23 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di seluruh outlet Mari Makan Mari Nyantai group yang terletak di Jalan Ikan Tombro, Jalan Borobudur, dan Jalan Hamid Rusdi Kota Malang.
B. Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2017), explanatory research merupakan metode penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta pengaruh antara variabel satu dengan variabel lainnya. Metode kuantitatif merupakan metode yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Alasan utama peneliti ini menggunakan metode penelitian explanatory ialah untuk menguji hipotesis yang diajukan, maka diharapkan dari penelitian ini dapat menjelaskan hubungan dan pengaruh antara variabel bebas dan terikat yang ada di dalam hipotesis.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut Sugiyono (2017), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang akan digunakan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
24
kesimpulannya. Populasi pada penelitian ini yaitu karyawan Mari Makan Mari Nyantai Group sebanyak 39 orang.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2017). Apabila subyek kurang dari seratus responden lebih baik diambil semua sehingga sampel dalam penelitian merupakan populasi. Tetapi jika populasi subyek besar lebih dari seratus responden dapat diambil 10-25 % (Arikunto, 2006). Populasi dalam penelitian 39 orang yang berdasarkan jenis waktu kerja dibagi menjadi part time dan full time. Responden pada penelitian ini adalah karyawan dari
seluruh divisi yang terdiri dari divisi barista, divisi dapur, waiter, kasir, divisi produksi, divisi marketing, dan supervisor. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh atau sensus. Menurut Sugiyono (2017) sampling jenuh atau sensus adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel, yang berarti sampel pada penelitian ini sebanyak 39 orang.
D. Definisi Operasional Variabel
Sugiyono (2017) mengemukakan bahwa definisi operasional variabel adalah suatu sifat, atribut atau nilai dari objek atau kegiatan yang memiliki variasi tertentu yang telah di tetapkan oleh peneliti untuk di pelajari. Variabel penelitian ini terdiri dari 3 variabel, yaitu variabel bebas, variabel terikat dan variabel mediasi, yang di bagi menjadi 3 sebagai berikut.
25 1. Variabel bebas/Independent variable (X)
Variabel bebas meruapakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen atau terikat (Sugiyono, 2017).
Tabel 3. 1 Definisi Operasional Variabel Kompensasi Variabel Kompensasi
Definisi Teori
Kompensasi adalah seluruh pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang telas diberikan kepada perusahaan.
Definisi Operasional
Kompensasi adalah hak yang didapat karyawan berupa uang atas jasa yang diberikan kepada perusahaan.
Indikator
1. Gaji
2. Bonus/insentif 3. Tunjangan
Sumber Definisi teori : Hasibuan (2017) Indikator : Hasibuan (2002) 2. Variabel mediasi/Intervening variable (Z)
Variabel mediasi adalah variabel yang terletak diantara variabel bebas dan variabel terikat sehingga varibel bebas tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel terikat (Sugiyono, 2017). Variabel mediasi (Z) dalam penelitian ini adalah kepuasan kerja.
Tabel 3. 2 Definisi Operasional Variabel Kepuasan Kerja Variabel Kepuasan Kerja (Z)
Definisi Teori
Kepuasan kerja adalah keadaan emosi yang senang atau Emosi yang positif yang berasal dari penilaian kerja atau pengalaman kerja seseorang.
26 Definisi
Operasional
Kepuasan kerja yaitu perasaan senang atau emosi positif yang berasal dari penilaian kerja atau pengalaman kerja karyawan.
Indikator
1. Pekerjaan itu sendiri 2. Gaji
3. Promosi Sumber
Definisi teori : Luthans (2006) Indikator : Luthans (2006) 3. Variabel terikat/Dependent variable (Y)
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2017). Variabel terikat pada penelitian ini adalah variabel kinerja karyawan (Y).
Tabel 3. 3 Definisi Operasional Variabel Kinerja Karyawan Variabel Kinerja Karyawan (Y)
Definisi Teori
Kinerja karyawan adalah hasil kerja secara kuantitas dan kualitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Definisi Operasional
Kinerja karyawan merupakan hasil kerja yang dicapai karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya baik secara kualitas, kuantitas maupun ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugasnya sesuai dengan standar perusahaan Indikator 1. Kualitas
2. Kuantitas
3. Ketepatan waktu
Sumber Definisi teori : Mangkunegara (2013) Indiktor : Robbins & Judge (2006)
27 E. Teknik Pengukuran Variabel
Guna mempermudah pengolahan dan pengukuran data, jawaban responden diberi nilai atau skor. Pengukuran skor pada penelitian ini menggunakan skala likert. Menurut Sugiyono (2017), skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena. Dengan skala likert, variabel-variabel penelitian akan diukur dan dijabarkan menjadi indikator variabel dan dari indikator tersebut dijadikan item-item intstrumen pernyataan (Sugiyono, 2017).
Skala likert memiliki 5 dimensi skala sebagai berkut : Tabel 3. 4 Bobot Penilaian Skala Likert
Jawaban Skor
Sangat Baik (SB) 5
Baik (B) 4
Sedang (S) 3
Buruk (B) 2
Buruk Sekali (BS) 1
Dimana untuk jawaban dari responden dikaitkan dengan kriteria-kriteria sebagai berikut:
1. Jawaban SB (Sangat Baik) diberi skor 5, yang berarti jawaban dari kompensasi, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai mempunyai indikasi sangat tinggi dalam pengukuran.
2. Jawaban B (Baik) diberi skor 4, yang berarti jawaban dari kompensasi, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai mempunyai indikasi tinggi dalam pengukuran.
28
3. Jawaban S (Sedang) diberi skor 3, yang berarti jawaban kompensasi, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai yang mempunyai indikasi cukup dalam pengukuran.
4. Jawaban B (Buruk) diberi skor 2, yang berarti jawaban kompensasi, kepuasan kerja dan kinerja pegawai yang mempunyai indikasi rendah dalam pengukuran.
5. Jawaban BS (Buruk Sekali) diberi skor 1, yang berarti jawaban kompensasi, kepuasan kerja dan kinerja pegawai yang mempunyai indikasi sangat rendah.
F. Jenis dan Sumber Data
Penelitian ini menggunakan jenis data primer dan data sekunder.
Menurut Umar (2013), data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama baik dari individu atau perseorangan seperti hasil dari pengisian kuesioner yang biasa dilakukan oleh peneliti. Pengumpulan data primer pada penelitian dengan cara menyebarkan kuesioner kepada karyawan Mari Makan Mari Nyantai Group.
Selain itu Umar (2013) mengatakan bahwa data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau oleh pihak lain misalnya dalam bentuk tabel-tabel atau diagram- diagram. Data tersebut diperoleh peneliti dengan cara megutip data yang sudah tersedia dalam arsip perusahaan seperti data kesalahan pembuatan produk yang dianggap menggambarkan penurunan kinerja karyawan.
29 G. Teknik Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan beberapa metode yaitu :
1. Kuesioner
Kuesioner yaitu alat utama dalam pengumpulan data yang berupa pertanyaan secara tertulis yang menjabarkan dari indikator tiap variabel penelitian dan disebarkan secara langsung kepada responden yang akan diteliti. Responden diberi beberapa alternatif dalam menjawab pertanyaan.
2. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data berupa dokumen- dokumen atau data yang berhubungan dengan judul yang digunakan penelitiaan yang digunakan sebagai pendukung. Data ini berupa data kesalahan pembuatan produk yang dianggap menggambarkan penurunan kinerja karyawan.
H. Uji Instrumen 1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Kuesioner dapat dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali I. , 2011). Uji validitas data menggunakan metode korelasi product moment (pearson correlation) dengan rumus sebagai berikut:
( ) ( ) ( )
√ ( ) ] ( ) ]
Keterangan :
r = kofisien korelasi variabel X dan Y
30 n = jumlah responden
X = skor item instrummen Y = skor total item instrument
∑X = Jumlah skor X
∑Y = Jumlah skor Y
Pertanyaan dinyatakan valid jika memenuhi kriteria sebagai berikut : 1) Jika > , maka dinyatakan valid
2) Jika < , maka dinyatakan tidak valid 2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuisioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuisioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban sesorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2011). Teknik yang digunakan untuk menguji reliabilitas menggunakan rumus cronbach alpha sebagai berikut :
[
( )] [ ] Keterangan:
r = Reliabilitas instrumen
k = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal = Jumlah varian butir
= Varian total
Menurut (Sujarweni, 2014) kriteria kuesioner yang dapat dikatakan reliabel sebagai berikut:
31
a. Nilai cronbach alpha > 0,6 maka dapat dikatakan bahwa variabel penelitian adalah reliable
b. Nilai cronbach alpha < 0,6 maka dapat dikatakan bahwa variabel penelitian tidak reliable
I. Uji Asumsi Klasik
Sebelum melakukan analisis jalur, terdapat dua persyaratan asumsi yang harus dipenuhi yaitu hubungan antara variabel bersifat normal dan linear (Riduwan & Kuncoro, 2008). Jika asumsi klasik memberikan hasil yang valid maka path analysis dapat dilakukan. Uji asumsi klasik ini digunakan untuk memastikan bahwa data berdistribusi normal, tidak terdapat multikolinearitas, dan tidak terdapat heteroskedastisitas dalam model yang digunakan. Beberapa model uji asumsi klasik adalah sebagai berikut :
1. Uji Normalitas
Menurut Umar (2010), uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah variabel dependen, independen atau keduanya berdistribusi normal, mendekati normal atau tidak. Uji normalitas dalam penelitian ini berdasarkan Kolmogorov-Smirnov Test dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Jika nilai signifikansi residual > taraf signifikan (α = 0,05), maka residual berdistribusi normal.
b. Jika nilai signifikansi residual < taraf signifikansi (α = 0,05), maka residual berdistribusi tidak normal.
2. Uji Multikolinearitas
Menurut Ghozali (2011) tujuan uji multikolinieritas untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas.
32
Model regresi yang baik seharunya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Pendeteksi terhadap multikolinieritas dapat dilakukan dengan melihat nilai tolerance ≥ 0.10 atau sama dengan nilai Variance Inflating Factor (VIF) dari hasil analisis regresi ≤ 10.
3. Uji Heteroskedastisitas
Menurut Ghozali (2011) uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regesi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regesi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heterosdastisitas.
Untuk mengetahui ada tidaknya heterosdastisitas dilakukan uji Glejser. Uji glejser dilakukan dengan meregresi nilai absolut residual terhadap variabel independen. Jika variabel independen signifikan secara stastistik mempengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi terjadi heterosdastisitas (Ghozali, 2011).
4. Uji Linearitas
Menurut Ghozali (2011) uji linieritas digunakan untuk melihat apakah spesifikasi model yang digunakan sudah benar atau tidak. Apakah fungsi yang digunakan dalam suatu studi empiris sebaiknya berbentuk linier, kuadrat atau kubik. Dengan uji linieritas akan diperoleh informasi apakah model empiris sebaiknya linier, kuadrat atau kubik.
Model dapat dinyatakan mengalami syarat linieritas apabila:
33
a. Nilai deviation from linearity sig. > 0,05, maka ada hubungan yang linear secara signifikan antara variabel independen dengan variabel dependen, b. Nilai deviation from linearity sig. < 0,05, maka tidak ada hubungan yang
linear secara signifikan antara variabel independen dengan variabel dependen.
J. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif
Menurut Sugiyono (2017), analisis deskriptif adalah analisis yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Rentang skala pada penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan kompensasi, kepuasan kerja, dan kinerja karyawan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Rentang skala = (
= ( ) = 31 Keterangan:
n : jumlah sampel
m : jumlah alternatif jawaban
Berdasarkan perhitungan di atas maka diperoleh rentang skala 31, dengan demikian skala penelitian untuk setiap kriteria sebagai berikut:
Tabel 3. 5 Rentang Skala
Rentang Kompensasi Kepuasan Kerja Kinerja Karyawan 39 – 69 Buruk Sekali Buruk Sekali Buruk Sekali
70 – 100 Buruk Buruk Buruk
101 – 131 Sedang Sedang Sedang
132 – 162 Baik Baik Baik
163 – 193 Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik
34 2. Analisis Jalur (path analysis)
Pada penelitian ini peneliti menggunakan analisis jalur untuk menganalisis pola hubungan antar variabel dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Analisis ini menggunakan software SPSS dengan ketentuan uji T taraf signifikansi alpha = 0,05 atau p ≤ 0,05 yang dimunculkan kode (sig.T) dimana hal tersebut digunakan untuk melihat signifikansi pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat (Sani & Maharani, 2013). Model yang digunakan dalam analisis jalur, sebagai berikut:
a. Merumuskan persamaan struktural
1) Kompensasi (X) berperngaruh terhadap kinerja karyawan (Y) Y = X +
2) Kompensasi (X) berperngaruh terhadap kepuuasan kerja (Z) Z = X +
3) Kepuasan kerja (Z) berperngaruh terhadap kinerja karyawan (Y) Y = Z +
Keterangan : X : Kompensasi Z : Kepuasan Kerja Y : Kinerja Karyawan a : konstanta
e : eror
35
b. Menghitung koefisien jalur yang didasarkan pada koefisien regresi 1) Pengaruh Langsung
a) Pengaruh kompensasi (X) terhadap kinerja karyawan (Y) b) Pengaruh kompensasi (X) terhadap kepuasan kerja (Z) c) Pengaruh kepuasan kerja (Z) terhadap kinerja karyawan (Y) 2) Pengaruh Tidak Langsung
Pengaruh kompensasi (X) terhadap kinerja karyawan (Y) melalui kepuasan kerja (Z)
Y = ( X) x ( Z)
Gambar 2. Model analisis jalur
K. Uji Hipotesis 1. Uji t
Uji ini menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen dengan derajat kepercaayaan sebesar 5%= {a=0.05} (Ghozali, 2016). Cara melakukan uji t adalah dengan
Kepuasan Kerja (Z)
Kompensasi (X) Kinerja Karyawan (Y)
𝑒
𝑒 𝑝𝑧𝑥 𝑝𝑦𝑧
𝑝𝑦𝑥 𝑝𝑦𝑥
𝑝𝑧𝑥
36
membandingkan t hitung dengan t tabel. Pada akhirnya akan diambil suatu kesimpulan H0 ditolak atau H0 diterima dari hipotesis yang telah dirumuskan. Rumus yang digunakan untuk menghitung uji t sebagai berikut:
=
Keterangan :
b : Koefisien regresi
Sb : standar deviasi dari variabel bebas t : Uji hipotesis
H0 : Kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan Ha : Kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan
Hipotesis ini menggunakan uji t untuk mengetahui apakah variabel independen mempengaruhi variabel dependen.
a. Jika t hitung ≤ t tabel atau probabilitas > 0,05 maka Ho diterima, aritnya kompensasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
b. Jika t hitung ≥ t tabel atau probabilitas < 0,05 maka Ha diterima, artinya kompensasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
2. Uji Sobel
Menurut Ghozali (2016), pengujian hipotesis mediasi atau intervening dapat dilakukan dengan uji sobel (sobel test), dilakukan dengan cara menguji kekuatan pengaruh tidak langsung variabel bebas (X) terhadap
37
variabel terikat (Y) melalui variabel intervening (Z) yang dihitung dengan rumus dibawah ini:
Sab = √ Keterangan :
Sa = Standar eror X-Z Sb = Standar eror Z-Y b = Koefisien regresi Z-Y a = Koefisien regresi X-Z
Tahapan selanjutnya adalah menguji signifikan pengaruh tidak langsung diperlukan menghitung nilai Z dari koefisien ab, rumus yang dapat digunakan sebagai berikut:
Z =
Jika nilai Z > 1,96 (nilai Z mutlak), maka variabel kepuasan kerja secara signifikan memediasi pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan.