• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mahasiwa: Jurusan Teknik Sistem Perkapalan, FTK-ITS ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Mahasiwa: Jurusan Teknik Sistem Perkapalan, FTK-ITS ABSTRAK"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PER ANCANGAN ALAT UKUR STABILITS KAPAL PADA MODEL KAPAL DENGAN MATLAB BERBASIS PCI 1710 UNTUK KESELAMATAN

Oleh

AA.Masroeri, Ir,MASc, Ph.D

2)

, Khairul Mustofa

1)

1)

Mahasiwa: Jurusan Teknik Sistem Perkapalan, FTK-ITS

2)

Dosen Pembimbing : Jurusan Teknik Sistem Perkapalan, FTK-ITS

ABSTRAK

Kestabilan merupakan faktor yang sangat penting karena tingkat tenggelamnya kapal di Indonesia kebanyakan bersumber dari kestabilan tersebut ( kestabilan kapal tidak bagus, ataupun overload muatan . oleh karena itu dirancanglah alat kestabilan kapal yang menggunakan matlab berbasis PCI 1710 yang dapat menjawab dari masalah kestabilan.

Perancangan alat ini mempunyai tujuan untuk menampilkan sebuah interface yang mengidentifikasikan derajat keolengan kapal sehingga dapat membantu mengecek seberapa stabil kapal yang dianalisa..Perancangan alat ini menggunakan beberapa alat elektronik yang mendukung dari pada perancangan alat kestabilan.

Keyword :

Sensor, PCI 1710, Mikrokontrol, Matlab, Kapal

1. Pendahuluan

Banyaknya kapal yang tenggelam di Indones ia yang disebabkan karena kestabilan kapal yang kurang ba ik dan kurangnya kesadaran akan kestabilan kapa l. Ketidak setabilan kapal kadang-kadang terjadi pada kapa l-kapal di Indones ia yang disebabkan karena Ombak yang telalu besar dan juga biasanya terjadi karena kelebihan muatan yang menyebabkan tingkat kestabilan kapal menjadi berkurang. Hal tersebut membuat kestabilan merupakan aspek yang penting dalam kapal dan kestabilan bukan sa ja mempengaruhi keselamatan kapal semasa di laut tetapi juga mempunyai hubungan keselamatan penumpang dan ABK. ( 1 )

Pada pembuatan kapal baru salah satu yang harus diperhatikan adalah kestabilan kapal, karena kapal akan mengarungi samudra yang lautnya tidaklah se lalu tenang, sela lu memberikan gaya

dari segala arah yang akhirnya menyebabkan kapal mempunyai 6 derajat kebebasan yaitu Rolling, Heaving, Yawing, Pitching, Swaying dan surging, hal tersebut sangat berpengaruh pada saat desain kapal.

Pengaruh daripada kestabilan pada kapal haruslah diperhatikan, hal tersebut sangat mempengaruhi semua system yang ada pada personil, system, dan E/R. Pada stabilitas kearah oleng mempunyai aturan yang diizinkan karena dari oleng tersebut berpengaruh terhadap system M/E , Sekoci, dsb. Untuk itu dalam pembuatan alat ini diharapkan dapat dimanfaatkan sehingga mengetahui secara akurat terhadap stabilitas oleng yang terjadi pada kapal.

2. Daftar Pustaka

2.1 Pengertian Stabilitas

Stabilitas adalah keseimbangan dari kapal, merupakan sifat atau kecenderungan dari sebuah

(2)

kapal untuk kembali kepada kedudukan semula setelah mendapat kemiringan (kemiringan) yang disebabkan oleh gaya-gaya dari luar (Rubianto, 1996). Sama dengan pendapat Wakidjo (1972), bahwa stabilitas merupakan kemampuan sebuah kapal untuk menegak kembali sewaktu kapal menyenget oleh karena kapal mendapatkan pengaruh luar, misalnya angin, ombak dan sebagainya.

2.2 Titik-Titik Penting dalam Kestabilan

Menurut Hind (1967), titik-titik penting dalam stabilitas antara lain adalah titik berat (G), titik apung (B) dan titik M.

(a). Titik Berat (Centre of Gravity)

Titik berat (center of gravity) dikenal dengan titik G dari sebuah kapal, merupakan titik tangkap dari semua gaya-gaya yang menekan ke bawah terhadap kapal. Letak titik G ini di kapal dapat diketahui dengan meninjau semua pembagian bobot di kapal, makin banyak bobot yang diletakkan di bagian atas maka makin tinggilah letak titik G-nya.

Secara definis i titik berat (G) ialah titik tangkap dari semua gaya – gaya yang bekerja kebawah.

Letak titik G pada kapal kosong ditentukan oleh hasil percobaan stabilitas. Perlu diketahui bahwa, letak titik G tergantung daripada pembagian berat dikapal. Jadi selama tidak ada berat yang di geser, titik G tidak akan berubah walaupun kapa l oleng atau mengangguk.

(b). Titik Apung (Centre of Buoyance)

Titik apung (center of buoyance) diikenal dengan titik B dari sebuah kapal, merupakan titik tangkap dari resultan gaya-gaya yang menekan

tegak ke atas dari bagian kapa l yang terbenam dalam air. Titik tangkap B bukanlah merupakan suatu titik yang tetap, akan tetapi akan berpindah-pindah oleh adanya perubahan sarat dari kapa l. Dalam stabilitas kapal, titik B inilah yang menyebabkan kapa l mampu untuk tegak kembali setelah mengalami kemiringan. Letak titik B tergantung dari besarnya kemiringan kapal ( bila kemiringan berubah maka letak titik B akan berubah / berpindah. Bila kapal menyenget titik B akan berpindah kesis i yang rendah.

(c). Titik Metasentris

Titik metasentris atau dikenal dengan titik M dari sebuah kapal, merupakan sebuah titik semu dari batas dimana titik G tidak boleh melewati di atasnya agar supaya kapal tetap mempunyai stabilitas yang positif (stabil). Meta artinya berubah- ubah, jadi titik metasentris dapat berubah letaknya dan tergantung dari besarnya sudut kemiringan.

Apabila kapal kemiringan pada sudut kecil (tidak lebih dari 150), maka titik apung B bergerak di sepanjang busur dimana titik M merupakan titik pusatnya di bidang tengah kapal (centre of line) dan pada sudut kemiringan yang kecil ini perpindahan letak titik M masih sangat kecil, sehingga masih dapat dikatakan tetap.

2.3 Dimensi Pokok dalam Kestabilan

Kapal

(3)

KM = KB + BM

Untuk kapal tipe plat bottom, KB = 0,50d Untuk kapal tipe V bottom, KB = 0,67d Untuk kapal tipe U bottom, KB = 0,53d BM = b

2

/10d

KG total = ∑M ∑W

GM = KM – KG

GM = (KB + BM) – KG GZ = GM sinus a

Moment penegak = W x GZ T = 0,75

GM

2.4 Potensiometer

Resistor yang nilai resistansinya dapat diubah-ubah dengan memutar poros yang telah tersedia.. Simbol Potensiometer dapat dilihat seperti gambar dibawah. Potensiometer ini dimanfaatkan menjadi sensor dengan cara

memberi tegangan pada kaki-kaki dari potensiometer.

2.5 LCD

Liquid Crystal Display juga dikenal sebagai LCD adalah suatu jenis media tampilan yang menggunakan kristal cair sebagai penampil utama. LCD sudah digunakan di berbagai bidang misalnya dalam alat-alat elektronik seperti televisi, kalkulator ataupun layar komputer.

2.6 PCI 1710

PCI 1710/1710HG adalah sebuah card multifungsi yang berfungsi untuk menerima, menyimpan dan mengirimkan data. Data ini bias berupa data ADC. Pci ini juga support pada semua computer tang mempunyai card VGA. Selain itu Pci ini juga support pada software seperti MATLAB yang akan kami gunakan selain MATLAB juga support pada C++, Visual Basic, dan Delphi. (6)

2.7 Matlab

Menurut bahasa, MATLAB adalah singkatan dari matemathics labolatory atau matrix laboratory.

Dalam ilmu komputer, MATLAB didefinisikan sebagai bahasa pemrograman yang digunakan untuk mengerjakan operasi matematika atau operasi aljabar matriks.

MATLAB merupakan system interaktif

yang data dasanya adalah matriks. Matriks

(4)

dianggap data dasar dalam MATLAB dapat ditulis dalam bentuk matrik

3. Metodologi

3.1 Studi Literatur

Studi literatur dilakukan dengan pengumpulan referensi- referensi mengenai materi yang berhubungan.

3.2 Perancangan Alat

Dalam perancangan alat yang digunakan adalah PCI 1710, sensor, Matlab, IC, LCD

3.3 Pembuatan software

Software yang digunakan adalah matlab yang ditulis pada m- file

3.4 Perakitan System Keseluruhan

 Dari software dan alat-alat diatas di rangkai menjadi satu kesatuan yang akan dapat menampilkan sebuah interface

3.5 Pengujian alat

Dari alat yang sudah jadi tersebut akan diuji keakurasiannya terhadap kestabilan model kapal

3.6 Validasi Pemodelan

Pada tahap ini merupakan validasi atau penyesuaian terhadap data hasil dari program tersebut. Apakah telah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Jika belum,maka akan dilakukan pemodelan ulang dengan perubahan data-data input yang sesuai.

3.7 Analisa Data

setelah kita mendapatkan semua data yang dibutuhkan kemudian dilakukan analisa untuk menjawab hal- hal yang berkaitan dengan perancangan alat ini.

3.8 Kesimpulan dan Saran

Pada tahap ini adalah mengambil kesimpulan dari penelitian yang telah

dilakukan. Kesimpulan ini berisi jawaban dari permasalahan yang terdapat pada penelitian ini. Sehingga jelas hasil dari penelitian ini.

3.9 Penyusunan Laporan

Tahap terakhir dari tugas akhir ini adalah penyusunan laporan, yaitu melakukan pembukuan terhadap seluruh data-data dan hasil dari pengolahan data- data dalam bentuk laporan tugas akhir.

4. Analisa Data Dan Pembahasan

Perbandingan alat kestabilan menggunakan PCI 1710 dan Alat yang ada pada Lab Hidrodinamika

-6 -4 -2 0 2 4 6

0 5 10 15 20 25

PCI

1710, Potensi ometer Lab

Hidrodinamik a

(5)

Analisis Kestabilan

Kapal dengan data : jarak Keel dan Gravity kapal 9,5 meter, LPP 174 meter, Lebar 17,2 meter, sarat air 8,3 meter dan derajat keolengan dapat dilihat pada pengambilan data maka dapat diketahui tingkat kestabilannya :

Displacement kapal : 25.461 ton KG 9,5 meter

Dengan Cara :

Kurva GZ dengan displlacment untuk menentukan nilai GZ sebagai moment pengebali yang akan dianalisa lewat kurva Stabilitas

Cara menggunakan K urva dibawah

ini adalah dengan menghitung stabilitas

kapal adalah menarik garis vertical pada

displacement yang telah dihitung yaitu

sebesar 25.461 ton

(6)

 Batas kestabilan hingga kapal labil adalah lebih dari 75 derajat dari pembacaan kurva

 Maximum GZ ( lengan pengembali ) adalah 2,8 meter terletak pada keolengan 41 derajat

 GM adalah 2,78

5. Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan :

 Hasil perancangan dan penganalisaan bekerja hampir sesuai dengan

aktualnya

 Sensor yang digunakan berupa potensiometer kurang akurat karena dalam pembacaan keolangan memerlukan delay sepersekian detik.

 Nilai kestabilan dapat diketahui

dengan nilai GZ pada kondisi beberapa derajat keolengan kapal.

Saran :

 Gunakan sensor yang lebih baik daripada potensiometer

6. Daftar Pustaka

1. Bejo, Agus. 2008. C&AV R.

Yogyakarta.

2. Edward V. Lewis, Ed., “Principle of Naval Architecture”, Second

Revision, Vol. I, Stability and Strength, SNAME, Jersey C ity, NJ, 1988

1. Lawrence L. Goldberg, Chapter 2: Intact Stability, pp. 63 – 138

2. George C. Nickum, Chapter 3: Subdivision and Damage Stability, pp. 143 - 194 3. Istopo. 1972. Stabilitas Kapal Untuk

Perwira Kapal Niaga.Surabaya 4. K.J. Rawson, E.C. Tupper, “Basic

Ship Theory”, 5

t h

edition,

Butterworth-Heinemann, O xford, 2001

5. Kemp & Young, 1976. Ship Construction Sketches & Notes. A Kandy Paperback.

6. “SOLAS”, Consolidated Edition, 1997, IMO, London.

7. Stokoe, E. A. 1975. Ship

Construction for Marine Students.

Principle Lecture in Naval

Architecture at South Shields Marine and Technical College. London.

8. V. Semyonov – Tyan – Shansky,

“Statics and Dynamics of the Ship”, Peace Publishers, Moscow, 1960?

9. Wakidjo, P. 1972. Stabilitas Kapal Jilid II. Penuntun Dalam

Menyelesaikan Masalah.Yogyakarta.

10. http://www.google.co.id

/Potensiometer.mht

(7)

11. http://en.wikipedia.org/wiki/kestabilan.

htm

12. http://www.hpinfotech.ro/pci1710/htm l/download.htm

http://www.nplvedcajointpolije.co.cc/2009/0

7/stabilitas-kapal.htm

Referensi

Dokumen terkait

kedalaman dari lapisan termoklin pada barat Sumatera dalam dua periode menunjukkan dari tenggara ke barat daya posisi kedalaman dari permukaan lapisan termoklin

05 Pekauman Mahasiswa tersebut di atas telah melaksanakan uji coba instrumen penelitian dalam rangka pengumpulan data di SMP Nahdhatul Ulama Banjarmasin berkaitan dengan

Tabel 2 memperlihatkan karakteristik data laboratorium dari semua sampel penelitian.Tertera bahwa rerata kadar TNF­ α plasma kelompok DBD dengan syok mempunyai nilai

• Jaringan Komputer merupakan hubungan dua atau lebih system computer yang terpisah, melalui media komunikasi untuk melakukan komunikasi data satu dengan yang lain guna berbagi

Jika nilai tolerance > 10% dan nilai VIF < 10 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas dengan model regresi. Jika nilai tolerance

Penelitian bertujuan untuk merancang model pembelajaran Little Step seperti membuat diagram pohon pengetahun, tangga materi, road map, pembelajaran materi Linear

Pedagang bertemu dengan pedagang, pembeli bertemu dengan pembeli, dan pertemuan pedagang dengan pembeli tidak hanya sebatas tawar menawar harga barang, jauh dari itu ada fungsi

terhadap fungsi produksi untuk menilai efektivitas dan efisiensi proses produksi karena H1 / H2 ditolak dan Ha diterima, berarti audit internal atas aktivitas produksi yang