• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PERANCANGAN GAMBAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV PERANCANGAN GAMBAR"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

PERANCANGAN GAMBAR

4.1. Definisi Gambar

Sebelum masa pembangunan, sebuah bangunan gedung akan melalui tahap perencanaan. Sebagai alat komunikasinya digunakanlah gambar-gambar yang memberikan ilustrasi tentang gedung tersebut nantinya. Selain untuk menampilkan wujud fisik bangunannya, gambar-gambar ini digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan struktur bangunan dan sistem utilitas di dalamnya sehingga selain bangunan tersebut terlihat indah, juga aman dan nyaman untuk ditempati.

Semakin rumit wujud dan fungsi bangunan, maka akan semakin banyak gambar yang dibutuhkan sehingga memudahkan dalam pelaksanaan konstruksi nantinya. Selama proses perencanaan hingga selesainya pekerjaan, dikenal beberapa jenis gambar, yaitu:

   

(2)

4.1.1. Gambar Perencanaan

Gambar Perencanaan adalah gambar yang dihasilkan dari pemikiran dari para perencana seperti arsitek, engineer struktur, mekanikal dan elektrikal. Gambar perencanaan merupakan imajinasi dari para perencana yang digunakan sebagai alat komunikasi dengan pemilik pekerjaan sehingga pemilik pekerjaan dapat mengetahui sejauh mana bangunan yang direncanakan tersebut memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Karena itu gambar perencanaan akan mengalami banyak perubahan hingga pada tahap yang sudah disepakati bersama atau bahkan hingga pemilik menemukan keinginannya. Gambar perencanaan belum memiliki detil yang cukup hingga layak untuk dijadikan acuan dalam proses pembangunan.  

 

4.1.2. Gambar Tender

Gambar tender adalah gambar yang digunakan sebagai acuan dalam perhitungan volume pekerjaan dalam proses pemilihan kontraktor. Gambar ini sudah lebih detil dari gambar perencanaan.

Ukuran-ukuran penting sudah tertera dengan jelas, gambar-gambar pelengkap sudah tersedia, acuan-acuan untuk pembangunan juga sudah diberikan. Tujuannya adalah menunjang perhitungan yang cermat sesuai dengan spesifikasi yang diminta. Gambar ini mengikat terhadap penawaran yang sudah diberikan dan menjadi acuan terhadap klaim dalam tahap selanjutnya.

 

(3)

4.1.3. Gambar Konstruksi

Tahap selanjutnya setelah pemilihan kontraktor adalah memulai pembangunan (konstruksi). Untuk itu gambar konstruksi ini diluncurkan, yang isinya adalah penyempurnaan dari gambar tender.

Penyempurnaan ini terjadi karena pada masa tender adakalanya antara uraian pekerjaan, spesifikasi teknis dan gambar terdapat perbedaan.

Setelah disepakati pada saat tender (terangkum dalam berita acara rapat klarifikasi) maka perubahan yang terjadi dituangkan dalam gambar konstruksi ini. Gambar ini kemudian menjadi acuan bagi kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan dan menjadi dasar juga untuk pelaksanaan yang dilimpahkan pada pihak ketiga.  

4.1.4. Gambar Kerja (Shop Drawing)

Agar hasil pembangunan nantinya tidak berbeda dari yang sudah direncanakan maka pihak kontraktor membuat gambar kerja ini yang isinya sudah jauh lebih detil dari jenis gambar sebelumnya (gambar konstruksi). Ukuran-ukuran sudah diberikan hingga detil, memperjelas hasil yang diinginkan. Detil material yang akan digunakan sudah dicantumkan (sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan).

Acuan-acuan pekerjaan juga sudah dicantumnya. Intinya gambar ini dibuat sejelas mungkin sehingga pelaksana pekerjaan (mandor, tukang) dan pengawas (pelaksana, quality control) mengerti hasil yang diinginkan dan tidak mebuat perubahan dari gambar konstruksi sudah diberikan di tahap sebelumnya. Gambar kerja ini sebelum digunakan di

(4)

lapangan harus mendapatkan persetujuan dari perwakilan dari pemilik pekerjaan di lapangan (direksi pengawas) dengan acuan adalah gambar konstruksi. Jika ternyata ada perbedaan yang harus dilakukan di lapangan maka direksi pengawas harus membubuhkan penyataan perubahan dan diberi tandatangan di atas gambar yang dimaksud.

Catatan-catatan dan dokumentasi lainnya akan menjadi acuan dalam pembuatan As Built Drawing nantinya.  

 

4.1.5. Gambar Jadi (As Built Drawing)

Gambar jadi adalah gambar final dari bangunan gedung yang sudah selesai dilaksanakan. Gambar ini dibuat oleh kontraktor sebagai pertanggungjawaban atas pekerjaan yang sudah dilakukan dan akan digunakan oleh pemilik bangunan sebagai acuan dalam melakukan perawatan nantinya. Gambar ini memuat informasi dalam gambar kerja ditambah catatan-catatan perubahan di lapangan. Bisa terjadi beberapa jenis gambar di atas dihilangkan dengan alasan untuk menghemat waktu dan biaya, tergantung pada perjanjian yang dilakukan antara pemilik pekerjaan dengan kontraktor, misalnya pada jenis pekerjaan design and built. Penggunaan gambar-gambar ini dimaksudkan agar

hasil pelaksanaan sesuai dengan keinginan pemilik dan dengan biaya dan waktu yang sudah diperkirakan sebelumnya.

Dari definisi gambar diatas, perancang akan menerangkan tentang perancangan gambar teknik pada tahapan gambar tender.

(5)

4.2. Tahapan Perancangan Gambar

Pada tahapan perancangan gambar ini perancang akan menjelaskan gambar teknik yang dibutuhkan untuk proses perancangan mekanikal plambing suatu bangunan atau gedung yaitu :

4.2.1. Gambar Sistem Plambing

Gambar sistem plambing ini terbagi menjadi 3 gambar teknik yang temasuk dalam instalasi plambing. Yaitu gambar sistem air bersih, gambar sistem air buangan & ven dan gambar sistem air hujan

Gambar sistem tersebut meliputi:

4.2.1.1 . Gambar Sistem Air Bersih

Pada gambar ini menjelaskan informasi tentang diagram alur pipa kebutuhan air bersih yang distribusikan dari pipa PDAM atau pompa deep well keseluruh peralatan plambing yang terdapat pada bangunan / gedung tersebut. Selain itu pada gambar sistem air bersih ini juga dicantumkan data-data yang diperlukan dalam proses perancangan seperti spesifikasi pompa, daya angkat pompa (head pump), kapasitas penampungan air (tangki bawah/GWT, tangki atap/roof tank)

Dibawah ini gambar sistem air bersih yang di aplikasikan untuk bangunan yang memiliki 2 fungsi yaitu sebagai pusat perbelanjaan / Mall dan Hunian / apartemen.

(6)

Gambar 4.1 Sistem Air Bersih

4.2.1.2. Gambar Sistem Air Buangan (Air Kotor, Air Bekas) Dan Ven

Pada gambar ini menjelaskan informasi tentang diagram alur pembuangan air kotor, air bekas dan ven secara keseluruhan. Dari setiap peralatan plambing yang kemudian di alirkan ketempat pembuangan akhir atau pengolahan air kotor dan air bekas sebelum dibuang ke lingkungan sekitar. Untuk gedung ini perancang menggunakan sistem pengolahan air kotor dan air bekas

(7)

terlebih dahulu. Dengan mengunakan STP (sewage treartment plant) yang diletakkan pada lantai P2 dan P1.

Gambar 4.2 Sistem Air Buangan

4.2.1.3. Gambar Sistem Air Hujan

Pada gambar ini menjelaskan informasi tentang diagram alur pengaliran air hujan pada area terbuka, atap atau balkon yang dimiliki oleh bangunan tersebut yang kemudian dialirkan ke saluran luar bangunan atau dialirkan terlebih dahulu ke

(8)

titik-titik sumur resapan guna menjaga kestabilan air tahan disekitar bangunan tersebut. Dalam perancangan sistem ini yang perlu diperhatikan adalah curah hujan daerah tersebut dan ukuran pipa yang dipergunakan.

Gambar 4.3 Sistem Air Hujan

4.2.2. Gambar Instalasi / Denah Plambing

Pada gambar ini menjelaskan informasi tentang jalur pipa plambing, peletakan peralatan plambing yang langsung di

(9)

aplikasikan pada denah bangunan / gedung tersebut, yang sebelumnya sudah dirancang oleh perancang arsitektur. Pada gambar instalasi plambing ini terdapat dua jenis penggambaran yang sering diaplikasikan adalah sebagai berikut :

- Gambar instalasi plambing terpisah yaitu dalam pengambarannya antara instalasi air bersih dengan instalasi air buangan, ven dan air hujan dibuat terpisah menjadi dua gambar instalasi.

- Gambar instalasi plambing gabung yaitu dalam penggambarannya antara instalasi air bersih dengan instalasi air buangan, ven dan air hujan digabung menjadi satu gambar instalasi.

Selain jenis penggambarannya, gambar instalasi plambing juga di terdapat dua teknik pengambaran dengan memperhatikan ukuran bangunan tersebut dan skala gambar yang akan digunakan pada gambar instalasi plambing Adalah sebagai berikut :

4.2.2.1. Gambar Instalasi Plambing Penuh / Full

Gambar instalasi plambing penuh / full adalah gambar yang menjelaskan jalur pipa dan lokasi peralatan plambing pada suatu bangunan / gedung secara penuh / (full) pada setiap gambarnya sehingga semua area proyek tersebut dapat terlihat dengan jelas. Dibawah ini adalah gambar instalasi plambing penuh / full,

(10)

Gambar 4.4 Instalasi Plambing Penuh / Full

4.2.2.2. Gambar Instalasi Plambing Sebagian / Parsial

Gambar instalasi plambing sebagian / pasial adalah gambar yang menjelaskan jalur pipa dan lokasi peralatan plambing pada suatu bangunan / gedung hanya mencakup area tertentu saja, sehingga tidak dapat melihat seluruh area secara penuh. Biasanya gambar instalasi plambing sebagian / pasial sering di aplikasikan pada suatu bangunan / gedung yang memiliki area yang sangat luas atau gambar instalasi plambing yang membutuhkan skala yang lebih kecil.. Di bawah ini adalah gambar instalasi plambing sebagian / parsial.

(11)

Gambar 4.4 Instalasi Plambing sebagian / parsial

4.2.3. Gambar Detail Instalasi Plambing dan Isometrik

Gambar detail instalasi plambing adalah gambar yang menjelaskan jalur pipa plambing dan lokasi peralatan plambing yang lebih spesifik atau fokus pada suatu area. Misalkan pada unit-unit toilet atau unit hunian / apartemen yang membutuhkan instalasi plambing.

Sedangkan gambar isometrik adalah gambar obyek yang memiliki 3 macam arah garis , meliputi arah X dan Y dengan kemiringan 30 derajat terhadap garis horizontal kemudian arah Z atau arah vertikal. Walaupun gambar isometrik mempunyai 3 arah sumbu X,Y dan Z tapi bukan termasuk gambar 3 dimensi melainkan masih merupakan gambar 2 Dimensi

(12)

Maka aplikasi gambar isometrik ini diterapkan untuk mengambar instalasi plambing pada setiap unit toilet atau unit hunian (apartemen).

Gambar 4.5 Detail Intalasi Plambing dan Isometrik

4.2.4. Gambar Detail Instalasi Plambing Penunjang

Dalam hal ini yang dimaksud gambar detail instalasi plambing penunjang adalah gambar yang menjelaskan informasi tentang detail suatu area tertentu yang membutuhkan ukuran yang akurat dalam proses konstruksi nanti pada suatu proyek pengerjaan instalasi plambing. Seperti gambar detail ruang pompa, gambar detail tangki atap, gambar detail sewage treartment plant (STP) dan gambar detail lainnya guna memperlancar proses

(13)

pemasangannya. Di bawah ini contoh gambar Detail Instalasi Plambing Penunjang yaitu ruang pompa pada proyek ini.

Gambar 4.6 Detail Ruang Pompa

4.2.5. Gambar Detail Standar

Gambar detail standar adalah gambar yang menjelaskan informasi tentang standar ukuran atau pemasangan instalasi

(14)

plambing yang digunakan pada proyek tersebut. Misalkan gambar detail standar pemasangan pipa, gambar detail pemasangan katup (valve), dan gambar detail pemasangan unit-unit peralatan plambing. Dibawah ini contoh salah satu gambar detail standar dalam pemasangan instalasi plambing.

Gambar 4.7 Detail Standar Plambing

Gambar

Gambar 4.1 Sistem Air Bersih
Gambar 4.2 Sistem Air Buangan
Gambar 4.3 Sistem Air Hujan
Gambar 4.4 Instalasi Plambing Penuh / Full
+5

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan pada sapi perah rakyat di Kecamatan Mojosongo Kabupaten

Menentukan hubungan usaha dengan perubahan energi dalam kehidupan sehari-hari atau menentukan besaran- besaran yang terkait.. Menjelaskan pengaruh gaya pada sifat elastisitas

Kapolsek Pancoran berjanji memberikan keterangan tentang Hasil Otopsi pada Rabu Sore tanggal 2 Oktober 2013, tapi entah kenapa tidak jadi dilakukan pengumuman

Teknik dasar dalam suatu permainan olaharaga bola voli merupakan pondasi yang dapat menentukan menang atau kalah suatu pertandingan. Permainan olahraga bola voli

masalah penelitian ini adalah sebagai berikut : “Bagaimanakah Koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo dalam Penanggulangan Bencana Erupsi

Menurut penelitian Wirawan (2007) tentang tingkat kepuasan pasien rawat inap terhadap asuhan keperawatan di rumah sakit Jawa Timur, diperoleh informasi, hanya 17%

12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Bagian Keempat tentang Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT), maka sejak tanggal 14 Mei 2014 telah dilakukan pemblokiran

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa kentang dan wortel mengalami osmosis karena molekul-molekul pelarut (air) berpindah ke pelarut dengan konsentrasi