• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan Negara yang memiliki banyak peninggalan budaya yang bernilai sejarah tinggi. Peninggalan budaya tersebut masih dapat dirasakan hingga sekarang seperti bahasa, pakaian, hukum adat, dan bangunan. Peninggalan- peninggalan budaya tersebut sangat penting karena selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, peninggalan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan sejarah bangsa Indonesia. Beberapa peninggalan budaya telah terdaftar dalam daftar World Heritage UNESCO ( United Nations Educational Scientificand Cultural Organization ), hal ini menunjukan bahwa dunia juga menaruh perhatian terhadap peninggalan budaya bangsa Indonesia di masa lalu. Dengan perhatian dunia, manfaat, dan nilai sejarah yang dikandung, peninggalan-peninggalan tersebut perlu untuk dijaga dan dilestarikan, termasuk di antaranya adalah kawasan Situs Ratu Boko.

Kawasan Situs Ratu Boko adalah suatu kawasan yang di dalamnya terdapat Candi Ratu Boko dan telah terdaftar dalam daftar sementara World Heritage UNESCO.

Kawasan Situs Ratu Boko terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan Situs Ratu Boko terletak di daerah perbukitan yang curam sehingga terdapat kemungkinan akan adanya pergerakan tanah. Ditambah dengan adanya potensi gempa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta membuat kemungkinan adanya pergerakan tanah semakin besar.

Pengembangan infrastruktur yang dilakukan untuk meningkatkan manfaat kawasan Situs Ratu Boko sebagai salah satu lokasi pusat pendidikan dan kebudayaan akan mempengaruhi stabilitas lereng yang ada di kawasan tersebut, sehingga peluang terjadinya pergerakan tanah di kawasan tersebut akan bertambah besar.

(2)

Infrastruktur yang dikembangkan untuk mendukung tujuan tersebut akan menambah beban yang ditahan oleh tanah yang mempunyai kemiringan sehingga gaya yang mengakibatkan adanya pergerakan tanah semakin besar.

Hal yang menarik untuk diteliti lebih jauh adalah stabilitas lereng di kawasan tersebut yang dipengaruhi oleh pengembangan infrastruktur serta beban-beban yang bekerja yaitu beban statis dan beban dinamis yang timbul akibat gempa.

Analisis yang dilakukan diharapkan dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi dalam pengembangan sehingga dapat diambil keputusan-keputusan yang tepat mengenai pengembangan infrastruktur di kawasan Situs Ratu Boko selanjutnya.

1.2 Rumusan Masalah

Penelitian ini dimulai atas adanya beberapa pertanyaan yang menarik untuk diketahui jawabanya. Pertanyaan tersebut adalah:

a. Apakah tanah dan batuan penyusun di kawasan Situs Ratu Boko mempunyai karakteristik yang baik menurut aspek geoteknik?

b. Bagaimana pengaruh kontur di kawasan Situs Ratu Boko terhadap stabilitas lereng?

c. Bagaimana pengaruh susunan perlapisan tanah dan batuan di kawasan Situs Ratu Boko terhadap stabilitas lereng?

d. Bagaimana pengaruh pengembangan infrastruktur terhadap stabilitas lereng di kawasan Situs Ratu Boko?

e. Apakah lereng di kawasan Situs Ratu Boko stabil bedasarkan simulasi numeris Plaxis?

f. Apa hal yang harus dilakukan apabila lereng di kawasan Situs Ratu Boko kurang atau tidak stabil?

1.3 Tujuan Penelitian

Pada umumnya, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis stabilitas lereng di kawasan Situs Ratu Boko berdasarkan simulasi numeris dengan bantuan software Plaxis v8.2 yang menggunakan metode elemen hingga. Tujuan spesifik dari penelitian ini adalah:

(3)

a. Mengetahui karakter perubahan bentuk lereng (deformasi) termasuk struktur tanah dan batuan.

b. Mengetahui pengaruh gempa bumi terhadap pergerakan tanah dan batuan penyususn lereng.

c. Mengetahui pengaruh dari pengembangan infrastruktur terhadap pergerakan lereng.

d. Mengetahui pengaruh struktur geologi dan topografi di kawasan Situs Ratu Boko terhadap pergerakan tanah dan batuan penyususn lereng.

e. Mengetahui rekomendasi yang dapat diberikan dalam pengembangan infrastruktur selanjutnya.

1.4 Batasan Masalah

Stabilitas lereng dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pembebanan dan kemiringan lereng. Selain kedua faktor tersebut terdapat faktor lain seperti kondisi geologi, hidrologi, topografi, struktur tanah dan batuan, gempa bumi, cuaca, serta aktivitas manusia disekitar lereng. Dari banyaknya faktor yang harus diperhatikan dalam penelitian stabilitas lereng, maka permasalahan (Sarita, 2013) yang dibahas perlu untuk dibatasi sehingga penelitian dapat terarah dan fokus. Namun dengan dibatasinya masalah yang dibahas, diharapkan tidak mengurangi substansi, kualitas dan manfaat dari hasil penelitian. Batasan-batasan masalah tersebut adalah:

a. Objek penelitian adalah lereng sebelah barat laut dari kawasan Ratu Boko yang merupakan salah satu lokasi yang akan dikembangkan menjadi cottage. Selain hal tersebut, Lereng di lokasi tersebut mempunyai kemiringan yang cukup tinggi sehingga dianggap dapat mewakili perilaku lereng secara keseluruhan.

b. Lokasi penelitian berada di kawasan Ratu Boko dan di laboratorium geoteknik dan mekanika tanah, Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada.

c. Analisis stabilitas lereng menggunakan metode elemen hingga yang dibantu dengan software Plaxis v8.2 dan model yang digunakan adalah Plane Strain.

d. Model keruntuhan yang dipakai dalam penelitian ini adalah model keruntuhan Mohr-Coloumb, dimana data primer yang digunakan berupa data tanah dan

(4)

batuan penyusun yang diperoleh dari pengujian bor menggunakan alat hand auger dan diuji kembali di laboratorium geoteknik dan mekanika tanah, Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Data primer yang lain adalah perlapisan tanah dan batuan penyususn yang didapat dengan menggunakan metode Geolistrik dan metode Measured Stratigraphic ditambah topografi di kawasan tersebut yang didapat dengan pengindraan jauh.

Sedangkan data sekunder diperoleh dari data-data dari data-data penelitian terdahulu dan data gempa disekitar lokasi penelitian.

e. Analisis dinamis stabilitas lereng saat terjadi gempa menggunakan pendekatan percepatan puncak batuan dasar atau peak ground acceleration (PGA) sebesar 0,45 g dengan interval simulasi selama 1 detik.

1.5 Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan memberikan manfaat baik dari segi ilmu pengetahuan maupun dari segi penerapannya. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:

a. Menambah pengetahuan mengenai stabilitas lereng di kawasan Ratu Boko b. Melengkapi informasi yang didapatkan dari penelitian sebelumnya di kawasan

Ratu Boko.

c. Mengetahui kerentanan kawasan Situs Ratu Boko terhadap pergerakan tanah dan batuan.

d. Menambah bahan pertimbangan dalam menentukan rencana pengembangan infrastruktur di kawasan Situs Ratu Boko.

1.6 Keaslian Penelitian

Ahmad Rifa’i dan Suprapto pada tahun 2011 melakukan analisis terhadap kelayakan kawasan dan infrastruktur di sekitar Plaza Andrawina dengan menggunakan Pseudostatic Method dan dengan koefisien percepatan gempa sebesar 0,15g. Hasil dari analisis tersebut dituangkan dalam bentuk laporan rekomendasi penanganan bangun restoran.

(5)

Umran Sarita pada tahun 2013 melakukan analisis terhadap stabilitas lereng di kawasan Ratu Boko dengan meninjau pergerakan fondasi Plaza Andrawina dan dinding-dinding penahan tanah di bawah Plaza Andrawina. Analisis yang dilakukan berdasarkan perubahan geometri lereng, beban statis, dan beban dinamis. Hasil dan rekomendasi dari analisis dituangkan dalam bentuk tesis.

Hanindra Nugraha pada tahun 2014 melakukan analisis terhadap angka aman dari struktur dinding penahan tanah akibat pergerakan tanah di bawah Plaza Andrawina yang terletak di kawasan Ratu Boko sedangkan Risqi Faris Hidayat pada tahun 2014 melakukan analisis terhadap deformasi dinding penahan tanah di lokasi yang sama. Hasil analisis dan rekomendasi dari masing-masing analisis dituangkan dalam bentuk skripsi.

Lokasi dan objek penelitian ini adalah lereng sebelah barat laut dari kawasan Ratu Boko yang belum dilakukan penelitian sebelumnya. Selain itu adanya pengembangan infrastruktur di lokasi tersebut akan menambah variasi pemodelan dengan simulasi numeris Plaxis v8.2. Selain tinjauan analisis di atas, sejauh ini belum ada penelitian dengan tinjauan serupa dan lokasi yang sama di lingkungan Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada.

Referensi

Dokumen terkait

Logo merupakan lambang yang dapat memasuki alam pikiran/suatu penerapan image yang secara tepat dipikiran pembaca ketika nama produk tersebut disebutkan (dibaca),

Seperti halnya dengan pengetahuan komunikasi terapeutik perawat, kemampuan perawat yang sebagian besar pada kategori cukup baik tersebut kemungkinan karena adanya

Penelitian yang dilakukan di TK AndiniSukarame Bandar Lampung betujuan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui media gambar pada usia

Ketersediaan informasi lokasi rumah sakit, fasilitas dan layanan yang tersedia di rumah sakit dan tempat kejadian dapat tersedia secara jelas dan terkini sehingga penentuan

Alhamdulillahirobbil’alamin segala puji syukur dan sembah sujud, penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah, dan kasih sayang-Nya sehingga penyusun

H1: (1) Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan yang diberi insentif dengan karyawan yang tidak diberi insentif (2) Terdapat perbedaan

7.4.4 Kepala LPPM menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan pada periode Pelaporan Hasil Pengabdian kepada masyarakat berikutnya.. Bidang Pengabdian kepada masyarakat

Ketika orang-orang dari budaya yang berbeda mencoba untuk berkomunikasi, upaya terbaik mereka dapat digagalkan oleh kesalahpahaman dan konflik bahkan