BAB II
METODA DAN RUANG LINGKUP PEMBAHASAN
2.1 Metoda Pembahasan
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Studi Kelayakan dan Master Plan Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Konsultan akan melaksanakan kegiatan dengan metode/alur pikir secara keseluruhan sebagai berikut:
Gambar 2.1. Skema Alur Pikir Studi Kelayakan dan Master Plan PIP Semarang
2.2 Sistematika Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan Penyusunan Studi Kelayakan terdiri dari tiga tahapan pelaksanaan kegiatan, yaitu Kegiatan Persiapan, Penyusunan Studi Kelayakan dan Penyusunan Master Plan, sebagaimana digambarkan pada diagram Gambar 2.1 di atas. Ketiga tahapan pelaksanaan kegiatan ini tidak dapat dipisahkan rangkaiannya karena pada Tahap Persiapan adalah untuk mempersiapkan kebutuhan dasar berupa data sekunder dan literatur untuk bahan pelaksanaan Penyusunan Studi Kelayakan dan Penyusunan Master Plan. Sementara itu hasil daripada Penyusunan Studi Kelayakan dipergunakan sebagai bahan analisis dan proyeksi kebutuhan yang harus disediakan dalam kurun waktu hingga Tahun 2034.
2.3 Teknik Pengumpulan Data
Data yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan PIP Semarang terdiri dari Data Sekunder dan Data Primer.
A. Data Sekunder, meliputi:
a. Literatur yang dibutuhkan terdiri dari:
1) standar-standar pelayanan pendidikan pelayaran, 2) standar penataan ruang,
3) standar perencanaan arsitektur dan perencanaan ruang luar, 4) standar perencanaan mekanikal, elektrikal dan utilitas, 5) standar perencanaan struktur di Indonesia (SNI), 6) standar perencanaan kesehatan lingkungan, 7) dan lainnya yang diperlukan.
b. Data peraturan/ketentuan tentang penyelenggaraan pendidikan pelayaran.
c. Data kondisi eksisting luasan lahan dan bangunan yang ada.
d. Data struktur organisasi dan besaran eksisting organisasi PIP Semarang saat ini.
e. Data rencana induk pengembangan jangka menengah PIP Semarang.
f. Data rencana kegiatan tahunan pembangunan PIP Semarang.
g. Data komposisi taruna/taruni, peserta diklat, dosen dan karyawan PIP Semarang saat ini.
h. Data kurikulum penyelenggaraan perkuliahan dan diklat.
i. Data ketersediaan jenis ruang pada setiap bangunan.
j. Data ketersediaan peralatan laboratorium yang ada.
k. Data lokasi sumber air.
l. Data sumber dan jaringan listrik.
m. Data jaringan telekomunikasi.
n. Data jaringan internet.
o. Data sistem pengkondisian udara buatan.
p. Data sistem pemadaman kebakaran.
q. Data curah hujan dan sistem drainase.
r. Data sistem prasarana sampah.
s. Data sistem prasarana air limbah.
B. Data Primer
Data Primer yang dibutuhkan merupakan data yang diperoleh melalui metoda wawancara melalui metoda expert choice, dimana perencana akan mendatangi dan mewawancarai nara sumber yang memiliki dan dapat dipercaya sebagai sumber data langsung (primer). Di Indonesia pada umumnya ketersediaan data sekunder sangat terbatas pendokumentasiannya. Oleh karena itu untuk memperoleh data ini melalui metoda wawancara dapat dikategorikan ke dalam kelompok Data Primer. Data primer meliputi:
a. Data peraturan tata ruang dan persyaratan intensitas bangunan pada Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang, dilanjutkan dengan pengukuran intensitas bangunan di dalam lokasi lahan.
b. Data penggunaan air setiap bulan dan debit air yang dapat disediakan.
c. Data kapasitas terpasang dan yang dipakai untuk sumber listrik dan besaran back-up nya.
d. Data jumlah dan jenis prasarana telekomunikasi.
e. Data jumlah dan jenis penggunaan jaringan internet.
f. Data jumlah dan jenis unit pengkondisian udara buatan.
g. Data jumlah sarana pemadaman kebakaran.
h. Data dimensi dan jenis drainase.
i. Data data jumlah dan jenis prasarana sampah.
j. Data jumlah dan jenis prasarana air limbah.
Dimana data tersebut diatas dapat diperoleh melalui metoda wawancara khususnya kepada Bagian Rumah Tangga.
a. Data jumlah dan jenis penyakit yang terbanyak diderita, diperoleh dari Poliklinik.
b. Data tingkat kenyamanan, kepuasan, dan gangguan penggunaan ruang bangunan pada Bangunan Asrama Taruna/Taruni.
c. Data tingkat kenyamanan kepuasan, dan gangguan penggunaan ruang kelas, tata usaha dan lain-lain.
d. Data interaksi sosial Antara pengguna di dalam kawasan PIP dengan masyarakat sekitarnya melalui metoda wawancara random sampling.
2.4 Teknik Pengolahan Data A. Kompilasi Data
Semua data dan informasi yang telah diperoleh dari hasil kegiatan pengumpulan data dan survai kemudian dikompilasikan. Pada dasarnya kegiatan kompilasi data ini dilakukan dengan cara mentabulasi dan mengsistematisasi data - data tersebut dengan menggunakan cara komputerisasi. Hasil dari kegiatan ini adalah tersusunnya data dan informasi yang telah diperoleh sehingga akan mempermudah pelaksanaan tahapan selanjutnya yaitu tahap analisis.
Metoda pengolahan dan kompilasi data yang dipergunakan adalah sebagai berikut:
Mengelompokan data dan informasi menurut kategori aspek kajian seperti data fisik dan penggunaan lahan, data transportasi, data kependudukan dll.
Menyortir data-data setiap aspek tersebut agar menjadi sederhanadan tidak duplikasi.
Mendetailkan desain pengolahan dan kompilasi data dari desain studi awal sehingga tercipta form-form isian berupa tabel-tabel, konsep isian, peta tematik dll.
Mengisi dan memindahkan data yang telah tersortir ke dalam table-tabel isian dan peta isian tematik.
Melakukan pengolahan data berupa penjumlahan, pengalian, pembagian, prosentase dsb baik bagi data primer maupun sekunder.
Setelah seluruh tabel dan peta terisi, maka langkah selanjutnya adalah membuat uraian deskriptif penjelasannya ke dalam suatu laporan yang sistematis per aspek kajian. Termasuk dalam laporan tersebut adalah uraian kebijaksanaan dan program setiap aspek.
B. Metoda Proyeksi
Data yang diperoleh baik berupa data sekunder maupun data primer yang telah dikompilasikan yang dibutuhkan untuk bahan analisis kelayakan kondisi eksisting dilakukan dengan metoda proyeksi regresi. Data untuk keperluan proyeksi ini yaitu populasi taruna, peserta diklat, jumlah dosen dan karyawan.
Data kebutuhan pelayanan utilitas juga dilakukan proyeksi terhadap hasil kompilasi data primer dan sekunder untuk: kebutuhan penerangan di setiap ruangan, kebutuhan pendinginan udara di dalam ruangan, kebutuhan air bersih, jumlah air buangan/limbah yang harus dikelola, jumlah air yang harus disediakan untuk kebutuhan pemadaman kebakaran, jumlah sampah yang dihasilkan dan harus dikelola, dengan menggunakan standar pelayanan minimal/kebutuhan per- orang per-hari.
Data penyaluran air hujan diramalkan dengan menggunakan pendekatan proyeksi perioda ulang hujan pada lokasi untuk mendapatkan curah hujan tertinggi dan penampang drainase yang harus dibuat, dan penentuan sistem penyaluran air hujan ke peresapan yang dapat ditampung.
2.5 Teknik Analisis A. Analisis Tata Ruang
Analisis terhadap tata ruang mempergunakan:
1) Pengukuran intensitas bangunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku setempat apakah kepadatan bangunan dan ketinggian yang direncanakan sesuai dengan ketentuan setempat.
2) Pengukuran kapasitas dan daya tampung ruang parkir dengan standar luasan ruang parkir sesuai peraturan Menteri Perhubungan.
3) Kesesuaian ketinggian ruang terhadap KKOP bandara setempat.
B. Analisis Arsitektur dan Ruang Luar
Analisis terhadap arsitektur dan ruang luar mempergunakan:
1) Analisis zoning pengelompokan kegiatan dengan hubungan paling dekat dan penting (terkait erat).
2) Analisis penentuan main gate, dengan mempertimbangkan kepadatan dan keselamatan lalu-lintas.
3) Analisis sirkulasi kendaraan dan orang untuk menghindari terjadinya intensitas crossing yang tinggi, dan pemisahan sirkulasi kendaraan dan orang.
4) Analisis ketercukupan penyediaan RTH dan RTNH sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri PU.
5) Analisis penyediaan fasilitas setiap bangunan sesuai dengan standar kebutuhan.
6) Analisis ketinggian ruang dan bangunan serta kebutuhan luasan ruang sesuai dengan proyeksi kegiatan yang ingin dicapai.
7) Analisis kenyamanan terhadap gangguan kebisingan, panas matahari, hujan dan polusi udara.
C. Analisis Struktur
Analisis terhadap kemampuan bangunan eksisting dengan:
1) Analisis pondasi struktur bawah (sub-structure) dengan melakukan pengolahan analisis tes tekan hasil tes kemampuan tanah (sondir/booring) untuk mengetahui daya dukung tanah dan jenis pondasi yang dapat dipergunakan sesuai dengan kebutuhan ketinggian bangunan.
2) Analisis upper structure dengan menganalisa adanya crack atau tidak terhadap keadaan struktur atas (kolom dan balok).
3) Analisis keandalan struktur untuk infrastruktur seperti drainase dan jalan.
D. Analisis Mekanikal
Analisis terhadap rencana kebutuhan mekanikal yang meliputi:
1) Analisis kapasitas dan kebutuhan sistem dan jenis peggunaan pengkondisian udara buatan;
2) Analisis sistem proteksi dan pemadaman kebakaran yang tepat sesuai dengan kebutuhan bangunan dan kawasan yang direncanakan;
3) Analisis sistem penyediaan air bersih di dalam bangunan dan pendistribusiannya;
4) Analisis sistem penyaluran dan pengolahan air buangan dari dalam bangunan.
E. Analisis Elektrikal
Analisis terhadap rencana kebutuhan elektrikal yang meliputi:
1) Analisis kapasitas dan kebutuhan sistem dan jenis penggunaan energi listrik;
2) Analisis kapasitas dan kebutuhan sistem dan jenis penggunaan jaringan telekomunikasi;
3) Analisis kapasitas dan kebutuhan sistem dan jenis peggunaan jaringan internet;
F. Analisis Utilitas Lingkungan
Analisis terhadap rencana kebutuhan utilitas lingkungan yang meliputi:
1) Analisis kapasitas dan kebutuhan sistem distribusi air bersih;
2) Analisis jumlah dan sistem pengolahan air limbah lingkungan;
3) Analisis sistem penyaluran air hujan di dalam site dan diluar site;
4) Analisis sistem pengumpulan, pemilahan dan pengangkutan sampah;
G. Analisis Kesehatan Masyarakat
Analisis terhadap rencana pengelolaan kesehatan masyarakat yang meliputi:
1) Analisis pengaruh gangguan lingkungan PIP terhadap masyarakat sekitarnya pada aspek sanitasi dan kesehatan masyarakat sebagai dampak pengembangan PIP dalam kurun 5 tahun terakhir dilihat dari
rekaman keluhan penyakit pada poliklinik dan puskesmas terdekat serta hasil wawancara dengan masyarakat terdekat.
H. Analisis Sosial Masyarakat
Analisis terhadap sosial masyarakat yang meliputi:
1) Analisis interaksi sosial di dalam kegiatan asrama menurut perbedaan penyediaan ruangnya;
2) Analisis gangguan sosial pada taruna dan peserta diklat;
3) Analisis gangguan eksternal terhadap aktivitas internal lingkungan PIP.
I. Analisis Ekonomi
Analisis terhadap aspek ekonomi meliputi:
1) Analisis pertumbuhan populasi taruna, peserta diklat, SDM dosen dan karyawan. Analisis pertumbuhan kebutuhan taruna dan peserta diklat didasarkan pada supply and demand daripada pelaut secara internasional, output yang dihasilkan dari pendidikan pelaut di Indonesia dan proyeksi pertambahan populasi taruna setap tahunnya.
Selanjutnya kelayakan daya tampung di dalam site diukur daripada kemampuan penyediaan ruang kegiatan untuk para taruna dan peserta diklat menurut standar kelayakan hunian dan aktivitasnya;
2) Analisis alokasi anggaran dan kemampuan pembiayaan kegiatan PIP Semarang, untuk mengetahui trend pertambahan anggaran setiap tahunnya yang dialokasikan oleh APBN;
3) Analisis rencana pembiayaan pembangunan pada setiap tahapan pembangunan.
J. Analisis Hukum
Analisis terhadap aspek hukum meliputi:
1) Analisis pengembangan kelembagaan pelayanan pendidikan pelayaran sesuai dengan ketentuan peraturan yang ada.
K. Analisis Pelayanan Pendidikan Pelayaran
Analisis terhadap aspek penyelenggaraan kurikulum meliputi:
1) Analisis pengembangan kurikulum untuk pendidikan regular dan vokasi (diklat), serta kemungkinan pengembangan PIP ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
L. Analisis Nautika
Analisis terhadap aspek nautika yang direncanakan sebagai fasilitas laboratorium meliputi:
1) Analisis tata letak model peralatan nautika dan kemungkinan pengembangan dan penataannya di dalam laboratorium.
M. Analisis Teknika
Analisis terhadap aspek teknika yang direncanakan sebagai fasilitas laboratorium meliputi:
1) Analisis tata letak model peralatan penggerak kapal dan pesawat bantunya dan kemungkinan pengembangan dan penataannya di dalam laboratorium.
2.6 Penyusunan Rencana A. Konsep Pengembangan
Konsep ini sebagai tindak lanjut dari hasil analisis, dimana di dalamnya terdapat pemahaman terhadap karakter-karakter PIP Semarang. Dari pemahaman tersebut dibuat usulan-usulan yang didalamnya berisi tentang :
a. Modelling Blok Plan menyeluruh, yang didalamnya membahas fungsi dan peranan unit-unit pelayanan kesehatan, hierarki tata ruang tapak, sistem pencapaian yang efisien, sistem utilitas yang memadai dan memenuhi standar kelayakan dan operasional.
b. Usulan mengenai pentahapan pembangunan komplek PIP Semarang c. Hasil perhitungan perkiraan anggaran biaya pembangunan
B. Penyusunan Rencana Pengembangan dan Pembangunan
Rencana pengembangan dan pembangunan PIP Semarang disusun dalam jangka pendek, menengah dan panjang, dengan mempertimbangkan skenario
pengembangan dan pembangunan fisik agar tidak mengganggu aktivitas eksisting yang ada, dan memperhitungkan rencana ketersediaan pembiayaan pembangunan setiap tahunnya.
2.7 Hasil Yang Diharapkan
Berdasarkan ruang lingkup kegiatan diatas hasil yang diharapkan dari Penyusunan Studi Kelayakan dan Master Plan RSU PIP Semarang adalah:
a. Teridentifikasinya potensi dan masalah yang ada di PIP Semarang b. Adanya analisa pemecahan masalah dan pengembangan PIP Semarang
c. Adanya kesimpulan kelayakan pengembangan PIP Semarang dari aspek planning, arsitektur, struktural, ME dan utilitas, lingkungan, sosial budaya, ekonomi, kesehatan masyarakat, dan persyaratan teknika dan nautika.
d. Konsep pengembangan dari aspek tata tapak, arsitektural, program ruang, kesehatan lingkungan, utilitas, dan konstruksi
e. Rencana pengembangan yang terintegrasi dan komprehensif sesuai dengan visi, misi dan motto PIP Semarang
f. Adanya pentahapan pembangunan yang menjadi acuan pengembangan komplek bangunan PIP Semarang.
PROGRAM INDUK (MASTER PROGRAM)
Status Struktur Organisasi
Visi dan Misi
Rencana Strategi Pengembangan Program 20 Tahun Mendatang
STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN PIP Semarang ASPEK KEBUTUHAN (DEMAND) PELAYANAN
Proyeksi Jumlah Peminat Proyeksi Kebutuhan Tenaga Kepelautan
ASPEK PELAYANAN (SERVICE)
Proyeksi Jenis dan Jumlah Pelayanan
Proyeksi Kebutuhan Sarana Utama dan Sarana Penunjang Proyeksi Kebutuhan Peralatan
Proyeksi Jumlah dan Kualifikasi SDM
ASPEK TEKNIS (SARANA, ME dan UTILITAS) ASPEK EKONOMIS
ASPEK LINGKUNGAN (LEGAL, SOSIAL EKONOMI, BUDAYA, KESEHATAN MASYARAKAT)
KESIMPULAN
Layak Tidak Layak
REKOMENDASI FAKTOR EKSTERNAL:
Demografi Posisi Geografis Tingkat Pendidikan Pelayanan Pendidikan Sosial Ekonomi Dan Budaya
FAKTOR INTERNAL:
Kebijakan Pemerintah Kemampuan PIP Semarang
Gambar 2.2. Skema Keterkaitan Studi Kelayakan dan Master Plan ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN PIP
Kebutuhan Organisasi Kebutuhan Ruang
Zoning, Sirkulasi, Pembentukan Blok Massa, RTH dan RTNH, Struktur, ME dan Utilitas, Eksterior dan Interior, Lingkungan
Konsep Pengembangan RTH dan RTNH Konsep Pengembangan Bangunan
RENCANA INDUK (MASTER PLAN) PIP Semarang
Rencana Fisik Site Plan Block Plan Arsitektur Bangunan Sarana/Prasarana Fisik Sarana Fisik Penunjang
Rencana Non Fisik (Fungsi) Jenis dan Jumlah Pelayanan
Pemeliharaan
Pengelolaan dan Distribusi Material Struktur Organisasi
Proyeksi Pembiayaan