Company
LOGO
IV. SIFAT FISIKA TANAH
Dr. Ir. Mohammad Mahmudi, MS
Bagian 2
SIFAT –SIFAT FISIKA TANAH
A. Tekstur Tanah B. Struktur Tanah
C. Konsistensi Tanah D. Porositas Tanah E. Tata Udara Tanah F. Suhu Tanah
G. Warna Tanah
H. Permeabilitas Tanah
Bagian 1
Bagian 2
KONSISTENSI TANAH
o Menggambarkan ketahanan tanah pada saat memperoleh gaya atau tekanan dari luar yang
menggambarkan bekerjanya gaya kohesi (tarik menarik antar partikel) & adhesi (tarik menarik antara
partikel dan air) dengan berbagai kelembaban tanah o Menunjukkan integrasi antara kekuatan daya kohesi
butir-butir tanah dengan daya adhesi butir-butir tanah dengan benda lain
o Menunjukkan derajat kohesi dan adhesi diantara
partikel-partikel tanah terhadap perubahan bentuk yang disebabkan oleh tekanan dan berbagai kekuatan yang mempengaruhi bentuk tanah
Atterberg (1912) mengemukan 4 macam bentuk konsistensi :
1. Konsistensi melekat ---- ditunjukkan oleh sifat melekat tanah pada berbagai benda
2. Konsistensi plastis ---- dimanifestasikan oleh sifat ketahanan tanah dan plastisitas dibentuk (mudah atau tidak dibentuk)
3. Konsistensi lunak ---- dicirikan oleh kegemburan
4. Konsistensi keras ----dicirikan oleh sifat kekerasan
keras Plastis melekat Lunak
gembur
Melekat cair
kering lembab basah
bongkah optimum lumpur
tanah tanah mengalir Macam
konsistensi
Gambar Hubungan macam-macam konsistensi tanah dengan kelembaban
KONSISTENSI DITETAPKAN PADA 3 KONDISI :
o Kondisi Basah :
Merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah diatas kapasitas lapang
o Kondisi Lembab :
Merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah sekitar kapasitas lapang
o Kondisi Kering :
Merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah kering udara
Penetapan Konsistensi Basah :
o Dalam keadaan basah ditentukan mudah tidaknya melekat pada jari (Tingkat
Kelekatan), yaitu kategori: melekat atau tidak melakat.
o Selain itu, dapat pula berdasarkan mudah tidaknya membentuk bulatan (Tingkat
Plastisitas), yaitu: mudah membentuk bulatan atau sukar membentuk bulatan; dan
kemampuannya mempertahankan bentuk
tersebut (plastis atau tidak plastis). .
Tingkat Kelekatan, yaitu menyatakan tingkat kekuatan daya adhesi antara butir-butir tanah dengan benda lain, ini dibagi 4 kategori:
(1) Tidak Lekat (Nilai 0): yaitu dicirikan tidak melekat pada jari tangan atau benda lain.
(2) Agak Lekat (Nilai 1): yaitu dicirikan sedikit melekat pada jari tangan atau benda lain.
(3) Lekat (Nilai 2): yaitu dicirikan melekat pada jari tangan atau benda lain.
(4) Sangat Lekat (Nilai 3): yaitu dicirikan sangat melekat pada jari tangan atau benda lain.
Tingkat Plastisitas, yaitu menunjukkan kemampuan tanah membentuk gulungan, ini dibagi 4 kategori berikut:
(1) Tidak Plastis (Nilai 0): yaitu dicirikan tidak dapat membentuk gulungan tanah.
(2) Agak Plastis (Nilai 1): yaitu dicirikan hanya dapat dibentuk gulungan tanah kurang dari 1 cm.
(3) Plastis (Nilai 2): yaitu dicirikan dapat membentuk
gulungan tanah lebih dari 1 cm dan diperlukan sedikit tekanan untuk merusak gulungan tersebut.
(4) Sangat Plastis (Nilai 3): yaitu dicirikan dapat membentuk gulungan tanah lebih dari 1 cm dan
diperlukan tekanan besar untuk merusak gulungan tersebut.
Penetapan Konsistensi Lembab :
o Cara penetapan konsistensi untuk kondisi lembab ditentukan dengan meremas
segumpal tanah. Apabila gumpalan tersebut mudah hancur, maka tanah dinyatakan
berkonsistensi gembur. Apabila gumpalan tanah sukar hancur dengan cara remasan tersebut maka tanah dinyatakan
berkonsistensi teguh.
o Pada kondisi kadar air tanah sekitar kapasitas lapang, konsistensi dibagi 6 kategori sebagai berikut:
(1) Lepas (Nilai 0): yaitu dicirikan tanah tidak
melekat satu sama lain atau antar butir tanah mudah terpisah (contoh: tanah bertekstur pasir).
(2) Sangat Gembur (Nilai 1): yaitu dicirikan gumpalan tanah mudah sekali hancur bila diremas.
(3) Gembur (Nilai 2): yaitu dicirikan dengan hanya sedikit tekanan saat meremas dapat menghan- curkan gumpalan tanah.
(4) Teguh / Kokoh (Nilai 3): yaitu dicirikan dengan diperlukan tekanan agak kuat saat meremas tanah tersebut agar dapat menghancurkan gumpalan tanah (5) Sangat Teguh / Sangat Kokoh (Nilai 4): yaitu
dicirikan dengan diperlukannya tekanan berkali-kali saat meremas tanah agar dapat menghancurkan gumpalan tanah tersebut.
(6) Sangat Teguh Sekali / Luar Biasa Kokoh (Nilai 5):
yaitu dicirikan dengan tidak hancurnya gumpalan tanah meskipun sudah ditekan berkali-kali saat meremas tanah dan bahkan diperlukan alat bantu
agar dapat menghancurkan gumpalan tanah tersebut.
Penetapan Konsistensi Kering :
o Cara penetapan konsistensi untuk kondisi kering ditentukan dengan meremas
segumpal tanah. Apabila gumpalan tersebut mudah hancur, maka tanah dinyatakan
berkonsistensi lunak. Apabila gumpalan
tanah sukar hancur dengan cara remasan tersebut maka tanah dinyatakan
berkonsistensi keras.
o Penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah kering udara, ini dibagi 6 kategori sebagai berikut:
(1) Lepas (Nilai 0): yaitu dicirikan butir-butir tanah mudah dipisah-pisah atau tanah tidak melekat satu sama lain (misalnya tanah bertekstur pasir).
(2) Lunak (Nilai 1): yaitu dicirikan gumpalan tanah mudah hancur bila diremas atau tanah berkohesi lemah dan rapuh, sehingga jika ditekan sedikit saja akan mudah hancur.
(3) Agar Keras (Nilai 2): yaitu dicirikan gumpalan tanah baru akan hancur jika diberi tekanan pada remasan atau jika hanya mendapat tekanan jari-jari tangan
saja belum mampu menghancurkan gumpalan tanah.
(4) Keras (Nilai 3): yaitu dicirikan dengan makin susah untuk menekan gumpalan tanah dan makin sulitnya gumpalan untuk hancur atau makin diperlukannya
tekanan yang lebih kuat untuk dapat menghancurkan gumpalan tanah.
(5) Sangat Keras (Nilai 4): yaitu dicirikan dengan
diperlukan tekanan yang lebih kuat lagi untuk dapat
menghancurkan gumpalan tanah atau gumpalan tanah makin sangat sulit ditekan dan sangat sulit untuk
hancur.
(6) Sangat Keras Sekali / Luar Biasa Keras (Nilai 5): yaitu dicirikan dengan diperlukannya tekanan yang sangat
besar sekali agar dapat menghancurkan gumpalan tanah atau gumpalan tanah baru bisa hancur dengan menggunakan alat bantu (pemukul).
Faktor Mempengaruhi Konsistensi
a. Kadar Air : Bila kadar air tinggi maka konsistensi tanah rendah.
b. Tekstur Tanah : Bila tekstur tanah dominan
pasir maka konsistensi tanah rendah.
c. Porositas : Bila porositasnya tinggi maka konsistensi rendah.
d. Bahan Organik : Bahan organik tinggi maka konsistensi rendah.
e. Berat Isi
Faktor Dipengaruhi Konsistensi
a. Struktur Tanah : Bila konsistensi tanah tinggi maka struktur mantap.
b. Erosi : Bila konsitensi tanah tinggi maka erosi rendah.
c. Pengolahan : Bila konsistensi tanah tinggi
maka pengolahan semakin susah.
POROSITAS TANAH
Definisi dan Pengertian dari Porositas Tanah adalah ruang volume seluruh pori-pori makro dan mikro dalam tanah yang dinyatakan dalam persentase volume
tanah di lapangan.
Dengan kata lain
porositas tanah adalah bagian dari volume
tanah yang tidak
ditempati oleh padatan tanah.
Porositas tanah ada karena bentuk dan ukuran agregat tanah yang tidak dapat saling merapat merupakan dasar dari pori-pori tanah.
Merupakan ruang antara agregat yang satu dengan yang lain disebut pori-pori mikro dan makro tanah.
Menurut ukuran pori-pori dapat dibedakan sebagai berikut :
Makro porositas yang dibentuk oleh rongga-rongga besar yang dalam keadaan normal terisi udara. Bila
tanah terisi air sampai terlalu basah maka tanaman akan mati lemas atau tumbuhnya menjadi kerdil.
Mikro porositas yang merupakan rongga-rongga paling halus yang biasanya terisi air kapiler.
Tanah pasir mempunyai porositas kurang dari 50%, dengan jumlah pori-pori makro lebih besar dari pada pori-pori mikro, bersifat mudah merembes air dan gerakan udara di dalam tanah menjadi lebih lancar.
Sebaliknya berliat mempunyai porositas lebih dari 50%.
Jumlah pori-pori mikro lebih besar dan bersifat mudah menangkap air hujan, tetapi sulit merembeskan air dan gerakan udara lebih terbatas. Untuk pertumbuhan
tanaman menghendaki keseimbangan antara porositas makro dan mikro. Pada tanah yang baik mikro porositas 60% dari pada seluruh porositas. Porositas sangat
dipengaruhi oleh tekstur tanah, struktur tanah, kedalaman tanah, dan pengolahan tanah.
UDARA CAIRAN
PADATAN
MU MC
MP
Mt Vt
Vr
VC VU
VP
HUBUNGAN ANTARA KOMPONEN PENYUSUN TANAH
BERAT VOLUME TANAH ( ρ
b)
Vt b Mt
Vt
Mu Mc
b Mp
DRY BULK DENSITY Mc DAN Mu = 0
Vt b Mp
Mt = Berat Tanah Vt = Volume Tanah
Mp = Berat Padatan Mc = Berat Cairan Mu = Berat Udara
NILAI ρ b :
TANAH PERTANIAN : 1,1 – 1,6 g/cm3
TANAH BERPASIR : 1,5 – 1,7 g/cm3
TANAH ORGANIK : < 1,0 g/cm3
TANAH ABUVOLKAN : 0,8 g/cm3
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ρb
STRUKTUR TANAH
Tanah berstruktur
ρb < Tanah tanpa struktur
TEKSTUR
>> Tekstur Kasar ρb >>
KADAR BAHAN ORGANIK
>> Kadar Bahan Organik
ρb
<<KEGUNAAN BERAT VOLUME TANAH (ρb)
INDIKATOR MENENTUKAN TANAH DAPAT ATAU TIDAKNYA DIJADIKAN LAHAN PERTANIAN, TAMBAK
MENGHITUNG BERAT TANAH PER
SATUAN LUAS
BERAT PARTIKEL DENSITY (
ρ
p)ρ
p = Perbandingan berat tanah (MP) dengan volume tanah (VP)Faktor-faktor yang berpengaruh : o Bahan Organik
o Jenis Mineral
VP MP
p
WARNA TANAH
WARNA TANAH MERUPAKAN PETUNJUK : 1. KANDUNGAN BAHAN ORGANIK
2. KEADAAN DRAINASE & AERASI 3. PEMBEDA HORIZON
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI:
1. KADAR BAHAN ORGANIK
>> BHN. ORGANIK > GELAP/HITAM
MAKIN SUBUR
> MUDAH DIOLAH
2. Drainase
Temperatur tanah -- salah satu sifat fisika tanah yang sangat berpengaruh terhadap proses-proses dalam tanah,
seperti pelapukan dan penguraian bahan organik dan bahan induk tanah, reaksi-
reaksi kimia , dll.
Juga mempengaruhi pertumbuhan
tanaman melalui perubahan kelembaban
tanah, aerase, aktiivitas mikroorganisme,
ketersediaan unsur hara, dll.
Tanah-tanah yang banyak kandungan bahan organik dan berwarna gelap akan mengabsorbsi 80 % radiasi surya yang masuk.
Tanah yang banyak mengandung kuarsa
- mengabsorbsi ± 30 % radiasi surya
yang masuk.
Temperatur tanah lapisan atas selalu berubah-ubah selama 24 jam/hari
Lapisan tanah atas sampai kedalaman 50
cm selalu berubah-ubah atau mengalami
fluktuasi
Kedalaman > 50 cm sampai 1 meter tidak banyak mengalami perubahan temperatur.
Perubahan termperatur tanah -
tergantung pada banyaknya panas yang
diterima dari matahari. Hal ni dipengaruhi
oleh cuaca, bentuk daerah dan keadaan
tanah
Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu tanah :
1. Faktor iklim / cuaca
radiasi surya
Keawanan
Hujan
suhu udara
angin
kelembaban udara
Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu tanah :
2. Keadaan tanah
tekstur tanah
kadar air tanah
kandungan bahan organik
warna tanah
struktur tanah (pengolahan ddan kepadatan tanah)
Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu tanah :
3. Kondisi topografi
kemiringasn lereng
arah lerreng
tinggi permukaan tanah
vegetasi
Peranan / pengaruh temperatur tanah
1. Temperatur tanah mempengaruhi aktivitas biologi tanah---- tidak optimal apabila suhu tertentu tidak dapat dipertahankan
Tingkat aktivitas optimum dari organisme tanah adalah suhu 18 – 30 0 C
Di bawah 10 0 C ---- menghambat perkembangan mikroorganisme dan
menghambat pengambilan K oleh tanaman
Di atas 40 0 C ---- mikroorganisme tidak aktif, kecuali mikroorganisme tertentu ( mo
termophil).
Peranan / pengaruh temperatur tanah
2. Temperatur tanah juga menentukan reaksi kimia dan aktivitas
mikroorganisme yang dapat merombak senyawa tertentu menjadi hara tersedia.
Mis : proses nitrifikasi ( temperatur
optimum ± 30 0 C ) yaitu pada kondisi
agak panas
Peranan / pengaruh temperatur tanah
3. Temperatur tanah juga mempengaruhi pelapukan bahan induk tanah
4. Temperatur tanah mempengaruhi perkembangan akar, karena
mempengaruhi kelembaban dan aerase tanah
5. Temperatur tanah mempengaruhi
pekecambahan biji dan pertunasan
menjadi meningkat
pertumbuhan tanaman tertentu (jenis berbeda) menghhendaki keadaan temperatur yang cocok
Perubahan / fluktuasi suhu dapat diketahui melalui :
- pengukuran suhu musiman bulanan - pengukuran suhu harian
Untuk penentuan regim temperatur ---
umumnya pengukuran suhu dilakukan pada kedalaman 5, 10, 20, 50 dan 100 cm.
Untuk tujuan pertanian dilakukan pengukuran suhu maksimum dan minimum.
Peranan / pengaruh temperatur tanah
Regim Temperatur Tanah ---
Regim temperatur tanah RTTT RTTMP-RTTMD RTTMP
Pergelik Cryik Frigid Isofrigid Boreal Mesik Isomesik Termik Isotermik Hipertermik Isohipertermik
< 0 0 – 8 0 – 8 0 – 8
< 8 8 – 15 8 – 15 15 – 22 15 – 22
> 22
> 22
> 5
< 5
> 5
<5
>5
< 5
> 5
< 5
Rendah
> cryic
Regim Temperatur Tanah ---
Regim temperatur --- > penting dalam klasifikasi tanah
Di wilayah tropis , biasanya RTTMP – RTTMD
≤ 5 0 C
Di wilayah subtropis, RTTMP - RTTMD > 5 0 C
Mengendalikan Temperatur Tanah ==
1. Penambahan atau pengurangan air lebih dari tanah akan membantu mengubah temperatur tanah
misal : membuat parit-parit draenase pemulsaan
2. Menutupi tanah dengan tanaman
Sehingga mengurangi energi yang masuk, serta menahan temperatur tanah yang dikehendaki
3. Pemulsaan
Mulsa organik --- mereduksi temperatur tanah
Mulsa plastik --- meningkatkan temperatur tanah (iklim sedang)
Note : Guna mulsa --
Mengabsorbsi radiasi matahari
mereduksi kehilangan panas dari tanah
Mereduksi evaporasi air dari permukaan tanah
Menjaga kelembaban tanah.
Hubungan suhu tanah denan suhu udara ==
Suhu udara tinggi --- suhu tanah juga tinggi
Menurut beberapa ahli --- suhu tanah dapat diduga dari suhu udara
Soil Survey Staff --- menambah 1 º C terhadap suhu udara
Ts = Ta + 1 º C
Toy. Kuhaida dan Munson :
Ts = 2337 + 0,986 Ta
(di daerah tropis Amerika latin)
New Hall : Ts = Ta + 2,5 º C ( di daerah tropis Afrika)
Company
LOGO
PS MSP FPIK-UB