• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian 3.1.1 Alur Penelitian

Berikut merupakan gambar alur penelitian yang digunakan untuk merumuskan penelitian mengenai perangkat desalinasi air otomatis dengan fuzzy logic untuk pesisir pantai.

Gambar 3.1 Alur Penelitian

Pada Gambar 3.1 Alur Penelitian proses yang pertama dilakukan yaitu mencari topik atau ide penelitian untuk dijadikan sebagai judul penelitian yang akan dilakukan. Setelah itu mencari urgensi permasalahan yang mencakup latar belakang serta tujuan penelitian guna memperkuat alasan melakukan penelitian ini. Pada tahap selanjutnya melakukan studi literatur untuk memperkaya bahan penelitian dan landasan teori yang akan digunakan pada perancangan penelitian. Setelah

(2)

pembuatan landasan teori pada tahapan selanjutnya dilakukannya perancangan, diantara perancangan yang dibuat untuk melanjutkannya penelitian ini terdiri dari dua perancangan yaitu rancangan sistem, dan rancangan pengujian. Rancangan sistem berisikan perancangan desain perangkat keras, perancangan fuzzy sugeno dan perancangan perangkat lunak yang digunakan untuk pembuatan sistem.

Rancangan pengujian berisikan perancangan pengujian perangkat keras, dan perancangan logika fuzzy. Setelah dilakukannya tahap perancangan, tahap mendata hasil implementasi dan pengujian yang dilakukan pada alat yang dikembangkan.

Tahapan selanjutnya yaitu membuat kesimpulan dan saran. Pada tahapan ini hasil data yang telah diimplementasikan pada alat yang dikembangkan akan dibuat simpulan berdasarkan urgensi serta tujuan penelitian ini apakah alat yang dikembangkan tepat sasaran atau tidaknya.

3.1.2 Analisis Persoalan

Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan pada latar belakang penulis ingin membuat sebuah sistem yang dapat melakukan pendesalinasian otomatis dengan efisien yang selaras dengan slogan kampus ITERA ini sendiri yaitu “SMART FRIENDLY AND FOREST CAMPUS”. Tidak hanya itu kebutuhan air tawar untuk daerah pesisir memang harus tercukupkan. Mulai dari sulitnya akses masuk hingga minimnya sumber daya sehingga sistem yang dapat dirancang dapat mengurangi krisis air tawar itu sendiri. Data yang penulis peroleh hasil wawancara pada lima narasumber yang merupakan warga asli pulau tangkil. Dikarenakan pada pulau tangkil tersebut hanya terdapat dua kepala keluarga. Hasil yang ditanyakan kepada narasumber mengenai karakteristik air disekitar wilayah tersebut, seberapa banyak intensitas penggunaan air, perbandingan banyak penggunaan air tawar dengan air garam, alas an pneggunaan air yang lebih dominan tersebut, pendapat mereka untuk mendapatkan sumber air tawar di wilayah tersebut sulit atau tidak, dan kebermanfaatan penelitian penulis dalam mengatasi permasalahan kurangnya air tawar di pulau tangkil. Semua narasumber tersebut menjawab memang sulit untuk mendapatkan sumber air tawar di pulau tangkil apabila terdapatnya sebuah alternatif sumber air tersebut maka sangatlah mempermudah warga dalam hal pemakaiannya.

(3)

3.1.3 Analisis Solusi

Sistem tertanam yang akan dirancang ini memiliki beberapa fitur dalam melakukan proses desalinasi air ini, yaitu :

1. Pengambilan air garam secara otomatis

2. Pengendalian volume air garam yang masuk secara otomatis 3. Pengukuran suhu dan kelembaban di dalam wadah melalui sensor 4. Pengklasifikasin air hasil desalinasi

Tahapan-tahapan tersebut dikendalikan oleh mikrokontroller yang sudah ditanamkan program yang terintegrasi. Lalu ditampilkannya data hasil penyensoran pada LCD 2x16.

3.2 Rancangan Sistem

Sistem yang dirancang merupakan sistem tertanam yang menggunakan Arduino Mega sebagai mikrokontrollernya. Sistem dapat melakukan proses desalinasi secara otomatis dengan cara menampung seluruh air garam yang akan diolah menjadi air tawar. Proses ini dapat dilakukan secara sistematis apabila sensor membaca keadaan sekitar, seperti suhu, kelembaban serta batas air yang dijadikan sebagai parameter proses pemindahan air dari wadah penampungan menuju ke wadah pemanas. Peran terpenting dalam pindahnya air tersebut terdapat pada relay yang menghidup matikan pompa air mini sensor sensor yang digunakan sebagai dalam proses ini yaitu sensor DHT11 untuk kelembaban dan suhu, lalu sensor hujan yang digunakan sebagai batas ketinggian air. Lalu proses evaporasi terjadi pada wadah pemanas yang menyerap panas dari matahari. Setelah proses evaporasi terjadi tetesan air yang turun akan diperiksa oleh sensor kadar garam. Semua output dari sensor sensor yang melakukan pengecekan setiap parameter dalam proses desalinasi ini akan ditampilkan pada LCD 2x16 pada dinding luar alat ini. Alat serta sensor yang digunakan dalam perancangan sistem ini dapat dilihat pada:

(4)

Tabel 3.1 Kebutuhan Perangkat Keras

No. Nama Alat Fungsi

1. Arduino Mega Sebagai alat yang mengontrol segala aktivitas sistem mulai dari pengintegritasan dengan sensor hingga penanaman fuzzy logic

2. Penutup transparan

Berguna untuk menangkap uap air dan desain melengkung agar uap air dapat mengalir kebawah pada wadah air tawar

3. Wadah

penampung air garam

Berguna untuk menampung air garam yang akan diproses oleh sistem

4. Marmer

berwarna hitam

Merupakan material gelap yang berguna untuk menyerap panas matahari agar mempercepat proses penguapan

5. Sensor DHT11 Digunakan untuk memeriksa keadaan kelembaban serta suhu pada sekitar alat untuk memberikan output pada relay agar menghidup matikan pompa air mini

6. Sensor FC-37 Berguna untuk mendeteksi adanya air atau tidak pada ketinggian yang ditentukan

7. Wadah air tawar

Merupakan tempat penampungan air setelah melewati proses desalinasi

8. Pompa air mini Berguna untuk mengaliri air garam yang terletak pada wadah penampungan air garam menuju wadah pemanas

9. Relay Berguna untuk saklar digital pada pompa air mini berdasarkan output sensor DHT11 dan sensor hujan

10. Sensor kadar garam

Berguna untuk memeriksa kadar garam pada air yang telah melalui proses penguapan

11. LCD 2x16 Berguna untuk menampilkan output untuk keadaan suhu, kelembaban serta kadar garam.

(5)

No. Nama Alat Fungsi 12 Sensor Air

HW-038

Berguna untuk mengatur ketinggian air pada wadah ari bersih agar tidak terkena komponen lainnya.

3.2.1 Desain Perangkat Keras

Berikut rangkaian sistem dapat dilihat pada Gambar 3.2 untuk tampak samping dan Gambar 3.3 untuk tampak atas berikut ini.

Gambar 3.2Tampak Samping Alat Desalinasi Air Otomatis

A= Penutup transparan

B= Wadah penampung air garam C= Marmer berwarna hitam D= Dudukan

E= Kran air

F= Selang atau pipa G= Ember

H= Sensor suhu dan kelembaban I= Arduino Mega

J= Sensor hujan K= Wadah air tawar L= Pompa air mini M= Relay

N= Sensor kadar garam O= LCD 2x16

P=Sensor air HW-038 Q= Kayu penyangga

(6)

Gambar 3.3 Tampak Atas Alat Desalinasi Air Otomatis

A= Wadah penampungan air garam B= Marmer hitam

C= Kran air D= Arduino Mega

E= LCD 2x16 F= Kayu Penyangga

Berikut ini merupakan gambar diagram skematik sistem yang akan digunakan untuk perancangan sistem tertanam desalinasi air otomatis.

Gambar 3.4 Alur Kerja Alat

(7)

Pada Gambar 3.4 Diagram Skematik terdapat alur proses alat yang dikembangkan.

Alur proses tersebut dibentuk dengan nomor yang dicantumkan di samping proses yang dilakukan. Berikut merupakan alur proses diagram skematik:

1. Sensor HW 038 memeriksa ketinggian air pada wadah air bersih lalu mengirim data ke arduino mega

2. Sensor DHT11 yang memeriksa suhu beserta kelembaban mengirim data ke Arduino Mega

3. Sensor FC 37 memeriksa ada atau tidaknya air pada panel sensor dan mengirim data tersebut ke Arduino Mega

4. Perhitungan fuzzy dilakukan menggunakan tiga parameter yaitu suhu, kelembaban serta terkena atau tidaknya air pada panel sensor FC37

5. Hasil perhitungan fuzzy menjadi inputan untuk relay dalam menggerakan atau tidaknya pompa air mini

6. Pompa air mini bergerak atas masukkan dari relay

7. Sensor kadar garam melakukan pemeriksaan kadar garam pada air yang telah menguap

8. Hasil seluruh pembacaan sensor tersebut ditampilkan pada layer LCD 2x16 3.2.2 Rancangan Fuzzy Sugeno

Perancangan logika fuzzy metode sugeno memiliki empat tahapan untuk melakukan pengidentifikasian input. Tahapan tahapan tersebut diantaranya:

1. Tahap Fuzifikasi

Pada tahap fuzifikasi mengubah data masukkan berupa suhu, kelembaban, serta HIGH atau LOWnya sensor FC-37 dari bentuk tegas (crisp) menjadi bentuk variabel linguistic. Data yang diubah tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.2 Fuzifikasi,

Tabel 3.2 Fuzifikasi

Definisi dan Nilai Parameter Variabel Fuzzy

Suhu (S)

0-18 ˚C Dingin 18-28 ˚C Normal 28-50 ˚C Panas

(8)

Kelembaban (K)

20-60% Kering 60-89% Lembab 89-100% Basah Sensor FC-37 (AIR) 0 Mati

1 Hidup

2. Tahap Pembentukan Rule Basis

Tahap pembentukan rule basis fuzzy yaitu pembentukan rule yang digunakan untuk mengolah data fuzzy, terdapat 3 data masukkan berupa suhu, kelembaban dan HIGH atau LOWnya sensor FC-37 yang memiliki tiga buah variabel untuk suhu dan kelembaban, namun dua variabel untuk keadaan HIGH atau LOWnya sensor FC-37. Maka terdapat delapan belas rule basis logika fuzzy, diantaranya:

1. Suhu Dingin, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Mati 2. Suhu Dingin, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Mati 3. Suhu Dingin, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Mati 4. Suhu Normal, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Mati 5. Suhu Normal, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Mati 6. Suhu Normal, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Mati 7. Suhu Panas, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Mati 8. Suhu Panas, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Mati 9. Suhu Panas, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Mati 10. Suhu Dingin, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Hidup 11. Suhu Dingin, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Hidup 12. Suhu Dingin, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Hidup 13. Suhu Normal, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Hidup 14. Suhu Normal, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Hidup 15. Suhu Normal, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Hidup 16. Suhu Panas, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Hidup 17. Suhu Panas, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Hidup 18. Suhu Panas, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Hidup

(9)

3. Tahap Inferensi

Tahap inferensi merupakan sebuah rule/kaidah untuk menghasilkan keluaran dari tiap rule. Terdapat 2 hasil keluaran logika fuzzy dengan nilai 0 dan 1. Hasil keluaran pada proses penggerakkan pompa air mini yaitu Pompa Hidup, dan Pompa Mati.

Sehingga menghasilkan delapan belas aturan terdiri dari tiga masukkan. Hasil penjabaran tersebut dapat dilihat dari penjelasan aturan berikut yaitu:

1. Jika Suhu Dingin, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Mati maka Pompa Mati

2. Jika Suhu Dingin, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Mati maka Pompa Mati

3. Jika Suhu Dingin, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Mati maka Pompa Mati

4. Jika Suhu Normal, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Mati maka Pompa Mati

5. Jika Suhu Normal, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Mati maka Pompa Mati

6. Jika Suhu Normal, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Mati maka Pompa Mati

7. Jika Suhu Panas, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Mati maka Pompa Mati

8. Jika Suhu Panas, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Mati maka Pompa Mati

9. Jika Suhu Panas, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Mati maka Pompa Mati

10. Jika Suhu Dingin, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Hidup maka Pompa Hidup

11. Jika Suhu Dingin, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Hidup maka Pompa Mati

12. Jika Suhu Dingin, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Hidup maka Pompa Mati

13. Jika Suhu Normal, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Hidup maka Pompa Hidup

(10)

14. Jika Suhu Normal, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Hidup maka Pompa Hidup

15. Jika Suhu Normal, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Hidup maka Pompa Hidup

16. Jika Suhu Panas, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Hidup maka Pompa Hidup

17. Jika Suhu Panas, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Hidup maka Pompa Hidup

18. Jika Suhu Panas, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Hidup maka Pompa Hidup

4. Tahap Defuzifikasi

Pada tahap defuzifikasi suatu proses perhitungan dari penentuan nilai pada tahap fuzifikasi yang digunakan sebagai aturan (rule) dan akan menghasilkan keluaran bentuk tegas (crisp output). [14]. Pada metode Sugeno menggunakan perhitungan Weight Average (WA) dapat dilihat pada Persamaan 2.1:

𝑊𝐴 =∑18𝑛=1𝑎𝑛𝑧𝑛

18𝑛=1𝑎𝑛

(2.1) 𝑅𝑢𝑙𝑒𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 = 𝑎1𝑧1+ 𝑎2𝑧2 + 𝑎3𝑧3+ 𝑎4𝑧4+ ⋯ + 𝑎𝑛𝑧𝑛 (2.2) 𝐷𝑒𝑓𝑢𝑧𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 = 𝑎1+ 𝑎2 + 𝑎3+ 𝑎4+ ⋯ + 𝑎𝑛 (2.3) Keterangan :

WA = Nilai rata-rata

Rulescore = Penjumlahan hasil perkalian nilai predikat dengan indeks nilai output Defuzscore = Penjumlahan nilai predikat hingga ke – n

an = Nilai predikat aturan ke – n

zn = Indeks nilai output (konstanta) ke – n

Hasil perhitungan dalam tahap defuzifikasi ini berupa konstanta yang menyatakan terjadinya proses desalinasi secara otomatis atau tidaknya. Seperti contoh dibawah ini.

Pada penerapan perhitungan fuzzy tidak dapat dihasilkannya keluaran untuk tahap defuzifikasi sebelum selesainya tahapan fuzifikasi. Tahapan fuzifikasi ini membutuhkan sebuah data hasil pembacaan dari sensor yang terintegrasi. Pada

(11)

tahap rancangan ini maka penulis menggunakan permisalan untuk memberikan sebuah keluaran dari perhitungan fuzzy.

Dengan permisalan suhu = 28˚C, kelembaban = 78%, sensor FC-37 Mati Dengan permisalan pada tahap Fuzifikasi didapat nilai sebagai berikut:

 Fuzifikasi dingin = 0

 Fuzifikasi normal = 1

 Fuzifikasi panas = 1

 Fuzifikasi kering = 0

 Fuzifikasi lembab = 1

 Fuzifikasi basah = 0

 Fuzifikasi FC37 Mati = 0

 Fuzifikasi FC37 Hidup = 0

Dengan permisalan pada tahap pembentukan rule basis didapat nilai sebagai berikut:

 Suhu Dingin, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Mati = MIN (F.Dingin dan F.Kering dan F.FC37Mati) = MIN (0 dan 0 dan 0) = 0

 Suhu Dingin, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Mati = MIN (F.Dingin dan F.Lembab dan F.FC37Mati) = MIN (0 dan 1 dan 0) = 0

 Suhu Dingin, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Mati = MIN (F.Dingin dan F.Basah dan F.FC37Mati) = MIN (0 dan 0 dan 0) = 0

 Suhu Normal, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Mati = MIN (F.Normal dan F.Kering dan F.FC37Mati) = MIN (1 dan 0 dan 0) = 0

 Suhu Normal, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Mati = MIN (F.Normal dan F.Lembab dan F.FC37Mati) = MIN (1 dan 1 dan 0) = 0

 Suhu Normal, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Mati = MIN (F.Normal dan F.Basah dan F.FC37Mati) = MIN (1 dan 0 dan 0) =0

 Suhu Panas, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Mati = MIN (F.Panas dan F.Kering dan F.FC37Mati) = MIN (1 dan 0 dan 0) = 0

 Suhu Panas, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Mati = MIN (F.Panas dan F.Lembab dan F.FC37Mati) = MIN (1 dan 1 dan 0) = 0

 Suhu Panas, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Mati = MIN (F.Panas dan F.Basah dan F.FC37Mati) = MIN (1 dan 0 dan 0) = 0

(12)

 Suhu Dingin, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Hidup = MIN (F.Dingin dan F.Kering dan F.FC37Hidup) = MIN (0 dan 0 dan 0) =0

 Suhu Dingin, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Hidup = MIN (F.Dingin dan F.Lembab dan F.FC37Hidup) = MIN (0 dan 1 dan 0) = 0

 Suhu Dingin, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Hidup = MIN (F.Dingin dan F.Basah dan F.FC37Hidup) = MIN (0 dan 0 dan 0) =0

 Suhu Normal, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Hidup = MIN (F.Normal dan F.Kering dan F.FC37Hidup) = MIN (1 dan 0 dan 0) =0

 Suhu Normal, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Hidup = MIN (F.Normal dan F.Lembab dan F.FC37Hidup) = MIN (1 dan 1 dan 0) =0

 Suhu Normal, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Hidup = MIN (F.Normal dan F.Basah dan F.FC37Hidup) = MIN (1 dan 0 dan 0) =0

 Suhu Panas, Kelembaban Kering, dan Sensor FC-37 Hidup = MIN (F.Panas dan F.Kering dan F.FC37Hidup) = MIN (1 dan 0 dan 0) = 0

 Suhu Panas, Kelembaban Lembab, dan Sensor FC-37 Hidup = MIN (F.Panas dan F.Lembab dan F.FC37Hidup) = MIN (1 dan 1 dan 0) =0

 Suhu Panas, Kelembaban Basah, dan Sensor FC-37 Hidup = MIN (F.Panas dan F.Basah dan F.FC37Hidup) = MIN (1 dan 0 dan 0) =0

Tahap perhitungan inferensi Pompa Hidup = 1

Pompa Mati = 0

Tahap perhitungan defuzifikasi sehingga dimasukkannya persamaan 2.1, 2.2, 2.3 𝑊𝐴 = ∑18𝑛=1𝑎𝑛𝑧𝑛

18𝑛=1𝑎𝑛

𝑅𝑢𝑙𝑒𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 = 𝑎1𝑧1+ 𝑎2𝑧2 + 𝑎3𝑧3+ 𝑎4𝑧4+ ⋯ + 𝑎18𝑧18 𝐷𝑒𝑓𝑢𝑧𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 = 𝑎1 + 𝑎2 + 𝑎3+ 𝑎4+ ⋯ + 𝑎18 Sehingga apabila dimasukkan kedalam persamaan 2.1 menjadi seperti ini:

𝑊𝐴 =𝑎1𝑧1+ 𝑎2𝑧2 + 𝑎3𝑧3+ 𝑎4𝑧4+ ⋯ + 𝑎18𝑧18

𝑎1+ 𝑎2 + 𝑎3 + 𝑎4+ ⋯ + 𝑎18

(13)

Dikarenakan pada perhitungangan rule basis bernilai 0 semua maka dapat disimpulkan:

𝑅𝑢𝑙𝑒𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 = ∑ 0

18

𝑛=1

𝐷𝑒𝑓𝑢𝑧𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 = 4 Maka hasil keluaran pada tahap Defuzifikasi adalah

𝑊𝐴 =0

4= 0 (𝑃𝑜𝑚𝑝𝑎 𝑀𝑎𝑡𝑖)

3.2.2 Rancangan Perangkat Lunak

Pada perancangan perangkat lunak terdapat beberapa tools atau kakas kerja yang digunakan untuk perancangan sistem. Penjelasan dari kegunaan setiap tools tersebut dijelaskan dapat dilihat pada Tabel 3.3

Tabel 3.3 Perangkat Lunak

No. Nama Perangkat Lunak Fungsi

1 Arduino IDE Sebagai compiler mikrokontroller Arduino Mega yang menggunakan Bahasa C

2 Matlab Sebagai pengimplementasian logika

fuzzy

1. Activity Diagram

Penelitian ini memiliki alur kerja yang dikembangkan dengan beberapa pemodelan yang bermacam macam, seperti activity diagram. Terdapat beberapa activity diagram yang sebagai berikut:

(14)

a. Activity Diagram Keseluruhan

Gambar 3.5 Activity Diagram Keseluruhan

Pada Gambar 3.5 Activity Diagram Keseluruhan dapat dilihat proses tersebut yang akan dijabarkan pada poin poin berikut ini:

1. Memasukkan air garam kedalam wadah penampungan oleh pengguna 2. Sistem memeriksa keadaan suhu, kelembaban serta ketinggian air

(15)

3. Sistem memeriksa dengan perhitungan fuzzy apakah setiap parameter sudah tepat dengan aturan yang sudah ditetapkan

4. Sistem menggerakkan pompa air untuk menghisap air dan menyalurkannya pada wadah pemanas

5. Sistem melakukan pemeriksaan kadar garam apakah air tersebut termasuk kedalam klasifikasi air tawar, air payau atau air asin.

6. Sistem menampilkan suhu, kelembaban serta klasifikasi air di LCD 2x16 b. Activity Diagram Pemeriksaan Sensor Kelembaban, Suhu, dan Sensor

Hujan

Gambar 3.6 Activity Diagram Proses Pemeriksaan Sensor Kelembaban, Suhu dan Sensor Hujan

Pada Gambar 3.6 Activity Diagram Proses Pemeriksaan Sensor Kelembaban, Suhu dan Sensor Hujan dapat dilihat proses tersebut yang akan dijabarkan pada poin poin berikut ini:

1. Sistem memeriksa suhu, kelembaban, dan sensor hujan.

2. Sistem melakukan perhitungan fuzzy apakah kelembaban <=89% dan suhu

>=18˚C dan sensor hujan==1

(16)

3. Sistem menggerakkan pompa air berdasarkan masukkan data hasil perhitungan fuzzy apabila masukkan tidak tepat dengan aturan maka sistem tidak menggerakkan pompa air

4. Sistem mengirim data hasil pemeriksaan sensor dan ditampilkan di LCD 2x16

c. Activity Diagram Pemeriksaan Kadar Garam

Gambar 3.7 Activity Diagram Proses Pemeriksaan Kadar Garam

Pada Gambar 3.7 Activity Diagram Proses Pemeriksaan Kadar Garam dapat dilihat proses tersebut yang akan dijabarkan pada poin poin berikut ini:

1. Sistem memeriksa keadaan kadar garam pada air yang telah menguap 2. Sistem melakukan pengklasifikasian jenis air dengan parameter tingkat

kadar garam, apabila dibawah 0.5 ppt termasuk air tawar, apabila dibawah 30 ppt termasuk air payau dan apabila diatas 30 ppt termasuk air asin 3. Sistem menampilkan hasil keluaran tersebut pada LCD 2x16

(17)

2. Flowchart

Adapun alur kerja yang dikembangkan dengan pemodelan Flowchart.

Dapat dilihat pada Gambar 3.8 berikut:

Gambar 3.8 Flowchart Proses Desalinasi Air Otomatis

Pada Gambar 3.8 Flowchart Proses Desalinasi Air Otomatis tidak terlalu jauh perbedaannya dengan Activity Diagram Keseluruhan. Sehingga dapat dilihat proses tersebut yang akan dijabarkan pada poin poin berikut ini:

 Memasukkan air garam kedalam wadah penampungan oleh pengguna

 Sistem memeriksa keadaan suhu, kelembaban serta ketinggian air

 Sistem memeriksa dengan perhitungan fuzzy apakah setiap parameter sudah tepat dengan aturan yang sudah ditetapkan

(18)

 Sistem menggerakkan pompa air untuk menghisap air dan menyalurkannya pada wadah pemanas

 Sistem melakukan pemeriksaan kadar garam apakah air tersebut termasuk kedalam klasifikasi air tawar, air payau atau air asin.

 Sistem menampilkan suhu, kelembaban serta klasifikasi air di LCD 2x16

3. Usecase Diagram

Usecase Diagram merupaka pemodelan alur kerja yang termasuk Unified Modelling Language (UML) sama seperti Activity Diagram yang telah dijabarkan diatas. Usecase Diagram dapat dilihat pada Gambar 3.2.8 berikut:

Gambar 3.9Usecase Diagram

Berdasarkan Gambar 3.9 Usecase Diagram Perangkat Desalinasi Air Otomatis memiliki dua fitur andalan yaitu :

a) Dapat melihat output setiap sensor

b) Sistem dapat melakukan proses desalinasi air secara otomatis dengan Fuzzy Logic

Pada gambar tersebut pun dapat dijelaskan peran pengguna dalam menggunakan perangkat desalinasi air otomatis, yaitu:

a) Pengguna dapat menambahkan air garam ke dalam wadah penampungan air garam untuk proses awal desalinasi air otomatis

(19)

b) Pengguna dapat segala aktivitas sistem, seperti melihat data keluaran setiap sensor dan pengklasifikasian air garam

c) Pengguna dapat mengambil hasil air pada wadah air tawar 3.3 Rancangan Pengujian

Rancangan pengujian yang diterapkan pada penelitian ini menggunakan metode black-box testing yang merupakan metode pengujian yang mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa fungsionalitas dari perangkat lunak tersebut.

3.3.1 Rancangan Pengujian Perangkat Keras

Rancangan pengujian pada perangkat keras ini bertujuan untuk menguji tingkat akurasi dari tiap sensor yang digunakan serta keberfungsian actuator. Penjabaran rancangan pengujian perangkat keras bisa dilihat dari Tabel 3.4

Tabel 3.4 Pengujian Perangkat Keras

No. Kelas Uji Butir Uji Indikator Keberhasilan 1 Sensor DHT11 Mendeteksi suhu di

dalam perangkat desalinasi

Sensor dapat

mengirimkan data suhu dalam 30 detik sekali selama 2 menit serta memengaruhi dalam menggerakkan pompa.

Mendeteksi

kelembaban di dalam perangkat desalinasi

Sensor dapat

mengirimkan data kelembaban dalam 30 detik sekali selama 2

menit serta

memengaruhi dalam menggerakkan pompa.

2 Sensor FC-37 Mendeteksi air pada panel sensor di

Sensor dapat

mengirimkan ada atau

(20)

No. Kelas Uji Butir Uji Indikator Keberhasilan dalam wadah

pemanas

tidaknya air pada panel sensor dalam 30 detik sekali selama 2 menit.

3 Sensor HW-038 Mendeteksi air pada panel sensor di dalam wadah air tawar

Sensor dapat

mengirimkan data ada atau tidaknya air pada panel sensor dalam 30 detik sekali selama 2 menit.

4 Relay Menggerakkan

pompa air mini

Relay dapat

mengirimkan daya atau memberhentikan daya berdasarkan masukkan data pada pompa air mini dalam 30 detik sekali selama 2 menit.

5 Pompa air mini Memompa air di wadah penampungan air garam

Pompa air mini dapat menyedot air yang berada di wadah penampungan air

garam dan

mengalirkannya melalui selang untuk proser evaporasi dalam 30 detik sekali selama 2 menit

6 Sensor

Garam/Konduktivitas

Mendeteksi kadar garam

Sensor dapat

mengirimkan satu data tiap 20 detik sekali selama 2 menit untuk

(21)

No. Kelas Uji Butir Uji Indikator Keberhasilan air yang telah melewati proses evaporasi

7 LCD 2x16 Menampilkan data

suhu

LCD dapat

menampilkan data suhu, kelembaban, serta menampilkan jenis air (asin, payau, atau tawar)

Menampilkan data kelembaban

Menampilkan data mengenai jenis air

3.3.2 Rancangan Pengujian Logika Fuzzy

Perancangan pengujian logika fuzzy bertujuan untuk mengevaluasi fungsionalitas pada proses pengotomatisan sistem. Penjabaran rancangan pengujian perangkat logika fuzzy bisa dilihat dari Tabel 3.5

Tabel 3.5 Rancangan Pengujian Logika Fuzzy

No. Kelas Uji Butir Uji Indikator Keberhasilan 1 Fungsionalitas logika

fuzzy

Mengolah data dari sensor DHT11, sensor FC-37 dengan logika fuzzy metode sugeno untuk proses desalinasi air otomatis

Dapat melakukan perhitungan fuzzy dengan menggunakan perangkat lunak MATLAB agar sistem dapat melakukan proses desalinasi air secara otomatis

Gambar

Gambar 3.1 Alur Penelitian
Tabel 3.1 Kebutuhan Perangkat Keras
Gambar 3.2 Tampak Samping Alat Desalinasi Air Otomatis
Gambar 3.3 Tampak Atas Alat Desalinasi Air Otomatis
+7

Referensi

Dokumen terkait

Konferensi Bogor memutuskan antara lain; konferensi Asia Afrika akan diselenggarakan di Bandung pada bulan 18- 24 April 1955, penetapan tujuan KAA dan menetapkan

Pada langkah ini dilakukan penentuan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan yang berhubungan dengan tata letak penempatan material di gudang penyimpanan

Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data sebagai bahan pembuatan model dalam penelitian. Data yang diperoleh pada penelitian ini berasal dari studi literatur berupa

Dosen pembimbing Kerja Praktik adalah dosen Program Studi Matematika yang mendapat tugas dari Departemen Pendidikan Matematika atas usulan Ketua Program Studi

Adapun data-data meliputi nilai COP (Coefficient of Performance), laju perpindahan panas secara konduksi pada sisi panas modu l TEC (Qh) dan hubungannya terhadap arus pada TEC

Diperoleh pompa sebanyak 4 buah yang beroperasi pada saat muka air kolam tampung mencapai ketinggian 1 m dan dimatikan pada saat ketinggian 0,4 m.. Analisa

Kelas S3 : Lahan mempuyai faktor pembatas yang sedang, lebih dari satu faktor dan faktor pembatas ini akan sangat berpengaruh terhadap produktivitasnya, faktor pembatas

Bagaimana pandangan bapak terhadap upaya yang dilakukan dalam analisis kebutuhan obat untuk perencanaan obat di RSUD ini.. Menurut pandangan bapak, apakah perencanaan kebutuhan