direncanakan pada bulan Maret TIDAK BISA DILAKSANAKAN di karenakan masih pandemi Covid-19.
• Untuk Kegiatan Pelatihan ini dilakukan Revisi DIPA jadi untuk kegiatan Pelatihan di efisiensi atau di tiadakan, sedang untuk Pengadaan Barang pada Kegiatan Pelatihan ini sudah terlaksana mengingat kegiatan ini akan di mulai secara paralel di akhir bulan Maret 2020 namun dikarenakan pandemi maka anggarannya juga terefisiensi sehingga target out put pada Pelatihan juga berkurang dari 1.140 orang menjadi 30 orang yang dilatih, walau tidak memungkinkan dilaksanakan mengingat alokasi sudah di revisi namun dikarenakan sudah terealisasi pengadaan nya maka target out put harus terisi.
d. Untuk Kegiatan Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan (2078) :
• Kegiatan Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan tidak bisa dilaksanakan dikarenakan masih ada kegiatan yang diblokir saat Triwulan I.
• Sampai bulan September ini kegiatan tidak bisa dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan dikarenakan adanya wabah Pandemi COVID-19 maka
kegiatan Pertemuan yang direncanakan pada akhir bulan Maret dengan mengundang peserta dari Kabupaten/Kota dilakukan secara Virtual (Zoom Meeting).
• Perjalanan Dinas dalam rangka Konsultasi ke Pusat atau dalam rangka menghadiri Undangan ke Pusat dilakukan secara Virtual sehingga anggaran untuk perjadin nya tidak terealisasi.
• Pada kegiatan ini di DIPA Revisi pada kegiatan Pertemuan Teknis Analisis perencanaan Kebutuhan SDMK tingkat Provinsi DITIADAKAN/DI EFISIENSI kegiatan dijadikan satu dengan kegiatan Data dan Informasi SDMK (2079.501)
• Kegiatan Kompilasi Penyusunan Dokumen Perencanaan Kebutuhan SDMK di Provinsi di rubah menjadi kegiatan rapat yang berupa desk dan dilaksanakan di kantor, dengan mengundang Lintas Program dan Dinkes Kab/Kota bertahap melalui virtual zoom meeting.
e. Untuk Kegiatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (2079) :
Data dan Informasi PPSDM Kesehatan (2079.501)
• Belum semua Kab/Kota melakukan pemetaan SDM Kesehatan di seluruh fasyankes yang ada.
• Komitmen tingkat daerah dalam pemetaan SDM Kesehatan dan pemanfaatan data SDMK yang belum optimal
• Keterbatasan kompetensi pengelola data SDMK dalam pengolahan data dan analisa data.
• Kegiatan tidak bisa dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan dikarenakan adanya wabah Pandemi COVID-19 maka semua kegiatan yang direncanakan pada bulan Maret DITUNDA pelaksanaannya dan sampai dengan batas waktu masih belum bisa dilaksanakan, maka anggaran di rubah menjadi kegiatan rapat yang berupa desk dan dilaksanakan di kantor, dengan mengundang Lintas Program dan Dinkes Kabupaten/Kota secara bertahap melalui virtual zoom meeting.
Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan (2079.970)
• Untuk anggaran perjalanan dinas kegiatan Perencanaan dan Pengelolaan Program dan Anggaran, Penyusunan Laporan Evaluasi dan Akuntabilitas Kinerja, Penyusunan Laporan Manajemen Keuangan dan Kekayaan Negara tidak di laksanakan dikarenakan masa pandemi covid sehingga undangan dari pusat berupa virtual zoom meeting.
• Kegiatan Pertemuan tidak bisa dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan dikarenakan adanya wabah Pandemi COVID-19 maka semua kegiatan yang direncanakan pada bulan Maret TIDAK BISA DILAKSANAKAN.
• Dengan adanya efisiensi anggaran maka untuk besaran Honor Pengelola Keuangan APBN yang 9 bulan ini juga menyesuaikan.
f. Dikarenakan sampai di bulan September ini keadaan di Jawa Timur masih dalam kondisi Pandemi Covid-19 dan belum memungkinkan untuk dapat di laksanakan kegiatan Pertemuan atau Pelatihan, sehingga dilakukan usulan Revisi Realokasi Tahun Anggaran 2020, dalam proses usulan Revisi DIPA II (Realokasi) tersebut dilakukan reviu (desk) dengan Esselon I BPPSDMK dan dilanjutkan Reviu (desk) Usulan Revisi Realokasi TA 2020 dengan Itjen Kemenkes yang dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2020, dan DIPA Revisi II tersebut diterima pada awal November 2020.
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Anggaran APBN telah di revisi / di efisiensi karena adanya Pandemi sehingga kegiatan tidak dapat dilaksanakan (tidak optimal).
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur satker 059010 Program PPSDM Kesehatan (012) untuk tahun 2020 yang mendapatkan alokasi anggaran sesuai DIPA Awal sebesar Rp. 8.536.837.000,- kemudian terefisiensi dengan alokasi anggaran pada DIPA Revisi I sebesar Rp. 5.334.138.000,- namun dikarenakan kondisi masih pandemi covid-19 dan belum bisa melakukan kegiatan Pelatihan maupun Pertemuan maka dilakukan Revisi DIPA II yang diterima pada awal bulan November dengan Alokasi Anggaran sebesar Rp. 816.959.000,- dan Realisasi Anggaran sebesar Rp. 698.359.650,- (85.48 %)
2. SDM Kesehatan yang mendapatkan sertifikat pada pelatihan teknis dan fungsional terakreditasi tidak ada (realisasi di pengadaan barang berupa modul pelatihan) 3. Seluruh kegiatan yang berupa Pelatihan dan Pertemuan yang bersumber dana
Dekonsentrasi satker 12 Dinas Kesehatan Provinsi Jatim tidak bisa dilaksanakan sesuai dengan perencanaan di Triwulan I, II, III dan IV, dikarenakan adanya wabah Pandemi COVID-19, maka semua kegiatan yang direncanakan mulai bulan Maret DITUNDA pelaksanaannya sampai dengan batas waktu di bulan Oktober akhirnya di realokasi untuk DITIADAKAN/EFISIENSI
4. Untuk capaian out put Pelatihan tidak bisa tercapai dikarenakan alokasi untuk Pelatihan sudah di realokasi namun dikarenakan pengadaan barang sudah terealisasi maka target harus tetap terisi walaupun sudah tidak bisa melakukan kegiatan Pelatihan.
5. Tidak ada kegiatan Konsultasi ke Pusat karena adanya Pandemi Conid-19 6. Tidak ada Undangan RKA dan Laporan Evaluasi dari Pusat
7. Keterbatasan kompetensi pengelola data SDMK dalam pengolahan data dan analisa data
B. RENCANA TINDAK LANJUT
1. Perlu perencanaan RKA disesuaikan dengan keadaan Pandemi
2. Percepatan kegiatan di awal tahun sehingga serapan kegiatan di akhir tahun menjadi optimal
3. Mendorong semua Kabupaten/Kota untuk menyusun pemetaan kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan
4. Melakukan koordinasi dengan Pusat/Kabupaten/Kota melalui media elektronik (Daring)
5. Meningkatkan monitoring dan evaluasi secara periodik terhadap serapan, ketercapaian output sehingga capaian serapan anggaran dapat meningkat
Demikian Laporan Pertanggung Jawaban ini dibuat, agar dapat dipakai sebagai evaluasi pada kegiatan pada tahun – tahun yang akan datang.
.
Surabaya, 6 Januari 2021
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur
MOHAMAD YOTO, SKM, M.Kes NIP.19691022 199703 1 006